Metil Ester Asam Lemak

Top PDF Metil Ester Asam Lemak:

Pencirian Biosolar Dengan Penambahan Metil Ester Asam Lemak Dari Minyak Biji Karet

Pencirian Biosolar Dengan Penambahan Metil Ester Asam Lemak Dari Minyak Biji Karet

Kebutuhan energi yang semakin meningkat,. mendorong banyak dikembangkannya energi alternatif seperti biosolar. Penelitian ini bertujuan membuat biosolar dan metil ester asam lemak (FAME) dari minyak biji karet sebagai slah satu komponennya, serta menentukan mutunya. Keberhasilan sintesis FAME minyak biji karet ditunjukkan dengan spektrum inframerah, dan mutu biosolar dicirikan berdasarkan parameter bilangan setana, viskositas kinematik, kandungan sulfur, titik nyala, titik tuang, kadar residu karbon, densitas, suhu distilasi, bilangan asam, dan korosi tembaga. Rendemen minyak biji karet yang didapatkan adalah 11.6% dan FAME minyak biji karetnya sebesar 71.2%. Campuran petrosolar, FAME minyak sawit kasar, dan FAME minyak biji karet dicampurkan dengan beberapa nisbah volume. Semua sampel biosolar yang dibuat menunjukkan parameter mutu yang memenuhi spesifikasi yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Republik Indonesia.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

Sintesis Surfaktan Metil Ester Sulfonat dari Sulfonasi Metil Ester Asam Lemak Minyak Kastor (Ricinus communis L)

Sintesis Surfaktan Metil Ester Sulfonat dari Sulfonasi Metil Ester Asam Lemak Minyak Kastor (Ricinus communis L)

Transesterifikasi trigliserida terdiri dari tiga tahap reaksi dan bersifat reversibel, secara berturut trigliserida diubah menjadi digliserida, monogliserida dan akhirnya menjadi gliserol dan membebaskan satu molekul ester di setiap langkahnya. Pada prinsipnya, proses transesterifikasi adalah memisahkan gliserol dari minyak dan mereaksikan asam lemak bebasnya dengan alkohol (biasanya metanol) menjadi metil ester asam lemak (MEAL) atau dikenal dengan biodisel. Dalam reaksi alkoholisis, alkohol bereaksi dengan ester dan menghasilkan ester baru. Reaksi ini merupakan reaksi dapat balik yang pada suhu kamar tanpa bantuan katalisator akan berlangsung sangat lambat (Meher, 2004).
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Sintesis Etanolamida dan Dietanolamida Campuran dari Metil Ester Asam Lemak Bebas Minyak Kelapa dengan Senyawa Etanolamina dan Dietanolamina Menggunakan Katalis Natrium Metoksida

Sintesis Etanolamida dan Dietanolamida Campuran dari Metil Ester Asam Lemak Bebas Minyak Kelapa dengan Senyawa Etanolamina dan Dietanolamina Menggunakan Katalis Natrium Metoksida

Pembuatan etanolamida dari metil ester asam lemak bebas minyak kelapa dengan menggunakan etanolamina dengan menggunakan katalis natrium metoksida dengan suhu 80-90 o C. Hasil yang diperoleh dengan spektroskopi FT-IR memberikan sepktrum dengan puncak serapan pada daerah bilangan gelombang seperti berikut ini. Pita serapan pada bilangan gelombang 3244 cm -1 menunjukan vibrasi streching gugus OH yang diperkuat oleh puncak serapan bilangan gelombang 1041 cm -1 yang merupakan vibrasi stretching C-O dari C-OH. Puncak serapan pada bilangan gelombang 1643 menunjukkan vibrasi strecching C=O (Karbonil) amida primer. Adanya gugus karbonil amida ini didukung oleh munculnya pita serapan pada bilangan gelombang 1550 cm -1 yang merupakan vibrasi stretching untuk C-N. Puncak serapan pada bilangan gelombang 2916 dan 2846 menunjukkan vibrasi strecching C- H sp 3 asimetrik dan simetris untuk (CH 2 ) yang didukung oleh vibrasi bending C-H sp 3
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Studi Sintesis Metil Ester Asam Lemak Dari Pitch Cair Melalui Tahap Reaksi Esterifikasi Dan Transesterifikasi

Studi Sintesis Metil Ester Asam Lemak Dari Pitch Cair Melalui Tahap Reaksi Esterifikasi Dan Transesterifikasi

Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah Pitch cair, merupakan produk samping dari proses pengolahan PKO menjadi asam lemak dan gliserin. Untuk mengetahui komponen senyawa yang terkandung pada pitch cair dan komposisi asam lemaknya dianalisis dengan kromatografi gas. Analisis kromatografi gas pitch cair untuk menentukan komposisi senyawa yang terkandung didalamnya ditunjukkan pada tabel 4.1. Hasil kromatografi gas menunjukkan bahwa trigliserida merupakan komponen yang paling banyak yaitu 56,7193% dan digliserida 37,7016%. Ini menunjukkan bahwa pitch cair sangat potensial digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan metil ester asam lemak. Kadar asam lemak bebas pada pitch cair ditentukan dengan metode titrasi alkalimetri menggunakan Natrium hidroksida sebagai pentitrasi. Adapun kadar asam lemak bebas yang diperoleh adalah 25.6%. Tingginya kadar asam lemak bebas yang terkandung pada pitch cair, tahapan reaksi harus dilakukan dengan metode esterifikasi terlebih dahulu dengan menggunakan
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

Pembuatan Senyawa Epoksi Dari Metil Ester Asam Lemak Sawit Destilat Menggunakan Katalis Amberlite

Pembuatan Senyawa Epoksi Dari Metil Ester Asam Lemak Sawit Destilat Menggunakan Katalis Amberlite

Assalamu’alaikum Wr.Wb., Puji dan Syukur disampaikan kepada Allah SWT, yang telah memberikan kepada kita semua kesehatan lahir dan bathin, Amiin. Teriring pula ucapan Alhamdulillahi rabbil’alamin atas segala karunia-Nya penyusunan Tesis ini dapat diselesaikan. Shalawat dan Salam kepada junjungan ummat Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa Ummat dari alam kebodohan sehingga berpengetahuan sampai saat ini. Tesis ini ditulis dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan Program Magister di Sekolah Pascasarjana Program Studi Teknik Kimia USU yang berjudul ” Pembuatan Senyawa Epoksi dari Metil Ester Fatty Acid Destilate (Metil Ester Asam Lemak Sawit Destilat menggunakan Katalis Amberlite”.
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Studi Sintesis Metil Ester Asam Lemak Dari Pitch Cair Melalui Tahap Reaksi Esterifikasi Dan Transesterifikasi

Studi Sintesis Metil Ester Asam Lemak Dari Pitch Cair Melalui Tahap Reaksi Esterifikasi Dan Transesterifikasi

Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah Pitch cair, merupakan produk samping dari proses pengolahan PKO menjadi asam lemak dan gliserin. Untuk mengetahui komponen senyawa yang terkandung pada pitch cair dan komposisi asam lemaknya dianalisis dengan kromatografi gas. Analisis kromatografi gas pitch cair untuk menentukan komposisi senyawa yang terkandung didalamnya ditunjukkan pada tabel 4.1. Hasil kromatografi gas menunjukkan bahwa trigliserida merupakan komponen yang paling banyak yaitu 56,7193% dan digliserida 37,7016%. Ini menunjukkan bahwa pitch cair sangat potensial digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan metil ester asam lemak. Kadar asam lemak bebas pada pitch cair ditentukan dengan metode titrasi alkalimetri menggunakan Natrium hidroksida sebagai pentitrasi. Adapun kadar asam lemak bebas yang diperoleh adalah 25.6%. Tingginya kadar asam lemak bebas yang terkandung pada pitch cair, tahapan reaksi harus dilakukan dengan metode esterifikasi terlebih dahulu dengan menggunakan
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

Pembuatan Senyawa Epoksi Dari Metil Ester Asam Lemak Sawit Destilat Secara Enzimatis

Pembuatan Senyawa Epoksi Dari Metil Ester Asam Lemak Sawit Destilat Secara Enzimatis

Pujian hanya berhak disampaikan kepada-Nya, karena hanya Allah SWT yang sanggup menyangga segala macam pujian yang ditujukan kepada-Nya. Teriring pula ucapan Alhamdulillahi rabbil’alamin atas segala karunia-Nya sehingga penyusunan tesis ini dapat diselesaikan. Tulisan ini berjudul ”Pembuatan Senyawa Epoksi dari Metil Ester Asam Lemak Sawit Destilat Secara Enzimatis”. Tesis ini disusun setelah melalui tahapan penelitian yang dilaksanakan di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas segala bantuan dan fasilitas yang telah diterima. Penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada dosen pembimbing Prof.Dr.Ir. Setiaty Pandia dan Ir. Renita Manurung, MT atas bantuan, bimbingan, curahan ilmu, asih dan asuh yang telah diberikan selama penyusunan tesis dan sepanjang penyelesaian pendidikan kesarjanaan ini. Pada kesempatan ini, disampaikan pula ucapan terima kasih kepada yang terhormat :
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

Pembuatan Dan Karakterisasi Metil Ester Asam Lemak Minyak Jarak Pagar Yang Digunakan Sebagai Biodiesel

Pembuatan Dan Karakterisasi Metil Ester Asam Lemak Minyak Jarak Pagar Yang Digunakan Sebagai Biodiesel

Minyak jarak pagar diperoleh dengan cara ekstraksi dari tumbuhan jarak pagar. Minyak jarak pagar direaksikan dengan metanol p.a.Merck dengan meng- gunakan katalis KOH dimana reaksi berlangsung secara transesterifikasi dan diperoleh hasil sebesar 76,5%. Kemudian hasil dianalisis GC untuk menunjukkan komposisi asam lemak dari lemak jarak pagar dan analisis spekrum FT-IR untuk menunjukkan apakah terbentuk metil ester asam lemak. Dilakukan juga beberapa uji karakterisasi untuk mengetahui apakah produk yang diperoleh memenuhi standarisasi yang berlaku.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

Sintesis Metil Ester Asam Lemak Dari Pfad (Palm Fatty Acid Destillate) Dengan Menggunakan Berbagai Jenis Desikan

Sintesis Metil Ester Asam Lemak Dari Pfad (Palm Fatty Acid Destillate) Dengan Menggunakan Berbagai Jenis Desikan

Asam-asam lemak yang ditemukan di alam, biasanya merupakan asam-asam monokarboksilat dengan rantai yang tidak bercabang dan mempunyai jumlah atom karbon genap. Asam-asam lemak yang ditemukan di alam dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh. Asam lemak jenuhadalah asam lemak yang tidak memiliki ikatan rangkap, sedangkan asam lemak tidak jenuh adalah asam lemak yang memiliki ikatan rangkap. Pembentukan ALB pada umumnya banyak terjadi di lapangan, sebelum buah mulai diolah di pabrik. Faktor yang paling mempengaruhi adalah derajat kematangan buah. Kenaikan ALB mulai dari pengolahan di pabrik sampai di pelabuhan sebaiknya kurang dari 1 persen. Jadi kadar ALB sangat ditentukan oleh mutu panen yang masuk ke pabrik. Oleh karena itu, ALB merupakan parameter terhadap mutu produksi minyak kelapa sawit ( Naibaho.P, 1998 ).
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Antibakteri Dari Hasil Optimasi Transesterifikasi Minyak Kelapa Sawit (Elaeis guineensisJacq)

Uji Aktivitas Antibakteri Dari Hasil Optimasi Transesterifikasi Minyak Kelapa Sawit (Elaeis guineensisJacq)

Pengembangan dan penggunaan minyak tumbuhan sebagai bahan bakar telah dilakukan oleh Amerika Serikat dan beberapa Negara eropa. Minyak tumbuhan tersebut dikonversi menjadi bentuk metil ester asam lemak yang disebut biodiesel. Indonesia dan Malaysia adalah Negara produsen utama minyak sawit di dunia juga telah mengembangkan biodiesel dari minyak sawit, tetapi pengembangannya belum komersial (Fauzi, dkk., 2002).

12 Baca lebih lajut

Sintesis Gliseril 9,10-Dihidroksi Stearat Dari Mono Gliserida Oleat Campuran Yang Diperoleh Melalui Reaksi Esterifikasi Dengan Menggunakan Katalis NaOH

Sintesis Gliseril 9,10-Dihidroksi Stearat Dari Mono Gliserida Oleat Campuran Yang Diperoleh Melalui Reaksi Esterifikasi Dengan Menggunakan Katalis NaOH

Penentuan Komposisi Asam Lemak Dari Bahan Alam Dengan Cara Kromatografi Gas Terhadap Metil Ester Asam Lemak Dari Minyak Nabati.. Introduction to Instrumental Analysis.[r]

3 Baca lebih lajut

Ester Asam Lemak

Ester Asam Lemak

Disamping itu dikenal juga ester asam lemak dengan sorbitol yang biasanya memiliki HLB (hidrophil liphofil balance) berkisar antara 1,8 - 16,7 setelah ester sorbitol tersebut dietoksilasi. Ester sorbitol asam lemak digunakan sebagai pengemulsi pada bahan kosmetika seperti pada lotion pencegah sengatan matahari, deodoran, krim kulit, krim rambut dan shampo. Ester sorbitol asam lemak baik monoester ataupun diesternya dapat disintesakan dengan 2 cara, yakni : reaksi esterifikasi antara kloro sorbitol dengan garam asam lemak dengan bantuan katalis perpindahan dua fasa trietilamin hidroklorida ataupun tridodekilamin hidroklorida dan reaksi interesterifikasi antara asetil sorbitol ataupun diasetil sorbitol dengan metil ester asam lemak. HLB dari pada monoester sorbitol dan diester sorbitol yang dihasilkan dengan menggunakan asam lemak C 8 - C 18 termasuk asam
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Analisis Perbedaan Komposisi Asam Lemak Dan Kadar Kolesterol Pada Otak Sapi Dan Otak Kambing

Analisis Perbedaan Komposisi Asam Lemak Dan Kadar Kolesterol Pada Otak Sapi Dan Otak Kambing

Lampiran 4 Gambar Penelitian Gambar 4.1 Otak Sapi Gambar 4.2 Otak Kambing Gambar 4.3 Sokletasi Gambar 4.4 Pembuatan Metil Ester Asam Lemak Gambar 4.5 Metil Ester Asam Lemak Gam[r]

49 Baca lebih lajut

View of SINTESIS SURFAKTAN TURUNAN AMIDA YANG DIPEROLEH DARI REKASI METIL RISINOLEAT DAN ETILENDIAMINA

View of SINTESIS SURFAKTAN TURUNAN AMIDA YANG DIPEROLEH DARI REKASI METIL RISINOLEAT DAN ETILENDIAMINA

asam lemak minyak jarak yang terdapat dalam bentuk metil ester asam lemak campuran direaksikan dengan etilendiamina kemudian dipisahkan dengan kromatografi kolom untuk memperoleh senyawa 1,3–Dirisinoleil- Etilendiamida. Yang menjadi permasalahan adalah Apakah metil risinoleat dapat dipisahkan dari metil ester asam lemak campuran minyak jarak dan selanjutnya apakah dapat dilakukan reaksi amidasi antara metil risinoelat dengan etilendiamina untuk membentuk senyawa 1,3– Dirisinoleil-Etilendiamida. Tujuan Penelitian ini diharapkan senyawa metil risinolet dapat dipisahkan dari metil ester asam lemak campuran dari minyak jarak dan selanjutnya metil rissinoleat tersebut dapat diamidasi dengan etilendiamina membentuk senyawa 1,3– Dirisinoleil-Etilendiamida yang dapat digunakan sebagai surfaktan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Sintesis di – bis – 2 – hidroksil – etil – 1,9 – nonanadiamida dan dietanolamin menggunakan katalis natrium metoksida

Sintesis di – bis – 2 – hidroksil – etil – 1,9 – nonanadiamida dan dietanolamin menggunakan katalis natrium metoksida

Amidasi dengan gugus amin dari asam glutamat (asam - 2 – amino - 1,3 – propanadioat) terhadap metil ester asam lemak, asil klorida asam lemak maupun langsung terhadap asam lemak mono basa juga telah dilakukan dalam pembuatan steroyl glutamida yang dapat digunakan sebagai bahan surfaktan dan antimikroba (Miranda, 2003).

4 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Oleokimia - Sintesis Basa Schiff Dari Hasil Kondensasi Etilendiamin Dan Anilina Dengan Senyawa Aldehida Hasil Ozonolisis Metil Oleat Serta Pemanfaatannya Sebagai inhibitor Korosi Pada Logam Seng

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Oleokimia - Sintesis Basa Schiff Dari Hasil Kondensasi Etilendiamin Dan Anilina Dengan Senyawa Aldehida Hasil Ozonolisis Metil Oleat Serta Pemanfaatannya Sebagai inhibitor Korosi Pada Logam Seng

Ester yang paling sederhana adalah metil ester asam lemak yang dapat dihasilkan melalui reaksi esterifikasi antara asam lemak dengan metanol. Ester asam lemak sering dimodifikasi untuk digunakan sebagai bahan makanan, surfaktan, polimer, sintesis, zat aditif, bahan kosmetik, dan kebutuhan lain (Meffert,1984). Metil ester asam lemak yang merupakan bagian dari pada ester asam lemak mono alkohol merupakan zat antara dalam industri oleokimia disamping dapat digunakan sebagai bahan bakar diesel (Ozgul, l993).
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Optimasi Reaksi Esterifikasi Asam Laurat dengan Metanol Menggunakan Katalis Asam Sulfat Pekat | Arfah | Natural Science: Journal of Science and Technology 3999 12785 1 PB

Optimasi Reaksi Esterifikasi Asam Laurat dengan Metanol Menggunakan Katalis Asam Sulfat Pekat | Arfah | Natural Science: Journal of Science and Technology 3999 12785 1 PB

Ester asam lemak dari berbagai minyak nabati dan lemak hewani telah dimanfaatkan dalam berbagai industri kimia, seperti industri kosmetika, industri tekstil, pembuatan zat adiktif makanan, bahan zat antara industri farmasi, untuk pembuatan lemak alkohol, amida poliester dan sebagai subtitusi bahan bakar diesel (Aritonang dan Surbakti, 2004). Metil laurat merupakan salah satu ester asam lemak yang potensial digunakan dalam pembuatan sabun cair sebagai surfaktan. Penggunaan metil ester asam lemak memiliki beberapa keuntungan, antara lain bahan-bahan yang digunakan murah untuk pembuatannya, produk akhir memiliki tingkat kemurnian tinggi, pengaturan kondisi sintesis yang mudah, di antaranya mudah didestilasi, difraksinasi dan didegradasi (Hui, 1996 dalam Russiana, 2006).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Sintesis Surfaktan Metil Ester Sulfonat Minyak Jarak  Dari Biji Jarak Pagar (Jatropha curcas L.)

Sintesis Surfaktan Metil Ester Sulfonat Minyak Jarak Dari Biji Jarak Pagar (Jatropha curcas L.)

Metil ester asam lemak minyak jarak pagar yang diperoleh diidentifikasi melalui analisis spektroskopi FT-IR menghasilkan spektrum seperti pada Gambar 8 halaman 26, memberikan puncak serapan pada daerah bilangan gelombang 3474,64 cm -1 yang merupakan serapan khas untuk gugus hidroksil (-OH), pada bilangan gelombang lebih kurang 3005,80 cm -1 merupakan puncak serapan untuk C-H sp2 dari gugus -CH=CH- dan didukung dengan serapan pada bilangan gelombang 1655,98 cm -1 yang merupakan serapan khas dari ikatan C=C. Pada bilangan gelombang 1744,68 cm -1 merupakan serapan khas dari gugus karbonil (C=O) dari ester dan didukung dengan puncak serapan C-O-C ester pada daerah bilangan gelombang 1169,38 cm -1 sehingga dapat disimpulkan adanya gugus ester antara
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...