Metode Six Sigma

Top PDF Metode Six Sigma:

PENDAHULUAN  Upaya Perbaikan Kualitas Proses Packing Semen Untuk Menurunkan Jumlah Cacat Kantong Pecah dengan Metode Six Sigma DMAIC (Studi Kasus PT. Semen Gresik (Persero), tbk. Tuban-Jawa Timur).

PENDAHULUAN Upaya Perbaikan Kualitas Proses Packing Semen Untuk Menurunkan Jumlah Cacat Kantong Pecah dengan Metode Six Sigma DMAIC (Studi Kasus PT. Semen Gresik (Persero), tbk. Tuban-Jawa Timur).

Berdasarkan penggambaran kondisi packing di atas maka perusahaan membutuhkan suatu usaha perbaikan menyeluruh, baik dari segi manajerial maupun proses atau teknis. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan yaitu melalui metode six sigma, dimana konsep ini memiliki sistematika yang jelas dalam memperbaiki proses yang terjadi dalam hal ini dapat menekan jumlah produk yang cacat dalam proses produksinya sampai mendekati titik terendah sehingga perusahaan tetap mendapatkan kepercayaan dari konsumen berdasarkan kualitas produk yang dihasilkan.

8 Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE SIX SIGMA DENGAN KONSEP DMAIC SEBAGAI ALAT PENGENDALI KUALITAS

PENERAPAN METODE SIX SIGMA DENGAN KONSEP DMAIC SEBAGAI ALAT PENGENDALI KUALITAS

1. Dari hasil analisa yang dikendalikan dengan metode Six Sigma dengan konsep DMAIC diketahui bahwa perusahaan masih mampu dan kompetitif untuk menghasilkan produk jadi diatas target kinerja serta memiliki kesempatan untuk menetapakan proyek Six Sigma. Dengan Cpmk = 1,046 dan Cpm =1,1 tingkat kegagalan menuju nol ( zero defect ).Namun diperlukan upaya giat untuk peningkatan kualitas. Jika dihitung secara total maka nilai Sigma untuk data atribut = 4,69 dan DPMO = 708 dan nilai Sigma untuk data variable = 4,67 dan DPMO = 762 berada pada rata-rata industri di Amerika.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PERBAIKAN KUALITAS PRODUK WAJAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DAN KANO

PERBAIKAN KUALITAS PRODUK WAJAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DAN KANO

Metode six sigma adalah cara mengukur proses, tujuan mendekati sempurna, disajikan dengan 3,4 DPMO (defects per million opportunities); sebuah pendekatan untuk mengubah budaya organisasi (Pande, 2003). Dalam six sigma dikenal proses DMAIC (define, measure, analysis, improve, dan control) yang disebut metodologi six sigma. Proses-proses tersebut dijelaskan sebagai berikut: 1) define, yaitu penentuan karakteristik produk wajan dan identifikasi kebutuhan pelanggan dengan menggunakan metode Kano; 2) measure, yaitu penentuan critical to quality (CTQ) produk wajan berdasarkan dari hasil metode Kano dan karakteristik kualitas dibuat dengan menggunakan CTQ tree; 3) analyze, yaitu melakukan analisis penyebab terjadinya produk cacat yang menyebabkan pelanggan tidak puas dengan menggunakan salah satu dari seven tools quality yaitu diagram Pareto dan analisis 5 M (machine, man, method, material, dan measurement); 4) improve, yaitu membuat usulan perbaikan untuk meminimasi terjadinya produk cacat dengan menggunakan tools 5W + 1H (what, who, where, when, why, dan how); dan 5) control, yaitu melakukan pengujian usulan perbaikan, jika berhasil dapat meminimalkan terjadinya produk cacat. Usulan tersebut didokumentasikan untuk dijadikan standard operation procedure (SOP) penanganan produk cacat.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISA KUALITAS PRODUK PERCETAKAN DENGAN METODE SIX SIGMA UNTUK MEMINIMALISASI KECACATAN DI CV. WAHYU SURYA ABADI

ANALISA KUALITAS PRODUK PERCETAKAN DENGAN METODE SIX SIGMA UNTUK MEMINIMALISASI KECACATAN DI CV. WAHYU SURYA ABADI

CV.Wahyu Surya Abadi merupakan salah satu perusahaan yang menghasilkan produk brosur, dimana produk yang cacat sebesar 8,05% yang diharapkan bisa turun sebesar 1,93% dengan metode six sigma. Namun hingga kini perusahaan masih mengalami permasalahan, yaitu Bagaimana kualitas produk percetakan brosur dan upaya-upaya peningkatan kualitas sehingga dapat menurunkan prosentase defect yang terjadi pada proses cetak brosur.

21 Baca lebih lajut

APLIKASI METODE SIX SIGMA PADA PENGENDALIAN MUTU PROSES PRODUKSI AMDK

APLIKASI METODE SIX SIGMA PADA PENGENDALIAN MUTU PROSES PRODUKSI AMDK

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia- Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Aplikasi Metode Six Sigma pada Pengendalian Mutu Proses Produksi AMDK ” . Skripsi ini disusun untuk memenuh salah satu syarat menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) pada Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember.

19 Baca lebih lajut

Reduksi Cacat pada Produk Kaca Lembaran Dengan Metode Six Sigma

Reduksi Cacat pada Produk Kaca Lembaran Dengan Metode Six Sigma

Six Sigma merupakan suatu metode yang digunakan dalam pengendalian kualitas. Menurut Yang & El Haik, Six Sigma adalah metodologi yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan kapabilitas proses bisnisnya [7]. Tujuan utama dari penerapan metode Six Sigma yaitu mengurangi variasi yang besar pada proses produksi. Metode Six Sigma mampu memberikan dampak positif dalam mereduksi jumlah defect kaca lembaran. Tools yang digunakan dalam upaya mereduksi defect adalah Define, Measure, Analyze, Improvement, Control (DMAIC Six Sigma), Supplier Input Process Output Customer (SIPOC), Pareto Chart, Root Cause Analysis (RCA), dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Usulan Penerapan Metode Six Sigma dan Kaizen Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Produk Pipa PVc Pada PT. Invilon Sagita

Usulan Penerapan Metode Six Sigma dan Kaizen Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Produk Pipa PVc Pada PT. Invilon Sagita

Dengan permasalahan yang hampir mirip pada kedua perusahaan tersebut maka untuk itu digunakan metode Six Sigma dan Kaizen sebagai upaya untuk peningkatan kualitas produk karena penggunaan metode Six Sigma dan Kaizen yaitu untuk mempelajari nilai yang berarti bagi para pelanggan dan merencanakan bagaimana mengirimkannya kepada mereka secara profitable serta mempercepat tingkat perbaikan dan perkembangan penyebaran ide baru dalam sebuah organisasi secara keseluruhan.

3 Baca lebih lajut

Peningkatan Kualitas Kripik Singkong di UKM Probolinggo Dengan Metode Six Sigma

Peningkatan Kualitas Kripik Singkong di UKM Probolinggo Dengan Metode Six Sigma

Kualitas merupakan hal yang sangat penting bagi dunia industri. Kualitas yang baik akan mempengaruhi dari kepuasan pelanggan, semakn baik kualitas bahan maka akan semakin banyak permintaan dari konsumen. UKM probolinggo terdpat kualitas kripik singkong yang jelek yaitu pada lembaran tipis kripik singkong yang memiliki ketebalan yang berbeda yang menyebabkan kematangan tidak merata disetiap sisi dan rasa tidak renyah yang akan mengecewakan pelanggan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari kripik singkong dengan menggunakan metode Six Sigma dan desain eksperimen Taguchi. Hasil dari penelitian ini didapat penyebab kerusakan pada pisau pemotong, sedang untuk kombinasi penyetelan sudut mata pisau yang tepat adalah pada sudut potong 00, sudut geser 800, dan kecepatan pemotong pada 500 Rpm dengan hasil rata-rata pemotongan adalah 1,41 mm dengan target yang diinginkan 1,4 mm.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ANALISIS KEBOCORAN SHOCK ABSORBER MODEL D38A DI PT. KAYABA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA - Binus e-Thesis

ANALISIS KEBOCORAN SHOCK ABSORBER MODEL D38A DI PT. KAYABA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA - Binus e-Thesis

Salah satu metode peningkatan kualitas yang banyak diterapkan adalah dengan metode six sigma yang merupakan suatu filosofi peningkatan kualitas secara dramatis dan kontinu untuk mencapai kualitas tingkat dunia, dimana variabilitas proses berusaha diminimalisasi sehingga hanya terjadi 3.4 kegagalan dari satu juta kemungkinan terjadinya kegagalan.

13 Baca lebih lajut

Usulan Penerapan Metode Six Sigma dan Kaizen Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Produk

Usulan Penerapan Metode Six Sigma dan Kaizen Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Produk

Berdasarkan pada penelitiandalam menangani kecacatan pada PT. Mondrian para peneliti menggunakan metode Six Sigma dan Kaizen dalam penanganan permasalahan pada perusahaan tersebut. Dengan menggunakan metode ini perusahaan dapat menemukenali penyebab kecacatan yang terjadi pada proses produksi, dan dengan metode kaizen perusahaan dapat mengambil langkah perbaikan berkesinambungan dalam masa yang akan dating (Susetyo Joko, Winarni, Catur Hartanto, 2011).

8 Baca lebih lajut

Usulan Penerapan Metode Six Sigma dan Kaizen Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Produk Pipa PVc Pada PT. Invilon Sagita

Usulan Penerapan Metode Six Sigma dan Kaizen Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Produk Pipa PVc Pada PT. Invilon Sagita

Dalam era globalisasi ini, semakin banyak perusahaan yang mengeluarkan produk sejenis dengan perbedaan yang tidak begitu signifikan. Perusahaan yang menghasilkan produk sejenis harus mampu bersaing dalam hal kualitas pada produk yang ditawarkan kepada konsumen. PT. Invilon Sagita merupakan salah satu industri penghasil pipa PVC. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan proses berdasarkan produk cacat yang ada dengan menggunakan metode Six Sigma yang kemudian dilakukan pengendalian dengan menganalisis penyebab kecacatan menggunakan seven tools serta mengupayakan perbaikan dengan menggunakan metode Kaizen. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat 3 jenis kecacatan yaitu pipa gembung ( bloating) , berubah bentuk ( out of shape), dan permukaan tidak rata. Dari perhitungan didapat hasil bahwa kecacatan yang terbesar yaitu berubah bentuk ( out of shape) sebesar 1.135 kecacatan. Dari hasil pengolahan didapat DPMO sebesar 22879,1 yang kemudian dikonversikan dengan tabel sigma, didapatkan hasil sebesar 3,50 sigma. Hasil sigma masih dikategorikan pada tingkat industri rata-rata di Indonesia. Untuk perbaikan berkesinambungan dilakukan langkah Kaizen yaitu dengan menggunakan Five M-Checklist dan Five Step Plan yaitu Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Analisis Pengendalian Mutu Proses Machining Alloy Wheel Menggunakan Metode Six Sigma

Analisis Pengendalian Mutu Proses Machining Alloy Wheel Menggunakan Metode Six Sigma

Abstract: PT. Meshindo Alloy Wheel adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur alloy wheel atau dikenal dengan sebutan velg racing untuk didistribusikan ke industri mobil atau dikenal sebagai OEM (Original Equipment Manufacturer) baik untuk industri otomotif di Indonesia maupun di Jepang. Mutu merupakan syarat penting dalam sukses bisnis. Kehandalan kinerja proses dan keakuratan pencapaian persyaratan mutu harus dapat dipenuhi. Proses dikatakan capable jika dapat memenuhi spesifikasi pelanggan, variasi yang terjadi pada proses relatif kecil, dan defect atau DPMO yang terjadi kecil. Artikel ini menganalisis pengendalian mutu proses pembuatan valve hole location pada alloy wheel type MS 511 YA. Pengendalian variasi proses produksi dan pengukuran dengan menggunakan metode six sigma DMAIC (Define Measure Analysis Improve Control) untuk dapat mencapai target penurunan cacat sampai mencapai 3,4 DPMO (defect per million opportunities), Cp 1,54 dan Cpk 1,54. Setelah proses six sigma selesai, diharapkan implementasi six sigma dapat memberikan saran-saran perbaikan pada proses-proses yang lain.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Usulan Penerapan Metode Six Sigma dan Kaizen Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Produk

Usulan Penerapan Metode Six Sigma dan Kaizen Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Produk

Tujuan dari penelitian ini adalah, untuk mengetahui kemampuan proses berdasarkan produk cacat yang ada dengan menggunakan metode six sigma yang kemudian dilakukan pengendalian dengan menganalisis penyebab kecacatan menggunakan seven tools serta mengupayakan perbaikan dengan menggunakan metode kaizen.

1 Baca lebih lajut

PENGUKURAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP PENJUALAN ALAT – ALAT LISTRIK DENGAN METODE SIX SIGMA ( Studi kasus pada PT. X ).

PENGUKURAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP PENJUALAN ALAT – ALAT LISTRIK DENGAN METODE SIX SIGMA ( Studi kasus pada PT. X ).

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kualitas pelayanan penjualan adalah metode six sigma. Dengan menggunakan metode six Sigma kita dapat mengetahui CTQ (karakteristik yang menentukan kualitas) dari keluhan pelanggan yang terdiri atas 6 CTQ, sehingga dalam usulan perbaikan pelayanan penjualan menggunakan failure mode and effect analize (FMEA). Penelitian juga dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan penjualan selama bulan Mei 2010 sampai dengan April 2011, dengan mengunakan konsep DMAIC pada Six Sigma dimana, tahap Define dilakukan penelitian objek, Measure dilakukan pengukuran DPMO dan sigma, Analyze untuk mengidentifikasikan masalah potensial dan penyebabnya, kemudian membuat usulan alternative tindakan perbaikan menggunakan FMEA di tahap Improve dan tahap Control dilakukan oleh pihak perusahaaan.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

Pengendalian Kualitas Produk Benang Cotton dengan Metode Six Sigma

Pengendalian Kualitas Produk Benang Cotton dengan Metode Six Sigma

PT. Apac Inti Corpora adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam bidang tekstil semi terintegrasi. Pada saat ini terdapat cukup banyak perusahaan yang sejenis di Indonesia, sehingga persaingan dalam memperebutkan pasar terasa lebih kompetitif. Metode perbaikan six sigma sangat dibutuhkan perusahaan untuk dapat meminimasi produk yang cacat selama produksi dan juga dapat mengurangi biaya yang harus dikeluarkan untuk produk yang cacat sehingga dapat meningkatkan produktivitas perusahaan.

6 Baca lebih lajut

“PERENCANAAN PERBAIKAN PROSES PADA PRODUKSI GENTENG DENGAN METODE SIX SIGMA”

“PERENCANAAN PERBAIKAN PROSES PADA PRODUKSI GENTENG DENGAN METODE SIX SIGMA”

Purposes of this research are identifying types of roof failed product, analysing main cause of roof failed product with FMEA, and giving recommended action for Mendit’s roof production process repair. This research doing the same steps as same as Six Sigma cycle: DMAIC, but not doing the last step, Control.

2 Baca lebih lajut

Rancangan Pengendalian Mutu Dengan Metode Six Sigma Pada Divisi Spinning PT Unitex Tbk Bogor

Rancangan Pengendalian Mutu Dengan Metode Six Sigma Pada Divisi Spinning PT Unitex Tbk Bogor

Pada perspektif statistik, sigma (σ) merupakan huruf Yunani yang dikenal sebagai standar deviasi yang menyatakan nilai simpanganterhadap nilai tengah dalam statistik. Suatu proses dikatakan berjalan baik apabila berjalan pada suatu rentang yang telah disepakati. Rentang tersebut memiliki batas atas atau USL (Upper Spesification Limit) dan batas bawah atau LSL (Lower Spesification Limit). Proses yang terjadi di luar rentang disebut cacat (defect). Proses 6 σ adalah proses yang hanya menghasilkan 3,4 DPMO (Defect Per Million Opportunity). DPMO tidak hanya sekedar cacat saja tapi juga merupakan rasio cacat dibandingkan dengan peluang jumlah kemungkinan cacat yang terjadi (Hendradi, 2006).
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA  PERBAIKAN KUALITAS DI DEPARTEMEN INCANDESCENT PT GE LIGHTING INDONESIA MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DAN TRIZ.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA PERBAIKAN KUALITAS DI DEPARTEMEN INCANDESCENT PT GE LIGHTING INDONESIA MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DAN TRIZ.

Tahap Define dilakukan untuk mencari proses yang mempunyai kontribusi terbesar dalam penyebab kecacatan produk dan penentuan faktor-faktor kritis kualitas (Critical To Quality), kemudian tahap Measure dilakukan untuk mengukur level sigma. Analyze dilakukan untuk mengidentifikasi sumber atau akar penyebab timbulnya masalah kualitas pada produk dan untuk mengetahui pengaruh paling signifikan dari suatu kegagalan dengan menggunakan Failure Mode Effect Analize (FMEA). Pada tahap Improve akan diberikan usulan perbaikan untuk meminimasi timbulnya cacat dan tahap Control untuk memberikan usulan rencana pengendalian agar perbaikan yang dilakukan berjalan dengan baik.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

UPAYA PERBAIKAN KUALITAS UNTUK MENURUNKAN JUMLAH CACAT FILM PACKAGING PADAPROSES METALLIZING DENGAN METODE SIX SIGMA DMAIC(Studi Kasus PT. Tomoko Daya Perkasa Jl. Solo Sragen Km.8,3 Palur Jetis).

UPAYA PERBAIKAN KUALITAS UNTUK MENURUNKAN JUMLAH CACAT FILM PACKAGING PADAPROSES METALLIZING DENGAN METODE SIX SIGMA DMAIC(Studi Kasus PT. Tomoko Daya Perkasa Jl. Solo Sragen Km.8,3 Palur Jetis).

Pengendalian kualitas adalah aktivitas manajemen untuk mengukur ciri-ciri kualitas dari produk yang ada, membandingkannya dengan spesifikasi atau persyaratan, dan mengambil tindakan yang sesuai apabila ada perbedaan antara penampilan yang sebenarnya dengan standarisasi. Kemudian muncul konsep Six Sigma DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control), yaitu suatu metodologi terstruktur untuk memperbaiki proses yang difokuskan pada usaha untuk mengurangi variasi proses sekaligus mengurangi cacat produk sehingga diharapkan adanya perbaikan pada produk yang dihasilkan. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil obyek Studi kasus pada bagian metallizing perusahaan metallizing PT.Tomoko Daya perkasa.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

ID penerapan metode six sigma dengan pendek

ID penerapan metode six sigma dengan pendek

Quality is meeting the needs of and hope customers or even to the needs and hope of the customers. These companies need to improve the quality of products and a process existing. Six sigma is a system that comprehensive and flexible to achieve, maintain, and maximize business success. One of the in carrying out six sigma is define, measure, analyze, improve, control (DMAIC). PT. TSM (Tjahja Sakti Motor) is one subsidiary of PT. Astra International Tbk moving in automotive, and as a brand BMW the car. This study will focus on division handling especially product Painted Body BMW X3. In the process of handling Painted Body BMW X3 is still in a stable state with no data the outside their the control with the final result=0,2; UCL=10,68; LCL=0. Sigma level of production Painted Body BMW X3 currently at 3,3 sigma. So that the necessary improvements in do to reach the level of six sigma. Used a diagram pareto using data defect existing production , obtainable 4 namely the type of defect flex (31,3%), chip (24,7%), contamination (18,7%), scratch (13.3%) who will become the priority in handling of problems.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...