minyak kenanga

Top PDF minyak kenanga:

PENGARUH KONSENTRASI MINYAK KENANGA (Cananga odorata) TERHADAP AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIRADIKAL BEBAS

PENGARUH KONSENTRASI MINYAK KENANGA (Cananga odorata) TERHADAP AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIRADIKAL BEBAS

Pada penelitian ini, minyak kenanga untuk uji antiradikal diperoleh dari hasil isolasi bunga kenanga (Cananga odorata) segar dengan distilasi uap. Aktivitas benzil benzoat (4,53%) dalam minyak kenanga sebagai antiradikal terhadap minyak jagung (radiasi UV 254 nm) ditentukan dengan ESR. ESR adalah alat yang digunakan untuk mengukur aktivitas antiradikal dan menentukan jenis radikal bebas dalam bahan. Hasil penelitian ini adalah penambahan minyak kenanga pada konsentrasi 7 µL memiliki aktivitas optimal sebagai antiradikal untuk memerangkap radikal hidroksil sebesar 80,5%, alkil 50% dan peroksil 42,8%. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa minyak kenanga efektif sebagai antiradikal.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Karagenan dan Xanthan Gum Dengan Minyak Nilam Sebagai Fiksatif dan Minyak Kenanga Sebagai Pewangi

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Karagenan dan Xanthan Gum Dengan Minyak Nilam Sebagai Fiksatif dan Minyak Kenanga Sebagai Pewangi

Latar Belakang: Pengharum ruangan merupakan salah satu produk wewangian yang berkembang saat ini. Bahan pewangi yang digunakan pada produk pengharum ruangan dibagi menjadi dua jenis yaitu, pewangi sintetik dan pewangi alami. Pewangi sintetik memiliki wangi yang lebih tajam dan dapat menimbulkan rasa pusing dan kurang nyaman, sedangkan pewangi alami memiliki wangi yang lebih lembut sehingga lebih nyaman digunakan. Berbagai jenis minyak atsiri dapat digunakan sebagai bahan pewangi untuk pengharum ruangan alami sebagai contoh minyak kenanga. Oleh karena itu penggunaan gel pengharum ruangan yang alami menggunakan minyak kenanga sebagai pewangi merupakan suatu solusi yang dapat dikembangkan melalui penelitian sehingga lebih aman untuk digunakan.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

PENENTUAN BOBOT JENIS DAN PENENTUAN KADAR LEMAK PADA MINYAK KENANGA

PENENTUAN BOBOT JENIS DAN PENENTUAN KADAR LEMAK PADA MINYAK KENANGA

Minyak atsiri awalnya dikenal sebagai minyak esensial. Minyak ini sudah dikenal sejak tahun 3.000 SM oleh penduduk Mesir Kuno dan digunakan untuk tujuan kegamaan pengobatan, atau sebagai balsam untuk mengawetkan jenazah. Pindah ke bangsa Cina Kuno, di sana minyak atsiri sudah dikenal sejak tahun 2.000 SM dan biasa digunakan untuk berbagai macam terapi, khususnya untuk pijat, akupuntur, mandi, dan obat hirup. Sejak zaman dahulu, penggunaan minyak sangat terbatas dan masih bersifat tradisional. Nenek moyang kita memperkenalkan berbagai macam tanaman aromatik seperti bunga mawar, melati, kenanga, dan daun pandan untuk berbagai ritual, seperti keagamaan maupun ritual adat. Misalnya di Jawa Kuno menggunakan wewangian dari bunga-bunga tertentu untuk perawatan tubuh. Berbagai macam bunga tersebut juga digunakan pada acara pernikahan, tujuh bulanan, dan lain-lain. Minyak kenanga (Cananga oil) ialah bagian yang kurang mudah menguap, mengandung banyak unsur terpene dan sesquiterpene. Minyak ini dapat pula diperoleh dengan menyuling bunga kenanga cebol (Cananga latifolia), tetapi jenis ini tidak dapat meghasilkan ylang- ylang. Hasil pemeriksaan mutu sampel minyak Kenanga yang dilaksanakan di Laboratorium Minyak Atsiri di Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Medan dinyatakan memenuhi persyaratan sesuai Standar Nasional Indonesia. Dari hasil pengujian pada Minyak Kenanga dengan parameter uji bobot jenis 20ºC/20ºC secara duplo didapat hasil D1: 0.910 dan D2 : 0,906 dan dengan parameter memlalui penentuan kadar lemak mendapatkan hasil negatif, di mana Minyak kenanga tidak larut dalam alkohol 90% dan dengan penambahan KOH tidak tersabunkan (negatif).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Penentuan Bobot Jenis Dan Penentuan Kadar Lemak Pada Minyak Kenanga

Penentuan Bobot Jenis Dan Penentuan Kadar Lemak Pada Minyak Kenanga

Indeks bias merupakan perbandingan antara kecepatan cahaya di dalam udara dengan kecepatan cahaya didalam zat tersebut pada suhu tertentu. Indeks bias minyak atsiri berhubungan erat dengan komponen-komponen yang tersusun dalam minyak atsiri yang dihasilkan. Sama halnya dengan berat jenis dimana komponen penyusun minyak atsiri dapat mempengaruhi nilai indeks biasnya. Semakin banyak komponen berantai panjang seperti sesquiterpen atau komponen bergugus oksigen ikut tersuling, maka kerapatan medium minyak atsiri akan bertambah sehingga cahaya yang datang akan lebih sukar untuk dibiaskan. Hal ini menyebabkan indeks bias minyak lebih besar. Menurut Guenther, nilai indeks juga dipengaruhi salah satunya dengan adanya air dalam kandungan minyak kenanga tersebut. Semakin banyak kandungan airnya, maka semakin kecil nilai indek biasnya. Ini karena sifat dari air yang mudah untuk membiaskan cahaya yang datang. Jadi minyak atsiri dengan nilai indeks bias yang besar lebih bagus dibandingkan dengan minyak atsiri dengan nilai indeks bias yang kecil (Sastrohamidjojo, 2004).
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

Aromaterapi Minyak Kenanga (Cananga odorata Hook. f.) Terhadap Aktivitas Motorik Mencit dalam Penggunaannya sebagai Antidepresan - Ubaya Repository

Aromaterapi Minyak Kenanga (Cananga odorata Hook. f.) Terhadap Aktivitas Motorik Mencit dalam Penggunaannya sebagai Antidepresan - Ubaya Repository

Telah banyak digunakan aromaterapi sebagai antidepresan yang dapat menurunkan tingkat emosional seseorang. Salah satu jenis aromaterapi yang digunakan sebagai antidepresan adalah minyak kenanga (Cananga odorata Hook.f.) 1% dengan kandungan terbesar yaitu linalool yang diduga dapat berfungsi sebagai antidepresan. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji efek aromaterapi minyak kenanga (Cananga odorata Hook.f.) 1% sebagai antidepresan pada mencit dengan pengamatan berdasarkan aktivitas motoriknya. Hewan coba yang digunakan adalah 20 ekor mencit jantan putih galur Swiss Webster, kemudian dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol yang tidak diberi aromaterapi dan kelompok uji yang diberi aromaterapi minyak kenanga 1%. Alat uji yang digunakan adalah alat ultrasonik modifikasi dengan gelombang suara ultrasonik sebesar 30000 Hz sebagai penginduksi depresi. Parameter ujinya yaitu total waktu aktivitas motorik mencit sampai mengalami depresi. Mencit yang depresi akan berdiam diri (tidak ada aktivitas motorik). Dari hasil pengamatan, diperoleh rata-rata total waktu aktivitas motorik kelompok kontrol sebesar 1935,59 detik dan kelompok uji sebesar 2930,15 detik. Berdasarkan analisa statistik metode t test independent ( α 0,05), diperoleh hasil adanya perbedaan bermakna antara total waktu aktivitas motorik kelompok uji dan kelompok kontrol. Dengan demikian aromaterapi minyak kenanga (Cananga odorata Hook.f.) 1% dapat meningkatkan aktivitas motorik mencit dalam penggunaannya sebagai antidepresan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Kualitas, Komposisi Kimia, dan Aktivitas Anti Oksidan Minyak Kenanga (Cananga odorata) | Pujiarti | Jurnal Ilmu Kehutanan 10179 18946 1 PB

Kualitas, Komposisi Kimia, dan Aktivitas Anti Oksidan Minyak Kenanga (Cananga odorata) | Pujiarti | Jurnal Ilmu Kehutanan 10179 18946 1 PB

cycloheptane, 4-methylene-1-methyl-2-1-vinyil, ylangene, caryophyllene, á-cubebene, á-caryophyllene, cedrene, germacrene D, farnesen, isoledene, dan á-neoclovene. Sedangkan komponen yang termasuk dalam senyawa sesquiterpen teroksidasi adalah caryophyllene oxide, cubenol, t-cadinol, t-muurolol, á-cadinol, dan nerolidol. Hal ini sesuai dengan beberapa penelitian mengenai minyak kenanga dimana senyawa yang banyak terdapat dalam minyak kenanga yaitu sesquiterpen (Anonim, 1988; Burdock et al., 2008). Penelitian ini juga memberikan hasil bahwa komponen utama minyak kenanga dari Boyolali yang diperoleh dengan cara pengukusan adalah caryophyllene (36,44%), dan komponen utama lainnya (persentase kimianya lebih dari 5%) adalah â-linalool (5,97%), á-caryophyllene (9,61%), germacrene D (17,23%), dan benzyl benzoate (7,18%) (Tabel 2). Struktur kimia dari senyawa-senyawa mayor penyusun minyak kenanga dapat dilihat pada Gambar 2.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Efek Minyak Atsiri Bunga Kenanga (Cananga odorata) Sebagai Repellent Terhadap Nyamuk Aedes sp. Betina.

Efek Minyak Atsiri Bunga Kenanga (Cananga odorata) Sebagai Repellent Terhadap Nyamuk Aedes sp. Betina.

Selain itu juga terdapat percobaan yang dilakukan oleh Sari dan Supartono (2014) menyimpulkan bahwa pada formula lotion dengan konsentrasi bunga kenanga 2,5 % memiliki daya repellent mencapai 90,58% dan dapat menolak nyamuk selama 6 jam. Hal ini dikarenakan terdapat senyawa seperti caryophyllene, linalol dan geraniol dalam minyak kenanga yang menghasilkan bau yang sangat menyengat dan tidak disukai serangga

22 Baca lebih lajut

Formulasi Gel Pengharum Ruangan menggunakan Karagenan dan Glukomanan dengan Pewangi Minyak Jeruk Purut dan Kenanga

Formulasi Gel Pengharum Ruangan menggunakan Karagenan dan Glukomanan dengan Pewangi Minyak Jeruk Purut dan Kenanga

Sebagai bahan pewangi untuk pengharum ruangan alami, dapat digunakan berbagai jenis atau campuran minyak atsiri, seperti minyak kenanga, minyak melati, minyak mawar, minyak sedap malam, dan minyak atsiri lain yang berasal dari selain bunga seperti kayu-kayuan, kulit buah, daun, dan biji. Minyak kenanga merupakan salah satu minyak atsiri yang paling dicari karena wanginya. Minyak jeruk purut merupakan minyak yang berasal dari daun. Tanamannya tumbuh subur di Indonesia dan banyak digunakan pada pengharum masakan. Aromanya memberikan kesan menyegarkan dan menenangkan. Sebagai bahan fiksatif, dapat digunakan minyak nilam. Bahan fiksatif merupakan bahan yang mengikat molekul-molekul pewangi sehingga wanginya bertahan lebih lama. Minyak pewangi dan fiksatif dicampur dengan komposisi yang tepat agar wangi lebih terikat sehingga tidak cepat habis namun juga tetap tercium. Wangi yang dihasilkan oleh minyak atsiri adalah wangi yang khas dan dapat memberikan efek psikologis seperti menenangkan, menyegarkan, dan menumbuhkan semangat.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Minyak Esensial Aromaterapi Kenanga Terhadap Kualitas Tidur Lansia Di Dusun Karang Tengah Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta - DIGILIB UNISAYOGYA

Pengaruh Pemberian Minyak Esensial Aromaterapi Kenanga Terhadap Kualitas Tidur Lansia Di Dusun Karang Tengah Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta - DIGILIB UNISAYOGYA

Minyak esensial kenanga merupakan salah satu jenis aromaterapi yang mempunyai beberapa kandungan senyawa alami seperti asam bensoat, geraniol, farnesol, geraniol, eugenol, , linalool, sadrol, Minyak kenanga juga bermanfaat untuk menyeimbangkan, relaksasi, stres, denyut nadi cepat, pernafasan cepat yaitu dengan dengan cara pijat dan di hirup. Aromaterapi kenanga juga bersifat menenangkan, lansia yang diberikan aromaterapi kenanga memiliki peningkatan kualitas tidur malam yang lebih lama dari pada sebelum pemberian aromaterapi ( Zulmi, 2016).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ISOLASI MINYAK ATSIRI KENANGA (Cananga odorata) MENGGUNAKAN METODE DISTILASI UAP TERMODIFIKASI DAN KARAKTERISASINYA BERDASARKAN SIFAT FISIK DAN KG-SM

ISOLASI MINYAK ATSIRI KENANGA (Cananga odorata) MENGGUNAKAN METODE DISTILASI UAP TERMODIFIKASI DAN KARAKTERISASINYA BERDASARKAN SIFAT FISIK DAN KG-SM

Minyak atsiri kenanga banyak digunakan dalam industri flavor, parfum, kosmetika, farmasi, sabun, aromaterapi dan spa [2]. Minyak kenanga merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang memiliki aroma yang khas yaitu beraroma floral dan berwarna kuning muda hingga kuning tua. Pada umumnya minyak atsiri kenanga diperoleh dengan cara mengisolasi bunga kenanga melalui metode distilasi air, distilasi uap dan air dan distilasi uap [3]. Minyak atsiri kenanga hasil distilasi uap bunga kenanga segar akan dihasilkan minyak dengan aroma yang kuat. Sehingga minyak kenanga hasil distilasi uap banyak digunakan dalam industri parfum [2]. Isolasi komponen minyak kenanga dari bunga kenanga dilakukan dengan metode distilasi uap dan menghasilkan rendemen sebesar 1,5 – 2,5% [4]. Ferdiansyah, dkk [5] melaporkan bahwa isolasi minyak kenanga menggunakan metode distilasi uap selama 8 jam, diperoleh rendemen sebesar 1,95% akan tetapi belum diketahui komponen kimia penyusun minyak atsiri kenanga secara lengkap. Megawati dan Saputra [6], melaporkan bahwa minyak atsiri kenanga yang dihasilkan melalui distilasi uap dan air bunga kenanga diperoleh rendemen minyak sebesar 0,936% sedangkan minyak atsiri kenanga yang dihasilkan melalui metode distilasi air diperoleh rendemen sebesar 0,41% [7] dan 1,8% untuk rendemen yang diperoleh melalui metode ekstraksi superkritis fluida [8].
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Rendemen dan Mutu Minyak Ylang-ylang Hasil dari Penyimpanan Bunga

Rendemen dan Mutu Minyak Ylang-ylang Hasil dari Penyimpanan Bunga

Di pasar internasional, minyak ylang-ylang dikenal memiliki aroma yang menyejukkan. Banyak negara maju seperti Perancis, Amerika Serikat, Jepang dan negara Eropa Barat yang mengkonsumsi minyak ylang-ylang sebagai bahan baku industri parfum dan kosmetik. Minyak ylang-ylang merupakan hasil penyulingan dari bunga tanaman ylang-ylang (Cananga odorata forma genuine Hook Fil. et Thompson), minyak ini memiliki aroma yang hampir sama dengan minyak kenanga yang berasal dari bunga tanaman kenanga (Cananga odorata forma macrophylla). Namun minyak ylang-ylang memiliki kandungan benzil benzoat yang relatif lebih tinggi dari minyak kenanga sehingga memiliki aroma yang menyejukkan dan membuat kualitas dari minyak ylang-ylang lebih tinggi, oleh karena itu harga minyak ylang-ylang menjadi lebih mahal dari pada minyak kenanga (Agusta 2000). Harga minyak ylang-ylang di pasaran dunia yaitu sekitar US$ 110,07/kg, dengan volume perdagangan sebesar 87 ton/tahun (Djazuli 2006). Hal inilah yang menyebabkan para pengusaha perkebunan tertarik untuk mengembangkan tanaman ylang-ylang. Selain itu menurut Djazuli (2006) tanaman ylang-ylang cocok untuk dijadikan sebagai tanaman konservasi pada lahan-lahan kritis karena pohon ylang-ylang mampu memiliki tajuk yang luas dan akar yang dalam, sehingga mampu menahan erosi dan air.
Baca lebih lanjut

112 Baca lebih lajut

Aplikasi minyak atsiri pada produk gel pengharum ruangan anti serangga

Aplikasi minyak atsiri pada produk gel pengharum ruangan anti serangga

Minyak atsiri, yang dikenal dengan nama minyak kenanga, yang mempunyai khasiat dan bau yang khas dan ekstrak bunga kenanga memiliki kemampuan menolak nyamuk karena adanya kandungan linalool, geraniol, dan eugenol (Anonim 2008). Kandungan terbesar minyak atsiri bunga kenanga terdiri atas linalool, geraniol dan eugenol, dengan aroma yang khas menyengat yang tidak disukai serangga (Ketaren 1985). Komponen penyusun minyak lemon berdasarkan hasil GCMS adalah limonene dengan jumlah 76.28%, mirsen 1.33%, osimen 1.37%, linalool 0.56%, nonanal 0.54%, geraniol 0.98%, α -sitral 5.58%, dan z-sitral 7.70% (Sukmawaty 2002). Berdasarkan literatur di atas diketahui bahwa minyak lemon dan minyak kenanga disusun oleh beberapa senyawa yang sama antara lain, linalool dan geraniol. Oleh karena itu, kecocokan dari komposisi bahan aktif penolak serangga (minyak sereh wangi 2% dan minyak lavender 2%) pada sampel uji dengan wangi lemon dan wangi kenanga diduga oleh adanya kesamaan pada komponen penyusun minyak lemon dan minyak kenanga. Komponen utama minyak lavender adalah linalool (51%) dan asetat linayl (35%) (Anonim 2010). Komponen utama minyak sereh wangi adalah sitronellal (32-45%), geraniol (12- 18%), dan sitronellol (12-15%) (Utomo et al. 2008).
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

Perbedaan Kualitas Minyak Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Berdasarkan Bagian Pada Tanaman

Perbedaan Kualitas Minyak Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Berdasarkan Bagian Pada Tanaman

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak atsiri terbesar yang cukup penting diperdagangan dunia. Indonesia memiliki 40 jenis minyak atsiri yang dapat diperdagangkan, namun hanya sekitar 14 jenis yang diekspor, seperti: minyak nilam, minyak pala, minyak sereh wangi, minyak kenanga, minyak akar wangi, minyak kayu putih, minyak cengkeh, minyak lada, minyak jahe (Halimah, 2010).

3 Baca lebih lajut

Karakterisasi Simplisia Dan Uji Aktivitas  Anti Nyamuk Dari Minyak Atsiri  Bunga Tumbuhan Kenanga  (Cananga odorata (Lam.) Hook.f. & Thomson)  Pada Sediaan Lotion

Karakterisasi Simplisia Dan Uji Aktivitas Anti Nyamuk Dari Minyak Atsiri Bunga Tumbuhan Kenanga (Cananga odorata (Lam.) Hook.f. & Thomson) Pada Sediaan Lotion

Cara menghindari nyamuk yang paling baik adalah dengan pemakaian anti nyamuk berbentuk lotion yang dapat melindungi tubuh dari gigitan nyamuk. Minyak atsiri merupakan minyak yang mudah menguap dengan komposisi yang berbeda – beda dan sifat kimia berbeda – beda. Bunga kenanga mengandung minyak atsiri, yang dikenal dengan nama minyak kenanga, yang mempunyai khasiat dan bau yang khas. Minyak atsiri pada bunga kenanga memiliki kemampuan menolak nyamuk karena adanya kandungan linalool, geraniol, dan eugenol. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah minyak bunga kenanga dapat diformulasikan dalam lotion yang stabil dan untuk mengetahui efektivitas minyak bunga kenanga sebagai anti nyamuk.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

Gel Pengharum Ruangan Dengan Pewangi Minyak Melati dan Fiksatif Minyak Akar Wangi

Gel Pengharum Ruangan Dengan Pewangi Minyak Melati dan Fiksatif Minyak Akar Wangi

Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Karagenan dan Gom Xantan Dengan Minyak Nilam Sebagai Fiksatif dan Minyak Kenanga Sebagai Pewangi.. Medan : Universitas Sumatera Utara.[r]

2 Baca lebih lajut

Formulasi Dan Pengujian Sifat Fisik Krim Aromaterapi Minyak Bunga Kenanga (Canangium Odoratum, Baill.) Dengan Basis Krim Susu rr

Formulasi Dan Pengujian Sifat Fisik Krim Aromaterapi Minyak Bunga Kenanga (Canangium Odoratum, Baill.) Dengan Basis Krim Susu rr

Penggunaan melalui saluran pencernaan dapat dilakukan melalui mulut (ingesti) dan melalui dubur atau vaginal. Penggunaan melalui mulut sangat jarang dilakukan, sedangkan penggunaan melalui rektal atau vaginal, biasanya diberikan dalam bentuk suppositoria untuk pengobatan irritable bowel syndrome, wasir, infeksi liang vagina dan keputihan. Pada metode ini, minyak essensial akan langsung diserap tubuh, untuk selanjutnya dibawa oleh sirkulasi darah dan limfatik menuju ke susunan syaraf pusat (SSP), dari sini akan dikirim pesan menuju organ yang mengalami gangguan atau ketidakseimbangan. Pada penggunaan metode ini, perlu diperhatikan jumlah dosis yang diberikan mengingat pada metode ini, minyak atsiri langsung masuk ke sirkulasi darah, serta perlu diperhatikan minyak essensial dan zat pembawa yang digunakan, untuk menghindari iritasi pada mukosa (Primadiati, 2002).
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...