menakar dan menimbang biji-bijian

Top PDF menakar dan menimbang biji-bijian:

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBEDAKAN KONSEP BERAT RINGAN DENGAN METODE EKSPERIMEN MENAKAR DAN MENIMBANG BIJI-BIJIAN PADA SISWA KELOMPOK B SEMESTER GENAP TK YWKA KECAMATAN PURWOKERTO BARAT KABUPATEN BANYUMAS TAHUN AJARAN 20142015

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBEDAKAN KONSEP BERAT RINGAN DENGAN METODE EKSPERIMEN MENAKAR DAN MENIMBANG BIJI-BIJIAN PADA SISWA KELOMPOK B SEMESTER GENAP TK YWKA KECAMATAN PURWOKERTO BARAT KABUPATEN BANYUMAS TAHUN AJARAN 20142015

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membedakan konsep berat ringan anak usia dini melalui metode eksperimen menakar dan menimbang biji- bijian pada siswa kelompok B TK YWKA Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas semester genap tahun ajaran 2014/2015. Kemampuan membedakan konsep berat ringan sangat perlu dikembangkan melalui metode yang tepat untuk membekali anak pada pendidikan dan kehidupan lebih lanjut.

14 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - NURUL AFIFATUN NISA, BAB I

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - NURUL AFIFATUN NISA, BAB I

Berdasarkan uraian tersebut maka diperlukan sebuah upaya untuk meningkatkan potensi atau kemampuan yang dimiliki anak. Dengan metode eksperimen menakar dan menimbang diharapkan upaya ini mampu meningkatkan kemampuan membedakan konsep berat ringan bagi anak. Kegiatan ini dilakukan dengan cara yang menyenangkan dimana anak melalukan sebuah percobaan sendiri dan hal ini membuat anak aktif dalam kegiatan. Anak akan terlibat secara langsung dalam kegiatan ini dan anak akan belajar memecahkan masalah sederhana dalam kegiatan bereksperimen menakar dan menimbang menggunakan biji-bijian. Keterlibatan anak secara langsung akan menumbuhkan antusias anak dalam belajar karena melalui proses yang membuat anak menggunakan daya pikirnya untuk bereksplorasi terhadap hal baru.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kemampuan Membedakan Konsep Berat Ringan 1. Pengertian Kemampuan Membedakan Konsep Berat Ringan - NURUL AFIFATUN NISA, BAB II

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kemampuan Membedakan Konsep Berat Ringan 1. Pengertian Kemampuan Membedakan Konsep Berat Ringan - NURUL AFIFATUN NISA, BAB II

Kegiatan bereksperimen memupuk potensi seorang anak akan berkembang melalui pengalaman atau rangsangan yang diterimanya. Melalui kegiatan yang berkaitan dengan alam sekitar, peserta didik diberikan kebebasan untuk mengembangkan imajinasinya sendiri secara kreatif. Media yang akan digunakan dalam eksperimen menakar dan menimbang adalah timbangan yang khusus dibuat peneliti untuk anak. Timbangan ini ada 2 macam. Pertama dengan timbangan yang dibuat dari kayu dan kedua timbangan yang dibuat dari benda yang ada di sekitar anak yaitu dengan gantungan baju yang dimodifikasi sedikit. Kemudian dengan gelas takar yang standar dengan satuan gram. Lalu biji-bijian yang akan ditimbang, biji-bijian ini terdiri dari kedelai hitam, kedelai putih, jagung, beras, dan kacang.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

GRAIN DRYING WITH THE IMPLEMENTATION OF DCS IN THE ROTARY DRYER - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

GRAIN DRYING WITH THE IMPLEMENTATION OF DCS IN THE ROTARY DRYER - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Di Indonesia, pengeringan biji-bijian dengan menggunakan alat pengering belum lazim digunakan. Kalaupun ada, masih sangat terbatas penggunaannya. Metode pengeringan buatan yang telah dikembangkan dan diujicobakan antara lain adalah alat pengering surya (solar dryer), alat pengering tungku dan alat pengering tenaga listrik.

11 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tanaman Karet - Penentuan Ph Dan Suhu Optimum Untuk Aktivitas Ekstrak Kasar Enzim Lipase Dari Kecambah Biji Karet (Hevea brasiliensis) Terhadap Hidrolisis PKO (Palm Kernel Oil)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tanaman Karet - Penentuan Ph Dan Suhu Optimum Untuk Aktivitas Ekstrak Kasar Enzim Lipase Dari Kecambah Biji Karet (Hevea brasiliensis) Terhadap Hidrolisis PKO (Palm Kernel Oil)

Biji karet merupakan hasil lain disamping karet alam dari tanaman karet (Hevea brasiliensis) yang kurang dimanfaatkan. Biji karet berukuran besar dan memiliki kulit atau cangkang yang keras. Warnanya cokelat kehitaman dengan bercak-bercak berpola yang khas. Dilihat dari komposisi kimianya, ternyata kandungan protein biji karet terhitung tinggi. Selain kandungan proteinnya cukup tinggi, pola asam amino biji karet juga sangat baik. Semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh terkandung di dalamnya.

19 Baca lebih lajut

C. Hasil dan Pembahasan (2)

C. Hasil dan Pembahasan (2)

Hasil praktikum yang diperoleh kurang sesuai dengan literatur yang menyatakan bahwa pada biji yang dikecambahkan, aktivitas enzim amilase lebih besar karena pada biji yang direndam dan dikecambahkan mengalami proses imbibisi dimana air diserap masuk ke dalam bahan. Masuknya air ke dalam bahan mengakibatkan zat-zat cadangan menjadi aktif. Proses masuknya air melalui kulit biji adalah proses fisik yang berhubungan dengan sifat kimiawi dari kulit biji dan sifat tanggap biji terhadap kesediaan air sekitarnya. Dengan adanya proses metabolisme maka kebutuhan energi juga akan meningkat. Dengan demikian enzim amilase akan menghidrolisis pati dalam biji, sehingga aktivitas enzim amilase pun meningkat pada saat perendaman (Sari, 2006). Suarni (2007) menambahkan bahwa enzim α-amilase dalam biji dibentuk pada waktu awal perkecambahan oleh asam giberilik. Asam giberilik adalah suatu senyawa organik yang sangat penting dalam proses perkecambahan suatu biji karena bersifat sebagai pengontrol perkecambahan tersebut. 2.4 Faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

KLASIFIKASI CITRA DENGAN MATRIKS KO-OKURENSI ARAS KEABUAN (Gray Level Co-occurrence Matrix-GLCM) PADA LIMA KELAS BIJI-BIJIAN - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

KLASIFIKASI CITRA DENGAN MATRIKS KO-OKURENSI ARAS KEABUAN (Gray Level Co-occurrence Matrix-GLCM) PADA LIMA KELAS BIJI-BIJIAN - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Biji-bijian yang digunakan diambil dari lima kelas biji-bijian yang berbeda, yaitu : beras, jagung, kacang hijau, kacang tanah, dan kedelai. Kelima jenis biji-bijian tersebut secara fisik memiliki bentuk yang khas yang mampu dibedakan secara baik oleh penglihatan manusia. Namun perlu dilakukan penelitian, sejauh mana suatu sistem yang dalam hal ini berupa perangkat lunak, mampu mengenali kelas biji-bijian tersebut dengan menggunakan metode analisis tekstur matriks ko-okurensi dan metode klasifikasi k- Nearest Neighbor.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

KLASIFIKASI CITRA DENGAN METODE TRANSFORMASI WAVELET PADA LIMA JENIS BIJI-BIJIAN - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR) MAKALAH seminar TA

KLASIFIKASI CITRA DENGAN METODE TRANSFORMASI WAVELET PADA LIMA JENIS BIJI-BIJIAN - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR) MAKALAH seminar TA

Untuk keperluan perangkat lunak ini digunakan beberapa jenis biji-bijian. Masing- masing biji-bijian tersebut telah didigitalisasi dan disimpan dalam file yang berekstensi .*jpg, dengan ukuran 480×480 piksel. Yang secara otomatis pada program akan ditampilkan citra berukuran 400x400. Setiap biji-bijan dengan ukuran tersebut akan didekomposisi sebanyak empat kali, yang masing-masing berukuran 200×200 piksel, 100x100 piksel, 50x50 piksel dan 25x25 pilsel . Jadi keseluruhan citra adalah 5×10 = 50 dengan 4 × dekomposisi menggunakan 3 jenis tapis. Untuk proses belajar digunakan satu level dekomposisi yaitu Daubechies 2 level 1 dengan 5 citra untuk setiap kelas. Sehingga seluruhnya melibatkan 5×5×1×1 = 25 citra latih untuk basis data. Citra data ini ikut diujikan kembali dengan citra uji yang lain, proses pengujian sebanyak 5×10 = 50 citra, dengan 4 aras dan 3 tapis yaitu 5×10×4×3 = 600 pengujian.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

KLASIFIKASI CITRA DENGAN MATRIKS KO OKUR

KLASIFIKASI CITRA DENGAN MATRIKS KO OKUR

Jarak pengambilan gambar pada citra masukan juga mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam tingkat keberhasilan pengenalan citra masukan. Jarak pengambilan yang berbeda akan menghasilkan tekstur citra yang berbeda pula. Hal ini ditunjukan pada Tabel 4.1, skenario 1 dan 2 mempunyai tingkat pengenalan yang lebih baik bila dibandingkan dengan skenario 3. Kualitas citra masukan juga memberikan pengaruh terhadap tingkat keberhasilan pengenalan citra masukan. Citra masukan yang mengalami perubahan sehingga mengalami penurunan kualitas, tidak akan dapat dikenali dengan baik, kualitas suatu citra ditentukan dari beberapa hal, antara lain media pengambilan gambar yang digunakan, derau yang terkandung dalam citra asal. Pemilihan parameter yang digunakan dalam ekstraksi ciri mempunyai pengaruh yang cukup besar di dalam tingkat pengenalan citra masukan, citra masukan dengan parameter ekstraksi ciri yang berbeda dengan data acuan, tidak akan dapat dikenali dengan baik oleh program. Pengujian skenario 6 mempunyai tujuan untuk melihat pengaruh kepadatan derau terhadap tingkat pengenalan program, setiap kelas biji-bijian memiliki ambang tertentu yang menentukan tingkat ketahanan tiap kelas terhadap derau yang ditambahkan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI PERMAINAN KARTU ANGKA, PADA KELOMPOK B DI TK  Penelitian Tindakan KelasUpaya Peningkatan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Permainan Kartu Angka Di Tk Masyithoh Slegrengan, Wedi Tahun Ajaran 2012 / 2013.

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI PERMAINAN KARTU ANGKA, PADA KELOMPOK B DI TK Penelitian Tindakan KelasUpaya Peningkatan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Permainan Kartu Angka Di Tk Masyithoh Slegrengan, Wedi Tahun Ajaran 2012 / 2013.

2. Metode yang digunakan dalam peningkatan kemampuan kognitif anak melalui permainan kartu angka bervariasi tidak hanya dengan kartu angka tetapi juga biji- bijian dan gambar yang dapat menarik peserta didik. Gambar yang dimaksud yaitu gambar yang berhubungan dengan tema, waktu penyampaian pembelajaran kognitif pada anak, berjalan dengan baik.

14 Baca lebih lajut

KAJIAN KINERJA PROTOTIPE MESIN PENGERING BIJI-BIJIAN TIPE ENERGI HIBRID

KAJIAN KINERJA PROTOTIPE MESIN PENGERING BIJI-BIJIAN TIPE ENERGI HIBRID

Tujuan penelitian ini meliputi 1 Membuat kontruksi mesin pengering bahan hasil pertanian yang dapat digunakan untuk kondisi mendung maupun malam hari, 2 Menguji kinerja teknis mesin peng[r]

18 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsentrasi Belajar 2.1.1 Pengertian Konsentrasi Belajar - Hubungan Pola Makan Dengan Konsentrasi Belajar Pelajar SMAIT Al- Fityan Tahun 2014/2015

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsentrasi Belajar 2.1.1 Pengertian Konsentrasi Belajar - Hubungan Pola Makan Dengan Konsentrasi Belajar Pelajar SMAIT Al- Fityan Tahun 2014/2015

Beberapa jenis makanan kaya karbohidrat yang lebih baik daripada yang lain, contohnya: 1 Sumber karbohidrat yang sehat adalah dari biji-bijian yang belum diolah atau yang diproses secar[r]

25 Baca lebih lajut

Uji Berbagai Jenis Komoditi Pada Alat Pencetak Keripik Biji-Bijian

Uji Berbagai Jenis Komoditi Pada Alat Pencetak Keripik Biji-Bijian

Prinsip penyangraian harus dengan waktu yang tepat dan temperatur yang tepat. Biji yang disangrai lama pada temperatur rendah akan menyebabkan minyak dan senyawa-senyawa kimia penting hilang sehingga keripik biji kurang memiliki citarasa. Biji yang disangrai singkat pada temperatur tinggi akan menyebabkan biji tidak matang merata, artinya kulit luar terlihat matang tapi bagian dalam tidak matang. Lama sangrai dan temperatur disesuaikan terhadap hasil akhir yang akan dicapai. Setelah tingkat sangrai dicapai, keluarkan biji dari wadah, dan selanjutnya proses pencetakan dapat dilakukan.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

USBN SBK SD SoalJawab Siap US SD Mapel SBdP Tahun 2017 2018

USBN SBK SD SoalJawab Siap US SD Mapel SBdP Tahun 2017 2018

Teknik membuat benda pakai/hias dari bahan manik-manik, biji-bijian atau bahan lain yang dapat dilubangi dengan alat tusuk sehingga dapat dipakai adalah pengertian dari ….. Ragam hias [r]

16 Baca lebih lajut

Studi Pengaruh Tepung Komposit   Biji-Bijian   Dan Konsentrasi Penstabil Terhadap Mutu Makanan Pendamping Asi-Biskuit

Studi Pengaruh Tepung Komposit Biji-Bijian Dan Konsentrasi Penstabil Terhadap Mutu Makanan Pendamping Asi-Biskuit

Taoge merupakan istilah untuk menyebut kecambah dari biji kacang hijau, kacang tunggak, atau kedelai. Selama proses perkecambahan, bahan makanan cadangan diubah menjadi bentuk yang dapat digunakan, baik untuk tumbuhan maupun manusia. Pada saat perkecambahan, terjadi hidrolisis karbohidrat, protein, dan lemak menjadi senyawa yang lebih sederhana, sehingga mudah dicerna. Taoge mengalami peningkatan jumlah protein dan vitamin, sedangkan kadar lemaknya mengalami penurunan. Peningkatan zat gizi mulai tampak setelah 24-48 jam masa perkecambahan (Astawan, 2010).

81 Baca lebih lajut

(5) Pembelajaran Seni A5

(5) Pembelajaran Seni A5

Bahan untuk meronce selain manik-manik dapat juga menggunakan sedotan, gulungan kertas, biji-bijian dan lain lain, sesuai dengan yang ada di sekitar TK setempat.. Secara bertahap anak da[r]

4 Baca lebih lajut

1.3.4.1. Kegiatan Malam Hari

1.3.4.1. Kegiatan Malam Hari

 Kebiasaan yang baik dilakukan pada malam hari yang sesuai dengan aturan yang berlaku di rumah  Pemanfaatan tumbuhan biji-bijian dalam membuat karya kerajinan  Menunjukkan kosakata [r]

9 Baca lebih lajut

Hubungan Higiene Perorangan dengan Kejadian Diare Pada Anak Sekolah Dasar dan Higiene Sanitasi Makanan Jajanan di SDN 101769 Percut Sei Tuan Tahun 2016

Hubungan Higiene Perorangan dengan Kejadian Diare Pada Anak Sekolah Dasar dan Higiene Sanitasi Makanan Jajanan di SDN 101769 Percut Sei Tuan Tahun 2016

1. Bahan makanan mentah (segar) yaitu makanan yang perlu pengolahan sebelum dihidangkan seperti : daging, susu, buah dan sayuran, jenis tepung dan biji-bijian serta makanan fermentasi yaitu makanan yang diolah dengan bantuan mikroba seperti ragi atau cendawan, harus dalam keadaan baik, segar dan tidak rusak atau berubah bentuk, warna dan rasa, tidak berjamur, serta sebaiknya berasal dari tempat resmi yang diawasi.

25 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...