Model Indeks Tunggal

Top PDF Model Indeks Tunggal:

PENDAHULUAN  Analisis Portofolio Optimal Pada Saham-Saham Jakarta Islamic Index ( Jii ) Dengan Menggunakan Model Indeks Tunggal Dan Model Random Di Bursa Efek Indonesia ( BEI ).

PENDAHULUAN Analisis Portofolio Optimal Pada Saham-Saham Jakarta Islamic Index ( Jii ) Dengan Menggunakan Model Indeks Tunggal Dan Model Random Di Bursa Efek Indonesia ( BEI ).

Investor harus bersikap rasional dalam menghadapi pasar jual beli saham. Namun demikian investor seringkali mengikuti keinginan individu, ikut-ikutan atau “gambling” dalam mendapatkan portofolio, hal ini lebih dikenal dengan penentuan portofolio secara random atau acak (tanpa memperhatikan karakteristik investasi secara relevan). Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan di atas maka permasalahan yang diambil dalam penelitian ini adalah : “Adakah perbedaaan return portofolio antara penentuan portofolio menggunakan Model Indeks Tunggal dengan penentuan portofolio secara Random”.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISIS PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL MENGGUNAKAN MODEL INDEKS TUNGGAL (Studi Kasus: Saham LQ 45 Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2012-2016)

ANALISIS PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL MENGGUNAKAN MODEL INDEKS TUNGGAL (Studi Kasus: Saham LQ 45 Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2012-2016)

Kemudian penelitian berikutnya dengan model indeks tunggal yang dilakukan oleh Apriyani Widya Turangga, dkk (2013) dengan judul “Analisis Model Indeks Tunggal Portofolio Saham pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia ”hanya mengambil enam sampel dari populasi perusahaan manufaktur yang terdaftar diBursa Efek Indonesia periode 2008-2012. Dari enam sampel tersebut terdapat tiga perusahaan yang membentuk portofolio optimal yaitu Astra International Tbk (ASII), Darya-Varia Laboratora (DLVA), dan Selamat Sempurna Tbk (SMSM). Pada penelitian Apriyani Widyaurangga, dkk (2013), jumlah sampel yang digunakan sedikit namun dengan periode yang relative panjang. Sedikitnya sampel tersebut menyebabkan keterbatasan investor dalam memilih saham untuk berinvestasi. Seharusnya investo rmempunyai lebih banyak pilihan saham untuk berinvestasi karena hal ini dapat mengurangi risiko.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Rasionalitas Investor dalam Memilih Saham dan Menentukan Portofolio Optimal Berdasarkan Model Indeks Tunggal pada Saham-saham Kelompok Indeks LQ-45 Esi Fitriani Komara

Rasionalitas Investor dalam Memilih Saham dan Menentukan Portofolio Optimal Berdasarkan Model Indeks Tunggal pada Saham-saham Kelompok Indeks LQ-45 Esi Fitriani Komara

Investor yang rasional tentunya akanmengharapkan return yang tinggi dengan risiko yang rendah dari investasi yang dilakukan. Salah satu strategi yang banyak digunakan oleh investor untuk meminimalkan risiko investasi pada saham adalah dengan membentuk portofolio saham yaitu mengalokasikan dana pada berbagai alternatif saham dengan cara melakukan diversifikasi atau pengkombinasian saham, sehingga risiko investasi saham secara keseluruhan dapat dikurangi atau diminimumkan. Kelompok saham yang menarik perhatian investor dalam membentuk portofolio optimal adalah saham-saham kelompok Indeks LQ-45.Akan tetapi berdasarkan data harga saham LQ-45 pada tahun 2006-2011 mengalami fluktuasi. Hal tersebut mengindikasikan bahwa walaupun saham LQ-45 merupakan saham yang berkinerja baik akan tetapi tetap mengandung risiko. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat rasionalitas investor dalam memilih saham dan menentukan portofolio optimal dengan model indeks tunggal pada saham-saham kelompok indeks LQ-45.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL PADA SAHAM-SAHAM DI INDEKS LQ 45 DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INDEKS TUNGGAL.

PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL PADA SAHAM-SAHAM DI INDEKS LQ 45 DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INDEKS TUNGGAL.

Penelitian yang dilakukan Eko (2008) menyatakan bahwa pembentukan portofolio optimal dengan menggunakan Model Indeks Tunggal akan mempengaruhi besarnya return dan risiko yang dimunculkan dari portofolio tersebut. Besarnya return portofolio saham yang dibentuk oleh masing-masing model dipengaruhi oleh proporsi dana yang diinvestasikan pada masing-masing saham, semakin besar alokasi dana yang diinvestasikan pada saham yang masuk dalam portofolio optimal, semakin besar expected return dari saham yang bersangkutan. Winarto (2007) dalam penelitiannya terhadap saham dari 15 perusahaan yang tergabung dalam Indeks LQ 45 periode tahun 2002-2005 menunjukan bahwa tahun 2002-2003 hampir semua saham menunjukan Excess Return to Beta (ERB) yang negatif yang berarti tidak ada saham yang termasuk portofolio optimal dengan menggunakan Model Indeks Tunggal, sedangkan tahun 2004 terdapat dua saham yang masuk dalam portofolio optimal dan tahun 2005 terdapat saham dari 6 perusahaan yang masuk dalam portofolio optimal.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perbandingan Kinerja Portofolio Saham Optimal Yang Dibentuk Dengan Menggunakan Model Indeks Tunggal Dan Model Korelasi Konstan Pada Indeks Pefindo25.

Perbandingan Kinerja Portofolio Saham Optimal Yang Dibentuk Dengan Menggunakan Model Indeks Tunggal Dan Model Korelasi Konstan Pada Indeks Pefindo25.

a. Model Indeks Tunggal menghasilkan 6 saham yang membentuk portofolio optimal dengan bobot masing-masing yaitu saham Bank Himpunan Saudara (SDRA) 31,29% , saham Surya Semesta Internusa (SSIA) 28,77%, saham Citra Marga Busaphala Persada (CMNP) 15,81%, saham Ramayana Lestari Sentosa (RALS) 12,70%, saham Mitra Adiperkasa (MAPI) 10,55%, dan saham Adhi Karya (ADHI) 0,88%. SDRA memiliki proporsi alokasi dana terbesar karena tingkat return saham individualnya relatif tinggi dengan tingkat risiko yang relatif stabil. Kinerja portofolio yang dihasilkan oleh Model Indeks Tunggal adalah return portofolio sebesar 1,77%, ERB (excess return to beta) portofolio sebesar 1,64%, differential return dengan risiko diukur dengan beta sebesar 1,65%, dan differential return dengan risiko diukur dengan deviasi standar sebesar 1,61%. b. Model Korelasi Konstan menghasilkan 9 saham yang membentuk portofolio
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

ANALISIS RASIONALITAS INVESTOR DALAM PEMILIHAN SAHAM DAN PENENTUAN PORTOFOLIO OPTIMAL  Analisis Rasionalitas Investor Dalam Pemilihan Saham Dan Penentuan Portofolio Optimal Menggunakan Model Indeks Tunggal Pada Perusahaan Yang Terdaftar Dalam Indeks LQ 45

ANALISIS RASIONALITAS INVESTOR DALAM PEMILIHAN SAHAM DAN PENENTUAN PORTOFOLIO OPTIMAL Analisis Rasionalitas Investor Dalam Pemilihan Saham Dan Penentuan Portofolio Optimal Menggunakan Model Indeks Tunggal Pada Perusahaan Yang Terdaftar Dalam Indeks LQ 45

Alhamdulillahirabbil’alamin, dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul: “Analisis rasionalitas investor dalam pemilihan saham dan penentuan portofolio optimal menggunakan model indeks tunggal pada perusahaan yang terdaftar dalam indeks LQ 45 di BEI tahun 2007-2009”. Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas dan syarat-syarat guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi program studi Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW yang kita nantikan syafaatnya di hari akhir nanti.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL PADA SAHAM-SAHAM INDEKS LQ45 DENGAN MODEL INDEKS TUNGGAL DI BURSA EFEK INDONESIA

PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL PADA SAHAM-SAHAM INDEKS LQ45 DENGAN MODEL INDEKS TUNGGAL DI BURSA EFEK INDONESIA

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah swt. karena berkat rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini tepat pada waktunya. Dalam penulisan skripsi ini penulis mengambil judul “PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL PADA SAHAM-SAHAM INDEKS LQ45 DENGAN MODEL INDEKS TUNGGAL DI BURSA EFEK INDONESIA”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi program Srata Satu (S1) Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus.

13 Baca lebih lajut

ANALISIS INVESTASI DAN PENENTUAN PORTOFOLIO OPTIMAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INDEKS TUNGGAL  ANALISIS INVESTASI DAN PENENTUAN PORTOFOLIO OPTIMAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INDEKS TUNGGAL DI BURSA EFEK JAKARTA (TAHUN 2006-2007).

ANALISIS INVESTASI DAN PENENTUAN PORTOFOLIO OPTIMAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INDEKS TUNGGAL ANALISIS INVESTASI DAN PENENTUAN PORTOFOLIO OPTIMAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INDEKS TUNGGAL DI BURSA EFEK JAKARTA (TAHUN 2006-2007).

Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah adakah rasionalitas investor dalam memilih saham-saham yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta yang tercermin dari volume perdagangan yang tinggi dengan menggunakan model indeks tunggal.

9 Baca lebih lajut

Analisis Pembentukan Portofolio Optimal Saham Indeks LQ 45 dengan Model Indeks Tunggal di Bursa Efek Indonesia.

Analisis Pembentukan Portofolio Optimal Saham Indeks LQ 45 dengan Model Indeks Tunggal di Bursa Efek Indonesia.

Portofolio dibentuk sebagai upaya pengurangan atas risiko investasi saham. Pemilihan saham sebagai instrumen investasi dilandasi banyak keuntungan yang bisa untuk mengoptimalkan return yang akan diperoleh. Investor dapat melakukan analisis portofolio menggunakan model indeks tunggal. Model indeks tunggal didasarkan pada pengamatan bahwa harga dari suatu sekuritas berfluktuasi searah dengan indeks pasar. Analisis portofolio ini dilakukan dengan membandingkan antara ERB dengan C*. Saham dengan rasio ERB lebih tinggi dari C* (ERB>C*) dimasukan kedalam kandidat portofolio optimal. Sedangkan jika ERB lebih kecil dari C* (ERB < C*), maka saham tersebut bukan termasuk kandidat portofolio optimal. Setelah dilakukan perhitungan pembentukan portofolio optimal, langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan alokasi jumlah modal yang akan diinvestasikan dalam masing-masing saham pembentuk portofolio optimal tersebut.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pembentukan Portofolio Optimal dengan Menggunakan Model Indeks Tunggal pada Saham yang Terdapat di Indeks LQ-45 Periode 2010-2014.

Pembentukan Portofolio Optimal dengan Menggunakan Model Indeks Tunggal pada Saham yang Terdapat di Indeks LQ-45 Periode 2010-2014.

Pembentukan portofolio optimal dapat dilakukan dengan menggunakan Model Indeks Tunggal (Single Index Model). Model Indeks Tunggal dikembangkan oleh William Sharpe pada tahun 1963, model ini merupakan penyederhanaan perhitungan dari Model Markowitz dengan menyediakan parameter-parameter input yang diperlukan dalam perhitungan Markowitz. Model ini dapat digunakan untuk menghitung return ekspektasi dan risiko portofolio (Jogiyanto, 2010). Model Indeks Tunggal membagi return dari suatu sekuritas ke dalam dua komponen, yaitu :
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENENTUAN PORTOFOLIO INVESTASI PADA SAHAM INDEKS BISNIS 27 DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INDEKS TUNGGAL

PENENTUAN PORTOFOLIO INVESTASI PADA SAHAM INDEKS BISNIS 27 DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INDEKS TUNGGAL

pergerakan indeks pasar untuk memilih saham mana saja yang masuk portofolio optimal. Penelitian ini menggunakan Indeks Bisnis-27 sebagai indikator dari pergerakan indeks pasar dan suku bunga SBI sebagai suku bunga bebas risiko. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan Model Indeks Tunggal, semua saham memiliki nilai ERB positif dan hanya terdapat 7 saham yang masuk portofolio optimal. Dengan hasil masing-masing proporsi adalah sebagai berikut, AALI (28,3%), ADRO (17,11%), JSMR (12,07%), INTP (15,5%), UNTR

Baca lebih lajut

Penentuan Protofolio Optimal Dengan Model Indeks Tunggal Pada Saham Perbankan di Bursa Efek Indonesia.

Penentuan Protofolio Optimal Dengan Model Indeks Tunggal Pada Saham Perbankan di Bursa Efek Indonesia.

Berdasarkan Tabel 1 tersebut diketahui bahwa dibandingkan dengan Model Markowitz, Model Indeks Tunggal lebih sederhana serta mempertimbangkan aspek pasar dan aspek keunikan perusahaan, oleh sebab itu peneliti memilih Model Indeks Tunggal. Model indeks tunggal dapat juga digunakan untuk menghitung return ekspetasi dan risiko portofolio. Pemilihan saham dan penentuan portofolio optimal yang dilakukannya didasari oleh pendahulunya Markowitz (1959) yang dimulai dari data historis atas saham individual yang dijadikan input, dan dianalisis untuk menjadikan keluaran yang menggambarkan kinerja setiap portofolio, apakah tergolong portofolio optimal atau sebaliknya.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

PENENTUAN PORTOFOLIO OPTIMAL DENGAN MODEL INDEKS TUNGGAL PADA SAHAM PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA

PENENTUAN PORTOFOLIO OPTIMAL DENGAN MODEL INDEKS TUNGGAL PADA SAHAM PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA

Portofolio merupakan gabungan atau sekumpulan aset, baik berupa aset riil maupun aset finansial yang dimiliki oleh investor. Pembentukan portofolio atau melakukan diversifikasi dilakukan para investor untuk meminimalkan risiko yang mereka tanggung, dengan cara mengkombinasikan berbagai sekuritas dalam investasi. Salah satu metode penentuan portofolio optimal adalah metode indeks tunggal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pembentukan portofolio optimal pada saham perbankan yang ada di Bursa Efek Indonesia dan termasuk dalam indeks LQ45 selama periode tahun 2010-2014. Populasi dalam penelitian ini terdapat sebanyak 41 saham perbankan yang masuk dalam pencatatan BEI. Pemilihan sampel didasarkan pada kriteria bahwa saham- saham tersebut adalah saham yang terdaftar di BEI dan secara berturut- turut termasuk dalam indeks LQ45 selama tahun 2010-2014.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Analisis Portofolio Optimal Model Indeks Tunggal Dengan Pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA)

Analisis Portofolio Optimal Model Indeks Tunggal Dengan Pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA)

DEA diperkenalkan oleh Charnes, Cooper dan Rhodes (1978). Metode Data Envelopment Analysis (DEA) dibuat sebagai alat bantu untuk evaluasi kinerja suatu aktifitas dalam sebuah unit entitas (organisasi). Pada dasarnya prinsip kerja model DEA adalah membandingkan data input dan output dari suatu organisasi data Decision Making Unit (DMU) dengan data input dan output lainnya pada DMU yang sejenis. Perbandingan ini dilakukan untuk mendapatkan suatu nilai efisiensi.

16 Baca lebih lajut

ANALISIS INVESTASI DAN PENENTUAN PORTOFOLIO SAHAM OPTIMAL DI BURSA EFEK INDONESIA ( STUDI KOMPARATIF PENGGUNAAN MODEL INDEKS TUNGGAL DAN MODEL RANDOM PADA SAHAM LQ-45).

ANALISIS INVESTASI DAN PENENTUAN PORTOFOLIO SAHAM OPTIMAL DI BURSA EFEK INDONESIA ( STUDI KOMPARATIF PENGGUNAAN MODEL INDEKS TUNGGAL DAN MODEL RANDOM PADA SAHAM LQ-45).

Penelitian ini mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Henry Dwi Wahyudi (2002). Henry Dwi Wahyudi meneliti tentang analisis investasi dan penetuan portofolio optimal di Bursa Efek Jakarta. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa penentuan portofolio dengan menggunakan Model Indeks Tunggal dapat memberikan return yang optimal dibandingkan dengan penentuan portofolio secara random atau acak. Jadi dengan demikian bahwa seorang investor yang ingin berkecimpung di pasar modal dalam jual beli saham harus meninggalkan budaya ikut-ikutan atau ”gambling” dan sebagainya yang tidak rasional (sebagai investor harus rasional dalam menghadapi pasar jual beli saham).
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL PADA INSTRUMEN REKSA DANA SYARIAH MENGGUNAKAN MODEL INDEKS TUNGGAL.

PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL PADA INSTRUMEN REKSA DANA SYARIAH MENGGUNAKAN MODEL INDEKS TUNGGAL.

Jenis data dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dalam bentuk sudah jadi, sudah dikumpulkan dan sudah diolah oleh pihak lain, biasanya dalam bentuk publikasi berupa arsip atau dokumen. Data sekunder dalam penelitian ini merupakan data yang berbentuk informasi seperti nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana syariah. NAB yang digunakan adalah NABper unit bulanan. Data indeks harga Jakarta Islamic Index (JII). Data tingkat imbal hasil Sertifikat Wadiah Bank Indonesia SWBI.

Baca lebih lajut

7.Model Indeks Tunggal Single Index Model

7.Model Indeks Tunggal Single Index Model

/sekuritas dipengaruhi oleh satu faktor umum yaitu return indeks pasar saham / sekuritasnya sendiri  berdasarkan pengamatan orang awam bahwa jika indeks saham suatu negara mengalami peningkatan niscaya saham-saham yang ada di dalamnya cenderung naik juga, dan

Baca lebih lajut

BAB 5 MODEL INDEKS TUNGGAL : PENYEDERHANAAN ANALISIS PORTOFOLIO

BAB 5 MODEL INDEKS TUNGGAL : PENYEDERHANAAN ANALISIS PORTOFOLIO

Penggunaan model indeks tunggal memerlukan penaksiran beta dari saham-saham yang akan dimasukkan ke dalam portofolio. Para analis bisa saja menggunakan judgement mereka dalam menentukan beta. Kita juga bisa menggunakan data historis untuk menghitung beta waktu lalu yang dipergunakan sebagai taksiran beta di masa yang akan datang. Diketemukan berbagai bukti bahwa beta historis memberikan informasi yang berguna tentang beta di masa yang akan datang (sebagai misal, Brealey and Myers, 1991, h. 183). Karena itu sering para analis menggunakan beta historis sebelum mereka menggunakan judgement / untuk memperkirakan beta di masa yang akan datang.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL SAHAM INDEKS PEFINDO25 DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INDEKS TUNGGAL

PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL SAHAM INDEKS PEFINDO25 DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INDEKS TUNGGAL

jika dibandingkan dengan metode perhitungan Markowitz. Bahkan, Varian (1993) dalam Tandelilin (2001), menyatakan bahwa model indeks tunggal Sharpe mampu mengurangi dimensi permasalahan portofolio secara dramatis dan membuat penghitungan portofolio menjadi sangat sederhana, sehingga dalam penghitungan komputer dengan menggunakan model indeks tunggal hanya membutuhkan waktu 30 detik. Sedangkan untuk model Markowitz membutuhkan waktu 33 menit.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...