Model Pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI)

Top PDF Model Pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI):

Pengaruh Model Pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) Terhadap Keaktifan dan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII MTsN Mojoroto Kediri Tahun Ajaran 2011  2012 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Pengaruh Model Pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) Terhadap Keaktifan dan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII MTsN Mojoroto Kediri Tahun Ajaran 2011 2012 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Proses belajar mengajar memilih dua kelas yang menjadi sampel penelitian, satu kelas sebagai kelas eksperimen yang diajar menggunakan model pembelajaran aptitude treatment interaction sedangkan satu kelas sebagai kelas kontrol yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Hal ini dilaksanakan sampai akhir eksperimen yaitu pokok bahasan selesai disampaikan pada siswa.

Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION TERHADAP PENINGKATAN LITERASI SAINS PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP AL-AZHAR 1 BANDAR LAMPUNG - Raden Intan Repository

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION TERHADAP PENINGKATAN LITERASI SAINS PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP AL-AZHAR 1 BANDAR LAMPUNG - Raden Intan Repository

Mengatasi permasalahan tersebut pembelajaran IPA khususnya biologi di SMP Al-Azhar 1 Bandar Lampung, maka sangat dibutuhkan model pembelajaran yang mampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep biologi itu sendiri, serta sikap yang mampu mengatur proses pembelajaran yang dilakukan. Dipandang dari sudut pembelajaran, ATI (Aptitude Treatment Interaction) merupakan sebuah model yang berisikan sejumlah strategi pembelajaran yang sedikit banyaknya efektif digunakan untuk peserta didik tertentu sesuai dengan karakteristik kemampuannya, yang selanjutnya diharapkan hasil belajar dapat dicapai melalui penyesuaian antara pembelajaran dengan perbedaan kemampuan peserta didik. 13 Maka dalam
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION (ATI).

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION (ATI).

memperhatikan variasi kemampuan setiap siswa, sehingga timbul permasalahaan yaitu siswa sulit memahami materi pelajaran akuntansi dan siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal, yang berdampak pada prestasi belajar akuntansi siswa kurang optimal. Oleh karena itu, guru perlu menerapkan model pembelajaran yang memperhatikan variasi kemampuan berfikir siswa yaitu model pembelajaran ATI, dimana dengan model pembelajaran ATI guru lebih memperhatikan variasi kemampuan siswa, sehingga guru dapat memberikan treatment yang sesuai dengan kemampuan siswa dan kebutuhan belajar siswa. Dengan demikian, prestasi belajar akuntansi siswa diduga dapat meningkat. Berdasarkan tinjauan pustaka dan hasil penelitian yang relevan serta kerangka pemikiran, maka rumusan dalam hipotesis penelitian ini adalah “Penerapan Model Pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Akuntansi Siswa Kelas XI IPS di sebuah SMA Surakar ata Tahun Pelajaran 2012/2013.” II. METODE PENELITIAN
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Hakekat Pembelajaran Matematika - PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 1

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Hakekat Pembelajaran Matematika - PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 1

Pada pembelajaran matematika prinsip belajar adalah berbuat, berbuat untuk mengubah tingkah laku, jadi melakukan kegiatan. Berbuat salah satunya menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang diperlukannya. Penemuan kembali adalah menemukan suatu cara penyelesaian secara informal dalam pembelajaran matematika di kelas. Walaupun penemuan tersebut sederhana dan bukan hal baru bagi orang yang telah mengetahui sebelumnya. Oleh karena itu, materi yang diberikan kepada siswa bukan dalam bentuk akhir dan tidak diberitahukan cara penyelesaiannya. Dalam pembelajaran ini, guru lebih banyak berperan sebagai pembimbing dibandingkan sebagai pemberi tahu.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa

Pengaruh Model Pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa

Terakhir, bagi kelompok siswa yang mempunyai kemampuan yang rendah diberikan special treatment, yaitu berupa pembelajaran dalam bentuk re-teachin dan tutorial. Perlakuan diberikan setelah mereka bersama – sama kelompok sedang mengikuti pembelajaran secara reguler (regularteaching). Re-teaching dan tutorial dipillih sebagai perlakuan khusus untuk kelompok ini, didasarkan pada pertimbangan bahwa mereka lamba dan sulit memahami serta menguasai bahan pelajaran. Oleh karena itu, kelompok ini harus mendapat apresiasi khusus dari guru berupa bimbingan dan bantuan belajar dalam bentuk pengulangan pelajaran kembali melalui tambahan jam belajar dan tutorial, sehingga dengan cara demikian mereka dapat menguasai pelajaran yang diajarkan. Karena seperti diketahui bahwa salah satu tujuan pengajaran atau program tutorial adalah untuk memberikan bantuan dalam pembelajaran kepada siswa yang lambat, sulit dan gagal dalam belajar, agar dapat mencapai prestasi belajar secara optimal. Perlakuan khusus ini diselenggarakan dalam bentuk pertemuan antaraguru dan siswa pada kelompok kecil, yang diliputi oleh suasana Tanya – jawab , diskusi dan pengulangan pelajaran kepada siswa satu – persatu (individual).
Baca lebih lanjut

218 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION (ATI) DALAM PEMBELAJARAN PENGUKURAN RANGKAIAN ELEKTRONIKA DI SMK NEGERI 1 KOTA CIREBON - repositoryUPI S TE 0904106 Title

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION (ATI) DALAM PEMBELAJARAN PENGUKURAN RANGKAIAN ELEKTRONIKA DI SMK NEGERI 1 KOTA CIREBON - repositoryUPI S TE 0904106 Title

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “ PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION (ATI) DALAM PEMBELAJARAN PENGUKURAN RANGKAIAN ELEKTRONIKA ” ini dan seluruh isinya benar -benar karya saya sendiri dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika ilmu yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan tersebut, saya siap menanggung risiko yang dijatuhkan kepada saya apabila dikemudian hari ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam karya ini atau ada klaim dari pihak lain terhadap karya saya.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION (ATI) PADA SUB POKOK BAHASAN PRISMA DAN LIMAS.

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION (ATI) PADA SUB POKOK BAHASAN PRISMA DAN LIMAS.

format Perangkat Pembelajaran, terdiri atas : 1) Kejelasan pembagian materi, 2) Penomoran, 3) Kemenarikan, 4) Keseimbangan antara teks dan ilustrasi, 5) Jenis dan ukuran huruf, 6) Pengaturan ruang, 7) Kesesuaian ukuran fisik dengan siswa. Kedua, Indikator bahasa, terdiri atas: 1) Kebenaran tata bahasa, 2) Kesesuaian kalimat dengan tingkat perkembangan berpikir dan kemampuan membaca siswa, 3) Arahan untuk membaca sumber lain, 4) Kejelasan definisi tiap terminologi, 5) Kesederhanaan strukur kalimat, 6) Kejelasan petunjuk dan arahan. Ketiga, Indikator tentang ilustrasi, terdiri atas: 1) Dukungan ilustrasi untuk memperjelas konsep, 2) Keterkaitan langsung dengan konsep yang dibahas, 3) Kejelasan, 4) Mudah untuk dipahami, 5) Ketidakbiasan atas gender. Keempat , Indikator isi, terdiri atas: 1) Kebenaran Isi, 2) Bagian-bagiannya tersusun secara logis, 3) Kesesuaian dengan GBPP, 4) Memuat semua informasi penting yang terkait, 5) Hubungan dengan materi sebelumnya, 6) Kesesuaian dengan pola pikir siswa, 7) Memuat latihan yang berhubungan dengan konsep yang
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION (ATI) DITINJAU DARI SELFCONFIDENCE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PESERTA DIDIK - Raden Intan Repository

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION (ATI) DITINJAU DARI SELFCONFIDENCE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PESERTA DIDIK - Raden Intan Repository

Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak dua kelas dilakukan di SMP N 3 Pardasuka. Kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan model Pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) yaitu kelas VIIIA dan sebagai kelas kontrol dimana proses pembelajarannya menggunakan pembelajaran biasa yaitu kelas VIII B. Kelas eksperimen dan kelas kontrol sama-sama memiliki jumlah peserta didik sebanyak 31, sehingga total sampel semuanya berjumlah 62 siswa. Penelitian ini mempunyai dua variabel yang menjadi objek penelitian, yaitu variabel bebas berupa model pembelajaran Aptitute Treatment Interaction (ATI) dab Self-Confidence serta variabel terkaitnya pemahaman konsep matematis.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN APTITUDE-TREATMENT INTERACTION (ATI) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS X AK SMK NEGERI 1 PATUMBAK T.P 2013/2014.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN APTITUDE-TREATMENT INTERACTION (ATI) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS X AK SMK NEGERI 1 PATUMBAK T.P 2013/2014.

Model pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) ini memberikan keuntungan dalam memperbaiki kelas, terutama dalam kelas yang terdapat siswa yang memiliki kemampuan yang bervariasi. Model ini juga dapat mengembangkan kinerja profesional seorang guru, dengan menggunakan beraneka ragam metode dalam pengajaran pada tiga bentuk perlakuaan (treatment). Pertama, perlakuan self learning yang menggunakan modul untuk siswa yang berkemampuan tinggi. Kedua, pada perlakuan reguler teaching untuk siswa yang berkemampuan sedang. Selanjutnya yang ketiga yaitu perlakuan spesial dalam bentuk re-teaching – tutorial untuk siswa yang berkemampuan rendah. Model pembelajaran ini merupakan salah satu jawaban terhadap tuntutan yang menghendaki adanya layanan pembelajaran yang dapat mengapresiasikan perbedaan kemampuan siswa.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

METODE MENGHAFAL JUZ AMMA YANG TERINTEGRASI DALAM MATA PELAJARAN AL- QUR’AN HADITS (STUDI MULTISITUS DI MI AL – HUDA KARANGSARI REJOTANGAN DAN MIN PANDANSARI NGUNUT) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung BAB II TESIS

METODE MENGHAFAL JUZ AMMA YANG TERINTEGRASI DALAM MATA PELAJARAN AL- QUR’AN HADITS (STUDI MULTISITUS DI MI AL – HUDA KARANGSARI REJOTANGAN DAN MIN PANDANSARI NGUNUT) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung BAB II TESIS

Dari paparan metode di atas, dapat disimpulkan bahwa metode- metode yang dikemukakan oleh para ahli sangat baik untuk digunakan dalam pembelajaran di sekolah, belajar di rumah atau pesantren, karena saling melengkapi satu sama lainnya. Pada dasarnya terdapat suatu kesamaan mengenai menghafal Al- Qur‟an atau tahfidz, antara lain adalah dengan metode menghafal dengan menambah materi hafalan itu lebih baik daripada terus menerus tanpa henti dalam suatu waktu, sebagaimana dinyatakan oleh Arifin, bahwa suatu ingatan akan lebih mudah terbentuk bila dilakukan menurut pembagain waktu berulang-ulang. Belajar berulang-ulang akan lebih efektif daripada terus menerus tanpa henti dalam suatu waktu. 6
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

EKSPERIMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI APTITUDE TREATMENT INTERACTION DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP SMP MUHAMMADIYAH 4 SURAKARTA 2009/2010.

EKSPERIMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI APTITUDE TREATMENT INTERACTION DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP SMP MUHAMMADIYAH 4 SURAKARTA 2009/2010.

Penelitian yang relevan merupakan urutan sistematis tentang hasil– hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu dan ada hubungannya dengan penelitian yang hendak dilakukan. Penelitian yang telah dilakukan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika, antara lain: Lizhou Yan (2009) dalam Penelitian yang berjudul ” Influences on Affect ang Achievement: High School Students’ Epistemological Beliefs About Mathematics ”(Journal of mathematics Education / December 2009, Vol. 2, No. 2, pp. 1 - 11), Di kutif Dari Jurnal Internasional yang menyatakan bahwa hasil penelitiannya Tidak ada Statistik signifikan perbedaan antara siswa laki – laki dan perempuan tentang epistemologis keyakinan. Siswa berubah dari keyakinan Epistemologis sah dan tidak valid, positif dan negatif terhadap pembelajaran matematika dan meningkat sesuai nilai. Keyakinan tidak berkorelasi secara signifikan dengan prestai bagi siswa di kelas 1, struktur pengetahuan dapat membuat prediksi terhadap nilai untuk siswa di kelas 2, dan kedua pengetahuan struktur dan gaya belajar dapat memprediksi kinerja matematika untuk siswa di kelas 3.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Seminar Matematika dan Pendididkan Matem

Seminar Matematika dan Pendididkan Matem

Pembelajaran yang baik hendaklah memberi bantuan untuk tiga kategori kemampuan anak tersebut haruslah adil. Artinya, seorang guru harus menyediakan sarana bagi ketiga kategori kemampuan tersebut secara adil. Dalam pembelajaran konvensional hal ini menjadi masalah, karena siswa pintar biasanya dengan cepat dapat memahami apa yang diajarkan gurunya, sedangkan siswa yang sedang dan rendah lebih memerlukan waktu dan bantuan dari gurunya. Hal ini berakibat bahwa siswa yang pintar mempunyai banyak waktu yang kosong yang tidak dimanfaatkan dengan maksimal, sehingga terkadang menjadi sumber keributan atau mengganggu siswa lainnya yang belum menyelesaikan tugas dari gurunya. Atau sering juga siswa yang kurang akan melakukan jalan pintas dengan cara mencontek pekerjaan temannya yang sudah selesai mengerjakan soal tanpa memahami apa yang ditulis/dikerjakan temannya. Untuk itu, harus ada strategi pembelajaran yang menjembatani perbedaan kemampuan siswa tersebut, sehingga diperoleh hasil yang optimal.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Eksperimen Strategitalking Stick dan Aptitude Treatment Interaction Terhadap Hasil Belajar Matematika di Tinjau dari Keaktifan Siswa SMP Negeri 3 Karangdowo 2011/2012.

PENDAHULUAN Eksperimen Strategitalking Stick dan Aptitude Treatment Interaction Terhadap Hasil Belajar Matematika di Tinjau dari Keaktifan Siswa SMP Negeri 3 Karangdowo 2011/2012.

Pada umumnya, proses pembelajaran matematika berpusat pada guru, dengan guru sebagai penyampai materi atau penceramah dan siswa sebagai pendengar mempunyai kelemahan yaitu siswa cenderung ramai, mengantuk, tidak ada siswa yang mau bertanya, dan siswa tidak mampu menjawab dengan sempurna pertanyaan yang diberikan oleh guru. Dengan kondisi yang seperti itu maka banyak waktu yang terbuang sia-sia sedangkan materi yang ingin disampaikan guru tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Penerapan Model Pembelajaran ATI (Aptitude Treatment Interaction) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Matematika ( PTK Kelas X SMA Veteran 1 Sukoharjo Tahun Ajaran 2012 / 2013 ).

PENDAHULUAN Penerapan Model Pembelajaran ATI (Aptitude Treatment Interaction) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Matematika ( PTK Kelas X SMA Veteran 1 Sukoharjo Tahun Ajaran 2012 / 2013 ).

Pendidikan bisa diperoleh melalui pendidikan formal maupun non formal. Permasalahan yang ada dalam pendidikan formal bertambah pada tahun ke tahun. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan formal pada setiap jenjang pendidikan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan mutu pendidikan tidak mengalami peningkatan, salah satunya yaitu model pembelajaran yang digunakan di dalam kelas belum mampu menciptakan kondisi optimal bagi berlangsungnya pembelajaran.

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SEGIEMPAT DENGAN PENDEKATAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION (PTK Pembelajaran Matematika Bagi Siswa Kelas VII Semester Genap MTs Negeri Andong Boyolali Tahun Ajaran 2010/2011).

PENDAHULUAN PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SEGIEMPAT DENGAN PENDEKATAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION (PTK Pembelajaran Matematika Bagi Siswa Kelas VII Semester Genap MTs Negeri Andong Boyolali Tahun Ajaran 2010/2011).

siswa yang mengajukan pertanyaan pada guru sebanyak 5 siswa (14, 7%), siswa yang berani mengemukakan ide/ gagasan sebanyak 5 siswa (14, 7%), siswa yang menanggapi pendapat teman/ siswa lain sebanyak 5 siswa (14, 7%). Hal ini ditunjukkan oleh pembelajaran matematika yang terpusat pada guru. Dalam penyampaian materi, guru cenderung monoton menguasai kelas sehingga siswa kurang leluasa dalam menyampaikan ide/ gagasannya. Siswa takut bertanya kepada guru apabila kurang jelas atau tidak paham. Akibatnya motivasi belajar matematika kurang optimal serta suasana kelas yang menyenangkan dalam pembelajaran matematika hampir tidak tampak.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Permatasari, Nur Azizah Eka Fitria. 2014. Pengaruh Model Pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Pada Materi Bangun Ruang Kelas VIII SMP Negeri 2 Sendang Tulungagung Semester Genap Tahun Ajaran 2012/2013. Tersedia di (http://repo.iain-tulungagung.ac.id/413/). Diakses 23 Januari 2017

3 Baca lebih lajut

ISI A. Model Pembelajaran Aptitude Treat

ISI A. Model Pembelajaran Aptitude Treat

6. Bagi kelompok siswa yang mempunyai kemampuan rendah diberikan special treatment, yaitu berupa pembelajaran dalam bentuk re-teaching dan tutorial.Perlakuan (treatment) diberikan setelah mereka bersama-sama kelompok sedang mengikuti pembelajaran secara regular. Hal ini dimaksudkan agar secara psikologis siswa berkemampuan rendah tidak merasa diperlakukan sebagai siswa nomor dua di kelas. Re-teaching-Tutorial dipilih sebagai perlakuan khusus untuk kelompok rendah, didasarkan pada pertimbangan bahwa mereka lambat dan sulit dalam memahami secara menguasai bahan pelajaran. Oleh karena itu kelompok ini harus mendapat apersiasi khusus berupa bimbingan dan bantuan belajar dalam bentuk pengulangan pelajaran kembali melalui tambahan jam pelajaran (re-teaching) dan tutorial (tutoring), sehingga dengan cara demikian mereka bisa menguasai pelajaran yang diberikan. Karena seperti diketahui bahwa salah satu tujuan pembelajaran atau program tutoring adalah untuk memberikan bantuan dalam pembelajaran kepada siswa yang lambat, sulit dan gagal dalam belajar, agar dapat mencapai prestasi akademik/hasil belajar secara optimal
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI BATURRADEN - repository perpustakaan

PENGARUH PEMBELAJARAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI BATURRADEN - repository perpustakaan

Kemudian kelompok rendah diberikan perlakuan khusus (special treatment) yaitu berupa tambahan pembelajaran dalam bentuk tutorial. Tutorial dipilih sebagai perlakuan khusus untuk kelompok rendah, didasarkan pada pertimbangan bahwa mereka lambat dan sulit dalam menguasai pelajaran. Oleh karena itu kelompok ini harus mendapat apresiasi khusus berupa bimbingan dan bantuan belajar dalam bentuk penguatan materi melalui tambahan jam belajar, sehingga dengan cara demikian mereka bisa menguasai materi pelajaran yang diberikan.

Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ATI (APTITUDE TREATMENT INTRACTION) TERHADAP KEMAMPUAN SISWA MENGIDENTIFIKASI UNSUR INTRINSIK PUISI “ GENERASI BIRU” KARYA TOHA NASRUDIN OLEH SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 TANJUNG MORAWA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010.

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ATI (APTITUDE TREATMENT INTRACTION) TERHADAP KEMAMPUAN SISWA MENGIDENTIFIKASI UNSUR INTRINSIK PUISI “ GENERASI BIRU” KARYA TOHA NASRUDIN OLEH SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 TANJUNG MORAWA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010.

Model ceramah adalah model pembelajaran lama, guru terkesan tidak mementingkan bagaimana kemampuan siswa yang sebenarnya. Siswa cenderung menjadi subjek yang reseptif. Guru hanya menilai kemampuan siswa dari tugas - tugas yang di berikan. Dengan kata lain,model ceramah tidak efektif di gunakan lagi di dalam kelas, karena guru tidak benar-benar mengetahui taraf kepintaran tiap siswa.berkaitan dengan hal ini, peneliti menawarkan sebuah model pembelajaran baru yang dapat menjadi alternatif pembelajaran di dalam kelas.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ATI (APTITUDE TREATMENT INTERACTION) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ATI (APTITUDE TREATMENT INTERACTION) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA.

Salah satu prinsip mengajar menekankan pentingnya memperhatikan ”individualistis ” dalam pembelajaran. Karena itu perlu diterapkan konsep, model, atau pendekatan dalam pembelajaran yang mengarah pada adaptive teaching, yaitu model atau pendekatan pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kemampuan siswa. Dalam kegiatan pembelajaran tidak sedikit model pembelajaran yang telah dikembangkan oleh guru-guru di sekolah. Namun, model pembelajaran yang dikembangkan belum mampu mengapresiasikan serta mengakomodasikan perbedaan - perbedaan kemampuan individual peserta didik. Pada umumnya proses pembelajaran di sekolah dewasa ini berjalan klasikal, artinya seorang guru di dalam kelas menghadapi sejumlah siswa (antara 30 – 40 orang) dalam waktu yang sama saat menyampaikan bahan pelajaran yang sama dengan metode yang sama dan penilain yang sama bagi semua siswa. Suryosubroto, (2009) menyatakan bahwa:
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...