Mesin mixer

Top PDF Mesin mixer:

Frekuensi Pemeriksaan Optimal Terhadap Mesin Mixer Dan Bucket Skip Pada PT. Wijaya Karya Beton

Frekuensi Pemeriksaan Optimal Terhadap Mesin Mixer Dan Bucket Skip Pada PT. Wijaya Karya Beton

Adapun metode penelitian yang dilaksanakan yaitu dengan penelitian lapangan, penelitian kepustakaan serta pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi langsung, wawancara/interview, dan dengan memakai daftar pertanyaan. Data yang diambil adalah data yang bersifat eksponensial negative yang kemudian dilakukan pengujian distribusi apakah mengikuti eksponensial negative, setelah teruji mengikuti eksponensial negative maka dilakukan perhitungan frekuensi pemeriksaan optimal. Penelitian ini dilakukan terhadap mesin mixer dan bucket skip karena frekuensi kerusakan mesin sangat besar yang menyebabkan jadual penyelesaian produk terhambat.
Baca lebih lanjut

141 Baca lebih lajut

SIMULASI MODEL KONTROL MESIN MIXER MENGGUNAKAN PLC DAN PROGRAM KOMPUTER INTELLUTION FIX 6.1 - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

SIMULASI MODEL KONTROL MESIN MIXER MENGGUNAKAN PLC DAN PROGRAM KOMPUTER INTELLUTION FIX 6.1 - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Pada pengujian ini mesin mixer dioperasikan secara manual, dengan menekan tombol 1 st speed CM maka CM berputar pada kecepatan rendah ( 1 st speed ) dan valve air pendingin pada tangki CM membuka, lampu indikator 1 st speed CM dan valve air pendingin menyala. Saat tombol 2 nd speed CM ditekan maka putaran CM berubah dari 1 st speed ke 2 nd speed, lampu indikator 2 nd speed CM nyala dan lampu indicator 1 st speed CM mati ( OFF ). Bahan dalam tangki CM diturunkan ( discharge ) ke Hopper dengan membuka valve discharge CM ke Hopper. Bila tangki Hopper penuh, lampu indikator high level nyala maka mesin mixer tidak dapat dioperasikan lagi.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PERANCANGAN DAN SIMULASI MESIN MIXER KAPASITAS 6,9 LITER PUTARAN 280 RPM MENGGUNAKAN ANSYS FLUENT 14.0 DAN PENGUJIAN

PERANCANGAN DAN SIMULASI MESIN MIXER KAPASITAS 6,9 LITER PUTARAN 280 RPM MENGGUNAKAN ANSYS FLUENT 14.0 DAN PENGUJIAN

Pengadukan (mixing) merupakan suatu aktivitas operasi pencampuran dua atau lebih zat agar diperoleh hasil campuran yang homogen. Pada media fase cair, pengadukan ditujukan untuk memperoleh keadaan yang turbulen (bergolak). Mesin mixer dengan daya pengaduk ¼ Hp putaran 2800 rpm dan perbandingan transmisi roda gigi 1;10 menjadikan putaran maksimal 280 rpm. Elemen pemanas yang dipakai jenis stripe Heater dengan daya 2500 watt menghasilkan temperatur maksimal 300 o C. LDPE (Low density polyethylene) adalah sejenis bahan thermoplast dengan suhu didih sekitar 115 -120 o C. bahan ini akan diaduk/ dicampurkan dengan remafin blue sebagai pewarna bahan plastik. Pengadukan dilakukan ketika bahan telah dicairkan terlebih dahulu. Dengan kapasitas dari mixer 6,9 liter. Dan kinerja dari Pengaduk disimulasikan dengan ansys CFD (Computational Fluid Dynamic)14.0
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Skripsi ini adalah salah satu syarat untuk dapat lulus menjadi Sarjana Teknik di Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Adapun judul skripsi yang dipilih diambil dari mata kuliah Teknologi Pengecoran, Yaitu “Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (DVS), Polyethylene (PE), Polypropylene (PP) Menggunakan Mesin Mixer”.

18 Baca lebih lajut

Studi Experimental Pengaruh Variasi Temperatur Dan Putaran Terhadap Sifat Mekanik Campuran Polypropylen, Polyetylen Dan Fiber Glass Menggunakan Mesin Mixer Buatan Sendiri

Studi Experimental Pengaruh Variasi Temperatur Dan Putaran Terhadap Sifat Mekanik Campuran Polypropylen, Polyetylen Dan Fiber Glass Menggunakan Mesin Mixer Buatan Sendiri

Mesin mixer merupakan peralatan yang sangat penting yang digunakan pada proses percampuran dua atau lebih material dalam suatu industri yang berbahan dasar Thermoplastik dan serbuk (powder). Proses percampuran dilakukan untuk mendapatkan suatu campuraan yang homogen dari beberapa jenis bahan. Sampai saat ini mesin mixer untuk mencampur bahan-bahan thermoplastik dan serbuk belum tersedia di laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik USU sedangkan kegunaannya mutlak diperlukan untuk penelitian-penelitian mahasiswa S1, S2 dan dan S3. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain, pembutan mesin mixer serta pengujian pengaruh temperatur dan putaran percampuran terhadap kehomogenan dan sifat mekanis campuran polypropylene, Polyethylen dan fiber glas . Pengujian dilakukan menggunakan mikroskop optik dan photo makro untuk melihat kehomogenan campuran dan pengujian tarik untuk melihat kekuatan campuran. Hasil pengujian mesin diperoleh bahwa mesin mixer buatan sendiri dapat dioperasikan dengan variasi putaran 52, 100 , 144 Rpm dan variasi temperature 150 0 C, 175 0 C, 200 0 C, 225 0 C dan 250 0 C. Hasil pengujian tarik diperoleh untuk temperatur yang paling optimum yaitu 150 0 C memiliki tegangan tarik sebesar 17,58 N/mm 2 . Untuk putaran yang paling optimum pada putaran N 1 52 rpm yang memiliki tegangan tarik sebesar 19,70
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

Mesin mixer merupakan peralatan yang sangat penting yang digunakan pada proses percampuran dua atau lebih material dalam suatu industri yang berbahan dasar Thermoplastik dan serbuk (powder). Proses percampuran dimaksudkan untuk mendapatkan suatu campuraan yang homogen dari beberapa jenis material. Sampai saat ini mesin mixer untuk mencampur bahan-bahan thermoplastik dan serbuk belum tersedia di laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik USU sedangkan kegunaannya mutlak diperlukan untuk penelitian-penelitian mahasiswa S1, S2 dan dan S3. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain, pembutan mesin mixer serta pengujian pengaruh variasi komposisi dan putaran terhadap kehomogenan dan sifat mekanis campuran Polypropylene(PP), Polyethylene(PE) dan Alumunium powder (AL). Pengujian dilakukan menggunakan mikroskop optik dan foto makro untuk melihat homogenan campuran dan pengujian tarik untuk melihat kekuatan campuran.pengujian juga di lakukan dengan simulasi autodesk moldflow adviser untuk membandingkan proses fill time dan air traps dengan proses manual hidrolic hot press. Hasil pengujian mesin diperoleh bahwa mesin mixer dapat dioperasikan dengan variasi putaran 52, 100 , 144 Rpm dan temperatur 160 0 C, 170 0 C, 180 0 C. Hasil pengujian tarik variasi komposisi yang paling optimum adalah polypropylene 78% , Polyethylen 20% dan Alumunium 2% pada putaran 52 rpm,temperatur 150 0 C di peroleh nilai tegangan tarik 20,92 N/mm 2 .untuk variasi putaran dan temperatur paling optimum terdapat pada putaran 100 rpm,temperatur 160 0 C di peroleh tegangan tarik optimum sebesar 17,91 N/mm 2 .Hasil simulasi autodesk modflow adviser pada proses Fill time selama 6 detik sedangkan pada proses manual hidrolic hot press waktu yang di capai selama 10 detik. dan pada hasil simulasi air traps terjadi pada ujung bagian bawah sampel,sedangkan pada manual hirolic hot press terjadi pada bagian leher,tengah dan ujung sampel.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Studi Experimental Pengaruh Variasi Temperatur Dan Putaran Terhadap Sifat Mekanik Campuran Polypropylen, Polyetylen Dan Fiber Glass Menggunakan Mesin Mixer Buatan Sendiri

Studi Experimental Pengaruh Variasi Temperatur Dan Putaran Terhadap Sifat Mekanik Campuran Polypropylen, Polyetylen Dan Fiber Glass Menggunakan Mesin Mixer Buatan Sendiri

Mesin mixer merupakan peralatan yang sangat penting yang digunakan pada proses percampuran dua atau lebih material dalam suatu industri yang berbahan dasar Thermoplastik dan serbuk (powder). Proses percampuran dilakukan untuk mendapatkan suatu campuraan yang homogen dari beberapa jenis bahan. Sampai saat ini mesin mixer untuk mencampur bahan-bahan thermoplastik dan serbuk belum tersedia di laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik USU sedangkan kegunaannya mutlak diperlukan untuk penelitian-penelitian mahasiswa S1, S2 dan dan S3. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain, pembutan mesin mixer serta pengujian pengaruh temperatur dan putaran percampuran terhadap kehomogenan dan sifat mekanis campuran polypropylene, Polyethylen dan fiber glas . Pengujian dilakukan menggunakan mikroskop optik dan photo makro untuk melihat kehomogenan campuran dan pengujian tarik untuk melihat kekuatan campuran. Hasil pengujian mesin diperoleh bahwa mesin mixer buatan sendiri dapat dioperasikan dengan variasi putaran 52, 100 , 144 Rpm dan variasi temperature 150 0 C, 175 0 C, 200 0 C, 225 0 C dan 250 0 C. Hasil pengujian tarik diperoleh untuk temperatur yang paling optimum yaitu 150 0 C memiliki tegangan tarik sebesar 17,58 N/mm 2 . Untuk putaran yang paling optimum pada putaran N 1 52 rpm yang memiliki tegangan tarik sebesar 19,70
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Studi Experimental Pengaruh Variasi Temperatur Dan Putaran Terhadap Sifat Mekanik Campuran Polypropylen, Polyetylen Dan Fiber Glass Menggunakan Mesin Mixer Buatan Sendiri

Studi Experimental Pengaruh Variasi Temperatur Dan Putaran Terhadap Sifat Mekanik Campuran Polypropylen, Polyetylen Dan Fiber Glass Menggunakan Mesin Mixer Buatan Sendiri

tekanan, Alfian Hamsi [7] telah meneliti mengenai pengaruh jenis binder terhadap kualitas sampel hasil injeksi molding. Beberapa penelitian mengenai percampuran polypropylene dengan material lain menggunakan mixer telah dilakukan. Alfian Hamsi [8] telah melakukan penelitian percampuran 4%PP pada aspal dan pengaruhnya terhadap kekuatan tekan dan rendam air. Dari uraian diatas maka peneliti menggunakan serat fiber glass untuk melihat pengaruh temperatur percampuran terhadap kehomogenan dan sifat mekanis campuran polypropylene, Polyethyelen dan fiber glas menggunakan mixer buatan sendiri.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Minimalisasi Bahan Baku yang Terbuang melalui Mixer di PT CPI Balaraja | Claudia | Jurnal Titra 3475 6554 1 SM

Minimalisasi Bahan Baku yang Terbuang melalui Mixer di PT CPI Balaraja | Claudia | Jurnal Titra 3475 6554 1 SM

Salah satu proses produksi dalam pembuatan pakan adalah proses mixing dengan menggunakan mesin mixer. PT. Charoen Pokphand Indonesia Feedmill Balaraja mengalami permasalahan, yaitu banyak bahan baku yang keluar dari mesin mixer pada saat proses mixing berlangsung melalui corong mixer. Bahan baku ini tidak dapat digunakan lagi untuk proses produksi sehingga dijadikan sebagai bin. Bin memiliki harga jual yang sangat murah dibandingkan dengan harga pakan yang dihasilkan dari proses mixing.

4 Baca lebih lajut

Perancangan Dan Pembuatan Mixer Kapasitas 6,9 Liter Putaran 280 Rpm

Perancangan Dan Pembuatan Mixer Kapasitas 6,9 Liter Putaran 280 Rpm

Pengadukan (mixing) merupakan suatu aktivitas operasi pencampuran dua atau lebih zat agar diperoleh hasil campuran yang homogen. Pada media fase cair, pengadukan ditujukan untuk memperoleh keadaan yang turbulen (bergolak). Perancangan Mesin mixer dengan menggunakan eleman pemanas ditujukan untuk pengadukan jenis bahan Thernoplastik antara campuran LDPE dan Remafin Blue. Pererencanan Mixer ini meliputi perencanaan motor penggerak, perencaan sabuk, roda gigi, elemen pengaduk, elemen pemanas, sistem inlusin pada bejana aduk dan kelistrikan. daya pengaduk ¼ Hp putaran 2800 rpm dan perbandingan transmisi roda gigi 1;10 menjadikan putaran maksimal 280 rpm. Elemen pemanas yang dipakai jenis stripe Heater dengan daya 2400 watt menghasilkan temperatur maksimal 300 o C. LDPE adalah sejenis bahan thermoplast dengan suhu didih sekitar 115 -120 o C. bahan ini akan diaduk/ dicampurkan dengan remafin blue sebagai pewarna bahan plastik. Pengadukan dilakukan ketika bahan telah dicairakan terlebih dahulu. Dengan kapasitas dari mixer 6,9 liter.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PEMBUATAN MESIN5 MIXER5 UNTUK PENCAMPURAN GARAM

PEMBUATAN MESIN5 MIXER5 UNTUK PENCAMPURAN GARAM

4.4.3. Menghitung nilai masuk panas......... Error! Bookmark not defined. 4.4.4 Biaya pembuatan mesin mixer ......... Error! Bookmark not defined. 4.5. Proses perakitan ................................... Error! Bookmark not defined. 4.6. Proses finising. ........................................ Error! Bookmark not defined. 4.7 Biaya pembuatan. .................................... Error! Bookmark not defined. 4.7.1 Perhitungan Z biaya ............................ Error! Bookmark not defined.

15 Baca lebih lajut

38004 makalah forum ilmiah (4)

38004 makalah forum ilmiah (4)

Penggunaan converter kits konvensional lebih diterima dan diaplikasikan pada kendaraan yang belum didesain untuk bahan bakar gas pada saat produksi. Dengan converter kits konvensional, LPG dimasukkan kedalam mesin dalam fasa gas melalui sebuah mixer. Upaya yang sudah dilakukan untuk meningkatkan performa mesin antara lain dengan penyesuaian busi dan perangkat pengapian, termasuk penyesuaian saat pengapian [5]. Kaiatannya dengan upaya untuk mengurangi emisi gas buang, dilakukan dengan optimasi penyetelan vaporizer dan saat pengapian. Vaporizer memiliki baut penyetel kekerasan pegas lever untuk mengatur aliran LPG dan katup akselerasi untuk mengatur daya mesin melalui pengaturan kevakuman. Emisi gas buang dapat dikontrol dengan teliti melalui kombinasi penyetelan baut pegas lever dan bukaan katup akselerasi [7]. Namun demikian, optimasi output daya selalu berkompromi dengan emisi dan penggunaan bahan bakar. Pemanfaatan LPG sebagai bahan bakar kendaraan pada umumnya memberikan efek positif terhadap emisi gas buang dan secara ekonomi, namun memberikan efek negatif terhadap performa mesin [8]. Penurunan daya yang terjadi pada umumnya berkisar antara 5-20% [9].
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

rancang bangun bagian pengaduk pada mesin pencetak pakan pellet ikan.

rancang bangun bagian pengaduk pada mesin pencetak pakan pellet ikan.

pembudidaya perikanan sangat diperlukan. Dalam menyikapi hal ini maka kami mempunyai pemikiran untuk menginovasi mesin pencetak pelet yang berada dipasaran kami tambah dengan alat bantu pengaduk bahan pelet menjadi adonan pelet siap cetak atau bisa disebut mixer. Alat tambahan mixer pada mesin pencetak pelet ini sangat membantu dalam hal pengadukan bahan-bahan pelet, supaya dalam proses pencampuran bahan pelet lebih merata dan seimbang.

Baca lebih lajut

LPSE Provinsi Bali Pengumuman

LPSE Provinsi Bali Pengumuman

Nama paket pekerjaan : Belanja Barang Peralatan dan Mesin Untuk Diserahkan Kepada Masyrakat/Pemda berupa Hamermill, Mixer, Timbangan, Mesi Jahit Kemasan, Gerobak Dorong dan Sekop dalam rangka Pengembangan Unit Pengolah Pakan Ruminansia Tahun 2014 pada Kegiatan Peningkatan Produksi Pakan Ternak dengan Pendayagunaan Suber Daya Lokal Pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali.

2 Baca lebih lajut

Karakterisasi Bahan Karet untuk Keperluan Gasket Kendaraan Terhadap Pengaruh Kandungan Sulfur

Karakterisasi Bahan Karet untuk Keperluan Gasket Kendaraan Terhadap Pengaruh Kandungan Sulfur

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kandungan sulfur terhadap kekerasan produk gasket kendaraan dengan perbedaan komposisi sulfur tiap spesimen yaitu 3,7gram, 7,5 gram, dan 11,1 gramPenelitian ini menggunakan alat mixer dan roll untuk mencampur karet secara manual dan alat bantu lain. Tahap dalam proses Heater yaitu pemanasan karet alam sebagai langkah awal dalam proses pemanasan karet alam jenis RSS (Ribbed Smoket Sheet), terlebih dahulu peneliti mengambil karet jenis RSS (Ribbed Smoket Sheet) sebanyak 90 gram dengan suhu 80 ○ C selama 15 menit. Tahap dalam proses Mixer yaitu setelah karet melunak di heater lalu karet di ambil di pindahkan ke dalam alat mixer lalu diaduk di mixer selama ± 30 menit dan campuran tersebut kalau sudah jadi dinamakan compound dengan variasi campuran sulfur 3,7 gram, 7,5 gram, 11,1 gram.Tahap pengerolan yaitu setelah compound tercampur dalam mixer diambil diteruskan dengan alat roll yang gunanya untuk meratakan compound supaya rata dan pipih, pengerollan dilakukan selama 15 menit.Tahap–tahap dalam proses Press Molding Pemanasan molding sebagai langkah awal dalam proses pres molding terlebih dahulu dilakukan pemanasan awal molding atau dudukan dari molding, agar nantinya diperoleh suhu yang diinginkan sehingga dapat mempercepat proses pengepressan compound tersebut. suhu yang digunakan adalah 150 ○ C dengan menggunakan thermocontrol digital. Dilanjutkan pengepresan dengan memasukan compound tersebut kedalam rongga mold kemudian dilakukan dengan pengepresan tekanan 2 ton selama 15 menit dengan suhu 150 ○ C. Standar yang digunakan dalam pembuatan dan pengujian adalah standar SNI 7417:2008. Bahan baku yang digunakan adalah campuran 2 jenis karet yaitu RSS (Rubber Smoket Sheet) dan SBR (Styrene Butadene Rubber). Variasi yang digunakan adalah bahan tambahan Sulfur 3,7 gram, 7,5 gram, 11,1 gram. Bahan yang lain Stearic Acid, Carbon white, Polyethylene Glycol dan Zinc Oxide. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin banyak kandungan sulfur maka kekerasan pada Compound semakin meningkat. Compound yang mengandung sufur 11,1 gram mempunyai kekerasan lebih tinggi yaitu 97,3 shore A daripada Compound yang mengandung sulfur 3,7 yaitu 71,6 shore A gram, sedangkan Compound yang mengandung sulfur 7,5 gram mempunyai kekerasan yang distandarkan yaitu 88 shore A. Standar mengacu pada SNI 7417:2008 dengan kekerasan yang distandarkan 90±5 shore A.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERENCANAAN PROSES PRODUKSI MIXER PADA MESIN BAHAN BAKAR GAS DENGAN MENGGUNAKAN PERKAKAS MESIN CNC

PERENCANAAN PROSES PRODUKSI MIXER PADA MESIN BAHAN BAKAR GAS DENGAN MENGGUNAKAN PERKAKAS MESIN CNC

Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui urutan proses pemesinan dalam pembuatan mixer menggunakan mesin CNC, Untuk mengetahi parameter-parameter elemen proses pemesinan yang sesuai dan efektif dalam pembuatan mixer, dan mengetahui bentuk part program CNC dalam pembuatan mixer.

Baca lebih lajut

HALAMAN JUDUL - Desain mekanisme pemasukan Syngas dan uji unjuk kerja motor diesel stasioner sistem Dual Fuel Biodiesel Syngas hasil Gasifikasi - ITS Repository

HALAMAN JUDUL - Desain mekanisme pemasukan Syngas dan uji unjuk kerja motor diesel stasioner sistem Dual Fuel Biodiesel Syngas hasil Gasifikasi - ITS Repository

Kedua, High Pressure Injected Gas. Model ini bekerja dengan menyediakan gas langsung keruang bakar dengan tekanan yang sangat tinggi sekitar 3000 psi. Tekanan yang tinggi ini dibutuhkan karena gas tersebut diinjeksikan pada saat piston telah mencapai akhir dari langkah kompresi dan bahan bakar diesel telah diinjeksikan untuk memulai pembakaran dimana tekanan dalam ruang bakar menjadi sangat tinggi. Keuntungan memakai system ini adalah bahan bakar gas hanya diinjeksikan setelah katup buang tertutup, sehingga mencegah terbuangnya sebagian bahan bakar gas bersamaan dengan gas buang hasil pembakaran. Kerugian dari pemakaian system ini antara lain membutuhkan biaya yang lebih mahal, apabila suplai gas terputus dan mesin diesel bekerja dengan 100% bahan bakar diesel terus menerus maka akan terjadi kerusakan pada mechanical valve.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI  PERANCANGAN MESIN PENGERING CENGKEH.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI PERANCANGAN MESIN PENGERING CENGKEH.

Widagdo (2009) merancang bangun mesin pengering untuk Pembudidayaan bunga rosela. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Hasil dari penelitian ini adalah prototipe yang dibuat. Proses pengeringan dilakukan dengan meletakan bunga rosela basah pada sebuah wadah yang lebar dan meniupkan udara hangat dari bawahnya secara vertikal keatas di satu area. Area yang terkena tiupan udara hangat terus berganti karena peniup yang bergerak secara kontinyu dan pada akhirnya semua area terkena tiupan secara bergiliran dengan berulang- ulang. Sementara itu dibagian atas bunga rosela ditiupkan udara kering kecara horisontal kesamping dengan tujuan membuang udara hangat yang lembab karena melewati bunga rosela basah.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects