Menanyakan yang Dilakukan untuk Mengatasi Keluhan

Top PDF Menanyakan yang Dilakukan untuk Mengatasi Keluhan:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pengobatan sendiri (swamedikasi) merupakan upaya yang paling banyak dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pengobatan sendiri (swamedikasi) merupakan upaya yang paling banyak dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan

Puspitasari (2008), meneliti pola perilaku swamedikasi penggunaan produk vitamin di kota Yogyakarta, hasilnya bahwa ibu menggunakan produk vitamin pada saat kondisi sehat, dengan alasan untuk menjaga kesehatan dan sumber informasinya didapat dari iklan TV. Penelitian lain di kota Surabaya bahwa konsumen yang datang ke apotek untuk membeli multivitamin dan mineral adalah sebanyak 21% dengan maksud untuk menjaga kesehatannya (Puspitasari, 2010). Para ahli medis menekankan bahwa anak-anak bisa mendapatkan semua nutrisi yang tepat dari pola makan yang seimbang, tetapi jika hal tersebut tidak memungkinkan karena beberapa alasan, seperti alergi makanan, diet ketat, sangat pemilih makanan atau yang lebih parah mengidap kelainan makan, maka pemberian multivitamin bisa diberikan sebagai jalan alternatif. Orang tua hendaknya membiasakan anak-anaknya mengkonsumsi aneka macam dan warna buah dan sayuran dengan jenis variasi makanan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak. Balita dan anak-anak prasekolah mengalami pola makan yang buruk, mulai dari pilih-pilih makanan, makan hanya satu atau dua jenis saja, kurang suka makan sayur, atau mengalami gejala alergi makanan.
Show more

8 Read more

Menanyakan identitas pasien? (nama, alamat, TTL, status sosial, pekerjaan, agama) Menanyakan keluhan utama yang dirasakan pasien?

Menanyakan identitas pasien? (nama, alamat, TTL, status sosial, pekerjaan, agama) Menanyakan keluhan utama yang dirasakan pasien?

Kebanyakan gastritis tanpa gejala. Mereka yang mempunyai keluhan biasanya berupa keluhan yang tidak khas. Keluhan yang sering dihubung-hubungkan dengan gastritis adalah nyeri panas dan pedih di ulu hati disertai mual kadang- kadang sampai muntah. Keluhan-keluhan tersebut sebenarnya tidak berkorelasi baik dengan gastritis. Keluhan-keluhan tersebut juga tidak dapat digunakan sebagai alat evaluasi keberasilan pengobatan. Pemeriksaan fisik juga tidak dapat memberikan informasi yang dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis. Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan endoskopi dan histopatologi. Sebaiknya biopsi dilakukan dengan sistematis sesuai dengan update Sydney System yang mengharuskan mencantumkan topografi. Gambaran endoskopi yang dapat dijumpai adalah eritema, eksudatif, flat-erosion, raised erosion, perdarahan , edematous rugae. Perubahan-perubahan histopatologi selain menggambarkan perubahan morfologi sering juga dapat menggambarkan proses yang mendasari, misalnya autoimun atau respon adaptif mukosa lambung. Perubahan – perubahan yang terjadi berupa degradasi epitel, hyperplasia foveolar, infiltrasi neutrofil, inflamsai sel mononuklear, folikel limpoid, atropi, intestinal metaplasia, hyperplasia sel endokrin, kerusakan sel parietal. Pemeriksaan histopatologi sebaiknya juga menyertakan pemeriksaan kuman Helicobacter pylori.
Show more

10 Read more

Untuk mengatasi masalah pasokan listrik, ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan, yaitu :

Untuk mengatasi masalah pasokan listrik, ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan, yaitu :

Banyaknya permintaan akan minyak bumi namun tidak di barengi dengan peningkatan kuantitas atau jumlah produksinya menyebabkan tingginya harga minyak di dunia yang pada akhirnya akan menyebabkan tingginya harga listrik. Selain itu, minyak juga digunakan untuk kebutuhan lainnya seperti sebagai bahan bakar kendaraan sehingga penggunaan untuk listrik sangat terbatas. Kendala lainnya adalah apabila pihak Pertamina terlambat memberikan pasokan minyak pada pihak PLN

5 Read more

Pemaknaan Komunikasi Horizontal dalam Mengatasi Keluhan Pelanggan (Studi dengan Pendekatan Fenomenologis dalam Mengatasi Keluhan Pelanggan di AUTO 2000 Cabang  Medan Amplas, Medan)

Pemaknaan Komunikasi Horizontal dalam Mengatasi Keluhan Pelanggan (Studi dengan Pendekatan Fenomenologis dalam Mengatasi Keluhan Pelanggan di AUTO 2000 Cabang Medan Amplas, Medan)

Jawab: Setiap bagian dari organisasi ini harus bergerak sesuai dengan visi yang ada, dan visi itu mendorong kita semua berkontribusi menuju sasaran dari target-target perusahaan secara keseluruhan dengan visi yang sama. Kalau misalnya kita menginginkan menjadi dealer otomotif Indonesia yang terbesar dengan standar pelayanan berarti semua bagian dari organisasi juga harus menuju pada gerak itu dengan pertama memastikan bahwa kita yang menjadi yang terbesar dengan penjualan yang terbesar dalam semua aspek penjualan kita yang kita upayakan dengan share yang jauh lebih besar dan juga gape yang lebih aman dengan kompetitor kita, sehingga kita pun bisa lebih bebas dari inovasi, kemudian yang kedua adalah semua bagian dan aspek organisasi seperti cleaning service, satpam memberikan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan kompetitor kita, bahkan lebih baik daripada harapan pelanggan kita, tetapi itu terus berkembang karena harapan pelanggan pun mengalami peningkatan, dan kita terus berinovasi dan begitu kita berhenti berinovasi, kita tidak sesuai lagi dengan visi kita, berarti ketika kita setiap hari berinovasi dan belajar untuk melakukan suatu inovasi maka kita sedang berjalan menuju visi yang sama. Di samping itu juga kita in line dengan arahan-arahan yang diberikan oleh pusat karena pusat kita dan Toyota juga memberikan guidance dan disini kita mencatat target-target kepuasan pelanggan yang lebih baik baik dan itu harus dimaknai oleh seluruh bagian di cabang kita. Salah satunya adalah tema kita untuk beberapa waktu ini adalah ‘pastikan’, bahwa pastikan setiap bagian daripada perusahaan kita harus mengerti apa yang menjadi tema ini, apa yang harus dipastikan pada customer dan kita pun harus memakai bros ‘pastikan’ ini sebagai bagian dari reminder kita dan tim kita, dan pastikan kita melayani customer dengan sebaik-baiknya dan setiap kita melakukan arahan yang sesuai dengan aturan dan rule yang seharusnya kita perankan di dalam masing-masing bagian kita.
Show more

204 Read more

Pelatihan Terapi Akupresur untuk Mengatasi Keluhan Penyakit DM dan Hipertensi Pada Lansia Bagi Kader Lansia

Pelatihan Terapi Akupresur untuk Mengatasi Keluhan Penyakit DM dan Hipertensi Pada Lansia Bagi Kader Lansia

Simpulan dan Saran Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat yang telah diuraikan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut 1).Pengetahuan sasaran tentang akupresur meningkat setelah pelatihan berdasarkan kategori pengetahuan baik dari 20 orang (40%) menjadi 35 orang (70%), 2). Sikap sasaran tentang akupresur mengalami peningkatan yaitu berdasarkan kategori sikap sangat baik dari 17 orang (34%) menjadi 38 orang (76%), dan 3).Ketrampilan sasaran tentang akupresur mengalami peningkatan yaitu sebelum pelatihan semua sasaran tidak mempunyai ketrampilan akupresur dan setelah pelatihan secara umum semua sasaran memiliki ketrampilan akupresur. Jumlah sasaran yang memiliki ketrampilan penentuan titik akupresur dengan benar adalah 15 orang (30%) dan yang dapat melakukan akupresur dengan benar adalah 27 orang (54%). Saran pada khalayak sasaran agar memelihara dan meningkatkan perilaku akupresur serta menerapkannya tiap hari, sehingga dapat mengatasi keluhan penyakit DM dan Hipertensi yang dirasakan oleh lansia saat pelaksanaan posyandu lansia. Pengabdi berikutnya untuk kegiatan pengabdian berikutnya agar memperluas target khalayak sasaran, dengan tambahan metode praktik lapangan setelah pelatihan.
Show more

6 Read more

Untuk mengatasi permasalahan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya dilakukan penelitian yang terdiri dari tiga tahapan berurutan yaitu:

Untuk mengatasi permasalahan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya dilakukan penelitian yang terdiri dari tiga tahapan berurutan yaitu:

Faktor faktor yang berkaitan dengan temuan diatas dikelompokkan kedalam kelompok atribut Competitve Advantage Campus. Sedangkan diskusi pada sesi kedua ditujukan untuk lebih jauh lagi mengenai faktor faktor yang mempengaruhi persepsi dan penilaian peserta atas program MBA ITB. Informasi yang diperoleh dapat dijadikan sebagai acuan pemilihan atribut yang berpengaruh terhadap kepuasan peserta program MBA ITB dan juga harapan mereka atas program MBA ITB untuk masa yang akan datang. Pertanyaan pembuka pada sesi ini adalah “Apa pendapat anda mengenai MBA ITB?” Diskusi pada sesi ini mengalir bebas dan berlangsung dengan sangat interaktif.
Show more

17 Read more

Komunikasi Horizontal Dalam Mengatasi Keluhan Pelanggan  (Studi Kualitatif tentang Komunikasi Horizontal di Kalangan Customer Service dalam Mengatasi Keluhan Pelanggan di SOGO Sun Plaza Medan)

Komunikasi Horizontal Dalam Mengatasi Keluhan Pelanggan (Studi Kualitatif tentang Komunikasi Horizontal di Kalangan Customer Service dalam Mengatasi Keluhan Pelanggan di SOGO Sun Plaza Medan)

• banyak perusahaan menawarkan saluran yang memudahkan pelanggannya untuk mengajukan keluhan. Misalnya free-call di Indonesia dengan saluran 0-800 (Handi, 2007: 94). Kinerja dalam perusahaan hanya dapat meningkat apabila pelanggan mengeluh, karena dengan demikian perusahaan mengetahui apa yang menjadi kekurangan mereka. Sebagian besar keluhan pelanggan tidak akan secara langsung berhubungan dengan kualitas jasa atau produk, tetapi juga mengarah pada masalah-masalah yang tidak pokok. Hal ini disebabkan karena kebutuhan utama pelanggan diabaikan. Kualitas di mata pelanggan selalu dianggap jauh melebihi dari sekedar kualitas produk atau jasa. Dalam menilai seberapa baik produk/jasa mampu memenuhi kebutuhannya, pelanggan mengemasnya menjadi satu yaitu kehandalan produk atau jasa, ketepatan pekerjaan, nilai informasi yang diberikan, sikap positif staff dan konsistensi para staff (Ted Johns, 2003: 25).
Show more

117 Read more

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan tanpa henti. Belajar adalah usaha untuk mengatasi ketegangan ketegangan

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan tanpa henti. Belajar adalah usaha untuk mengatasi ketegangan ketegangan

Pembelajaran merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk memperoleh kompetensi atau pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan dalam melakukan suatu pekerjaan. Upaya untuk memperoleh efektifitas proses pembelajaran selalu dilakukan tanpa henti. Belajar adalah usaha untuk mengatasi ketegangan–ketegangan psikologis. Bila orang ingin mencapai tujuan dan ternyata mendapatkan rintangan, maka hal ini akan menimbulkan ketegangan, dan ketegangan itu baru akan berkurang bila rintangan itu bisa diatasi, dan usaha inilah yang dikatakan dengan belajar. 1 Kegiatan belajar hanya akan bisa berhasil, jika peserta didik belajar secara aktif mengalami proses pembelajaran. Kegiatan pembelajaan ini akan memberi makna pada peserta didik jika dilakukan di lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi peserta didik. 2
Show more

8 Read more

Perancangan E-CRM Dalam Mengatasi Keluhan Pelanggan Pada Samudera Jaya Printing

Perancangan E-CRM Dalam Mengatasi Keluhan Pelanggan Pada Samudera Jaya Printing

Samudera Jaya Printing merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi produk percetakan dan penjualan produk percetakan yang bertipe make to order dimana sistem perencanaan produksi dilakukan setelah ada permintaan. Sistem yang berjalan pada perusahaan masih menggunakan aplikasi sederhana, sehingga pelanggan sangat sulit mengetahui informasi produk dan melakukan pemesanan produk harus datang langsung atau menghubungi pihak perusahaan untuk melakukan proses pemesanan produk, kemudian pihak perusahaan akan konfirmasi pemesanan produk, setelah itu melakukan proses pembayaran pemesanan produk dengan datang langsung pada perusahaan. Salah satu konsep yang dapat diadopsi untuk merespon hal ini adalah dengan menerapkan suatu Customer Relationship Management yang dapat menghubungkan perusahaan dan customer secara langsung (online) yang disebut E-CRM. Ada banyak sekali alasan mengapa penerapan E-CRM sangat penting untuk perusahaan. Melalui pengunaan E-CRM perusahaan bisa mendapatkan manfaat untuk penjualan, pemasaran, pelayanan dan juga aktivitas perusahaan lainnya. E-CRM juga dapat mempermudah pelanggan dalam mendapatkan informasi yang diperlukan dari perusahaan tersebut. Hal ini menjadi sarana untuk mempertahankan hubungan perusahaan dengan pelanggan demi mewujudkan loyalitas pelanggan, dengan merancang system yang baru maka pelanggan dan pihak perusahaan akan dapat melakukan kerja sama yang baik dengan transaksi pemasaran.
Show more

10 Read more

Bedah obstetri adalah tindakan bedah yang dilakukan untuk membantu / mengatasi masalah-masalah yang terjadi selama proses persalinan.

Bedah obstetri adalah tindakan bedah yang dilakukan untuk membantu / mengatasi masalah-masalah yang terjadi selama proses persalinan.

Uterus dalam keadaan utuh (karena pada sectio cesarea, uterus akan diinsisi). Jika terjadi ruptura uteri, maka operasi yang dilakukan adalah laparotomi, dan tidak disebut sebagai sectio[r]

7 Read more

Dari hasil survey secara wawancara yang telah dilakukan pada seluruh siswa SMP-IA, terdapat beberapa keluhan antara lain:

Dari hasil survey secara wawancara yang telah dilakukan pada seluruh siswa SMP-IA, terdapat beberapa keluhan antara lain:

dengan layanan yang diberikan, yang disebabkan oleh ketidakmampuan sumber daya manusia (SDM) perusahaan dalam meenuhi standar kualitas layanan yang telah ditetapkan. Misalnya petugas teller bank diinstruksikan untuk melayani nasabah dengan cepat, namun disisi lain juaga harus mendengarkan keluhan nasabah, sehingga standar waktu layanan yang telah ditetapkan seringkali harus dilanggar.

57 Read more

BAB I PENDAHULUAN. macam keluhan penyakit, berbagai tindakan telah dilakukan, mulai dari

BAB I PENDAHULUAN. macam keluhan penyakit, berbagai tindakan telah dilakukan, mulai dari

1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan globalisasi dan perubahan gaya hidup manusia berdampak terhadap perubahan pola penyakit. Selama beberapa tahun terakhir di Indonesia, masyarakat Indonesia mengalami perkembangan dan peningkatan angka kesakitan dan kematian. Untuk mengatasi berbagai macam keluhan penyakit, berbagai tindakan telah dilakukan, mulai dari tindakan yang paling ringan yaitu secara konservatif atau non bedah sampai pada tindakan yang paling berat yaitu operatif atau tindakan bedah.

8 Read more

PERBAIKAN SIKAP KERJA UNTUK MENGATASI KELUHAN AKIBAT BEBAN KERJA PADA PROSES PANAS VULKANISIR BAN DI PT. INTI VULKATAMA.

PERBAIKAN SIKAP KERJA UNTUK MENGATASI KELUHAN AKIBAT BEBAN KERJA PADA PROSES PANAS VULKANISIR BAN DI PT. INTI VULKATAMA.

Program Studi Teknik Industri, Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang Dwiki.mahendrayeza10@gmail.com Abstrak : PT. Inti Vulkatama adalah salah satu perusahaan industri manufaktur yang bergerak di sektor vulkanisir ban. Vulkanisir ban adalah salah satu proses daur ulang terhadap ban yang sudah gundul melalui beberapa tahapan seperti inspeksi/pemeriksaan, pemarutan (buffing), knifing, repair, cementing, building, envelope (pada proses dingin), rim dan flange (pemasangan velg), curring (memasukan ban dalam masing-masing cetakan, baik proses panas maupun dingin) dan pemeriksaan akhir. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek pekerjaan yang dinilai sebagai parameter risiko ergonomi berdasarkan postur tubuh, tekanan beban yang digunakan, jenis pergerakan atau aksi, pengulangan posisi tangan saat bersentuhan dengan objek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data bagian tubuh yang berisiko terjadinya musculoskeleteal dan risiko cidera yang dominan terjadi pada pekerja dalam melakukan pekerjaan yang sama dengan menggunakan metode QEC (Quick Expossure Checklist). Setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan lembar exposure score maka bagian tubuh yang mengalami risiko terjadinya musculoskeleteal adalah tubuh bagian punggung dan leher dengan tingkat exposure level very high. Dalam melakukan pekerjaan yang sama, resiko cedera yang dominan terjadi pada dua orang pekerja atau lebih adalah pada action level 4. Yang artinya semua pekerja akan mengalami resiko cedera tingkat tinggi. Hal ini dikarenakan sikap kerja yang di lakukan berulang dan beban kerja yang berat yang di emban oleh pekerja PT. Inti Vulkatama. Karena semakin lama resiko cidera akan semakin tinggi terhadap pekerja.
Show more

8 Read more

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terlebih dahulu menghubungi bagian HRD melalui telepon untuk menanyakan

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terlebih dahulu menghubungi bagian HRD melalui telepon untuk menanyakan

Objek penelitian ini adalah auditor yang bekerja di KAP berafiliasi. Peneliti terlebih dahulu menghubungi bagian HRD melalui telepon untuk menanyakan kesediaan dalam melakukan penyebaran kuesioner. Hasilnya bahwa terdapat 8 KAP yang bersedia untuk menjadi objek survey dalam penelitian ini. Banyak KAP yang menolak untuk dijadikan objek penelitian dengan alasan auditor sedang sibuk dan jarang berada ditempat. Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner ke beberapa KAP di Jakarta. Kuesioner disebarkan langsung ke KAP di beberapa wilayah di Jakarta. Penyebaran kuesioner dilakukan pada bulan Mei 2013. Ada beberapa kuesioner yang tidak diisi karena responden tidak sempat untuk mengisinya dan juga tidak semua kuesioner kembali ke tangan. Tabel 4.1 merupakan perincian jumlah kuesioner dikirim dan dikembalikan oleh responden dari semua KAP yang telah dikunjungi:
Show more

29 Read more

Ortodidaktik anak tunanetra adalah. dilakukan untuk mengatasi hambatan yang ditimbulkan akibat dari kondisi ketunanetraan, baik secara phisik, psikik,

Ortodidaktik anak tunanetra adalah. dilakukan untuk mengatasi hambatan yang ditimbulkan akibat dari kondisi ketunanetraan, baik secara phisik, psikik,

Kaitan ortopedagogik dan ortodidaktiK • Kaitan ortopedagogik dengan ortodidaktik adalah dalam melaksanakan prinsip-prinsip dasar pendidikan anak-anak berkelainan atau anak dengan kebutuh[r]

136 Read more

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memberikan reaksi yang berbeda-beda dalam mengatasi setiap. permasalahannya. Cara atau perilaku yang dilakukan individu untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memberikan reaksi yang berbeda-beda dalam mengatasi setiap. permasalahannya. Cara atau perilaku yang dilakukan individu untuk

tidak tentu. Biasanya darahnya cair, tetapi apabila kecepatan aliran darahnya terlalu besar, bekuan dengan berbagai ukuran sangat mungkin ditemukan. Ketidakbekuan darah menstruasi yang biasa ini disebabkan oleh suatu sistem fibrinolitik lokal yang aktif di dalam endometrium. Rata-rata banyaknya darah yang hilang pada wanita normal selama satu periode menstruasi telah ditentukan oleh beberapa kelompok peneliti, yaitu 25-60 ml. Konsentrasi Hb normal 14 gr per dl dan kandungan besi Hb 3,4 mg per g, volume darah ini mengandung 12-29 mg besi dan menggambarkan kehilangan darah yang sama dengan 0,4 sampai 1,0 mg besi untuk setiap hari siklus tersebut atau 150 sampai 400 mg per tahun (Cunningham et. al., 1995).
Show more

16 Read more

EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MENGATASI KELUHAN PELANGGAN DI PT. PLN (PERSERO) RAYON SAMARINDA ULU

EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MENGATASI KELUHAN PELANGGAN DI PT. PLN (PERSERO) RAYON SAMARINDA ULU

Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah pentingnya komunikasi interpersonal yang merupakan elemen kunci untuk mencapai suatu tujuan yang dicapai. Tujuan yang dimaksud adalah berhasilnya komunikasi yang dijalankan petugas dalam melayani pelanggan yang datang untuk mengeluh, dengan kesadaran akan pentingnya komunikasi yang dinamis dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas komunikasi interpersonal dalam mengatasi keluhan pelanggan di PT.PLN (PERSERO) Rayon Samarinda Ulu. Penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan sumber data key informan sebagai narasumber sebanyak 1 orang yaitu petugas supervisor pelayanan pelanggan PT. PLN (PERSERO) Rayon Samarinda Ulu dan informan sebanyak 5 orang, yaitu manager PT.PLN (PERSERO) Rayon Samarinda Ulu dan 4 orang pelanggan PT.PLN (PERSERO) Rayon Samarinda Ulu. Data-data yang disajikan menggunakan data primer dan data sekunder, melalui observasi, dokumentasi, wawancara serta referensi buku-buku, jurnal maupun skripsi yang di-download melalui internet yang berkaitan dengan penelitian ini. Kemudian teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis (Interactive model of analysis) dikembangkan oleh Matthew B. Miles, A. Michael Huberman dan Johnny Saldana. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang dilihat dari unsur keterbukaan (openness), terdapat hambatan-hambatan komunikasi yang dihadapi oleh petugas supervisor pelayanan pelanggan yang bertugas untuk melayani keluhan dari pelanggan yakni: banyak nya pelanggan yang datang dalam keadaan marah-marah sehingga membuat kesulitan dalam proses komunikasi interpersonal yang sedang berjalan.
Show more

15 Read more

Perubahan Postur/Sikap Tubuh Pada Aktivitas Pewarnaan Batik (Colet) Setelah Dilakukan Perancangan Meja Batik Secara Ergonomi Untuk Mengurangi Keluhan

Perubahan Postur/Sikap Tubuh Pada Aktivitas Pewarnaan Batik (Colet) Setelah Dilakukan Perancangan Meja Batik Secara Ergonomi Untuk Mengurangi Keluhan

Penelitian ini menggunakan pedoman penguku- ran ergonomi data antropometri, yang diukur dari dimensi tubuh manusia (posisi duduk tegak dan posisi duduk samping). Penguku- ran dimensi perancangan juga disesuaikan den- gan alat dan bahan yang digunakan oleh pem- batik pada posisi nyanting/melukis dengan cairan lilin. Subjek penelitian adalah 20 orang pembatik perempuan (dengan nama Kelompok Riski Ayu) yang ada di Kelurahan Kalinyamat Wetan RT 05/RW 01, Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal, yang dipilih berdasarkan teknik ran- dom sampling sederhana (Nazir, 2009). Anal- isis deskriptif pada subjek dilakukan dengan menghitung rerata dan simpang baku untuk masing-masing kriteria yaitu usia, tinggi badan, berat badan, dan pengalaman kerja. Hasil di- mensi tubuh dengan pengukuran antropometri akan dianalisis menggunakan: BMI (Body Mass Index), uji keseragaman data, standar deviasi, uji kecukupan data, pengukuran percentil, dan uji kenormalan data (Wignjosoebroto, S., 1992). Penelitian ini menggunakan rancangan eksper- imen sama subjek, yaitu rancangan yang ob- servasi variabel dilakukan beberapa kali, yang subyek kontrolnya sekaligus juga berlaku seba- gai subyek eksperimen (Pratiknya, 1993). Bagan rancangan penelitian sebagai berikut :
Show more

5 Read more

Perubahan Postur/Sikap Tubuh Pada Aktivitas Pewarnaan Batik (Colet) Setelah Dilakukan Perancangan Meja Batik Secara Ergonomi Untuk Mengurangi Keluhan

Perubahan Postur/Sikap Tubuh Pada Aktivitas Pewarnaan Batik (Colet) Setelah Dilakukan Perancangan Meja Batik Secara Ergonomi Untuk Mengurangi Keluhan

Postur/sikap tubuh pembatik khususnya pada aktivitas pewarnaan (mencolet) dilakukan dengan menjongkok (squating) yaitu kain di letakkan di atas lantai. Keadaan sikap tubuh atau posisi ini menyebabkan pembatik melakukan pekerjaan statis (diam) rata-rata 3 jam per pewarnaan. Hal tersebut dapat menyebabkan kelelahan pada beban otot statis. Dalam rangka mengurangi beban otot statis maka peneliti mencoba untuk merancangan alat alternatif yaitu meja untuk men- colet/menyanting sebagai pengganti gawangan batik. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat penurunan keluhan musculoskeletal dan kelelahan serta seberapa besar peningkatan produktivitas setelah dilakukan perubahan postur / posisi Pewarnaan (mencolet) di atas lantai menjadi posisi duduk di kursi-meja secara ergonomi. Metode penelitian adalah eksperimen sama subjek . Meja batik memiliki desain yang bisa diatur ketinggian dan kemiringannya serta bisa diputar sehinga memudahkan dalam proses mewarnai (mencolet). Aplikasi ergonomi pada perancangan meja batik memberikan penurunan tingkat keluhan musculoskeletal pada kegiatan pewarnaan (mencolet) sebesar 36,63 %, memberikan penurunan keluhan kelelahan sebesar 16,73 % dan peningkatan produktivitas sebesar 68,18 %. Hal ini menunjukkan bahwa perbaikan sikap kerja pembatik postur tubuh menjongkok menjadi posisi tubuh duduk menggunakan kursi-meja dapat mengurangi keluhan sistem musculoskeletal, kelelahan kerja dan meningkatkan produktivitas kerja pembatik. Kata Kunci: aplikasi meja batik, ergonomi, keluhan, produktivitas
Show more

5 Read more

PENDIDIKAN KESEHATAN MENGATASI KELUHAN HAMIL PADA IBU-IBU HAMIL DI ASRAMA GROUP II KOPASSUS KARTASURA

PENDIDIKAN KESEHATAN MENGATASI KELUHAN HAMIL PADA IBU-IBU HAMIL DI ASRAMA GROUP II KOPASSUS KARTASURA

Berdasarkan hasil suervey lapangan penulis mendapatkan bahwa sebagian besar penghuni asrama adalah pasangan usia subur, dari 35 ibu hamil yang ada rata-rata pendidikan SMA, belum pernah mendapat informasi khususnya pengetahuan dan ketrampilan cara mengatasi keluhan pada kehamilan, informasi kurang adekuat, sudah ada posyandu tetapi belum dioptimalkan dalam pemeliharaan dan peningkatan kesehatan pada wanita hamil. Peran istri tentara yang menuntut istri selalu siap setiap saat memberikan dukungan pada suami disisi lain pada masa kehamilan dengan perubahan fisiologis dan psikologisnya seorang istri inginnya mendapatkan perhatian yang lebih dari pasangan, namun mengingat tentara adalah abdi negara yang harus siap setiap saat termasuk berangkat tugas dalam waktu yang lama sehingga perhatian terhadap istri bisa berkurang, kondisi ini berpotensi menimbulkan gejolak dan perasaan tidak berdaya yang bisa menyebabkan depresi pada ibu, depresi dan kecemasan pada ibu bisa berpengaruh buruk terhadap kehamilan dan janin yang dikandungnya. Mengingat bahwa peran istri mempunyai peran besar dalam mendukung tugas suami dalam menjalankan tugasnya maka ibu-ibu dituntut untuk mampu menjadi sosok ibu PERSIT yang mandiri, tangguh, setia, sehat dan pintar. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal pada masa kehamilan adalah dengan pendidikan kesehatan sehingga dapat membantu pasangan mengatasi masalah kesehatannya melalui kegiatan pembelajaran, dan kehamilan dapat dijalani dengan lancar yang akhirnya siap menghadapi persalinan, suami bahagia, keluarga senang, negara aman.
Show more

16 Read more

Show all 10000 documents...