Minat Belajar

Top PDF Minat Belajar:

HUBUNGAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI KALINEGORO 5 SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 20112012

HUBUNGAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI KALINEGORO 5 SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 20112012

Di bawah ini akan disampaikan penelitian yang relevan tentang hubungan minat belajar dengan prestasi belajar. Erfi Nugraeni Puranti (2011) meneliti tentang hubungan minat belajar dengan hasil belajar matematika. Jenis penelitian yang digunakan yaitu menggunakan penelitian deskriptif tingkat korelasi. Penelitian ini dilaksanakan terhadap siswa kelas IV SD Negeri Tersan Gede 1 tahun ajaran 2010/2011. Jumlah siswa seluruhnya adalah 39 siswa. Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan dokumen. Teknik analisis data dengan menggunakan teknik korelasi serial. Hasil penelitian menunjukkan: (1) minat belajar siswa terdiri atas tiga kelompok yaitu kelompok minat belajar rendah (2,56%), kelompok minat belajar sedang (25,64%), dan kelompok minat belajar tinggi (71,80%); (2) hasil belajar matematika dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok hasil belajar rendah (12,82%), kelompok hasil belajar sedang (53,85%) dan kelompok hasil belajar tinggi (33,33%); (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar dengan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri Tersan Gede 1 tahun ajaran 2010/2011 dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,751 yang termasuk pada tingkat korelasi kuat (r hitung = 0,718 > r tabel = 0,408); (4) sumbangan variabel minat belajar terhadap
Baca lebih lanjut

135 Baca lebih lajut

HUBUNGAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI SOROYUDAN SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 20112012

HUBUNGAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI SOROYUDAN SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 20112012

Minat belajar siswa akan terlihat pada aktivitas sosial siswa di kelas. Jika dalam proses belajar minat siswa tinggi maka akan cenderung termotivasi dari dalam diri sendiri untuk mengikuti proses belajar dengan baik, sebaliknya jika minat belajar siswa rendah aktivitas yang ditunjukkan oleh siswa pun terlihat condong ke arah hal yang bersifat negatif misalnya berbicara dengan teman, bergurau dan tidak memperhatikan informasi yang diberikan oleh guru. Oleh karena itu, bekal minat yang kuat akan memberi dampak yang positif terhadap prestasinya. Minat adalah modal awal siswa sebagai dasar pendorong bagi si anak untuk melakukan berbagai kegiatan, khususnya kegiatan belajar. Anak yang berminat terhadap kegiatan belajar akan berusaha lebih keras untuk belajar dibandingkan mereka yang tidak berminat.
Baca lebih lanjut

129 Baca lebih lajut

PENGARUH LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR YANG DI MEDIASI MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI KELAS XI IPS SMA NEGERI 17 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

PENGARUH LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR YANG DI MEDIASI MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI KELAS XI IPS SMA NEGERI 17 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

mencapai ketuntasan sebesar 20 siswa dan sisanya yang tidak mencapai adalah 15 siswa dan presentasenya yang mencapai ketuntasan 57% dan sisanya yang tidak mencapai 43%. Dan pada kelas XI IPS-3 yang berjumlah 37 siswa, dengan prestasi siswa yang mencapai ketuntasan sebesar 25 siswa dan sisanya yang tidak mencapai adalah 12 siswa dan presentasenya yang mencapai ketuntasan 68% dan sisanya yang tidak mencapai 32%. Bila ditarik secara keseluruhan kelas XI IPS yang barjumlah 110 siswa, maka yang mencapai ketuntasan minimal ada mata pelajaran ekonomi adalah sebesar 67 siswa atau 60,9%, dan siswa yang tidak mencapai ketuntasan berjumlah 43 siswa atau 39,1%. Sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Suprananta, maka dapat dikatakan bahwa keseluruhan siswa kelas XI IPS SMA Negeri 17 Medan belum dapat dikatakan lulus dalam mata pelajaran ekonomi, karena jumlah keseluruhan prestasi siswa yang mencapai ketuntasan minimal belum mencapai 75-80%. Dengan demikian, dapat dikatan bahwa minat belajar siswa pada matapelajaran ekonomi masih sangat rendah.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PENGARUH MEDIA KOMIK DENGAN ROLE PLAYING TERHADAP HASIL DAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATERI VIRUS DI MAN 1 SIGLI

PENGARUH MEDIA KOMIK DENGAN ROLE PLAYING TERHADAP HASIL DAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATERI VIRUS DI MAN 1 SIGLI

Komik umumnya berbentuk rangkaian gambar, masing – masing dalam kotak, yang keseluruhannya merupakan rentetan satu cerita. Gambar – gambar itu biasanya dilengkapi dengan balon – balon yang berisi ucapan dan ada kalanya masih disertai dengan narasi sebagai penjelasan. 33 Komik merupakan suatu bacaan dimana siswa membacanya tanpa harus dibujuk. Melalui bimbingan dari guru, komik dapat berfungsi sebagai jembatan untuk menumbuhkan minat belajar. Media komik mempunyai sifat yang sederhana, jelas, mudah dipahami dan lebih bersifat personal sehingga berfungsi informatif dan edukatif. 34
Baca lebih lanjut

191 Baca lebih lajut

EFEKRIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MINAT BELAJAR SISWA KELAS VII SMP PIRI SLEMAN

EFEKRIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MINAT BELAJAR SISWA KELAS VII SMP PIRI SLEMAN

Pemilihan model pembelajaran yang digunakan untuk mengajar diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team- Achievement Division)merupakan salah satu metode pembelajaran yang paling sedehana yang menekankan pada aktivitas dan interaksi di antara siswa untuk saling memotivasi dan membantu dalam memahami suatu materi pelajaran (Hamzah, 2009). Dalam pembelajaran dengan model STAD siswa dilatih bagaimana mengemukakan pendapatnya dan belajar menghargai pendapat orang lain, akan menjadikan siswa lebih terbiasa mencoba menyelesaikan permasalahan, sehingga materi yang diberikan akan lebih cepat dimengerti. Model pembelajaran STAD (Student Teams-Achievement Divisions) tepat untuk dilaksanakan oleh beberapa guru yang baru saja menerapkan strategi pembelajaran kooperatif. Dalam hal ini, guru membimbing siswa dalam pembelajaran sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan, aktif dan efektif. Apabila model pembelajaran STAD (Student Teams-Achievement Divisions) dan pembelajaran konvensional diterapkan pada siswa dengan minat belajar tinggi, maka siswa akan memperoleh hasil belajar yang tinggi. Hal tersebut dikarenakan siswa yang minat belajarnya tinggi sudah memiliki cukup pengetahuan yang berguna pada materi pembelajaran matematika selanjutnya. Dengan penerapan model pembalajaran STAD (Student Teams-Achievement Divisions) siswa dengan minat belajar sedang dan rendah akan mendapatkan kemudahan dalam belajar karena dalam penyelesainnya masalah matematika dibantu dengan teman sekelompoknya. Sedangkan dalam pembelajaran konvensional siswa yang mempunyai minat sedang dan rendah akan cenderung diam, akibatnya akan kesulitan dalam belajar dan akan berpengaruh terhadap hasil belajarnya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH SIKAP BELAJAR SISWA DAN MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS SMP MUHAMMADIYAH 10 SURAKARTA.

PENGARUH SIKAP BELAJAR SISWA DAN MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS SMP MUHAMMADIYAH 10 SURAKARTA.

diajarkan. Belajar yang berarti lebih mudah terjadi dan lebih lama diingat disbanding dengan belajar yang tampaknya tidak ada artinya. Maka perlu adanya kesan yang menyenangkan, menarik, mengurangi ketegangan, bermanfaat, atau memperkaya pengetahuan lebih efisien dan tersimpan lebih lama dalam ingatan sehingga dapat menimbutkan minat belajar. Sikap belajar siswa dan menciptakan minat belajar siswa merupakan usaha untuk meningkatkan prestasi belajar yang baik.

8 Baca lebih lajut

HUBUNGAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR PENGANTAR PARIWISATA PADA SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TATA BUSANA DI SMK NEGERI 1 WONOSARI.

HUBUNGAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR PENGANTAR PARIWISATA PADA SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TATA BUSANA DI SMK NEGERI 1 WONOSARI.

Faktor eksternal merupakan faktor yang bersumber dari luar atau lingkungan sekitar siswa itu sendiri. Faktor eksternal terdiri dari 6 aspek yaitu diantaranya adalah metode mengajar guru, hubungan guru dengan siswa, disiplin sekolah, media belajar, waktu sekolah, dan metode belajar. Berdasarkan angket yang telah disebar kepada 61 responden di SMK N 1 Wonosari maka secara keseluruhan pada variabel minat belajar dilihat dari faktor eksternal yang mempengaruhi diperoleh skor maksimal ideal 68, skor minimal ideal 17, rentang data 51, dan panjang kelas 13. Setelah dianalisis dengan statistik deskriptif didapatkan nilai Mean (M) 51,31; Median (Me) 51, dan Standar Deviasi (SD) 5,593. Data yang diperoleh selanjutnya disajikan dalam tabel kecenderungan kategori yang dapat dilihat pada Tabel 10. Tabel 10. Kecenderungan Kategori Minat Belajar Dilihat dari Faktor Eksternal
Baca lebih lanjut

174 Baca lebih lajut

HUBUNGAN FASILITAS DAN PERHATIAN ORANG TUA DENGAN MINAT BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 BANYUDONO

HUBUNGAN FASILITAS DAN PERHATIAN ORANG TUA DENGAN MINAT BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 BANYUDONO

kelengkapan fasilitas belajar, akan meningkatkan minat belajar siswa. Fasilitas yang lengkap memberikan dampak yang kuat dalam minat belajar siswa. Kuatnya dampak yang ditimbulkan dari fasilitas tidak terlepas dari orang tua yang menyediakan fasilitas untuk anaknya. Beragamnya fasilitas yang disediakan orang tua mendorong siswa untuk lebih semangat belajar sehingga memperoleh ilmu yang diperlukan, serta menambah wawasan siswa sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Sedangkan perhatian orang tua juga erat kaitannya dengan minat belajar siswa. Semakin tinggi perhatian orang tua maka semakin tinggi pula minat belajar siswa. Maka dari itu orang tua memberikan perhatian yang tinggi kepada anaknya akan memberikan dampak yang positif yang cukup besar terhadap minat belajar siswa.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Hubungan Minat Belajar Dengan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS (Sejarah) SMPN 87 Jakarta Tahun Ajaran 2014/2015

Hubungan Minat Belajar Dengan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS (Sejarah) SMPN 87 Jakarta Tahun Ajaran 2014/2015

B. Deskripsi Data Hubungan Minat Belajar dengan Hasil Belajar Siswa Minat sangat berhubungan dengan hasil belajar, jika siswa mempunyai minat terhadap sesuatu maka ia akan mempelajarinya dengan sengguh- sungguh dan sebaliknya jika siswa yang tidak menaruh minat maka siswa tersebut sulit untuk belajar dan tidak akan merespon pelajaran sama sekali. Sehingga itulah yang menjadi penyebab bahwa anak didik tidak mempunyai motivasi untuk belajar. Terlebih minat erat kaitannya dengan perasaan terutama perasaan senang, karena itu dapat dikatakan berminat karena adanya sikap senang kepada sesuatu dan cenderung untuk selalu memperhatikan dan mengingat secara terus menerus, ia akan memusatkan perhatian lebih banyak dari temannya, kemudian karena pemusatan dan perhatiannya yang intensif terhadap materi, itu yang memungkinkan siswa tadi untuk belajar lebih giat, dan akhirnya mencapai hasil belajar yang optimal dalam mata pelajaran tersebut. Sehingga dapat dipahami bahwa minat merupakan rasa semangat yang tinggi terhadap suatu pelajaran, jika semangat dibarengi oleh ketekunan dan keingintahuan maka mereka melakukannya dengan rasa senang karena tanpa ada paksaan dari mananpun sehingga akan memberikan hasil belajar yang optimal. Dan sebaliknya minat belajar yang kurang akan menghasilkan hasil belajar yang rendah.
Baca lebih lanjut

203 Baca lebih lajut

KOMPETENSI PROFESIONAL GURU AGAMA DALAM MENUMBUHKAN MINAT BELAJAR SISWA

KOMPETENSI PROFESIONAL GURU AGAMA DALAM MENUMBUHKAN MINAT BELAJAR SISWA

Kompetensi Guru Agama tersebut diamati oleh siswa dalam melaksanakan tugas mengajarnya, yaitu dalam menyampaikan materi pelajaran, menggunakan metode, alat, sumber, dan media pengajaran, dan dalam mengevaluasi hasil belajar siswa. Idealnya, ketika Guru Agama memiliki kompetensi profesional yang baik dalam mengajar diikuti oleh persepsi siswa yang baik. Persepsi tersebut akan berpengaruh kepada minat belajar, sehingga minat belajar siswa akan baik. Namun pada saat proses belajar mengajar, fakta yang terjadi walaupun Guru Agama telah memiliki kompetensi profesional yang baik dalam mengajar minat belajar masih beragam. Sebagian siswa ditemukan minat belajarnya masih rendah, seperti masih ada siswa yang tidak memiliki perhatian penuh terhadap materi pelajaran yang sedang disampaikan oleh Guru Agama, dan tidak berpartisipasi dalam aktivitas kegiatan belajar-mengajar di kelas.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR SISWA DAN PERHATIAN ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MENGELOLA SISTEM KEARSIPAN KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK YPE SAWUNGGALIH KUTOARJO.

HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR SISWA DAN PERHATIAN ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MENGELOLA SISTEM KEARSIPAN KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK YPE SAWUNGGALIH KUTOARJO.

Berdasarkan hasil observasi dan data yang diperoleh di SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo, nilai ujian akhir semester gasal kelas XI AP I dan XI AP 2, sebanyak 56 dari 86 peserta didik (65,11%) belum memenuhi nilai KKM. Nilai ujian akhir menunjukkan bahwa prestasi belajar sebagian besar peserta didik belum optimal atau masih rendah. Selain prestasi belajar yang belum optimal, minat belajar siswa juga masih rendah. Minat dan perhatian peserta didik terhadap pelajaran juga masih rendah, serta sebagian peserta didik terkesan kurang antusias dalam mengikuti pelajaran. Peserta didik banyak yang tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru dalam upaya mencapai target nilai tinggi. Beberapa indikasi tersebut, menunjukkan bahwa minat belajar siswa rendah, yang berujung pada rendahnya prestasi belajar yang dicapai.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH MINAT BELAJAR, PERILAKU BELAJAR, KECERDASAN INTELEKTUAL DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN AKUNTANSI Susi Susanti

PENGARUH MINAT BELAJAR, PERILAKU BELAJAR, KECERDASAN INTELEKTUAL DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN AKUNTANSI Susi Susanti

Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin menguji kembali pengaruh minat belajar, perilaku belajar, kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional terhadap tingkat pemahaman akuntansi pada mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi STIE AUB Surakarta karena Universitas tersebut merupakan lembaga pendidikan tinggi swasta yang telah terakreditasi B oleh BAN-PT, serta yang dipandang memiliki potensi besar untuk mencetak tenaga profesional dibidang akuntansi sesuai visi, misi dan tujuan.

8 Baca lebih lajut

PENGARUH MOTIVASI DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII MTS SUNAN KALIJOGO SENDANG TAHUN PELAJARAN 2016 2017 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PENGARUH MOTIVASI DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII MTS SUNAN KALIJOGO SENDANG TAHUN PELAJARAN 2016 2017 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Dilihat dari beberapa pengertian minat dan pengertian belajar yang telah dikemukakan oleh para ahli tersebut di atas, maka dapat diambil kesimpulkan bahwa minat belajar adalah kemampuan umum yang dimiliki siswa untuk mencapai hasil belajar yang maksimal yang dapat ditunjukkan dengan kegiatan belajar,jugadapat diartikan sebagai sesuatu keinginan atau kemauan yang disertai perhatian dan keaktifan yang disengaja yang akhirnya melahirkan rasa senang dalam perubahan tingkah laku, baik berupa pengetahuan, sikap dan keterampilan serta aspek psikologi seseorang yang menampakkan diri dalam beberapa gejala, seperti : gairah, keinginan, perasaan suka untuk melakukan proses perubahan tingkah laku
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION PADA POKOK BAHASAN PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL DITINJAU DARI MINAT BELAJAR SISWA

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION PADA POKOK BAHASAN PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL DITINJAU DARI MINAT BELAJAR SISWA

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 2×3. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik SMP di Kabupaten Rembang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 194 peserta didik, dengan rincian 94 siswa pada kelas eksperimen satu dan 100 siswa pada kelas eksperimen dua. Pengumpulan datanya dilakukan melalui tes pilihan ganda dan angket minat belajar siswa. Uji coba instrumen tes meliputi validitas isi, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan realibilitas. Uji prasyarat meliputi uji normalitas populasi menggunakan metode Lilliefors dan uji homogenitas variansi populasi menggunakan Bartlett. Dengan α= 0,05, diperoleh simpulan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan mempunyai variansi yang homogen. Pengujian hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Pengaruh Minat Belajar Matematika Siswa Terhadap Kreativitas Numerik Siswa SMPN I Pagerwojo - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Pengaruh Minat Belajar Matematika Siswa Terhadap Kreativitas Numerik Siswa SMPN I Pagerwojo - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Data tentang minat belajar mtematika siswa diperoleh dari skor angket. Pertanyaan angket terdiri dari 30 poin dengan empat pilihan, untuk mempermudah peneliti mulai menentukan interval dari skor angket, semua jawaban dari angket di ubah menjadi Skala Likert. Berdasarkan Skala Likert, skor akan ditunjukkan sebagai berikut:

21 Baca lebih lajut

PENG Pengaruh Minat Belajar Dan Kedisiplinana Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Di SD Negeri 1 Tempursari Tahun Ajaran 2013/2104.

PENG Pengaruh Minat Belajar Dan Kedisiplinana Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Di SD Negeri 1 Tempursari Tahun Ajaran 2013/2104.

Penelitian ini bertujuan untuk: (1)Mengetahui pengaruh minat belajar terhadap prestasi belajar, (2)Mengetahui pengaruh kedisiplinan siswa terhadap prestasi belajar, (3) Mengetahui pengaruh minat belajar dan kedisiplinan siswa terhadap prestasi belajar, (4) Mengetahui variebel mana yang lebih dominan memepengaruhi prestasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 1 Tempursari. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa. Sampel yang digunakan adalah siswa SD Negeri 1 Tempurasari tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 60 siswa. Teknik pengumpulan data berupa angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik regresi linier ganda, uji t, uji F, uji determinasi, SR( Sumbangan Relatif), dan SE(Sumbangan Efektif. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat pengaruh dari minat belajar dan kedisiplinan siswa terhadap prestasi belajar siswa dengan persamaan regresi Y= 31,494 + 0,283X 1 + 0,267X 2, dimana signifikansinya pengaruh tersebut
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN  IPS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA MONOPOLY SDN 01  Peningkatan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Dengan Menggunakan Media Monopoly SDN 01 Giriwarno Tahun Ajaran 2013/2014.

PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA MONOPOLY SDN 01 Peningkatan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Dengan Menggunakan Media Monopoly SDN 01 Giriwarno Tahun Ajaran 2013/2014.

Penggunaan media atau alat bantu dapat mempengaruhi Kegiatan belajar mengajar agar tercipta pembelajaran yang efektif dan efisien. Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologi terhadap siswa (Ashar Arsyad, 2013:19). Dengan demikian media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman dan memudahkan memahami informasi atau data yang diberikan. Penggunaan media disadari oleh banyak praktisi pendidikan sangat membantu aktivitas proses pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas, terutama membantu peningkatan minat belajar dan prestasi siswa.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Minat Belajar Dan Kemandirian Belajar Dengan Prestasi Belajar Bahasa Inggris Siswa SMA Muhammadiyah 1 Surakarta.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Minat Belajar Dan Kemandirian Belajar Dengan Prestasi Belajar Bahasa Inggris Siswa SMA Muhammadiyah 1 Surakarta.

bosan, tidak bisa mengerjakan dan lebih tertarik melakukan kesenangan. Kemudian, siswa-siswa tersebut memilih mengerjakan tugas dengan bertanya teman atau menyontek teman. Siswa yang memiliki minat yang besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik- baiknya, tidak ada daya tarik baginya sehingga prestasi belajar siswa ditentukan dari minat siswa itu sendiri terhadap pelajaran dan menyebabkan menurunnya nilai pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Minat yang besar akan memiliki prestasi yang tinggi dikarenakan bahan pelajaran yang menarik minat siswa lebih mudah dipelajari dan disimpan, apabila siswa memiliki minat yang rendah akan memiliki prestasi belajar yang rendah pula dikarenakan siswa tidak tertarik pada mata pelajaran tersebut dan merasa susah untuk dipelajari. Dengan demikian dapat dilihat variasi pencapaian prestasi belajar yang diperoleh siswa yang kurang mempunyai minat belajar serta kemandirian belajar pada mata pelajaran Bahasa Inggris.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN   Pengaruh Lingkungan Keluarga Dan Minat Belajar Siswa Terhadap Motivasi Belajar Pada Siswa Jurusan Akuntansi SMK Batik 1 Surakarta Tahun Ajaran 2014/2015.

PENDAHULUAN Pengaruh Lingkungan Keluarga Dan Minat Belajar Siswa Terhadap Motivasi Belajar Pada Siswa Jurusan Akuntansi SMK Batik 1 Surakarta Tahun Ajaran 2014/2015.

Dalam penelitian ini dipilih sebagai penduga yaitu lingkungan keluarga dan minat belajar siswa karena lingkungan keluarga dan minat belajar siswa dapat memunculkan dan mendorong motivasi belajar pada siswa,Bertolak dari paparan diatas penulis tertarik mengambel mengambil permasalahan yang munculdengan judul “PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA DAN MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA JURUSAN AKUNTANSI SMK BATIK 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015”

6 Baca lebih lajut

MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V DI SD SE GUGUS SIKARIM GARUNG WONOSOBO TAHUN AJARAN 2012/2013.

MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V DI SD SE GUGUS SIKARIM GARUNG WONOSOBO TAHUN AJARAN 2012/2013.

Slameto (Syaiful Djamarah, 2008: 157) menjelaskan bahwa minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa anak didik lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya, dapat juga dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Lebih lanjut Slameto (2003: 180) menjelaskan minat sebagai suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Dari kedua definisi tersebut dapat dikatakan bahwa minat berkaitan dengan perasaan. Perasaan tersebut berupa perasaan suka atau tidak suka. Seseorang yang memiliki minat tentu akan menunujukkan rasa sukanya kepada hal atau objek tertentu yang diminati baik secara langsung menyampaikan rasa sukanya maupun dengan ditunjukkan dengan cara aktif dalam kegiatan yang diminatinya.
Baca lebih lanjut

150 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...