minyak kelapa murni

Top PDF minyak kelapa murni:

Penetapan Kadar Asam Lemak Bebas pada Minyak Kelapa Murni (VCO) dan Minyak Inti Kelapa Sawit (PKO)

Penetapan Kadar Asam Lemak Bebas pada Minyak Kelapa Murni (VCO) dan Minyak Inti Kelapa Sawit (PKO)

Minyak Kelapa Murni dan Minyak Inti Kelapa Sawit merupakan minyak nabati yang mengandung asam lemak jenuh rantai sedang. Asam lemak jenuh rantai sedang yang paling tinggi kandungannya yang terdapat dalam minyak kelapa murni dan minyak inti sawit adalah asam lauratnya. Asam laurat pada kedua minyak ini dapat langsung diserap oleh hati dan dibakar sebagai sumber energi.

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Pengadukan pada Pembuatan Minyak Kelapa Murni Menggunakan Khamir Saccaromyces cerevisiae Murni Dengan Cara Fermentasi

Pengaruh Pengadukan pada Pembuatan Minyak Kelapa Murni Menggunakan Khamir Saccaromyces cerevisiae Murni Dengan Cara Fermentasi

Tanaman kelapa ( Cocos Nucifera ) adalah tanaman tropis yang semua bagiannya memiliki banyak manfaat. Minyak kelapa murni adalah salah satu produk olahan buah kelapa yang memiliki nilai jual tinggi karena komposisi penyusun minyak kelapa murni terdiri dari asam lemak rantai sedang yang dapat menjaga kesehatan tubuh dan mengobati berbagai pnyakit. Secara fisik, minyak kelapa murni berwarna jernih seperti kristal. Metode yang umum digunakan pada pembuatan minyak kelapa murni adalah metode fermentasi, enzimatis, dan sentrifugasi. Pada metode fermentasi sering dilakukan dengan menggunakan ragi roti atau ragi tempe. Namun pada penelitian ini digunakan metode fermentasi dengan menggunakan khamir Saccharomyces cerevisiae murni. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi terbaik seperti lama waktu pengadukan dan kecepatan pengadukan pada proses pembuatan minyak kelapa murni sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan perolehan minyak kelapa murni secara efisien dan menguntungkan. Adapun yang ingin diamati pada percobaan ini adalah pengaruh dari beberapa variabel proses yaitu waktu pengadukan dan kecepatan pengadukan terhadap rendemen dan komposisi minyak kelapa murni. Waktu pengadukan yang digunakan adalah mulai dari 15 menit, 30 menit, 45 menit, 60 menit dan 75 menit. Variasi kecepatan pengadukan yang digunakan yaitu mulai dari 25 rpm, 50 rpm, 75 rpm, 100 rpm dan 125 rpm. Minyak kelapa murni yang diperoleh dianalisa dengan analisa kualitatif dan kuantitatif. Kondisi terbaik pada penelitian ini dipilih berdasarkan nilai rendemen dan komposisi minyak kelapa murni yang memenuhi standar yang ada. Rendemen minyak kelapa murni tertinggi yang diperoleh pada penelitian ini adalah 24,5% dengan kondisi waktu pengadukan 30 menit dan kecepatan pengadukan 50 rpm dan rendemen terendah sebesar 8,5% dengan waktu pengadukan 75 menit dan kecepatan pengadukan 100 rpm. Analisa produk minyak kelapa murni pada penelitian ini hanya dilakukan pada rendemen tertinggi dan terendah dimana parameter yang diuji seperti analisa GC, kadar air, bilangan peroksida, bilangan iod, kadar FFA dan densitas. Hasil analisa yang diperoleh untuk seluruh parameter masih sesuai dengan standar yang sudah ditentukan. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa semakin lama waktu pengadukan dan semakin cepat kecepatan pengadukan maka rendemen minyak kelapa murni semakin menurun.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Penetapan Bilangan Asam dan Bilangan Penyabunan serta Kadar Asam Lemak Bebas pada Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil)

Penetapan Bilangan Asam dan Bilangan Penyabunan serta Kadar Asam Lemak Bebas pada Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil)

Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murni merupakan minyak dari kelapa yang diperoleh melalui proses yang tidak melibatkan pemanasan tinggi serta tanpa penambahan bahan kimia. Dalam menentukan mutu minyak ada beberapa parameter yang harus diperiksa. Beberapa diantara parameter tersebut adalah bilangan asam, bilangan penyabunan dan kadar asam lemak bebas. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk menentukan besar bilangan asam, bilangan penyabunan, juga kadar asam lemak bebas di dalam minyak kelapa murni. Sampel minyak kelapa murni adalah VCO merk Palem Mustika dari Apotik Century Pharma di daerah Medan Polonia. Penentuan bilangan asam, bilangan penyabunan dan kadar asam lemak bebas dilakukan dengan metode titrimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak kelapa murni yang diperiksa memiliki bilangan asam sebesar 0,72 mg NaOH/g, hasil ini tidak memenuhi persyaratan APCC 2003 yang menetapkan bilangan asam maksimal 0,5. Kadar asam lemak bebas yang terdapat pada minyak kelapa murni adalah 0,36%, hasil ini tidak memenuhi syarat menurut SNI yakni harus ≤ 0,2%, namun memenuhi syarat yang ditetapkan oleh APCC 2003 yaitu ≤ 0,5%. Sedangkan bilangan penyabunan minyak kelapa murni adalah 272,6574%, hasil ini tidak memenuhi syarat APCC tahun 2003 yang menyatakan kadar bilangan penyabunan berkisar 200-250.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

LAPORAN TUGAS AKHIR PEMBUATAN MINYAK KELAPA MURNI ( VIRGIN COCONUT OIL ) MENGGUNAKAN FERMENTASI RAGI TEMPE

LAPORAN TUGAS AKHIR PEMBUATAN MINYAK KELAPA MURNI ( VIRGIN COCONUT OIL ) MENGGUNAKAN FERMENTASI RAGI TEMPE

Minyak kelapa murni atau lebih dikenal dengan Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan merupakan modifikasi proses pembuatan minyak kelapa sehingga dihasilkan produk dengan kadar air dan kadar asam lemak bebas yang rendah, berwarna bening, berbau harum, serta mempunyai daya simpan yang cukup lama yaitu lebih dari 12 bulan. Pembuatan minyak kelapa murni ini memiliki banyak keunggulan yaitu tidak membutuhkan biaya yang mahal karena bahan baku mudah didapat dengan harga yang murah, pengolahan yang sederhana dan tidak terlalu rumit, serta penggunaan energi yang minimal karena tidak menggunakan bahan bakar sehingga kandungan kimia dan nutrisinya tetap terjaga terutama asam lemak dalam minyak. Jika dibandingkan dengan minyak kelapa biasa atau sering disebut dengan minyak goreng (minyak kelapa kopra) minyak kelapa murni mempunyai kualitas yang lebih baik. Minyak kelapa kopra akan berwarna kuning kecoklatan, berbau tidak harum dan mudah tengik sehingga daya simpannya tidak bertahan lama (kurang dari dua bulan). Dari segi ekonomi minyak kelapa murni mempunyai harga jual yang lebih tinggi dibanding minyak kelapa kopra sehingga studi pembuatan VCO perlu dikembangkan (anonim, 2009).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pembuatan Sabun Madu Transparan Dengan Minyak Kelapa Murni (VCO), Minyak Kelapa Sawit, dan Minyak Kedelai Serta Uji Aktivitas Antibakteri

Pembuatan Sabun Madu Transparan Dengan Minyak Kelapa Murni (VCO), Minyak Kelapa Sawit, dan Minyak Kedelai Serta Uji Aktivitas Antibakteri

murni (VCO) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis pada konsentrasi 5%, 10% dan 20% berturut-turut 16,73 mm, 19,00 mm dan 21,06 mm. Terhadap bakteri Escherichia coli, sabun madu transparan yang menggunakan minyak kelapa murni (VCO) memberikan diameter daerah hambatan pada konsentrasi 5%, 10% dan 20% sebesar 16,36 mm, 17,43 mm dan 19,50 mm. Hal ini disebabkan karena minyak kelapa murni (VCO) mempunyai kandungan asam lemak rantai sedang yang yang dikenal sebagai Medium Chain Fatty Acids (MCFA). MCFA merupakan asam lemak yang mempunyai rantai karbon C8-C12 yang bersifat jenuh (asam kaprilat, kaprat, laurat) yang bermanfaat sebagai antibakteri, antijamur, antivirus, dan antiprotozoa. Asam lemak dar MCFA yang paling aktif sebagai antibakteri adalah asam laurat (Sutarmi dan Rozaline, 2005).
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN MINYAK KELAPA MURNI DAN MINYAK KEDELAI TERHADAP PROFIL LIPIDA TESIS

PENGARUH PEMBERIAN MINYAK KELAPA MURNI DAN MINYAK KEDELAI TERHADAP PROFIL LIPIDA TESIS

Minyak dan lemak dalam makanan merupakan komponen makanan yang dapat mempengaruhi profil lipida bagi konsumen. Minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil, VCO) termasuk lemak jenuh sedangkan minyak kedelai termasuk lemak tak jenuh sehingga dapat memberikan pengaruh yang berbeda terhadap profil lipida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak kelapa murni dan minyak kedelai terhadap profil lipida pada tikus jantan. Tikus yang digunakan tikus putih (Rattus norvegicus) berjenis kelamin jantan dengan berat badan ± 200 gram. Tikus terdiri dari sembilan kelompok (setiap kelompok terdiri dari 9 tikus). Kelompok I diberi pakan standart (non diet), kelompok II diberi pakan diet tinggi lemak (diet), kelompok III non diet dengan VCO, kelompok IV non diet dengan minyak kedelai, kelompok V diet dengan VCO, kelompok VI diet dengan minyak kedelai, Kelompok VII diet dengan kombinasi lebih banyak VCO, kelompok VIII diet dengan kombinasi minyak sama banyak, kelompok IX diet dengan kombinasi lebih sedikit VCO. Kadar kolesterol total, HDL, dan trigliserida diukur sebelum perlakuan, selama perlakuan dan setelah perlakuan menggunakan metode CHOD-PAP, kemudian dilakukan analisis data dengan ANOVA menggunakan SPSS versi 15.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Penetapan Kadar Asam Lemak Bebas Pada Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil)

Penetapan Kadar Asam Lemak Bebas Pada Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil)

Virgin coconut oil merupakan minyak yang berasal dari buah kelapa tua yang segar yang diolah pada suhu rendah (<60°C) dan tanpa proses hidrogenasi serta tanpa penambahan bahan kimia sehingga menghasilkan minyak murni. Keunggulan dari minyak yang diproses seperti ini adalah struktur kimia terutama medium chain fatty acids (asam laurat dan kaprat) tidak banyak berubah, asam laurat dan kaprat ini merupakan asam lemak yang banyak memberikan manfaat bagi kesehatan. Dalam beberapa penentuan mutu minyak, kadar asam lemak bebas adalah salah satu parameter yang sangat penting untuk diketahui. Minyak kelapa murni dikehendaki mempunyai kadar asam lemak bebas sesuai dengan yang dipersyaratkan. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui kadar asam lemak bebas yang terdapat dalam minyak kelapa murni (Virgin coconut oil) dan dibandingkan dengan persyaratan pada SNI 7381-2008 dan APCC 2003. Penetapan kadar asam lemak bebas (ALB) pada minyak kelapa murni dilakukan dengan metode titrimetri di Laboratorium Minyak Nabati dan Rempah-Rempah UPTD Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Medan. Contoh uji minyak kelapa murni adalah VCO merk Palem Mustika dari Apotik Century Pharma di daerah Medan Polonia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar rata-rata asam lemak bebas yang diperoleh adalah 0,2394% dan hasil ini tidak memenuhi peryaratan SNI 7381-2008, tetapi memenuhi persyaratan pada APCC 2003 dimana kadar asam lemak bebas maksimum adalah 0,5%.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

PEMBUATAN SABUN MADU TRANSPARAN DENGAN MINYAK KELAPA MURNI (VCO), MINYAK KELAPA SAWIT, DAN MINYAK KEDELAI SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SKRIPSI

PEMBUATAN SABUN MADU TRANSPARAN DENGAN MINYAK KELAPA MURNI (VCO), MINYAK KELAPA SAWIT, DAN MINYAK KEDELAI SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SKRIPSI

Telah dilakukan pembuatan tiga sabun madu transparan dengan menggunakan tiga jenis minyak nabati yaitu minyak kelapa murni (VCO), minyak kelapa sawit dan minyak kedelai. Ketiga jenis minyak dipilih karena sudah sangat dikenal di Indonesia, sering digunakan dalam pembuatan sabun dan memiliki komponen asam lemak yang berbeda–beda. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh jenis asam lemak dari minyak yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sabun terhadap sifat fisik dan aktivitas antibakteri dari ketiga sabun madu transparan yang dihasilkan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Penetapan Kadar Asam Lemak Bebas pada Minyak Kelapa Murni (VCO) dan Minyak Inti Kelapa Sawit (PKO)

Penetapan Kadar Asam Lemak Bebas pada Minyak Kelapa Murni (VCO) dan Minyak Inti Kelapa Sawit (PKO)

Minyak VCO juga mampu menghalau penyakit akibat radikal bebas, anti kerut, penuaan dini, dan untuk keperluan farmasi. Pada bidang farmasi, biasanya minyak kelapa murni digunakan untuk obat-obatan dan kosmetika. Contohnya, pada minyak telon, handbody, dan pelelembab wajah. Selain itu VCO juga mampu memperbaiki sistem pencernaan. Hal ini dikarenakan asam lemak dalam VCO merupakan MCFA yang langsung dapat diserap melalui dinding usus, tanpa harus mengalami proses hidrolisis dan enzimatis sehingga langsung dimetabolisme dalam hati untuk diproduksi menjadi energi (Sutarmi, 2005).
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Pengggunaan Minyak Kelapa Murni (VCO) Sebagai Pelembab Dalam Sediaan Krim

Pengggunaan Minyak Kelapa Murni (VCO) Sebagai Pelembab Dalam Sediaan Krim

Kosmetika pelembab adalah kosmetika yang digunakan untuk mengurangi terjadinya penguapan air yang berlebihan dari kulit. Umumnya kosmetika pelembab terdiri dari berbagai minyak nabati, hewan maupun sintetis yang dapat mengurangi penguapan air dari sel kulit namun tidak dapat mengganti seluruh fungsi dan kegunaan dari minyak kulit semula. Minyak kelapa murni merupakan pelembab kulit alami karena mampu mencegah kerusakan jaringan. Penelitian ini dilakukan untuk memformulasikan VCO yang berfungsi sebagai pelembab dalam sediaan krim. Penelitian ini meliputi: Pembuatan krim, uji homogenitas, pengamatan stabilitas sediaan, penentuan pH, penentuan tipe emulsi, iritasi terhadap kulit, dan kemampuan sediaan untuk mengurangi penguapan air dari kulit dengan menggunakan 12 orang sukarelawan. Hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa sediaan krim pelembab yang dihasilkan adalah homogen. Stabil atau tidak mengalami perubahan pada penyimpanan 1, 4, 8, dan 12 minggu pada temperatur kamar. Sediaan mempunyai pH 6,46-6,8, sediaan krim yang dihasilkan merupakan tipe emulsi m/a, tidak mengiritasi dan tidak menyebabkan kulit gatal serta tidak menyebabkan kulit kasar. Hasil pengujian kemampuan pengurangan penguapan air dari kulit menunjukkan semakin tinggi konsentrasi minyak kelapa murni (VCO) maka semakin besar kemampuan sediaan krim tersebut untuk mengurangi penguapan air dari kulit.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

PEMBUATAN SABUN PADAT AROMATERAPI DARI MINYAK KELAPA MURNI (Virgin Coconut Oil) DENGAN PENAMBAHAN MINYAK GUBAL GAHARU (Aquilaria malaccensis)

PEMBUATAN SABUN PADAT AROMATERAPI DARI MINYAK KELAPA MURNI (Virgin Coconut Oil) DENGAN PENAMBAHAN MINYAK GUBAL GAHARU (Aquilaria malaccensis)

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan minyak gubal gaharu terhadap sifat fisiko kimia sabun yang dihasilkan dan untuk mengetahui persentase penambahan minyak gubal gaharu terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 6 perlakuan dan 3 kali ulangan. Data dianalisa secara statistika dengan menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5%. Perlakuan pada penelitian ini adalah penambahan minyak gubal gaharu sebesar 1%, 1,5%, 2%, 2,5%, 3% dan 3,5%. Pengamatan pada produk sabun padat yang dihasikan adalah uji organoleptik, uji iritasi, uji antimikroba dan sifat kimia yang meliputi kadar air, pH, total asam lemak, fraksi tak tersabunkan dan alkali bebas/asam lemak bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan persentase penambahan minyak gubal gaharu pada sabun VCO berpengaruh terhadap total asam lemak, alkali bebas/asam lemak bebas dan antimikroba sabun yang dihasilkan tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar air, fraksi tak tersabunkan, pH, kekerasan dan banyak busa. Pengaruh penambahan minyak gubal gaharu dalam pembuatan sabun padat aromaterapi dari minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil) pada konsentrasi penambahan minyak gubal gaharu 3,5% merupakan produk terbaik dengan hasil rata-rata uji organoleptik pada tingkat suka dan sangat suka adalah warna 66,67%, aroma 73,3%, kekerasan 66,67% dan banyak busa 73,3%. Hasil analisis kimia produk dengan penambahan minyak gubal gaharu 3,5% yaitu kadar air 14,28%, jumlah asam lemak 74,92%, kadar fraksi taktersabunkan 5,78%, kadar asam lemak bebas 0,73%, nilai pH 9,97, kekerasan secara kuantitatif 2,68 N/cm 2 , banyak busa secara
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Minyak Kelapa Murni dan Minyak Inti Sawit - Melakukan Analisis Komposisi Asam Lemak Dan Identifikasi Posisi Asam Laurat dalam Minyak Kelapa Murni dan Minyak Inti Sawit

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Minyak Kelapa Murni dan Minyak Inti Sawit - Melakukan Analisis Komposisi Asam Lemak Dan Identifikasi Posisi Asam Laurat dalam Minyak Kelapa Murni dan Minyak Inti Sawit

C dan kelembapan udara 80-90%. Daerah ini umumnya dilewati garis katulistiwa sehingga beriklim tropis (Setiaji dan Surip, 2002). Minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil, VCO) merupakan produk olahan buah kelapa. Minyak kelapa murni adalah minyak yang diperoleh dari daging buah kelapa (Cocos nucifera L) tua yang segar dan diproses dengan diperas dengan atau tanpa penambahan air, tanpa pemanasan atau pemanasan tidak lebih dari 60°C dan aman dikonsumsi manusia (Badan Standardisasi Nasional, 2008).

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Minyak Kelapa Murni Terhadap Peningkatan Stamina Pada Mencit (Mus Musculus)

Pengaruh Minyak Kelapa Murni Terhadap Peningkatan Stamina Pada Mencit (Mus Musculus)

Stamina merupakan salah satu komponen kebugaran yang berhubungan dengan kesehatan. Stamina memiliki manfaat untuk menjaga atau bertahan terhadap kelelahan serta meningkatkan kinerja seseorang dalam melaksanakan berbagai macam aktifitas. Ada beberapa komponen yang berasal dari tumbuhan maupun hewan yang dapat meningkatkan stamina, antara lain alkaloid yang terdapat pada tumbuhan cabe jawa dan lada hitam. Flavonoid yang terdapat pada temu giring dan pegagan. Ginsenosida yang terdapat pada ginseng, kafein yang terdapat pada biji cola. Karnitin, kreatin, beta – hidroksi- beta – metilbutirat (HMB) pada daging hewan serta trigliserida rantai menengah (Medium Chain Triglycerides=MCT) yang terdapat pada minyak inti sawit (Palm Kernel Oil=PKO) dan minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil=VCO) (Hapsari, 2011;
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Pengaruh Pengadukan pada Pembuatan Minyak Kelapa Murni Menggunakan Khamir Saccaromyces cerevisiae Murni Dengan Cara Fermentasi

Pengaruh Pengadukan pada Pembuatan Minyak Kelapa Murni Menggunakan Khamir Saccaromyces cerevisiae Murni Dengan Cara Fermentasi

Tanaman kelapa ( Cocos Nucifera ) adalah tanaman tropis yang semua bagiannya memiliki banyak manfaat. Minyak kelapa murni adalah salah satu produk olahan buah kelapa yang memiliki nilai jual tinggi karena komposisi penyusun minyak kelapa murni terdiri dari asam lemak rantai sedang yang dapat menjaga kesehatan tubuh dan mengobati berbagai pnyakit. Secara fisik, minyak kelapa murni berwarna jernih seperti kristal. Metode yang umum digunakan pada pembuatan minyak kelapa murni adalah metode fermentasi, enzimatis, dan sentrifugasi. Pada metode fermentasi sering dilakukan dengan menggunakan ragi roti atau ragi tempe. Namun pada penelitian ini digunakan metode fermentasi dengan menggunakan khamir Saccharomyces cerevisiae murni. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi terbaik seperti lama waktu pengadukan dan kecepatan pengadukan pada proses pembuatan minyak kelapa murni sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan perolehan minyak kelapa murni secara efisien dan menguntungkan. Adapun yang ingin diamati pada percobaan ini adalah pengaruh dari beberapa variabel proses yaitu waktu pengadukan dan kecepatan pengadukan terhadap rendemen dan komposisi minyak kelapa murni. Waktu pengadukan yang digunakan adalah mulai dari 15 menit, 30 menit, 45 menit, 60 menit dan 75 menit. Variasi kecepatan pengadukan yang digunakan yaitu mulai dari 25 rpm, 50 rpm, 75 rpm, 100 rpm dan 125 rpm. Minyak kelapa murni yang diperoleh dianalisa dengan analisa kualitatif dan kuantitatif. Kondisi terbaik pada penelitian ini dipilih berdasarkan nilai rendemen dan komposisi minyak kelapa murni yang memenuhi standar yang ada. Rendemen minyak kelapa murni tertinggi yang diperoleh pada penelitian ini adalah 24,5% dengan kondisi waktu pengadukan 30 menit dan kecepatan pengadukan 50 rpm dan rendemen terendah sebesar 8,5% dengan waktu pengadukan 75 menit dan kecepatan pengadukan 100 rpm. Analisa produk minyak kelapa murni pada penelitian ini hanya dilakukan pada rendemen tertinggi dan terendah dimana parameter yang diuji seperti analisa GC, kadar air, bilangan peroksida, bilangan iod, kadar FFA dan densitas. Hasil analisa yang diperoleh untuk seluruh parameter masih sesuai dengan standar yang sudah ditentukan. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa semakin lama waktu pengadukan dan semakin cepat kecepatan pengadukan maka rendemen minyak kelapa murni semakin menurun.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Minyak Kelapa Murni Terhadap Peningkatan Stamina Pada Mencit (Mus Musculus)

Pengaruh Minyak Kelapa Murni Terhadap Peningkatan Stamina Pada Mencit (Mus Musculus)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis yang diberikan maka semakin baik stamina yang dihasilkan. Rata-rata waktu berenang mencit pada pemberian minyak kelapa murni dosis 0,1 ml/20 g bb; 0,2 ml/20 g bb; 0,4 ml/20 g bb adalah 339 detik; 372,4 detik; 551,8 detik. Rata-rata waktu berenang mencit pada pemberian minyak kelapa sawit dosis 0,1 ml/20 g bb; 0,2 ml/20 g bb, 0,4 ml/20 g bb adalah 194,8 detik; 216,4 detik, 254 detik. Akuades (kontrol negatif) 182,4 detik dan kafein 13 mg/kg bb (kontrol positif) 591 detik. Data yang diperoleh di analisa secara statistik menggunakan metode ANOVA satu arah. Maka dapat disimpulkan bahwa minyak kelapa murni dapat meningkatkan stamina lebih baik dibandingkan dengan minyak kelapa sawit.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Formulasi Krim Anti-Aging Yang Mengandung Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil)

Formulasi Krim Anti-Aging Yang Mengandung Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil)

Metode: Minyak kelapa murni (VCO) diformulasikan dalam bentuk sediaan krim dengan konsentrasi 5%, 10%, 15% dan 20% dengan dasar krim minyak dalam air. Pembanding yang digunakan adalah krim Ponds Age Miracle. Pengujian terhadap sediaan krim meliputi pemeriksaan homogenitas, uji tipe emulsi, pH, kestabilan pada suhu ruang selama 12 minggu, iritasi, dan efek anti-aging menggunakan alat skin analyzer terhadap punggung tangan sukarelawan. Parameter anti-aging yang diukur meliputi kadar air, pori, banyak noda, dan keriput. Pemakaian krim dilakukan dengan pengolesan krim dua kali sehari selama empat minggu.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

LAPORAN TUGAS AKHIR PEMBUATAN MINYAK KELAPA MURNI ( VIRGIN COCONUT OIL ) MENGGUNAKAN FERMENTASI RAGI TEMPE.

LAPORAN TUGAS AKHIR PEMBUATAN MINYAK KELAPA MURNI ( VIRGIN COCONUT OIL ) MENGGUNAKAN FERMENTASI RAGI TEMPE.

Pengolahan minyak kelapa murni (VCO) dapat dilakukan dengan berbagai teknik, salah satunya adalah dengan fermentasi menggunakan ragi tempe. Tiga kg daging kelapa yang telah diparut ditambahkan air matang 3 liter untuk diambil santannya, kemudian santan didiamkan selama 1 jam hingga terbentuk 2 lapisan, yaitu lapisan atas berupa kanil, sedangkan lapisan bawah berupa air. Kanil yang dihasilkan sebanyak 1,75 liter ditambahkan ragi dan mengaduk campuran tersebut hingga homogen. Setelah dilakukan pendiaman selama 24 jam maka terbentuk tiga lapisan yaitu lapisan atas berupa minyak kelapa murni, lapisan tengah berupa blondo (ampas kanil) dan lapisan bawah adalah air. Minyak yang dihasilkan kemudian disaring dengan kertas/kain saring.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Sifat Antibakteri Hasil Hidrolisis Minyak Kelapa Murni Terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

Sifat Antibakteri Hasil Hidrolisis Minyak Kelapa Murni Terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

(C) Campuran whipped cream dengan hasil hidrolisis minyak kelapa murni 25% (D) Campuran whipped cream dengan hasil hidrolisis minyak kelapa murni 50% (E) Campuran whipped cream dengan hasil hidrolisis minyak kelapa murni 75% (F) Campuran whipped cream dengan hasil hidrolisis minyak kelapa murni 100%

Baca lebih lajut

TAP.COM -   PEMBUATAN MINYAK KELAPA MURNI (VIRGIN ... - JURNAL UNIMED 5579 11117 1 SM

TAP.COM - PEMBUATAN MINYAK KELAPA MURNI (VIRGIN ... - JURNAL UNIMED 5579 11117 1 SM

Dipersiapkan 5 buah gelas plastik berukuran 250 mL dan masing-masing dimasukkan 100 mL krim pati. Ke dalam gelas kimia tersebut ditambahkan enzim papain kasar dengan variasi (0,0 gram, 0,2 gram, 0,4 gram, 0,6 gram dan 0,8 gram) dan ragi tempe masing-masing 0,5 gram dengan variasi pH (3,0; 4,0; 5,0). Campuran diaduk sampai homogen dan ditutup dengan aluminium foil. Setelah itu dibiarkan selama ± 24 jam dan akan diperoleh 3 lapisan, yaitu: lapisan bawah: air, lapisan tengah: minyak (VCO), dan lapisan atas: gumpalan protein. VCO dipisahkan dari gumpalan protein dengan cara penyaringan. Untuk pembuatan pH menggunakan asam asetat 6 M. Penelitian dilakukan secara duplo. VCO yang dihasilkan di uji kualitasnya dengan melakukan uji mutu minyak yang meliputi kadar asam lemak bebas, kadar air dan bilangan iodin.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Minyak Kelapa Murni - Sifat Antibakteri Hasil Hidrolisis Minyak Kelapa Murni Terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Minyak Kelapa Murni - Sifat Antibakteri Hasil Hidrolisis Minyak Kelapa Murni Terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

Pada penelitian ini, pengujian sifat antibakteri hasil hidrolisis minyak kelapa murni terhadap pertumbuhan bakteri Staphyllococcus aureus dan Escherichia coli dilakukan dengan menggunakan metode Angka Lempeng Total (ALT). Metode ini didasarkan pada anggapan bahwa setiap sel yang dapat hidup akan berkembang menjadi suatu koloni. Jumlah koloni yang muncul pada cawan merupakan jumlah mikroba yang hidup yang terkandung dalam sampel.

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...