Menteri Ketenagakerjaan

Top PDF Menteri Ketenagakerjaan:

KEPUTUSAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015

KEPUTUSAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015

Menimbang : bahwa dalam rangka meningkatkan pelayanan penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri pada sektor domestik, perlu menetapkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan tentang Jabatan yang Dapat Diduduki oleh Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri untuk Pekerjaan Domestik;

5 Baca lebih lajut

PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2014

PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2014

Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Pasal 63 Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 22 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri, perlu diatur tata cara kepulangan tenaga kerja Indonesia dari negara penempatan ke daerah asal secara mandiri;

4 Baca lebih lajut

MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONES (2)

MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONES (2)

Menteri Ketenagakerjaan sebagai leading sector atau pemegang kebijakan nasional tentang K3, sangat mengharapkan dukungan semua pihak untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan K3 di lapangan. Mulai dari unsur pemerintah, pemerintah daerah, lembaga, serta masyarakat industry, berkewajiban untuk berperan aktif sesuai fungsi dan kewajiban masing-masing untuk terus-menerus melakukan berbagai upaya dibidang K3. Apabila K3 terlaksana dengan baik maka kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat ditekan, biaya-biaya yang tidak perlu akibat adanya kasus-kasus tersebut dapat dihindari sehingga dapat tercapai suasana kerja yang aman, nyaman, sehat dan tercipta produktifitas. Apabila produktifitas kerja dan usaha meningkat, maka akan dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara nasional.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONES (6)

MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONES (6)

(1) Untuk dapat ditunjuk sebagai Lembaga Audit SMK3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1), perusahaan harus mengajukan permohonan secara tertulis kepada Menteri c.q. Direktur Jenderal dengan melampirkan persyaratan sebagai berikut:

26 Baca lebih lajut

MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONES pdf

MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONES pdf

BAB VI PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Pasal 26 1Pembinaan dan pengawasan terhadap LPPRT dilakukan oleh Gubernur atau pejabat yang ditunjuk; 2Pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud p[r]

8 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Direksi PT. Daya Labuhan Indah Dalam Pemenuhan Jaminan Kematian Bagi Pekerja Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015

Tanggung Jawab Direksi PT. Daya Labuhan Indah Dalam Pemenuhan Jaminan Kematian Bagi Pekerja Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015

Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2013 Tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi administratif Kepada Pemberi Kerja Selain Penyelenggara Negara dan Setiap Orang Selain, Pemberi Kerja, Pekerja, dan Penerima Bantuan Iuran Dalam Penyelenggaraan Jaminan Sosial. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun

3 Baca lebih lajut

JADWAL ACARA SDN 13 Agust 2015 Fix

JADWAL ACARA SDN 13 Agust 2015 Fix

Menteri Ketenagakerjaan Moderator: Mohammed Ali Berawi, M.Eng.Sc, Ph.D Direktur DRPM UI 11.25 – 12.25 60’ Sesi Tanya Jawab dan Diskusi “Kebijakan dan Langkah Strategis dalam Pemban[r]

1 Baca lebih lajut

Sertifikasi Profesi PB Langkah Maju untu

Sertifikasi Profesi PB Langkah Maju untu

Latar belakang pembentukan LSP PB adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, mewujudkan sumber daya manusia yang kompeten, serta memberikan pengakuan dan penghargaan profesi di bidang penanggulangan bencana (PB) sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Penanggulangan Bencana (SKKNI-PB). SKKNI-PB itu sendiri telah ditetapkan Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhahuri melalui Surat Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 401 Tahun 2014 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib Golongan Pokok Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib Golongan Penyediaan Layanan untuk Masyarakat dalam Bidang Hubungan Luar Negeri, Pertahanan, Keamanan, dan Ketertiban Sub Golongan Ketertiban dan Keamanan Masyarakat Kelompok Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran pada tanggal 30 Desember 2014 di Jakarta.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengembangan BKK Vicon

Pengembangan BKK Vicon

• Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem pendidikan nasional • Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 39 Tahun 2016 tentang Penempatan Tenaga Kerja •Nota Kesepahaman antara [r]

18 Baca lebih lajut

PENGATURAN KETENAGAKERJAAN TERHADAP TENA. pdf

PENGATURAN KETENAGAKERJAAN TERHADAP TENA. pdf

Menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN khusus di bidang ketenagakerjan, yaitu dengan masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia, itu tidak bisa dihindari dan harus dihadapi dengan kesiapan tenaga kerja Indonesia untuk bersaing di segala bidang, dan hal yang paling mendasar adalah implementasi terhadap peraturan hukum ketenagakerjaan yang harus benar-benar diterapkan terhadap penggunaan tenaga kerja asing. Pengawasan terhadap pelaksanaan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI sebagai pelaksana Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, merupakan proteksi yang memberi batasan-batasan terhadap jabatan-jabatan tertentu yang dapat diduduki oleh tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia dengan memiliki standar kompetensi dengan batasan jangka waktu bekerja serta wajib ada tenaga pendamping tenaga kerja Indonesia, harus benar-benar selektif mungkin untuk diterapkan sehingga tidak terjadi di lapangan kerja di Indonesia semua pekerjaan dapat dikerjakan oleh tenaga kerja asing, batasan-batasan mengenai pekerjaan dengan jabatan-jabatan tertentu serta batas waktu dengan tujuan memberikan perlindungan kesempatan terhadap tenaga kerja Indonesia.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Respon Buruh Terhadap Program Bpjs Ketenagakerjaan Dampingan Solidaritas Buruh Sumatera Utara (Sbsu)

Respon Buruh Terhadap Program Bpjs Ketenagakerjaan Dampingan Solidaritas Buruh Sumatera Utara (Sbsu)

11. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2015 kemudian direvisi dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2015 dan mulai berjalan pada tanggal 1 September 2015, dimana prosedur pencairan uang JHT yang dibatasi hanya 10 persen untuk persiapan pensiun, 30 persen untuk biaya perumahan, dan 100 persen ketika sudah berumur 56 tahun, itu nantinya hanya berlaku bagi peserta-peserta BPJS Ketenagakerjaan yang masih aktif bekerja. Sementara yang sudah berhenti bekerja, baik itu di PHK, dan mengundurkan diri, JHT bisa diambil sepenuhnya setelah menunggu satu bulan masa berhenti (http//www.bpjsketenagakerjaan.go.id diakses pada tanggal 03 November 2015 Pukul 17.30 WIB).
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

peraturan kementrian ketenagakerjaan 162015

peraturan kementrian ketenagakerjaan 162015

Peraturan Kementrian Ketenagakerjaan 16/2015 Investasi dan Ketenagakerjaan Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing.[r]

1 Baca lebih lajut

MENTERI MENTERI MENTERI MENTERI KESEHATA

MENTERI MENTERI MENTERI MENTERI KESEHATA

Bahwa untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menolong dirinya sendiri guna mengatasi masalah kesehatan dirasa perlu ditunjang dengan sarana yang dapat meningkatkan pengobatan send[r]

11 Baca lebih lajut

Peranan Pelayanan Prima Bagi Nasabah BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Medan

Peranan Pelayanan Prima Bagi Nasabah BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Medan

Jakarta: BPJS Ketenagakerjaan Pusat Susanto Agus.. Jakarta: BPJS Ketenagakerjaan Kantor Pusat Siagian, S, P.[r]

1 Baca lebih lajut

MENTERI MENTERI MENTERI MENTERI KESEHATA (1)

MENTERI MENTERI MENTERI MENTERI KESEHATA (1)

NO NO NO NO KELASKELASKELASKELAS TERAPITERAPITERAPITERAPI NAMA OBATNAMANAMANAMAOBATOBATOBAT INDIKASIINDIKASIINDIKASIINDIKASI JUMLAH TIAPJUMLAHJUMLAHJUMLAHOBATOBAT PER-PASIENOBATOBATPER-[r]

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...