Membaca Nyaring

Top PDF Membaca Nyaring:

TAP.COM -   PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING DENGAN ... - JURNAL UNTAN 5874 19293 1 PB

TAP.COM - PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING DENGAN ... - JURNAL UNTAN 5874 19293 1 PB

hadapi, sehingga orang lain dapat mendengar serta memahami intisari sebuah teks yang kita baca. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat melakukan kegiatan membaca nyaring. Menurut Rahmanto, (2013http : // tulusblog – belajar bersama. blogspot. com). Aspek - aspek yang perlu diperhatikan ketika melakukan kegiatan membaca nyaring yaitu: 1) Lafal adalah cara seseorang dalam mengucapkan bunyi-bunyi bahasa. Dalam membaca nyaring harus diperhatikan kejelasan dan ketepatan dalam pengucapan setiap huruf, kata, dan kalimatnya; 2) Intonasi atau lagu kalimat adalah tinggi rendahnya nada yang kita gunakan dalam melakukan percakapan. Intonasi yang baik tentunya akan dapat mempermudah orang atau teman dalam menyimak sesuatu yang kita baca; dan 3) Jeda merupakan waktu berhenti atau hentian sebentar dalam membaca. Jeda memiliki pengaruh pada perubahan makna sebuah bacaan bagi yang mendengar. Jeda juga memerikan kesempatan bagi seorang pembaca untuk mengatur nafas agar lebih teratur.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Metode Reading Aloud (Membaca Nyaring) Terhadap Pemahaman Bacaan Siswa Kelas Ii Mi Nurul Huda Curug Wetan Tangerang Tahun Pelajaran 2013/2014

Pengaruh Metode Reading Aloud (Membaca Nyaring) Terhadap Pemahaman Bacaan Siswa Kelas Ii Mi Nurul Huda Curug Wetan Tangerang Tahun Pelajaran 2013/2014

Proses belajar-mengajar merupakan faktor penentu berhasil atau tidaknya pendidikan. Untuk memperoleh hasil pengajaran yang optimal maka diperlukan suatu perencanaan pengajaran yang baik mulai dari penggunaan metode, strategi dan pendekatan. Untuk itu agar dapat meningkatkan pemahaman bacaan pada siswa, serta dapat membuat siswa gemar dan tertarik untuk membaca, guru harus mencoba berbagai macam proses kegiatan belajar mengajar di kelas. Banyak teknik, metode, dan strategi yang dapat digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran, khususnya pembelajaran yang berkaitan dengan tingkat pemahaman bacaan siswa. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah metode reading aloud (membaca nyaring), yaitu sebuah metode atau strategi belajar active learning (pembelajaran akif), dengan cara guru atau siswa membaca dengan suara yang keras atau lantang. Selain itu kegiatan membaca nyaring juga dapat dilakukan oleh guru untuk siswanya. Atau dengan kalimat lain guru membaca siswa mendengarkan. Pembelajaran membaca nyaring dapat diterapkan di kelas rendah. Guru dapat menggunakan bacaan yang terdapat dalam buku teks atau bahan bacaan lain. Guru membaca dengan suara yang cukup keras, dengan lafal dan intonasi yang baik sehingga seluruh siswa dapat mendengar dengan jelas dan menikmatinya. Kegiatan membaca nyaring sangat cocok dilakukan di SD/MI kelas rendah. Manfaat yang dapat dipetik dari jenis membaca ini adalah meningkatkan keterampilan menyimak, memperkaya kosa kata, membantu meningkatkan membaca pemahaman, dan menumbuhkan minat baca pada siswa.
Baca lebih lanjut

203 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF (COMMUNICATIVE APPROACH)  Peningkatan Keterampilan Membaca Nyaring Melalui Pendekatan Komunikatif (Communicative Approach)Pada Siswa Kelas Iv Sd Negeri 1 Guwokajen Boyolali.

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF (COMMUNICATIVE APPROACH) Peningkatan Keterampilan Membaca Nyaring Melalui Pendekatan Komunikatif (Communicative Approach)Pada Siswa Kelas Iv Sd Negeri 1 Guwokajen Boyolali.

Kesimpulan dari hasil penelitian ini: (1) Berdasarkan hasil secara keseluruhan diketahui terdapat peningkatan keterampilan membaca nyaring melalui pendekatan komunikatif (com-municative approach) pada siswa kelas IV SD Negeri 01 Guwokajen Sawit Boyolali Tahun Ajaran 2010/2011, hal ini dapat dilihat dari rata- rata keterampilan membaca nyaring pada Pra Siklus 63,70, siklus I nilai rata-rata meningkat menjadi 76,10 dan Pada siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi 83,10; (2) Hipotesis yang menyatakan bahwa “penggunaan pendekatan komunikatif (communicative approach) dapat meningkatkan keterampilan membaca nyaring pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Guwokajen Boyolali Tahun Pelajaran 2011/2012”, terbukti kebenarannya.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF (COMMUNICATIVE APPROACH)  Peningkatan Keterampilan Membaca Nyaring Melalui Pendekatan Komunikatif (Communicative Approach)Pada Siswa Kelas Iv Sd Negeri 1 Guwokajen Boyolali.

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF (COMMUNICATIVE APPROACH) Peningkatan Keterampilan Membaca Nyaring Melalui Pendekatan Komunikatif (Communicative Approach)Pada Siswa Kelas Iv Sd Negeri 1 Guwokajen Boyolali.

Kesimpulan dari hasil penelitian ini: (1) Berdasarkan hasil secara keseluruhan diketahui terdapat peningkatan keterampilan membaca nyaring melalui pendekatan komunikatif (com-municative approach ) pada siswa kelas IV SD Negeri 01 Guwokajen Sawit Boyolali Tahun Ajaran 2010/2011, hal ini dapat dilihat dari rata-rata keterampilan membaca nyaring pada Pra Siklus 63,70, siklus I nilai rata-rata meningkat menjadi 76,10 dan Pada siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi 83,10; (2) Hipotesis yang menyatakan bahwa “penggunaan pendekatan komunikatif (communicative approach) dapat meningkatkan keterampilan membaca nyaring pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Guwokajen Boyolali Tahun Pelajaran 2011/2012”, terbukti kebenarannya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING DITINJAU DARI ASPEK INTONASI, PELAFALAN, JEDA DAN KELANCARAN  PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING DITINJAU DARI ASPEK INTONASI, PELAFALAN, JEDA DAN KELANCARAN MELALUI MEDIA BERGAMBAR PADA SISWA KELAS IVSDN SAM

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING DITINJAU DARI ASPEK INTONASI, PELAFALAN, JEDA DAN KELANCARAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING DITINJAU DARI ASPEK INTONASI, PELAFALAN, JEDA DAN KELANCARAN MELALUI MEDIA BERGAMBAR PADA SISWA KELAS IVSDN SAM

Tabel 4.6 Aspek Kelancaran Membaca Nyaring ………………………… 5 1 Tabel 4.7 Skor Siklus I Keterampilan Memb aca Nyaring ………………. 5 5 Tabel 4.8 Aspek Intonasi ………………………………………………… 5 6 Tabel 4.9 Aspek Pelafalan ……………………………………………….. 5 7 Tabel 4.10 Aspek Jeda …………………………………………………….. 5 8 Tabel 4.11 Aspek Kelancaran Membaca Nyaring ………………………… 59

15 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS METODE STEINBERG DENGAN MEDIA BIG BOOK TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA NYARING

EFEKTIVITAS METODE STEINBERG DENGAN MEDIA BIG BOOK TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA NYARING

Steinberg (2013, hlm. 98) mengatakan bahwa “anak telah siap membaca saat anak tersebut telah memahami bahasa lisan”. Dalam bukunya, Steinberg (2013, hlm. 33) mengemukakan bahwa ia mengajarkan anaknya membaca (memahami arti) banyak bahasa tulis seperti kata, frase dan kalimat bahkan sebelum si anak mampu mengatakannya. Pendekatan yang Steinberg gunakan adalah dengan memberikan respon yang tepat pada kata, frase atau kalimat tersebut sehingga anak nantinya mampu mengkombinasikannya dalam bahasa tulis. Penerapan metode Steinberg dalam pembelajaran membaca nyaring dirasa tepat karena pada metode ini siswa akan lebih cepat memahami bacaan sebab kata yang diajarkan memiliki makna yang telah diketahui oleh siswa.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA NYARING DA

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA NYARING DA

Membaca nyaring atau membaca bersuara terdiri atas: membaca teknik dan membaca estetik. Keduanya mementingkan: a) Kelancaran dan kebenaran pengucapan kata, b) Suara yang jelas dan fasih sehingga pesan-pesan naskah mudah ditangkap audiens, c) Intonasi (kuat lemahnya tekanan, tinggi rendahnya nada, cepat lambatnya tempo) dan penjedaan secara tepat, d) Pemahaman makna dan penghayatan nuansa naskah, serta e) Penyampaian yang hidup dan komunikatif. 2) Membaca dalam Hati (Membaca Sunyi atau Silent Reading): Membaca dalam hati (membaca tanpa suara) cukup dalam batin saja, mata atau pandangan kita menyusuri untaian kata dari kiri ke kanan (untuk huruf latin, huruf arab sebaliknya), dari atas ke bawah, tanpa mulut berkomat kamit. Membaca sunyi bersifat personal, karena manfaat langsungnya hanya bisa dinikmati dan direguk oleh sang pembaca.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

s pgsd kelas 1101345 chapter2

s pgsd kelas 1101345 chapter2

peserta didik dalam membaca nyaring kelas II SDN Jatiputri Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang. Hal ini dapat diketahui dari hasil tes sebelum tindakan hanya mencapai 52,08 dan hanya ada lima orang (31,25%) siswa yang tuntas. Setelah tindakan pada siklus I rata-rata kemampuan siswa dalam membaca nyaring meningkat menjadi 67,75 dengan jumlah siswa yang tuntas yaitu 10 orang (62,50%). Setelah tindakan siklus II mencapai 74,94 dengan siswa yang tuntas sebanya 12 orang (75%), dan setelah tindakan siklus III mencapai 82,19 dengan siswa yang tuntas mencapai 93,75%. Kemudian metode drill melalui permainan kartu kata memberikan perubahan positif terhadap proses dan hasil pembelajaran bahasa Indonesia khususnya membaca nyaring. Selain daripada itu, metode drill mendapatkan respon postif dari guru kelas serta mitra peneliti.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

 Perangkat KTSP Semester 1 Tahun 2015 Promes KLS 3

Perangkat KTSP Semester 1 Tahun 2015 Promes KLS 3

membaca dengan lafal dan intonasi intensip dan membaca yang tepat dongeng  Menyimpulkan isi teks yang 3.1 Membaca nyaring teks 20-25 telah di baca dengan lafal kalimat dengan lafal [r]

33 Baca lebih lajut

s paud 0701376 chapter3

s paud 0701376 chapter3

Variabel input-output pada penelitian ini adalah kemampuan membaca, yaitu kemampuan membaca bacaan alpabeth yang disajikan dengan tujuan agar siswa dapat mampu dalam membaca. Pada kondisi awal kemampuan siswa dalam membaca nyaring cenderung rendah sehingga perlu perubahan ke arah yang lebih baik, maka dengan pembelajaran membaca dengan menggunakan media flipchart ini diharapkan dapat berubah kearah yang lebih maju. Dalam kemampuan membaca yang diharapkan adalah siswa terampil membaca sesuai aspek penilaian, yaitu: (1) intonasi, (2) pelafalan, (3) jeda, (4) kelancaran.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

 RPP, Silabus, Prota, Prosem, KKM, SK & KD, KTSP 2006 SD Kelas 3

RPP, Silabus, Prota, Prosem, KKM, SK & KD, KTSP 2006 SD Kelas 3

Mampu membaca nyaring dengan ucapan yang melibatkan kata/frasa yang diberikan -Membaca kata-kata/frasa / kalimat sederhana yang berhubungan dengan makanan dan minuman Bacaan yang beru[r]

34 Baca lebih lajut

PROTA TEMATIK

PROTA TEMATIK

Bahasa Indonesia : Mendengarkan  Memahami bunyi bahasa, perintah dan dongeng yang dilisankan Membaca  Memahami teks pendek dengan membaca nyaring Berbicara  Mengungkapkan fikiran,[r]

26 Baca lebih lajut

Perangkat Mengajar Guru Kelas 1 SD/MI Kurikulum KTSP 2006 Lengkap 5. Prota tematik 1

Perangkat Mengajar Guru Kelas 1 SD/MI Kurikulum KTSP 2006 Lengkap 5. Prota tematik 1

Bahasa Indonesia : Mendengarkan  Memahami bunyi bahasa, perintah dan dongeng yang dilisankan Membaca  Memahami teks pendek dengan membaca nyaring Berbicara  Mengungkapkan fikiran,[r]

26 Baca lebih lajut

T PD 1302186 Chapter1

T PD 1302186 Chapter1

menurut Akhadiah (dalam Resmini dan Juanda, 2007) dimulai pada kelas III sekolah dasar. Pada tahap ini siswa telah memiliki pengetahuan dasar dalam membaca permulaan yang diperoleh di kelas I dan II sehingga siswa telah mampu memahami, menafsirkan serta menghayati isi bacaan (hlm. 80). Resmini dan Juanda (2007) menjelaskan pada kelas tinggi sekolah dasar, tujuan membaca diarahkan pada kemampuan memahami, menafsirkan, menghayati, merespon bacaan dan memanfaatkan strategi pemahaman bacaan yang tepat (hlm.79). Diharapkan dengan keterampilan membaca nyaring dan membaca pemahaman sebagai indikator kelancaran membaca yang baik di kelas III maka siswa tidak menemui kesulitan dalam membaca lanjut di kelas tinggi.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Tematik 1A (Jaring Tema, silabus, RPP).zip

Tematik 1A (Jaring Tema, silabus, RPP).zip

Melaksanakan sesuatu sesuai dengan atau perintah petunjuk sederhana (BI A). Mendeskripsikan lingkungan rumah dan barang-barangnya dengan kalimat sederhana (BI B). Membaca nyaring kalimat sederhana dengan lafal dan intonasi yang tepat (BI C). Menjiplak berbagai bentuk gambar, lingkaran, dan bentuk huruf (BI D). Melengkapi kalimat yang belum selesai berdasarkan gambar (BI D).

15 Baca lebih lajut

 “Silabus Bahasa Indonesia Kelas 4 SD” SILABUS-B-Indonesia-4-soalujian.net.zip – ed 267 times – 655 KB 11

“Silabus Bahasa Indonesia Kelas 4 SD” SILABUS-B-Indonesia-4-soalujian.net.zip – ed 267 times – 655 KB 11

Siswa mampu berbalas pantun sederhana dengan lafal dan intonasi yang tepat Membaca: 7.2 Membaca nyaring suatu pengumuman dengan lafal dan intonasi yang tepat.. Indikator a Siswa mampu [r]

8 Baca lebih lajut

ANALISIS MATERI TATA BAHASA DALAM BUKU PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS.

ANALISIS MATERI TATA BAHASA DALAM BUKU PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS.

Pada Pelajaran BAB 1 Hiburan, halaman 7 Keterampilan: Membaca Standar Kompetensi: Memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca nyaring Kompetensi Dasar: Membacakan [r]

237 Baca lebih lajut

 Perangkat KTSP Semester 1 Tahun 2015 1. Lingkungan

Perangkat KTSP Semester 1 Tahun 2015 1. Lingkungan

Membaca intensip dan membaca nyaring 3.1 Membaca nyaring teks 20-25 kalimat dengan lafal dan intonasi yang tepat.. - Siswa secara bergantian membaca nyaring dengan memperhatikan lafal d[r]

7 Baca lebih lajut

s pgsd kelas 1101345 chapter4

s pgsd kelas 1101345 chapter4

guru harus melakukan tanya jawab dengan siswa untuk mengetahui pemahaman siswa dan pembelajaran yang diinginkan siswa, media yang dibuat oleh guru disesuaikan dengan metode SAS dan karakteristik siswa. sebelum memulai kegiatan inti pembelajaran guru menjelaskan dan mengingatkan kembali pada siswa mengenai struktur kalimat secara perlahan sesuai dengan metode yang digunakan yaitu metode SAS, prosedur penilaian dibuat lebih jelas supaya memudahkan dalam penilaian dan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, guru merencanakan pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan menantang siswa sesuai dengan karakteristiknya, guru memberikan tanggungjawab dan tugas pribadi kepada setiap siswa. kemudian untuk mendisiplinkan siswa guru memberlakukan strategi penghargaan dan hukuman, guru membagi tugas kepada semua anggota dari setiap kelompok dan kegiatan pembelajaran berkelompok dibimbing oleh guru. Kemudian agar hasil belajar siswa dalam membaca nyaring dengan intonasi yang tepat dapat meningkat, guru harus melatih siswa secara terus menerus dan siswa belajar membaca secara bersama-sama dalam kelompoknya. Selain itu, guru mengulang hanya pada kesalahan pelafalan yang dilakukan oleh siswa agar siswa dapat mengingat dan menghafalnya dan siswa ditugaskan untuk membaca dengan menggunakan metode SAS dalam kelompoknya dan dibantu oleh rekan lainnya yang membacanya sudah lancar.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

42932034 Evaluasi Pembelajaran Bahasa Inggris

42932034 Evaluasi Pembelajaran Bahasa Inggris

Berbicara imitatif dapat dites dengan cara: 1) peserta tes membaca nyaring kalimat yang dipilih dari beberapa kalimat yang dicetak pada selembar kertas, 2) mengulang kalimat yang didiktekan pada telepon, 3) menjawab pertanyaan dengan sebuah kata, frase pendek yang terdiri dari dua atau tiga kata, 4) mendengar tiga kata yang diucapkan secara acak dan peserta tes diminta menghubungkannya menjadi sebuah kalimat yang bermakna, 5) peserta tes diberi 30 detik untuk mengemukakan pendapatnya mengenai topik yang didiktekan di dalam telepon. Berbicara intensif dapat dites dengan tugas merespon yang diarahkan, yaitu pewawancara menyampaikan bentuk tatabahasa tertentu dan peserta tes diminta mengubah kalimat itu seperti mengubahnya menjadi kalimat tanya atau negatif, kalimat pasif, mengubah subyeknya, memodifikasi verbanya, dan sejenisnya. Membaca nyaring dapat dites menggunakan teknik membaca teks pendek, membaca dialog yang ada skripnya, membaca kalimat yang mengandungi pasangan minimal, membaca informasi dari tabel, diagram, atau bagan, melengkapi dialog, serta tugas yang dibantu oleh gambar yang menghendaki deskripsi dari peserta tes, mengembangkan percakapan dari kata, frase, atau ceritera. Misalnya, peserta tes melihat “a lamb, ship, bottle and trees”, lalu pewawancara menunjuk sebuah gambar sambil bertanya “What’s this?.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...