Model Explicit Instruction

Top PDF Model Explicit Instruction:

PENERAPAN MODEL EXPLICIT INSTRUCTION DENGAN MEDIA BAHAN ALAM DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN SBK TENTANG MENCETAK TIMBUL PADA SISWA KELAS II SD | Rohman | KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN 8396 18034 1 PB

PENERAPAN MODEL EXPLICIT INSTRUCTION DENGAN MEDIA BAHAN ALAM DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN SBK TENTANG MENCETAK TIMBUL PADA SISWA KELAS II SD | Rohman | KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN 8396 18034 1 PB

Hal tersebut sesuai dengan kekurangan model Explicit Instruction yang sudah dikemukakan oleh Sudrajat (2011: 6) yaitu: a) tidak semua siswa memiliki kemampuan untuk meng- asimilasikan informasi melalui men- dengarkan, mengamati, dan mencatat, b) siswa hanya memiliki sdikit kesempatan untuk terlibat aktif, se- hingga sulit bagi siswa untuk me- ngembangkan keterampilan sosial dan interpersonal, c) pembelajaran ini ber- gantung pada kemampuan dan kesiapan guru dalam memerapkan model Explicit Instruction, dan d) model ini kurang dapat menngembangkan ke- mandirian siswa karena guru cenderung lebih dominan. Solusi yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini yaitu guru harus mampu memahami materi secara menyeluruh dan dapat me- ngembangkan potensi yang ada pada diri siswa.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL EXPLICIT INSTRUCTION DENGAN METODE DEMONSTRASI BERBANTU MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN.

PENERAPAN MODEL EXPLICIT INSTRUCTION DENGAN METODE DEMONSTRASI BERBANTU MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN.

Desain ini hampir sama dengan pretest-posttest control group design , hanya pada desain ini kelompok eksperimen maupun kelompok tidak dipilih secara random. Dalam pelaksanaanya dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok pertama merupakan kelompok eksperimen yang pada proses pembelajaran KKPI menggunakan model explicit instruction menggunakan metode demonstrasi berbantu multimedia , sedangkan kelompok kedua merupakan kelompok kontrol yang pembelajarannya menggunakan model konvensional. Selain itu kedua kelas diberi test untuk mengukur kemampuan awal sebelum diberikan perlakuan. Setelah perlakuan diberikan, kedua kelas kembali diberi tes untuk mengukur kemampuan akhir pada saat proses pembelajaran telah berakhir.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

MODEL EXPLICIT INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA PELAJARAN TIK.

MODEL EXPLICIT INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA PELAJARAN TIK.

Maka dibutuhkan model pembelajaran yang dapat mengatasi masalah tersebut. Adapun beberapa pendapat mengenai model pembelajaran yang mampu mengatasi masalah tersebut diantaranya yang dikemukakan oleh El.Noor (2013) dengan model Projec Based Learning. Kemudian menurut Al Afgani (2012) dengan model Reciprocal Learning. Menurut Naila (2010) dengan model Explicit Instruction. Akan tetapi dalam praktiknya, guru harus mengingat bahwa tidak ada model pembelajaran paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. Oleh karena itu, dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa, sifat bahan ajar, fasilitas atau media yang tersedia dan kondisi guru itu sendiri.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMK MELALUI MULTIMEDIA GAME ADVENTURE DENGAN MODEL EXPLICIT INSTRUCTION - repository UPI S KOM 1205900 Title

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMK MELALUI MULTIMEDIA GAME ADVENTURE DENGAN MODEL EXPLICIT INSTRUCTION - repository UPI S KOM 1205900 Title

Nuruly Firdaus, 2016 PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMK MELALUI MULTIMEDIA GAME ADVENTURE DENGAN MODEL EXPLICIT INSTRUCTION Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu[r]

2 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL EXPLICIT INSTRUCTION TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI DI SMA NEGERI JATINANGOR.

PENGARUH MODEL EXPLICIT INSTRUCTION TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI DI SMA NEGERI JATINANGOR.

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah mencurahkan segala nikmat dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul “Pengaruh Model Explicit Instruction Terhadap Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Akuntansi di SMA Ne geri Jatinangor”. Sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pendidikan Indonesia. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad Saw.

49 Baca lebih lajut

S KOM 1103224 Abstract

S KOM 1103224 Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun multimedia pembelajaran interaktif game berbasis model Explicit Instruction pada mata pelajaran Pemrograman Dasar dan memperoleh respon siswa terhadap multimedia yang telah dibangun. Metode yang digunakan dalam mencapai tujuan penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D). Sesuai dengan tujuan penelitian ini maka materi yang disampaikan di dalam multimedia ini mengacu pada tahapan yang ada pada model Explicit Instruction. Sedangkan tahapan yang dilakukan dalam pengembangan multimedia ini adalah tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi dan penilaian. Multimedia yang telah dibangun kemudian diuji cobakan secara terbatas kepada 30 siswa kelas X Prodi Teknologi Komputer dan Informatika (TKI) SMK Negeri 2 Bandung. Hasil penelitian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: 1) multimedia pembelajaran yang telah dikembangkan dinyatakan layak diuji cobakan dan dikategorikan sangat baik berdasarkan hasil validasi ahli media dengan persentase 89,33% dan hasil validasi oleh ahli materi dengan persentase 80%, 2) multimedia yang telah dibangun mendapat respon yang positif dari siswa dengan persentase 77,85%.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

S KOM 1205900 Abstract

S KOM 1205900 Abstract

Penelitian ini bertujuan membuat peningkatan pemahaman konsep siswa SMK melalui multimedia pembelajaran dalam bentuk game adventure menggunakan model explicit instruction dan memperoleh kelayakan dalam lingkup penggunanya. Pendekatan dan metode dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan metode pre-experimental serta menggunakan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas XI-RPL A di SMK Medika Com Bandung. Dari penelitian ini didapatkan hasil : 1) multimedia game adventure menggunakan model explicit instruction dinilai baik dan layak digunakan dengan rata-rata persentase kelayakan 84% oleh ahli media, kemudian hasil respons siswa terhadap multimedia game adventure dengan persentase 86% dengan kategori sangat baik. 2) dengan rincian 82% untuk aspek rekayasa perangkat lunak, 87% untuk aspek pembelajaran, dan 89% untuk aspek komunikasi visual. 3) multimedia game adventure memberikan adanya peningkatan pemahaman konsep dengan melihat indeks gain, kelompok atas sebesar 0,48, kelompok tengah 0,40 dan kelompok bawah 0,45. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan multimedia game adventure menggunakan model explicit instruction dapat digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL EXPLICITINSTRUCTION PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS IV SD SDN 060908 KEC. MEDAN DENAI T.A 2014/2015.

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL EXPLICITINSTRUCTION PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS IV SD SDN 060908 KEC. MEDAN DENAI T.A 2014/2015.

dan hasilnya diperoleh secara bertahap. Artinya untuk menghasilkan tulisan yang baik umumnya orang melakukan berkali-kali. Maka model explicit Instruction ini salah satu model yang mampu meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa. Model explicit Instruction merupakan model yang dirancang secara khusus untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat diajarakan secara bertahap atau selangkah demi selangkah.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

S KOM 1100304 Chapter 1

S KOM 1100304 Chapter 1

Novika (2011) menggunakan model Explicit Instruction dalam penelitiannya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA. Selama pembelajaran dengan mengunakan model Explicit Instruction hasil yang diperoleh siswa telah meningkat secara signifikan. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 19,45% dengan persentase ketuntasan sebesar 80,56% dan telah sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal yang ditetapkan yaitu ≥75%.

8 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Hasil penelitian tindakan kelas menunjukkan bahwa melalui penerapan model Explicit Instruction dapat meningkatkan keterampilan guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran dan meningkatkan kemampuan kerja sama siswa kelas IV SD N 2 Bae. Hasil analisis data menunjukkan terdapat peningkatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dari siklus I sebesar 81,25% menjadi 91,35% pada siklus II. Rata-rata kemampuan kerja sama siswa mengalami peningkatan dari pra siklus 35,62% menjadi 54,2 % pada siklus I dan 78,4% pada siklus II. Jumlah siswa yang mengalami peningkatan dalam hal kerja sama meningkat dari 3 siswa menjadi 8 siswa pada siklus I dan menjadi 15 siswa pada siklus II.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN THE POWER OF TWO TERHADAP HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI SMK SINAR HUSNI MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN THE POWER OF TWO TERHADAP HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI SMK SINAR HUSNI MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016.

Result showed that accounting learning result that taught by learning model Explicit Instruction with strategic The Power of Two higher than the student’s study result wich studied with conventional learning met hod. Statistical test result show accounting learning result of students with learning model Explicit Instruction with strategic The Power of Two is the average value of 35,75 pre test with the highest score lowest score of 75 and 15 and a standard deviation of 16,39 and 78,63 at post test with the 95 highest and lowest values 50. and standard deviation of 12,81. While learning result of students taught by Conventional method is the average value of 37,38 pre test with the highest score lowest score of 60 and 10 and a standard deviation of 13,77 and 70,63 at post test with the highest secore lowest score of 90 and 40 and a standard deviation of 14,20. The result test- t at significant level 95% and α = 0,05 , so the result obtained t count > t table is 2,6415 > 1,667. In the other words the hypothesis is accepted.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

S KOM 1205900 Chapter1

S KOM 1205900 Chapter1

Untuk meningkatkan pemahaman konsep, diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat menunjang permasalahan tersebut. Salah satu model yang dirasa tepat yaitu model pembelajaran Explicit Instruction. Model pembelajaran Explicit Instruction dapat membuat siswa memahami serta benar-benar mengetahui pengetahuan secara menyeluruh dan aktif dalam suatu pembelajaran. Pengertian Strategi Explicit Instruction dikatakan oleh Archer & Hughes (dalam Hidayatullah, 2014: 9), “Strategi Explicit Instruction adalah salah satu pendekatan mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa. Strategi ini berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dan dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah. Strategi ini sering dikenal dengan Model Pengajaran Langsung”. Penelitian tentang model explicit instruction pernah dilakukan oleh Qirana (2010) menyatakan bahwa pembelajaran dengan model explicit instruction cocok diterapkan pada pembelajaran praktikum Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Karena model ini bersifat prosedural, langkah demi langkah bertahap.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

S KOM 1205616 Table of content

S KOM 1205616 Table of content

Tahapan-tahapan Model Explicit Instruction Pada Multimedia Berbasis Platformer Game .... Hasil Validasi Ahli Materi ...[r]

6 Baca lebih lajut

S PEA 0901631 Chapter5

S PEA 0901631 Chapter5

1. Kepada guru Akuntansi agar dapat menggunakan model explicit instruction sebagai variasi model pembelajaran pada materi kertas kerja, karena dapat meningkatkan keaktifan siswa dan memberikan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran akuntansi sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

2 Baca lebih lajut

S KOM 1205900 Bibliography

S KOM 1205900 Bibliography

Qirana, Shali Dwi. (2010). Penerapan Model Explicit Instruction Dalam Memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. [Online]. Tersedia : http://cs.upi.edu/uploads/paper_skripsi_dik/PENERAPAN%20MODEL% 20EXPLICIT%20INSTRUCTION%20DALAM%20MEMENUHI%20KR ITERIA%20KETUNTASAN%20MINIMAL%20(KKM)%20PADA%20 MATA%20PELAJARAN%20_shali%20dwi.pdf [8 April 2015]

4 Baca lebih lajut

S KOM 1205900 Table of content

S KOM 1205900 Table of content

Nuruly Firdaus, 2016 PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMK MELALUI MULTIMEDIA GAME ADVENTURE DENGAN MODEL EXPLICIT INSTRUCTION Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu[r]

5 Baca lebih lajut

S KOM 0902015 Chapter 1

S KOM 0902015 Chapter 1

Berdasaran latar belakang yang telah dikemukakan, maka penulis mengambil judul “Model Explicit Instruction untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa berbantuan multimedia interkatif pada pelajaran TIK” pada pemilihan judul tersebut didasarkan pada pemikiran bahwa pembelajaran menggunakan model Explicit Instruction dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran TIK.

8 Baca lebih lajut

S KOM 1103224 Bibliography

S KOM 1103224 Bibliography

Gandarasa, G. (2014). Penerapan Model Explicit Instruction dengan Metode Demonstrasi Berbantu Multimedia untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan . (Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

3 Baca lebih lajut

S KOM 1103224 Chapter5

S KOM 1103224 Chapter5

2. Multimedia pembelajaran interaktif game berbasis model Explicit Instruction pada mata pelajaran Pemrograman Dasar mendapat respon yang positif dari responden yang merupakan siswa kelas X SMK Negeri 2 Bandung melalui angket. Angket tersebut berisi 3 aspek yaitu aspek rekayasa perangkat lunak, aspek pembelajaran dan aspek komunikasi visual. Rata-rata nilai persentase dari keseluruhan aspek tersebut dapat dikategorikan sangat baik sehingga multimedia layak untuk digunakan dan diterapkan dalam membantu proses pembelajaran Pemrograman Dasar khususnya Algoritma Perulangan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

11. BAB I  . pdf

11. BAB I . pdf

Model ini pertama kali diperkenalkan oleh Rosenshine dan Steven pada tahun 1986. Sementara Arends menyebutkan teori yang melandasi model ini adalah teori behavioral, penelitian tantang efektifitas guru, dan teori belajar sosial. 3 Model pembelajaran Explicit Instruction juga telah digunakan oleh beberapa peneliti terutama pada pelajaran yang bersifat bahasa dan eksakta, dengan hasil penelitiannya peserta didik dapat menguasai materi pelajaran tersebut dengan mahir. Disisi lain, Dedi Rohendi mengatakan beberapa peneliti juga telah membandingkan antara model Explicit Instruction dengan model Implicit Instruction pada pelajaran yang sama, disini peneliti memperoleh hasil bahwa model Explicit Instruction lebih baik dibandingkan model Implicit Instruction dilihat dari penerimaan informasi pemilihan strategi dan level formalis bagi peserta didik. 4
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...