Metode Eksperimen

Top PDF Metode Eksperimen:

PERBEDAAN PENGARUH PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN METODE EKSPERIMEN LAPANGAN DAN EKSPERIMEN LABORATORIUM TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK KLAS X DI SMA NEGERI 2 YOGYAKARTA

PERBEDAAN PENGARUH PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN METODE EKSPERIMEN LAPANGAN DAN EKSPERIMEN LABORATORIUM TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK KLAS X DI SMA NEGERI 2 YOGYAKARTA

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang menggunakan dua kelompok eksperimen, yaitu kelompok eksperimen I diberi perlakuan menggunakan pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning metode eksperimen lapangan, sedangkan kelompok eksperimen II diberi perlakuan pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning metode eksperimen laboratorium. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan beberapa teknik yaitu: 1) Dokumentasi, digunakan untuk mendapatkan data nama, jumlah dan kemampuan awal peserta didik dari kelas-kelas yang dijadikan subyek penelitian; 2) Tes Prestasi Belajar, digunakan untuk mengukur hasil belajar peserta didik ranah kognitif pada materi Polusi, dalam bentuk pertanyaan pilihan ganda. Data diperoleh dari kelas X1 dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning melalui metode eksperimen lapangan dan kelas X4 dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning melalui metode eksperimen laboratorium yang meliputi data kemampuan awal, dan prestasi belajar.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Upaya meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa pada hukum kekekalan momentum dan tumbukan melalui metode eksperimen di kelas XI MIA SMA Santa Maria Yogyakarta.

Upaya meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa pada hukum kekekalan momentum dan tumbukan melalui metode eksperimen di kelas XI MIA SMA Santa Maria Yogyakarta.

Secara umum design penelitian yang akan dilakukan termasuk tipe penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang secara umum menggunakan data-data yang nantinya akan diskor dalam bentuk angka dan kemudian model analisisnya menggunakan statistik. Design penelitian yang digunakan adalah Design One-Grup Pretest-Posttest. Dalam design penelitian ini, satu kelompok diobservasi/diukur bukan hanya pada akhir treatment (posttest), tetapi juga sebelum diberi treatment (pretest). Treatment yang digunakan yakni penggabungan metode eksperimen terbimbing dan eksperimen bebas. Artinya bahwa siswa tidak hanya berpedoman pada Lembar Kerja Siswa (LKS), akan tetapi diberi kesempatan untuk bereksperimen secara mandiri. Oleh karena itu, peneliti menyebutnya metode eksperimen.
Baca lebih lanjut

167 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN METODE EKSPERIMEN MENGGUNAKAN LKS DAN DIAGRAM VEE DITINJAU DARI SIKAP ILMIAH DAN GAYA BELAJAR SISWA

PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN METODE EKSPERIMEN MENGGUNAKAN LKS DAN DIAGRAM VEE DITINJAU DARI SIKAP ILMIAH DAN GAYA BELAJAR SISWA

Konsep dan karakteristik pembelajaran dengan metode eksperimen dengan diagram Vee adalah sebuah metode pembelajaran yang inovatif, yang menekankan belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang komplek. Fokus pembelajaran terletak pada konsep-konsep dan prinsip-prinsip inti dari suatu disiplin studi, melibatkan pebelajar dalam investigasi pemecahan masalah dan kegiatan bermakna yang lain, memberi kesempatan pembelajar bekerja secara individu atau kelompok, mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri, dan mencapai puncaknya menghasilkan produk nyata. Secara umum pengertian eksperimen dengan LKS adalah metode mengajar yang mengajak siswa untuk melakukan percobaan sebagai pembuktian, pengecakan bahwa teori yang sudah idibicarakan itu memang benar. Sering disebut metode laboratorium karena percobaannya biasanya dilakukan di laboratorium. Biasanya metode eksperimen bukan untuk menemukan teori, tetapi lebih untuk menguji teori atau hukum yang sudah ditemukan para ahli. Dari uraian diatas maka dapat diduga ada perbedaan antara metode eksperimen dengan LKS dengan metode eksperimen dengan diagram Vee terhadap prestasi belajar siswa 2. Pengaruh sikap ilmiah terhadap prestasi belajar
Baca lebih lanjut

144 Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE EKSPERIMEN DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS V SDN 1 SIDOMUKTI | Septiani | KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN 2430 5534 1 PB

PENERAPAN METODE EKSPERIMEN DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS V SDN 1 SIDOMUKTI | Septiani | KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN 2430 5534 1 PB

Berdasarkan Tabel 1 diketahui bahwa penerapan metode eksperimen dalam pembelajaran IPA mengalami peningkatan pada tiap siklus. Penerapan metode eksperimen pada siklus I mencapai 74,50%, pada siklus II penerapan metode ekspe- rimen meningkat sebanyak 14,88% menjadi 89,38%. Peningkatan tersebut terjadi karena pada siklus II guru melaksanakan tindakan perbaikan yang telah direncanakan bersama peneliti terhadap kendala-kendala yang terjadi pada siklus I, sehingga diperoleh hasil yang lebih baik pada siklus II. Hasil tersebut sudah menunjukan keberhasilan pencapaian target ketuntasan sesuai indikator kinerja yaitu ≥85,00 %.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

METODE EKSPERIMEN BERPENGARUH TERHADAP KEMAMPUAN SAINS ANAK  Metode Eksperimen Berpengaruh Terhadap Kemampuan Sains Anak.

METODE EKSPERIMEN BERPENGARUH TERHADAP KEMAMPUAN SAINS ANAK Metode Eksperimen Berpengaruh Terhadap Kemampuan Sains Anak.

Dalam melakukan kegiatan percobaan sederhana melalui metode eksperimen anak dapat berpartisipasi aktif selama kegiatan pembelajaran berlangsung karena anak diberi kebebasan untuk berekplorasi sendiri sehingga suasana pembelajaran seraya bermain dan mendorong rasa ingin tahu anak. Dalam kegiatan yang menerapkan metode eksperimen sebagian besar anak sangat tertarik dan antusias bahkan lebih aktif dari biasanya karena metode pembelajaran ini memang jarang sekali diberikan dalam kegiatan dimana setiap harinya guru hanya menerapkan metode pembelajaran pemberian tugas melalui LKS sehingga ketika metode eksperimen diberikan rasa ingin tahu anak lebih tinggi dan anak sangat tertarik. Hal ini mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa metode ekperimen berpengaruh terhadap kemampuan sains pada anak kelompok B TK Pertiwi Pertiwi Sribit Kecamatan Delanggu Tahun Ajaran 2014/2015.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MELALUI PENERAPAN METODE EKSPERIMEN PADA KELOMPOK B1 DI TK ASSA’ADAH BALEDONO PURWOREJO.

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MELALUI PENERAPAN METODE EKSPERIMEN PADA KELOMPOK B1 DI TK ASSA’ADAH BALEDONO PURWOREJO.

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan sebelum penelitian, peneliti melihat bahwa keterampilan proses sains anak yang meliputi keterampilan dalam mengklasifikasi benda, melakukan aktivitas eksploratif dan menyelidik, melakukan perencanaan kegiatan, mengenal sebab-akibat, memiliki inisiatif, dan memecahkan masalah masih rendah. Hal itu dikarenakan aktivitas pembelajaran yang masih terpusat pada guru dan konsep sains yang diajarkan pada anak masih bersifat abstrak, dan sulit dipahami karena anak tidak melakukannya secara langsung. Selain itu metode yang diberikan oleh guru kurang bervariatif, guru lebih sering menggunakan metode pemberian tugas menggunakan Lembar Kerja Anak (LKA) dan majalah TK sehingga kurang menarik minat anak dan kurang memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi. Oleh karena itu peneliti berupaya melakukan tindakan untuk meningkatkan keterampilan proses sains anak melalui metode eksperimen.
Baca lebih lanjut

144 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka - UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA TENTANG MAGNET MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS V SD NEGERI KERTAJAYA 03 - repository perpustakaan

BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka - UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA TENTANG MAGNET MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS V SD NEGERI KERTAJAYA 03 - repository perpustakaan

dieksperimenkan. Metode eksperimen dalam pembelajaran IPA memiliki keuntungan antara lain siswa aktif melakukan kegiatan, memberi kesempatan menggunakan seluruh panca indera, melatih intelektual anak, siswa dapat melakukan kegiatan sesuai metode ilmiah, dan dapat menemukan sendiri temuan yang baru. Hal yang harus diperhatikan oleh guru antara lain guru harus melatih untuk melaksanakan metode ilmiah, perlu perencanaan yang matang sebelum melakukan eksperimen, memerlukan peralatan yang harus dipersiapkan terlebih dahulu, dan eksperimen menjadi gagal apabila kondisi peralatan tidak cocok sehingga kesimpulan salah.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL KOOPERATIF DENGAN METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS VA SD NEGERI PETOMPON 02 SEMARANG

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL KOOPERATIF DENGAN METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS VA SD NEGERI PETOMPON 02 SEMARANG

Isna Basonggo, I Made Tangkas, dan Irwan Said dalam penelitiannya tahun 2014 dengan judul Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA di Kelas VA SDN Meselesek membuktikan bahwa penggunaan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VA SDN Meselesek pada mata pelajaran IPA. Peningkatan ini dapat dilihat pada kenaikan jumlah siswa yang tuntas dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I pertemuan I dari 16 siswa yang mengikuti tes formatif, terdapat 9 siswa ( 56,25 %) yang tidak tuntas dan pertemuan II terdapat 7 siswa ( 43,75 % ) yang tidak tuntas, hal ini menunjukkan bahwa penggunaan metode eksperimen belum berhasil sehingga perlu dilakukan refleksi untuk ditindaklanjuti pada siklus II. Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II guru lebih giat dalam membimbing dan mengarahkan siswa dalam melakukan eksperimen. Hasil tes formatif siklus II pertemuan I masih terdapat 2 siswa ( 12,5% ) yang belum tuntas dan pada pertemuan II terdapat 16 siswa (100 %) berhasil tuntas.
Baca lebih lanjut

189 Baca lebih lajut

t pd 0704912 chapter3

t pd 0704912 chapter3

Metode eksperimen dalam penelitian ini digunakan untuk menyelidiki sebab akibat dari adanya pemberian perlakuan terhadap kelompok eksperimen, penelitian kelompok eksperimen adalah kelompok siswa yang menggunakan teknik pembelajaran Guided Reading dalam pembelajaran membaca pemahaman, sedangkan kelompok kontrol siswa yang tidak menggunakan teknik pembelajaran Guided Reading. Kedua kelompok melaksanakan pretes dan postes.

Baca lebih lajut

S PLB 0800293 Chapter3

S PLB 0800293 Chapter3

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan Single Subject Research (Penelitian Subjek Tunggal), yaitu eksperimen yang dilaksanakan pada satu objek dengan tujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh dari perlakuan yang diberikan secara berulang ulang dalam waktu tertentu.

Baca lebih lajut

Efektivitas metode pembelajaran dalam hal perubahan konsep dengan eksperimen terbimbing menggunakan lembar kegiatan siswa pada pokok bahasan getaran - USD Repository

Efektivitas metode pembelajaran dalam hal perubahan konsep dengan eksperimen terbimbing menggunakan lembar kegiatan siswa pada pokok bahasan getaran - USD Repository

Dari pengertian eksperimen tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan melakukan pengamatan, mengumpulkan data, menganalisis data dan kemudian menarik kesimpulan siswa akan terbantu dalam hal menemukan konsep secara mandiri. Metode eksperimen terbimbing dapat memberikan latihan melaksanakan metode atau proses ilmiah yaitu proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis, asalkan petunjuk eksperimen yang dibuat bukan berbentuk resep. Di dalam petunjuk eksperimen yang berbentuk resep semua petunjuk sudah diberikan dengan sedemikian jelas dan lengkap sehingga murid hanya bekerja seperti mesin, karena tidak ada lagi yang perlu dipikirkan kecuali mengikuti petunjuk-petunjuk yang sudah sangat terperinci. Di dalam menyusun petunjuk eksperimen guru harus membuat petunjuk sedemikian sehingga, masih terdapat hal-hal yang perlu dipikirkan siswa ketika melaksanakan kegiatannya. Sehingga siswa akan terlibat secara fisik dan mental selama proses pembelajaran.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

METODE PENELITIAN EKSPERIMEN ( 1 )

METODE PENELITIAN EKSPERIMEN ( 1 )

Penelitian kuasi eksperimen dinyatakan efektif apabila kelompok yang diberi perlakuan memperoleh hasil yang lebih baik dari kelompok yang tdak diberi perlakuan ( control ). Contoh judul tentang ‘’ Pengaruh metode sosiodrama terhadap peningkatan rasa percaya diri siswa keas VII SMPN Bawang’’yang berlaku sebagai variabel control adalah karakteristik yang diukur dari kelompok yang tidak memperoleh perlakuan. Metode sosiodrama.

Baca lebih lajut

S KOR 0900830 Chapter3

S KOR 0900830 Chapter3

Lamanya masa eksperimen tersebut, ditentukan berdasarkan pengaruh suatu latihan. Pelaksanaan latihan ini berpedoman pada pendapat Harsono (1988, hlm.154) yang men yatakan bahwa: “l atihan kondisi fisik pre-season yang intensif selama 6-10 minggu ”. Selanjutnya Harsono (198 8, hlm.194) menyatakan juga bahwa: “ sebaiknya latihan dilakukan tiga kali dalam seminggu dan diselingi satu hari istirahat untuk memberikan kesempatan bagi otot untuk berkembang dan mengadaptasikan diri pada hari istirahat tersebut”. Berdasarkan kutipan tadi, istirahat diantara latihan dimaksudkan agar terjadi recovery dan adaptasi terhadap beban latihan sehingga akan terjadi overload pada latihan selanjutnya atau disebut over kompensasi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Metode Demonstrasi Untuk Menngkatkan Hasil Belajar Ipa Siswa Pada Materi Pembiasan Cahaya (Eksperimen Di Kelas V Mi Al-Musthofa Sempur)

Pengaruh Metode Demonstrasi Untuk Menngkatkan Hasil Belajar Ipa Siswa Pada Materi Pembiasan Cahaya (Eksperimen Di Kelas V Mi Al-Musthofa Sempur)

dengan sikap dan nilai, berorientasi pada penguasaan dan pemilikan kecakapan proses atau metode. Ciri-ciri hasil belajar ini akan tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku, seperti: perhatian terhadap pelajaran, kedisiplinan, motivasi belajar, rasa hormat kepada guru dan sebagainya. Ranah afektif dirinci menjadi lima jenjang, yakni: Perhatian, Tanggapan, Penilaian, Pengorganisasian, dan Karakterisasi terhadap suatu atau beberapa nilai. Untuk menilai hasil belajar dapat digunakan instrumen evaluasi yang bersifat non tes, misalnya kuesioner dan observasi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S TM 1005320 Chapter3

S TM 1005320 Chapter3

Metode penelitian digunakan untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis, untuk itu diperlukan adanya metode penelitian pada peelitian ini. Metode merupakan salah satu cara yang digunakan untuk menjawab suatu permasalahan yang dihadapi dalam suatu penelitian agar tercapai suatu tujuan yang diinginkan. Menurut Arikunto. S (2010:203) menyatakan bahwa, “metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya ” . Untuk mencapai hasil yang maksimal, peneliti harus menggunakan metode yang tepat sehingga tujuan penelitiannya dapat tercapai.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

METODE DEMONSTRASI DAN EKSPERIMEN

METODE DEMONSTRASI DAN EKSPERIMEN

Yang di maksud dengan Metode Demonstrasi dan Eksperimen ialah suatu upaya atau praktek dengan menggunaka peragaan yang di tujukan pada siswa yang tujuannya ialah agar supaya semua sisiwa lebih mudah dalam memahami dan mempraktekan dari apa yang telah di perokehnya dan dapat mengatasi sutu permasalah apabila terdapat perbedaan .

Baca lebih lajut

metode penelitian eksperimen

metode penelitian eksperimen

Menurut Emmory, penelitian eksperimen merupakan bentuk khusus investigasi yang digunakan untuk menentukan variabel-variabel apa saja dan bagaimana bentuk hubungan antara satu dengan yang lainnya. Menurut konsep klasik, eksperimen merupakan penelitian untuk menentukan pengaruh variabel perlakuan (independent variable) terhadap variabel dampak (dependent variable).

Baca lebih lajut

S KOR 0807683 Chapter3

S KOR 0807683 Chapter3

Sekolah Bulutangkis Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) 68 orang. Alasan penelitian ini adalah peneliti ingin mengetahui pengaruh alat bantu media gambar dan audio visual terhadap penguasaan keterampilan dasar lob bertahan. Dan karena siswa/siswi yang belajar bulutangkis di FPOK yang akan dijadikan sebagai eksperimen oleh peneliti mempunyai minat yang lebih untuk belajar dan memiliki dorongan dari para orangtua masing- masing untuk mengizinkan anak-anak mereka mengikuti penelitian ini.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN LITERAL DAN INFERENSIAL MELALUI TEKNIK MEMBACA TERBIMBING GUIDED READIN : Studi Eksperimen Kuasi di SDN Baktisari Pamanukan Subang.

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN LITERAL DAN INFERENSIAL MELALUI TEKNIK MEMBACA TERBIMBING GUIDED READIN : Studi Eksperimen Kuasi di SDN Baktisari Pamanukan Subang.

3. Pengaruh teknik pembelajaran Guided Reading dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman literal siswa kelas V SDN Baktisari Pamanukan Subang dapat diketahui bahwa rata-rata nilai pretes adalah 18, 56 dengan varians 8,835 dan standar deviasi 2,972 dan pada nilai postes dapat dilihat bahwa nilai rata-rata postes kelas eksperimen adalah 25,00 dengan varians 7,290 dan standar deviasi 2,700. Sedangkan pada kelompok yang menggunakan teknik pembelajran konvensional pada pretes dapat dilihat dengan nilai rata-rata pretes kelas kontrol adalah 18,47 dengan varians 4,580 dan standar deviasi 2,140 dan nilai rata-rata postes kelas kontrol adalah 20,84 dengan varians 3,814 dan standar deviasi1,953.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...