Minyak atsiri

Top PDF Minyak atsiri:

Analisis Daya Saing dan Faktor-faktor yang Memengaruhi Permintaan Minyak Atsiri Indonesia di Negara Tujuan Ekspor

Analisis Daya Saing dan Faktor-faktor yang Memengaruhi Permintaan Minyak Atsiri Indonesia di Negara Tujuan Ekspor

Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor minyak atsiri di dunia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis daya saing dan faktor-faktor yang memengaruhi permintaan minyak atsiri Indonesia di negara tujuan ekspor. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif daya saing dan ekonometrik. Analisis daya saing menggunakan metode RCA (revealed comparative advantage), EPD (export product dynamic) dan X-Model Produk eksport potensial, dengan periode waktu lima tahun (2007-2011). Analisis ekonometrik menggunakan metode data panel, berupa data time series (2002-2011) dan cross section dengan komponen sembilan negara tujuan ekspor (Perancis, Jerman, India, Singapura, Belanda, Spanyol, Turki, Inggris dan Amerika Serikat). Hasil analisis dengan metode RCA menunjukkan bahwa minyak atsiri Indonesia memiliki daya saing yang kuat. Hasil analisis metode EPD menunjukkan bahwa minyak atsiri Indonesia berada pada posisi rising star, kecuali di Singapura berada pada lost opportunity. Hasil analisis X-Model Produk eksport potensial menunjukkan bahwa minyak atsiri Indonesia memiliki potensi pengembangan pasar optimis, kecuali di Singapura minyak atsiri memiliki potensi pengembangan pasar potensial. Hasil analisis metode data panel menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap permintaan minyak atsiri adalah GDP per kapita riil, harga ekspor komoditi, dan jarak ekonomi.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN MINYAK ATSIRI DALAM HIBISCUS

PENGGUNAAN MINYAK ATSIRI DALAM HIBISCUS

Menurut penelitian pendahuluan, kandungan terbesar dalam rosela adalah campuran asam sitrat dan asam malat yang dapat mencapai 13%.Kandungan kimia lainnya adala hanthosianin yaitu gossipetin (suatu hidroksiflavon) dan hibiscin. Hibiscin merupakan pigmen utama yang terdapat dalam kelopak bunga. Pada H.sabdariffa Linn. juga terkandungvitamin C, protein, hibiscetin, sabdaretin, delphinidin dan flavonol glukosida hibiscritin. H.sabdariffa Linn. juga mengandung sejumlah asam amino yang sangat penting bagi tubuh. Asam amino yang terdapat dalam tanaman ini di antaranya arginin, sistin, histidin, isoleusin,leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptopan, tirosin, valin, asam aspartat, asamglutamat, glisin, serin, prolin (Maryani,2005; Morton,1987). Pada bagian bunga mengandung minyak atsiri sebesar 95,6%, pada bagian biji mengandung 20,3-21%, sedangkan pada bagian daun belum pernah diisolasi minyak atsirinya sehingga mempunyai potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz & Pav.) ASAL MAGELANG

IDENTIFIKASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz & Pav.) ASAL MAGELANG

Data dari aktivitas penghambatan minyak atsiri selanjutnya dianalisis menggunakan analisis statistik. Metode analisis menggunakan One-Way Anova dan dilanjutkan dengan analisa LSD. Berdasarkan uji statistik One-Way Anova variasi bakteri (Lampiran 7), terdapat pengaruh yang berbeda secara nyata dari bakteri uji terhadap Diameter Daya Hambat (DDH) (sig <0,05). Pada hasil pengujian dapat dilihat bahwa kemampuan penghambatan minyak atsiri daun sirih merah pada bakteri gram positif relatif lebih kecil daripada bakteri gram negatif. Perbedaan nyata dalam komposisi dan struktur dinding sel antara bakteri gram negatif dan bakteri gram positif menyebabkan kedua respon terhadap berbagai perlakuan dan bahan, seperti pewarnaan gram dan antibiotik-antibiotik tertentu. Bakteri gram negatif mengandung lipid, lemak, atau substansi seperti lemak dalam prosentase lebih tinggi daripada yang dikandung bakteri gram positif. Dinding sel bakteri juga lebih tipis daripada dinding bakteri gram positif (Pelzar dan Chan, 1986). Bagian terluar dinding sel bakteri gram negatif adalah membran luar. Struktur membran luar terdiri dari fosfolipid (lapisan dalam) dan lipopolisakarida (bagian luar) (Purwoko, 2007). Karena itu, antibakteri akan mudah menyerang bakteri gram negatif dengan melarutkan lapisan fosfolipid yang berada pada membran luar pada dinding sel.
Baca lebih lanjut

116 Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI MINYAK ATSIRI KEMANGI (Ocimum basilicum) DENGAN  KLORAMFENIKOL  Aktivitas Antibakteri Kombinasi Minyak Atsiri Kemangi (Ocimum Basilicum) Dengan Kloramfenikol Atau Gentamisin Terhadap Salmonella Typhi.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI MINYAK ATSIRI KEMANGI (Ocimum basilicum) DENGAN KLORAMFENIKOL Aktivitas Antibakteri Kombinasi Minyak Atsiri Kemangi (Ocimum Basilicum) Dengan Kloramfenikol Atau Gentamisin Terhadap Salmonella Typhi.

Salmonella typhi merupakan bakteri Gram negatif yang mempunyai dinding sel tersusun dari murein, lipoprotein, fosfolipid, protein, dan lipopolisakarida dan tersusun sebagai lapisan-lapisan (Dzen, 2003). Bakteri Salmonella diduga memiliki aktivitas metabolisme yang lebih rendah sehingga ribosom lambat untuk mensintesis protein. Pada bakteri Gram negatif, protein porin yang terdapat pada dinding sel berfungsi sebagai perintang molekul-molekul yang mampu melewati membran luar. Apabila protein pada membran telah rusak atau terdenaturasi maka zat antibiotik dapat masuk sehingga aktivitas bakteri menjadi terhambat. Telci et al (2006) melaporkan monoterpen teroksigenase merupakan komponen utama minyak atsiri kemangi dari Turkish. Minyak atsiri kemangi dari Bangladesh mengandung linalool (71,4%) sebagai komponen utamanya (Mondello et al., 2001). Purkayastha and Nath (2006) melaporkan kampor, limonen, dan β -selinen merupakan komponen utama minyak atsiri kemangi dari India. Sedangkan Adeola et al (2012) melaporkan bahwa kemungkinan minyak atsiri kemangi mengandung senyawa fenol dan timol yang bertanggungjawab sebagai antibakteri. Perbedaaan komponen kimia pada beberapa minyak atsiri kemangi menjadi pertimbangan bahwa mekanisme aksi antibakterinya tidak spesifik namun ada beberapa target di dalam sel. Minyak atsiri bersifat hidrofob yang memungkinkan menjadi penyekat lipid di dalam membran sel bakteri dan mitokondria, mengganggu struktur sehingga lebih permeabel. Peristiwa hilangnya ion dan komponen didalam sel menyebabkan kematian sel bakteri (Burt, 2004). Maryati (2007) menyatakan bahwa minyak atsiri kemangi mengandung eugenol yang tergolong turunan senyawa fenol yang mempunyai efek antiseptik dan bekerja dengan merusak membran sel. Mekanisme antibakteri kemungkinan karena pengikatan fenol dengan sel bakteri,
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Isolasi dan Analisis Kandungan Minyak Atsiri pada Kembang Leson

Isolasi dan Analisis Kandungan Minyak Atsiri pada Kembang Leson

Aromaterapi merupakan suatu teknik terapi yang menggunakan minyak atsiri untuk membantu menjaga kesehatan, menyegarkan serta menenangkan (Koensoemardiyah, 2009). Aromaterapi digunakan untuk mempengaruhi emosi seseorang dan membantu meredakan gejala penyakit, karena mempengaruhi sistem limbik di otak yang mempengaruhi emosi, suasana hati, dan memori (Astuti, dkk., 2015). Serta mampu merangsang produksi neurohormon (endorphin dan enchepalin) yang berfungsi untuk menghilangkan rasa sakit, serta serotonin (Perez, 2003). Secara imunologi arometerapi

6 Baca lebih lajut

Karakterisasi Simplisia, Isolasi Dan Komponen Minyak Atsiri Dari Buah Tanaman Kapulaga ( Ammomum Compactum Sol.Ex Maton ) Yang Ditanam Dan Yang Diambil Dari Pasar Secara Gc- Ms

Karakterisasi Simplisia, Isolasi Dan Komponen Minyak Atsiri Dari Buah Tanaman Kapulaga ( Ammomum Compactum Sol.Ex Maton ) Yang Ditanam Dan Yang Diambil Dari Pasar Secara Gc- Ms

Kapulaga (Amomum compactum Sol.ex Maton) selama ini buahnya dikenal sebagai rempah untuk masakan. Buah kapulaga secara tradisional digunakan untuk mengatasi berbagai jenis penyakit dan gejalanya seperti kejang perut, rematik, demam, batuk, bau badan, gangguan haid, radang amandel, sesak napas, badan lemah, obat kumur, influenza dan radang lambung. Zat berkhasiat dari buah kapulaga tersebut adalah minyak atsiri. Kadar minyak atsiri yang merupakan salah satu parameter mutu ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti umur tanaman, masa panen dan tempat tumbuh.
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

Rancang Bangun Alat Penyuling Minyak Atsiri (Tipe Uap Langsung)

Rancang Bangun Alat Penyuling Minyak Atsiri (Tipe Uap Langsung)

Secara umum kita mengenal ada tiga sistem penyulingan untuk minyak atsiri yaitu, penyulingan dengan sistem rebus dimana bahan yang akan diambil minyak atsirinya berhubungan langsung dengan air mendidih, selanjutnya penyulingan uap dan air, dalam sistem penyulingan ini tanaman yang akan diproses ditempatkan dalam satu tempat yang bagian bawah dan tengah berlobang-lobang yang ditopang di atas dasar alat penyulingan, bagian bawah alat penyulingan diisi air sedikit dibawah dimana bahan ditempatkan, dan yang terakhir adalah penyulingan dengan sistem uap langsung, dimana bahan dan sumber penghasil uap ditempatkan pada ruang yang berbeda pada sistem ini. Pada alat penyulingan dengan sistem uap langsung uap yang digunakan lazim memiliki tekanan yang lebih besar daripada tekanan atmosfer dan dihasilkan dari hasil penguapan yang berasal dari suatu pembangkit uap air. Uap yang dihasilkan kemudian dimasukkan kedalam alat penyulingan. Pada dasarnya tidak ada perbedaan yang menyolok pada ketiga alat penyulingan tersebut. Namun demikian pemilihan tergantung pada cara yang digunakan, karena reaksi tertentu dapat terjadi selama penyulingan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pada penyulingan uap antara lain:
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Isolasi Dan Analisis Kimia Minyak Atsiri Dari Bunga Kecombrang (Etlingera Elatior) Dengan Gas Kromatografi-Spektrometer Massa (GC-MS) Dan Uji Aktivitas Anti Bakteri

Isolasi Dan Analisis Kimia Minyak Atsiri Dari Bunga Kecombrang (Etlingera Elatior) Dengan Gas Kromatografi-Spektrometer Massa (GC-MS) Dan Uji Aktivitas Anti Bakteri

Minyak atsiri tersusun bukan hanya dari suatu senyawa, tetapi berupa campuran dengan komposisi berlainan untuk tiap jenis tanaman. Meskipun kimiawi penyusun minyak atsiri berbeda satu sama lain, mereka mempunyai beberapa sifat fisik yang serupa. Mempunyai bau yang khas, indeks bias yang tinggi serta kebanyakan mempunyai aktivitas optik dan rotasi spesifik tertentu. Oleh karena itu, sifat ini sering dijadikan kualifikasi dari suatu minyak atsiri (Koensoemardiyah, 2010).

22 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu Destilasi Terhadap Kadar Minyak Atsiri dan Penentuan Kadar Air pada Lada Hitam

Pengaruh Waktu Destilasi Terhadap Kadar Minyak Atsiri dan Penentuan Kadar Air pada Lada Hitam

Jika daun mengalami luka, umumnya cairan bening akan mengalir keluar, identik dengan darah yang keluar dari luka pada tubuh manusia. Cairan bening maupun darah memiliki kesamaan fungsi, yaitu membersihkan dan melindungi luka, melawan mikroorganisme berbahaya, dan menyediakan nutrisi maupun oksigen untuk regenerasi sel tubuh. “Darah” pada tumbuhan berbentuk cairan menguap (volatil) atau resin yang berfungsi seperti darah dalam tubuh manusia. Substansi yang disebut dengan life force ini jika disuling disebut minyak atsiri (Agusta, 2000).

20 Baca lebih lajut

Efektivitas Antibakteri Kombinasi Minyak Atsiri Zingiber officinale var. Rubrum dan Alpinia purpurata K. Schum dan Aplikasinya Pada Model Pangan

Efektivitas Antibakteri Kombinasi Minyak Atsiri Zingiber officinale var. Rubrum dan Alpinia purpurata K. Schum dan Aplikasinya Pada Model Pangan

Analisis karakteristik fisika-kimia dilakukan sesuai standar SNI no.06-1312-1998. Komposisi kimia dianalisis menggunakan alat GC-MS. Pengujian aktivitas antimikroba dilakukan dengan metode difusi cakram untuk menentukan zona hambat, serta broth microdillution untuk menentukan nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan Minimum Bactericidal Concentration (MBC). Karakteristik minyak atsiri jahe merah yang dihasilkan yaitu kuning kecoklatan, berat jenis 0.883, indeks bias 1.480, putaran optik -8.45 o , larut jernih (1:1) dalam alkohol 90%, bilangan asam 2.06, dan bilangan ester 42.45. Minyak atsiri lengkuas merah memiliki karakteristik warna kuning terang, berat jenis 0.895, indeks bias 1.496, putaran optik -9.15, larut jernih (1:1) dalam alkohol 90%, bilangan asam 1.95 dan bilangan ester 140.15. Komponen mayor minyak atsiri jahe merah terdiri dari trimethyl-heptadien-ol, ar-curcumene, camphene, carbaldehyde, β -sesquiphellandrene, dan nerol; sedangkan komponen mayor minyak atsiri lengkuas merah terdiri dari 1.8-cineole, chavicol, 9-desoxo-9-xi- hydroxy-3,5,7,8,9,12-pentaacetat-ingol, β -caryophyllene dan α -selinene. Minyak atsiri jahe merah dan lengkuas merah memiliki aktivitas antibakteri yang bersifat moderat terhadap bakteri patogen dan perusak pangan, dengan kisaran zona hambat rata-rata 7.17-10.33 mm dan 7.25-11.17 mm. Minyak atsiri jahe merah dapat menghambat pertumbuhan bakteri uji pada nilai MIC 2.65-3.97 mg/mL dan nilai MBC 3.10-5.29 mg/mL, sedangkan minyak atsiri lengkuas merah dapat menghambat bakteri uji dengan nilai MIC 1.79-4.03 mg/mL dan nilai MBC 1.79- 4.92 mg/mL. Berdasarkan nilai MIC dan MBC, sensitivitas bakteri uji terhadap minyak atsiri jahe merah dan lengkuas merah menurun berturut-turut dari B. cereus > E. coli > S. Typhimurium > P. aeruginosa. Sensitivitas bakteri Gram positif dan Gram negatif terhadap kedua minyak atsiri ini menunjukkan potensi minyak atsiri jahe merah dan lengkuas merah untuk digunakan sebagai pengawet alami di industri pangan.
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR SECARA IN VITRO SALEP MINYAK ATSIRI RIMPANG TEMU GIRING (Curcuma heyneana Val.) DENGAN BASIS VASELIN.

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR SECARA IN VITRO SALEP MINYAK ATSIRI RIMPANG TEMU GIRING (Curcuma heyneana Val.) DENGAN BASIS VASELIN.

Minyak atsiri bersifat mudah menguap (Guenther, 1987) sehinggga tidak bisa digunakan secara langsung. Minyak atsiri ini juga akan lebih bermanfaat bila diformulasikan dalam sebuah bentuk sediaan. Sediaan yang cocok untuk pengobatan topikal adalah salep (Ansel, 1990). Penggunaan salep dapat memungkinkan kontak dengan tempat aplikasi lebih lama sehingga pelepasan zat aktif minyak atsiri akan lebih maksimal. Pelepasan zat aktif dalam sediaan salep tidak lepas dari pemilihan basis yang cocok karena basis salep juga turut berperan pada keberhasilan terapi pemakaian salep.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Hubungan antara Konsentrasi Minyak Atsiri Kayu Manis (Cinnamomum burmannii Nees Ex Bl.) dalam Lotion dengan Sifat Fisik dan Tingkat Kesukaan Konsumen The Relationship between The Concentration of Essential Oils of Cinnamomum burmannii Nees Ex Bl. in Lotio

Hubungan antara Konsentrasi Minyak Atsiri Kayu Manis (Cinnamomum burmannii Nees Ex Bl.) dalam Lotion dengan Sifat Fisik dan Tingkat Kesukaan Konsumen The Relationship between The Concentration of Essential Oils of Cinnamomum burmannii Nees Ex Bl. in Lotio

lekat sediaan lotion dapat dilihat pada tabel 4. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi minyak atsiri mempengaruhi daya lekat dari sediaan lotion. Penambahan konsentrasi minyak atsiri pada sediaan lotion menyebabkan daya lekat sediaan lotion semakin menurun. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya kekentalan sediaan lotion yang dihasilkan seiring dengan bertambahnya konsentrasi minyak atsiri. Karakteristik dari sediaan lotion yang lebih berminyak juga dapat dikaitkan dengan hal tersebut. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian tentang formulasi minyak atsiri bunga cengkeh dalam krim tipe m/a yang menunjukkan bahwa dengan peningkatan konsentrasi minyak atsiri menyebabkan daya lekat menurun. 31,32 Uji statistik dengan menggunakan
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Analisis Komponen Kimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Daun Pinus (Pinus Merkusii Jungh.Et Devries) Dari Kabupaten Samosir

Analisis Komponen Kimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Daun Pinus (Pinus Merkusii Jungh.Et Devries) Dari Kabupaten Samosir

Hutan pinus merupakan hutan yang luas di Indonesia. Pohon pinus, famili Pinaciae yang dibudidayakan di Indonesia sebagian besar adalah jenis Pinus merkusii Jungh. et deVries yang tumbuh asli di Indonesia dan tumbuh di daerah Aceh, Sumatera Utara, dan pulau Jawa (Sastrohamidjojo, 2004). Manfaat pinus antara lain bagian batangnya dapat disadap untuk mengambil getahnya, kayunya dapat digunakan untuk bahan konstruksi, korek api, pulp, dan kertas serat panjang (Dahlian dan Hartoyo, 1997). Adapun deskripsi pinus adalah daunya dalam berkas dua dan berbentuk jarum, kulit berwarna abu-abu, tinggi kisaran 20-40 m dan diameter 30-60 cm (Steenis dan Van 2003). Pada umumnya pohon pinus bila disadap batang pohonya akan mengandung minyak terpentin merupakan golongan minyak atsiri hidrokarbon yang dapat menghasilkan 70- 80%, komponen utama α - pinen dan sisanya β - pinen, Δ - karen, δ - longifolen (Sastrohamidjojo, 2004).
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

Pembuatan Minyak Atsiri | Chemistry Education 2012

Pembuatan Minyak Atsiri | Chemistry Education 2012

Pada percobaan destilasi uap ini bertujuan untuk membuat minyak melati dari bunga melati. Pembuatan minyak melati ini banyak memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Untuk membuat minyak melati ini, langkah-langkah yang harus dilakukan yaitu, memasukkan bunga melati ke dalam labu destilasi, dan pada labu destilasi yang lain di isi dengan air untuk dipanaskan dan dialirkan uapnya agar menghasilkan minyak atsiri.

6 Baca lebih lajut

PENGAWASAN MUTU ANALISA MIKROBIOLOGI PADA PRODUK SUSU JAHE DAN ANALISA MINYAK ATSIRI PADA RIMPANG JAHE KERING - Unika Repository

PENGAWASAN MUTU ANALISA MIKROBIOLOGI PADA PRODUK SUSU JAHE DAN ANALISA MINYAK ATSIRI PADA RIMPANG JAHE KERING - Unika Repository

yang ditetapkan. Pada sampel rimpang jahe, juga dilakukan analisa minyak atsiri dan pengujian ini dianggap penting dikarenakan minyak atsiri diketahui memiliki beragam manfaat akan tetapi di tengah banyaknya manfaat minyak atsiri juga tersimpan kelemahan dari minyak atsiri antara lain : pada temperatur tinggi, mudah kehilangan komponen volatil; beberapa minyak atsiri memiliki aroma yang berbeda dibanding rempah-rempah aslinya; mudah teroksidasi; kandungan antioksidan mudah hilang selama proses isolasi minyak atsiri, tidak mudah terdispersi dalam bahan kering, bentuk minyak atsiri sangat pekat sehingga sulit untuk ditera dengan pengukuran yang pasti. Selain pada jahe, minyak atsiri juga terdapat pada beberapa tanaman lainnya seperti pada batang tanaman Kulit Cendana dan Masoi; daun tanaman Cengkeh, Sereh Wangi, Nilam Sirih, Mentha, Kayu Putih, Gandapura, Jeruk Purut, Karmiem, Krangean, Kemuning, Kenikir, Kunyit, Selasih, Kemangi.; akar tanaman Akar Wangi dan Kemuning; bunga tanaman Cengkeh, Kenanga, Ylang-Ylang, Melati, Sedap Malam, Cempaka Kuning, Daun Seribu, Gandasuli Kuning, Srikanta, Angsana, Srigading; dan Buah Pala, Adas, Jeruk, Jintan, Kemukus, Anis, Ketumbar; biji tanaman Pala, Lada, Seledri, Alpukat, Kapulaga, Klausena, Kasturi, Kosambi; Kulit kayu dari tanaman Kayu Manis, Akasia, Lawang, Cendana, Masoi, Selasihan, Sintok; ranting dari tanaman Cemara Gimbul dan Cemara Kipas; dan juga rimpang dari tanaman Jahe, Kunyit, Bangel, Baboan, Jeringau, Kencur, Lengkuas, Lempuyang Sari, Temu Hitam, Temulawak, Temu Putri(Hardjono, 2004).
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

this PDF file Toxisitas temephos, minyak atsiri jahe ​(Zingiber officinale Roxb)​, dan ​Bacillus thuringiensis ssp. israelensis​ (Bti) terhadap larva nyamuk ​Ae. aegypti​ dari Sumatra Utara | Sihotang | Berita Kedokteran Masyarakat 2 PB

this PDF file Toxisitas temephos, minyak atsiri jahe ​(Zingiber officinale Roxb)​, dan ​Bacillus thuringiensis ssp. israelensis​ (Bti) terhadap larva nyamuk ​Ae. aegypti​ dari Sumatra Utara | Sihotang | Berita Kedokteran Masyarakat 2 PB

Namun demikian, minyak atsiri jahe (​           Zingiber   officinale   ​roxb) masih perlu dikaji lebih lanjut untuk               dapat diaplikasikan di lapangan sebagai pengganti             insektisida. Hal yang sangat penting untuk di pertim-                 bangkan adalah dari segi ekonomi dan ketersediaan               bahan baku, sebab jika dikalkulasikan, akan dibutuh-               kan biaya yang sangat besar untuk dapat mengapli-                 kasikan minyak atsiri jahe sebagai larvasida di               lapangan. Dengan demikian, minyak atsiri jahe belum               dapat direkomendasikan sebagai pengganti insektisida           kimia sebagai larvasida di lapangan tetapi penting               diketahui bahwa terdapat bahan alami yang mampu               sebagai larvasida di sekitar kita.  
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pemanfaatan styrofoam cair sehat hasil reduksi monomer stirena dengan alfa pinena minyak atsiri kayu putih dan glikosida sansevieria menjadi papan semi sintetik

Pemanfaatan styrofoam cair sehat hasil reduksi monomer stirena dengan alfa pinena minyak atsiri kayu putih dan glikosida sansevieria menjadi papan semi sintetik

Styrofoam yang dibuat dari kopolimer Stirena, menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang. Padalah, Styrofoam memiliki zat berbahaya di dalamnya. Riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya, salah satunya adalah karena di dalamnya terdapat monomer berbahaya, yaitu Monomer Stirena. Monomer ini berbahaya bagi tubuh manusia. Zat ini dapat bermigrasi ke dalam makanan karena dipengaruhi oleh suhu makanan atau penyimpanan dan proses pengolahannya. Bedasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini ingin mereduksi kadar Monomer Stirena dalam styrofoam, agar dapat diolah kembali menjadi barang yang bermanfaat. Styrofoam yang dicairkan dengan menggunakan minyak atsiri, dan pereduksian zat berbahaya yaitu monomer stirena dengan menggunakan Alfa Pinena minyak atsiri dan Glikosida pada tanaman Saseivieria, lalu styrofoam cair tersebut dapat dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan papan semi sintetik (Styvera). Berdasarkan hasil pengujian FTIR dan GC/MS, terdapat pereduksian Monomer Stirena dari kadar 0,57% pada styrofoam, menjadi 0,02% pada campuran styrofoam dan minyak atsiri kayu putih, dan 0,01% pada komposit styrofoam, minyak atsiri kayu putih, dan serat Sansevieria. Berdasarkan hal tersebut, maka terbukti Alfa Pinena dan Glikosida mampu mereduksi kadar Monomer Stirena pada styrofoam. Berdasarkan uji ketahanan jatuh dengan alat DDI Tester didapatkan hasil bahwa dengan perbandingan rataan kualitas kekuatan papan, yaitu pada rata-rata papan styvera 115 N (ketebalan 10 mm) yang dibandingkan dengan kontrol papan plastik diperoleh 120 N (ketebalan 8 mm). Hal ini menggambarkan bahwa kualitas kekuatan papan Styvera tidak berbeda jauh dengan kualitas kekuatan papan sintetik di pasaran.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

Isolasi dan Identifikasi Senyawa Antibakteri Minyak Atsiri Daun Zodia (Evodia sp)

Isolasi dan Identifikasi Senyawa Antibakteri Minyak Atsiri Daun Zodia (Evodia sp)

Analisis mikroskop elektron menunjukkan terjadinya kerusakan pada membran sel bakteri S. aureus (Gambar 10 b, c dan d) karena berinteraksi dengan minyak atsiri daun zodia. Permukaan sel mengkerut, kasar sehingga bentuknya menjadi tidak beraturan (Gambar 10b). Ukuran sel menjadi lebih besar 3 sampai 5 kali lipat ukuran normal yang berkisar 1 µm (Gambar 10a). Respon yang sama dihasilkan oleh bakteri P. aeruginosa dan E. coli yang terpapar antibiotik ciprofloksaxin (Wojnicz et al. (2007). Dalam Clinkenbeard et al. (1989), keadaan sel yang demikian dikatakan sedang mengalami swelling.
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

Penetapan Kadar Minyak Atsiri Pada Cengkeh

Penetapan Kadar Minyak Atsiri Pada Cengkeh

Menurut Guenther, Jika cahaya melewati media kurang padat ke media lebih padat, maka sinar akan membelok atau “membias” dari garis normal. Jika e adalah sudut sinar pantul, dan i sudut sinar datang, maka menurut hukum pembiasan dimana n adalah indeks bias media kurang padat, dan N, indeks bias media lebih padat. Refraktometer adalah alat yang tepat dan cepat untuk menetapkan nilai indeks bias. Dari beberapa tipe refraktometer maka yang dianggap paling baik adalah refraktometer pulfrich dan Abbe (Guenther,1987). 2.3.3 Metode Penyulingan Minyak atsiri

11 Baca lebih lajut

Pengembangan Minyak Atsiri Tembakau sebagai Komoditi Ekspor Penunjang Perekonomian Nasional

Pengembangan Minyak Atsiri Tembakau sebagai Komoditi Ekspor Penunjang Perekonomian Nasional

Pemisahan minyak atsiri dari tembakau dapat dilakukan dengan cara penyulingan yang menghasilkan rendemen sebanyak 0,13%. Minyak atsiri tersebut mengandung komponen kimia yang utama adalah neofitadiena. Neofitadiena dikenal sebagai senyawa antioksidan pada beberapa tanaman herbal. Disamping itu, minyak atsiri tembakau memiliki aroma khas yang dibentuk oleh β -damaskenon. Minyak ini juga bersifat antimikroba sehingga layak dimanfaatkan dalam produk farmasi, kosmetik, dan pembersih.

20 Baca lebih lajut

Show all 9892 documents...