Model Explicit Instruction

Top PDF Model Explicit Instruction:

PENGARUH MODEL EXPLICIT INSTRUCTION TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI DI SMA NEGERI JATINANGOR.

PENGARUH MODEL EXPLICIT INSTRUCTION TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI DI SMA NEGERI JATINANGOR.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa hasil belajar yang diperoleh siswa meningkat setelah diterapkan model pembelajaran explicit instruction. Salah satu hasil yang diperoleh dari penelitian terdahulu yaitu oleh Noni Angeline Yunita yang berjudul “ peningkatan hasil belajar siswa menggunakan media Power Point dan Animasi Berbasis Macromedia Flash dengan model Explicit Instruction pada mata pelajaran Desain Grafis kelas XI IPA 1 dan IPA 2 di SMA Negeri 11 Yogyakarta ” hasil penelitian menunjukkan bahwa Model Explicit Instruction pada mata pelajaran desain grafis menggunakan media power point dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 11 Yogyakarta yang diterapkan dalam materi penggunaan perangkat lunak pembuat animasi. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari nilai rata-rata 82.37 pada tahap pre-test menjadi 89.11 pada tahap siklus I, dan menjadi 93.11 pada siklus II. Penelitian serupa juga pernah dilakukan oleh Hilda Aini Siregar yang berjudul “Pengaruh Model Explicit Instruction terhadap Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas X di SMK Negeri 1 Binjai ”, dengan kesimpulan bahwa hasil belajar yang diajarkan dengan model Explicit Instruction lebih tinggi daripada hasil belajar akuntansi yang diajarkan dengan metode konvensional di SMK Negeri 1 Binjai Tahun Ajaran 2011/2012. Dengan demikian penerapan model pembelajaran explicit instruction dirasa mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

MODEL EXPLICIT INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA PELAJARAN TIK.

MODEL EXPLICIT INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA PELAJARAN TIK.

Kurangnya pemahaman konsep siswa terhadap materi pelajaran salah satunya disebabkan oleh kurangnya fasilitas teknologi informasi dan komunikasi, serta pembelajaran yang hanya berpusat pada guru membuat siswa berperilaku pasif serta kurangnya kreativitas dan produktivitas dalam pembelajaran. Melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran adalah salah satu solusi untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman siswa setelah diberikan perlakuan pembelajaran dengan model Explicit Instruction berbantuan multimedia interaktif. Sedangkan metode penelitian yang digunakan yaitu Pre-Experimental Design dengan desain One-Group Pretest-Postest Design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 40 Bandung. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh rata-rata nilai pretes sebesar 33,39, sedangkan rata-rata nilai postes sebesar 80,71. Pengujian menggunakan uji t berpasangan diperoleh hasil yang menyatakan bahwa pada tes akhir terdapat perbedaan yang signifikan setelah diterapkan model Explicit Instruction dengan berbantuan multimedia interkatif. Skor indeks gain dari pretes dan postes didapatkan sebesar 0,70. Hal tersebut menunjukan bahwa model Explicit Instruction berbantuan multimedia interaktif dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa.. Dalam penelitian ini, siswa umumnya memberi respon baik pada penerapan model Explicit Instruction berbantuan multimedia interkatif. Hal ini dapat dilihat dari hasil angket yang diberikan kepada siswa pada tahap akhir dari penelitian.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL EXPLICIT INSTRUCTION DENGAN MEDIA BAHAN ALAM DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN SBK TENTANG MENCETAK TIMBUL PADA SISWA KELAS II SD | Rohman | KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN 8396 18034 1 PB

PENERAPAN MODEL EXPLICIT INSTRUCTION DENGAN MEDIA BAHAN ALAM DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN SBK TENTANG MENCETAK TIMBUL PADA SISWA KELAS II SD | Rohman | KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN 8396 18034 1 PB

Hal tersebut sesuai dengan kekurangan model Explicit Instruction yang sudah dikemukakan oleh Sudrajat (2011: 6) yaitu: a) tidak semua siswa memiliki kemampuan untuk meng- asimilasikan informasi melalui men- dengarkan, mengamati, dan mencatat, b) siswa hanya memiliki sdikit kesempatan untuk terlibat aktif, se- hingga sulit bagi siswa untuk me- ngembangkan keterampilan sosial dan interpersonal, c) pembelajaran ini ber- gantung pada kemampuan dan kesiapan guru dalam memerapkan model Explicit Instruction, dan d) model ini kurang dapat menngembangkan ke- mandirian siswa karena guru cenderung lebih dominan. Solusi yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini yaitu guru harus mampu memahami materi secara menyeluruh dan dapat me- ngembangkan potensi yang ada pada diri siswa.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL EXPLICIT INSTRUCTION DENGAN METODE DEMONSTRASI BERBANTU MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN.

PENERAPAN MODEL EXPLICIT INSTRUCTION DENGAN METODE DEMONSTRASI BERBANTU MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kognitif siswa yang menggunakan model pembelajaran Explicit Instruction dengan metode demonstrasi berbantu multimedia dalam pembelajaran Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi lebih meningkat daripada model konvensional dan Untuk mengetahui tanggapan siswa mengenai pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Explicit Instruction dengan metode demonstrasi berbantu multimedia . Metode penelitian yang digunakan adalah quasy experiment dengan desain pretest posttest nonequivalent kontrol group design. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Pemasaran 1 dan X Pemasaran 2 SMK PGRI 2 Cimahi. Indeks gain pada kelas eksperimen lebih besar dari kelas kontrol. Pada kelas eksperimen, nilai indeks gain yang didapatkan sebesar 0.49, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 0.26. Dalam penelitian ini, siswa merespon cukup baik pada penerapan model Explicit Instruction dengan metode demonstrasi berbantu multimedia. Hal ini dapat diamati dari hasil angket yang diberikan kepada siswa pada tahap akhir dari penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan kognitif siswa dengan diterapkannya model Explicit Instruction dengan metode demonstrasi berbantu multimedia, dan peningkatan ini lebih baik daripada pembelajaran yang menggunakan model konvensional.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

S KOM 1103224 Abstract

S KOM 1103224 Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun multimedia pembelajaran interaktif game berbasis model Explicit Instruction pada mata pelajaran Pemrograman Dasar dan memperoleh respon siswa terhadap multimedia yang telah dibangun. Metode yang digunakan dalam mencapai tujuan penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D). Sesuai dengan tujuan penelitian ini maka materi yang disampaikan di dalam multimedia ini mengacu pada tahapan yang ada pada model Explicit Instruction. Sedangkan tahapan yang dilakukan dalam pengembangan multimedia ini adalah tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi dan penilaian. Multimedia yang telah dibangun kemudian diuji cobakan secara terbatas kepada 30 siswa kelas X Prodi Teknologi Komputer dan Informatika (TKI) SMK Negeri 2 Bandung. Hasil penelitian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: 1) multimedia pembelajaran yang telah dikembangkan dinyatakan layak diuji cobakan dan dikategorikan sangat baik berdasarkan hasil validasi ahli media dengan persentase 89,33% dan hasil validasi oleh ahli materi dengan persentase 80%, 2) multimedia yang telah dibangun mendapat respon yang positif dari siswa dengan persentase 77,85%.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

11. BAB I  . pdf

11. BAB I . pdf

Model ini pertama kali diperkenalkan oleh Rosenshine dan Steven pada tahun 1986. Sementara Arends menyebutkan teori yang melandasi model ini adalah teori behavioral, penelitian tantang efektifitas guru, dan teori belajar sosial. 3 Model pembelajaran Explicit Instruction juga telah digunakan oleh beberapa peneliti terutama pada pelajaran yang bersifat bahasa dan eksakta, dengan hasil penelitiannya peserta didik dapat menguasai materi pelajaran tersebut dengan mahir. Disisi lain, Dedi Rohendi mengatakan beberapa peneliti juga telah membandingkan antara model Explicit Instruction dengan model Implicit Instruction pada pelajaran yang sama, disini peneliti memperoleh hasil bahwa model Explicit Instruction lebih baik dibandingkan model Implicit Instruction dilihat dari penerimaan informasi pemilihan strategi dan level formalis bagi peserta didik. 4
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

S PEA 0901631 Chapter5

S PEA 0901631 Chapter5

1. Kepada guru Akuntansi agar dapat menggunakan model explicit instruction sebagai variasi model pembelajaran pada materi kertas kerja, karena dapat meningkatkan keaktifan siswa dan memberikan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran akuntansi sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

2 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (17)

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (17)

Model ini pertama kali diperkenalkan oleh Rosenshine dan Steven pada tahun 1986. Sementara Arends menyebutkan teori yang melandasi model ini adalah teori behavioral, penelitian tantang efektifitas guru, dan teori belajar sosial. Model pembelajaran Explicit Instruction juga telah digunakan oleh beberapa peneliti terutama pada pelajaran yang bersifat bahasa dan eksakta, dengan hasil penelitiannya peserta didik dapat menguasai materi pelajaran tersebut dengan mahir. Disisi lain, Dedi Rohendi mengatakan beberapa peneliti juga telah membandingkan antara model Explicit Instruction dengan model Implicit Instruction pada pelajaran yang sama, disini peneliti memperoleh hasil bahwa model Explicit Instruction lebih baik dibandingkan model Implicit Instruction dilihat dari penerimaan informasi pemilihan strategi dan level formalis bagi peserta didik (Lori Thomas dan Pam Seley, 2001).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXPLICIT INTSRUCTION DENGAN VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PKK SISWA KELAS XI TKK SMK N 5 SURAKARTA 2014/2015.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXPLICIT INTSRUCTION DENGAN VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PKK SISWA KELAS XI TKK SMK N 5 SURAKARTA 2014/2015.

Erlitha Oktavie. THE APPLICATION OF COOPERATIVE MODEL TYPE EXPLICIT INSTRUCTION WITH EDUCATIONAL VIDEO ON THE COURSE TIMBER CONSTRUCTION PRACTICE SUBJECT IN CLASS XI TKK SMKN 5 SURAKARTA 2014/2015. Research paper, Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret University. October 2015.

Baca lebih lajut

S KOM 1205900 Chapter1

S KOM 1205900 Chapter1

Dengan adanya multimedia berbasis game adventure, yang banyak diminati oleh siswa-siswa SMK, dipadu dengan menggunakan model pembelajaran explicit instruction di dalamnya, pemahaman konsep pada mata pelajaran pemrograman web akan lebih mudah dicerna oleh siswa. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penelitian yang akan dilakukan berjudul “Peningkatan Pemahaman Konsep Siswa SMK melalui Multimedia Game Adventure dengan Model Explicit Instruction

6 Baca lebih lajut

S KOM 1100304 Chapter 1

S KOM 1100304 Chapter 1

Munir (2013, hlm.113) menyatakan bahwa dengan menggunakan media pembelajaran berbasis multimedia dapat memadukan media-media dalam proses pembelajaran, maka proses pembelajaran akan berkembang dengan baik, sehingga membantu pendidik menciptakan pola pengajaran yang interaktif. Maksud interaktif disini adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya (Daryanto, 2013, hlm.51). Adapun seperti yang telah diungkapkan Munir (2013, hlm.114) mengenai alasan yang menjadi penguat pembelajaran harus didukung oleh media pembelajaran interaktif yaitu: (1) Pesan yang disampaikan materi terasa nyata, (2) Merangsang berbagai indera, (3) Visualisasi dalam bentuk teks, gambar, audio, video maupun animasi akan lebih ditangkap dan diingat oleh peserta didik, (4) Proses pembelajaran lebih mobile dan (5) Menghemat waktu dan biaya. Salah satu model multimedia pembelajaran adalah model games atau permainan(Deni, 2012, hlm.60). Deni (2012, hlm.66) menyebutkan bahwa model permainan dikembangkan berdasarkan atas “pembelajaran menyenangkan”.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENERAPAN KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION DENGAN TEKNIK MARRY GO ROUND UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI IS DI SMA ST.YOSEPH MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

PENERAPAN KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION DENGAN TEKNIK MARRY GO ROUND UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI IS DI SMA ST.YOSEPH MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

Untuk memecahkan masalah diatas, penelitian ini dilakukan bekerja sama dengan guru mata pelajaran Akuntansi dengan menerapkan kolaborasi model pembelajaran Explicit Instruction dengan teknik Marry Go Round. Dengan penerapan model ini guru menyampaikan kompetensi atau tujuan pembelajaran dan mempersiapkan siswa, mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan kepada siswa. Setelah didemonstrasikan, siswa membentuk kelompoknya masing- masing kemudian memberikan waktu kepada siswa untuk lebih memahami materi yang disampaikan. Untuk mengecek pemahaman siswa, dilakukan latihan dengan cara setiap kelompok diberi nomor masing-masing kelompok. Karton ditempel di dinding kelas yaitu didepan, samping kanan-kiri dan belakang dengan jarak tertentu. Guru menentukan waktu untuk memulai menulis, siswa cukup mengisi satu jawaban dengan waktu yang telah ditentukan oleh guru. Setelah selesai, maka diberikan kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk menjelaskan apa yang telah dijawab dari latihan yang diberikan oleh guru. Pada akhir kegiatan guru menyampaikan kesimpulan dari materi pelajaran tersebut.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S KOM 1205900 Abstract

S KOM 1205900 Abstract

Penelitian ini bertujuan membuat peningkatan pemahaman konsep siswa SMK melalui multimedia pembelajaran dalam bentuk game adventure menggunakan model explicit instruction dan memperoleh kelayakan dalam lingkup penggunanya. Pendekatan dan metode dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan metode pre-experimental serta menggunakan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas XI-RPL A di SMK Medika Com Bandung. Dari penelitian ini didapatkan hasil : 1) multimedia game adventure menggunakan model explicit instruction dinilai baik dan layak digunakan dengan rata-rata persentase kelayakan 84% oleh ahli media, kemudian hasil respons siswa terhadap multimedia game adventure dengan persentase 86% dengan kategori sangat baik. 2) dengan rincian 82% untuk aspek rekayasa perangkat lunak, 87% untuk aspek pembelajaran, dan 89% untuk aspek komunikasi visual. 3) multimedia game adventure memberikan adanya peningkatan pemahaman konsep dengan melihat indeks gain, kelompok atas sebesar 0,48, kelompok tengah 0,40 dan kelompok bawah 0,45. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan multimedia game adventure menggunakan model explicit instruction dapat digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL EXPLICITINSTRUCTION PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS IV SD SDN 060908 KEC. MEDAN DENAI T.A 2014/2015.

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL EXPLICITINSTRUCTION PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS IV SD SDN 060908 KEC. MEDAN DENAI T.A 2014/2015.

Melalui model explicit instruction, pembelajaran menulis karangan deskripsi akan membuat siswa lebih termotivasi dalam proses kegiatan belajar mengajar, karena setelah menjelaskan tujuan pembelajaran, guru terlebih dahulu akan mendemonstrasikan bagaimana cara menulis deskripsi yang baik. Selanjutnya siswa akan diberi bimbingan secara berkelompok berupa instruksi awal dan latihan terbimbing setelah siswa berhasil melakukan tugas dilatihan termbimbing , kemudian siswa diberi kesempatan untuk melakukan kegiatan latihan secara mandiri yang masih dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Hal tersebut akan membuat siswa lebih senang dalam proses kegiatan belajar mengajar sehingga siswa menjadi aktif dan pada akhirnya akan meningkatkan keterampilan menulis siswa khususnya dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

S KOM 0902015 Chapter 1

S KOM 0902015 Chapter 1

Maka dibutuhkan model pembelajaran yang dapat mengatasi masalah tersebut. Adapun beberapa pendapat mengenai model pembelajaran yang mampu mengatasi masalah tersebut diantaranya yang dikemukakan oleh El.Noor (2013) dengan model Projec Based Learning. Kemudian menurut Al Afgani (2012) dengan model Reciprocal Learning. Menurut Naila (2010) dengan model Explicit Instruction. Akan tetapi dalam praktiknya, guru harus mengingat bahwa tidak ada model pembelajaran paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. Oleh karena itu, dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa, sifat bahan ajar, fasilitas atau media yang tersedia dan kondisi guru itu sendiri.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENERAPAN KOLABORASI MODELPEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION DENGAN GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XII IS-4 SMA NEGERI1 TANJUNG MORAWA TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

PENERAPAN KOLABORASI MODELPEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION DENGAN GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XII IS-4 SMA NEGERI1 TANJUNG MORAWA TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah. Dalam hal ini siswa dituntut untuk dapat mengembangkan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural. Dimana pengetahuan deklaratif menuntut siswa agar mampu mengungkapkan sesuatu tentang materi pelajaran yang telah disampaikan oleh guru dan pengetahuan prosedural menuntut siswa untuk dapat melakukan sesuatu yang telah diajarkan. Model ini menuntut para siswa untuk lebih mengembangkan kekreatifan dalam memecahkan masalah dan memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG DIAJARKAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING PADA MATERI POKOK SISTEM TRANSMISI XI TKR SMK NEGERI 2 TEBING TINGGI TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG DIAJARKAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING PADA MATERI POKOK SISTEM TRANSMISI XI TKR SMK NEGERI 2 TEBING TINGGI TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

Pendidikan merupakan usaha sadar untuk menumbuh kembangkan potensi sumber daya manusia melalui kegiatan pengajaran. Pendidikan memegang peranan penting dalam membina kehidupan bermasyarakat menuju masa depan yang lebih baik. Semakin tinggi tingkat pendidikan suatu negara, maka semakin tinggi pula tingkat kemakmuran masyarakat. Untuk meningkatkan mutu pendidikan, banyak hal yang harus diperhatikan seperti PBM (Proses Belajar Mengajar), persediaan sarana dan prasarana, faktor guru dan pemilihan model pembelajaran, pemilihan strategi pembelajaran, dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENERAPAN KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION DENGAN MODEL GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI DI SMK SWASTA PRAYATNA MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

PENERAPAN KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION DENGAN MODEL GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI DI SMK SWASTA PRAYATNA MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

Model pembelajaran Explicit Instruction dengan model pembelajaran Group Investigation ini sangat cocok diterapkan untuk pembelajaran akuntansi. Hal ini didasarkan karena akuntansi merupakan pelajaran yang membutuhkan daya fikir yang kuat, kerjasama dalam diskusi pemecahan masalah yang efektif, siswa juga dituntut untuk bisa berinteraksi dengan teman-temannya dan bertanggung jawab pada kelompoknya. Sehingga dapat mengembangkan ranah afektif siswa tersebut dan membina ranah kognitif dan psikomotornya juga.

Baca lebih lajut

  DAMPAK STRATEGI PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR     MATEMATIKA DITINJAU DARI KONSENTRASI BELAJAR SISWA SMP   Eksperimen Pembelajaran Matematika dengan Strategi Explicit Instruction dan Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau da

DAMPAK STRATEGI PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KONSENTRASI BELAJAR SISWA SMP Eksperimen Pembelajaran Matematika dengan Strategi Explicit Instruction dan Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau da

tidak merasa canggung lagi untuk bertanya kepada teman yang sudah terlebih dahulu mengerti bahkan kepada guru. Guru sebagai fasilitator berperan mengarahkan siswa agar terstruktur dan terbimbing dalam memperoleh pengetahuan dan ketrampilan baru. Hal ini didukung oleh penelitian Safitri (2013: 160) yang menyatakan bahwa keaktifan siswa meningkat dalam bertanya, mengemukakan pendapat, bekerja sama dengan temannya, dan menyelesaikan soal-soal latihan yang diberikan dengan benar. Hal ini dapat dimaknai bahwa dengan strategi explicit instruction siswa dapat belajar secara terstruktur dalam bimbingan guru sehingga mampu memperoleh pengetahuan dan ketrampilan baru. Dari dalam diri siswa akan muncul keinginan untuk menyelesaikan permasalahan secara tepat.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENERAPAN KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM OPEN ENDED DAN EXPLICIT INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KELAS XI IPS SMA SWASTA JOSUA MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

PENERAPAN KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM OPEN ENDED DAN EXPLICIT INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KELAS XI IPS SMA SWASTA JOSUA MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

Dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan, telah banyak usaha yang dilakukan pemerintah, diantaranya ialah melakukan perubahan kurikulum pendidikan dimulai dari Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA), Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) hingga yang terbaru saat ini adalah Kurikulum Pendidikan berkarakter 2013. Selain melakukan perubahan kurikulum, usaha yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia adalah dengan pengembangan metode/model pembelajaran, penyediaan bahan – bahan pengajaran, pengembangan media pembelajaran, pengadaan alat-alat laboratorium dan peningkatan kualitas guru dengan program PPG ( Pelatihan Profesional Guru) serta program Sarjana mengajar daerah terluar, terdalam dan terpadu (SM3T).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...