metode pembelajaran inkuiri sosial

Top PDF metode pembelajaran inkuiri sosial:

T IPS 1404569 Abstract

T IPS 1404569 Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan berfikir kritis dalam pembelajaran IPS. Kemampuan berfikir kritis ini sangat penting dimiliki oleh peserta didik karena akan berpengaruh pada proses pembelajaran secara keseluruhan. Untuk mengatasi rendahnya kemampuan berfikir kritis, maka dipilih metode pembelajaran inkuiri sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan desain perencanaan, pelaksanaan, hasil-hasil yang dicapai, dan solusi untuk menghadapi kendala penerapan metode inkuiri sosial dalam pembelajaran IPS untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis peserta didik di kelas VII D SMP Negeri 1 Jalancagak. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas ( Classroom Action Research ) yang merujuk pada pola desain penelitian Kemmis and Mc. Taggart. Dari hasil observasi dan analisis pada ke lima aspek kemampuan berfikir kritis, yaitu: (1) Memberikan penjelasan sederhana; (2) Membangun keterampilan dasar; (3) Menyimpulkan; (4) Memberikan penjelasan lebih lanjut; dan (5) Mengatur Strategi dan Teknik, disimpulkan bahwa ada peningkatan kemampuan yang signifikan setelah dilakukan tindakan sebanyak tiga kali siklus. Dari tindakan siklus satu-tiga, tingkat kemampuan berfikir kritis peserta didik meningkat mulai pada kategori “Cukup” (C) menuju pada kategori” Baik” (B). Begitupun dengan hasil tes belajar dalam penelitian ini mengalami peningkatan dari semula siklus pertama pada kriteria “Rendah”, siklus kedua, meningkat menjadi “Sedang”, dan pada siklus ketiga, meningkat signifikan menjadi “Tinggi” . Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas ini, penerapan metode inkuiri sosial telah berhasil meningkatkan kemampuan berfikir kritis di Kelas VII D SMP Negeri 1 Jalancagak. Peserta didik lebih kritis dalam mengetahui, memahami, menganalisis, memberi solusi, dan menarik kesimpulan dari suatu permasalahan khususnya permasalahan sosial.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

S IPS 1000354 Abstract

S IPS 1000354 Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk membangun sikap empati terhadap kaum marjinal perkotaan melalui metode inkuiri sosial dalam pembelajaran IPS. Penelitian dilakukan berdasarkan hasil observasi awal selama hampir satu bulan dalam proses pembelajaran. Dalam observasi awal tersebut, peneliti menemukan bahwa sikap empati siswa terhadap isu-isu kemiskinan khususnya terhadap kehidupan kaum marjinal perkotaan masih sangat rendah. Oleh karena itu, peneliti ingin membangun sikap empati siswa terhadap kaum marjinal perkotaan melalui pembelajaran IPS dengan menerapkan metode pembelajaran inkuiri sosial. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan selama empat siklus, terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Perolehan data dalam penelitian ini didapatkan dari hasil pengamatan aktivitas guru, pengamatan hasil pengerjaan Lembar Kerja Siswa (LKS), dan angket. Hasil penelitian menyatakan bahwa terjadinya peningkatan sikap empati siswa terhadap kaum marjinal pada tiap pelaksanaan siklus. Pada siklus 1 tingkat sikap empati terhadap kaum marjinal mencapai jumlah 63,05%. Kemudian, pada siklus 2 mengalami peningkatan menjadi 77,4%. Pada siklus 3 sikap empati siswa terhadap kaum marjinal perkotaan berjumlah 86,28%. Hingga pada siklus 4 kemampuan siswa dalam bersikap empati mencapai 98,64%. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa metode inkuiri sosial dalam pembelajaran IPS dapat membangun sikap empati terhadap kaum marjinal perkotaan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN KIMIA ANALITIK BERBASIS MASALAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI TERBIMBING DAN PROYEK DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN INTERAKSI SOSIAL MAHASISWA | Susilowati | Inkuiri 3816 8440 1 SM

PEMBELAJARAN KIMIA ANALITIK BERBASIS MASALAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI TERBIMBING DAN PROYEK DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN INTERAKSI SOSIAL MAHASISWA | Susilowati | Inkuiri 3816 8440 1 SM

keberaniannya untuk bertanggung jawab terhadap proses belajarnya dan untuk meningkatkan kompetensi pada beberapa ketrampilan diantaranya komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Dalam penelitian ini yang membedakanya hanya pada fase 3 (mengumpulkan fakta) peran dosen dalam kelas inkuiri terbimbing akan lebih banyak. Dosen mempunyai peran aktif membantu mahasiswa dalam tahap-tahap pemecahan masalah yang diberikan. Pada proses inkuiri terbimbing menuntut dosen bertindak sebagai fasilitator, nara sumber, dan penyuluh kelompok. Sedangkan pada kelas proyek mahasiswa diberikan kesempatan bekerja secara mandiri dengan peran dosen sebagai fasilitator, pendamping dengan tidak berperan secara langsung sebagai narasumber dalam pengumpulan fakta, menyusun hipotesis dan menyajikan hasil karya. Disisi lain dimana materi yang diberikan merupakan materi mata kuliah baru untuk mahasiswa semester pertama, yang sebelunya belum pernah diperoleh pada jenjang pendidikan SMU/SMK, sehingga dibutuhkan waktu yang lebih banyak dalam pemahaman materi dalam proses pembelajaran. Rata-rata nilai uji analisa makanan dan minuman mahasiswa yang dikenai metode inkuiri terbimbing dan proyek berturut-turut adalah 79,05 dan 76,62. Implikasi dari diterimanya hipotesis ini adalah metode inkuiri terbimbing maupun proyek dapat digunakan untuk pembelajaran kimia analitik I, analisa makanan dan minuman.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS MASALAH MELALUI METODE INKUIRI TERBIMBING DAN INKUIRI BEBAS TERMODIFIKASI DITINJAU DARI KEMAMPUAN MEMORI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR

PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS MASALAH MELALUI METODE INKUIRI TERBIMBING DAN INKUIRI BEBAS TERMODIFIKASI DITINJAU DARI KEMAMPUAN MEMORI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR

Dalam metode inkuiri proses pembelajaran, dimana siswa secara bebas memilih atau mengatur obyek belajarnya untuk mengungkapkan arti sesuatu yang dijumpai di lingkungannya. Pembelajaran berpusat pada siswa, siswa tidak hanya belajar konsep dan prinsip dari suatu materi pembelajaran, namun juga melatih rasa tanggung jawab, komunikasi sosial, rasa puas dalam belajar, dapat mengembangkan kemampuannya secara optimal. Peran siswa adalah pertama , mengambil prakarsa dalam menemukan masalah dan merancang alternatif pemecahan. Kedua , aktif dalam mencari informasi dan sumber-sumber belajar. Ketiga , menyimpulkan dan analisa data. Keempat , melakukan eksplorasi dan guna memecahkan masalah. Sedangkan kelima , mencari alternatif masalah bila terjadi kebuntuan. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki kemandirian tinggi akan meningkat prestasinya.
Baca lebih lanjut

154 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL INKUIRI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS IV SD 2 BLUNYAHAN SEWON BANTUL.

PENERAPAN MODEL INKUIRI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS IV SD 2 BLUNYAHAN SEWON BANTUL.

kelompok konsep masyarakat (concert of socienty). Metode inkuiri sosial dapat mengatasi permasalahan yaitu dapat meningkatkan hasil belajar IPS karena, Menurut Wina Sanjaya (Ahmad Susanto 2014:181-182) kelebihan model inkuiri adalah, antara lain: a) merupakan model pembelajaran yang menekankan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang, sehingga pembelajaran lebih bermakna,b) Memberikan ruang kepada peserta didk untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka, c) Sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang memandang belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman, d) Memfasilitas berbagai karakter peserta didik.
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

S IPS 1105129 Abstract

S IPS 1105129 Abstract

No. Daftar FPIPS : 5048/ UN.40.2.7/ PL/ 2015 43 Bandung, sebagai bahan masukan atau rekomendasi bagibeberapapihak yang ditunjukankepadasiswa, guru, sekolah,penulis danpeneliti selanjutnya, keterampilankomunikasiharusterusditingkatkatdengan cara membiasakan untuk berani mengemukakan pendapat, mengajukan pertanyaan dan tidak ragu-ragu dalam menyampaikan pemahaman sesuai informasi dan pengetahuan yang sudah mereka pahami melalui metode inkuiri berbasis pengalaman sosial yang diguankan dalam pembelajaran IPS sehingga pembelajaran diharapkan lebih aktif dan bermakna serta mampu memberikan motivasi untuk penelitian selanjutnya.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

S IPS 1105129 Table of content

S IPS 1105129 Table of content

Mia Julfi, 2015 PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA MELALUI METODE INKUIRI BERBASIS PENGALAMAN SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu perpus[r]

7 Baca lebih lajut

ISSN Cetak: 2477-8524-ISSN Online: 2502-8103 http:jurnal.iicet.org Volume 1 Nomor 1, 2015, hlm 55-61 Dipublikasikan oleh: Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET) Penggunaan Metode Inkuiri untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Sis

ISSN Cetak: 2477-8524-ISSN Online: 2502-8103 http:jurnal.iicet.org Volume 1 Nomor 1, 2015, hlm 55-61 Dipublikasikan oleh: Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET) Penggunaan Metode Inkuiri untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Sis

Rancangan pembelajaran yang disusun berdasarkan program semester sesuai dengan penelitian. Kompetensi dasarnya mengenal permasalahan sosial di daerahnya. Dan yang menjadi indikatornya adalah 1) menentukan suatu masalah yang terdapat pada daerah setempat, 2) menentukan hipotesa suatu masalah yang terdapat di daerah setempat, 3) mengidentifikasi masalah sosial di daerah setempat 4) menceritakan penyebab timbulnya masalah sosial yang ada di daerah setempat, 5) menjelaskan akibat yang ditimbulkan dari masalah sosial yang ada di daerah setempat, 6) menjelaskan cara mengatasi masalah sosial yang ada di tempat mereka tinggal. Rencana pelaksanaan pembelajaran dilakukan tiga tahap yaitu kegiatan awal, inti, dan kegiatan akhir. Tahap inti di bagi menjadi lima tahap yaitu 1) Mengenali dan menjelaskan masalah, 2) Pembentukan hipotesa, 3) mengumpulkan data, 4) menganalisa dan menterjemahkan data untuk menguji hipotesa , 5) menarik kesimpulan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN DAN GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PKN DI MTS NEGERI KUALUH HULU KECAMATAN KUALUH SELATAN KABUPATEN LABUHANBATU UTARA.

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN DAN GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PKN DI MTS NEGERI KUALUH HULU KECAMATAN KUALUH SELATAN KABUPATEN LABUHANBATU UTARA.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hasil belajar PKn yang diajarkan dengan strategi pembelajaran inkuiri sosial lebih tinggi daripada hasil belajar PKn yang diajarkan dengan strategi pembelajaran permodelan; (2) hasil belajar PKn yang memiliki gaya belajar kinestetik lebih baik daripada hasil belajar PKn yang memiliki gaya belajar visual; dan (3) interaksi antara strategi pembelajaran dan gaya belajar terhadap hasil belajar PKn. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di MTs Negeri Kualuh Hulu Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara yang berjumlah 4 kelas. Sampel dalam penelitian ini ditentukan secara acak dengan teknik cluster sampling, dengan mengambil 2 kelas dengan jumlah tiap kelas 40 anak. Metode penelitian menggunakan penelitian eksperimen semu. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar PKn dan tes gaya berpikir. Analisis data yang digunakan adalah Anava Faktorial 2 × 2. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh: (1) terdapat perbedaan hasil belajar PKn siswa kelas strategi pembelajaran inkuiri sosial dengan hasil belajar PKn siswa kelas strategi pembelajaran permodelan dengan F hitung > F tabel
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

S IPS 1105129 Bibliography

S IPS 1105129 Bibliography

142 Mia Julfi, 2015 PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA MELALUI METODE INKUIRI BERBASIS PENGALAMAN SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu p[r]

3 Baca lebih lajut

MEMBANGUN SIKAP EMPATI TERHADAP KAUM MARJINAL PERKOTAAN MELALUI METODE INKUIRI SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS.

MEMBANGUN SIKAP EMPATI TERHADAP KAUM MARJINAL PERKOTAAN MELALUI METODE INKUIRI SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS.

Penelitian ini ditujukan untuk membangun sikap empati tethadap kaum matjinal petkotaan melalui metode inkuiti sosial dalam pembelajatan IPS. Penelitian dilakukan betdasatkan hasil obsetvasi awal selama hampit satu bulan dalam ptoses pembelajatan. Dalam obsetvasi awal tetsebut, peneliti menemukan bahwa sikap empati siswa tethadap isu-isu kemiskinan khususnya tethadap kehidupan kaum matjinal petkotaan masih sangat tendah. Oleh katena itu, peneliti ingin membangun sikap empati siswa tethadap kaum matjinal petkotaan melalui pembelajatan IPS dengan menetapkan metode pembelajatan inkuiti sosial. Penelitian ini metupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan selama empat siklus, tetditi dati tahapan petencanaan, tindakan, pengamatan, dan tefleksi. Petolehan data dalam penelitian ini didapatkan dati hasil pengamatan aktivitas gutu, pengamatan hasil pengetjaan Lembat Ketja Siswa (LKS), dan angket. Hasil penelitian menyatakan bahwa tetjadinya peningkatan sikap empati siswa tethadap kaum matjinal pada tiap pelaksanaan siklus. Pada siklus 1 tingkat sikap empati tethadap kaum matjinal mencapai jumlah 63,05%. Kemudian, pada siklus 2 mengalami peningkatan menjadi 77,4%. Pada siklus 3 sikap empati siswa tethadap kaum matjinal petkotaan betjumlah 86,28%. Hingga pada siklus 4 kemampuan siswa dalam betsikap empati mencapai 98,64%. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa metode inkuiti sosial dalam pembelajatan IPS dapat membangun sikap empati tethadap kaum matjinal petkotaan.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA MELALUI METODE INKUIRI BERBASIS PENGALAMAN SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS.

PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA MELALUI METODE INKUIRI BERBASIS PENGALAMAN SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS.

Berdasarkan indikasi-indikasi yang penulis temui, penulis beranggapan bahwa dengan melihat karakteristik pembelajaran IPS yang mengacu kepada dinamika masyarakat sebagai sumber belajar maka hal ini dapat menjadi salah satu stimulus untuk meninkatkan ketertarikan peserta didik terhadap suatu pengetahuan yang bersumber langsung dari pengalaman sosial dan hal ini akan mempermudah peserta didik dalam mengolah dan mengasosiasi pengetahuan yang peserta didik peroleh dalam sebuah pengalaman belajar yang bernakna, setelah terciptanya hal tersebut siswa akan lebih terstimulus untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi dalam pembelajaran IPS. Dari anggapan dasar tersebut penulis merekomendasikan salah satu solusi yang dirasa tepat untuk memperbaiki indikasi yang muncul seperti yang dipaparkan sebelumnya yaitu dengan menggunakan metode inkuiri yang berbasis pengalaman sosial.
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

MEMBANGUN SIKAP EMPATI TERHADAP KAUM MARJINAL PERKOTAAN MELALUI METODE INKUIRI SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS - repository UPI S IPS 1000354 Title

MEMBANGUN SIKAP EMPATI TERHADAP KAUM MARJINAL PERKOTAAN MELALUI METODE INKUIRI SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS - repository UPI S IPS 1000354 Title

MEMBANGUN SIKAP EMPATI TERHADAP KAUM MARJINAL PERKOTAAN MELALUI METODE INKUIRI SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS Penelitian Tindakan Kelas Terhadap Siswa Kelas VII I SMP Negeri 5 Bandun[r]

4 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA MELALUI METODE INKUIRI BERBASIS PENGAN SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS - repository UPI S IPS 1105129 Title

PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA MELALUI METODE INKUIRI BERBASIS PENGAN SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS - repository UPI S IPS 1105129 Title

Daftar FPIPS : 5048/ UN.40.2.7/ PL/ 2015 PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA MELALUI METODE INKUIRI BERBASIS PENGALAMAN SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS Penelitian Tindakan Kel[r]

3 Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE INKUIRI SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas VII D SMP Negeri 1 Jalancagak ) - repository UPI T IPS 1404569 Title

PENERAPAN METODE INKUIRI SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas VII D SMP Negeri 1 Jalancagak ) - repository UPI T IPS 1404569 Title

Tresna Prajadin, 2016 PENERAPAN METODE INKUIRI SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | per[r]

3 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN KUANTUM DENGAN METODE INKUIRI TERBIMBING DAN INKUIRI BEBAS TERMODIFIKASI DITINJAU DARI KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN MOTIVASI BELAJAR

PEMBELAJARAN KUANTUM DENGAN METODE INKUIRI TERBIMBING DAN INKUIRI BEBAS TERMODIFIKASI DITINJAU DARI KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN MOTIVASI BELAJAR

menjadi pengarah para guru untuk memilih strategi pembelajaran yang disingkat EER ( Efektif – Efisien – Rasional ). Saat ini terjadi revolusi pembelajaran, yang melahirkan banyak metode pembelajaran, namun yang perlu kita cermati adalah berubahnya paradigma pembelajaran. Dari paradigma Teachers center atau Guru sebagai pusat pembelajaran, atau semuanya sangat ditentukan dari atas “driver company”, menuju pembelajaran yang memberikan ruang gerak secara utuh dan menyeluruh pada peserta didiknya “driver customer”. Paradigma inilah yang menuntut setiap Guru untuk cermat dalam memilih strategi dan metode pembelajaran. Dr. Georgi Lozanov, yang dikenal sebagai bapak pembelajaran dipercepat [accerated learning], pendidik asal Bulgaria, yang bereksperimen dengan suggestology ternyata mengilhami Bobi DePorter untuk mengembangkan strategi pembelajaran, yang mengubah cahaya menjadi energi. Pembelajaran inilah yang disebut dengan “Pembelajaran Kuantum (Quantum Learning)”. Model pembelajaran ini diadopsi dari beberapa teori, antara lain teori sugesti, teori otak kanan dan kiri, teori otak triune, pilihan modalitas (visual, auditorial, dan kinestetik) dan pendidikan holistic. Buah pikir ini telah sukses diterapkan di Super Camp, lembaga kursus yang dibangun oleh de Porter. Dari penelitian yang dilakukan untuk disertasi doktoralnya pada 1991, dengan melibatkan sekitar 6.042 responden, Super Camp berhasil mendongkrak potensi psikis peserta didik, antara lain peningkatan motivasi 80 %, nilai belajar 73 %, dan memperbesar keyakinan diri 81 %. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa Pembelajaran Kuantum ini dapat memperbaiki kualitas pembelajaran .
Baca lebih lanjut

170 Baca lebih lajut

Pengaruh penggunaan metode Inkuiri terhadap kemampuan menjelaskan dan menginterpretasi pada pelajaran IPA SD Kanisius Demangan Baru 1 Yogyakarta.

Pengaruh penggunaan metode Inkuiri terhadap kemampuan menjelaskan dan menginterpretasi pada pelajaran IPA SD Kanisius Demangan Baru 1 Yogyakarta.

Wulandari, Harlita, dan Muzzayinah (2011) melakukan penelitian dengan metode kuasi-eksperimental. Subjek penelitian adalah siswa kelas X di SMA Al Islam 1 Surakarta tahun ajaran 2011/ 2012. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis jamur di taro tape dan mengetahui pengaruh dari pemanfaatan hasil penelitian identifikasi sebagai sumber pembelajaran berbasis modul terhadap keterampilan menafsirkan data. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah sumber pembelajaran berbasis modul sedangkan variabel terikat adalah keterampilan menafsirkan data. Pengujian hipotesis untuk pelaksanaan hasil penelitian terhadap proses pembelajaran biologi menggunakan t-test. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa (1) ada dua genus jenis jamur di taro tape, yaitu genus Saccharomyces genus Aspergillus dan yang diidentifikasi sesuai dengan karakteristik morfologi, (2) pemanfaatan hasil penelitian identifikasi jamur pada taro tape (Colocasia esculenta) sebagai sumber pembelajaran berbasis modul memiliki dampak nyata terhadap keterampilan menafsirkan data yang dari kelas X di SMA Al Islam 1 Surakarta Tahun Akademik 2011/ 2012.
Baca lebih lanjut

170 Baca lebih lajut

 this  file 7989 9963 1 SM

this file 7989 9963 1 SM

Abstrak: Siswa sekolah dasar (SD) perlu dibekali berbagai cara untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah melalui pembelajaran IPS di SD dengan menggunakan metode inkuiri. Pembelajaran IPS di SD dengan menggunakan metode inkuiri dapat melatih siswa berpikir kritis, analitis, dan dapat melatih kemandirian siswa. Metode inkuiri dalam pengajaran IPS dapat diterapkan pada kelas IV, V, dan VI SD. Penerapan model inkuiri dalam pembelajaran IPS di Sekolah Dasar sesuai dengan langkah-langkah Pembelajaran:( 1) Orientasi. Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsive. Pada langkah ini guru mengondisikan agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran. Pada langkah ini guru harus merangsang dan mengajak siswa untuk berpikir memecahkan masalah. (2) Merumuskan masalahMerumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan teka-teki itu. (3) Merumuskan hipotesis. Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji.Sebagai jawaban sementara hipotesis perlu diuji kebenarannya(4) Mengumpulkan data.Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untukmenguji hipotesis yang diajukan, (5) Menguji Hipotesis. Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data dan informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. (6) Merumuskan kesimpulan. Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menunjukkan pada siswa data mana yang relevan. Pembelajaran model inkuiri pada pembelajaran IPS di SD diharapkan siswa lebih berpikir kritis, analitis, aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Strategi Pembelajaran Inkuiri

Strategi Pembelajaran Inkuiri

Peran guru dalam strategi pembelajaran ini adalah guru sebagai penanya. Sebab, kemampuan siswa untuk menjawa setiap pertannyan pada dasarnya sudah merupakan sebagian dari proses berpikir. Oleh sebab itu, kemampuan guru utnuk bertanya dalam setiap langkah inkuiri sangat diperlukan, apakah itu hanya sekedar untuk meminta perhatian siswa, untuk melacak ,mengembangkan kemampuan atau untuk menguji

3 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Najah, Zulfa Rojibatin. 2016. Peningkatan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV SD 1 Sundoluhur Melalui Model Pembelajaran Inkuiri Sosial Materi Sumber Daya Alam Tahun Ajaran 2016/2017. Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus. Dosen Pembimbing (1) Dr. Murtono, M.Pd (2) Ika Oktavianti, S.Pd, M.Pd.

26 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects