Minyak Buah Merah

Top PDF Minyak Buah Merah:

PEMANFAATAN MINYAK BUAH MERAH, Pandanus conoideus Lam DAN CAROPHYLL PINK DALAM RANSUM PAKAN YUWANA IKAN KAKAP MERAH, Lutjanus sebae

PEMANFAATAN MINYAK BUAH MERAH, Pandanus conoideus Lam DAN CAROPHYLL PINK DALAM RANSUM PAKAN YUWANA IKAN KAKAP MERAH, Lutjanus sebae

Ikan kakap merah, Lutjanus sebae termasuk komoditas budidaya yang banyak diminati konsumen. Kualitas benih untuk pembesaran selain ditentukan dari ukuran dan performansi fisik, juga berdasarkan warna ikan. Dalam penelitian ini telah dilakukan 4 perlakuan pakan yang diperkaya dengan Minyak Buah Merah (MBM) dan Carophyll Pink (CP) yaitu: (A) 10 mL MBM/kg pakan; (B) 10 mL MBM+1,4 g CP/kg pakan; (C) 1,4 g CP/kg pakan, dan (D) Kontrol. Hewan uji adalah yuwana kakap merah dengan rata-rata panjang dan bobot tubuh awal 11,32±0,76 cm dan 37,56±7,22 g. Ikan ditempatkan dalam bak fiber kapasitas 5 m 3 dengan kepadatan 200 ekor/bak dan diberi pakan 2 kali
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

STABILITAS EMULSI MINYAK BUAH MERAH Pand

STABILITAS EMULSI MINYAK BUAH MERAH Pand

asam linoleat (14,67%), asam palmitat (43,45%) dan asam stearat (0,89%) (Pantzaris dan Yusof, 2002; Preeti et al., 2007). Kelebihan minyak sawit yaitu mengandung β-karoten (542 ppm) dan α-tokoferol (171 ppm), sedangkan minyak kelapa tidak mengandung kedua sanyawa aktif tersebut (Dauqan et al., 2011). Seperti minyak sawit, minyak buah merah memiliki kandungan senyawa aktif, bahkan kandungan α-tokoferolnya lebih tinggi dibandingkan minyak sawit. Oleh karena itu minyak buah merah dapat dijadikan alternatif sumber β-karoten dan α- tokoferol. Diversifikasi minyak buah merah menjadi produk emulsi selain dapat memenuhi asupan gizi serta mengatasi masalah kekurangan gizi khususnya kekurangan vitamin A dan E, juga dapat meningkatkan nilai tambah dan memperluas penerimaan konsumen terhadap produk buah merah. Emulsi adalah suatu sistem yang terdiri atas dua fase cairan yang tidak saling melarutkan, dimana salah satu cairan terdispersi dalam bentuk globula- globula di dalam cairan lainnya (Tadros, 2009). Sistem emulsi yang umum dijumpai adalah campuran antara minyak dan air, apabila minyak dan air dicampur secara mekanik, pada awalnya terbentuk butiran-butiran minyak atau air namun jika dibiarkan selama beberapa menit maka terlihat butiran-butiran minyak atau air tersebut bergabung kembali dengan butiran-butiran yang sejenisnya. Oleh karena itu pada sistem emulsi perlu adanya penambahan suatu bahan pengemulsi yang dapat mencegah bersatunya kembali butiran-butiran tersebut (Rohman et al., 2012).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENETAPAN KADAR TOKOFEROL MINYAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus Lam.) SECARA IN VITRO DAN IN VIVO PADA TIKUS YANG DIBERI BEBAN AKTIVITAS FISIK MAKSIMAL Determination of tocopherol content from Buah merah (Pandanus conodaius Lam.) fruit by in vitro and in

PENETAPAN KADAR TOKOFEROL MINYAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus Lam.) SECARA IN VITRO DAN IN VIVO PADA TIKUS YANG DIBERI BEBAN AKTIVITAS FISIK MAKSIMAL Determination of tocopherol content from Buah merah (Pandanus conodaius Lam.) fruit by in vitro and in

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris murni. Kadar tokoferol dalam minyak buah merah diukur dengan metode Abe dan Katsui (Wang et al., 1991) secara fluorometri. Sedangkan uji aktivitas antioksidan minyak buah merah dengan melihat kadar tokoferol dalam plasma secara in vivo dilakukan dengan pre test-post test control group design dengan tiga kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol (Campbell and Stanley, 1972).

8 Baca lebih lajut

DAMPAK MINYAK BUAH MERAH, Pandanus conoideus LAM PADA PERFORMANSI YUWANA KERAPU SUNU, Plectropomus leopardus | Aslianti | Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada 15 5191 1 PB

DAMPAK MINYAK BUAH MERAH, Pandanus conoideus LAM PADA PERFORMANSI YUWANA KERAPU SUNU, Plectropomus leopardus | Aslianti | Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada 15 5191 1 PB

Ditinjau dari kandungan nutrisi, nampaknya pakan komersial cukup mendukung pertumbuhan ikan kerapu sunu, terlebih setelah pakan diperkaya dengan minyak buah merah terlihat kandungan nutrisi pakan dan nutrisi daging ikan pada perlakuan A (terutama protein) menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibanding perlakuan B ataupun C (Tabel 2), sedangkan antara perlakuan B dan C tidak berbeda. Hal ini membuktikan bahwa penambahan minyak buah merah dengan dosis 5 ml/kg pakan (perlakuan A) dapat meningkatkan nutrisi pa kan sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan yuwana kerapu sunu. Pada Gambar 2 juga menunjukkan bahwa penambahan minyak buah merah dalam pakan perlakuan A (5ml/kg) mampu
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMBINASI GLIBENKLAMID DAN MINYAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus Lam) TERHADAP TINGKAT KERUSAKAN TUBULUS RENALIS PADA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR DIABETES

PENGARUH KOMBINASI GLIBENKLAMID DAN MINYAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus Lam) TERHADAP TINGKAT KERUSAKAN TUBULUS RENALIS PADA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR DIABETES

Minyak buah merah (P. conoideus Lam) merupakan salah satu bahan makanan yang diketahui mengandung antioksidan seperti β - karoten dan α -tokoferol yang sangat tinggi. 11,12 β - karoten bersifat sebagai antioksidan karena molekul β -karoten memiliki satu molekul elektron yang dapat disumbangkan ke radikal bebas dan mampu menangkap radikal peroksil. 28 β -karoten pada konsentrasi yang tinggi mampu melindungi lipid dari kerusakan ok sidatif. Terdapat tiga mekanisme reaksi β -karoten terhadap radikal bebas, yaitu : penambahan radikal, ab straksi hidrogen dari β -karoten dan reaksi transfer elektron. Pemberian β - karoten pada keadaan stres oksidatif mampu menekan aktivasi NFκB, produksi IL-6, dan TNF- α. β -karoten juga menghambat apoptosis sel dengan meningkatkan ekspresi protein anti apoptosis Bcl-2. 29
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus Lam.) Terhadap Penurunan Panjang Janin Mencit Balb/C.

Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus Lam.) Terhadap Penurunan Panjang Janin Mencit Balb/C.

Buah merah (Pandanus conoideus Lam.) dikenal sebagai tumbuhan yang berkhasiat obat, salah satunya sebagai obat antikanker. Buah merah memiliki kandungan karotenoid yang tinggi antara lain β -karoten, yang merupakan prekursor vitamin A. Tetapi vitamin A yang berlebih dapat bersifat teratogenik pada kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan panjang badan janin mencit Balb/C yang diakibatkan oleh teratogen yang terkandung dalam minyak buah merah. Metodologi penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium sungguhan, bersifat komparatif dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan 28 ekor mencit Balb/C betina dengan berat badan rata-rata 25 gram dan berumur 8 minggu. Mencit dibagi dalam 4 kelompok secara acak yang masing-masing kelompok terdiri atas 7 ekor mencit dan mendapat perlakuan yang berbeda. Setelah hari ke-7 usia kehamilan, tiga kelompok diinduksi minyak buah merah per oral dengan dosis 0,1 mL, 0,2 mL, dan 0,4 mL/mencit/hari hingga melahirkan. Sedangkan kontrol negatif diberi 0,4 mL aquadest per oral/hari. Analisis data panjang janin menggunakkan ANAVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji beda rata-rata Tukey HSD , dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa janin yang lahir dari kelompok perlakuan buah merah memiliki rerata panjang badan yang lebih rendah dibandingkan dengan kontrol negatif (p=0,000). Dapat disimpulkan bahwa minyak buah merah menurunkan panjang badan janin yang dilahirkan dari induk mencit Balb/C yang diinduksi minyak buah merah.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Gambaran Histopatologis Limpa Mencit Galur Swiss Webster Jantan Pasca Pemberian Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus Lam.).

Gambaran Histopatologis Limpa Mencit Galur Swiss Webster Jantan Pasca Pemberian Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus Lam.).

Buah merah merupakan tanaman endemik Papua yang bermanfaat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Limpa merupakan organ limfoid di dalam tubuh yang berperan dalam fungsi kekebalan tubuh individu. Secara histologis, limpa terdiri atas pulpa alba dan pulpa rubra. Di antara kedua struktur tersebut terdapat zona marginalis. Zona marginalis banyak mengandung antigen darah sehingga memiliki peran utama dalam aktivitas imunologis limpa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran histopatologi limpa mencit pasca pemberian minyak buah merah dengan mengamati zona marginalis limpa mencit. Penelitian ini menggunakan metode penelitian prospektif eksperimental laboratorium bersifat komparatif dengan rancang acak lengkap. Mencit yang digunakan adalah mencit galur Swiss Webster jantan yang dibagi dalam 4 kelompok (n=6). Keempat kelompok tersebut ialah kontrol negatif (KN), kelompok perlakuan buah merah 1, 2, dan 3 (BM1, BM2, dan BM3). Kelompok KN diberikan aquabides 0,1 mL, sedangkan kelompok BM1, BM2, dan BM3 diberi minyak buah merah sebanyak 0,1 mL (BM1), 0,2 mL (BM2), dan 0,4 mL (BM3). Perlakuan diberikan selama 14 hari secara per oral. Semua mencit dikorbankan pada akhir penelitian, kemudian dibuat preparat histologi dari limpa mencit. Setelah itu dilakukan pengamatan terhadap luas zona marginalis limpa mencit dengan menggunakan mikroskop yang dilengkapi dengan mikrometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok perlakuan BM3 memiliki rerata luas zona marginalis yang lebih besar dibandingkan kelompok KN, BM1, dan BM2. sedangkan antar kelompok perlakuan KN, BM1, BM2, tidak terdapat perbedaan luas zona marginalis yang bermakna.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PEMBUATAN MIKROEMULSI DARI MINYAK BUAH MERAH

PEMBUATAN MIKROEMULSI DARI MINYAK BUAH MERAH

Salah satu sistem penghantaran obat (Drug Delivery System) yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah di atas adalah mikroemulsi (micro- emulsion) . Mikro emulsi dapat me- ningkatkan kelarutan minyak buah merah di dalam saluran pencernaan karena mikro emulsi tersusun dari misel-misel yang mempunyai ke- mampuan untuk meningkatkan kela- rutan zat yang sukar larut dalam air (solubilisasi misel) . Akibatnya, minyak buah merah yang terperangkap di dalam misel semakin mudah larut di dalam saluran pencernaan (5). Ukur- an partikel yang sangat kecil juga dapat mempercepat proses pelarutan PEN D A HULUA N
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus Lam.) Terhadap Clinical Score Kolitis Mencit Yang Defisiensi Plaque Peyeri dan Diinduksi Kolitis Dengan DSS.

Pengaruh Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus Lam.) Terhadap Clinical Score Kolitis Mencit Yang Defisiensi Plaque Peyeri dan Diinduksi Kolitis Dengan DSS.

Dalam banyak penelitian dilaporkan bahwa antioksidan menunjukkan efek yang menguntungkan dalam kolitis eksperimental (Harputluoğlu et al., 2006). Salah satu sumber senyawa antioksidan eksogen adalah buah merah yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Papua dalam kehidupan sehari&hari. Masyarakat Papua memanfaatkan buah merah sebagai sumber pangan sehari&hari dan ternyata memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik dibandingkan wilayah lainnya. Buah merah mengandung banyak zat berkhasiat alami antara lain karotenoid, beta&karoten, alfa&tokoferol, asam linoleat dan dekanoat, omega&3 dan omega&9 yang dapat berperan sebagai senyawa antioksidan. Testimoni mengenai khasiat buah merah secara empiris sebagai pengendali beragam penyakit seperti kanker, hipertensi, dan infeksi telah banyak dilaporkan, namun penelitian baik secara in vitro maupun secara in vivo belum banyak dilakukan (I Made Budi, 2005).
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

Pengaruh Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus Lam.) Terhadap Gambaran Histopatologis Kolon Mencit Defisiensi Plaque Peyeri Yang Diinduksi Kolitis Dengan DSS.

Pengaruh Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus Lam.) Terhadap Gambaran Histopatologis Kolon Mencit Defisiensi Plaque Peyeri Yang Diinduksi Kolitis Dengan DSS.

Khie Khiong, Hana Ratnawati, Sylvia Soeng, Sri Utami Sugeng, Elsa Angelie, Evan Kristiono, et al. 2008. Efek imunomodulator Buah Merah (Pandanus conoideus Lam) terhadap mencit (Mus musculus) galur DDY yang diinduksi colitis dengan DSS. Disampaikan dalam KONAS XII dan PIN PAAI (Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia); 20-21 Juni 2008; Jakarta, Indonesia.

44 Baca lebih lajut

Uji Proliferasi dan Ekspresi P53 Ekstrak Etanol Minyak Buah Merah Terhadap Sel Kanker Serviks SiHa.

Uji Proliferasi dan Ekspresi P53 Ekstrak Etanol Minyak Buah Merah Terhadap Sel Kanker Serviks SiHa.

Ekstrak etanol minyak buah merah terbukti secara in vitro dapat meningkatkan ekspresi p53 pada sel kanker servik. Tumor supressor gene p53 merupakan gen yang mengatur siklus sel dan apoptosis. Apabila terdapat kerusakan DNA, protein p53 akan mengistirahatkan siklus sel dan memberikan waktu kepada sel untuk memperbaiki DNA, dan jika kerusakan tidak dapat diperbaiki maka p53 berfungsi sebagai proapoptotic signal . Kehilangan ekspresi p53 atau terjadinya mutasi pada p53 akan menyebabkan tidak stabilnya gen yang akan menyebabkan terbentuknya kanker. Gen p53 menekan terbentuknya formasi tumor serta menghambat progresi yang malignan dengan cara mengeliminasi kerusakan dan mengeliminasi sel yang berpotensi menjadi sel kanker melalui cell cycle arrest, apoptosis, atau mekanisme repair . 15,16
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Studi Eksperimental pada Tikus Jantan Galur Wistar yang Dipajan Sinar UV The Effect of Buah Merah (Pandanus conoideus) Oil Administration on Erythrocyte Number

Studi Eksperimental pada Tikus Jantan Galur Wistar yang Dipajan Sinar UV The Effect of Buah Merah (Pandanus conoideus) Oil Administration on Erythrocyte Number

serta fragmentasi pada DNA (Halliwell, 1999). Radikal bebas yang dibentuk sinar UV dapat menyebabkan kerusakan struktur dan fungsi membran eritrosit, dimana dalam keadaan ekstrim dapat menyebabkan pecahnya eritrosit (Lautan, 1997). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minyak buah merah terhadap jumlah eritrosit tikus jantan galur wistar yang dipajan sinar UV yang bersumber dari lampu UV C 11 watt selama 28 hari. Pemberian buah merah diharapkan dapat mencegah efek samping radikal bebas yang ditimbulkan sinar UV, sehingga bisa dimanfaatkan dalam bidang kesehatan maupun bidang lain.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

this PDF file Pengaruh Metode  terhadap Stabilitas Pigmen Karotenoid dan Umur Simpan Minyak dari Buah Merah (Pandanus conoideus L) | Ferdiansyah | Agritech 2 PB

this PDF file Pengaruh Metode terhadap Stabilitas Pigmen Karotenoid dan Umur Simpan Minyak dari Buah Merah (Pandanus conoideus L) | Ferdiansyah | Agritech 2 PB

Buah merah merupakan tanaman asli dari Papua yang digunakan oleh masyarakat sebagai sumber pewarna alami, obat-obatan, dan bahan makanan (Limbongan dan Malik, 2009). Berdasarkan hasil penelitian oleh Sarungallo dkk. (2015), buah merah dari sembilan varietas memiliki kandungan total karotenoid berkisar antara 3027–19959 μg/g. Nilai tersebut tergolong tinggi jika dibandingkan dengan beberapa sumber karotenoid lainnya seperti wortel l60–548 μg/g (Ikawati, 2005), minyak sawit 352–536 μg/g (Syahputra dkk., 2007), dan labu 60–740 μg/g (Murkovic dkk., 2002). Pemanfaatan minyak buah merah dalam pangan masih terbatas karena sifatnya kurang larut dalam air sehingga untuk meningkatkan pemanfaatannya dibuat dalam bentuk emulsi. Bentuk emulsi masih menjadi kendala terutama pada kestabilan pigmen karotenoid yang umumnya dipengaruhi oleh oksidasi, panas, dan cahaya (Dimara dkk., 2008).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Etil Metan Sulfonat (Ems) Terhadap Mikroalga Spesies Dunaliella Sp.

Pengaruh Etil Metan Sulfonat (Ems) Terhadap Mikroalga Spesies Dunaliella Sp.

7 pula persentase kebuntingan yang diperoleh Persentase kebuntingan yang diperoleh berturut-turut sebagai berikut dari yang terendah hingga tertinggi Perlakuan A (Kontrol) 0%, Perlakuan B (MBM 175 mg/kg pakan) 22,22%, perlakuan C (MBM 375 mg/kg pakan) 55,56% dan Perlakuan D (MBM 500 mg/kg pakan) 66,67% dari hasil ini diduga makro dan mikro nutrien terutama tokoferol (Vitamin E) yang terkandung di dalam minyak buah merah telah diserap oleh organ hati. Hal ini sejalan dengan laporan Syahrizal (1998) Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan, yang dapat melindungi lemak supaya tidak teroksidasi, dan sebagai bahan pembentuk kuning telur pada ikan lele. Sedangkan Menurut Basuki (2007) pada tahap vitelogenesis atau tahap perkembangan oosit terjadi peningkatan produksi hormon estradiol 17β yang dimediasi oleh enzim aromatase di dalam sel granulosa. Selanjutnya estradiol 17β akan masuk ke da lam sistem vaskuler dan merangsang hati untuk mensintesis dan mensekresikan bahan vitalogenin (VTG) ke dalam peredaran darah, kemudian membran oosit mengikat VTG masuk ke dalam oosit sehingga oosit tumbuh dan berkembang. sebagaimana dilaporkan oleh Rovera et al (2008) bahwa pada proses reproduksi, sebelum terjadi pemijahan sebagian besar hasil metabolisme tertuju untuk perkembangan gonad. Gonad akan semakin bertambah berat diimbangi dengan bertambah besar ukurannya (Effendie 2002).
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Formulasi Sediaan Emulsi Buah Merah (Pandanus Conoideus Lam.) Sebagai Produk Antioksidan Alami - Formulation Of Emulsion Containing Red Fruit Oil (Pandanus Conoideus Lam.) As A Natural Antioxidant Product.

Formulasi Sediaan Emulsi Buah Merah (Pandanus Conoideus Lam.) Sebagai Produk Antioksidan Alami - Formulation Of Emulsion Containing Red Fruit Oil (Pandanus Conoideus Lam.) As A Natural Antioxidant Product.

Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi sediaan emulsi minyak buah merah (Pandanus conoideus Lam.) dengan gom arab sebagai emulgator alam yang terpilih berdasarkan hasil orientasi basis emulsi telah dilakukan. Formula emulsi dibuat dengan variasi konsentrasi gom arab 10, 12,5, dan 15%. Hasil uji stabilitas yang meliputi pengamatan secara organoleptis, rasio pemisahan fase, viskositas, redispersibilitas, uji tipe emulsi, diameter globul minyak, sifat aliran, pengukuran pH, dan uji mikrobiologi menunjukkan bahwa semua formula relatif stabil selama 56 hari penyimpanan. Formula dengan gom arab 15% yang merupakan formula yang paling stabil dilihat dari uji stabilitas, selanjutnya divariasikan penambahan sukrosa dan asam sitratnya dan digunakan untuk uji kesukaan. Hasil uji kesukaan terhadap parameter rasa dan kekentalan menunjukkan bahwa formula B dengan penambahan 12,5% sukrosa dan 0,25% asam sitrat adalah formula yang paling disukai rasanya, sedangkan formula A dengan penambahan 17,5% sukrosa dan 0,15% asam sitrat paling disukai kekentalannya. Pengujian aktivitas antioksidan minyak buah merah dengan metode radical scavanging activity (RSA) dengan DPPH menunjukkan bahwa konsentrasi minyak buah merah mempunyai daya peredaman 50% (EC 50 ) sebesar
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

Karakterisasi Sifat Fisiko-Kimia dan Pengujian Antiproliferasi Ekstrak Buah Merah (Pandanus Conoideus Lam.) Terhadap Sel Kanker Hela dan K-562 Secara In Vitro

Karakterisasi Sifat Fisiko-Kimia dan Pengujian Antiproliferasi Ekstrak Buah Merah (Pandanus Conoideus Lam.) Terhadap Sel Kanker Hela dan K-562 Secara In Vitro

Bilangan iod merupakan suatu pengukuran terhadap derajat ketidakjenuhan, yaitu jumlah ikatan rangkap C-C yang berhubungan dengan jumlah minyak atau lemak. Bilangan iod didefinisikan sebagai jumlah gram iod yang diserap/100 g sampel. Bilangan iod yang dihasilkan tergantung dari jumlah asam lemak tidak jenuh pada minyak Semakin tinggi derajat ketidakjenuhan, semakin banyak iod yang diserap. Oleh karena itu, semakin tinggi bilangan iod, semakin tinggi pula derajat ketidakjenuhan.. Bilangan iod fraksi minyak yang diperoleh dalam penelitian sebesar 71.02 g iod/100 g sampel. Hasil ini lebih rendah jika dibandingkan dengan nilai bilangan iod berdasarkan persyaratan mutu minyak buah merah menurut BBIA (2006) sebesar 74.9 – 78.3 g iod/100 g lemak. Namun, nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan bilangan iod pada minyak hasil ekstraksi metode modifikasi 2 (sebesar 67.77 g iod/100 g minyak). Hal ini menunjukkan bahwa mungkin telah terjadi oksidasi lemak pada fraksi minyak buah merah yang digunakan dalam penelitian tetapi tingkat oksidasinya lebih kecil dibandingkan pada minyak hasil ekstraksi metode modifikasi 2.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Cytotoxic Activity of Red Fruit (Pandanus conoideus Lam.) Oil and Its Effect On Cyclooxygenase-2 Gene Expression in Raji Cells Fen Tih

Cytotoxic Activity of Red Fruit (Pandanus conoideus Lam.) Oil and Its Effect On Cyclooxygenase-2 Gene Expression in Raji Cells Fen Tih

Minyak Buah Merah dapat menekan ekspresi gen COX-2 dengan dosis efektif pada 500 µg/mL. Kemampuan Buah Merah dalam menurunkan ekspresi gen COX-2 ini mungkin dikarenakan kandungan senyawa kimia di dalamnya seperti β-karoten, β-cryptoxanthin dan vitamin E. 10 Beta karoten dapat menghambat aktivitas NF- B, yang merupakan faktor transkripsi penting untuk ekspresi gen COX-2 (Gambar 4). Senyawa carotenoid golongan xanthofil seperti β-cryptoxanthin dapat menghambat ekspresi COX-2 melalui supresi aktivasi NF- B. Vitamin E dimetabolisme menjadi karboksikormanol yang m erupakan inhibitor poten terhadap aktivitas COX-2. 10,14,15
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM DAN MIKROENKAPSULASI

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM DAN MIKROENKAPSULASI

Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis. Jacq) merupakan tanaman monokotil (berkeping satu) yang termasuk famili Palmae. Nama genus Elaeis berasal dari bahasa Yunani Elaion yang berarti minyak, sedangkan guienensis berasal dari kata guines, yaitu nama tempat dimana seorang bernama Jacquin menemukan tanaman sawit pertama kali di pantai Guines di Afrika Selatan pada tahun 1973 (Ketaren, 2005).

Baca lebih lajut

Perbandingan Bilangan Iodium Antara Crude Palm Oil dan Refined Bleached DeodorizedPalmOil

Perbandingan Bilangan Iodium Antara Crude Palm Oil dan Refined Bleached DeodorizedPalmOil

Sebelum proses penyulingan sebenarnya dilakukan, CPO diolah dengan asam fosfat untuk menghilangkan kotoran seperti gusi dan trace metal. Teknik pemutihan kemudian digunakan kemudian digunakan untuk menghilangkan asam fosfat dan isinya di bawah vakum, diikuti dengan metode filtrasi. Limbah padat berupa lumpur dibuang dan dikuburkan di tempat pembuangan akhir. Pada tahap ini, uap diperkenalkan di bawah kondisi vakum untuk mengupas minyak pretrated dari asam lemak bebas volatil, senyawa odoriferous, dan pigmen yang tidak stabil. Distilasi untuk proses deodorisasi akan membentuk sumber efluen minyak kelapa sawit (PORE). Destilasi memiliki kandungan asam lemak bebas sekitar 80-90%. Setelah proses penyulingan, minyak tersebut dikenal sebagai olahan halus, dikelantang dan dihilangkan minyak kelapa sawit (RBDPO).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Penentuan Bilangan Iodine (Iodine Value) Pada Cpo (Crude Palm Oil) Dan Rbd (Refined Bleached Deodorized) Olein Di Pt. Sucofindo Medan

Penentuan Bilangan Iodine (Iodine Value) Pada Cpo (Crude Palm Oil) Dan Rbd (Refined Bleached Deodorized) Olein Di Pt. Sucofindo Medan

Contoh minyak yang telah disaring ditimbang sebanyak 0,1-0,5 gram di dalam Erlenmeyer 500 ml yang bertutup, kemudian ditambahkan 20 ml karbon tetraklorida sebagai pelarut. Ditambahkan 25 ml larutan wijs dengan pipet, dengan kelebihan volume pereaksi sekitar 50-60 persen. Dengan cara yang sama dibuat juga larutan blanko. Erlenmeyer disimpan di tempat gelap pada suhu 25º ± 5ºC selama 30 menit.Akhirnya ditambahkan 20 ml larutan kalium iodide 15 persen dan 100 ml air.Kemudian, botol ditutup serta dikocok dengan hati-hati. Titrasi dilakukan dengan larutan natrium thiosulfat 0,1 N dengan menggunakan indikator larutan pati.( Ketaren.S,1986)
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...