Migrasi penduduk

Top PDF Migrasi penduduk:

Analisis Hubungan Pola Migrasi Penduduk dengan Transportasi Laut (Studi Kasus: Jawa – Kalimantan)

Analisis Hubungan Pola Migrasi Penduduk dengan Transportasi Laut (Studi Kasus: Jawa – Kalimantan)

Abstrak— Transportasi laut yang handal dibutuhkan untuk mengangkut para migran Jawa – Kalimantan karena kondisi geografisnya yang dipisahkan oleh laut. Tetapi pada saat peak time terjadi lonjakan penumpang kapal yang drastis sehingga kapal mengangkut penumpang melebihi kapasitasnya dan melebihi load factor yang diijinkan. Selain itu, terdapat beberapa kapal yang tidak cocok dioperasikan pada rute Jawa – Kalimantan. Tugas Akhir ini menganalisis tentang hubungan pola migrasi penduduk dengan transportasi laut menggunakan metode kuesioner dan analisis regresi logistik biner. Selain itu, di dalam tugas akhir ini juga berisi analisis pangsa pasar perusahaan pelayaran yang melayani rute Jawa – Kalimantan menggunakan Herfindahl-Hirschman Indeks (HHI) dan perencanaan transportasi laut untuk migrasi Jawa – Kalimantan menggunakan vehicle routing problem (VRP). Hasil hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat variabel X dan atribut Y yang mempengaruhi jumlah migrasi melalui transportasi laut. Setiap lokasi penelitian menghasilkan variabel X dan atribut Y yang berbeda-beda. Di dalam analisis pangsa pasar menunjukkan PT. Pelni mempunyai pangsa pasar terbesar dan struktur pasar adalah pasar ekonomi monopoli. Pada perencanaan transportasi laut menghasilkan skenario 3.2 sebagai rute dan penugasan kapal yang optimal untuk melayani migrasi penduduk Jawa – Kalimantan beserta tarif yang akan dibebankan kepada para migran.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

STUDI TENTANG ANALISIS MIGRASI PENDUDUK DI DESA BANGUN SARI KECAMATAN TANJUNG MORAWA.

STUDI TENTANG ANALISIS MIGRASI PENDUDUK DI DESA BANGUN SARI KECAMATAN TANJUNG MORAWA.

Secara umum, migrasi dapat menimbulkan dampak positif dan negatif di daerah tujuan. Dampak positif yang ditimbulkan adalah meningkatnya pendapatan, terjadinya transpormasi gaya hidup, terciptanya lapangan pekerjaan baru, berdirinya pusat kesehatan, meningkatnya hubungan kekerabatan atau persaudaraan antar suku dan adanya penanaman modal. Dampak negatifnya yakni meningkatnya jumlah dan kepadatan penduduk, meningkatnya tunawisma, tumbuhnya permukiman kumuh, kemacetan lalulintas, meningkatnya kriminalitas atau tindakan kejahatan seperti pencopetan, penodongan, dan perampokan (Abustam, 1990 dan Setiawan, 2012).
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

PENGARUH MIGRASI PENDUDUK TERHADAP PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN DAERAH ISTIMEWA ACEH

PENGARUH MIGRASI PENDUDUK TERHADAP PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN DAERAH ISTIMEWA ACEH

Akan tetapi, kapan saat pertama kali pendatang dari ber­ bagai wilayah itu mulai bermukim di Aceh, amat sulit diketahui secara pasti. Bahkan, dari beberapa tulisan atau hasil penelitian yang pemah diterbitkan diketahui, bahwa penduduk asli yang mendiami wilayah Aceh dewasa ini berasal dari percampuran darah beberapa bangsa lain. Pendapat demikian antara lain di­ kemukakan oleh Teungku Chik Kuta Karang, bahwa orang Aceh terdiri atas campuran darah Arab, Persi, dan Turki (Said, 1961: halaman 22). Pendapat lain, yaitu dari Dr. Julius Jacobs mengata­ kan, bahwa orang Aceh merupakan suatu percampuran darah dari berbagai .pendatang seperti Melaka, Melayu, Minangkabau, Batak, Nias, India, Arab, Habsyi, dan Jawa (Said, 1961: halaman 23). Percampuran darah orang Aceh yang berbagai macam itu diperkirakan telah terjadi sejak masa-masa kesultanan, ketika hubungan dagang dengan negeri-negeri luar semakin bertambah luas.
Baca lebih lanjut

123 Baca lebih lajut

PENGARUH MIGRASI PENDUDUK TERHADAP PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN DAERAH PROPINSI DAERAH ISTIMEW A ACEH

PENGARUH MIGRASI PENDUDUK TERHADAP PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN DAERAH PROPINSI DAERAH ISTIMEW A ACEH

Pada sensus penduduk ta bun 1971, persebaran pen­ duduk Aceh rata-rata mencapai 37 jiwa per ki1ometel'-­ pe.rsegi. Kotamadya Banda Aceh :rrempunya i kepadatan tertinggi, yaitu 4.831lkm2. Sedang yang terendah ada1ah Kabupaten Aceh Tenggara, yaitu 13 jiwa I km2. Kita rreuek1umi bahvm da1am setiap kabur:aten itu juga tingkat kepadatannya tida k merata, terutama antara desa dan kota. Ka1au kita membandingkannya dengan mempertimbangkan 1okasi wi1ayah dan kita manasukkan­ Kotarmdya Banda Aceh ke dalam wilayah Kabu�ten · -
Baca lebih lanjut

146 Baca lebih lajut

ANALISIS MIGRASI PENDUDUK KE KECAMATAN SIMPANG KIRI KOTA SUBULUSSALAM PROVINSI ACEH TAHUN 2005-2009.

ANALISIS MIGRASI PENDUDUK KE KECAMATAN SIMPANG KIRI KOTA SUBULUSSALAM PROVINSI ACEH TAHUN 2005-2009.

Pertumbuhan penduduk migrasi ternyata mengalami peningkatan, ini ditunjukan dari persentase jumlah penduduk migrasi yang bermukim di kota pada tahun 1971 sebesar 17,5% dan tahun 1990 meningkat menjadi 30,9% ( Mantra 1995). Hal yang sama juga ditunjukan di Provinsi Aceh adalah sebagian dari Indonesia, dimana migrasi juga berlangsung . Kondisis ini ditunjukan migrasi masuk berjumlah 405.498 jiwa pada tahun 2009 (BPS ACEH,2009). Alasan utama seseorang melakukan migrasi adalah untuk memperoleh penghasilan yang lebih baik. Hal ini ditandai dengan kebutuhan seseorang tidak terpenuhi pada daerah asal baik kebutuhan ekonomi maupun non ekonomi, menyebabkan seseorang akan mencari informasi mengenai tempat lain yang dianggap dapat memenuhi segala kebutuhan hidup mereka. Selain itu seseorang melakukan migrasi disebabkan faktor-faktor lain seperti faktor geografis, demografi, kebudayaan, bencana alam dan lain – lain (Todaro, 1985).
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Dinamika Penduduk dan Unsur intan

Dinamika Penduduk dan Unsur intan

prakteknya sangat sulit untuk mengukur dan menentukan ukuran bagi migrasi itu sendiri. Hal ini disebabkan karena hubungan antar migrasi dan proses pembangunan yang terjadi dalam suatu Negara/daerah saling mengkait. Umumnya migrasi penduduk mengarah pada wilayah yang “subur” pembangunan ekonominya, karena faktor ekonomi sangat kental mempengaruhi orang untuk pindah. Hal ini dipertegas lagi oleh Tommy Firman (1994), bahwa migrasi sebenarnya merupakan suatu reaksi atas kesempatan ekonomi pada suatu wilayah pola migrasi di Negara-negara yang telah berkembang biasanya sangat rumit (kompleks) menggambarkan kesempatan ekonomi yang labih seimbang dan saling ketergantungan antar wilayah di dalamnya. Sebaliknya, di Negara- negara berkembang biasanya pola migrasi menunjukkan suatu polarisasi, yaitu
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Peramalan Jumlah Penduduk Kecamatan Binjai Barat di Kotamadya Binjai Tahun 2015-2017

Peramalan Jumlah Penduduk Kecamatan Binjai Barat di Kotamadya Binjai Tahun 2015-2017

Kesejahteraan hidup lahir dan batin yang dapat dinikmati seluruh masyarakat merupakan tumpuan dan harapan serta menjadi cita-cita luhur perjuangan bangsa sejak Proklamasi Kemerdekaan tahun yang lalu. Taraf kehidupan masyarakat yang rendah baik jasmani dan rohani terus ditingkatkan. Kehidupan yang layak dan sederajat dengan kehidupan masyarakat negara-negara maju di dunia. Untuk dapat memahami keadaan penduduk di suatu daerah atau Negara maka perlu adanya kajian Demografi sehingga kependudukan sangat erat kaitannya dengan demografi, karena demografi merupakan gambaran mengenai jumlah penduduk. Pertumbuhan penduduk merupakan keseimbangan yang dinamis antara kekuatan-kekuatan yang menambah dan kekuatan-kekuatan yang mengurangi jumlah penduduk. Dalam hal ini pertumbuhan penduduk secara terus menerus akan dipengaruhi oleh jumlah kelahiran tetapi secara bersamaan hal tersebut akan dikurangi dengan jumlah kematian dan migrasi penduduk yangterjadi setiap tahunnya.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Wilayah Kecamatan Ulee Kareng Dampak Dari   Bencana Gempa Dan Tsunami Tahun 2004

Wilayah Kecamatan Ulee Kareng Dampak Dari Bencana Gempa Dan Tsunami Tahun 2004

Secara spesifik permasalahan yang akan dikaji pada penelitian ini adalah: Apa motivasi masyarakat dalam memilih Kecamatan Ulee Kareng sebagai tempat bermukim? Bagaimana dampak migrasi penduduk dari wilayah yang terkena bencana alam terhadap aspek sosial dan aspek ekonomi, infrastruktur dan kelembagaan di Wilayah Kecamatan Ulee Kareng? Apakah ada perbedaan rata-rata pendapatan pedagang migran dan pedagang lokal sebelum dan setelah bencana alam di Kecamatan Ulee Kareng?

8 Baca lebih lajut

Peramalan Jumlah Penduduk Di Kota Program Studi D3 Statistika Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pada Tahun Medan Berdasarkan Data Tahun 2005 - 2014

Peramalan Jumlah Penduduk Di Kota Program Studi D3 Statistika Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pada Tahun Medan Berdasarkan Data Tahun 2005 - 2014

Hal ini tentu saja berdampak sangat luas pada upaya perencanaan dan pengelolaan pembangunan wilayah perkotaan. Meningkatnya proporsi penduduk yang tinggal di perkotaan dapat berarti bahwa banyak penduduk yang pindah dari desaan ke kota, atau dengan kata lain penduduk melakukan urbanisasi. Secara demografis sumber pertumbuhan penduduk perkotaan adalah pertambahan penduduk alamiah, yaitu jumlah orang yang lahir dikurangi jumlah yang meninggal; migrasi penduduk khususnya dari wilayah perdesaan (rural) ke wilayah perkotaan (urban); serta reklasifikasi, yaitu perubahan status suatu desa (lokalitas), dari lokalitasrural menjadi lokalitas urban, sesuai dengan kriteria yang ditetapkandalam Sensus oleh Badan Pusat Statistik. Pertambahan penduduk alamiah berkontribusi sekitar sepertiga bagian sedangkan migrasi dan reklasifikasi memberikan andil dua pertiga kepada kenaikan jumlah penduduk perkotaan di Indonesia, dalam kurun 1990-1995. Dengan kata lain migrasi sesungguhnya masih merupakan faktor utama dalam penduduk perkotaan di Indonesia. Kegiatan industri dan jasa di kota-kota tersebut yang semakin berorientasi pada perekonomian global, telah mendorong perkembangan fisik dan sosial ekonomi kota, namun semakin memperlemah keterkaitannya dengan ekonomi lokal, khususnya ekonomi perdesaan. Dampak yang paling nyata hanyalah meningkatnya permintaantenaga kerja, yang pada gilirannya sangat memacu laju pergerakan penduduk dari desa ke kota.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Peramalan Jumlah Penduduk Di Kota Program Studi D3 Statistika Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pada Tahun Medan Berdasarkan Data Tahun 2005 - 2014

Peramalan Jumlah Penduduk Di Kota Program Studi D3 Statistika Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pada Tahun Medan Berdasarkan Data Tahun 2005 - 2014

Dalam perencanaan pembangunan, data kependudukan memegang peran yang penting. Makin lengkap dan akurat data kependudukan yang tesedia makin mudah dan tepat rencana pembangunan itu dibuat. Masalah penduduk adalah masalah yang timbul sebagai akibat keadaan penduduk itu sendiri di dalam pertumbuhannya. Untuk dapat memahami keadaan kependudukan di suatu daerah atau negara maka perlu didalami kajian demografi karena demografi merupakan gambaran mengenai jumlah penduduk. Dimana demografi mempelajari struktur dan proses penduduk di suatu wilayah terutama mengenai jumlah, persebaran, dan komposisi penduduk serta perubahan-perubahannya dan sebab-sebab perubahan itu, yang biasanya timbul karena kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), dan migrasi penduduk.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Rujukan Statistik - View Statistik Dasar metadata

Sistem Informasi Rujukan Statistik - View Statistik Dasar metadata

Namun demikian, dibandingkan dengan data kelahiran dan kematian, data migrasi penduduk merupakan jenis data kependudukan yang masih langka atau jarang penyajiannya. Dalam rangka menjembatani kelangkaan penyajian data migrasi dan untuk memenuhi kebutuhan data migrasi secara lebih lengkap, maka perlu disusun publikasi statistik migrasi hasil sensus atau survei kependudukan.

5 Baca lebih lajut

KERJASAMA ANTAR DAERAH DALAM PENANGANAN MIGRASI DAN PERSEBARAN PENDUDUK - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

KERJASAMA ANTAR DAERAH DALAM PENANGANAN MIGRASI DAN PERSEBARAN PENDUDUK - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

goncagan ekonomi (4) Bila tidak ada pembatasan/tindakan yang tepat, maka migrasi akan meningkat sejalan dengan waktu (5) Dipengaruhi oleh kemajuan suatau daerah. Arus migrasi (1) bergerak dari daerah yang kurang maju/minus menuju daerah yang lebih maju (2) Faktor migrasi akan tinggi manakala daerah tersebut minus/terbelakang (3) Migrasi akan rendah manaka antara daerah asal dan daerah tujuan relatif sama (4) Arus migrasi akan tinggi manakala hambatan di daerah asal rendah dan hambatan di daerah tujuan rendah (5) Tinggi/ rendahnya tingkat migrasi penduduk dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Sifat migran (1) Bersifat selektif (2) Migran yang tertarik oleh faktor plus di daerah tujuan mengalami selektif positip (2) Migrasi yang disebabkan oleh faktor-faktor daerah asal cenderung mengalami selekstif negatip (3) Secara keseluruhan selektif migran cenderung bersifat bersifat binominal atau bersifat positip dan negatip (4) Tingkat selektif positip miningkat sejalan dengan besarnya hambatan dan siklus hidup migran (5) ciri-ciri penduduk migran cenderung memiliki karakteristik antara daerah asal dan daerah tujuan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

1969-2015: CERITA TIGA DEKADE POLITIK PERPINDAHAN MASYARAKAT DI INDONESIA

1969-2015: CERITA TIGA DEKADE POLITIK PERPINDAHAN MASYARAKAT DI INDONESIA

Selain itu, pembacaan buku ini perlu diimbangi dengan pemahaman teori-teori “dasar” maupun studi kasus lain seputar migrasi penduduk, baik di dunia maupun di Indonesia, misalnya Migration Theory karya Bertell dan Hollified (2000), serta buku yang mengangkat topik politik, misalnya Politics and Policy Implementation in the Third World karya Grindle (1980). Hal tersebut akan membantu pembaca memahami konsep politik migrasi yang menjadi fokus penulis. Meskipun alur pikiran utama penulis telah dipaparkan dengan runut, di dalam tiap-tiap bab penulis memaparkan ide-idenya dengan berlompatan. Kejadian-kejadian penting di dalam buku ini muncul secara tidak berurutan karena mengikuti alur pembahasan penulis. Dengan semakin bertambahnya pengetahuan pembaca tentang topik politik migrasi, pemahaman pembaca terhadap buku ini juga akan semakin dalam. Setiap kali membaca ulang buku ini, pembaca akan menemukan hal-hal baru yang sebelumnya mungkin belum terlihat.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

RPP Kelas 9 Semester 1 Bab 2 Migrasi Pen

RPP Kelas 9 Semester 1 Bab 2 Migrasi Pen

“Pada laju pertumbuhan penduduk yang telah di bahas pada pertemuan seblumnya dapat disimpulkan bahwa laju pertumbuhan penduduk Indonesia masih tinggi. Dalam penduduk tersebut tentunya terdapat orang pendatang atau migran dari wilayah lain. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Migrasi Penduduk Indonesia”. Motivasi

5 Baca lebih lajut

TEORI DAN KONSEP MIGRASI Oleh (1)

TEORI DAN KONSEP MIGRASI Oleh (1)

Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melampaui batas politik / negara ataupun batas administratif / batas bagian dalam suatu negara. Ada dua dimensi yang harus diperhatikan dalam menelaah migrasi, yaitu dimensi waktu dan dimensi daerah. Untuk dimensi waktu, ukuran yang pasti tidak ada karena sulit menentukan beberapa lama seseorang pindah tempat tinggal untuk dapat dianggap sebagai seorang migran, tetapi biasanya digunakan definisi yang ditentukan dalam sensus penduduk. Contoh : Sensus penduduk tahun 1961 batasan waktu bagi penentuan migran adalah 3 bulan sedangkan untuk sensus tahun 1971 dan 1980 batasannya 6 bulan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

TUGAS I EKONOMI KOTA CRITICAL REVIEW ANA

TUGAS I EKONOMI KOTA CRITICAL REVIEW ANA

Tidak seimbangnya jumlah angkatan kerja yang datang ke perkotaan melalui migrasi dan lapangan kerja yang ada di perkotaan itu sendiri menciptakan pengangguran-pengangguran baru. Hal tersebut yang melatarbelakangi tumbulnya sektor informal yang memungkinkan tersedianya lapangan pekerjaan. Sektor informal berkembang sangat cepat di perkotaan seiring dengan terus meningkatnya pertumbuhan penduduk, karena kesempatan untuk memperoleh penghasilan tidak terbatas oleh jumlah jenis pekerjaan.

13 Baca lebih lajut

REGIONAL INDONESIA

REGIONAL INDONESIA

Data menunjukkan bahwa komposisi penduduk Indonesia berdasarkan umur memperlihatkan bentuk piramida ekspansif. Bentuk piramida ini merupakan kelompok penduduk muda. Besarnya jumlah penduduk muda dapat berarti bahwa masih tingginya tingkat ketergantungan hidup penduduk Indonesia karena rasio jumlah penduduk pada usia non produktif lebih besar daripada usia produktif. Hal ini akan memberikan iklim yang tidak baik terhadap pertumbuhan ekonomi negara. Dengan demikian, upaya-upaya perbaikan terhadap peningkatan kualitas penduduk sangat perlu diperhatikan selain kuantitasnya.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DESA DI DESA PURWOMARTANI, KALASAN, SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DESA DI DESA PURWOMARTANI, KALASAN, SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Desa Purwomartani merupakan salah satu Desa di wilayah Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman dengan Luas wilayah 1.205,0000 Ha. Wilayah administrasi Desa Purwomartani terdiri dari 21 Dukuh. Seringkali dalam suatu desa terdapat permasalahan mengenai pertumbuhan penduduknya. Proses pengumpulan dan penyajian data penduduk di desa Purwomartani ini masih secara manual. Pengumpulan data penduduk masih dicatat pada buku sedangkan penyajiannya masih menggunakan microsoft excel.

8 Baca lebih lajut

IPS Dinamika Kependudukan dan Pembanguna

IPS Dinamika Kependudukan dan Pembanguna

Wilayah dengan penduduk paling padat di Indonesia adala Pulau Jawa, karena Pulau Jawa adalah daerah yang sangat subur dan telah lama berkembang pertanian tradisio nal. Pada masa lalu, masyarakat masih mengembangkan pola ekonomi tradisional be rupa pertanian. Lokasi Pulau Jawa yang sebagian besar wilayahnya mudah terjangka u menjadi salah satu penyebab persebaran penduduk di Pulau Jawa terus terjadi. Selain itu, Pulau Jawa juga merupakan pusat perkembangan politik pada masa penga ruh Hindu, Buddha, Islam, dan masa penjajahan. Tidak mengherankan apabila sarana dan prasarana di Pulau Jawa cukup lengkap.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Refleksi Hukum Harta Perkawinan Dalam Hukum Adat Melayu (Studi di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang)

Refleksi Hukum Harta Perkawinan Dalam Hukum Adat Melayu (Studi di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang)

Aktivitas perpindahan penduduk mempunyai dampak yang sangat berarti bagi daerah- daerah di mana migrasi itu terjadi, baik ditinjau dari segi ekonomi, sosiologi, maupun disiplin kependudukan itu sendiri. Sesuai hal tersebut di atas, Provinsi Sumatera Utara yang letak geografisnya di antara 1 0 – 4 0 Lintang Utara dan 98 0 – 100 0 Bujur Timur dengan ketinggian daerah permukaan laut) – 1418 m sebelah utara berbatasan dengan Nanggroe Aceh Darussalam dan Selat Malaka, sebelah Selatan dengan Provinsi Sumatera Barat dan Riau sebelah Barat dengan Samudera Hindia dan memiliki luas wilayah 71680 km persegi, dengan jumlah penduduk ± 12.500.000 jiwa. Provinsi Sumatera Utara, sejak zaman penjajahan Belanda telah mengalami arus perpindahan penduduk yang bersifat internasional atau disebut migrasi internasional, yang terjadi pada waktu itu karena migrasi merupakan aktivitas yang sangat penting dampaknya bagi landasan pembangunan daerah Sumatera Utara, khususnya berkaitan dengan sektor pertanian dan perkebunan. Sumatera Utara merupakan provinsi keempat yang terbesar jumlah penduduknya di Indonesia setelah Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Menurut hasil pencacahan lengkap Sensus Penduduk (SP) 1990 penduduk Sumatera Utara keadaan tanggal 31 Oktober 1990 (hari sensus) berjumlah 10,26 juta jiwa, dan dari hasil Sensus Penduduk 2005 jumlah penduduk Sumatera Utara sebesar 11,5 juta jiwa. Dari estimasi jumlah pendudul keadaan juni 2005 menjadi 12.326.678 jiwa. Laju pertumbuhan penduduk Sumatera Utara tahun 2000 – 2005 adalah 1,50 % pertahun. Namun jika ditinjau dari arus perpindahan penduduk yang bersifat internal, di Provinsi Sumatera Utara, maka yang menjadi daerah sasaran dalam aktivitas perpindahan penduduk antar kabupaten/kota adalah daerah perkotaan, sehingga daerah perkotaan ini bisa dikatakan menjadi primadona masuknya arus migrasi. Lebih spesifik lagi, daerah tersebut paling diminati dan menjadi incaran para migran adalah kota Medan yang merupakan ibukota provinsi Sumatera Utara. (BKKBN Provsu, 2007: 54)
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 6786 documents...