minyak cengkeh

Top PDF minyak cengkeh:

Optimasi Carbopol 940 sebagai Gelling Agent dan Gliserin sebagai Humectant dalam emulgel minyak cengkeh sebagai penyembuh jerawat dengan aplikasi desain faktorial - USD Repository

Optimasi Carbopol 940 sebagai Gelling Agent dan Gliserin sebagai Humectant dalam emulgel minyak cengkeh sebagai penyembuh jerawat dengan aplikasi desain faktorial - USD Repository

F. Efek Penambahan Carbopol 940 dan Gliserin, serta Interaksinya dalam Menentukan Sifat Fisik Emulgel Minyak Cengkeh Efek adalah perubahan respon yang disebabkan oleh variasi level dan faktor. Untuk dapat mengetahui besar efek carbopol 940, gliserin serta interaksi keduanya dalam menentukan sifat fisik emulgel minyak cengkeh, yaitu viskositas, daya sebar dan pergeseran viskositas, maka dilakukan analisis data menggunakan R-12.14.1 dengan uji two way ANOVA pada taraf kepercayaan 95%. Dilakukan juga analisis terhadap signifikansi tiap faktor serta signifikansi kedua faktor dalam memberikan efek. Nilai efek berharga mutlak, adanya tanda positif atau negatif pada nilai efek menunjukkan pengaruh faktor yang diteliti terhadap respon. Nilai efek negatif menunjukkan faktor menurunkan respon, sedangkan nilai positif menunjukkan bahwa faktor meningkatkan respon.
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

Penentuan Karakteristik Minyak Cengkeh

Penentuan Karakteristik Minyak Cengkeh

Minyak cengkeh merupakan minyak atsiri fenol. Minyak ini diperoleh dari tanaman Eugenia caryophyllata atau Syzigium caryophyllum (famili Myrtaceae). Bagian yang dimanfaatkan bunga dan daun. Namun demikian bunga lebih utama dimanfaatkan karena mengandung minyak atsiri sampai 20%. Minyak cengkeh, terutama tersusun oleh eugenol, yaitu sampai 95% dari jumlah minyak atsiri keseluruhan. Selain eugenol, juga mengandung aseton-eugenol, beberapa senyawa dari kelompok seskuiterpen, serta bahan-bahan yang tidak mudah menguap seperti tanin, lilin, dan bahan serupa damar. Kegunaan minyak cengkeh antara lain obat mulas, menghilangkan rasa mual dan muntah (Gunawan dan Mulyani, 2004).
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Optimasi Carbopol 940 sebagai Gelling Agent dan Gliserin sebagai Humectant dalam emulgel minyak cengkeh sebagai penyembuh jerawat dengan aplikasi desain faktorial.

Optimasi Carbopol 940 sebagai Gelling Agent dan Gliserin sebagai Humectant dalam emulgel minyak cengkeh sebagai penyembuh jerawat dengan aplikasi desain faktorial.

menggunakan sediaan semi solid. Daya sebar adalah kemampuan suatu sediaan untuk menyebar di tempat aplikasi. Pengukuran daya sebar bertujuan untuk mengamati besarnya diameter penyebaran pada saat pengaplikasian. Pada sediaan emulgel minyak cengkeh karena memiliki sifat reologi pseudoplastis, semakin besar diameter daya sebar, maka makin encer sediaan emulgel minyak cengkeh, dan sebaliknya semakin kecil diameter daya sebar, maka makin kental sediaan emulgel minyak cengkeh. Oleh karena itu, rentang daya sebar ditentukan 3-5 cm agar tidak sulit pada saat pengaplikasian karena terlalu kental atau terlalu encer. Pengukuran daya sebar dilakukan setelah 48 jam pembuatan dilakukan untuk melihat parameter sifat fisik emulgel minyak cengkeh. Pengukuran diameter daya sebar dilakukan di atas kaca bundar berskala. Pengukuran diameter emulgel minyak cengkeh dilakukan setelah pemberian beban 50 gram pada emulgel minyak cengkeh dan didiamkan selama 1 menit.
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

FORMULASI PASTA GIGI MINYAK CENGKEH (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry.)  Formulasi Pasta Gigi Minyak Cengkeh (Syzygium Aromaticum (L.) Merr. & Perry.).

FORMULASI PASTA GIGI MINYAK CENGKEH (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry.) Formulasi Pasta Gigi Minyak Cengkeh (Syzygium Aromaticum (L.) Merr. & Perry.).

Penyakit gigi dan mulut yang banyak ditemukan di masyarakat adalah karies gigi disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans (Gram positif). Minyak cengkeh memegang peran penting sebagai bahan dasar pembuatan produk industri farmasi terutama pasta gigi. Humektan yang sering digunakan pada pasta gigi adalah gliserin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh formula pasta gigi minyak cengkeh terhadap sifat fisik sediaan dan pengaruh pasta gigi minyak cengkeh terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.

11 Baca lebih lajut

Penetapan Kadar Minyak Atsiri Pada Cengkeh

Penetapan Kadar Minyak Atsiri Pada Cengkeh

besar, baik dalam bunga (10-20%), tangkai (5-10%) maupun daun (1-4%). Bagian bunga mengandung fixed oil(lemak), resin, tanin, protein, selulosa, 11 pentosan dan mineral dengan minyak atsiri sebagai komponen yang paling banyak kandungan utama minyak atsiri bunga cengkeh adalah eugenol (70-80%) (Guenther, 1987). Kualitas minyak cengkeh dievaluasi dari kandungan fenol, terutama eugenol. Karena minyak cengkeh mengandung beberapa aseteugenol (eugenol asetat), sebagai tambahan kepada eugenol bebas, telah menjadi kebiasaan untuk menyabunkan zat yang tersebut terdahulu dan melaporkan kandungan fenol total sebagai eugenol. Minyak yang baru disuling hampir tidak berwarna sampai kekuningan, cairan yang refraktif kuat, yang semakin menggelap oleh aging atau ketuaan. Bau dan flavornya bersifat tipikal rempah, aromatik tinggi, kuat, dan tahan lama (Guenther,1987).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Penetapan Kadar Minyak Atsiri Pada Cengkeh

Penetapan Kadar Minyak Atsiri Pada Cengkeh

Pada dasarnya semua minyak atsiri mengandung campuran senyawa kimia dan biasanya campuran tersebut sangat kompleks. Beberapa tipe senyawa organik mungkin terkandung dalam minyak atsiri, seperti hidrokarbon, alkohol, oksida,ester, aldehida dan eter. Minyak cengkeh termasuk salah satu komponen kimia yang sangat tinggi. Minyak cengkeh (Eugenia aromatica) mengandung senyawa fenol sekitar 85%, terutama eugenol (Agusta, 2000).

2 Baca lebih lajut

Aktivitas Antimikroba Minyak Esensial Terhadap Candida albicans, Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes Secara In Vitro.

Aktivitas Antimikroba Minyak Esensial Terhadap Candida albicans, Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes Secara In Vitro.

Metode penelitian bersifat studi eksperimental laboratorium dengan cara mengukur diameter zona inhibisi yang terbentuk di sekitar cakram yang mengandung 10 µl minyak cengkeh, minyak eucalyptus, minyak geranium, minyak green tea dan minyak lavender. Cakram tersebut diletakkan pada agar Mueller Hinton yang ditanami mikroba Candida albicans, Staphylococcus aureus, dan Streptococcus pyogenes lalu diinkubasi selama 18 – 24 jam.

26 Baca lebih lajut

Penetapan Kadar Minyak Atsiri Bunga Cengkeh dan Daun Cengkeh (Eugenia caryophyllata Tumberg) Menggunakan Alat Stahl

Penetapan Kadar Minyak Atsiri Bunga Cengkeh dan Daun Cengkeh (Eugenia caryophyllata Tumberg) Menggunakan Alat Stahl

tangkai dan daun. Minyak cengkeh yang berasal dari tangkai dan bunga umumnya digunakan untuk bahan baku industri kosmetika/wewangian, farmasi, makanan dan rokok. Sementara minyak cengkeh yang berasal dari daun banyak dipakai untuk bahan baku pembuatan eugenol. Minyak cengkeh dapat memperkuat saluran pernapasan dan membunuh parasit internal. Aromanya berkhasiat untuk menyehatkan dan memperkuat ingatan, membantu mengatasi kegelisahan mental, serta menciptakan perasaan berani dan perasaan untuk melindungi. Minyak cengkeh juga dapat digunakan untuk mengobati infeksi gigi, hipertensi, serta gangguan tidak berfungsinya kelenjar tiroid (Agusta, 2000).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Karakterisasi Minyak Daun Cengkeh (Syzygium Aromaticum) Yang Beredar Di Pasaran

Karakterisasi Minyak Daun Cengkeh (Syzygium Aromaticum) Yang Beredar Di Pasaran

Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak daun cengkeh memiliki warna coklat tua, bau khas minyak cengkeh (tidak terlalu tajam), bobot jenis dengan nilai 1,0410, indeks bias dengan nilai 1,534, kelarutan dalam etanol 70% dengan nilai 1 : 2 jernih, dan eugenol total sebesar 80 %. Persyaratan yang di tentukan SNI 06- 2387-2006 adalah memiliki warna kuning – coklat tua, Bau khas minyak cengkeh, bobot jenis dengan nilai 1,025 – 1,049; indeks bias dengan nilai 1,528 - 1,535;

1 Baca lebih lajut

Penetapan Kadar Minyak Atsiri Pada Cengkeh

Penetapan Kadar Minyak Atsiri Pada Cengkeh

besar, baik dalam bunga (10-20%), tangkai (5-10%) maupun daun (1-4%). Bagian bunga mengandung fixed oil(lemak), resin, tanin, protein, selulosa, 11 pentosan dan mineral dengan minyak atsiri sebagai komponen yang paling banyak kandungan utama minyak atsiri bunga cengkeh adalah eugenol (70-80%) (Guenther, 1987). Kualitas minyak cengkeh dievaluasi dari kandungan fenol, terutama eugenol. Karena minyak cengkeh mengandung beberapa aseteugenol (eugenol asetat), sebagai tambahan kepada eugenol bebas, telah menjadi kebiasaan untuk menyabunkan zat yang tersebut terdahulu dan melaporkan kandungan fenol total sebagai eugenol. Minyak yang baru disuling hampir tidak berwarna sampai kekuningan, cairan yang refraktif kuat, yang semakin menggelap oleh aging atau ketuaan. Bau dan flavornya bersifat tipikal rempah, aromatik tinggi, kuat, dan tahan lama (Guenther,1987).
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Penetapan Kadar Minyak Atsiri Pada Cengkeh

Penetapan Kadar Minyak Atsiri Pada Cengkeh

Minyak cengkeh merupakan minyak atsiri fenol. Diperoleh dari bagian- bagian tertentu tanaman cengkeh, yaitu dari bunga, gagang, atau tangkai bunga dan daun cengkeh. Minyak cengkeh sering digunakan untuk menghilangkan bau napas dan untuk menghilangkan sakit gigi. Kadar minyak cengkeh yang diperoleh dari pengujian adalah 20,2857%. Dilakukan juga pengujian mutu cengkeh dengan beberapa parameter yaitu bobot jenis dengan nilai 1.04134 dimana nilai bobot jenis menunjukkan bahwa cengkeh yang diuji memenuhi syaratSNI 01-3392- 1994, sedangkan indeks biasnya dengan nilai 1,551 tidak memenuhi syarat SNI 01-3392-1994 karena nilai indeks bias dipengaruhi dengan adanya air dalam kandungan minyak cengkeh tersebut. Semakin banyak kandungan airnya, maka semakin kecil nilai indeks biasnya. Ini karena sifat dari air yang mudah untuk membiaskan cahaya yang datang.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Ektraksi Minyak Atsiri dari Bunga Cengkeh dengan Pelarut Etanol dan N-Heksana

Ektraksi Minyak Atsiri dari Bunga Cengkeh dengan Pelarut Etanol dan N-Heksana

Minyak cengkeh berasal dari tanaman cengkeh (Eugenia aromaticum) baik dari bunga, batang, daun, dan gagang cengkeh. Cengkeh termasuk suku Myrtaceae yang banyak ditanam di beberapa negara termasuk Indonesia. Minyak atsiri ini memiliki aktivitas biologis seperti antibakteri, antijamur, insectisida dan antioksidan, dan digunakan sebagi sumber aroma dan bahan antimikroba dalam makanan (Huang et al. 2002; Velluti et al. 2003). Minyak cengkeh juga memiliki efek terapi untuk asma dan beberapa alergi (Kim et al. 1998). Kandungan terbesar minyak cengkeh adalah eugenol, seperti tersaji pada Tabel 1. Eugenol bermanfaat dalam pembuatan vanilin, eugenil metil ester, dan eugenil asetat. Vanilin merupakan bahan pemberi aroma pada makanan, permen, coklat dan parfum (Guenther 1990) .
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

260546465.doc 133.58KB 2015-10-12 00:17:39

260546465.doc 133.58KB 2015-10-12 00:17:39

murni (purified oil) mencapai $40/kg. Hal ini merugikan bagi pengrajin minyak cengkeh di Indonesia yang baru bisa menjual minyak daun cengkeh kasar dengan harga rendah. Padahal dengan proses lebih lanjut crude oil dapat ditingkatkan kualitasnya sehingga dapat dijual dengan harga tinggi.Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu penelitian untuk mendapatkan metode yang mudah, praktis dan ekonomis seperti adsorpsi. Keberhasilan proses adsorpsi ditentukan oleh jenis adsorben yang digunakan. Adsorben yang digunakan harus memenuhi kriteria yang dibutuhkan, diantaranya mempunyai daya serap yang besar terhadap solute, zat padat yang mempunyai luas permukaan yang besar, tidak larut dalam zat yang akan
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Pengaruh Berkumur Dengan Larutan Ekstrak Cengkeh (Syzygium Aromaticum) Dalam Menghambat Akumulasi Plak

Pengaruh Berkumur Dengan Larutan Ekstrak Cengkeh (Syzygium Aromaticum) Dalam Menghambat Akumulasi Plak

Aktivitas eugenol sebagai antimikroba dan antiseptik banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku obat kumur. 12 Menurut Towaha tahun 2004, bahwa obat kumur yang mengandung etanol cengkeh dapat menghambat bakteri yang menyebabkan terjadinya plak gigi. Beberapa penelitian yang sudah dilakukan secara invitro menunjukkan bahwa eugenol dapat menghambat bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. 12 Berdasarkan penelitian Deo Develas tahun 2012, menujukkan bahwa berkumur dengan larutan ekstrak minyak cengkeh terdapat penurunan skor plak. Penelitian tersebut menggunakan obat kumur sediaan dari Mustika Ratu. 13
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

desain produk minyak atsiri dari cengkeh

desain produk minyak atsiri dari cengkeh

a. Konsep produk: konsep produk ini merupakan implementasi dari sebuah studi yang membuktikan bahwa Eugenol dalam minyak cengkeh memang memiliki sifat anti-inflamasi kuat, anti-bakteri dan bersifat anestesi untuk melawan nyeri sakit pada gigi serta dapat digunakan dengan cara yang praktis.

10 Baca lebih lajut

Perbandingan Metode Steam Distillation dan Steam-Hydro Distillation dengan Microwave Terhadap Jumlah Rendemen serta Mutu Minyak Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum)

Perbandingan Metode Steam Distillation dan Steam-Hydro Distillation dengan Microwave Terhadap Jumlah Rendemen serta Mutu Minyak Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum)

Ada beberapa metode yang telah dilakukan untuk mendapatkan minyak cengkeh antara lain ekstraksi, penyulingan (distilasi) dan lain-lain. Tetapi saat ini yang sering digunakan adalah distilasi. Dari segi teknik distilasi yang digunakan, water distillation dapat menghasilkan rendemen lebih banyak dibandingkan dengan menggunkan metode steam distilasi [3]. Selain itu diperlukan juga kondisi operasi dan desain alat yang optimal sehingga didapatkan minyak cengkeh dengan kualitas yang baik. Namun dengan menggunakan metode tersebut dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan mutu minyak yang bagus.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Penetapan Kadar Minyak Atsiri Pada Cengkeh

Penetapan Kadar Minyak Atsiri Pada Cengkeh

Minyak cengkeh merupakan minyak atsiri fenol. Diperoleh dari bagian- bagian tertentu tanaman cengkeh, yaitu dari bunga, gagang, atau tangkai bunga dan daun cengkeh. Minyak cengkeh sering digunakan untuk menghilangkan bau napas dan untuk menghilangkan sakit gigi. Kadar minyak cengkeh yang diperoleh dari pengujian adalah 20,2857%. Dilakukan juga pengujian mutu cengkeh dengan beberapa parameter yaitu bobot jenis dengan nilai 1.04134 dimana nilai bobot jenis menunjukkan bahwa cengkeh yang diuji memenuhi syaratSNI 01-3392- 1994, sedangkan indeks biasnya dengan nilai 1,551 tidak memenuhi syarat SNI 01-3392-1994 karena nilai indeks bias dipengaruhi dengan adanya air dalam kandungan minyak cengkeh tersebut. Semakin banyak kandungan airnya, maka semakin kecil nilai indeks biasnya. Ini karena sifat dari air yang mudah untuk membiaskan cahaya yang datang.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Penentuan Bobot Jenis Dan Indeks Bias Pada Minyak Daun Cengkeh

Penentuan Bobot Jenis Dan Indeks Bias Pada Minyak Daun Cengkeh

Minyak atsiri memiliki kandungan aktif yang disebut terpenoid atau terpena. Jika tanaman memiliki kandungan senyawa ini, berarti tanaman tersebut memiliki potensi untuk dijadikan minyak atsiri. Zat inilah yang mengeluarkan aroma atau bau yang khas yang terdapat pada banyak tanaman, misalnya pada rempah atau yang dapat memberikan cita rasa di dalam industri makanan dan minuman (Kartasapoetra, 1992).

Baca lebih lajut

Uji Suhu Uap pada Alat Penyuling Minyak Atsiri Cengkeh Tipe Uap Langsung

Uji Suhu Uap pada Alat Penyuling Minyak Atsiri Cengkeh Tipe Uap Langsung

Pada alat penyuling minyak atsiri cengkeh tipe uap langsung, pengaturan suhu penyulingan perlu diperhatikan. Suhu tersebut menentukan kualitas hasil minyak cengkeh. Penelitian ini adalah pengujian berbagai tingkat suhu pada alat penyuling minyak atsiri cengkeh tipe uap langsung terhadap kadar air, asam lemak bebas dan rendemen minyak cengkeh. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Keteknikan Pertanian dan di Laboratorium Analisa Kimia Bahan Pangan Fakultas Pertanian pada bulan November 2015 sampai selesai dengan menggunakan model rancangan acak lengkap non factorial yaitu pada taraf pengujian pada suhu 95 0 C, 100 0 C dan 105 0 C. Parameter yang diamati adalah kadar air, asam lemak bebas dan rendemen.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

TheForgeryDetectionbyTestingRound Optical JasmineOilUse Polarimeter WXG-4 - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

TheForgeryDetectionbyTestingRound Optical JasmineOilUse Polarimeter WXG-4 - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Minyak atsiri merupakan suatu minyak yang mudah menguap (volatile oil) biasanya terdiri dari senyawa organik yang bergugus alkohol, aldehid, keton dan berantai pendek. Salah satu contoh minyak atsiri adalah minyak melati. Kandungan minyak atsiri dalam bunga melati merupakan komoditi yang dapat dikategorikan komoditi eksklusif. Karena dalam 1 liter absolut bunga melati dapat mencapai harga 30.000.000 rupiah. Namun, untuk memperoleh bahan baku minyak melati sangatlah mahal. Akibatnya, banyak produsen yang melakukan pemalsuan minyak atsiri khususnya minyak melati dengan menambahkan berbagai macam bahan kimia sebagai campuran untuk memperoleh minyak melati
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...