Metode Problem Solving

Top PDF Metode Problem Solving:

View of PENGARUH METODE DISCOVERY DAN METODE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS

View of PENGARUH METODE DISCOVERY DAN METODE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS

Penggunaan metode yang efektif dalam pembelajaran sangat diperlukan bagi peserta didik untuk dapat memahami konsep secara utuh sehingga peserta didik dapat mengembangkan keterampilan berpikirnya untuk menghubungkan konsep dasar dengan situasi yang sebenarnya di lapangan. Metode pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik yaitu metode discovery dan metode problem solving karena dalam proses pembelajarannya melibatkan peran peserta didik.

7 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF MELALUI METODE PROBLEM SOLVING DAN PEMBERIAN TUGAS DITINJAU DARI KREATIVITAS SISWA | Harsono | PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika 3771 8341 1 SM

PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF MELALUI METODE PROBLEM SOLVING DAN PEMBERIAN TUGAS DITINJAU DARI KREATIVITAS SISWA | Harsono | PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika 3771 8341 1 SM

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif dengan metode problem solving dan metode pemberian tugas dapat meningkatkan prestasi belajar siswa SMA Taruna Nusantara Magelang pada mata pelajaran Fisika pokok bahasan Gravitasi Bumi. Dari kedua metode pembelajaran tersebut, model pemberian tugas pengaruhnya lebih bagus dan lebih signifikan. Terlihat juga bahwa siswa yang memiliki kreativitas tinggi pada metode pemberian tugas menghasilkan prestasi lebih tinggi daripada prestasi problem solving pada kreativitas tinggi, dan sebaliknya prestasi yang diperoleh tingkat kreativitas rendah pada pemberian tugas nilainya lebih tinggi dari pada prestasi yang diperoleh dalam metode problem solving dalamkreativitas rendah.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

KOMPARASI METODE PROBLEM SOLVING DAN METODE KONVENSIONAL SERTA PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 5 SURAKARTA | Setyawati | SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant 4057 9033 1 SM

KOMPARASI METODE PROBLEM SOLVING DAN METODE KONVENSIONAL SERTA PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 5 SURAKARTA | Setyawati | SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant 4057 9033 1 SM

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen Quasi Eksperimen Research. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa SMA Negeri 5 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014. Sampel dalam penelitian ini yakni dua kelas dengan penggunaan metode yang berbeda. Kelas XI IPS 3 sebagai kelas dengan penggunaan metode Problem Solving dan kelas XI IPS 5 sebagai kelas dengan penggunaan metode konvensional. Sampel dipilih dengan teknik multistage cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes, angket dan
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH METODE PROBLEM SOLVING TERHADAP HASIL BELAJAR IPS DI SD

PENGARUH METODE PROBLEM SOLVING TERHADAP HASIL BELAJAR IPS DI SD

Dari hasil wawancara pada bulan Desember 2017 kepada guru kelas IV di SD Negeri 56 Pontianak Barat diketahui masih menerapkan Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP) dari kelas I s/d VI pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan sosial dan Sekolah Dasar Negeri 56 Pontianak Barat merupakan sekolah dengan akreditasi B. Informasi lainnya diketahui bahwa interaksi dalam proses pembelajaran masih berjalan satu arah. Hal ini disebabkan kurang aktifnya siswa dalam proses pembelajaran dan masih menerapkan pola teacher center. Metode konvensional sebagai metode utama bukan berarti tidak cocok untuk digunakan, namun penggunaan metode tersebut yang terlalu sering akan berdampak ketika guru menjelaskan materi dan siswa kurang menyimak serta memperhatikan perjelasan materi tersebut. Kesesuain strategi dan metode dengan materi pembelajaran yang guru gunakan mampu mempengaruhi hasil belajar siswa, maka dari itu dibutuhkannya variasi penggunaan metode, model dan strategi agar siswa lebih bersemangat dalam menerima pembelajaan dan pembentukan pengetahuan secara aktif khususnya di mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Salah satunya yaitu dengan menggunakan metode problem solving yang dapat mengarahkan siswa untuk
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM METODE PROBLEM SOLVING PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMP 2 KESESI KABUPATEN PEKALONGAN

AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM METODE PROBLEM SOLVING PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMP 2 KESESI KABUPATEN PEKALONGAN

Aktivitas belajar siswa sangat diperlukan untuk kelangsungan proses belajar mengajar. Mata pelajaran IPS tidak hanya mengandung nilai edukasi yang bersifat mencerdaskan siswa, tetapi menjadikan siswa lebih kritis terhadap lingkungan sekitarnya. Metode problem solving menjadi alternatif pembelajaran pada mata pelajaran IPS, karena selama ini pembelajaran IPS masih bersifat ceramah dan hafalan. Metode problem solving dipilih karena merupakan salah satu metode yang melibatkan siswa untuk berfikir kritis dalam pembelajaran. Permasalahan dalam penelitian ini adalah, 1) sejauh mana tingkat aktivitas belajar siswa dalam metode problem solving pada mata pelajaran IPS di SMP 2 Kesesi Kabupaten Pekalongan?, 2) bagaimanakah pembelajaran metode problem solving yang dilaksanakan oleh guru mata pelajaran IPS di SMP 2 Kesesi Kabupaten Pekalongan? Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui tingkat aktivitas belajar siswa dalam metode problem solving pada mata pelajaran IPS di SMP 2 Kesesi Kabupaten Pekalongan, 2) untuk mengetahui pembelajaran metode problem solving yang dilaksanakan oleh guru mata pelajaran IPS di SMP 2 Kesesi Kabupaten Pekalongan.
Baca lebih lanjut

136 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE PROBLEM SOLVING PADA SISWA KELAS II SDN 12 LEMBAH MELINTANG Warni SDN 12 Lembah Melintang Email: warni012gmail.com

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE PROBLEM SOLVING PADA SISWA KELAS II SDN 12 LEMBAH MELINTANG Warni SDN 12 Lembah Melintang Email: warni012gmail.com

pusat pembelajaran. Guru hanya akan menjadi fasilitator dan mengontrol aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran. Dengan penerapan Metode Problem Solving , maka diharapkan pelajaran Matematika menjadi bidang studi yang disenangi, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Matematika siswa. Oleh karena itu berdasarkan latar belakang di atas, dengan mengacu pada strategi eksporitori, penulis akan melakukan penelitian dengan judul yaitu, meningkatkan hasil belajar Matematika melalui Metode Problem Solving di Kelas II SDN 12 Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA (Studi Multi Kasus di SMP Negeri 1 Pogalan dan SMP Negeri 2 Pogalan Trenggalek) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA (Studi Multi Kasus di SMP Negeri 1 Pogalan dan SMP Negeri 2 Pogalan Trenggalek) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Kelima, penelitian yang dilakukan oleh Kokom Komariyah, merupakan jurnal penelitian yang berjudul Penerapan Metode problem Solving Model Polya untuk meningkatkan kemampuan Memecahkan Masalah bagi Siswa Kelas IX-JK di SMPN 3 Cimahi. Adapun rumusan masalah dalam jurnal adalah apakah penerapan metode Problem Solving model Polya dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah Matematika. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan rata- rata hasil belajar siswa seperti berikut ini. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I meningkat sebesar 3,7 yaitu dari 52,4 menjadi 56,1. Sedangkan pada siklus II meningkat sebesar 8,9 yaitu dari 56,1 menjadi 65. Dengan pembelajaran ini siswa lebih teliti dalam mengerjakan suatu soal, sehingga tingkat kesalahan dalam mengerjakan soal juga berkurang. Kendala yang masih dihadapi adalah kurangnya kemampuaan siswa dal;am materi apersepsi yanag mendukung penyelesaian masalah. 68
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN METODE PROBLEM SOLVING UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH

PENGEMBANGAN METODE PROBLEM SOLVING UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH

Dalam proses belajar mengajar, pengajar juga perlu mengadakan keputusan-keputusan, misalnya metode apakah yang perlu dipakai untuk mengajar mata pelajaran tertentu, alat dan media apakah yang diperlukan untuk membantu peserta didik membuat suatu catatan, melakukan praktikum, menyusun makalah diskusi, atau cukup hanya dengan mendengar ceramah pengajar saja. Dalam proses belajar mengajar pengajar selalu dihadapkan pada bagaimana melakukannya, dan mengapa hal tersebut perlu dilakukan. Begitu juga dalam hal evaluasi atau penilaian dihadapkan pada bagaimana system penilaian yang digunakan, bagaimana kriterianya, dan bagaimana pula kondisi peserta didik sebagai subjek belajar yang memerlukan nilai itu.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  EKSPERIMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE PROBLEM SOLVING DAN MIND MAPPING DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL (Pada Siswa Kelas VIII Semester II MTs Negeri Nguntoronadi).

PENDAHULUAN EKSPERIMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE PROBLEM SOLVING DAN MIND MAPPING DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL (Pada Siswa Kelas VIII Semester II MTs Negeri Nguntoronadi).

memasukkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi dari otak. Ini merupakan cara yang paling kreatif dan inovatif dalam membuat catatan. Siswa dapat menganalisis ide-ide, mencatat pelajaran atau merencanakan penelitian baru sehingga dapat mengidentifikasi secara jelas dan kreatif apa yang telah dipelajari dan apa yang telah direncanakan. Metode Mind Mapping juga dapat menghilangkan kebosanan dalam mencatat cara tradisional, sehingga dalam hal ini otak akan lebih cepat mencerna serta mengingat catatan yang telah dibuat.

7 Baca lebih lajut

2007 Ali  Mustofa  Losina PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING

2007 Ali Mustofa Losina PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pengaruh metode pembelajaran Problem Solving terhadap peningkatan minat belajar Statistika Lanjut pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FISE UNY. (2) Mengetahui pengaruh metode pembelajaran Problem Solving terhadap peningkatan pemahaman Statistika Lanjut pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FISE UNY tentang Statistika Lanjut.

1 Baca lebih lajut

Metode Problem Solving Dalam Pembelajaran Matematika Sebagai Bagian Dari Pembentukan Karakter.

Metode Problem Solving Dalam Pembelajaran Matematika Sebagai Bagian Dari Pembentukan Karakter.

Pembelajaran matematika di SD merupakan suatu proses yang menentukan arah dan kehidupan anak selanjutnya. Usia anak SD yang masih berada pada tahap operasional konkret akan membuat anak mengikuti perilaku sesuai dengan apa yang ditemuinya. Hal inilah yang kemudian digunakan oleh guru dalam menggunakan metode problem solving dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan empat langkah yang ada untuk membentuk karakter anak. Pembelajaran matematika di SD yang diajarkan dengan menggunakan metode problem solving secara langsung maupun tidak langsung akan membentuk karakter anak yang berpikir logis, kritis, konsisten, pencari kebenaran, dan berhati-hati dalam setiap tindakan dan perbuatan apalagi saat memutuskan atau mengambil kesimpulan. Oleh karena itu, sebagai pendidik sebaiknya perlu memahami karakteristik anak didik agar karakter anak didik bias terbentuk.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PENERAPAN PEMBELAJARAN INKUIRI DENGAN METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SEGITIGA SISWAKELAS VII-11 SMP NEGERI 7 MATARAM TAHUN PELAJARAN 2014/2015 - Repository UNRAM

PENERAPAN PEMBELAJARAN INKUIRI DENGAN METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SEGITIGA SISWAKELAS VII-11 SMP NEGERI 7 MATARAM TAHUN PELAJARAN 2014/2015 - Repository UNRAM

Matematika dikenal sebagai ilmu deduktif karena kebenaran suatu pernyataan diperoleh akibat dari kebenaran sebelumnya . Belajar matematika bagi siswa sangatlah penting karena matematika dapat digunakan secara luas dalam segala bidang kehidupan manusia, seperti dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk itu diperlukan suatu upaya pembelajaran yang optimal agar siswa dapat menerima matematika dengan baik dan benar. Guru dituntut untuk dapat memilih metode yang tepat dalam pembelajaran. Menurut Amri (2010:5) peran guru adalah sebagai fasilitator, motivator dan guider. Sebagai fasilitator, guru berusaha menciptakan dan menyediakan lingkungan belajar yang kondusif bagi peserta didiknya. Sebagai motivator, guru berupaya untuk mendorong dan menstimulasi peserta didiknya agar dapat melakukan perbuatan belajar. Sedangkan sebagai guider, guru melakukan pembimbingan dengan berusaha mengenal para peserta didiknya secara personal.
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

Penerapan metode problem solving pada pembelajaran akidah akhlak siswa kelas II

Penerapan metode problem solving pada pembelajaran akidah akhlak siswa kelas II

Kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan suatu metode memiliki peran yang penting. Kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki anak didik, akan ditentukan oleh kerelevansian penerapan suatu metode yang sesuai dengan tujuan. Itu berarti tujuan pembelajaran akan dapat dicapai dengan penerapan suatu metode yang tepat, sesuai dengan standar keberhasilan yang terpatri di dalam suatu tujuan. Metode yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar bermacam-macam.Penerapannya tergantung dari rumusan tujuan.Dalam mengajar, jarang ditemukan guru menggunakan satu metode, tetapi kombinasi dari dua atau beberapa macam metode.Penggunaan metode gabungan dimaksudkan untuk menggairahkan belajar anak didik.Dengan bergairahnya belajar, anak didik sukar untuk mencapai tujuan pengajaran.Karena bukan guru yang memaksakan anak didik untuk mencapai tujuan, tetapai anak didiklah dengan sadar untuk mencapai tujuan. 2
Baca lebih lanjut

122 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Peningkatan Kreativitas Belajar Ipa Melalui Metode Problem Solving Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 01 Lempong Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013.

PENDAHULUAN Peningkatan Kreativitas Belajar Ipa Melalui Metode Problem Solving Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 01 Lempong Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Keberhasilan dari pencapaian pendidikan di sekolah tergantung pada pelaksanaan proses pembelajaran. Hal ini melibatkan peran serta guru dan murid dalam rangka melakukan kewajibannya masing-masing untuk mencapai standar yang telah ditentukan. Untuk dapat mencapai hasil yang baik maka salah satu cara yang dilakukan oleh guru adalah dengan memperluas peluang siswa untuk belajar. Salah satu diantaranya adalah dengan menyediakan metode pembelajaran yang dapat mengoptimalkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

STUDI KOMPARASI PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DAN PROBLEM SOLVING MATA PELAJARAN AKUNTANSI DI SMA NEGERI 4 PEKALONGAN.

STUDI KOMPARASI PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DAN PROBLEM SOLVING MATA PELAJARAN AKUNTANSI DI SMA NEGERI 4 PEKALONGAN.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII IPS di SMA N 4 Pekalongan tahun ajaran 2008/2009 sebanyak 118 siswa yang terbagi dalam tiga kelas. Sampel yang digunakan sebanyak dua kelas, diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Pembagian kelas eksperimen dengan metode problem posing dan problem solving dilakukan dengan undian, dan diperoleh XII IPS 1 sebagai kelas eksperimen dengan metode problem posing dan XII IPS 2 sebagai kelas eksperimen dengan metode problem solving. Pelaksanaan pembelajaran untuk kelas problem posing dan problem solving dilaksanakan di luar jam pelajaran. Ada dua variabel bebas dalam penelitian ini yaitu metode pembelajaran problem posing pada siswa kelas XII IPS di SMA N 4 Pekalongan ( X 1 ) dan metode pembelajaran problem solving pada siswa kelas XII IPS di SMA N 4 Pekalongan( X 2 ). Teknik pengambilan data yang digunakan adalah teknik observasi dan teknik tes. Analisis data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua tahap, yaitu tahap awal (pre test) untuk memadankan kelompok eksperimen dengan problem posing dan kelompok eksperimen dengan problem solving dengan menggunakan uji normalitas, uji kesamaan dua varian, dan uji kesamaan dua rata-rata. Tahap akhir (post test) dilakukan untuk menguji hipotesis dengan menggunakan uji t.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V dengan Model Problem Solving Dipadukan dengan Metode NHT

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V dengan Model Problem Solving Dipadukan dengan Metode NHT

solving dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPA siswa kelas 4 SD Negeri Candirejo 01. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart dengan menggambarkan adanya empat langkah pada setiap siklus yang meliputi perencanaan, implementasi tindakan, observasi dan interpretasi, serta analisis dan refleksi. Siklus I dan siklus II masing – masing terdiri dari 3 pertemuan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif untuk menganalisis hasil belajar berupa nilai tes dan data hasil observasi yang terdiri dari data observasi terhadap aktivitas guru, dan keaktifan belajar siswa. Kemudian peneliti melakukan teknik analisis deskriptif komparatif yakni dengan membandingkan data yang diperoleh selama prasiklus, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode problem solving dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPA siswa kelas 4 SD Negeri Candirejo 01 yang ditunjukkan dengan peningkatan keaktifan dan hasil belajar IPA dari kondisi prasiklus, siklus I, dan siklus II. Peningkatan persentase keaktifan siswa pada siklus I pertemuan pertama dengan persentase 68,3%. Kemudian meningkat pada siklus I pertemuan kedua meningkat persentase 76,7%. Setelah itu, pada siklus II pertemuan pertama dengan pencapaian persentase 81,7% dan meningkat pada siklus II pertemuan kedua persentase mencapai 91,7%. Peningkatan hasil belajar pada prasiklus yang semula jumlah siswa yang mencapai KKM sebanyak 30 siswa dengan persentase 78,9% dan memperoleh rata – rata 72,8. Pada siklus I meningkatan dengan jumlah siswa yang mencapai KKM sebanyak 33 siswa dengan persentase 86,8% dan memperoleh rata – rata 74,3. Pada siklus II terjadi peningkatan dari siklus I yaitu jumlah siswa yang mencapai KKM sebanyak 35 siswa dengan persentase 92,1% dan memperoleh rata – rata 83,1.berdasarkan persentase keaktifan dan hasil belajar tiap siklus diatas, maka dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan metode pembelajaran Problem Solving pada pelajaran IPA kelas 4 di SD Negeri Candirejo 01 dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

MENINGKATKAN SIKAP EMPATI MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK PROBLEM SOLVING DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 BATANG ANGKOLA TAHUN AJARAN 2015/2016.

MENINGKATKAN SIKAP EMPATI MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK PROBLEM SOLVING DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 BATANG ANGKOLA TAHUN AJARAN 2015/2016.

1. Keaktifan dan perhatian siswa kelas VIII-A SMP Negeri 1 Batang Angkola dapat dikatakan rendah, hal ini terbukti dari hasil observasi penulis dalam pelaksanaan bimbingan kelompok teknik ptoblem solving pada siklus 1. Setelah dilaksanakan siklus ke 2 ternyata keaktifan dan perhatian siswa meningkat tentu sikap empati akan meningkat dari sebelumnya. Begitu juga meningkat terus pada siklus ke 3, dimana keaktifan dan perhatian siswa mengikuti bimbingan kelompok ada peningkatan sebesar 27,5% artinya sikap empati siswa juga akan meningkat karena selama bimbingan kelompok materi yang dibahas adalah masalah sikap empati dan tujuan penulis melaksanakan bimbingan kelompok teknik problem solving adalah untuk meningkatkan sikap empati siswa.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengembangan E-Modul Kimia Berbasis Problem Solving dengan Menggunakan Moodle pada Materi Hidrolisis Garam untuk Kelas XI SMA/MA Semester II.

Pengembangan E-Modul Kimia Berbasis Problem Solving dengan Menggunakan Moodle pada Materi Hidrolisis Garam untuk Kelas XI SMA/MA Semester II.

Setelah dilakukan observasi awal di SMA N 2 Surakarta, diperoleh informasi bahwa pembelajaran berbasis online belum ada padahal sekolah tersebut telah memiliki website sekolah. SMA N 2 Surakarta belum membuat pembelajaran interaktif dengan menggunakan MOODLE yang didalamnya terdapat materi pelajaran dapat diakses secara luas oleh siswa. Guru biasanya hanya sekadar menggunakan metode ceramah pada saat melakukan kegiatan pembelajaran. Kadang guru juga hanya menggunakan slide power point saja dalam pembelajaran di sekolah. Kekurangan ini sangat disayangkan, karena teknologi dalam pendidikan bila dikembangkan dengan baik akan dapat meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran. Fasilitas di sekolah tersebut sebenarnya memungkinkan untuk dikembangkannya e-modul dengan menggunakan aplikasi MOODLE. Selain itu, siswa dengan karakteristik menyukai bidang teknologi akan lebih merasakan pembelajaran yang menyenangkan apabila pengembangan media menggunakan konsep MOODLE (media berbasis teknologi). Hasil observasi di sekolah lain memberikan hasil yang hampir serupa. SMA N Mojogedang juga belum memiliki e-modul khusus. Website sekolah yang dimiliki SMA N Mojogedang juga kurang dimanfaatkan guru. Content website lebih menekankan informasi berita dan kegiatan yang ada di sekolah. Guru juga tidak memiliki blog dan tidak mengunggah materi di website sekolah. Berdasarkan karakteristik materi hidrolisis garam dan hasil observasi di beberapa SMA, maka dibutuhkan e-modul yang cocok. MOODLE merupakan alternatif yang bisa dipilih sebagai penunjang e-modul dalam pembelajaran. MOODLE juga dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran agar siswa tidak menjadi bosan. MOODLE yang disusun memuat materi, kuis, dan penugasan, yang dilakukan secara online sehingga keterbatasan ruang dan waktu antara guru dan siswa dalam transfer ilmu dapat terselesaikan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

probing promting problem posing dan problem solving

probing promting problem posing dan problem solving

Mu’Qodin ( 2002 ) mengatakan bahwa problem solving adalah merupakan suatu keterampilan yang meliputi kemampuan untuk mencari informasi, menganalisa situasi, mengidentifikasi masalah dengan tujuan untuk menghasilkan alternatif tindakan, kemudian mempertimbangkan alternatif tersebut sehubungan dengan hasil yang dicapai dan pada akhirnya melaksanakan rencana dengan melakukan suatu tindakan yang tepat.. Berdasarkan dari beberapa definisi problem solving yang dikemukakan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa problem solving merupakan suatu keterampilan yang meliputi kemampuan untuk mencari informasi, menganalisa situasi dan mengidentifikasi masalah dengan tujuan untuk menghasilkan alternatif sehingga dapat mengambil suatu tindakan keputusan untuk mencapai sasaran.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...