Model ASSURE

Top PDF Model ASSURE:

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI DENGAN MODEL ASSURE PADA SISWA KELAS XI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL 4 SMA NEGERI 4 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2010 2011

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI DENGAN MODEL ASSURE PADA SISWA KELAS XI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL 4 SMA NEGERI 4 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2010 2011

Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan dalam empat tahap, yaitu : (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan interpretasi, dan (4) analisis dan refleksi tindakan. Deskripsi hasil penelitian dari siklus I sampai siklus II dapat dijelaskan sebagai berikut: Sebelum melaksanakan siklus I, peneliti melakukan survei awal untuk mengetahui kondisi / keadaan yang ada di kelas XI Ilmu Pengetahuan Sosial 4 SMA Negeri 4 Surakarta. Survei awal dilakukan pada saat peneliti melaksanakan kegiatan Program Pengalaman Lapangan (PPL) tahun 2010. Dari hasil survei ini, peneliti menemukan bahwa prestasi belajar akuntansi pada siswa kelas XI Ilmu Pengetahuan Sosial 4 SMA Negeri 4 Surakarta masih belum maksimal. Oleh karena itu, peneliti mengadakan diskusi dengan guru kelas dan mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu dengan menerapkan model ASSURE
Baca lebih lanjut

198 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KUALITAS PROSES PEMBELAJARAN DAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA DENGAN MODEL ASSURE | Fitriani | Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran 300 545 1 SM

MENINGKATKAN KUALITAS PROSES PEMBELAJARAN DAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA DENGAN MODEL ASSURE | Fitriani | Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran 300 545 1 SM

Dari hasil pelaksanaan siklus II, ada peningkatan kualitas proses dan kemampuan menulis cerita siswa jika dibandingkan dengan siklus I. Siklus II merupakan siklus terakhir dalam penelitian ini. Pada siklus ini guru dan peneliti berupaya memperkecil segala kelemahan atau kekurangan yang terjadi selama pelaksanaan pembelajaran menulis cerita. Pelaksanaan siklus terakhir dengan model ASSURE ini merupakan siklus yang menguatkan hasil pada siklus I bahwa penerapan model ASSURE dapat meningkatkan kualitas proses dan kemampuan menulis cerita pada siswa kelas V SD Muhamadiyah 11 Surakarta.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS MODEL ASSURE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI STRUCTURED QUERY LANGUANGE (SQL).

MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS MODEL ASSURE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI STRUCTURED QUERY LANGUANGE (SQL).

Menurut pribadi (2011), Secara umum, model desain pembelajaran dapat diklasifikasikan ke dalam model berorientasi kelas, model berorientasi sistem, model berorientasi produk, model prosedural dan model melingkar. Model berorientasi kelas biasanya ditujukan untuk mendesain pembelajaran level mikro (kelas) yang hanya dilakukan setiap dua jam pelajaran atau lebih, contohnya adalah model ASSURE. Model berorientasi produk adalah model desain pembelajaran untuk menghasilkan suatu produk, biasanya media pembelajaran, misalnya video pembelajaran, multimedia pembelajaran, atau modul, contoh modelnya adalah model Hannafin and Peck. Kemudian model berorientasi sistem yaitu model desain pembelajaran untuk menghasilkan suatu sistem pembelajaran yang cakupannya luas, seperti desain sistem suatu pelatihan, kurikulum sekolah, dan lain-lain, contohnya adalah model ADDIE. Selain itu ada juga model prosedural dan model melingkar, contoh dari model prosedural adalah model Dick and Carrey dan contoh model melingkar adalah model Kemp.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DENGAN MODEL ASSURE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH UNGGULAN ASSALAM CATAKGAYAM MOJOWARNO JOMBANG.

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DENGAN MODEL ASSURE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH UNGGULAN ASSALAM CATAKGAYAM MOJOWARNO JOMBANG.

Proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yang ada di MI Unggulan Assalam Catakgayam Mojowarno Jombang kelas V didominasi dengan ceramah dan hafalan. Pembelajaran juga berorientasi pada guru sehingga nampak keaktifan didominasi guru sedangkan siswa pasif mendengarkan yang mengakibatkan ketuntasan hasil belajar mayoritas siswa rendah. Oleh karena itu, peneliti merumuskan solusi terhadap permasalahan tersebut dengan desain pembelajaran model ASSURE yang memadukan antara materi, metode, dan media pada kegiatan belajar mengajar di kelas. Dengan pengembangan pembelajaran ini, diharapkan mampu menambah daya tarik siswa untuk belajar sehingga ketuntasan hasil belajar dapat dicapai oleh semua siswa.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN MODEL ASSURE TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KERUSAKAN DAN UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI: Studi Quasi Eksperimen di Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Cikalongwetan.

PENGARUH PENERAPAN MODEL ASSURE TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KERUSAKAN DAN UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI: Studi Quasi Eksperimen di Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Cikalongwetan.

Mengingat penelitian ini bukan dalam kondisi laboratorium tapi dalam kegiatan sehari-hari sehingga tidak dimungkinkan untuk mengontrol semua variabel bebas dan terikat secara ketat, maka bentuk penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Experiment). Maka penelitian didesain dengan menggunakan Design Non-Equivalent, Pretest-Posttest Control Group Design. Desain ini dalam bentuknya yang sederhana terdiri dari hanya satu perlakuan dan sebuah kontrol, tetapi alur dikembangkan menjadi beberapa perlakuan. Dua kelompok yang ada diberi pretes dan terakhir diberikan posttes. Perbedaannya kelompok eksperimen diberikan perlakuan yaitu dengan menggunakan desain pembelajaran model ASSURE dan kelompok kontrol tidak ada perlakuan. Berikut desain penelitiannya:
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Bab 4: Perancangan, Pemilihan, Penghasilan dan Penilaian Media Pengajaran. (Model Assure) - Tajuk 4

Bab 4: Perancangan, Pemilihan, Penghasilan dan Penilaian Media Pengajaran. (Model Assure) - Tajuk 4

Komponen yang akhir dalam Model ASSURE ini ialah penilaian dan menyemak semula perancangan. Langkah ini menyentuh dua aspek penilaian, iaitu penilaian pembelajaran dan penilaian pengajaran. Penilaian seharusnya dibuat sepanjang proses pengajaran- pembelajaran untuk memastikan pemilihan objektif, media dan bahan sumber sesuai dengan keupayaan pelajar. Penilaian semasa proses pengajaran-pembelajaran boleh dibuat melalui pemerhatian perlakuan pembelajaran pelajar. Melalui penilaian semasa proses pembelajaran, tindakan menangani masalah pembelajaran boleh diambil. Pada masa ini, guru boleh mengubah teknik, memudahkan bahasa atau mengambil tindakan alternative lain. Penilaian ini membawa kepada penilaian pembelajaran ke arah pencapaian objektif pengajaran-pembelajaran.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - Model ASSURE

BAB I PENDAHULUAN - Model ASSURE

- Penyediaan infrastruktur (ICT) dan perangkat keras relatif masih mahal dan belum terjangkau oleh semua lembaga atau organisasi pendidikan di Indonesia. Salah satu model pembelajaran yang umum sebagai gaya belajar adalah model ADDIE menurut Rieser dan Mollenda. Berikut adalah uraian mengenai model ADDIE : MODEL ADDIE MENURUT RIESER DAN MOLLENDA

18 Baca lebih lajut

Pengembangan Media Video Pembelajaran Ma

Pengembangan Media Video Pembelajaran Ma

Pengembangan media video pembelajaran model ASSURE didesain mengarah pada upaya pemecahan masalah belajar serta terprogram dengan urutan – urutan kegiatan yang sistematis terdiri dari 6 langkah model rancangan pembelajaran ASSURE yaitu: Analyze Learner (Analisis Pembelajar), State Standars And Objectives (Menentukan Standard Dan Tujuan), Select Strategis, Teknology, Media, and Materials ( Memilih, Strategi, Teknologi, Media dan Bahan ajar), Utilize Technology, Media and Materials (Menggunakan Teknologi, Media dan Bahan Ajar), Require Learner Participation (Mengembangkan Partisipasi Peserta Didik), Evaluate and Revise (Mengevaluasi dan Merevisi).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MATEMATIS SISWA SMP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ASSURE.

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MATEMATIS SISWA SMP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ASSURE.

Namun demikian berdasarkan kajian kita terhadap buku panduan tentang model pembelajaran ASSURE pada RPP yang kita buat memiliki perbedaan dengan RPP model-model lain. Dari enam langkah model pembelajaran ini ada tiga langkah yang tersirat dan ada tiga langkah yang tersurat dalam RPP. Pada langkah pertama yaitu tahap Analyze Learner characteristics telah terdapat pada awal RPP misalnya satuan pendidikan SMP. Pada langkah kedua yaitu tahap State Objectives telah terdapat pada RPP yang berasal dari silabus diantaranya: Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator, dan Tujuan Pembelajaran. Langkah ketiga Select Methods, Media and Materials adalah diantaranya termuat dalam RPP metode, media, dan materi pembelajaran. Sedangkan langkah selanjutnya Utilize Media and Materials, requires learner participation, serta Evaluation and revise terdapat dalam langkah-langkah pembelajaran. Sehingga nampak sekali perbedaan antara RPP konvensional dengan RPP model ASSURE. Hal tersebut di atas di dukung berdasarkan penggalian dari buku tentang model pembelajaran ASSURE yang peneliti gunakan dan berdasarkan petunjuk dan arahan para expert, dosen pembimbing serta rekan-rekan akademisi.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PROS. docx

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PROS. docx

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan menggunakan model ASSURE dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Penelitian ini bertujuan untuk; 1) Menghasilkan produk perangkat pembelajaran model inkuiri terbimbing yang dikembangkan menurut model ASSURE, 2) Menganalisis kelayakan perangkat pembelajaran IPA menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing ditinjau dari aspek; kelayakan silabus, RPP, bahan ajar, validitas lembar penilaian (LP), dan keterbacaan LKPD yang dikembangkan, 3) Mendeskripsikan keterlaksanaan rencana pembelajaran selama proses pembelajaran IPA menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing, 4) Mendeskripsikan aktivitas guru dan kendala- kendala yang dihadapi beserta solusinya selama proses pembelajaran IPA, 5) Mendeskripsikan hasil belajar peserta didik setelah melakukan pembelajaran IPA ditinjau dari aspek; aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran, pengukuran ketuntasan hasil belajar, keterampilan berpikir kritis, dan respon peserta didik terhadap proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan di SMPN 2 Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Hasil penelitian pengembangan perangkat pembelajaran; 1) produk perangkat pembelajaran model inkuiri terbimbing yang dikembangkan dengan model ASSURE, 2) kelayakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan ditinjau dari komponen silabus, keterlaksanaan RPP, komponen Bahan Ajar, keterbacaan LKPD dan validitas LP pada konsep Proses Fisiologis Tumbuhan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik secara umum layak dan baik digunakan untuk pembelajaran, 3) keterlaksanaan rencana pembelajaran pada proses pembelajaran IPA selama kegiatan belajar mengajar terhadap perangkat pembelajaran model inkuiri terbimbing berkategori “baik”, 4) aktivitas guru
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

MODEL PEMBELAJARAN ASSURE

MODEL PEMBELAJARAN ASSURE

Model pembelajaran ASSURE sangat membantu dalam merancang program dengan menggunakan berbagai jenis media. Model ini menggunakan beberapa langkah, yaitu Analyze Learners, State Objectives, Select Methods, Media and Materials, Utilize Media and Materials, Require Learner Participation, dan Evaluate and Revise. Kesemua langkah itu berfokus untuk menekankan pengajaran kepada peserta didik dengan berbagai gaya belajar, dan konstruktivis belajar dimana peserta didik diwajibkan untuk berinteraksi dengan lingkungan mereka dan tidak secara pasif menerima informasi. Secara sederhana manfaat dari model ASSURE Sederhana, relatif mudah untuk diterapkan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Makalah Model Pembelajaran ASSURE (1)

Makalah Model Pembelajaran ASSURE (1)

Pembelajaran yang efektif dan efisien dapat diwujudkan dengan memanfaatkan berbagai teknologi dan media yang mendukung pembelajaran. Pemanfaatan media dan teknologi ini akan membantu guru dan siswa lebih mempermudah komunikasi terutama dalam menyampaikan dan menangkap pesan pembelajaran. Media dan teknologi memegang peranan penting dalam mendukung proses pembelajaran. Untuk dapat mewujudkan suatu proses pembelajaran yang menggunakan teknologi dan media, guru dapat memilih model ASSURE. Model ini merupakan suatu pendekatan sistematis untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif dengan langkah: menganalisis karakteristik siswa, menetapkan standar dan tujuan pembelajaran, memilih metode, media dan materi pelajaran, menggunakan teknologi, media, dan materi, mengaktifan keterlibatan siswa, evaluasi dan revisi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ASSURE TERHADAP HASIL BELAJAR IPS.

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ASSURE TERHADAP HASIL BELAJAR IPS.

Berdasarkan hasil uji hipotesis me- nunjukan bahwa hasil belajar siswa yang di- beri perlakuan model pembelajaran ASSURE lebih baik daripada hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran lang- sung. Hal ini terjadi dikarenakan model pem- belajaran ASSURE memiliki kelebihan yaitu penyampaian cara mengajar yang sesuai de- ngan gaya belajar anak sehingga mencipta- kan proses pembelajaran yang efektif. Pro- gram pembelajaran akan berlangsung efektif jika sesuai dengan karakter siswa yang bela- jar. Langkah pertama dari implementasi mo- del desain pembelajaran ASSURE yaitu me- lakukan analisis terhadap karakteristik siswa (Benny A. Pribadi,2011 : 42).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Application of ASSURE Model Based on Character Education in Improving Learning of Indonesian Civilization History Topic on the Fifth Grade Students of SDN 1 Klapasawit in the Academic Year of 2014 2015. | Kasanah | KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN 5550 11895 1

Application of ASSURE Model Based on Character Education in Improving Learning of Indonesian Civilization History Topic on the Fifth Grade Students of SDN 1 Klapasawit in the Academic Year of 2014 2015. | Kasanah | KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN 5550 11895 1

Abstrak: Aplikasi Model ASSURE berbasis Pendidikan Karakter untuk Meningkatkan Pembelajaran Tema Sejarah Peradaban Indonesia Siswa Kelas V SDN 1 Klapasawit Tahun Ajaran 2014/2015. Tujuan penelitian ini yaitu: mendeskripsikan model ASSURE berbasis pendidikan karakter dan meningkatkan pembelajaran tema sejarah peradaban indonesia pada kompetensi dasar IPS. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif. Penelitian dilaksanakan selama tiga siklus. Alat pengumpul data yang digunakan adalah observasi, pedoman wawancara, check list dan tes hasil belajar siswa. Simpulan penelitian ini adalah aplikasi model ASSURE berbasis pendidikan karakter yang dilaksanakan dengan langkah-langkah yang benar dapat meningkatkan pembelajaran tema sejarah peradaban Indonesia pada kompetensi dasar IPS pada siswa kelas V SDN 1 Klapaswit tahun ajaran 2014/2015.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Senie Destya 1) , Isnanto Prasetyo

Senie Destya 1) , Isnanto Prasetyo

Model pengembangan yang digunakan dalam pengembangan bahan ajar ini adalah ADDIE Model yang merupakan salah satu model desain pembelajaran sistematik. Romiszowski (1996) mengemukakan bahwa pada tingkat desain materi pembelajaran dan pengembangan, sistematika sebagai aspek prosedural pendekatan sistem telah diwujudkan dalam banyak praktik metodologi untuk desain dan pengembangan teks, materi audiovisual, dan materi pembelajaran berbasis komputer. Pemilihan model ini didasari atas pertimbangan bahwa model ini dikembangkan secara sistematis dan berpijak pada landasan teoretis desain pembelajaran. Model ini disusun secara terprogram
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perancangan dan Pemanfaatan Media Pembel

Perancangan dan Pemanfaatan Media Pembel

Model pembelajaran ASSURE ini lebih berorientasi pada pemanfaatan media dan teknologi dalam menciptakan proses dan aktivitas pembelajaran yang diinginkan. Pemanfaatan model desain pembelajaran ASSURE perlu dilakukan tahap demi tahap (sistematik) dan menyeluruh (holistik) agar dapat memberikan hasil yang optimal yaitu terciptanya pembelajaran yang efektif, efisien, dan menarik. Pada dasarnya, model desain pembelajaran ASSURE dapat diimplementasikan dalam beragam “setting” pendidikan, baik formal maupun nonformal. Model desain pembelajaran ini akan memberikan dampak yang lebih positif apabila diaplikasikan dalam skala kecil (mikro) seperti halnya program pembelajaran yang berlangsung di kelas dan pada program pelatihan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISIS STRATEGI GURU PAI DALAM MENGEMBANGKAN MATERI AJAR DENGAN MODEL DESAIN ASSURE UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 1 TAYU PATI - STAIN Kudus Repository

ANALISIS STRATEGI GURU PAI DALAM MENGEMBANGKAN MATERI AJAR DENGAN MODEL DESAIN ASSURE UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 1 TAYU PATI - STAIN Kudus Repository

Model ASSURE merupakan sebuah desain pembelajaran yang meliputi beberapa tahapan-tahapan. Dengan adanya tahapan-tahapan akan membuat pembelajaran berlangsung secara sistematis sehingga akan menjadikan suatu kegiatan pembelajaran yang aktif, efektif dan efisien. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap siswa salah satunya yakni mengenai prestasi belajar siswa. Prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh potensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. Pencapaian hasil belajar tersebut dapat diketahui dengan mengadakan penilaian tes hasil belajar. Penilaian diadakan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. Di samping itu guru dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

DESIGNING THE ICTs-BASED BLENDED LEARNING OF ENGLISH PHONOLOGY WITH ASSURE MODEL.

DESIGNING THE ICTs-BASED BLENDED LEARNING OF ENGLISH PHONOLOGY WITH ASSURE MODEL.

Abstract: Phonology is scientific study of language sound providing crucial materials for English study and it needs the depth ability in learning this subject. Its materials include phoneme and phonetics (how to produce English sounds), phonological rules and distinctive features of sound. Therefore, The rapid growth of Information and Communication Technologies (ICTs) providing various features and tools has encouraged teachers and researchers to design an interesting learning environment for the student, such as Bailey, et al., Faryadi, and Sezer, et al. Blended learning is one of e-learning models integrating an online course and face-to- face classroom by optimizing the use of ICTs as instructional media in order to enhance the teaching and learning experience for the students and teachers. This study presents an instructional model of ASSURE used to design the ICTs-blended Learning for English Phonology instruction. ASSURE model is an systematic and complex Instructional Design (ID) process analyzing the learner’s needs. This study is a literary work examining the rigor and relevant theories regarding ASSURE model and blended learning. As a result, a model of ICTs- blended learning can be designed by using ASSURE model referred to student’s motivation building in order to enhance the student’s English phonology achievement.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ASSURE UNTU

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ASSURE UNTU

Dalam mengembangkan model desain system pembelajaran ASSURE, dikemukakan oleh Benny A. Pribadi (2009:111) dikutip dari penulis- Smaldino, Russel,Heiich, dan Molenda-mendasari pikirannya pada pandangan Robert M. Gagne (1985) tentang peristiwa pembelajaran atau “event of instruction”. Menurut Gagne, desain pembelajaran yang efektif harus dimulai dari upaya yang dapat memicu atau memotivasi seseorang untuk belajar. Langkah ini perlu diikuti dengan proses pembelajaran yang sistematik, penilaian hasil belajar, dan pemberian umpan balik tentang pencapaian hasil belajar secara kontinyu.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Evaluasi Multimedia Interaktif

Evaluasi Multimedia Interaktif

Media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran memerlukan perencanaan yang baik. Heinich, dan kawan-kawan dalam Arsyad (2005) mengajukan model perencanaan penggunaan media yang efektif dikenal dengan istilah ASSURE (Analyze learner characteristics (menganalisis karakteristik umum kelompok sasaran), State objective (menyatakan atau merumuskan tujuan pembelajaran), Select or modify media (memilih, memodifikasi, atau merancang dan mengembangkan materi dan media yang tepat), Utilize (menggunakan materi dan media), Require learner response (meminta tanggapan dari siswa) and Evaluate (mengevaluasi proses belajar).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...