Mikrokontroller AT89S51

Top PDF Mikrokontroller AT89S51:

PERANCANGAN PENGUKUR INTENSITAS CAHAYA DENGAN MIKROKONTROLLER AT89S51.

PERANCANGAN PENGUKUR INTENSITAS CAHAYA DENGAN MIKROKONTROLLER AT89S51.

dibuat ini direncanakan mampu mengukur intensitas cahaya dengan tiga tingkat kepekaan, secara auto range. Perancangan Pengukur intensitas cahaya ini menggunakan sensor cahaya yang akan mengubah intensitas cahaya ke frekwensi. Selanjutnya frekwensi keluaran diukur menggunakan Frekwensi counter yang dibangun dengan mikrokontroller AT89S51 dan ditampilkan pada display LCD.

6 Baca lebih lajut

Perangkat Penghitungan Waktu Secara Otomatis Berbasis Mikrokontroller  AT89S51

Perangkat Penghitungan Waktu Secara Otomatis Berbasis Mikrokontroller AT89S51

Untuk menguji rangkaian mikrokontroller ini berjalan dengan baik maka pada pin 17 yang merupakan P3.7 dihubungkan dengan transistor dan sebuah LED. Ini dilakukan hanya untuk menguji apakah rangkaian minimum mikrokontroller AT89S51 sudah bekerja atau belum. Dengan memberikan program sederhana pada mikrokontroller tersebut, dapat diketahui apakah rangkaian minimum tersebut sudah bekerja dengan baik atau tidak. Jika LED yang terhubung ke Pin 17 sudah bekerja sesuai dengan perintah yang diberikan, maka rangkaian minimum tersebut telah siap digunakan. Namun setelah seluruh rangkaian disatukan, LED yang terhubung ke pin 17 ini tidak digunakan lagi. Pada P0 atau pada PIN 1 s/d 8 dihubungkan resistor 4,7K ohm, yang mana resistor ini akan menjaga kondisi dari P0 tersebut agar tegangan yang masuk tetap stabil.
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

Perancangan Alat Pendeteksi Kebocoran Gas Lpg Dengan Menggunakan Sensor Tgs2610 Berbasis Mikrokontroller At89s51

Perancangan Alat Pendeteksi Kebocoran Gas Lpg Dengan Menggunakan Sensor Tgs2610 Berbasis Mikrokontroller At89s51

program. Pin 9 merupakan masukan reset (aktif tinggi). Pulsa transisi dari rendah ke tinggi akan me-reset mikrokontroller ini. Pin 32 sampai 39 adalah Port 0 yang merupakan saluran/bus I/O 8 bit open collector dapat juga digunakan sebagai multipleks bus alamat rendah dan bus data selama adanya akses ke memori program eksternal. Pada port 0 ini masing masing pin dihubungkan dengan resistor 4k7 ohm. Resistor 4k7 ohm yan dihubungkan ke port 0 befungsi sebagai pull up( penaik tegangan ) agar output dari mikrokontroller dapat mntrigger transistor. Pin 1 sampai 8 adalah port 1. Pin 21 sampai 28 adalah port 2. Dan Pin 10 sampai 17 adalah port 3. Pin 39 yang merupakan P0.0 dihubungkan dengan sebuah resistor 330 ohm dan sebuah LED. Ini dilakukan hanya untuk menguji apakah rangkaian minimum mikrokontroller AT89S51 sudah bekerja atau belum. Dengan memberikan program sederhana pada mikrokontroller tersebut, dapat diketahui apakah rangkaian minimum tersebut sudah bekerja dengan baik atau tidak. Jika LED yang terhubug ke Pin 39 sudah bekerja sesuai dengan perintah yang diberikan, maka rangkaian minimum tersebut telah siap digunakan. Pin 20 merupakan ground dihubungkan dengan ground pada power supplay. Pin 40 merupakan sumber tegangan positif dihubungkan dengan + 5 volt dari power supplay
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

Prototype Pengaman Kebakaran Dengan Menggunakan Metode Pendeteksian Asap Dan Kenaikan Suhu Berbasis Mikrokontroller AT89S51

Prototype Pengaman Kebakaran Dengan Menggunakan Metode Pendeteksian Asap Dan Kenaikan Suhu Berbasis Mikrokontroller AT89S51

Telah dirancang prototype pengaman kebakaran dengan menggunakan metode pendeteksian asap dan kenaikan suhu berbasis mikrokontroller AT89S51 yang disimulasikan dengan memanaskan sensor suhu LM35 dan mendekatkan asap pada sensor asap AF30. Sistem ini dikatakan benar, saat suhu naik dan tidak terdapat asap kipas akan berputar untuk menurunkan suhu dan disaat suhu naik serta ada asap alarm berbunyi dan pompa memompakan air untuk memadamkan api.

91 Baca lebih lajut

Perancangan Sistem Pengendali    Infus Dengan  Menggunakan Sensor Infra Merah Berbasis Mikrokontroller AT89S51

Perancangan Sistem Pengendali Infus Dengan Menggunakan Sensor Infra Merah Berbasis Mikrokontroller AT89S51

Dalam rangkaian ini penulis mencoba untuk merekayasa suatu sistem elektronika yang menggunakan Mikrokontroller AT89S51, keluaran produk atmel ini merupakan suatu terobosan teknologi yang hadir untuk memenuhi kebutuhan pasar dan dengan harga yang relatif murah. Oleh karena itu penulis mencoba merancang suatu alat yaitu sistem pengendali infus dengan menggunakan sensor infra merah berbasis Mikrokontroller AT89S51, yang bertujuan untuk mengendalikan tetesan infus serta memberi tanda berupa bunyi alarm jika cairan infus akan habis. Dalam proses perancangan, penulis menggunakan sensor infra merah dan phorotransistor sebagai sensor yang merupakan Input dari mikrokontroller. Rangkaian sensor terbagi dua (2) bagian. Sensor pertama dipasang pada bagian badan tabung infus yang pada rangkaian ini disebut sensor level, dan sensor kedua dipasang pada ujung bawah tabung infus yang disebut sensor tetesan. Deteksi tetesan infus dengan menggunakan sensor ini juga dilengkapi mekanisme penjepit selang infus. Mekanisme ini akan bergerak tertutup dan terbuka sesuai masukan set point yang diberikan pada keypad. Dalam operasinya motor stepper akan memutar baut melalui gigi transisi dan menyebabkan baut bergerak linier sehingga mengakibatkan pangkal rambut dapat menjepit atau merenggangkan selang infus, sehingga kecepatan aliran infus dapat dikendalikan.
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

Perancangan Alat Pemutus Aliran Listrik Saat Terjadi Gempa Berbasis Mikrokontroller AT89S51

Perancangan Alat Pemutus Aliran Listrik Saat Terjadi Gempa Berbasis Mikrokontroller AT89S51

Pin 17 yang merupakan P3.7 dihubungkan dengan transistor dan sebuah LED. Ini dilakukan hanya untuk menguji apakan rangkaian minimum mikrokontroller AT89S51 sudah bekerja atau belum. Dengan memberikan program sederhana pada mikrokontroller tersebut, dapat diketahui apakah rangkaian minimum tersebut sudah bekerja dengan baik atau tidak. Jika LED yang terhubug ke Pin 17 sudah bekerja sesuai dengan perintah yang diberikan, maka rangkaian minimum tersebut telah siap digunakan. Namun setelah seluruh rangkaian disatukan, LED yang terhubung ke in 17 ini tidak digunakan lagi.
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

Aplikasi Mikrokontroller AT89S51 Untuk Buka/Tutup Pintu Otomatis Menggunakan Password

Aplikasi Mikrokontroller AT89S51 Untuk Buka/Tutup Pintu Otomatis Menggunakan Password

Pin 17 yang merupakan P3.7 dihubungkan dengan transistor dan sebuah LED. Ini dilakukan hanya untuk menguji apakan rangkaian minimum mikrokontroller AT89S51 sudah bekerja atau belum. Dengan memberikan program sederhana pada mikrokontroller tersebut, dapat diketahui apakah rangkaian minimum tersebut sudah bekerja dengan baik atau tidak. Jika LED yang terhubug ke Pin 17 sudah bekerja sesuai dengan perintah yang diberikan, maka rangkaian minimum tersebut telah siap digunakan. Namun setelah seluruh rangkaian disatukan, LED yang terhubung ke in 17 ini tidak digunakan lagi.
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

Sistem Pengendali Suhu Incubator Berbasis Mikrokontroller AT89S51

Sistem Pengendali Suhu Incubator Berbasis Mikrokontroller AT89S51

merupakan sumber tegangan positif dihubungkan Pin 29 merupakan PSEN (Program Store Enable) dan pin 30 sebagai Address Latch Enable (ALE)/PROG dihubungkan ke ground (diset low), sedangkan Pin 31 External Access Enable (EA) diset high (H). Ini dilakukan karena mikrokontroller AT89S51 tidak menggunakan memori eskternal. Pin 18 dan 19 dihubungkan ke XTAL 12 MHz dan capasitor 33 pF. XTAL ini akan mempengaruhi kecepatan mikrokontroller AT89S51 dalam mengeksekusi setiap perintah dalam program. Pin 9 merupakan masukan reset (aktif tinggi). Pulsa transisi dari rendah ke tinggi akan me-reset mikrokontroller ini. Pin 32 sampai 39 adalah Port 0 yang merupakan saluran/bus I/O 8 bit open collector dapat juga digunakan sebagai multipleks bus alamat rendah dan bus data selama adanya akses ke memori program eksternal. Karena fungsi tersebut maka Port 0 dihubungkan dengan resistor array. Pin 20 merupakan ground dihubungkan dengan ground pada power supplay. Pin 40
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

(ABSTRAK) DETEKTOR KETINGGIAN AIR PADA RUNWAY PESAWAT TERBANG UNTUK MENCEGAH KECELAKAAN PESAWAT AKIBAT PERISTIWA HYDROPLANING MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER AT89S51.

(ABSTRAK) DETEKTOR KETINGGIAN AIR PADA RUNWAY PESAWAT TERBANG UNTUK MENCEGAH KECELAKAAN PESAWAT AKIBAT PERISTIWA HYDROPLANING MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER AT89S51.

Faiq Nur Zaman. 2010. “Detektor Ketinggian Air Pada Runway Pesawat Terbang Untuk Mencegah Kecelakaan Pesawat Akibat Peristiwa Hydroplaning Menggunakan Mikrokontroller AT89S51’’. Skripsi Jurusan Fisika. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I : Sunarno, S.Si, M.Si, Pembimbing II : Drs. Susilo, M.S.

2 Baca lebih lajut

Rangkaian Pengalihan Daya Otomatis Dari PLN ke Genset Berbasis Mikrokontroller AT89S51.

Rangkaian Pengalihan Daya Otomatis Dari PLN ke Genset Berbasis Mikrokontroller AT89S51.

Dari beberapa kejadian dan keadaan tersebut, penulis tertarik dan ingin membuat satu solusi yang dapat digunakan untuk menangai masalah yang ditimbulkan dari keadaan tersebut diatas, yaitu masalah pengalihan daya listrik dari jaringan utama catu daya PLN ke jaringan alternatif genset dan dari jaringan alternatif kembali ke jaringan utama secara otomatis dengan menggunakan mikrokontroller. Dengan itu, penulis mengangkat judul “Rangkaian Pengalihan Daya Otomatis Dari PLN Ke Genset Berbasis Mikrokontroller AT89S51” sebagai salah satu solusi alternatif untuk meningkatkan pelayanan penyalaan genset.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Prototipe alat penetas telur berbasis mikrokontroller AT89S51 laporan

Prototipe alat penetas telur berbasis mikrokontroller AT89S51 laporan

Untuk dapat merancang sistem maka pertama kali dilakukan proses mengubah suhu menjadi tegangan analog menggunakan sensor suhu LM35. Setelah melalui proses pengkondisian sinyal dengan cara dikuatkan, tegangan analog diubah menjadi data digital menggunakan ADC 0804. Data digital yang diperoleh kemudian diolah oleh Mikrokontroller AT89S51 dan ditampilkan, sehingga didapatkan suatu informasi mengenai suhu plant dengan satuan ºC pada sebuah LCD. Untuk membalik posisi telur menggunakan motor servo, motor servo ini bergerak dengan menggunakan pulse yang yang berasal dari Mikrokontroller AT89S51.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

ALAT PENGUKUR KECEPATAN ANGIN PADA GEDUNG BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89S51.

ALAT PENGUKUR KECEPATAN ANGIN PADA GEDUNG BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89S51.

Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, atas berkat dan rahmat-Nya yang telah dilimpahkan kepada penyusun sehingga terbentuklah suatu Tugas Akhir yang berjudul “Alat pengukur kecepatan angin pada gedung berbasis mikrokontroller AT89S51”, untuk memenuhi salah satu syarat Ujian Akhir Sarjana di Fakultas Teknologi Industri Jurusan Teknik Informatika Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jatim.

66 Baca lebih lajut

RANCANG BANGUN ALAT PENYANGRAI KACANG TANAH DENGAN PENGGERAK MOTOR DC BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89S51

RANCANG BANGUN ALAT PENYANGRAI KACANG TANAH DENGAN PENGGERAK MOTOR DC BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89S51

Alat penyangrai kacang tanah yang dirancang dalam tugas akhir ini dibuat untuk dapat memproses penyangraian secara otomatis dengan penggerak motor DC dan mikrokontroller AT89S51 yang mengatur dan mengolah data dari sensor suhu. Ruang penyangrai digerakkan dengan menggunakan motor DC yang dapat di kontrol. Temperatur suhu pada ruang penyangrai akan diatur oleh motor servo pada kompor gas sehingga dapat diatur besar kecilnya api.

2 Baca lebih lajut

Aplikasi Photodioda Dan Led Inframerah Sebagai Penghitung Skor Dalam Permainan Bola Basket Berbasis Mikrokontroller AT89S51

Aplikasi Photodioda Dan Led Inframerah Sebagai Penghitung Skor Dalam Permainan Bola Basket Berbasis Mikrokontroller AT89S51

Pin 17 yang merupakan P3.7 dihubungkan dengan transistor dan sebuah LED. Ini dilakukan hanya untuk menguji apakan rangkaian minimum mikrokontroller AT89S51 sudah bekerja atau belum. Dengan memberikan program sederhana pada mikrokontroller tersebut, dapat diketahui apakah rangkaian minimum tersebut sudah bekerja dengan baik atau tidak. Jika LED yang terhubug ke Pin 17 sudah bekerja sesuai dengan perintah yang diberikan, maka rangkaian minimum tersebut telah siap digunakan. Namun setelah seluruh rangkaian disatukan, LED yang terhubung ke in 17 ini tidak digunakan lagi.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

PEMBUATAN PROTOTYPE PENGHITUNG BIS MASUK BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89S51

PEMBUATAN PROTOTYPE PENGHITUNG BIS MASUK BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89S51

Dewasa ini perkembangan teknologi elektronika digital telah berkembang dengan pesatnya, diberbagai bidang, baik sektor industri maupun peralatan kedokteran. Penggunaan mikrokontroller sangat luas, mulai dari permainan elektronika sampai dengan pesawat luar angkasa. Teknologi ini dirasakan masih cukup ampuh dalam menyelesaikan permasalahan elektronika digital, memiliki kemudahan dalam hal pemrograman untuk mengendalikan input-output dan biaya yang murah. Lahirnya mikrokontroler telah menimbulkan suatu revolusi dalam membuat sistem berbasis digital yang kompleks.
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

Aplikasi Atap Otomatis Menggunakan Sensor Cahaya Dan Sensor Air Berbasis Mikrokontroller AT89S51

Aplikasi Atap Otomatis Menggunakan Sensor Cahaya Dan Sensor Air Berbasis Mikrokontroller AT89S51

tinggi akan me-reset mikrokontroller ini. Pin 32 sampai 39 adalah Port 0 yang merupakan saluran/bus I/O 8 bit open collector dapat juga digunakan sebagai multipleks bus alamat rendah dan bus data selama adanya akses ke memori program eksternal. Pin 1 sampai 8 adalah port 1. Pin 21 sampai 28 adalah port 2. Dan Pin 10 sampai 17 adalah port 3. Pin 17 yang merupakan P3.7 dihubungkan dengan transistor dan sebuah LED. Ini dilakukan hanya untuk menguji apakan rangkaian minimum mikrokontroller AT89S52 sudah bekerja atau belum. Dengan memberikan program sederhana pada mikrokontroller tersebut, dapat diketahui apakah rangkaian minimum tersebut sudah bekerja dengan baik atau tidak. Jika LED yang terhubug ke Pin 17 sudah bekerja sesuai dengan perintah yang diberikan, maka rangkaian minimum tersebut telah siap digunakan. Pin 20 merupakan ground dihubungkan dengan ground pada power supplay. Pin 40 merupakan sumber tegangan positif dihubungkan dengan + 5 volt dari power supplay.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Perancangan Alat Pemanggil Perawat Pada Rumah Sakit Berbasis Mikrokontroller AT89S51 Dengan Tampilan Lcd

Perancangan Alat Pemanggil Perawat Pada Rumah Sakit Berbasis Mikrokontroller AT89S51 Dengan Tampilan Lcd

Secara sederhana, saklar terdiri dari dua bilah logam yang menempel pada suatu rangkaian, dan bisa terhubung atau terpisah sesuai dengan keadaan sambung (on) atau putus (off) dalam rangkaian itu. Material kontak sambungan umumnya dipilih agar supaya tahan terhadap korosi. Kalau logam yang dipakai terbuat dari bahan oksida biasa, maka saklar akan sering tidak bekerja. Untuk mengurangi efek korosi ini, paling tidak logam kontaknya harus disepuh dengan logam anti korosi dan anti karat. pada dasarnya tombol bisa diaplikasikan untuk sensor mekanik, karena bisa dijadikan sebagai pedoman pada mikrokontroller untuk pengaturan alat dalam pengontrolan.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

Show all 1048 documents...