Migrasi Internasional

Top PDF Migrasi Internasional:

MIGRASI INTERNASIONAL PERILAKU PEKERJA MIGRAN DI MALAYSIA DAN PEREMPUAN DITINGGAL MIGRASI DI LOMBOK TIMUR | Hadi Sabari Yunus, dan Sri Rum Giyarsih | Jurnal Kawistara 10059 18565 1 SM

MIGRASI INTERNASIONAL PERILAKU PEKERJA MIGRAN DI MALAYSIA DAN PEREMPUAN DITINGGAL MIGRASI DI LOMBOK TIMUR | Hadi Sabari Yunus, dan Sri Rum Giyarsih | Jurnal Kawistara 10059 18565 1 SM

Mengacu dari permasalahan di atas, maka pertanyaan penelitian (research questions) adalah bagaimana perilaku pekerja migran selama di Malaysia dan PADMI di daerah asal. Adapun tujuan penelitian ini mengkaji perilaku pekerja migran selama di luar negeri dan PADMI di daerah asal. Penelitian bertema migrasi internasional di Indonesia banyak dilakukan, tetapi variasi tekanan dan obyek penelitiannya menghasilkan dimensi yang berbeda-beda. Penelitian migrasiyang pernah dilakukan antara lain dikerjakan oleh Goma (1993), Mantra (1999), Hugo (2001), Haris (2004), dengan tekanan utama pada fenomena sosial- ekonomi. Penelitian lain yang sejalan pernah dilakukan yaitu terkait dengan struktur dan komposisi keluarga, kepemimpinan keluarga, perkawinan dan perceraian, hubungan antargenerasi, perawatan anak, keadaan ekonomi keluarga, peran serta status wanita, dan hubungan kekuasaan dalam keluarga (Hugo, 2001; Castles, 2009; Sevoya, Yabiku dan Agadjanian, 2010).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Migrasi Internasional dan Pemanfaatan Remitansi Dalam Rangka Pengentasan Kemiskinan (Kasus di Desa Clumprit Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang)

Migrasi Internasional dan Pemanfaatan Remitansi Dalam Rangka Pengentasan Kemiskinan (Kasus di Desa Clumprit Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang)

Adanya kesempatan kerja menjadi TKI membuat banyak yang tertarik dan memutuskan untuk melakukan migrasi internasional. Penghasilan yang lebih besar daripada di daerah asal menjadi daya tarik paling besar bagi mereka. Hal ini pula yang terjadi di Desa Clumprit yang mempunyai lahan pertanian yang cukup luas dan produktif, ternyata belum mampu mengembangkan potensi yang dimiliki. Apalagi kenyataan bahwa lahan pertanian yang luas rata- rata dibawah kepemilikan warga di luar desa tersebut sehingga penduduk hanya sebagai buruh tani. Kecenderungan warga Desa Clumprit, terutama perempuan yang berada pada umur produktif untuk melakukan migrasi internasional masih cukup tinggi. Jumlah tanggungan keluarga
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

JAS Vol 15 No 2 Migrasi Internasional Jurnal 15 No 2

JAS Vol 15 No 2 Migrasi Internasional Jurnal 15 No 2

tersebut terdiri atas 1.479.063 Buruh migran laki-laki (BML) dan 4.145.034 BMP. Sebagian besar mereka (91,4%) masih bekerja di sektor informal (BNP2TKI, 2009). Sering kali setelah pulang ke Indonesia, mereka tidak diposisikan sebagai pahlawan yang telah menjadi katup penyelamat bagi ekonomi keluarga dan menghasilkan devisa bagi negara, namun tetap distigmakan sebagai mantan “babu” yang tidak memiliki keistimewaan apa-apa. Padahal sebenarnya mereka menyimpan potensi besar jika dapat diberdayakan, mengingat selain remitansi ekonomi yang mereka peroleh, para BMP juga memperoleh remitansi sosial selama kepergiannya ke luar negeri. Pada titik ini, kajian mengenai BMP yang kembali ke Indonesia (returning migration) menjadi mendesak untuk dikaji. Apalagi dalam perkembangannya, proses migrasi internasional terus-menerus mengalami perubahan latar teknologi dan transformasi. Globalisasi yang menjadi kekuatan ekonomi pasar yang deterministik pada akhirnya juga memberi perubahan makna dalam proses migrasi internasional yang dilakukan para BMP. Artinya, kita tidak bisa lagi berlindung begitu saja pada konsep remitansi (ekonomi) untuk memaknai proses migrasi, tetapi juga harus
Baca lebih lanjut

136 Baca lebih lajut

RESPONS ANAK-ANAK MIGRAN TERHADAP MIGRASI INTERNASIONAL DI PERDESAAN PONOROGO | Purwatiningsih | Populasi 23695 46615 1 PB

RESPONS ANAK-ANAK MIGRAN TERHADAP MIGRASI INTERNASIONAL DI PERDESAAN PONOROGO | Purwatiningsih | Populasi 23695 46615 1 PB

Tulisan ini akan mendeskripsikan respons anak-anak yang ditinggal orang tuanya bermigrasi, yang didasarkan dari hasil penelitian yang berjudul Child Health and Migrant Parents in South-East Asia (CHAMPSEA). Tujuan penelitian CHAMPSEA adalah mengetahui kondisi anak migran selama kepergian orang tua untuk bermigrasi. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya mengetahui kondisi anak sebagai imbas dari fenomena migrasi internasional terhadap keluarga yang ditinggalkan maupun perubahan lingkungan sosial di beberapa daerah yang menjadi kantung-kantung tenaga kerja migran Indonesia. Daerah yang menjadi kantung tenaga kerja migran di Indonesia adalah Jawa Barat (Kabupaten Sukabumi dan Tasikmalaya) dan Jawa Timur (Kabupaten Tulungagung dan Ponorogo).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-faktor yang Memengaruhi Migrasi Internasional dan Implikasinya terhadap Pemberantasan Kemiskinan

Analisis Faktor-faktor yang Memengaruhi Migrasi Internasional dan Implikasinya terhadap Pemberantasan Kemiskinan

Jika migrasi internasional menjadi salah satu alternatif yang tepat dalam mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan, maka penting untuk menganalisis peluang keputusan bermigrasi internasional, sehingga dapat diketahui kebijakan apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan migrasi internasional. Migrasi internasional melalui remitansi dapat mengeluarkan seseorang dari kemiskinan apabila pemanfaatan dari remitan tersebut dipergunakan secara benar. Fakta yang terjadi keadaan ekonomi pasca menjadi TKI dan TKW masih memprihatinkan. Jumlah TKW yang lebih besar dibandingkan TKI dan wanita merupakan pengatur keuangan dalam keluarga menjadi aspek yang penting untuk diteliti. Berdasarkan permasalahan mengenai TKW yang berada di Kabupaten Subang dengan studi kasus Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran maka dirumuskan masalah sebagai berikut; faktor-faktor apa yang memengaruhi keputusan wanita untuk melakukan migrasi internasional? Bagaimana pemanfaatan remitan yang dilakukan oleh TKW? Apakah dengan remitan yang diperoleh dari migrasi internasional dapat mengeluarkan ekonomi keluarga dari kemiskinan?
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

Analisis faktor faktor yang mempengaruhi migrasi internasional tenaga kerja Indonesia ke luar negeri tahun 2007

Analisis faktor faktor yang mempengaruhi migrasi internasional tenaga kerja Indonesia ke luar negeri tahun 2007

Dalam bab ini akan dibahas lebih mendalam mengenai gambaran umum keadaan dan potensi dari obyek penelitian yaitu Kabupaten Majalengka serta hasil analisis dari pengolahan data yang didapatkan dari lapangan. Pada bagian pertama keadaan dan potensi tersebut dapat dilihat dari beberapa sudut pandang diantaranya sudut pandang geografis, perekonomian dan kependudukan. Setidaknya pembahasan mengenai keadaan dan potensi dari Kabupaten Majalengka dapat berperan sebagai parameter dalam pembahasan arus migrasi internasional tenaga kerja Indonesia yang berasal dari Kabupaten Majalengka. Selanjutnya pada bagian berikutnya dijelaskan pula hasil analisis dari beberapa variabel yang digunakan dalam penelitian ini dalam mempengaruhi keputusan tenaga kerja Indonesia untuk melakukan migrasi ke luar negeri pada tahun 2007 dengan mengambil responden tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berasal dari Kabupaten Majalengka Propinsi Jawa Barat yang pernah dan atau sedang melakukan migrasi ke luar negeri
Baca lebih lanjut

317 Baca lebih lajut

KONTEKS SOSIOKULTURAL MIGRASI INTERNASIONAL: KASUS DI LEWOTOLOK, FLORES TIMUR | Setiadi | Populasi 12481 24697 1 PB

KONTEKS SOSIOKULTURAL MIGRASI INTERNASIONAL: KASUS DI LEWOTOLOK, FLORES TIMUR | Setiadi | Populasi 12481 24697 1 PB

2/., ; */,!% ; 2./,,, / ; + Tabel 2 Keterkaitan Tingkat Pelayanan Umum dan Pendidikan dengan Pengiriman Migran Tipe kemajuan kecamatan berdasarkan Pelayanan Umum dan Pendidikan Status [r]

22 Baca lebih lajut

Migrasi Internasional Perempuan Desa dan Pemanfaatan Remitan di Desa Pusakajaya, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.

Migrasi Internasional Perempuan Desa dan Pemanfaatan Remitan di Desa Pusakajaya, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.

Pada awalnya pengertian remitan adalah pengiriman uang atau barang (Caldwell 1969 dalam Murdiyanto 2001). Dalam penelitian di Ghana itu Caldwell menyatakan bahwa arus balik yang berupa uang dan barang merupakan aspek yang paling penting dengan adanya arus migrasi keluar dilihat dari segi ekonomi. Selain remitan berupa uang dan barang, Wulan (2010) menyebutkan bahwa remitan dapat berupa gagasan atau ide-ide, pengetahuan, dan pengalaman baru yang diperoleh selama bekerja di kota. Penelitian lainnya mengenai mobilitas di Jawa Barat menyebutkan bahwa satu hal yang penting yang dihasilkan oleh migran dari desa di Jawa Barat adalah pengiriman uang atau barang yang dihasilkan oleh migran di kota untuk keluarganya yang masih menetap di desa. Remitan merupakan faktor yang amat penting untuk membina hubungan dengan daerah asal. Keluarga batih merupakan suatu kesatuan sosial ekonomi, maka bagi migran bujangan, remitan diberikan kepada orang tuanya, sedangkan bagi yang telah menikah diberikan kepada istrinya (Hugo 1981).
Baca lebih lanjut

149 Baca lebih lajut

MIGRASI INTERNASIONAL, JAMINAN PERLINDUNGAN, DAN TANTANGAN EKONOMI GLOBAL | Haris | Populasi 12272 24136 1 PB

MIGRASI INTERNASIONAL, JAMINAN PERLINDUNGAN, DAN TANTANGAN EKONOMI GLOBAL | Haris | Populasi 12272 24136 1 PB

Konvensi perburuhan internasional dapat menjadi alternatif paling rasional dalam penyelesaian masalah perburuhan. Namun, kondisi politik dan ekonomi masing-masing negara yang sangat beragam menyebabkan universalisasi aturan-aturan perburuhan menghadapi kendala teknis yang serius. Kenyataan ini didukung pula oleh realitas bahwa di banyak negara proteksi kepentingan politis kelompok-kelompok elite masih sangat kuat sehingga setiap langkah ke arah perubahan dicurigai sebagai perbuatan melawan arus. Dengan demikian, naturalisasi peran-peran produktif antara berbagai kelompok melalui solusi politik berdasarkan aturan perundang-undangan yang tegas dan transparan dapat menjadi pilihan paling demokratis dan paling menguntungkan berbagai pihak terkait.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA Migrasi Internasional dan Faktor yang Mempengaruhinya

TINJAUAN PUSTAKA Migrasi Internasional dan Faktor yang Mempengaruhinya

Berdasarkan latar belakang di atas, pertanyaan yang diajukan dan hendak dijawab melalui penelitian ini adalah Bagaimana dinamika kerjasama Indonesia dan Malaysia tentang penempatan dan perlindungan tenaga kerja?. Diharapkan hasil penelitian ini akan memperkaya kajian kontemporer dalam bidang pemerintahan dan hubungan internasional. Dengan demikian, kajian ini diharapkan dapat memberikan andil perkembangan teori pemerintahan yang baik untuk menangani masalah kontemporer. Kegunaan secara praktis, dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pemerintah sebagai garda terdepan pelayanan terhadap masyarakatnya termasuk upaya perlindungan terhadap warganya yang bekerja di luar negeri.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

MIGRASI LEGAL DAN ILEGAL KE MALAYSIA BARAT: KASUS MIGRASI INTERNASIONAL DI PULAU LOMBOK, NUSA TENGGARA BARAT | Triantoro | Populasi 12482 24701 1 PB

MIGRASI LEGAL DAN ILEGAL KE MALAYSIA BARAT: KASUS MIGRASI INTERNASIONAL DI PULAU LOMBOK, NUSA TENGGARA BARAT | Triantoro | Populasi 12482 24701 1 PB

Bambang Wicaksono Triantoro* The problem of Indonesian illegal migrant workers to foreign countries will always be a crucial issue.. The international migrant workers issue raised whe[r]

14 Baca lebih lajut

KEBERHASILAN INDIA MENGUBAH BRAIN DRAIN MENJADI BRAIN GAIN (1991-2008) Repository - UNAIR REPOSITORY

KEBERHASILAN INDIA MENGUBAH BRAIN DRAIN MENJADI BRAIN GAIN (1991-2008) Repository - UNAIR REPOSITORY

Manusia selalu berusaha untuk mendapatkan hidup yang lebih baik, salah satu caranya adalah dengan menjelajah dunia guna menemukan tempat terbaik bagi kelangsungan hidupnya. Gelombang perpindahan manusia dari suatu negara ke negara lain atau yang dikenal sebagai migrasi internasional adalah fenomena yang telah berlangsung lama dan semakin meningkat pada era globalisasi ini. Globalisasi yang menyebabkan integrasi dimensi sosial dan ekonomi memfasilitasi migrasi internasional. Sebelum sadar akan fenomena globalisasi, penduduk dunia berpindah dari suatu negara ke negara lain dengan berbagai alasan. Sementara pada era globalisasi, fenomena migrasi internasional di dominasi oleh tenaga professional dan berpendidikan yang berpindah dari negara berkembang ke negara industri dengan tujuan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

TEORI DAN KONSEP MIGRASI Oleh (1)

TEORI DAN KONSEP MIGRASI Oleh (1)

Untuk dimensi daerah secara garis besarnya dibedakan perpindahan antar negara yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain yang disebut migrasi internasional. Sedangkan perpindahan yang terjadi dalam satu negara, misalnya antarpropinsi, antar kota/kabupaten, migrasi perdesaan ke perkotaan atau satuan administratif lainnya yang lebih rendah daripada tingkat kabupaten, seperti kecamatan, kelurahan dan seterusnya dikenal dengan migrasi intern. Contoh batasan unit wilayah bagi migrasi di indonesia menurut Sensus 1961 dan Sensus 1971 dan Sensus 1980 adalah propinsi.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Migrasi 1

Migrasi 1

Seperti apa proses dari migrasi internasional ini? Shiryock dan Siegel membedakan sebab-sebab terjadinya berbagai tipe perpindahan missal sebagai berikut; penaklukan, invasi, penjajahan, perpindahan secara paksa dan pengungsi. Jika penaklukan dan invasi terjadi pada masa perang, maka kolonisasi merupakan suatu merupakan suatu perpindahan pada masa damai dan meliputi pemukiman keluarga-keluarga dari negara penjajah ke wilayah negara jajahan. Penaklukan dan invasi sering diikuti oleh penjajahan terutama bila penduduk asli jumlahnya sedikit dan lingkungan fisiknya kaya; contoh Amerika latin setelah penaklukan meksiko dan peru oleh bangsa Spanyol dan juga di Inggris pada jaman pertengahan setelah invasi Anglozaxon dan normandik. Perpindahan bangsa Eropa timur dan selatan merupakan akibat perang, Demikian pula pengungsi dari Vietnam ke Australia adalah sebagai akibat dari ketidak amanan di negerinya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Refleksi Hukum Harta Perkawinan Dalam Hukum Adat Melayu (Studi di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang)

Refleksi Hukum Harta Perkawinan Dalam Hukum Adat Melayu (Studi di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang)

Aktivitas perpindahan penduduk mempunyai dampak yang sangat berarti bagi daerah- daerah di mana migrasi itu terjadi, baik ditinjau dari segi ekonomi, sosiologi, maupun disiplin kependudukan itu sendiri. Sesuai hal tersebut di atas, Provinsi Sumatera Utara yang letak geografisnya di antara 1 0 – 4 0 Lintang Utara dan 98 0 – 100 0 Bujur Timur dengan ketinggian daerah permukaan laut) – 1418 m sebelah utara berbatasan dengan Nanggroe Aceh Darussalam dan Selat Malaka, sebelah Selatan dengan Provinsi Sumatera Barat dan Riau sebelah Barat dengan Samudera Hindia dan memiliki luas wilayah 71680 km persegi, dengan jumlah penduduk ± 12.500.000 jiwa. Provinsi Sumatera Utara, sejak zaman penjajahan Belanda telah mengalami arus perpindahan penduduk yang bersifat internasional atau disebut migrasi internasional, yang terjadi pada waktu itu karena migrasi merupakan aktivitas yang sangat penting dampaknya bagi landasan pembangunan daerah Sumatera Utara, khususnya berkaitan dengan sektor pertanian dan perkebunan. Sumatera Utara merupakan provinsi keempat yang terbesar jumlah penduduknya di Indonesia setelah Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Menurut hasil pencacahan lengkap Sensus Penduduk (SP) 1990 penduduk Sumatera Utara keadaan tanggal 31 Oktober 1990 (hari sensus) berjumlah 10,26 juta jiwa, dan dari hasil Sensus Penduduk 2005 jumlah penduduk Sumatera Utara sebesar 11,5 juta jiwa. Dari estimasi jumlah pendudul keadaan juni 2005 menjadi 12.326.678 jiwa. Laju pertumbuhan penduduk Sumatera Utara tahun 2000 – 2005 adalah 1,50 % pertahun. Namun jika ditinjau dari arus perpindahan penduduk yang bersifat internal, di Provinsi Sumatera Utara, maka yang menjadi daerah sasaran dalam aktivitas perpindahan penduduk antar kabupaten/kota adalah daerah perkotaan, sehingga daerah perkotaan ini bisa dikatakan menjadi primadona masuknya arus migrasi. Lebih spesifik lagi, daerah tersebut paling diminati dan menjadi incaran para migran adalah kota Medan yang merupakan ibukota provinsi Sumatera Utara. (BKKBN Provsu, 2007: 54)
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Gerak Penduduk dan Urbanisasi docx

Gerak Penduduk dan Urbanisasi docx

Migrasi adalah suatu bentuk gerak penduduk geografis, spasial atau territorial antara unit- unit geografis yang melibatkan perubahan tempat tinggal yaitu dari tempat asal ke tempat tujuan. Orang yang melakukan migrasi disebut dengan migran, karena itu seseorang yang disebut sebagai migran ada kemungkinan telah melakukan migrasi lebih dari satu kali. Secara umum ada dua jenis imigrasi yaitu migrasi internal dan migrasi internasional. Migrasi internal terjadi antarunit geografis dalam suatu Negara, sedangkan migrasi internasional terjadi antarnegara. Migrasi terjadi sepanjang waktu, sehingga jumlah migran atau migrasi sering dihitung untuk jangka waktu tertentu atau interval migrasi. Migran disuatu wilayah dapat pula diidentifikasikan berdasarkan tempat tinggal terakhir dan tempat tinggal dalam periode tahun – tahun belakangan.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Dinamika Sistem Hubungan Kerja Antara Pengguna Jasa Dengan Buruh Tani Harian di Kelurahan Padang Mas Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Dinamika Sistem Hubungan Kerja Antara Pengguna Jasa Dengan Buruh Tani Harian di Kelurahan Padang Mas Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo

Untuk dimensi daerah secara garis besarnya dibedakan perpindahan antar negara yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain yang disebut migrasi internasional dan perpindah[r]

40 Baca lebih lajut

pertumbuhan ekonomi2.pptx 100KB Apr 14 2011 03:27:00 PM

pertumbuhan ekonomi2.pptx 100KB Apr 14 2011 03:27:00 PM

Perbedaan Jumlah Penduduk, Distribusi Serta Laju Pertumbuhan e.. Peranan Sejarah Migrasi Internasional.[r]

4 Baca lebih lajut

Malaysia Mengalami Tren Mobiliti Pendudu

Malaysia Mengalami Tren Mobiliti Pendudu

Ibrahim (1998) mengklasifikasikan sistem bandar kepada 3 skop/ sistem iaitu aktiviti seperti perumahan, perindustrian, pengkomersilan, perniagaan; pembangunan fizikal; dan alam sekitar yang secara langsung mempengaruhi corak guna tanah bandar. Di dalam sistem bandar ini, adalah tidak boleh dinafikan bahawa migrasi mempengaruhi kesemua dimensi sistem bandar kerana migrasi merupakan tingkah laku manusia yang berinteraksi secara langsung dengan bandar dan aktiviti di dalam bandar. Brezis (2016), sebagai contoh, menegaskan bahawa belajar merupakan suatu bentuk tingkah laku migrasi awal yang berinteraksi aktiviti pendidikan di bandar dan seterusnya mendorong keputusan memilih tempat pekerjaan di tempat di mana mereka belajar, sama ada dalaman mahupun luar negara. Sebahagian besar teori migrasi khususnya teori klasik seperti Ravenstein, Todaro mengaitkan migrasi sebagai penghantaran tenaga buruh ke bandar untuk sektor-sektor industri dan seterusnya memberansangkan pertumbuhan bandar kerana jumlah migrasi yang ramai yang meningkatkan permintaan terhadap perumahan, infrastruktur dan perkhidmatan asas bandar. Situasi ini menarik bidang psykologi yang turut memberikan tumpuan terhadap kajian migrasi dari segi adaptasi budaya baharu dan hubungan di antara kumpulan masyarakat/ etnik ( Berry, 2001) , selain bidang-bidang lain yang mewarnai kepelbagaian dalam kajian migrasi seperti antropologi, sosiologi, ekonomi, sains politik, demografi, sains perancangan wilayah/ perancangan bandar ( Berry, 2001; Willis, 2010). Keadaan ini tidak lain kerana pengisian atau interaksi migrasi terhadap sistem bandar yang menimbulkan berbagai-bagai isu di bandar sama ada positif mahupun negatif yang tidak lari dari skop urbanisasi dan perubahan demografi serta sosial penduduk.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Globalisasi dan Mobilitas Manusia: Remitansi sebagai Penggerak Perekonomian di Amerika Latin dan Kepulauan Karibia

Globalisasi dan Mobilitas Manusia: Remitansi sebagai Penggerak Perekonomian di Amerika Latin dan Kepulauan Karibia

mengakibatkan semakin tingginya aktivitas migrasi ke negara maju. Tingginya biaya hidup di negara maju dan semakin ketatnya regulasi yang mengatur migrasi justru semakin meningkatkan jumlah imigran ilegal di negara maju. Imigran ilegal tersebut telah membawa krisis sosial berupa kriminalitas, peredaran obat-obatan terlarang, hingga pembentukan kampung kumuh di negara maju. Hal ini justru membuat resistensi negara maju terhadap imigran semakin tinggi. Van Hear berargumen bahwa dampak migrasi sangat buruk bagi negara penerima impor tenaga kerja ahli, jika status politik, ekonomi, dan sosial negara itu lebih rendah dibandingkan dengan negara asal tenaga kerja ahli. Akhirnya, pada kondisi dimana negara pengirim tenaga ahli memiliki posisi tawar yang lebih tinggi dibandingkan negara penerima, negara pengirim akan mendapatkan sebuah keuntungan berupa uang remitansi. Meskipun demikian, Van Hear menyebutkan bahwa dampak uang remitansi ini tergolong sementara.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Show all 9058 documents...