Metode Six Sigma

Top PDF Metode Six Sigma:

PENGUKURAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP PENJUALAN ALAT – ALAT LISTRIK DENGAN METODE SIX SIGMA ( Studi kasus pada PT. X ).

PENGUKURAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP PENJUALAN ALAT – ALAT LISTRIK DENGAN METODE SIX SIGMA ( Studi kasus pada PT. X ).

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kualitas pelayanan penjualan adalah metode six sigma. Dengan menggunakan metode six Sigma kita dapat mengetahui CTQ (karakteristik yang menentukan kualitas) dari keluhan pelanggan yang terdiri atas 6 CTQ, sehingga dalam usulan perbaikan pelayanan penjualan menggunakan failure mode and effect analize (FMEA). Penelitian juga dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan penjualan selama bulan Mei 2010 sampai dengan April 2011, dengan mengunakan konsep DMAIC pada Six Sigma dimana, tahap Define dilakukan penelitian objek, Measure dilakukan pengukuran DPMO dan sigma, Analyze untuk mengidentifikasikan masalah potensial dan penyebabnya, kemudian membuat usulan alternative tindakan perbaikan menggunakan FMEA di tahap Improve dan tahap Control dilakukan oleh pihak perusahaaan.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

Usulan Penerapan Metode Six Sigma dan Kaizen Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Produk

Usulan Penerapan Metode Six Sigma dan Kaizen Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Produk

Berdasarkan pada penelitiandalam menangani kecacatan pada PT. Mondrian para peneliti menggunakan metode Six Sigma dan Kaizen dalam penanganan permasalahan pada perusahaan tersebut. Dengan menggunakan metode ini perusahaan dapat menemukenali penyebab kecacatan yang terjadi pada proses produksi, dan dengan metode kaizen perusahaan dapat mengambil langkah perbaikan berkesinambungan dalam masa yang akan dating (Susetyo Joko, Winarni, Catur Hartanto, 2011).

8 Baca lebih lajut

APLIKASI METODE SIX SIGMA PADA PENGENDALIAN MUTU PROSES PRODUKSI AMDK

APLIKASI METODE SIX SIGMA PADA PENGENDALIAN MUTU PROSES PRODUKSI AMDK

Pemakaian Air Minum Dalam Kemasan saat ini semakin meningkat, yang diiringi oleh peningkatan jumlah produsen AMDK. Hal itu mendorong terbitnya Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Kualitas air untuk bahan baku AMDK sangat penting untuk dilakukan pengendalian selama dalam proses pengolahannya. Salah satu metode pengedalian mutu yang bertujuan untuk mengurangi variasi proses adalah Six SIgma. AMDK merupakan salah satu produsen AMDK yang diproduksi perusahaan di Jember. Pada AMDK ini belum pernah dilakukan pengendalian mutu dan masih terdapatnya cacat pada factor kualitas air dan cacat kemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas air selama proses pengolahan serta mengevaluasi mutu produk menggunakan metode six sigma.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

ANALISIS KEBOCORAN SHOCK ABSORBER MODEL D38A DI PT. KAYABA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA - Binus e-Thesis

ANALISIS KEBOCORAN SHOCK ABSORBER MODEL D38A DI PT. KAYABA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA - Binus e-Thesis

Salah satu metode peningkatan kualitas yang banyak diterapkan adalah dengan metode six sigma yang merupakan suatu filosofi peningkatan kualitas secara dramatis dan kontinu untuk mencapai kualitas tingkat dunia, dimana variabilitas proses berusaha diminimalisasi sehingga hanya terjadi 3.4 kegagalan dari satu juta kemungkinan terjadinya kegagalan.

13 Baca lebih lajut

“PERENCANAAN PERBAIKAN PROSES PADA PRODUKSI GENTENG DENGAN METODE SIX SIGMA”

“PERENCANAAN PERBAIKAN PROSES PADA PRODUKSI GENTENG DENGAN METODE SIX SIGMA”

Dalam tahap Define dilakukan identifikasi produk serta pembentukan tim Six Sigma. Pada tahap Measure dilakukan identifikasi jenis cacat yang menjadi prioritas (Critical To Quality) dan pengukuran kinerja proses yang ada sekarang dengan menghitung DPMO (Defect Per Million Opportunities) dan nilai Sigma. Tahap. Analyze mendeteksi atribut-atribut utama yang

2 Baca lebih lajut

Reduksi Cacat pada Produk Kaca Lembaran Dengan Metode Six Sigma

Reduksi Cacat pada Produk Kaca Lembaran Dengan Metode Six Sigma

Six Sigma merupakan suatu metode yang digunakan dalam pengendalian kualitas. Menurut Yang & El Haik, Six Sigma adalah metodologi yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan kapabilitas proses bisnisnya [7]. Tujuan utama dari penerapan metode Six Sigma yaitu mengurangi variasi yang besar pada proses produksi. Metode Six Sigma mampu memberikan dampak positif dalam mereduksi jumlah defect kaca lembaran. Tools yang digunakan dalam upaya mereduksi defect adalah Define, Measure, Analyze, Improvement, Control (DMAIC Six Sigma), Supplier Input Process Output Customer (SIPOC), Pareto Chart, Root Cause Analysis (RCA), dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengendalian Kualitas Produk Benang Cotton dengan Metode Six Sigma

Pengendalian Kualitas Produk Benang Cotton dengan Metode Six Sigma

Six sigma merupakan sebuah metodologi terstruktur untuk memperbaiki proses yang difokuskan pada usaha mengurangi variasi proses sekaligus mengurangi cacat dengan menggunakan statistik dan problem solving tools secara intensif. Six sigma adalah suatu visi peningkatan kualitas menuju target 3,4 kegagalan per sejuta kesempatan (DPMO) untuk setiap transaksi produk baik barang maupun jasa.

6 Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE SIX SIGMA DENGAN KONSEP DMAIC SEBAGAI ALAT PENGENDALI KUALITAS

PENERAPAN METODE SIX SIGMA DENGAN KONSEP DMAIC SEBAGAI ALAT PENGENDALI KUALITAS

Adapun dalam pengendalian kualitas itu sendiri, banyak metode yang dikenal, tetapi dari sekian banyak metode tersebut belum mampu membuktikan performance-nya dalam masalah peningkatan kualitas secara dramatik menuju tingkat kegagalan nol (zero defect). Selain itu diketahui pula sistem manajemen kualitas yang telah ada seperti halnya Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA), ISO 9000 dimana hanya menekankan pada upaya peningkatan terus-menerus (continuous improvement) berdasarkan kesadaran mandiri dari manajemen, tanpa memberikan solusi yang ampuh, seperti halnya upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas secara dramatik menuju tingkat kegagalan nol.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Rancangan Pengendalian Mutu Dengan Metode Six Sigma Pada Divisi Spinning PT Unitex Tbk Bogor

Rancangan Pengendalian Mutu Dengan Metode Six Sigma Pada Divisi Spinning PT Unitex Tbk Bogor

Penentuan responden dan sampel produk (benang) dilakukan dengan metode purposive sampling. Pada fase define ditemukan bahwa salah satu permasalahan yang dihadapi oleh Divisi Spinning adalah adanya produk cacat yang tertangkap oleh mesin pada tahap finishing. Kriteria produk cacat yang tertangkap mesin tersebut adalah slub, thick dan thin. Fase measurement dilakukan untuk mengetahui kualitas produksi Divisi Spinning. Hasil yang diperoleh untuk benang yang terpotong oleh mesin adalah Defect Per Opportunity (DPO) sebesar 0,000502208; Defect Per Million Opportunity (DPMO) sebesar 502,208 dan nilai sigma sebesar 4,81. Apabila pengukuran dilakukan pada keseluruhan benang yang cacat, maka nilai DPO yang dihasilkan adalah 0,00504; nilai DPMO sebesar 5.040 dan nilai sigma sebesar 4,07. Pada fase analyze bahwa produk gagal yang dihasilkan oleh Divisi Spinning disebabkan oleh beberapa faktor. Penyebab produk cacat tersebut adalah faktor manusia, metode, mesin, bahan baku dan lingkungan.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

PERBAIKAN KUALITAS PRODUK WAJAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DAN KANO

PERBAIKAN KUALITAS PRODUK WAJAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DAN KANO

Metode six sigma adalah cara mengukur proses, tujuan mendekati sempurna, disajikan dengan 3,4 DPMO (defects per million opportunities); sebuah pendekatan untuk mengubah budaya organisasi (Pande, 2003). Dalam six sigma dikenal proses DMAIC (define, measure, analysis, improve, dan control) yang disebut metodologi six sigma. Proses-proses tersebut dijelaskan sebagai berikut: 1) define, yaitu penentuan karakteristik produk wajan dan identifikasi kebutuhan pelanggan dengan menggunakan metode Kano; 2) measure, yaitu penentuan critical to quality (CTQ) produk wajan berdasarkan dari hasil metode Kano dan karakteristik kualitas dibuat dengan menggunakan CTQ tree; 3) analyze, yaitu melakukan analisis penyebab terjadinya produk cacat yang menyebabkan pelanggan tidak puas dengan menggunakan salah satu dari seven tools quality yaitu diagram Pareto dan analisis 5 M (machine, man, method, material, dan measurement); 4) improve, yaitu membuat usulan perbaikan untuk meminimasi terjadinya produk cacat dengan menggunakan tools 5W + 1H (what, who, where, when, why, dan how); dan 5) control, yaitu melakukan pengujian usulan perbaikan, jika berhasil dapat meminimalkan terjadinya produk cacat. Usulan tersebut didokumentasikan untuk dijadikan standard operation procedure (SOP) penanganan produk cacat.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

(1)PENERAPAN METODE SIX SIGMA DENGAN PENDEKATAN DMAIC PADA PROSES HANDLING PAINTED BODY BMW X3 (STUDI KASUS: PT

ID penerapan metode six sigma dengan pendek

Setelah memastikan proses handling berada dalam batas kendali, selanjutnya perhitungan DPMO dan level sigma dilakukan. DPMO merupakan banyaknya jumlah cacat per satu juta kemungkinan, didapatkan dengan mengalikan jumlah cacat dengan satu juta kemungkinan, sehingga didapatkan nilai DPMO adalah 33,333. Setelah didapatkan nilai DPMO, tingkat sigma dapat dihitung dengan menggunakan bantuan kalkulator sigma. Tingkat sigma yang didapatkan sebesar 3,3 (menunjukkan masih diperlukan perbaikan untuk mengurangi cacat yang timbul, sehingga tingkat sigma dapat meningkat paling tidak mendekati angka 5 atau 6).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Peningkatan Kualitas Kripik Singkong di UKM Probolinggo Dengan Metode Six Sigma

Peningkatan Kualitas Kripik Singkong di UKM Probolinggo Dengan Metode Six Sigma

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembalikan proses pemotongan dari manual ke proses pemotongan dengan menggunakan mesin dengan kualitas kripik singkong yang baik dengan waktu yang dibutuhkan untuk proses pemotongan lebih cepat dari cara manual. Diharapkan dengan menggunakan metode Six Sigma mampu menemukan akar permasalahan dan faktor-faktor yang menyebabkan cacat serta dengan menggunakan Eksperimen Taguchi mampu mendapatkan komposisi pemotongan yangoptimal. 2. Metode

8 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA  PERBAIKAN KUALITAS DI DEPARTEMEN INCANDESCENT PT GE LIGHTING INDONESIA MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DAN TRIZ.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA PERBAIKAN KUALITAS DI DEPARTEMEN INCANDESCENT PT GE LIGHTING INDONESIA MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DAN TRIZ.

Kualitas produk menjadi salah satu topik yang menjadi perhatian utama bagi setiap industri. Setiap industri baik yang berskala kecil maupun skala besar memiliki perhatian khusus mengenai kualitas produknya. Perusahaan berkembang akan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan untuk dapat menjaring kepuasan konsumen dan membuka pasar. Perusahaan besar akan terus menjaga kualitas produk untuk mempertahankan pasar dan bersaing dengan perusahaan lain yang sejenis (Widiatnolo, 2010). Pendekatan secara Six Sigma telah terbukti mampu membantu perusahaan dalam memperbaiki kinerja atau produktivitas, salah satunya dengan peningkatan kualitas produksi. Six Sigma dapat digunakan dengan berbagai macam tools yang sesuai dengan kebutuhan. Berbagai tools tersebut digunakan sesuai dengan tipe permasalahan yang ditemukan atau yang akan diperbaiki atau dihilangkan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Proposal Skripsi metode Six sigma dan Ka

Proposal Skripsi metode Six sigma dan Ka

Pengumpulan data diperoleh secara langsung, dengan jalan melakukan wawancara. Tipe wawancara yaitu studi kasus, metode yang digunakan adalah openended, dimana peneliti dapat bertanya kepada responden kunci yang berfungsi sebagai informan tentang fakta suatu peristiwa disamping opini mengenai peristiwa yang ada. Pada penelitian ini wawancara dilakukan kepada kepala bagian produksi, dan operator bagian produksi.

Baca lebih lajut

PERBAIKAN KUALITAS DENGAN METODE SIX SIGMA DI PT. MACANANJAYA CEMERLANG, KLATEN  PERBAIKAN KUALITAS DENGAN METODE SIX SIGMA DI PT. MACANANJAYA CEMERLANG, KLATEN.

PERBAIKAN KUALITAS DENGAN METODE SIX SIGMA DI PT. MACANANJAYA CEMERLANG, KLATEN PERBAIKAN KUALITAS DENGAN METODE SIX SIGMA DI PT. MACANANJAYA CEMERLANG, KLATEN.

4. Bapak Brilianta Budi Nugraha, S.T., M.T., beserta Ibu DM. Ratna Tungga Dewa, S.Si., M.T., selaku Dosen Pembimbing I dan Dosen Pembimbing II yang telah menyediakan waktu, tenaga dan pengetahuan untuk membimbing penulis dari awal sampai akhir pengerjaan Laporan Tugas Akhir dengan topik Six Sigma ini.

Baca lebih lajut

Konsep Dasar Six Sigma

Konsep Dasar Six Sigma

Kualitas yang baik tercipta karena proses yang baik pula, produk yang bagus belum tentu memiliki kualias yang baik, proses produksi dari sebuah produk memiliki peranan penting dalam menghasilkan suatu produk dengan kualitas yang baik atau produk yang berkualitas. Untuk menyelesaikan permasalahan pada perusahaan tersebut disini penulis akan menggunakan metode six sigma dan seven tools sebagai metode atau alat untuk proses perbaikan. Diharapkan dengan menggunakan metode tesebut penulis dapat mengetahui dan mengidentifikasi jenis cacat dan faktor yang menyebabkan terjadinya kecacatan tersebut. Diharapkan setelah diketahuinya faktor-faktor penyebab kecacatan bisa diketahui solusi permasalahannya dan merekomendasikan perbaikan pada perusahaan tersebut. Tindakan perbaikan yang akan dilakukan dalam upaya mencegah atau mengatasi terjadinya cacat (defect). Alat yang digunakan dalam rencana perbaikan proses adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil yang didapat dari perbaikan dalam konsep FMEA mendapatkan peningkatan yang memuaskan dengan nilai sigma sebelum perbaikan berdasarkan penelitian sebesar 3,42 dan sesudah penelitian sebesar 3,82 meskipun hasil dari perbaikan tidak meningkat dengan sesuai yang diharapkan. Tetapi setelah perbaikan menunjukkan bahwa pada proses produksi produk Bracket cacat di perusahaan tersebut sudah mulai berkurang secara perlahan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Disusun oleh : SHEILA SELVIONA 070403126

TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Disusun oleh : SHEILA SELVIONA 070403126

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kepuasan pelanggan dengan meningkatkan kualitas produk yang dapat diidentifikasi melalui metode Six Sigma dengan terlebih dahulu menggunakan metode Servqual yang dipetakan ke dalam kategori Kano. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu penelitian pendahuluan, pengumpulan data yaitu menyebarkan kuesioner dan mengumpulkan data-data yang berasal dari arsip perusahaan, melakukan pengolahan data, menganalisis hasil pengolahan data, dan terakhir menyimpulkan hasil penelitian.

Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI  PENURUNAN COST OF POOR QUALITY DI UD. SEJATI PLYWOOD DENGAN IMPLEMENTASI SIX SIGMA.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI PENURUNAN COST OF POOR QUALITY DI UD. SEJATI PLYWOOD DENGAN IMPLEMENTASI SIX SIGMA.

Penelitian dengan metode Six Sigma dilakukan oleh Yudanto (2010) pada PT.GE Lighting Indonesia. Penelitian ini dibatasi pada produk tertentu dan departemen tertentu. Hasil penelitian berupa usulan perbaikan agar produk cacat berkurang. Sihombing dan Vasu (2011) menganalisis kecacatan pada proses penekanan di salah satu industri thermoplastic di Malaysia. Kecacatan terjadi karena variasi proses akibat termperatur, waktu penekanan, dan jarak tekan. Metodologi Six Sigma DMAIC diterapkan untuk meningkatkan kualitas pada injeksi 30 ton plastik. Eksperimen dilakukan dengan mesin sebagai faktor dan didapatkan usulan perbaikan yang optimal dan didapatkan penurunan cacat yang signifikan. Usulan yang diberikan adalah setting parameter mesin yang optimal.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Bahasa Indonesia Karya ilmiah

Bahasa Indonesia Karya ilmiah

Perspektif eksternal digunakan untuk memahami apa yang diharapkan konsumen, dirasakan konsumen, dan kepuasan konsumen. Pengukurannya menggunakan metode servqul. servqual adalah suatu peralatan untuk mengukur kualitas dari pelayanan oleh sebuah informasi dari penyedia pelayanan. Perspektif internal diidentifikasikan dengan bebas kesalahan (zero defect) dan melakukan dengan benar saat pertama kali serta menyesuaikan dengan permintaan. Untuk mengukur perspektif internal yang bebas kesalahan (zero defect) yang berhubungan dengan kualitas pelayanan digunakan metode six sigma. Six sigma adalah seperangkat alat yang digunakan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengeliminasi sumber variasi dalam proses. Lean adalah suatu upaya terus-menerus untuk menghilangkan pemborosan (waste) dan meningkatkan nilai tambah (value added) produk (barang dan/atau jasa) agar memberikan nilai kepada pelanggan (customer value. Dalam penilitian ini dengan mengintegrasikan metode servqual, lean dan six sigma diharapkan dapat diimplementasikan pada industri yang bergerak dibidang jasa (pelayanan). Sehingga, untuk menguji apakah dengan memngintegrasikan metode servqual, lean dan six sigma dapat atau sesuai untuk industri jasa maka perlu dilakukan implementasi pada suatu perusahaan yang produknya berupa jasa atau pelayanan. Dan pengujiannya dilakukan pada PT. Pertamina, Distributor Bandung
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan Penelitian - ANALISIS PENGGUNAAN METODE LEAN SIX SIGMA UNTUK MENGIDENTIFIKASI TINGKAT CACAT PENGIRIMAN PUPUK IN-BAG PADA KAPAL INTAN 31 DAN KAPAL GRESIK NIAGA SERTA USULAN PERBAIKAN DENGAN METODE THEORY OF INVENTI

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan Penelitian - ANALISIS PENGGUNAAN METODE LEAN SIX SIGMA UNTUK MENGIDENTIFIKASI TINGKAT CACAT PENGIRIMAN PUPUK IN-BAG PADA KAPAL INTAN 31 DAN KAPAL GRESIK NIAGA SERTA USULAN PERBAIKAN DENGAN METODE THEORY OF INVENTI

cargo milik PT. Intan Borneo Wisesa. Pada pengiriman barang tersebut terdapat adanya cacat (defect). Hal tersebut timbul akibat adanya beberapa faktor, salah satunya adalah waste. Dengan menggunakan metode lean, maka waste tersebut dapat dikurangi. Sedangkan untuk menghitung tingkat cacat (defect) diperlukan metode six-sigma berdasarkan perhitungan DPMO. Setelah mengetahui besar kapabilitas perusahaan dalam mengelola tingkat cacat (defect) dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan defect, maka digunakan matrik TRIZ untuk memberikan suatu rekomendasi perbaikan yang tepat pada perusahaan guna mencapai keunggulan perusahaan. Pemilihan obyek penelitian adalah pada pengiriman pupuk dalam kantong (in-bag) dikarenakan permintaan pengiriman pupuk dalam kantong (in-bag) lebih tinggi apabila dibandingkan dengan barang curah (in-bulk). Hal tersebut selaras dengan tingkat cacat (defect) yang lebih tinggi dikarenakan pupuk memiliki kerentanan mengalami kecacatan yang lebih besar dibandingkan barang curah seperti kernel, pasir, dan semen.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...