Metode Karyawisata dan Anak Usia Dini

Top PDF Metode Karyawisata dan Anak Usia Dini:

Hubungan Antara Metode Karyawisata Dengan Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini Di PAUD Sabilillah Situbondo Tahun 2015

Hubungan Antara Metode Karyawisata Dengan Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini Di PAUD Sabilillah Situbondo Tahun 2015

Karyawisata merupakan salah satu metode melaksanakan kegiatan pengajaran di taman kanak-kanak dengan cara mengamati dunia sesuai dengan kenyataan yang ada secara langsung yang meliputi manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan benda-benda lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara metode karyawisata dengan perkembangan kognitif anak usia dini di PAUD Sabilillah Situbondo tahun 2015 . Adapun teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan observasi. Analisis data yaitu dengan korelasi tata jenjang. Hasil dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan antara metode karyawisata dengan perkembangan kognitif anak usia dini di PAUD Sabilillah Situbondo tahun 2015 yaitu sebesar 0.768. Dapat disimpulkan bahwa r hitung berada di atas r tabel yang dikatakan terdapat hubungan yang cukup tinggi antara metode karyawisata dengan perkembangan kognitif anak usia dini di PAUD Sabilillah Situbondo tahun 2015. Oleh karena itu, disarankan kepada pendidik untuk meningkatkan penggunaan metode karyawisata saat pembelajaran, karena apabila dilaksanakan secara optimal maka dapat meningkatkan perkembangan kognitif anak usia dini.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KECERDASAN NATURALIS ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI METODE KARYAWISATA DI TK AN-NISA MEDAN T.A 2012/2013.

MENINGKATKAN KECERDASAN NATURALIS ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI METODE KARYAWISATA DI TK AN-NISA MEDAN T.A 2012/2013.

Dengan menerapkan metode karyawisata dapat meningkatkan kecerdasan naturalis anak usia 4-5 tahun di TK AN-NISA Medan pada sub tema tanaman. Sebelum dilakukan tindakan kecerdasan naturalis anak masih rendah, setelah dilakukan tindakan pada siklus I diperoleh data semua anak sudah cukup baik namun nilai yang diperoleh anak masih belum mencapai hasil yang maksimal yaitu rata-rata nilai persentase peningkatan 44,2%. Untuk mencapai tingkat keberhasilan, maka dilakukan perbaikan- perbaikan pengajaran pada siklus II yang pada akhirnya menghasilkan nilai rata-rata sebesar 80,3%.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KREATIVITAS MENGGAMBAR PADA ANAK USIA DINI MELALUI METODE KARYAWISATA : Penelitian Tindakan Kelas pada Kelompok B TK Al Jamhari Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung.

MENINGKATKAN KREATIVITAS MENGGAMBAR PADA ANAK USIA DINI MELALUI METODE KARYAWISATA : Penelitian Tindakan Kelas pada Kelompok B TK Al Jamhari Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung.

Berdasarkan hasil pengamatan di TK Al Jamhari Kelompok B Kecamatan Banjaran kreativitas anak dalam menggambar masih rendah, anak kurang diberi kebebasan dalam berimajinasi membuat sesuatu, karena selama ini setiap ada kegiatan pembelajaran menggambar selalu dilaksanakan di dalam kelas sehingga anak menjadi jenuh dan bosan. Adapun tujuan dari penelitian ini secara umum. Untuk memperoleh gambaran tentang upaya meningkatkan kreativitas menggambar pada anak usia dini di Kelompok B TK Al Jamhari Kecamatan Banjaran. Sedangkan secara khusus (1) Untuk mengetahui kondisi objektif kreativitas menggambar pada anak usia dini di Kelompok B TK Al Jamhari Kecamatan Banjaran. (2) Untuk mengetahui langkah pelaksanaan metode karyawisata dalam meningkatkan kreativitas menggambar anak melalui metode karyawisata. (3) Untuk mengetahui peningkatan kreativitas menggambar pada anak usia dini di Kelompok B TK Al Jamhari Kecamatan Banjaran setelah dilaksanakan metode karyawisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Berdasarkan pada hasil penelitian dilapangan, dapat disimpulkan bahwa : Pertama, Kondisi objektif kreativitas menggambar anak di TK Al Jamhari setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I kodisi anak yang berkembang sesuai harapan terjadi peningkatan, namun kurang mencapai target ketuntasan. Pada siklus II kodisi anak yang berkembang sesuai harapan terjadi peningkatan yang sangat baik sehingga proses tindakan dicukupkan pada siklus II. Kedua, Siklus I dan siklus II dengan sub indikator yang sama dan dilaksanakan adalah anak mampu menciptakan gambar yang berbeda tanpa meniru gambar anak lain, anak mampu membuat gambar dari media yang telah disediakan oleh guru, dan Ketiga, Kreativitas menggambar anak di TK Al Jamhari
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Metode Karyawisata Dengan Perkembangan Kognitif Di PAUD Sabilillah Situbondo

Hubungan Antara Metode Karyawisata Dengan Perkembangan Kognitif Di PAUD Sabilillah Situbondo

Berdasarkan hasil yang telah diperoleh selama penelitian di lapangan, dijelaskan bahwa terdapat hasil korelasi yang cukup kuat pada hubungan metode karyawisata pada indikator memperluas informasi dengan perkembangan kognitif pada indikator mengklasifikasikan benda. Maksudnya ialah setelah mengikuti metode karyawisata peserta didik mendapat banyak perubahan positif pada perkembangan kognitifnya dalam mengklasifikasikan benda. Hal ini sesuai dengan pendapat (Surya,2010:278) memperluas informasi anak dapat dikatakan dengan menambah wawasan anak. Untuk memperluas wawasan dan pengetahuan anak, maka arahkan anak untuk memperbanyak komunikasi dengan orang lain dan tingkatkan kualitas pergaulan anak seperti belajar dengan benda-benda sekitar, bermain atau berlatih bersama Sehingga didapatkan sebuah temuan bahwa metode karyawisata di PAUD Sabilillah memiliki hubungan dalam perkembangan kognitif anak usia dini.
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

Pengembangan Perilaku dan Kemampuan Dasa

Pengembangan Perilaku dan Kemampuan Dasa

Metode karyawisata, memiliki manfaat yang baik dalam pengembangan perilaku dan kemampuan dasar anak pada usia 3-4 tahun. Adapun manfaat dari metode karyawisata dapat dipergunakan untuk merangsang minat anak terhadap sesuatu, memperluas informasi yang telah diperoleh, memberikan pengalaman mengenai kenyataan yang ada, dan dapat menambah wawasan (Hildebrand, dalam Gunarti, dkk, 2012: 8.4). Selain itu, metode karyawisata dapat mempertajam kesan pengamatan anak sehingga memperjelas pengertian tentang sesuatu hal. Serta dapat digunakan untuk memproduksikan hal-hal yang diamati. Dengan metode karyawisata anak dapat membangkitkan minatnya terhadap sesuatu hal, memperluas perolehan informasi, dan memperkaya lingkup program kegiatan belajarnya yang tidak mungkin dihadirkan dikelas, seperti melihat bermacam hewan atau mengamati proses pertumbuhan.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN SAINS FLORA ANAK DENGAN PEMBELAJARAN BERBASIS ALAM DI PAUD ipi100554

PENINGKATAN KEMAMPUAN SAINS FLORA ANAK DENGAN PEMBELAJARAN BERBASIS ALAM DI PAUD ipi100554

Proses pendidikan yang efektif hendaknya ditunjang dengan kurikulum yang relevan dengan sistem intruksional yang efektif dan didukung oleh sistem pelayanan bimbingan yang baik dan terarah. Dalam proses pembelajaran anak usia dini, pendidik memegang peranan penting. Kedudukan pendidik dalam pendidikan anak usia dini sangat berperan untuk anak didiknya baik dalam mengidentifikasi kebutuhan belajar, maupun menumbuhkan minat belajar anak, sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Maka dalam memberikan pelayanan pendidikan pada anak usia dini diupayakan agar terciptanya pembelajaran yang menyenangkan (Joyful Learning) dan bermakna (Meaning Learning) bagi anak. Anak dapat belajar melalui bermain, karena bermain itu dapat membantu anak- anak mengepresikan apa yang mereka rasakan dan amatlah menyenangkan dalam pembelajaran
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) ipi19732

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) ipi19732

Dari segi empiris, banyak sekali penelitian yang menyimpulkan bahwa pendidikan anak usia dini sangat penting, antara lain yang menjelaskan bahwa pada waktu manusia lahir kelengkapan organisasi otak memuat 100 – 200 milyar sel otak, 6 yang siap dikembangkan serta diaktualisasikan mencapai tingkat perkembangan yang sangat tinggi, tetapi hasil riset membuktikan bahwa hanya 5% dari potensi otak yang dipakai, hal ini disebabkan kurangnya stimulasi yang mengoptimalkan pungsi otak.

12 Baca lebih lajut

ANALISIS KEMAMPUAN PENGUASAAN KOSA KATA BARU PADA ANAK POS PAUD MUTIARA SEMARANG MELALUI METODE GLENN DOMAN ipi6985

ANALISIS KEMAMPUAN PENGUASAAN KOSA KATA BARU PADA ANAK POS PAUD MUTIARA SEMARANG MELALUI METODE GLENN DOMAN ipi6985

Metode Glenn Doman ini menekankan kekonsistenan pengajar (orang tua dan atau guru) serta kepekaan dalam mengajarkan kosakata kata baru, sebanyak mungkin, kepada anak-anak. Hal ini karena metode ini mengedepankan hasil berupa penguasaan kosa kata yang diajarkan kepada anak-anak, bukan hanya sekedar mengajarkan abjad-abjad yang tidak mempunyai arti bila mereka — abjad — berdiri sendiri. Kepekaan yang ditekankan di sini berbentuk kosa kata yang diajarkan kepada anak yang terkait dengan hal-hal yang dekat dengan anak, misalnya: keluarga, anggota badan, benda-benda di ruang tamu, dll yang dapat dipahami oleh anak dengan lebih nyata karena mereka melihat hal-hal yang diajarkan dalam kegiatan membaca dengan metode Glenn Doman ini.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK MELALUI PAUD DENGAN PARTISIPASINYA DI PAUD KASIH IBU ipi100550

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK MELALUI PAUD DENGAN PARTISIPASINYA DI PAUD KASIH IBU ipi100550

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal (UU No. 20 Tahun 2003).

14 Baca lebih lajut

Tipologi Nekrokultural pada Gambar Mahasiswa S 1 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) IKIP PGRI Semarang Angkatan Tahun 2009 2010 Melalui Analisis Tekstual

Tipologi Nekrokultural pada Gambar Mahasiswa S 1 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) IKIP PGRI Semarang Angkatan Tahun 2009 2010 Melalui Analisis Tekstual

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa 70 gambar yang dihasilkan mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) angkatan tahun 2009/2010 secara paradigmatik dan sintagmatik terdapat tiga kategori. Kategori A, gambar bersifat monoton dan kurang baik, berjumlah 69 %. Kategori B, gambar bersifat sedang, berjumlah 29 %. Kategori C, gambar bersifat baik, berjumlah 11 %. Berdasarkan kategorisasi tersebut, maka hanya 11 % saja yang sudah menunjukan tingkat kreativitas secara baik yaitu pada kategori C. Atas dasar itulah maka saran yang dapat diberikan adalah mahasiswa sebagai calon Guru TK perlu lebih mengembangkan gambar secara lebih kreatif sebagai bekal pengalaman estetik khususnya dalam peningkatan aspek paradigmatik dan sintagmatik. Penelitian lebih lanjut perlu segera dilakukan untuk dapat mengetahui penyebabnya atau faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Inovasi Kurikulum Pesantren (Memproyeksikan Model Pendidikan Alternatif Masa Depan)

Inovasi Kurikulum Pesantren (Memproyeksikan Model Pendidikan Alternatif Masa Depan)

Dengan demikian, yang dipertimbangkan bukan upaya untuk mengganti metode sorogan menjadi model perkuliahan sebagaimana sistem pendidikan modern, melainkan merenovasi sorogan menjadi sorogan yang mutakhir (gaya baru). Dimaksudkan sorogan yang mutakhir ini sebagaimana praktik guru besar Mukti Ali selama ini. Beliau mengajar pascasarjana dan pendidikan dokter dengan model sorogan . Mahasiswa diberi tugas satu persatu pada waktu tatap muka yang terjadual, setelah membaca diadakan pembahasan dengan cara berdialog dan berdiskusi sampai mendapatkan pemahaman yang jelas pada pokok bahasan. Menurut Mukti Ali, metode ini cukup berhasil, mengingat laporan beberapa mahasiswa yang dulunya kurang menguasai bahasa asing baik Inggris maupun Arab, akhirnya bisa menguasai bahasa Asing. 29
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KREATIVITAS SENI RUPA ANAK MELALUI KEGIATAN MENCETAK DENGAN BAHAN ALAM DI PAUD AISYIYAH LANSANO PESISIR SELATAN ipi100559

MENINGKATKAN KREATIVITAS SENI RUPA ANAK MELALUI KEGIATAN MENCETAK DENGAN BAHAN ALAM DI PAUD AISYIYAH LANSANO PESISIR SELATAN ipi100559

Dengan kegiatan senirupa dapat memberi kesempatan untuk bersibuk diri secara kreatif (Torrance, 1979.) Bermain bagi anak merupakan kegembiraan dan kesibukan yang penting. Dalam bertanya seni rupa dapat menimbulkan kegembiraan. Kegembiraan anak nampak dan terlihat disebabkan oleh keaktifan atau kesempatan bergerak, bereksperimen, berlomba dan berkomunikasi. Dapat pula dilihat betapa senangnya anak-anak berkarya melalui seni rupa, mereka akan bergerak-gerak dengan sadar atau tidak, mencoba-coba sesuatu yang diinginkan. Merancang ulang gambar yang sudah ada dari bahan yang lain.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI PERMAINAN LUDO GEOMETRI DI PAUD HABIBUL UMMI II ipi100556

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI PERMAINAN LUDO GEOMETRI DI PAUD HABIBUL UMMI II ipi100556

Keterkaitan antara bermain dengan pembelajaran anak usia dini sehingga permainan yang akan peneliti terapkan lebih mengacu pada peningkatan kemampuan kognitif anak melalui permainan Ludo Geometri. Menurut Piaget dalam Prayitno (1962) menyatakan bahwa “dalam usia dini anak-anak akan melampaui tahap perkembangan bermain kognitif mulai dari bermain sensori motor atau bermain yang berhubungan dengan alat-alat panca indra sampai memasuki tahap tertinggi bermain yang ada aturan bermainnya, dimana anak dituntut menggunakan nalar”.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

SOSIALISASI CALON INSTRUKTUR POS PAUD DI KELURAHAN SAMPANGAN KECAMATAN GAJAH MUNGKUR SEMARANG” ipi6988

SOSIALISASI CALON INSTRUKTUR POS PAUD DI KELURAHAN SAMPANGAN KECAMATAN GAJAH MUNGKUR SEMARANG” ipi6988

Kelurahan Sampangan kecamatan Gajahmungkur merupakan salah satu kelurahan yang sangat aktif dan partisipatif dalam rangka mendukung program kegiatan pemerintah kita. Salah satu bentuk realita keaktifan warganya adalah berhasil memenangkan perlombaan yang bermula pada tahun 2004. Saat itu Sampoerna Hijau bekerjasama dengan Jawa Pos Group menggelar program Semarang Hijau, dengan penekanan lomba taman. Hasilnya pada 2004-2009, Kelurahan Sampangan RT 05/RW 05 menyabet juara lomba taman Semarang Hijau. Semangat cinta lingkungan dan kekompakan dari warga sekitar akhirnya membuahkan hasil yang manis. Bukan hanya semangat lingkungan yang asri dan bersih, namun semangat dan motivasi untuk mengadakan Pos PAUD untuk tiap-tiap RW juga tengah menggelora. Hal ini turut disampaikan pula oleh Ibu Lurah Sampangan agar program Pos PAUD dapat terlaksana di setiap RW. Pengetahuan dan rasa tak percaya diri tentang PAUD, membendung semangat warga untuk memulai dan mengawali terbentuknya Pos PAUD di wilayah RW setempat. Dengan adanya bimbingan, arahan serta kerjasama dengan Tim Paud IKIP PGRI Semarang, diharapkan dapat membentuk karakter anak usia dini. Saat ini Pos Paud yang ada di kelurahan sampangan hanya ada 1, yaitu berada di wilayah RW 05, yaitu Rt 05. Namun warga setempat tidak memiliki cukup keterampilan untuk membina dan membimbing anak usia dini. Sehingga dalam pelaksanaannya masih dalam tahap mengumpulkan anak-anak usia dini untuk bermain dan menyanyi bersama. Sehingga pengajaran tutor, dalam hal ini dilakukan oleh ibu-ibu, sangat jauh dari pendidikan PAUD.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENTINGNYA BINTEK (BIMBINGAN TEKNIS) DALAM PENGEMBANGAN KARAKTERISTIK TENAGA PENGAJAR DI POS PAUD SEBAGAI PERWUJUDAN MUTU PENDIDIK PROFESIONAL ipi7011

PENTINGNYA BINTEK (BIMBINGAN TEKNIS) DALAM PENGEMBANGAN KARAKTERISTIK TENAGA PENGAJAR DI POS PAUD SEBAGAI PERWUJUDAN MUTU PENDIDIK PROFESIONAL ipi7011

Pendidikan Anak Usia Dini sebagai jenjang pendidikan yang sangat penting dalam mempersiapkan anak untuk mengikuti pendidikan dasar. Oleh karena itu, pendidiknya perlu disiapkan secara baik dalam pelaksanaan diklat peningkatan mutu bagi pendidik PAUD. Fakta di lapangan, khususnya di kelurahan Pudak payung Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, ditemukan masih rendahya kepercayaan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya PAUD dan masyarakat masih memandang remeh pembelajaran yang diberikan di PAUD (sekedar bernyanyi & bermain-main saja), serta proses pembelajaran yang belum sepenuhnya memenuhi standar dan cenderung berorientasi pada pengajaran baca-tulis-hitung (calistung) sehingga menyebabkan rendahnya penghargaan yang diberikan pada pendidik AUD. Dua masalah pokok inilah yang menyebabkan layanan PAUD sulit menyebar lebih luas sedangkan layanan PAUD yang sudah ada susah untuk meningkatkan mutu layanan karena kesulitan untuk mendapatkan calon pendidik/pendidik yang profesional.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

MENCIPTAKAN PERAN TUTOR PAUD BERBASIS NATURAL SAINS DALAM MENCIPTAKAN KOTA LAYAK ANAK ipi7009

MENCIPTAKAN PERAN TUTOR PAUD BERBASIS NATURAL SAINS DALAM MENCIPTAKAN KOTA LAYAK ANAK ipi7009

Pendidik pada hakikatnya terkait erat dengan istilah guru secara umum. Berhubungan dengan istilah pendidik pada Pendidikan Anak Usia Dini, maka terdapat berbagai sebutan yang berbeda tetapi memiliki makna sama. Istilah tersebut antara lain: sebutan guru bagi mereka yang mengajar di TK dan SD, istilah pamong belajarbagi mereka yang mengajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang menyelenggarakan pendidikan Kelompok Bermain. Istilah lain sering terdengar adalah tutor, fasilitator, bunda, kader di BKB dan Posyandu atau bahkan ada yang memanggil dengan sapaan yang cukup akrab seperti tante atau kakak pengasuh. Kesemua istilah tersebut mengacu pada pengertian satu, yaitu sebagai pendidik anak usia dini. Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik perguruan tinggi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Kemampuan Mengajar Guru Paud Nonformal Mekar Sari dalam Menerapkan BCCT (BEYOND CENTERS and CIRCLES TIME)

Kemampuan Mengajar Guru Paud Nonformal Mekar Sari dalam Menerapkan BCCT (BEYOND CENTERS and CIRCLES TIME)

Model pembelajaran BCCT yang ditawarkan akan dilakukan dengan menggunakan model secara langsung bersama-sama anak-anak. Nara sumber yang kami datangkan akan memberikan kurikulumnya kemudian memberi contoh pembelajaran bermain sambil belajar, sementara guru paud nonformal akan menyaksikan dan sekaligus belajar dan membantu proses pelaksanaan pembelajaran. Hal ini dilakukan karena berdasarkan pelatihan yang diperoleh mereka belum memahami secara baik, maka cara tersebut yang akan kami coba berikan pada kelompok belajar Paud Mekar Sari.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ANALISIS SEMIOTIKA KARYA SENI PENDIDIK PAUD MELALUI TEKNIK GRAVING PADA SENI MENGGAMBAR DI KOTA SEMARANG ipi7018

ANALISIS SEMIOTIKA KARYA SENI PENDIDIK PAUD MELALUI TEKNIK GRAVING PADA SENI MENGGAMBAR DI KOTA SEMARANG ipi7018

Pendidik pada hakikatnya terkait erat dengan istilah guru secara umum. Berhubungan dengan istilah pendidik pada Pendidikan Anak usia Dini, maka terdapat berbagai sebutan yang berbeda tetapi memiliki makna sama. Istilah tersebut antara lain: sebutan guru bagi mereka yang mengajar di TK dan SD, istilah pamong belajarbagi mereka yang mengajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang menyelenggarakan pendidikan Kelompok Bermian. Istilah lain sering terdengar adalah tutor, fasilitator, bunda, kader di BKB dan Posyandu atau bahkan ada yang memanggil dengan sapaan yang cukup akrab seperti tante atau kakak pengasuh. Kesemua istilah tersebut mengacu pada pengertian satu, yaitu sebagai pendidik anak usia dini. Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik perguruan tinggi.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENYULUHAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS INTELEGENSI NATURAL PADA GURU PAUD NON FORMAL DI KECAMATAN GAYAMSARI SEMARANG ipi6993

PENYULUHAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS INTELEGENSI NATURAL PADA GURU PAUD NON FORMAL DI KECAMATAN GAYAMSARI SEMARANG ipi6993

Adanya perbandingan pada mitra antara 3 pengajar menangani 40 siswa dalam pembelajaran berbahasa, hal yang ingin dicapai yaitu mengarahkan anak didik pada upaya eksplorasi indera terhadap lingkungannya. Pengaruh penggunaan bahasa ibu (bahasa Jawa) dalam komunikasi anak pada proses pembelajaran berbahasa Indonesia dapat memunculkan persepsi bahwasanya kedua bahasa komunikatif tersebut harus dihadirkan secara terpisah. Hal ini akan mempengaruhi perkembangan bahasa anak yang beragam. Proses berbasis inteligensi natural justru dan mengikuti alur kerja otak anak sehingga tidak ada unsur paksaan dalam proses pembelajaran. Tindakan mempelajari diawali dengan tahapan melakukan, memahami, menggabungkan dengan bekal dan pengalaman anak untuk dapat mendeskripsikan melalui bahasa dan pemahamannya sendiri terlebih dahulu.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

IьM Pelatihan Kader Pos Paud Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Anak Usia Dini yang Aktif dan Kreatif di Kelurahan Muktiharjo Telogosari

IьM Pelatihan Kader Pos Paud Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Anak Usia Dini yang Aktif dan Kreatif di Kelurahan Muktiharjo Telogosari

PAUD mendasari jenjang pendidikan selanjutnya Perkembangan secara optimal selama masa usia dini memiliki dampak terhadap pengembangan kemampuan untuk berbuat dan belajar pada masa-masa berikutnya. Masa yang penting bagi anak usia dini merupakan masa yang penting ( golden age ) yang hanya datang satu kali dan tidak dapat diulang, karena perkembangan intelektual terjadi sangat pesat pada tahun-tahun awal kehidupannya. Rangsangan belajar pada anak usia dini memberikan pengalaman yang sangat berharga untuk perkembangan berikutnya. Untuk itu pengalaman belajar pada anak usia diniperlu dirancang dan ditata sedemikian rupa, sehingga tidak menjadi kontra produktif terhadap pengalaman belajar yang akan diikuti pada pendidikan selanjutnya.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...