Metil Ester Asam Lemak

Top PDF Metil Ester Asam Lemak:

Pembuatan Dan Karakterisasi Metil Ester Asam Lemak Minyak Jarak Pagar Yang Digunakan Sebagai Biodiesel

Pembuatan Dan Karakterisasi Metil Ester Asam Lemak Minyak Jarak Pagar Yang Digunakan Sebagai Biodiesel

Minyak jarak pagar diperoleh dengan cara ekstraksi dari tumbuhan jarak pagar. Minyak jarak pagar direaksikan dengan metanol p.a.Merck dengan meng- gunakan katalis KOH dimana reaksi berlangsung secara transesterifikasi dan diperoleh hasil sebesar 76,5%. Kemudian hasil dianalisis GC untuk menunjukkan komposisi asam lemak dari lemak jarak pagar dan analisis spekrum FT-IR untuk menunjukkan apakah terbentuk metil ester asam lemak. Dilakukan juga beberapa uji karakterisasi untuk mengetahui apakah produk yang diperoleh memenuhi standarisasi yang berlaku.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

Sintesis Etanolamida dan Dietanolamida Campuran dari Metil Ester Asam Lemak Bebas Minyak Kelapa dengan Senyawa Etanolamina dan Dietanolamina Menggunakan Katalis Natrium Metoksida

Sintesis Etanolamida dan Dietanolamida Campuran dari Metil Ester Asam Lemak Bebas Minyak Kelapa dengan Senyawa Etanolamina dan Dietanolamina Menggunakan Katalis Natrium Metoksida

Kedalam labu alas bulat leher dua volume 500 ml dimasukkan sebanyak 11,705 gr (0,05 mol) metil ester asam lemak campuran kemudian ditambahkan 5,8 ml (0,093 mol) dietanolamina dan diaduk. Dirangkai alat refluks, kemudian di tambahkan NaOMe sebanyak 5 gram dalam 20 ml metanol. kemudian dipanaskan pada suhu 80- 90 o C sambil diaduk selama 5 jam. Hasil reaksi diuapkan pelarutnya dengan alat rotarievaporator. Residu yang diperoleh di ekstraksi dengan 100 ml dietil eter dan dicuci dengan larutan NaCl jenuh sebanyak 3 kali masing-masing 25 ml. Setelah itu lapisan atasnya ditambahkan Na 2 SO 4 anhidrat dan didiamkan selama 45 menit setelah
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Sintesis Surfaktan Metil Ester Sulfonat dari Sulfonasi Metil Ester Asam Lemak Minyak Kastor (Ricinus communis L)

Sintesis Surfaktan Metil Ester Sulfonat dari Sulfonasi Metil Ester Asam Lemak Minyak Kastor (Ricinus communis L)

Transesterifikasi trigliserida terdiri dari tiga tahap reaksi dan bersifat reversibel, secara berturut trigliserida diubah menjadi digliserida, monogliserida dan akhirnya menjadi gliserol dan membebaskan satu molekul ester di setiap langkahnya. Pada prinsipnya, proses transesterifikasi adalah memisahkan gliserol dari minyak dan mereaksikan asam lemak bebasnya dengan alkohol (biasanya metanol) menjadi metil ester asam lemak (MEAL) atau dikenal dengan biodisel. Dalam reaksi alkoholisis, alkohol bereaksi dengan ester dan menghasilkan ester baru. Reaksi ini merupakan reaksi dapat balik yang pada suhu kamar tanpa bantuan katalisator akan berlangsung sangat lambat (Meher, 2004).
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Sintesis Metil Ester Asam Lemak Dari Pfad (Palm Fatty Acid Destillate) Dengan Menggunakan Berbagai Jenis Desikan

Sintesis Metil Ester Asam Lemak Dari Pfad (Palm Fatty Acid Destillate) Dengan Menggunakan Berbagai Jenis Desikan

Asam-asam lemak yang ditemukan di alam, biasanya merupakan asam-asam monokarboksilat dengan rantai yang tidak bercabang dan mempunyai jumlah atom karbon genap. Asam-asam lemak yang ditemukan di alam dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh. Asam lemak jenuhadalah asam lemak yang tidak memiliki ikatan rangkap, sedangkan asam lemak tidak jenuh adalah asam lemak yang memiliki ikatan rangkap. Pembentukan ALB pada umumnya banyak terjadi di lapangan, sebelum buah mulai diolah di pabrik. Faktor yang paling mempengaruhi adalah derajat kematangan buah. Kenaikan ALB mulai dari pengolahan di pabrik sampai di pelabuhan sebaiknya kurang dari 1 persen. Jadi kadar ALB sangat ditentukan oleh mutu panen yang masuk ke pabrik. Oleh karena itu, ALB merupakan parameter terhadap mutu produksi minyak kelapa sawit ( Naibaho.P, 1998 ).
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

Pencirian Biosolar Dengan Penambahan Metil Ester Asam Lemak Dari Minyak Biji Karet

Pencirian Biosolar Dengan Penambahan Metil Ester Asam Lemak Dari Minyak Biji Karet

Metil ester asam lemak (fatty acid methyl ester, FAME) yang disebut juga biodiesel, berasal dari minyak hewani maupun nabati. Secara kimiawi, biodiesel didefinisikan sebagai monoester asam lemak rantai panjang yang bersumber dari lipid terbarukan (Gowthaman dan Velmurugun 2012). Biodiesel tidak hanya digunakan dalam bentuk murni, tetapi juga dicampur dengan petrosolar membentuk biosolar. Biosolar yang digunakan di Indonesia merupakan campuran petrosolar dengan FAME dari crude palm oil (CPO). Selain CPO, bahan lain yang sedang dikembangkan di antaranya minyak alga, biji bunga matahari, biji jarak, dan biji karet. Biji karet kurang dimanfaatkan dalam industri sehingga minyaknya dapat dijadikan sebagai bahan baku FAME. Yusup dan Khan (2010) melaporkan bahwa biji karet yang berasal dari perkebunan karet di Sungai Buloh, Selangor, Malaysia ketika dikempa dengan cangkangnya dapat menghasilkan minyak kasar sebanyak 30−40% . Menurut Ramadhas et al. (2005), minyak kasar biji karet mampu menghasilkan FAME sebanyak 40 – 50%. Balai Penelitian Perkebunan Bogor juga melaporkan bahwa minyak kasar biji karet menghasilkan FAME sekitar 45−50% .
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

Sintesis di – bis – 2 – hidroksil – etil – 1,9 – nonanadiamida dan dietanolamin menggunakan katalis natrium metoksida

Sintesis di – bis – 2 – hidroksil – etil – 1,9 – nonanadiamida dan dietanolamin menggunakan katalis natrium metoksida

Amidasi dengan gugus amin dari asam glutamat (asam - 2 – amino - 1,3 – propanadioat) terhadap metil ester asam lemak, asil klorida asam lemak maupun langsung terhadap asam lemak mono basa juga telah dilakukan dalam pembuatan steroyl glutamida yang dapat digunakan sebagai bahan surfaktan dan antimikroba (Miranda, 2003).

4 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kelapa Sawit Kelapa sawit (Elaeis guinensis JACQ) merupakan tanaman berkeping satu yang termasuk ke dalam famili Palmae yang dapat menghasilkan minyak. Kelapa sawit dikenal terdiri dari empat tipe atau varietas, yaitu tipe Macr

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kelapa Sawit Kelapa sawit (Elaeis guinensis JACQ) merupakan tanaman berkeping satu yang termasuk ke dalam famili Palmae yang dapat menghasilkan minyak. Kelapa sawit dikenal terdiri dari empat tipe atau varietas, yaitu tipe Macr

Reaksi antara monoetanolamin dengan metil ester asam lemak untuk membentuk alkanolamida telah banyak dikembangkan untuk pembuatan seramida (amida asam lemak) yang banyak digunakan dalam kosmetik dan sabun kecantikan. Dalam hal ini, ternyata reaksi amidasi lebih cepat terjadi daripada reaksi esterifikasi apalagi jika airnya tidak dipisahkan sehingga terjadi hidrolisis terhadap ester karena adanya amina yang bersifat basa (Urata, 1998).

Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Oleokimia - Sintesis Basa Schiff Dari Hasil Kondensasi Etilendiamin Dan Anilina Dengan Senyawa Aldehida Hasil Ozonolisis Metil Oleat Serta Pemanfaatannya Sebagai inhibitor Korosi Pada Logam Seng

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Oleokimia - Sintesis Basa Schiff Dari Hasil Kondensasi Etilendiamin Dan Anilina Dengan Senyawa Aldehida Hasil Ozonolisis Metil Oleat Serta Pemanfaatannya Sebagai inhibitor Korosi Pada Logam Seng

Ester yang paling sederhana adalah metil ester asam lemak yang dapat dihasilkan melalui reaksi esterifikasi antara asam lemak dengan metanol. Ester asam lemak sering dimodifikasi untuk digunakan sebagai bahan makanan, surfaktan, polimer, sintesis, zat aditif, bahan kosmetik, dan kebutuhan lain (Meffert,1984). Metil ester asam lemak yang merupakan bagian dari pada ester asam lemak mono alkohol merupakan zat antara dalam industri oleokimia disamping dapat digunakan sebagai bahan bakar diesel (Ozgul, l993).
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Antibakteri Dari Hasil Optimasi Transesterifikasi Minyak Kelapa Sawit (Elaeis guineensisJacq)

Uji Aktivitas Antibakteri Dari Hasil Optimasi Transesterifikasi Minyak Kelapa Sawit (Elaeis guineensisJacq)

Pengembangan dan penggunaan minyak tumbuhan sebagai bahan bakar telah dilakukan oleh Amerika Serikat dan beberapa Negara eropa. Minyak tumbuhan tersebut dikonversi menjadi bentuk metil ester asam lemak yang disebut biodiesel. Indonesia dan Malaysia adalah Negara produsen utama minyak sawit di dunia juga telah mengembangkan biodiesel dari minyak sawit, tetapi pengembangannya belum komersial (Fauzi, dkk., 2002).

12 Baca lebih lajut

View of SINTESIS SURFAKTAN TURUNAN AMIDA YANG DIPEROLEH DARI REKASI METIL RISINOLEAT DAN ETILENDIAMINA

View of SINTESIS SURFAKTAN TURUNAN AMIDA YANG DIPEROLEH DARI REKASI METIL RISINOLEAT DAN ETILENDIAMINA

Dari 500 gr biji jarak halus diperoleh minyak jarak sebanyak 248 g (49,5%). Selanjutnya minyak jarak diesterifikasi dengan metanol menggunakan katalis KOH dengan pengadukan untuk memperoleh metil ester asam lemak minyak jarak campuran. Metil risinoleat yang merupakan komposisi utama dari campuran metil ester asam lemak minyak jarak campuran dapat dipisahkan dari metil asam lemak lainnya dengan menggunakan kolom kromatografi menggunakan absorben silika gel 40 H dengan eluent petroleum eter : dietil eter (19:1, v/v) dengan rendemen hasil reaksi sebesar 73%. Untuk memantau pemisahan yang sempurna dilakukan analisis dengan KLT dengan menggunakan campuran pelarut sebagai developer dan silika gel G 60 sebagai absorbent.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Sintesis Surfaktan Metil Ester Sulfonat Minyak Jarak  Dari Biji Jarak Pagar (Jatropha curcas L.)

Sintesis Surfaktan Metil Ester Sulfonat Minyak Jarak Dari Biji Jarak Pagar (Jatropha curcas L.)

Metil ester asam lemak minyak jarak pagar yang diperoleh diidentifikasi melalui analisis spektroskopi FT-IR menghasilkan spektrum seperti pada Gambar 8 halaman 26, memberikan puncak serapan pada daerah bilangan gelombang 3474,64 cm -1 yang merupakan serapan khas untuk gugus hidroksil (-OH), pada bilangan gelombang lebih kurang 3005,80 cm -1 merupakan puncak serapan untuk C-H sp2 dari gugus -CH=CH- dan didukung dengan serapan pada bilangan gelombang 1655,98 cm -1 yang merupakan serapan khas dari ikatan C=C. Pada bilangan gelombang 1744,68 cm -1 merupakan serapan khas dari gugus karbonil (C=O) dari ester dan didukung dengan puncak serapan C-O-C ester pada daerah bilangan gelombang 1169,38 cm -1 sehingga dapat disimpulkan adanya gugus ester antara
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Ester Asam Lemak

Ester Asam Lemak

Interesterifikasi merupakan reaksi pertukaran atau penataan ulang (rearrangement) gugus asil antara dua buah ester. Interesterifikasi lemak sudah menjadi perhatian pada saat ini untuk dapat menggantikan proses hidrogenasi lemak oleh karena pada proses ini dapat terbentuk lemak trans yang dapat membahayakan kesehatan. Pada minyak atau lemak jika reaksi pertukaran gugus asil berlangsung pada satu molekul disebut sebagai intraesterifikasi. Bila reaksi pertukaran gugus asil berlangsung antara molekul trigliserida yang berbeda disebut sebagai interesterifikasi dan karena penataan ulang asam lemak dari lemak induk berlangsung secara random maka dikatakan juga sebagai randomisasi. Proses interesterifikasi dapat dibagi menjadi tiga yaitu:
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Sintesis Ester Metil Rantai Medium dari Minyak Kelapa dengan Cara Metanolisis Kimiawi | Karouw | Agritech 9806 17896 1 PB

Sintesis Ester Metil Rantai Medium dari Minyak Kelapa dengan Cara Metanolisis Kimiawi | Karouw | Agritech 9806 17896 1 PB

2007). Sintesis ester metil asam lemak dengan katalis basa seperti kalium dan natrium hidroksida relatif lebih baik, karena suhu reaksi lebih rendah dan waktu reaksi lebih singkat dibandingkan dengan katalis asam (D’Cruz dkk., 2007; Frohlich dan Rice, 2009; Moser, 2009). Sintesis ester metil asam lemak dengan katalis basa menggunakan pelarut alkohol seperti 2-propanol, 1-butanol, etanol dan metanol (Colucci dkk., 2005). Metanol paling banyak digunakan dibandingkan alkohol yang lain untuk sintesis ester metil asam lemak karena metanol lebih murah harganya (Moser, 2009; Shahla dkk., 2010). Proses transesteriikasi untuk menghasilkan ester metil asam lemak menggunakan metanol disebut metanolisis (Rousseau dan Marangoni, 2002). Ester metil asam lemak hasil sintesis dipisahkan dari komponen lainnya dengan cara pencucian menggunakan aquades.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Temperatur Dan Perbandingan Gliserol dengan Minyak Kelapa Terhadap Produk Gliserolisis Menggunakan Katalis NaOH

Pengaruh Temperatur Dan Perbandingan Gliserol dengan Minyak Kelapa Terhadap Produk Gliserolisis Menggunakan Katalis NaOH

Gliserolisis metil ester untuk menghasilkan monogliserida dapat dicapai dengan mengatur perbandingan reaktan dan kondisi reaksi. Matsumaya telah berhasil mengubah asam palmitat menjadi 1-monogliserida sekitar 50,6 - 54,9%. Reaksi ini menggunakan 1 mol metil ester dan 1,5 – 4 mol gliserol dengan katalis KOH sebanyak 0,1% pada suhu 215 – 220 o C selama 25-30 menit, metanol yang dihasilkan dihilangkan dengan cara destilasi. Hasil konversi dari metil ester rantai pendek seperti metil laurat dan miristat, serta metil ester dari asam lemak tidak jenuh seperti asam oleat, biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan hasil konversi dari metil ester dengan asam lemak rantai panjang seperti plamitat dan stearat (Allen,R., 1982)
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALYSIS OF FREE FATTY ACID ON SOYBEAN OIL USING GAS CHROMATOGRAPHY – MASS SPECTROSCOPY | Pranowo | Indonesian Journal of Chemistry 21875 40962 1 PB

ANALYSIS OF FREE FATTY ACID ON SOYBEAN OIL USING GAS CHROMATOGRAPHY – MASS SPECTROSCOPY | Pranowo | Indonesian Journal of Chemistry 21875 40962 1 PB

Asam lemak dalam kedelai sebagian besar terdiri dari asam lemak essensial yang sangat penting dibutuhkan oleh tubuh. Minyak kedelai dapat digunakan untuk pembuatan minyak goreng serta untuk segala keperluan pangan. Lebih dari 50% produk pangan terbuat dari minyak kedelai, terutama margarine dan shortening. Hampir 90% dari produksi minyak kedelai digunakan di bidang pangan dalam bentuk telah dihidrogenasi, karena minyak kedelai mengandung lebih kurang 85 % asam lemak tak jenuh. Minyak kedelai juga digunakan untuk pembuatan lilin, sabun, semir, insektisida dan lain-lain (Ketaren, 1986). Kadar minyak kedelai relatif rendah dibandingkan dengan jenis kacang-kacangan lainya dan memiliki kadar protein yang tinggi. Karena hal tersebut kedelai lebih banyak digunakan sebagai sumber protein daripada sebagai sumber minyak.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Prospek Ozonasi Etil Ester dari Beberapa

Prospek Ozonasi Etil Ester dari Beberapa

Penelitian ini merupakan studi awal dari proses-proses penjenuhan senyawa-senyawa etil ester dari beberapa jenis minyak nabati, yang sangat potensial untuk digunakan sebagai komplemen bahan-bakar mesin-mesin diesel (diesel engines). Minyak-minyak nabati yang digunakan dipilih berdasarkan beberapa faktor, seperti ketersediaan sumber-sumber dayanya, sifat kimia dan fisikanya, juga sifat-sifat mekaniknya untuk dapat digunakan sebagai bahan bakar ataupun aditif bahan bakar mesin diesel, seperti: minyak sawit (palm oil), minyak kelapa (coconut oil), minyak kedelai (soyabean oil) dan minyak bunga matahari (sunflower oil). Penggunaan etil-ester merupakan pilihan yang diambil terutama karena faktor-faktor lingkungan, yaitu faktor keberlanjutan atau kesinambungan (sustainibility) dan kurang berbahaya (less hazardous) dibandingkan metil-ester.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

(ABSTRAK) Pembuatan Biodiesel dari Campuran Lemak Sapi (Beef Tallow) dan Minyak Sawit.

(ABSTRAK) Pembuatan Biodiesel dari Campuran Lemak Sapi (Beef Tallow) dan Minyak Sawit.

Hasil percobaan diperoleh bahwa biodiesel yang dihasilkan dari campuran minyak sapi dan minyak sawit (3 : 1) adalah rendemen 75,93%, angka asam 0,67124 mg-KOH/g, densitas 857,76 kg/cm³, dan viskositas 3,0074 mm 2 /s. Data angka asam, densitas, viskositas, dan GC-MS metil ester sesuai dengan standart mutu SNI metil ester.

Baca lebih lajut

Optimasi Reaksi Esterifikasi Asam Laurat dengan Metanol Menggunakan Katalis Asam Sulfat Pekat | Arfah | Natural Science: Journal of Science and Technology 3999 12785 1 PB

Optimasi Reaksi Esterifikasi Asam Laurat dengan Metanol Menggunakan Katalis Asam Sulfat Pekat | Arfah | Natural Science: Journal of Science and Technology 3999 12785 1 PB

tidak teresterkan. Keadaan tersebut diduga terjadi karena reaksi sudah mulai jenuh sehingga pertambahan waktu reaksi tidak akan memberikan pertambahan produk secara berarti, dengan kata lain telah mulai mencapai kesetimbangan. Hasil penelitian Darnoko et al(2002) dalam Arbianti dkk (2008) menyimpulkan bahwa waktu reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi metil ester yang dihasilkan. Waktu reaksi 2,5 jam secara analisis statistik tidak berbeda nyata dengan waktu reaksi 3 jam dan 3,5 jam namun memberikan nilai derajat esterifiksi yang berbeda. Derajat esterifikasi waktu reaksi 2,5 jam (84,27 %) lebih kecil dari waktu reaksi 3 jam (86,22 %), tetapi waktu reaksi 3 jam tidak berbeda jauh dari waktu reaksi 3,5 jam (87,20 %).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kelapa Sawit Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak - BAB II Robby Admiral Saputra

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kelapa Sawit Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak - BAB II Robby Admiral Saputra

Crude Palm Kernel Oil yang didapat dari inti biji kelapa sawit. Namun CPO mempunyai komposisi asam lemak bebas yang cukup tinggi sehingga apabila digunakan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel, sebelum tahap transesterifikasi perlu dilakukan tahap konversi FFA terlebih dahulu yang dinamakan dengan tahap esterifikasi. Selain dari dua jenis minyak sawit yang telah disebutkan diatas, terdapat juga fraksi minyak sawit turunan CPO yang sudah dimurnikan yaitu Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO). Perbedaannya adalah pada RBDPO kandungan asam lemak bebas sudah sangat kecil, sehingga tidak diperlukan lagi tahap pre-esterifikasi. Komposisi asam lemak bebas dari berbagai minyak yang dapat dihasilkan dari kelapa sawit dapat dilihat pada Tabel 4.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS KOMPONEN ASAM LEMAK PADA MINYAK IKAN NILA (Oreochromis niloticus) SECARA GC-MS

ANALISIS KOMPONEN ASAM LEMAK PADA MINYAK IKAN NILA (Oreochromis niloticus) SECARA GC-MS

Ikan nila merupakan akuakultur nomor tiga dunia dengan Indonesia sebagai salah satu eksportir fillet terbesar. Profil asam lemak tak jenuh jamak (Poly Unsaturated Fatty Acids, PUFA) yang terdapat didalam ikan menarik perhatian karena memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar dan komponen asam lemak yang terdapat didalam ikan nila.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...