meristem apikal

Top PDF meristem apikal:

Respon Pertumbuhan Tunas Kultur Meristem Apikal Tanaman Tebu (Saccharum officinarum) Varietas NXI 1-3 secara in viro pada Media MS dengan Penambahan Arginin dan Glutamin

Respon Pertumbuhan Tunas Kultur Meristem Apikal Tanaman Tebu (Saccharum officinarum) Varietas NXI 1-3 secara in viro pada Media MS dengan Penambahan Arginin dan Glutamin

E. Penanaman Eksplan pada Medium Kultur Jaringan Penanaman eksplan dilakukan di Laminar Air Flow secara aspetis. Sebelum eksplan ditanam dalam medium maka diperlukan sterilisasi alat dan sterilisasi ekplan. Sterilisasi alat dilakukan dengan cara semua alat yang digunakan untuk penanaman seperti skalpel dan pinset dicelupkan alkohol 70% kemudian dibakar diatas bunsen. Sterilisasi eksplan dilakukan dengan cara yang sama yakni potongan batang di bawah ruas pertama meristem apikal tebu dicelupkan ke dalam alkohol 70% lalu dilewatkan diatas api bunsen. Setelah itu pelepah pucuk dikupas. Kemudian batang dikupas pelepahnya lalu dipotong dengan tinggi kurang lebih 3 cm di bagian atas dan dipotong hingga batas buku batang tebu. Selanjutnya eksplan dimasukkan ke dalam botol kultur yang telah berisi media. Eksplan diinkubasi dibawah cahaya lampu flourescene 1000 lux dengan pencahayaan 16 jam per hari suhu 21 0 C dan diamati hingga 2 bulan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

sma12bio Biologi Subardi

sma12bio Biologi Subardi

meristem apikal : meristem ujung, meristem yang terdapat di daerah ujung atau apikal batang, cabang, dan akar meristem : jaringan muda yang menghasilkan sel-sel yang kemudian mengalami[r]

130 Baca lebih lajut

Intisari materi IPA   Pertumbuhan dan Perkembangan smt 1

Intisari materi IPA Pertumbuhan dan Perkembangan smt 1

Pertumbuhan Primer, yaitu pertumbuhan ukuran panjang pada bagiian batang dan akar karena adanya aktivitas jaringan meristem primer meristem apikal • Daerah pertumbuhan pada ujung batan[r]

21 Baca lebih lajut

Biologi 3 Kelas 12 Subardi Nuryani Shidiq Pramono 2009

Biologi 3 Kelas 12 Subardi Nuryani Shidiq Pramono 2009

meristem apikal : meristem ujung, meristem yang terdapat di daerah ujung atau apikal batang, cabang, dan akar meristem : jaringan muda yang menghasilkan sel-sel yang kemudian mengalami [r]

130 Baca lebih lajut

LAPORAN FISIOLOGI TUMBUHAN TITIK TUMBUH (1)

LAPORAN FISIOLOGI TUMBUHAN TITIK TUMBUH (1)

Selanjutnya sel-sel dekat ujung akar aktif berproliferasi, dimana terletak tiga zona sel dengan tahapan pertumbuhan primer yang berurutan (zona pembelahan sel, zona pemanjangan dan zona pematangan). Zona pembelahan sel meliputi meristem apikal dan turunannya, yang disebut meristem primer (terdiri dari protoderm, prokambium dan meristem dasar). Meristem apikal yang terdapat di pusat zona pembelahan menghasilkan sel-sel meristem primer yang bersifat meristematik. Zona pembelahan sel bergabung ke zona pemanjangan (elongasi). Di sini sel-sel memanjang sampai sepuluh kali semula, sehingga mendorong ujung akar, termasuk meristem ke depan. Meristem akan mendukung pertumbuhan secara terus-menerus dengan menambahkan sel-sel ke ujung termuda zona pemanjangan tersebut (Cambell et.al 1999).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuh (1)

Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuh (1)

Pertumbuhan, suatu peningkatan ukuran yang prosesnya tidak dapat dibalik, dihasilkan dari pembelahan sel dan pembesaran sel. Melalui suatu rangkaian pembelahan mitosis, zigot akan menjadi embrio multiseluler di dalam sebuah biji. Setelah perkecambahan, mitosis akan dimulai, yang sebagian besar terpusat pada meristem apikal dekat dengan ujung akar dan ujung tunas. Akan tetapi pembesaran sel-sel yang baru dibuat inilah yang bertanggung jawab terhadap peningkatan ukuran sesungguhnya dari suatu tumbuhan.

8 Baca lebih lajut

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN DAN MASNUSIA.pptx

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN DAN MASNUSIA.pptx

Tiga tahapan pertumbuhan Pembelahan sel Pemanjangan sel Diferensiasi Terjadi pertambahan jumlah sel dengan cara pembelahan mitosis pada meristem apikal Terjadi pembesaran sel, ditan[r]

40 Baca lebih lajut

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN DAN MASNUSIA

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN DAN MASNUSIA

Tiga tahapan pertumbuhan Pembelahan sel Pemanjangan sel Diferensiasi Terjadi pertambahan jumlah sel dengan cara pembelahan mitosis pada meristem apikal Terjadi pembesaran sel, ditan[r]

40 Baca lebih lajut

modul 5, terbaru

modul 5, terbaru

 Meristem Apikal Terdapat di ujung batang, cabang dan akar; membentuk susunan titik tumbuh yang mengawali pembelahan dan pertumbuhan jaringan; merupakan sumber dari semua meristem dan [r]

43 Baca lebih lajut

 Rangkuman Materi Biologi - Organ Tumbuhan lengkap dengan Gambar

Rangkuman Materi Biologi - Organ Tumbuhan lengkap dengan Gambar

Meristem apikal selalu membelah diri menghasilkan sel-sel baru. sel-sel baru terbentuk pada bagian tudung akar atau bagian dalam meristem apikal. Pembelahan meristem apikal membentuk daerah pemanjangan atau Zona perpanjangan sel. Di belakangnya terdapat Zona differensiasi sel dan zona pendewasaan sel. Pada zona differensiasi sel, sel-sel akar

2 Baca lebih lajut

POINT PENTING MATERI BIOLOGI KELAS XII IPA | INFO SMAN 2 MENGGALA KELAS XII SUBARDI

POINT PENTING MATERI BIOLOGI KELAS XII IPA | INFO SMAN 2 MENGGALA KELAS XII SUBARDI

meristem apikal : meristem ujung, meristem yang terdapat di daerah ujung atau apikal batang, cabang, dan akar meristem : jaringan muda yang menghasilkan sel-sel yang kemudian mengalami [r]

130 Baca lebih lajut

BUKU | SAIDNA ZULFIQAR BIN TAHIR (VIKAR)

BUKU | SAIDNA ZULFIQAR BIN TAHIR (VIKAR)

meristem apikal : meristem ujung, meristem yang terdapat di daerah ujung atau apikal batang, cabang, dan akar meristem : jaringan muda yang menghasilkan sel-sel yang kemudian mengalami[r]

130 Baca lebih lajut

Unduh JARINGAN TUMBUHAN

Unduh JARINGAN TUMBUHAN

Jaringan tumbuhan Jaringan meristem Jaringan permanen Promeristem: Meristem primer: Meristem sekunder: Meristem apikal: Meristem interkalar: Meristem lateral: Meristem pada ting[r]

12 Baca lebih lajut

Untuk Kelas XII SMA dan MA

Untuk Kelas XII SMA dan MA

meristem apikal : meristem ujung, meristem yang terdapat di daerah ujung atau apikal batang, cabang, dan akar meristem : jaringan muda yang menghasilkan sel-sel yang kemudian mengalami[r]

130 Baca lebih lajut

Kuliah 10 Dunia Tumbuhan

Kuliah 10 Dunia Tumbuhan

Tahap 1 Tahap 2 Meristem apikal terdorong ke atas akibat pertumbuhan sel di bawahnya Tajuk tumbuhan bertambah tinggi akibat aktivitas meristem apikal • Pertumbuhan primer tajuk [r]

31 Baca lebih lajut

SOAL SBMPTN BIOLOGI DAN PEMBAHASAN LENGKAP

SOAL SBMPTN BIOLOGI DAN PEMBAHASAN LENGKAP

Pada saat pucuk teh dipangkas maka fungsi dari hormon auksin akan terhambat. Hormon Auksin adalah hormon pada tumbuhan yang dapat ditemukan pada ujung batang (pucuk), akar, dan pembentukan bunga yang berfungsi sebagai pengatur pembesaran sel. Hormon auksin pada tumbuhan yang terdapat pada daerah pucuk teh ini berfungsi untuk pertumbuhan primer, yaitu menumbuhkan meristem apikal ke arah atas. Jika hormon auksin dihilangkan, akibatnya pertumbuhan meristem apikal akan terhenti (terhambat). Pada Saat meristem apikal terhambat, maka yang akan terjadi adalah stimulasi untuk menumbuhkan meristem lateral dalam wujud pertumbuhan tunas pucuk-
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Perawatan Estetik pada Insisivus Sentral Maksila dengan Perforasi Apikal | Afiati | MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM 11925 23262 1 SM

Perawatan Estetik pada Insisivus Sentral Maksila dengan Perforasi Apikal | Afiati | MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM 11925 23262 1 SM

Masalah estetik dapat diatasi dengan pendekatan restorasi, ortodontik maupun kombinasi keduanya. Perawatan restorasi dapat dilakukan jika pasien menolak untuk dilakukan perawatan ortodontik. Perawatan restorasi mencakup pembuatan ilusi perubahan arah gigi tanpa merubah lokasi akar gigi. Kecelakaan iatrogenik yang disebabkan oleh hilangnya panjang kerja dapat menyebabkan perforasi apikal. Salah satu manajemen perawatan perforasi apikal adalah dengan Ca(OH) 2 . Tujuan dari artikel ini adalah

8 Baca lebih lajut

Morfometrik Akar Gigi Posterior Dengan Dinding Sinus Maksilaris Ditinjau Dari Radiografi Panoramik Pada Mahasiswa Suku India FKG USU Padausia 20 Hingga 25 Tahun

Morfometrik Akar Gigi Posterior Dengan Dinding Sinus Maksilaris Ditinjau Dari Radiografi Panoramik Pada Mahasiswa Suku India FKG USU Padausia 20 Hingga 25 Tahun

Secara anatomis, letaknya dinding inferior sinus maksilaris adalah berdasarkan ukuran sinus maksilaris dan terdapat tiga gigi yang memiliki posisi dekat dengan lantai sinus, yaitu premolar dua (P2)maksila, gigi molar satu (M1) maksila, dan molar dua maksila (M2). Posisi akar molar satu maksila terletak sangat dekat dengan dinding inferior sinus maksilaris. Apikal gigi molar dua (terutama akar mesio- bukal), kemudian apikal molar satu (terutama akar bukal), molar tiga, premolar dua dan premolar satu merupakan rangkaian urutan terdekatnya jarak apikal gigi yang letaknya terdekat ke dinding sinus maksilaris. 1
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

JARINGAN MERISTEM Ciri-ciri antara lain: 1.. Inti sel besar..[r]

12 Baca lebih lajut

Optimasi Beberapa Metode Eliminasi Virus pada Apeks dan Meristem Tebu (Saccharum officinarum L)

Optimasi Beberapa Metode Eliminasi Virus pada Apeks dan Meristem Tebu (Saccharum officinarum L)

Penelitian ini mencakup optimasi perlakuan air panas, bahan antiviral, dan pembekuan jaringan apeks dan meristem tebu. Penggunaan eksplan berupa apeks memudahkan pekerjaan secara teknis dan memiliki kemampuan daya hidup dan multiplikasi tunas yang lebih tinggi dibandingkan dengan meristem. Ukuran ekplan sangat mempengaruhi daya hidup tanaman, di mana keikutsertaan primordia daun dapat meningkatkan daya hidup dan tumbuh meristem (El Far dan Ashoub 2009). Ukuran eksplan 3.0 mm merupakan ukuran terbaik untuk mikropropagasi tebu (Ali et al. 2008), sedangkan meristem dengan ukuran kurang dari 1 mm memiliki daya hidup yang sangat rendah (Ramgareeb et al. 2010). Kultur meristem membutuhkan alat yang lebih spesifik dan teknik isolasinya tidak mudah sehingga kurang efisien. Selain itu, kandungan senyawa fenolik berupa quinon yang tinggi mengakibatkan meristem mengalami pencoklatan dan tidak dapat bertahan hidup. Sel yang terluka akan mengalami stres sehingga mengaktifkan enzim polifenol oksidase. Hal tersebut mengakibatkan teroksidasinya senyawa fenol dan mengakibatkan pencoklatan pada jaringan (Hutami 2008). Menurut George dan Sherrington (1984) dan Hutami (2008) pencoklatan yang diakibatkan oleh fenol dapat diatasi dengan subkultur atau menggunakan arang aktif, polyvinylpirrolidone (PVP), polyvinylpolypirrolidone (PVPP), sodium diethyl dithiocarbamate (DIECA) dan 1,4-dithio-DL-threitol (DTT).
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

Show all 123 documents...

Related subjects