menulis pengalaman pribadi

Top PDF menulis pengalaman pribadi:

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PENGALAMAN PRIBADI  MELALUI  TEKNIK MENULIS TERBIMBING  Peningkatan Ketrampilan Menulis Pengalaman Pribadi Melalui Teknik Menulis Terbimbing Dengan Media Reka Gambar Album Kenangan Pada Siswa Kelas VII A SMP N 3 Sawit Tahu

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PENGALAMAN PRIBADI MELALUI TEKNIK MENULIS TERBIMBING Peningkatan Ketrampilan Menulis Pengalaman Pribadi Melalui Teknik Menulis Terbimbing Dengan Media Reka Gambar Album Kenangan Pada Siswa Kelas VII A SMP N 3 Sawit Tahu

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis pengalaman pribadi melalui penerapan teknik menulis terbimbing dan media reka gambar album kenangan pada siswa kelas VIIA SMP Negeri 2 Sawit. (2) Mendeskripsikan perubahan perilaku siswa kelas VIIA SMP Negeri 3 Sawit setelah mengikuti pembelajaran menulis pengalaman pribadi melalui penerapan teknik menulis terbimbing dan media reka gambar album kenangan pada siswa kelas VIIA SMP Negeri 3 Sawit.

14 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN MENULIS PENGALAMAN PRIBADI MELALUI PENDEKATAN  Pembelajaran Menulis Pengalaman Pribadi Melalui Pendekatan Quantum Writing Siswa Kelas VII A Di SMP Negeri 2 Polokarto Kabupaten Sukoharjo Tahun Ajaran 2011/2012.

PEMBELAJARAN MENULIS PENGALAMAN PRIBADI MELALUI PENDEKATAN Pembelajaran Menulis Pengalaman Pribadi Melalui Pendekatan Quantum Writing Siswa Kelas VII A Di SMP Negeri 2 Polokarto Kabupaten Sukoharjo Tahun Ajaran 2011/2012.

Fenomena menunjukkan, bahwa kemampuan menulis pengalaman pribadi siswa sangat kurang. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran menulis pengalaman adalah kesulitan untuk mendapatkan ide dan mengorganisasikannya. Permasalahan lain yang harus dihadapi oleh guru belum ditemukannya pendekatan, metode dan teknik atau media pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran menulis pengalaman pribadi. Guru mengajar menggunakan teknik penugasan kepada siswa, setelah itu siswa menulis pengalaman pribadinya. Teknik ini membuat siswa cepat bosen selama dalam pembelajaran. Berdasarkan permasalahan yang diahapi tersebut penelitian tentang peningkatan menulis pengalaman pribadi perlu dilakukan guna memperoleh masukkan untuk mengatasi permasalahan. Salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan menulis pengalaman pribadi pada siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Polokarto Kabupaten Sukoharjo Tahun Pelajaran 2011/2012 adalah pembelajaran dengan pendekatan quantum writing. Hal ini ditunjukkan oleh adnya data hasil tes dan nontes.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Peningkatan Keterampilan Menulis Pengalaman Pribadi Berbasis Multikultural dengan Sistem Pembelajaran Portofolio pada Siswa Kelas VII 5 SMP Negeri 1 Wiradesa

Peningkatan Keterampilan Menulis Pengalaman Pribadi Berbasis Multikultural dengan Sistem Pembelajaran Portofolio pada Siswa Kelas VII 5 SMP Negeri 1 Wiradesa

Menulis karangan merupakan kompetensi dasar yang harus dicapai dalam pembelajaran siswa kelas VII 5 SMP Negeri 1 Wiradesa. Dalam hal ini, siswa sebagai subjek penelitian dituntut untuk menulis pengalaman pribadi secara bertahap. Menulis pengalaman pribadi ini diawali dengan menuangkan ide atau gagasan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis pengalaman pribadi adalah pengembangan gagasan (ide), rangkaian cerita menurut waktu, kesesuaian dan kejelasan isi cerita, kelengkapan unsur cerita, aspek kebahasaan, dan kerapian karangan. Namun demikian, keterampilan menulis pengalaman pribadi bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Pada umumnya siswa SMP dan MTs mengalami kesulitan menuangkan ide ke dalam bentuk tulisan, kesulitan dalam menguasai kosakata, penggunaan EYD, dan tata kalimat yang kurang baik. Selain itu hasil karya siswa sering menyimpang dari tema yang telah ditetapkan.
Baca lebih lanjut

189 Baca lebih lajut

Peningkatan Keterampilan Menulis Pengalaman Pribadi dengan Pendekatan Keterampilan Proses pada Kelas VII A SMP Negeri 2 Sokaraja.

Peningkatan Keterampilan Menulis Pengalaman Pribadi dengan Pendekatan Keterampilan Proses pada Kelas VII A SMP Negeri 2 Sokaraja.

Keterampilan menulis merupakan suatu proses berpikir yang dituangkan dalam bentuk tertulis. Ide atau gagasan tersebut kemudian dikembangkan dalam wujud rangkaian kalimat yang mudah dipahami karena hasilnya akan dibaca oleh orang lain. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran menulis pengalaman pribadi pada siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Sokaraja adalah kesulitan untuk memunculkan ide dan mengorganisasikannya. Melalui pembelajaran keterampilan proses diharapkan mampu meningkatkan keterampilan menulis siswa dan terjadi perubahan tingkah laku siswa ke arah yang lebih baik dalam mengikuti pembelajaran.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PENGALAMAN PRIBADI MELALUI TEKNIK PELATIHAN PADA SISWA KELAS VII SEMESTER GANJIL SMP NEGERI 1 WAWAY KARYA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN PELAJARAN 2011/2012

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PENGALAMAN PRIBADI MELALUI TEKNIK PELATIHAN PADA SISWA KELAS VII SEMESTER GANJIL SMP NEGERI 1 WAWAY KARYA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Berdasarkan lembar pengamatan yang ditulis teman sejawat sebagai kolaborator, proses pembelajaran menulis pengalaman pribadi dengan menerapkan teknik pe- latihan dalam siklus I belum mencapai indikator yang diharapkan. Ketika siswa diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil tulisannya mengenai pengalaman yang menyenangkan dan tidak menyenangkan hanya sebagian siswa yang aktif dan mau mempresentasikan, sedangkan sebagian siswa hanya bengong, mengganggu temannya, melamun, ada yang masa bodoh, bahkan ada yang kelihatan malas dengan kepala selalu di letakkan di atas meja. Namun setelah guru mendatangi ke setiap siswa membimbing dan mengarahkan. Maka siswa mulai aktif walaupun belum maksimal. Pelaksanaan penelitian menulis pengalaman pribadi dilakukan untuk melihat data nilai hasil tulisan siswa. Data nilai tersebut dapat divisualisasikan dalam tabel berikut.
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Peningkatan Ketrampilan Menulis Pengalaman Pribadi Melalui Teknik Menulis Terbimbing Dengan Media Reka Gambar Album Kenangan Pada Siswa Kelas VII A SMP N 3 Sawit Tahun Ajaran 2011/2012.

PENDAHULUAN Peningkatan Ketrampilan Menulis Pengalaman Pribadi Melalui Teknik Menulis Terbimbing Dengan Media Reka Gambar Album Kenangan Pada Siswa Kelas VII A SMP N 3 Sawit Tahun Ajaran 2011/2012.

Selain itu, faktor yang berasal dari siswa antara lain: (1) siswa merasa kegiatan menulis adalah kegiatan yang sudah bisa mereka lakukan sehingga mereka beranggapan bahwa menulis tidak membutuhkan kaidah atau keterampilan khusus dan pelajaran menulis sering kurang diperhatikan oleh siswa, (2) siswa kesulitan untuk mendapatkan ide dan mengorganisasikannya, (3) siswa tidak dapat menulis pengalaman pribadinya secara runtut, baik urutan waktu maupun urutan tempatnya dan membuat pembaca kurang dapat mengerti maksud si penulis, (4) kemampuan pemilihan kata (diksi) oleh siswa juga masih rendah. Pilihan kata yang ditulis siswa adalah kata-kata yang tidak baku, dan (5) siswa kesulitan memusatkan konsentrasinya untuk mengingat kembali pengalaman pribadi apa saja yang berkesan yang pernah dialami. Kurangnya pengetahuan dan frekuensi berlatih mendorong sulitnya siswa memusatkan konsentrasinya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PENGALAMAN PRIBADI       MELALUI TEKNIK PEMODELAN DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL    PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PENGALAMAN PRIBADI MELALUI TEKNIK PEMODELAN DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS VII E SMP NEGER

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PENGALAMAN PRIBADI MELALUI TEKNIK PEMODELAN DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PENGALAMAN PRIBADI MELALUI TEKNIK PEMODELAN DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS VII E SMP NEGER

Puji syukur bagi Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, dan hidayah- Nya. Sholawat serta salam penulis haturkan kepada Nabi Agung Muhammad SAW, sehingga penulisan skripsi yang berjudul “ Peningkatan Kemampuan Menulis Pengalaman Pribadi Dengan Pendekatan Kontekstual Tahun Pelajaran 2010/2011” dapat terselesaikan dengan baik dan lancar.

16 Baca lebih lajut

Peningkatan Keterampilan Menulis Pengan Pribadi Berbasis Multikultural dengan Sistem Pembelajaran Portofolio pada Siswa Kelas VII 5 SMP Negeri 1 Wiradesa -

Peningkatan Keterampilan Menulis Pengan Pribadi Berbasis Multikultural dengan Sistem Pembelajaran Portofolio pada Siswa Kelas VII 5 SMP Negeri 1 Wiradesa -

Menulis karangan merupakan kompetensi dasar yang harus dicapai dalam pembelajaran siswa kelas VII 5 SMP Negeri 1 Wiradesa. Dalam hal ini, siswa sebagai subjek penelitian dituntut untuk menulis pengalaman pribadi secara bertahap. Menulis pengalaman pribadi ini diawali dengan menuangkan ide atau gagasan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis pengalaman pribadi adalah pengembangan gagasan (ide), rangkaian cerita menurut waktu, kesesuaian dan kejelasan isi cerita, kelengkapan unsur cerita, aspek kebahasaan, dan kerapian karangan. Namun demikian, keterampilan menulis pengalaman pribadi bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Pada umumnya siswa SMP dan MTs mengalami kesulitan menuangkan ide ke dalam bentuk tulisan, kesulitan dalam menguasai kosakata, penggunaan EYD, dan tata kalimat yang kurang baik. Selain itu hasil karya siswa sering menyimpang dari tema yang telah ditetapkan.
Baca lebih lanjut

189 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Peningkatan Kemampuan Mengembangkan Karangan Narasi Berdasarkan Pengalaman Pribadi Dengan Strategi Pembelajaran Writing In The Here And Now Siswa Kelas VIIA SMP Muhammadiyah 10 Surakarta Semester 1.

PENDAHULUAN Peningkatan Kemampuan Mengembangkan Karangan Narasi Berdasarkan Pengalaman Pribadi Dengan Strategi Pembelajaran Writing In The Here And Now Siswa Kelas VIIA SMP Muhammadiyah 10 Surakarta Semester 1.

Bahasa Indonesia adalah bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing. Banyak siswa menganggap pelajaran bahasa Indonesia adalah pelajaran yang mudah, tetapi malah sebaliknya. Pelajaran bahasa Indonesia sendiri memerlukan waktu yang cukup relatif lama untuk memahaminya. Oleh karena itu pelajaran bahasa Indonesia di ujikan dalam ujian nasional (UNAS). Bahasa memungkinkan manusia untuk saling berkomunikasi, saling berbagi pengalaman, saling belajar dari orang lain, dan untuk meningkatkan kemampuan intelektual. Menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang harus diajarkan dan merupakan bagian inte gral dari pembelajaran bahasa. Berdasarkan kurikulum yang ada, peneliti lebih memfokuskan pada kompetensi menulis karangan narasi berdasarkan pengalaman pribadi sesuai dengan bahasa yang baik dan benar. Pembelajaran menulis khususnya menulis pengalaman pribadi bertujuan agar siswa terampil dalam menuliskan gagasan, ide, pikiran, serta dapat menggunakan kalimat efektif dengan bahasa yang baik dan benar. Untuk terampil menulis pengalaman pribadi, sebaiknya siswa memahami terlebih dahulu hakikat sebuah tulisan pengalaman pribadi itu sendiri, sehingga siswa dapat menulis pengalaman pribadi yang sesuai dengan kriteria menulis pengalaman pribadi.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PENGALAMAN PRIBADI MELALUI TEKNIK PELATIHAN PADA SISWA KELAS VII SEMESTER GANJIL SMP NEGERI 1 WAWAY KARYA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN PELAJARAN 2011/2012

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PENGALAMAN PRIBADI MELALUI TEKNIK PELATIHAN PADA SISWA KELAS VII SEMESTER GANJIL SMP NEGERI 1 WAWAY KARYA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN PELAJARAN 2011/2012

lebih teliti dalam mendorong daya ingatannya dan (2) pengetahuan anak didik yang bertambah tersebut akan memperoleh pemahaman yang lebih baik dan men- dalam. Kegiatan menulis merupakan suatu kegiatan yang kompleks karena di- dalamnya terdapat unsur-unsur keterampilan berbahasa yang lain. Untuk itu, siswa akan mampu menulis apabila ia menguasai aspek berbahasa yang lain seperti membaca, mendengar, dan berbicara. Jadi empat aspek keterampilan berbahasa tersebut sangat berhubungan satu dengan yang lain. Untuk keterampilan menulis siswa harus sering berlatih, jadi dalam pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya pada pembelajaran menulis guru harus lebih terampil untuk menyiasati agar siswa tertarik mengerjakan latihan-latihan menulis, misalnya menulis pengalaman pribadi, karena dengan banyak berlatih siswa akan terbiasa dan akan memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari.
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

ppl2_2101409124_R112_1349838641. 766.09KB 2013-07-11 22:14:28

ppl2_2101409124_R112_1349838641. 766.09KB 2013-07-11 22:14:28

c. Dukungan dan jalinan kerja sama yang baik antara praktikan dengan berbagai pihak di sekolah, seperti kepala sekolah, para guru, serta seluruh karyawan yang ada di MTs AL Irsyad Gajah Demak sangat membantu praktikan dalam memperoleh informasi sebagai pengalaman dan data yang dibutuhkan demi kelancaran pelaksanaan PPL. Selain itu, komunikasi yang baik juga dapat mengembangkan kemampuan diri praktikan dalam bersikap dan bersosialisasi secara baik dengan seluruh elemen sekolah.

Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN BERDASARKAN PENGALAMAN PRIBADI MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL BRAIN WRITING PADA SISWA KELAS V MI TANADA WADUNGASRI WARU SIDOARJO.

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN BERDASARKAN PENGALAMAN PRIBADI MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL BRAIN WRITING PADA SISWA KELAS V MI TANADA WADUNGASRI WARU SIDOARJO.

Brain Writing adalah sebuah model pembelajaran yang cara penyampaiannya melalui sebuah tulisan atau tertulis. Brain berarti otak, write berarti menulis. Jadi, Brain Writing adalah menulis segala sesuatu yang terlintas di otak. Model Brain writing merupakan model untuk mencurahkan gagasan tentang suatu pokok permasalahan atau tentang suatu hal secara tertulis. Ada dua prinsip penting yang harus diingat di dalam melakukan Brain Writing. 16 Pertama, jangan memikirkan apakah ide-ide yang dihasilkan itu benar atau salah, yang penting di dalam prosesi ini adalah pengumpulan ide-ide yang berkaitan dengan topik sebanyak- banyaknya. Kedua, terjadinya tumpang tindih ide dianggap sebagai suatu yang wajar karena memang belum dievaluasi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ppl2_2101409155_R112_1349842689. 1.82MB 2013-07-11 22:14:31

ppl2_2101409155_R112_1349842689. 1.82MB 2013-07-11 22:14:31

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Swt, atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya dan Inayah-Nya yang telah memberikan yang terbaik untuk hambanya, sehingga dapat menyusun refleksi diri ini dengan baik dan lancar tanpa kekurangan sesuatu apapun. penulis akan memaparkan hasil pengalaman yang telah didapat di madrasah praktikan. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan rekfleksi diri ini, namun semoga bisa menjadikan ilustrasi singkat aktifitas yang dilakukan Penulis dalam PPL II ini.

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Melalui Pengalaman Pribadi Dengan Metode Kontruktivisme Pada Siswa Kelas X 2 SMA Negeri 01 Pulokulon Grobogan Tahun Ajaran 2011/2012.

PENDAHULUAN Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Melalui Pengalaman Pribadi Dengan Metode Kontruktivisme Pada Siswa Kelas X 2 SMA Negeri 01 Pulokulon Grobogan Tahun Ajaran 2011/2012.

Pembatasan masalah pada peneliti ini adalah kesulitan siswa dalam menulis karangan narasi. Peneliti memfokuskan pada karangan narasi melalui pengalaman pribadi. Metode yang peneliti terapkan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu metode konstruktivisme. Konstruktivisme adalah dimaksudkan untuk mengajak siswa mengingat kembali pengalamannya untuk dijadikan ide di dalam menulis karangan narasi.

Baca lebih lajut

RPP B.Indonesia SMP NU 02 Dukuhturi

RPP B.Indonesia SMP NU 02 Dukuhturi

d. Setiap kelompok Mengembangkan pokok-pokok pengalaman pribadi itu menjadi sebuah tulisan yang ekspresif dengan menambahkan waktu kejadian, curahan pemikiran, dan perasaan ke dalam buku harian Perwakilan kelompok penilai menempel surat yang dinilai pada papan tersedia setelah mendapat tanggapan kelompok penulis surat

Baca lebih lajut

ppl2_2101409171_R112_1349682507. 1.80MB 2013-07-11 22:14:32

ppl2_2101409171_R112_1349682507. 1.80MB 2013-07-11 22:14:32

Berdasarkan Peraturan Rektor tentang pedoman Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bagi Mahasiswa program kependidikan Universitas Negeri Semarang yang menyangkut ketentuan umum. Dalam ketentuan umum ini menjelaskan pengertian PPL, Dasar Konseptual, Tujuan, Prinsip-prinsipnya, dan lain sebagainya. Dalam ketentuan umum yang telah berlaku dalam Buku Pedoman PPL tahun 2012, bahwa PPL adalah sebuah kegiatan kurikuler yang harus dan wajib dilaksanakan oleh Mahasiswa dari Program Kependidikan sebagai pelatihan untuk menerapkan teori-teori yang diperoleh dalam kegiatan perkuliahan pada semester-semester sebelumnya dan sebagai bekal untuk melatih keterampilan terjun langsung di lapangan secara nyata. Pelaksananaan PPL ini dilaksanakan sesuai dengan persyaratan yang sudah ditetapkan, agar mahasiswa mempunyai pengalaman dan ketrampilan yang selayaknya yang harus didapat bagi seorang calon guru dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di madrasah, maka sebelum pelaksanaan PPL tersebut mahasiswa telah dibekali dengan sejumlah mata kuliah yang berhubungan dengan pembelajaran mata kuliah yang ditekuninya. Pada program PPL ini, Penulis melakukan praktik di MTs NU Ungaran.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DENGAN TINDAKAN PEMASANGAN INFUS DIRUANG RAWAT INAP DAHLIA RSI GONDANGLEGI MALANG

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DENGAN TINDAKAN PEMASANGAN INFUS DIRUANG RAWAT INAP DAHLIA RSI GONDANGLEGI MALANG

mempengaruhi sikap dalam pemasangan infus antara lain pengalaman pribadi seseorang data yang mendukung tentang pengalaman pribadi adalah status kepegawaian yang paling dominan dari perawat ruang rawat inap adalah pegawai tetap sebesar 43% hal ini syarat untuk diangkat pegawai tetap adalah masa kerja lebih dari 2 tahun, dan lolos seleksi administrative, dan juga nilai rapot semester memenuhi syarat. Mayoritas masa kerja perawat ruanga rawat inap adalah 2-5 tahun sebesar 57%. Karena dalam bekerja selalu memperhatikan masa kerja maka tidak menyimpang jauh dalam pembentukan sikap. Dengan adanaya system senioritas dalam bekerja maka junior akan mengikuti seniornya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI PENGALAMAN PRIBADI DENGAN METODE  Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Melalui Pengalaman Pribadi Dengan Metode Kontruktivisme Pada Siswa Kelas X 2 SMA Negeri 01 Pulokulon Grobogan Tahun

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI PENGALAMAN PRIBADI DENGAN METODE Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Melalui Pengalaman Pribadi Dengan Metode Kontruktivisme Pada Siswa Kelas X 2 SMA Negeri 01 Pulokulon Grobogan Tahun

Menurut Ibu Endang Pudjiati, S. Pd selaku guru bahasa Indonesia di SMA Negeri 01 Pulokulon mengatakan bahwa masalah yang perlu segera diatasi dalam tindakan penelitian ini adalah hasil pembelajaran karangan narasi melalui pengalaman pribadi yang belum dapat mencapai KKM. Selain itu siswa masih sangat kurang dalam penguasaan ejaan, penggunaan tata bahasa, dan untuk menciptakan ide-ide. Sebagian dari mereka hanya menulis semaunya sendiri tanpa memperhatikan tema yang menarik.

Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN KEBAHASAAN DENGAN KEMAMPUAN MENULIS NASKAH DRAMA BERDASARKAN PENGALAMAN PRIBADI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 LUBUKLINGGAU Inda Puspita Sari

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN KEBAHASAAN DENGAN KEMAMPUAN MENULIS NASKAH DRAMA BERDASARKAN PENGALAMAN PRIBADI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 LUBUKLINGGAU Inda Puspita Sari

Drama menurut Tukan (2006) merupakan pengalaman hidup manusia yang dipentaskan (di atas panggung) di hadapan orang banyak. Penulisan naskah drama berbeda dengan penulisan cerpen atau novel. Dalam naskah drama, penuturan ceritanya mengutamakan dialog atau percakapan antar tokoh. Dari percakapan antar tokoh itulah penikmat atau pembaca akan menangkap dan memahami isi ceritanya. Puji (2008) menyatakan bahwa secara umum, jenis drama dapat dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu (1) Tragedy (drama duka), (2) Komedi (drama ria/jenaka), (3) Melodrama dan (4) Dagelan (farce)
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen Berdasarkan Pengalaman Pribadi Siswa Kelas X2 MA Al-Ma’ruf Mranggen Demak dengan Teknik Koreksi Langsung.

Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen Berdasarkan Pengalaman Pribadi Siswa Kelas X2 MA Al-Ma’ruf Mranggen Demak dengan Teknik Koreksi Langsung.

Berdasarkan pembahasan, dapat diketahui hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Nilai rata-rata tes kemampuan menulis cerpen pada pratindakan sebesar 61,22%, pada siklus I menjadi 71,33%, dan pada siklus II menjadi 78%. Perubahan tingkah laku negatif ke tingkah laku positif siswa menurun dari siklus I ke siklus II yaitu sebesar -42,51%.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...