metode kuasi eksperimen

Top PDF metode kuasi eksperimen:

T IPA 1204742 Chapter3

T IPA 1204742 Chapter3

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen ( Quasi experiment ), yaitu penelitian yang secara khas meneliti mengenai keadaan praktis yang di dalamnya tidak mungkin untuk mengontrol semua variabel yang relevan (Sugiyono, 2011:77) dan metode deskriptif. Metode Kuasi eksperimen digunakan untuk mengetahui perbandingan peningkatan hasil belajar ranah kognitif dan keterampilan generik sains antara siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan penerapan media visualisasi dan siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model kooperatif tipe STAD tanpa penerapan media visualisasi. Sedangkan metode deskriptif untuk mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan media visualisasi pada pembelajaran kooperatif tipe STAD. Hal ini disesuaikan dengan tujuan penelitian.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KNISLEY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA SMP.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KNISLEY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA SMP.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematik siswa terhadap model pembelajaran Knisley. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol pretest-postest. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Bandung semester genap tahun akademik 2012/2013. Sampel yang digunakan adalah dua kelas dari sepuluh kelas VIII SMP Negeri 14 Bandung. Satu kelas sebagai kelas eksperimen yang memperoleh perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran Knisley dan satu kelas lain sebagai kelas kontrol yang mendapatkan perlakuan dengan metode pembelajaran ekspositori. Data penelitian diperoleh melalui tes kemampuan komunikasi matematik, angket skala sikap, lembar observasi, serta lembar wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi matematik siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika dengan model pembelajaran Knisley lebih tinggi daripada siswa yang memperoleh pembelajaran dengan metode ekspositori. Secara umum, siswa bersikap positif terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Knisley.
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMP DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF : Studi Kuasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas VII di SMP Negeri 3 Lembang Tahun Ajaran 2012/2013.

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMP DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF : Studi Kuasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas VII di SMP Negeri 3 Lembang Tahun Ajaran 2012/2013.

Metode penelitian merupakan kerangka, pola atau rancangan yang menggambarkan alur dan arah penelitian yang di dalamnya terdapat langkah-langkah yang menunjukkan suatu urutan kerja. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen. Pada metode kuasi eksperimen ini subjek tidak dikelompokkan secara acak, tetapi peneliti menerima keadaan subjek apa adanya karena kelas yang ada telah terbentuk sebelumnya, sehingga tidak dilakukan lagi pengelompokan secara acak karena pembentukan kelas baru akan mengganggu jadwal pelajaran yang telah ada di sekolah
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

S SOS 1202890 Chapter3

S SOS 1202890 Chapter3

Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen, metode ini mempunyai kelompok kontrol tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen. Metode kuasi eksperimen menurut Sugiyono (2011, hlm. 109) adalah “sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan”. Metode kuasi eksperimen ini digunakan untuk mengetahui besarnya perbedaan antara variabel-variabel yang menjadi objek penelitian yaitu perbedaan keberhasilan model pembelajaran controversial issues pada kelas eksperimen 1, model pembelajaran debat pada kelas eksperimen 2 dan model pembelajaran konvensional pada kelas kontrol terhadap motivasi belajar peserta didik yang dilihat dari hasil belajar serta hasil observasi selama proses pembelajaran di kelas. Pada metode kuasi eksperimen akan dilakukan tes yang terdiri dari pre test untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik, kemudian masing-masing kelas diberikan treatment dan langkah terakhir memberikan post test . Pemilihan metode pembelajaran ini disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai untuk menguji keberhasilan penggunaan model pembelajaran controversial issues dengan model pembelajaran debat terhadap motivasi belajar peseta didik pada mata pelajaran sosiologi di SMA Kartika XIX-1 Bandung. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

this PDF file Pengaruh Penerapan Metode Problem Solving dan Metode Group Investigation Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dilihat dari Kemampuan Awal | Rachmawati | Indonesian Journal of Economic Education (IJEE) 1 PB

this PDF file Pengaruh Penerapan Metode Problem Solving dan Metode Group Investigation Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dilihat dari Kemampuan Awal | Rachmawati | Indonesian Journal of Economic Education (IJEE) 1 PB

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen (Quasi Experimental Design) untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan metode Problem Solving dan metode Group Investigation terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dilihat dari kemampuan awal pada mata pelajaran ekonomi kompetensi dasar menganalisis indeks harga dan inflasi. Metode kuasi eksperimen atau eksperimen semu merupakan metode eksperimen yang tidak memungkinkan peneliti melakukan pengontrolan penuh terhadap variabel dan kondisi eksperimen. Pada kuasi eksperimen subjek tidak dikelompokkan secara acak, tetapi peneliti menerima keadaan subjek seadanya (Ruseffendi, 2005, hlm. 52). Artinya penelitian ini dilaksanakan pada kondisi suasana kelas normal yang sudah ada di SMA Negeri 6 Bandung tanpa mengubah komposisi kelas yang sudah ada tanpa adanya penugasan secara acak baik pada kelas eksperimen maupun pada kelas kontrol. Penelitian ini dibagi ke dalam tiga kelompok kelas, yaitu kelompok kelas eksperimen 1 merupakan kelompok kelas yang melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan metode Problem Solving, kelompok kelas eksperimen 2 merupakan kelompok kelas yang melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan metode Group Investigation , dan kelompok kelas kontrol merupakan kelompok kelas yang melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan metode ceramah bervariasi.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

T IPA 1204742 Chapter (3)

T IPA 1204742 Chapter (3)

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen ( Quasi experiment ), yaitu penelitian yang secara khas meneliti mengenai keadaan praktis yang di dalamnya tidak mungkin untuk mengontrol semua variabel yang relevan (Sugiyono, 2011:77) dan metode deskriptif. Metode Kuasi eksperimen digunakan untuk mengetahui perbandingan peningkatan hasil belajar ranah kognitif dan keterampilan generik sains antara siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan penerapan media visualisasi dan siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model kooperatif tipe STAD tanpa penerapan media visualisasi. Sedangkan metode deskriptif untuk mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan media visualisasi pada pembelajaran kooperatif tipe STAD. Hal ini disesuaikan dengan tujuan penelitian.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

S KTP 1205467 Chapter3

S KTP 1205467 Chapter3

Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuasi eksperimen. Adapun tujuan dari penelitian kuasi eksperimen menurut Arifin (2014 , hlm. 74) “t ujuannya adalah untuk memprediksi keadaan yang dapat dicapai melalui eksperimen sebenarnya tetapi tidak ada pengontrolan dan atau manipulasi terhadap seluruh variabel yang relevan seperti yang dikemukakan” . Metode penelitian adalah suatu cara yang dipergunakan dalam sebuah penelitian untuk mencapai tujuan penelitian. Rancangan ini berupa rumusan tentang objek atau subjek yang akan diteliti, teknik-teknik pengumpulan data, prosedur pengumpulan, dan analisis data berkenaan dengan fokus masalah tertentu.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

T PSN 1302211 Chapter3

T PSN 1302211 Chapter3

Hal ini senada dengan yang diungkapkan Best (dalam Sukardi 2004, hlm. 157) menyebutkan bahwa metode deskriptif berusaha menggambarkan dan menginterpretasikan objek sesuai dengan apa adanya. Metode kuasi eksperimen untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa dan tanggapan siswa terhadap implementasi pendekatan saintifik dalam pembelajaran motif hias, dan metode deskriptif untuk melihat bagaimana hasil karya siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Metode deskriptif berusaha menggambarkan dan menjelaskan kejadian suatu peristiwa atau objek yang terjadi di lapangan.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Problem Posing dengan Teknik Think Pair Share untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP.

Penerapan Model Pembelajaran Problem Posing dengan Teknik Think Pair Share untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model Pembelajaran Problem Posing Teknik Think Pair Share (TPS) dengan siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol pre-test dan post-test.. Data penelitian diperoleh melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan pokok bahasan Prisma dan Limas, angket sikap siswa, lembar observasi, wawancara siswa, dan refleksi pasca pembelajaran. Hasil penelitian yang dilakukan pada tahun ajaran 2012/2013 ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapatkan model Problem Posing Teknik Think Pair Share (TPS) lebih baik daripada siswa yang mendapatkan model pembelajaran konvensional. Pada penelitian ini ditemukan bahwa 63% siswa pada kelas yang mendapat perlakuan telah mencapai Kriteria Ketuntasan Materi (KKM) yang ditetapkan oleh sekolah yaitu 78. Sedangkan tandingannya, siswa pada kelas yang tidak mendapat perlakuan hanya 46% siswa yang mengalami peningkatan nilai lebih besar sama dengan KKM. Secara umum, siswa memberikan sikap positif terhadap model Pembelajaran Problem Posing Teknik Think Pair Share (TPS).
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

T PEK 1402634 Chapter3

T PEK 1402634 Chapter3

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen (Quasi Experimental Design). Dalam penelitian ini, peneliti membagi subyek yang diteliti menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok tersebut adalah siswa yang diberi perlakuan (treatment) dengan memberikan metode pembelajaran brainstormin pada saat pembelajaran berlangsung. Menurut Suharsimi (2010, hlm. 123) kuasi ekperimen yaitu suatu jenis eksperimen yang tidak sebenarnya karena jenis eksperimen ini belum memenuhi persyaratan seperti cara eksperimen yang dapat dikatakan ilmiah mengikuti peraturan-peraturan tertentu
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

S TM 1005320 Chapter3

S TM 1005320 Chapter3

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen, yaitu suatu bentuk eksperimen yang tidak melakukan random assigment, melainkan menggunakan kelompok yang sudah terbentuk dimana dalam hal ini adalah kelas biasa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, penulis menggunakan pendekatan eksperimen kuasi sebagai metodenya. Metode eksperimen kuasi atau eksperimen semu diartikan sebagai penelitian yang mendekati penelitian eksperimen. Menurut Arikunto. S (2010:123) menyatakan bahwa, “disebut kuasi eksperimen karena eksperimen jenis ini belum memenuhi persyaratan seperti cara eksperimen yang dapat dikatakan ilmiah mengikuti peraturan-peraturan tertentu ” .
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

S KTP 0901265 Chapter3

S KTP 0901265 Chapter3

Metode penelitian dapat diartikan sebagai suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data sebagai bahan dalam mencapai tujuan penelitian. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen. Metode penelitian kuasi eksperimen adalah suatu bentuk eksperimen yang ciri utama validitasnya tidak dilakukan penugasan random, melainkan dengan kelompok yang sudah ada namun memiliki karakteristik yang homogen untuk memudahkan mengontrol dan atau memanipulasi semua variabel yang relevan. Sebagaimana yang diung kapkan Arifin (2011:74) bahwa “ penelitian eksperimen kuasi menggunakan seluruh subjek dalam kelompok belajar (intact group) untuk diberi perlakuan (treatment), bukan menggunakan subjek secara acak”.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Contoh penelitian quasi eksperiment   Co

Contoh penelitian quasi eksperiment Co

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen. Metode kuasi eksperimen adalah metode penelitian yang dalam pelaksanaannya tidak menggunakan penugasan random (random assignment) melainkan dengan menggunakan kelompok yang sudah ada. Penggunaan metode kuasi eksperimen ini didasarkan atas pertimbangan agar dalam pelaksanaan penelitian ini pembelajaran berlangsung secara alami, dan siswa tidak merasa dieksperimenkan, sehingga dengan situasi yang demikian diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap tingkat kevalidan penelitian.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MODEL LAPS (LOGAN AVENUE PROBLEM SOLVING) - HEURISTIK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA.

IMPLEMENTASI MODEL LAPS (LOGAN AVENUE PROBLEM SOLVING) - HEURISTIK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA.

Hakikat penelitian ini membahas tentang peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis melalui penerapan model LAPS-Heuristik yang dilakukan melalui metode kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol tidak ekuivalen terhadap siswa kelas VII di salah satu SMP Negeri di Bandung. Tujuan penelitian adalah mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa yang pembelajarannya melalui LAPS-Heuristik dibandingkan siswa yang pembelajarannya melalui Pembelajaran Langsung serta mengetahui peningkatan aspek berpikir kreatif matematis (fluensi, fleksibilitas, dan orisinalitas) pada model LAPS-Heuristik dan respon siswa terhadap model tersebut. Dari hasil uji statistik pretes, postes, dan indeks gain serta mempertimbangkan data non-tes (angket dan observasi) disimpulkan adanya peningkatan berpikir kreatif siswa yang memperoleh pembelajaran LAPS-Heuristik. Perbedaan peningkatan signifikan pada kelompok atas dan bawah. Peningkatan aspek kemampuan berpikir kreatif matematis relatif sama dan perbedaan rata-rata terdapat pada aspek fleksibilitas dan orisinalitas. Respon sebagian besar siswa terhadap model LAPS-Heuristik adalah positif. Rekomendasinya adalah perlu diteliti terkait kemampuan berpikir kreatif siswa yang tidak meningkat dan peningkatan aspek lainnya pada setiap kelompok.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

Motivating Students Memorizing The Qur’an Surat Short Through The “Mystery Motivator”

Motivating Students Memorizing The Qur’an Surat Short Through The “Mystery Motivator”

Reward efektif memotivasi siswa dalam mengerjakan soal matematika dengan akurat dan meningkatkan tempo atau waktu pengerjaan (Friman, P. C., & Carlyon, W.D., 1999). Lalu, Sardiman (2007) menyatakan bahwa persoalan motivasi juga berkaitan den- gan persoalan minat. Minat merupakan ke- cenderungan jiwa seseorang kepada sesuatu atau seseorang (biasanya disertai dengan perasaan senang, dan melibatkan perhatian). Bernard (dalam Sardiman, 2007) menga- takan minat tidak timbul begitu saja secara tiba-tiba, melainkan timbul akibat dari par- tisipasi, pengalaman, dan kebiasaan. Pem- biasaan melibatkan subjek dalam menghafal surat pendek Al-Qur’an secara continue yang menyenangkan membuat munculnya minat. Setiap subjek menunjukkan antusiasme dan kegembiraan di setiap proses pemberian mys- tery motivator. Hadiah yang disembunyikan menjadi salah satu teknik menarik keingin- tahuan siswa dalam proses Mystery Motiva- tor. Memunculkan sesuatu yang tidak diduga oleh siswa dengan tujuan menimbulkan rasa ingin tahu merupakan salah satu dari sekian banyak teknik memotivasi siswa (Uno, 2007). Tumbuhnya rasa ingin tahu memunculkan mi- nat terhadap mystery motivator. Hal ini sudah mulai terlihat ketika ada peningkatan perha- tian (hasil observasi selama perlakuan), minat mengetahui apakah ia mendapat kartu M atau tidak dan keaktifan pada masing-masing sub- jek kelompok eksperimen dalam menghafal surat pendek Al-Qur’an. Perubahan itu men- unjukkan ciri perubahan positif motivasi siswa dalam menghafal surat pendek Al-Qur’an selama proses perlakuan. Proses stimulasi untuk memunculkan minat yang sifatnya me- netap apabila mendapatkan kepuasan ke- mudian mendorong meningkatnya itensitas dan motivasi terhadap objek yang diinginkan (Hurlock, 2000). Jadi, sebuah penguat seba- gai stimulasi diberikan agar memotivasi siswa aktif belajar (Uno, 2007).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN MEDIA REALIA DENGAN METODE DISKUSI TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PENGUASAAN KONSEP OLEH SISWA PADA MATERI POKOK KLASIFIKASI TUMBUHAN

PENGGUNAAN MEDIA REALIA DENGAN METODE DISKUSI TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PENGUASAAN KONSEP OLEH SISWA PADA MATERI POKOK KLASIFIKASI TUMBUHAN

Diskusi panel adalah pembahasan suatu masalah yang dilakukan oleh beberapa orang panelis yang biasanya terdiri dari empat sampai lima orang di hadapan audiens. Diskusi panel berbeda dengan jenis diskusi lainnya. Dalam diskusi panel audiens tidak terlibat secara langsung, tetapi berperan hanya sekedar meninjau para panelis yang sedang melaksanakan diskusi. Oleh sebab itu, agar diskusi panel efektif perlu digabungkan dengan metode lain, misalnya dengan metode penugasan. Siswa diminta untuk merumuskan hasil pembahasan dalam siskusi.

67 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN MEDIA REALIA DENGAN METODE DISKUSI TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PENGUASAAN KONSEP OLEH SISWA PADA MATERI POKOK KLASIFIKASI TUMBUHAN

PENGGUNAAN MEDIA REALIA DENGAN METODE DISKUSI TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PENGUASAAN KONSEP OLEH SISWA PADA MATERI POKOK KLASIFIKASI TUMBUHAN

Hasil observasi di SMP N 1 Gedongtataan, diketahui bahwa Keterampilan Proses Sains (KPS) dan penguasaan konsep oleh siswa pada materi pokok Klasifikasi Tumbuhan belum optimal. Hal ini disebabkan antara lain proses pembelajaran masih berpusat pada guru dan guru belum maksimal menggunakan media sebagai alat bantu dalam pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut telah dilakukan penelitian menggunakan media realia dengan metode diskusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media realia dengan metode diskusi terhadap keterampilan proses sains dan penguasaan konsep oleh siswa.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Pengaruh metode eksperimen terhadap hasil belajar fisika siswa pada konsep tekanan (kuasi eksperimen di SMP Darul Mukhlishin Cengkareng)

Pengaruh metode eksperimen terhadap hasil belajar fisika siswa pada konsep tekanan (kuasi eksperimen di SMP Darul Mukhlishin Cengkareng)

Proses pembelajaran yang dapat mengembangkan potensi siswa dapat diwujudkan apabila guru memiliki wawasan dan kerangka pikir holistik tentang pembelajaran. Karena, proses pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. 2 Melalui proses pembelajaran IPA diharapkan siswa dapat memahami fenomena yang terjadi di alam sekitar, serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari menjadi suatu produk yang bermanfaat. Sehingga guru sudah seharusnya menggunakan metode pembelajaran yang tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan ruang
Baca lebih lanjut

168 Baca lebih lajut

Pengaruh Metode Eksperimen Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Pada Konsep Tekanan (Kuasi Eksperimen di SMP Darul Mukhlishin Cengkareng)

Pengaruh Metode Eksperimen Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Pada Konsep Tekanan (Kuasi Eksperimen di SMP Darul Mukhlishin Cengkareng)

Penelitian yang dilakukan oleh Ratna Hidayanti, yang berjudul ” Penerapan Metode Eksperimen Berbasis Lingkungan Sekitar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Konsep Laju Reaksi (PTK Di SMA N 2 Tangerang )” mengungkapkan bahwa penerapan metode eksperimen berbasis lingkungan sekitar pada konsep laju reaksi dengan menggunakan alat dan bahan lingkungan yang sesuai dengan materi; kontrol guru dalam membimbing dan mengarahkan siswa dalam eksperimen, dan penggunaan LKS yang sesuai dengan alat dan bahan serta cara kerja yang tepat dapat meningkatkan hasil belajar kimia siswa. Hal ini terlihat dari hasil belajar siswa dengan rata-rata nilai pada siklus I sebesar 52,3; siklus II 53,7 dan pada siklus III 70,7. Dengan persentase jumlah siswa yang mencapai KKM pada siklus I sebesar 3,33 %, siklus II sebesar 10 % dan siklus III sebesar 90 % dengan indikator keberhasilan 80 % siswa yang mencapai KKM. 42
Baca lebih lanjut

168 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKITAR SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS : STUDI KUASI EKSPERIMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI PADA PESERTA DIDIK DI SMPN 52 BANDUNG.

PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKITAR SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS : STUDI KUASI EKSPERIMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI PADA PESERTA DIDIK DI SMPN 52 BANDUNG.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang terjadi pada guru yaitu belum memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber pembelajaran yang optimal, sehingga peserta didik banyak yang tidak mengenal lingkungan sekitar dan kurang memiliki kepedulian terhadap lingkungannya. Kemampuan peserta didik dalam berpikir kritis masih sangat terbatas, sehingga hasil belajar yang diperoleh belum maksimal. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber pembelajaran melalui metode inkuiri, dengan yang tidak memanfaatkan lingkungan sekitar melalui metode ceramah, serta mengetahui respon peserta didik dan kendala guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dengan memanfaatkan lingkungan sekitar. Metode inkuiri diterapkan agar peserta didik diharapkan mampu berpikir kritis yang di dalamnya terdapat indikator-indikator : orientasi pada masalah, belajar meneliti, pemecahan masalah, mengembangkan dan menyajikan hasil pemecahan masalah dan menganalisa proses pemecahan masalah melalui pengamatan lingkungan yaitu Kawasan Punclut yang merupakan kawasan yang terletak di Bandung Utara. Kawasan ini merupakan bagian dari cekungan Bandung yang memiliki kondisi alam dan keterkaitan ekosistem yang sangat penting untuk menjadi kawasan hutan lindung, dan sebagai salah satu generator iklim mikro serta entry point bagi penataan kawasan Bandung Utara, dimana indikator yang diteliti adalah vegetasi, kemiringan lereng, pola penggunaan lahan dan kedalaman air tanah (dilihat dari kedalaman sumur gali). Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII SMPN 52 Bandung tahun ajaran 2012-2013. Metode penelitian yang dipakai adalah kuasi eksperimen dengan teknik pengumpulan data berupa pedoman observasi di lapangan, observasi
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...