Model Pembelajaran Guided Teaching

Top PDF Model Pembelajaran Guided Teaching:

PENERAPAN KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN GUIDED TEACHING DENGAN NUMBERED HEADS TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI IPS SMA KEMALA BHAYANGKARI I MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2012/2013.

PENERAPAN KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN GUIDED TEACHING DENGAN NUMBERED HEADS TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI IPS SMA KEMALA BHAYANGKARI I MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2012/2013.

Berdasarkan hasil observasi penulis di kelas XI IPS SMA Swasta Kemala Bhayangkari I Medan, bahwa pembelajaran akuntansi yang selama ini dilakukan hanya menggunakan pembelajaran konvensional. Dimana guru kurang melibatkan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Siswa hanya menerima materi pembelajaran secara pasif sehingga siswa tidak memiliki minat untuk belajar, selain itu siswa cenderung lebih banyak menunggu sajian materi selanjutnya yang di berikan oleh guru. Kondisi ini terkadang menjadikan siswa enggan untuk belajar, merasakan kejenuhan dan keinginan agar proses belajar mengajar cepat selesai. Bahkan sebelum proses belajar selesai siswa cenderung mencari-cari alasan agar bisa keluar dari kelas untuk menghilangkan kejenuhan.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED TEACHING DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL TERHADAP SISWA KELAS VIII MTS.AL-JAM� IYYATUL WASHLIYAH TEMBUNG T.A 2013/2014.

PERBEDAAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED TEACHING DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL TERHADAP SISWA KELAS VIII MTS.AL-JAM� IYYATUL WASHLIYAH TEMBUNG T.A 2013/2014.

Alhamdulillahirobbil’alamin, p uji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi yang berjudul ” Perbedaan Kemampuan Komunikasi Matematika dengan Menggunakan Model Pembelajaran Guided Teaching dan Pembelajaran Konvensional pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Terhadap Siswa Kelas VIII MTs.AL-Jam’iyyatul Washliyah Tembung T.A 2013/2014 ” disusun sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan di Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Matematika, Pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan. Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GUIDED TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XII IPS SMA RK DELI MURNI DELI TUA T.A 2016/2017.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GUIDED TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XII IPS SMA RK DELI MURNI DELI TUA T.A 2016/2017.

Pada pelajaran akuntansi yang merupakan pelajaran semi eksakta atau pelajaran yang bukan hanya uraian materi secara hurufia namun terdiri dari proses penghitungan yang menuntut siswa untuk lebih teliti dalam menganalisa setiap transaksi ataupun soal yang dikerjakan. Ketidakaktifan siswa dalam proses pembelajaran akan cenderung membosankan yang membuat siswa kesulitan menerima atau meresponi pengetahuan baru yang diberikan oleh guru.

24 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED TEACHING PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS IV SD NEGERI 107402 SAENTIS KEC. PERCUT SEI TUAN, TAHUN AJARAN 2014/2015.

UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED TEACHING PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS IV SD NEGERI 107402 SAENTIS KEC. PERCUT SEI TUAN, TAHUN AJARAN 2014/2015.

Berdasarkan uraian berbagai permasalahan yang telah di kemukakan di atas,peneliti tertarik untuk mengadakan sebuah penelitian dengan judul : ‘’Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Guided Teaching Pada Mata Pelajaran IPA di kelas IV SD Negeri 107402 Saentis Kec. Percut Sei Tuan Tahun Ajaran 2014/2015’’

24 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED TEACHING PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS IV SDN 3 SIJAMBUR KABUPATEN SAMOSIR T.A 2015/2016.

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED TEACHING PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS IV SDN 3 SIJAMBUR KABUPATEN SAMOSIR T.A 2015/2016.

merupakan model yang penyampaian materi ajarnya diawali dengan memberi pertanyaan yang dijadikan dasar untuk menyampaikan materi selanjutnya. Sehingga siswa dituntut aktif dalam pembelajaran dengan cara memberi jawaban dari pertanyaan yang telah diberikan guru sewaktu mengawali pembelajaran. Menurut Istarani ( 2012:227) menyatakan bahwa “model pembelajaran Guided Teaching memiliki kelebihan yaitu, dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sebab pembelajaran diawali dengan pertanyaan.”

25 Baca lebih lajut

Model Guided Teaching dalam Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Partisipasi Belajar Siswa

Model Guided Teaching dalam Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Partisipasi Belajar Siswa

Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari 2 kali pertemuan dan 1 kali tes hasil belajar pada akhir siklus. Pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan menggunakan model pembelajaran Guided Teaching. Penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa lembar observasi partisipasi belajar siswa, lembar observasi aktivitas guru serta tes hasil belajar. melalui model pembelajaran Guided Teaching merupakan hal yang baru bagi siswa sehingga dalam pelaksanaannya peneliti menemui berbagai kendala. Berdasarkan gambaran serta penjelasan tentang model pembelajaran Guided Teaching di atas, peneliti memulai penelitian dengan merancang beberapa tahapan, dimulai dengan perencanaan, yaitu mengkaji silabus mata pelajaran IPS kelas VI semester ganjil, kemudian peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran (RPP) dan memilih buku pegangan. Peneliti lalu menyiapkan media pembelajaran, menyusun lembar observasi partisipasi belajar siswa, menyusun lembar observasi aktivitas guru dan menyusun tes hasil belajar siswa. Selanjutnya, pada proses pelaksanaan pembelajaran yang dimulai dari kegiatan awal berisi berdo’a, apersepsi dan motivasi, kegiatan inti berisi menyampaikan materi pelajaran, pembelajaran menggunakan model pembelajaran Guided Teaching, dan cara guru dalam melaksanakan proses pembelajaran yaitu eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Kemudian, pada kegiatan akhir pembelajaran, berisi evaluasi dan untuk memperkuat data kejelasan peningkatan tersebut maka diadakan tes hasil belajar yang di sini peneliti gunakan adalah berupa soal tes. 1. Aktivitas Guru dalam Proses Pembelajaran
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN GUIDED TEACHING DALAM MENGORGANISASIKAN KONSEP PADA PEMBELAJARAN SISTEM PEREDARAN DARAH

PENGGUNAAN GUIDED TEACHING DALAM MENGORGANISASIKAN KONSEP PADA PEMBELAJARAN SISTEM PEREDARAN DARAH

Metode guided teaching dalam mengorganisisikan konsep, telah mendorong keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan, memberikan pengaruh terhadap otak untuk terlatih dalam memecahkan suatu permasalahan, sehingga keterlibatan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran akan memberikan daya ingat yang lebih, bila dibandingkan siswa hanya membaca teks atau mengingat sementara (Hartono, 2007). Melalui metode tersebut, siswa merefleksikan pengalaman pembelajaran menjadi pengetahuan yang baru. Trianto (2007) menyampaikan sebagai upaya dalam memasukan pemahaman materi kedalam memori jangka panjang, maka dapat dilakukan dengan cara latihan pengulangan organisasi informasi. Tingkat pemrosesan informasi, semakin banyak proses mental yang harus dilakukan terhadap stimulus, maka semakin banyak mengingat stimulus.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN TERBIMBING (GUIDED TEACHING) TERHADAP PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA

PENGARUH PEMBELAJARAN TERBIMBING (GUIDED TEACHING) TERHADAP PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA

Ber dasar kan latar belakang ter sebut, peneli ti ter tar ik untuk mencoba mener apkan pembelajar an ter bimbing (guided teaching) pada saat per kul iahan konsep dasar IPS. Metode ini mer upakan aktifitas untuk menget ahui tingkat pemahaman mahasisw a atau untuk memperoleh hipotesa. Metode ini memint a kepada mahasi sw a untuk membandingkan antar a jaw aban mer eka dengan materi yang telah disampaikan oleh dosen, (Slameto dkk, 2016).

5 Baca lebih lajut

S MTK 1106553 Chapter 1

S MTK 1106553 Chapter 1

Model pembelajaran penemuan terbimbing merupakan model pembelajaran yang bersifat student oriented dengan teknik trial and error, menerka, menggunaan intuisi, menyelidiki, menarik kesimpulan, serta memungkinkan guru melakukan bimbingan dan penunjuk jalan dalam membantu siswa untuk mempergunakan ide, konsep, dan keterampilan yang mereka miliki untuk menemukan pengetahuan yang baru. Menurut Bruner (Prince & Felder, 2006, hlm. 132) belajar dengan penemuan merupakan pendekatan yang berbasis pemeriksaan. Para siswa diberi suatu pertanyaan untuk menjawab suatu masalah untuk dipecahkan atau pengamatan-pengamatan untuk dijelaskan, mengarahkan dirinya sendiri untuk melengkapi tugas-tugas, menarik kesimpulan-kesimpulan yang sesuai dengan temuannya, dan “menemukan” pengetahuan konseptual berdasarkan fakta yang diinginkan di dalam proses.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING DALAM PEMBELAJARAN IPA DITINJAU DARI KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI DAN PENGUASAAN KONSEP IPA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN.

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING DALAM PEMBELAJARAN IPA DITINJAU DARI KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI DAN PENGUASAAN KONSEP IPA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN.

dalam sub bab IPA biologi dan IPA fisika. Untuk sub bab kimia disisipkan kedalam sub bab IPA biologi. Dalam proses belajar mengajar di dalam kelas guru IPA menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu model pembelajaran langsung dimana guru memiliki peran yang dominan di dalam kelas, sementara siswanya hanya diam mendengarkan penjelasan dari guru dan kurang tertarik dalam mengikuti proses pembelajaran IPA. Dengan demikian proses pembelajaran belum berpusat pada siswa, akan tetapi masih berpusat pada guru. Hal tersebut menyebabkan peserta didik menjadi pasif dan akan menghambat perkembangan keterampilan afektif, psikomotor, dan kognitif siswa.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL BELAJAR TEMUAN TERBIMBING (GUIDED DISCOVERY MODEL) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LISTRIK DINAMIS DI KELAS X SMA NEGERI 7 BINJAI T.P. 2012/2013.

PENGARUH MODEL BELAJAR TEMUAN TERBIMBING (GUIDED DISCOVERY MODEL) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LISTRIK DINAMIS DI KELAS X SMA NEGERI 7 BINJAI T.P. 2012/2013.

Penelitian mengenai pembelajaran Guided Discovery ini telah diteliti oleh Erni Elfrida Meilani (2011) bahwa: “ terjadi peningkayan hasil belajar siswa yang diajar dengan model Guided Discovery dalam pembelajaran fisika pada materi pokok hukum Newton di kelas VIII Semester I SMP Negeri 2 Kutacane T.P 2010/2011 dari pada yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional, yaitu sebesar 44,07 meningkat menjadi 65,79. Kelemahan dari penelitian ini tidak memberikan gambaran mengenai aktifitas belajar dimana di dalam belajar penemuan siswa dituntut berpartisipasai aktif melaluai eksperimen.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING (GUIDED DISCOVERY), KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI, KETERAMPILAN PROSES SAINS, DAN SIKAP ILMIAH BIOLOGI SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN DI KELAS XI SMA NEGERI 1

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING (GUIDED DISCOVERY), KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI, KETERAMPILAN PROSES SAINS, DAN SIKAP ILMIAH BIOLOGI SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN DI KELAS XI SMA NEGERI 1

Alhamdulillah, puji sykur kehadirat Allah swt. atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tesis yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing (Guided Discovery), Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi, Keterampilan Proses Sains dan Sikap Ilmiah Biologi Siswa Pada Materi Sistem Pencernaan Makanan di Kelas XI SMA Negeri 1 Sibolga” dengan baik. Tesis ini disusun guna memperoleh gelas Magister Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan. Selawat dan Salam kepada Nabi Muhammad saw. yang selalu memberi rahmat kepada kita semua.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Model guided discovery learning terhadap hasil belajar kimia siswa pada konsep laju reaksi (quasi eksperimen di SMAN 72 Jakarta Utara)

Pengaruh Model guided discovery learning terhadap hasil belajar kimia siswa pada konsep laju reaksi (quasi eksperimen di SMAN 72 Jakarta Utara)

Mengajar dengan menggunakan model guided discovery learning guru harus memberikan pengarahan pembelajaran yang mengaktifkan sisi kognitif serta kemampuan psikomotor siswa tetapi dalam penelitian ini hasil belajar yang diambil hanya dari segi kognitif saja atau dengan menggunakan test. Seperti yang dikatakan oleh Joseph Abruscato dan Donald A DeRosa “When we teach science with the focus on discovery, we prepare children to make their personal discoveries with our strong guidance. We give them their very own tool packs 22 ” . Ketika kita mengajar sains berdasarkan diskoveri, guru mempersiapkan siswa agar dapat terjadi discovery learning dalam kegiatan belajar mengajar dengan pengarahan guru, kita harus mempersiapkan siswa dengan peralatan yang mereka butuhkan. Itulah
Baca lebih lanjut

165 Baca lebih lajut

Pengaruh Penerapan Model Penemuan Terbimbing Berbantuan Power Point terhadap Hasil Belajar Materi Trigonometri Siswa Kelas X

Pengaruh Penerapan Model Penemuan Terbimbing Berbantuan Power Point terhadap Hasil Belajar Materi Trigonometri Siswa Kelas X

Model penemuan terbimbing adalah model pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk mengidentifikasi apa yang ingin diketahui dilanjutkan dengan mencari informasi sendiri kemudian mengorganisasi atau membentuk (konstruktif) apa yang mereka ketahui dan mereka pahami (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014:37). Sehingga guru sebagai pembimbing dan atau mengarahakan siswa, sedangkan siswa dituntut aktif dan partisipatif dalam proses belajar mengajar dikelas. Melihat latar belakang tersebut tujuan penelitian ini adalah adalah untuk mengetahui ada tidaknya dan besar pengaruh model pembelajaran penemuan terbimbing (guided discovery) berbantuan powerpoint terhadap hasil belajar matematika siswa materi trigonometri kelas X MIA.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH METODE DISCOVERY LEARNING DENGAN PEMBERIAN KUIS TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MATERI KELILING DAN LUAS SEGIEMPAT SISWA KELAS VII MTsN 2 TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2015-2016 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PENGARUH METODE DISCOVERY LEARNING DENGAN PEMBERIAN KUIS TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MATERI KELILING DAN LUAS SEGIEMPAT SISWA KELAS VII MTsN 2 TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2015-2016 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Setelah analisis data penelitian, selanjutnya adalah mendeskripsikan hasil penelitian dalam bentuk tabel atau yang disebut tabel rekapitulasi. Tabel rekapitulasi menggambarkan ada atau tidaknya perbedaan pembelajaran menggunakan metode Discovery Learning dengan pemberian kuis terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII MTsN 2 Tulungagung. Tabel rekapitulasi hasil penelitian disajikan sebagai berikut:

5 Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE GENERATIVE LEARNING MELALUI STRATEGI GUIDED TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI  PENERAPAN METODE GENERATIVE LEARNING MELALUI STRATEGI GUIDED TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA (PTK Pem

PENERAPAN METODE GENERATIVE LEARNING MELALUI STRATEGI GUIDED TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI PENERAPAN METODE GENERATIVE LEARNING MELALUI STRATEGI GUIDED TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA (PTK Pem

Tujuan penelitian (1) mendiskripsikan peningkatan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika dengan penerapan metode Generative Learning melalui strategi Guided Teaching dan (2) mendiskripsikan peningkatan keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran matematika dengan penerapan metode Generative Learning melalui strategi Guided Teaching. Jenis penelitian PTK kolaboratif. Subyek penelitian yang dikenai tindakan adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Karanganom, yang berjumlah 34 siswa. Metode pengumpulan data melalui metode observasi, catatan lapangan, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data secara deskriptif kualitatif dengan metode alur. Keabsahan data dilakukan dengan observasi terus menerus dan triangulasi data. Hasil penelitian peningkatan motivasi dan keaktifan belajar siswa dapat dilihat dari meningkatnya indikator peningkatan motivasi dan keaktifan belajar siswa meliputi: a) bertanya kepada guru tentang materi yang telah disampaikan, sebelum tindakan 38,2% dan di akhir tindakan 58,8 %. b) mengemukakan pendapat atau ide sebelum tindakan 35,2% dan di akhir tindakan 64,7%, c) mengerjakan soal latihan didepan kelas sebelum tindakan 44,1% dan di akhir tindakan 73.5%, d) menjawab pertanyaan sebelum tindakan 29,4% dan di akhir tindakan 67,6%, e) menyanggah atau menyetujui ide teman sebelum tindakan 29,4% dan diakhir tindakan 58,8%.. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penerapan metode Generative Learning melalui strategi Guided Teaching dapat meningkatkan motivasi dan keaktifan belajar siswa.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENERAPAN STRATEGI GUIDED TEACHING DENGAN METODE  Penerapan Strategi Guided Teaching Dengan Metode Generative Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Siswa Dalam Pembelajaran Matematika (Ptk Pembelajaran Matematika Kelas Vii Semester Ii Smp N 2 T

PENERAPAN STRATEGI GUIDED TEACHING DENGAN METODE Penerapan Strategi Guided Teaching Dengan Metode Generative Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Siswa Dalam Pembelajaran Matematika (Ptk Pembelajaran Matematika Kelas Vii Semester Ii Smp N 2 T

Penelitian ini bertujuan meningkatan kemampuan komunikasi siswa dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan bangun datar persegi dan persegi panjang setelah dilakukan pembelajaran melalui strategi guided teaching dengan metode generative learning. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah PTK (penelitian tindakan kelas). Subyek penerima tindakan adalah siswa kelas VIID SMP Negeri 2 Tasikmadu, Karanganyar yang berjumlah 32 siswa dan subjek pelaksana tindakan adalah guru kelas VII D dibantu oleh peneliti. Metode pengumpulan data melalui metode observasi, tes, catatan lapangan dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan metode alur yang terjadi dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin validitas data digunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi siswa dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan bangun datar persegi dan persegi panjang. Hal ini dapat dilihat dari 1) kemampuan siswa mengajukan pertanyaan mengenai materi sebelum tindakan 21,88% dan setelah tindakan 65,63%, 2) kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan sebelum tindakan 15,63% dan setelah tindakan 62,5%, 3) kemampuan siswa mengemukakan ide/gagasan sebelum tindakan 18,75% dan setelah tindakan 65,63%, serta 4) kemampuan siswa dalam membuat kesimpulan sebelum tindakan 21,88% dan setelah tindakan 71,88%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi guided teaching dengan metode generative learning dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan kemampuan komunikasi siswa pada pokok bahasan bangun datar persegi dan persegi panjang.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengembangan Model Pembelajaran Guided P

Pengembangan Model Pembelajaran Guided P

dapat dipamerkan seperti produk, publikasi dan atau presentasi (Patton, 2012: 13). Definisi serupa juga dipaparkan oleh Turgut (2008: 62) bahwa definisi PjBL mengarah pada suatu proyek yang mengintegrasikan sains, teknologi, kemasyarakatan, sejarah, matematik, politik dan bahkan seni yang memicu peserta didik untuk berdiskusi secara produktif dan memberikan kebebasan dalam pembelajaran dipandang sebagai jawaban untuk pertanyaan sebagai strategi belajar. Pada dasarnya PjBL berhubungan dengan model pembelajaran Inquiry Based Learning dan Problem Based Learning. Yang membedakan PjBL dengan model pembelajaran lain adalah adanya output yang dipamerkan. Project Based Leaning bukan suatu pendekatan pembelajaran yang benar-benar baru, pada awal abad ke-20 PjBL sudah mulai dikenal di dunia pendidikan sebagai pendekatan, bukan sebuah model pembelajaran. PjBL mulai kembali dikenal pada abad ke-21 ini dikarenakan kemajuan ilmu komunikasi dan teknologi yang menawarkan kecepatan dalam akses informasi. Hal ini memberikan kesempatan baik bagi guru maupun peserta didik untuk terlibat dalam pembelajaran yang berbasis proyek. Disamping itu, dengan project based learning, guru dapat mendorong keterampilan peserta didik yang dibutuhkan di universitas maupun dunia kerja seperti keterampilan menajemen waktu, kolaborasi, dan pemecahan masalah (Patton, 2012: 13).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) terhadap hasil belajar siswa Pada materi litosfer

Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) terhadap hasil belajar siswa Pada materi litosfer

The aims of this reaserch is to know the effect of the guided inquiry model to geography students learning outcomes in lithosphere. The method of reaserch used quasi experiments. The research was conducted at SMA Muhammadiyah 8 Ciputat.The research took 25 students for each group as a sample for each group using purposive sampling technique. The sample in this study of class X-I as an experimental group using the model of guided inquiry and class X-2 as a control group using conventional learning model use which each totaled 25 students. Instrumentation of research used Instrument test instruments, observation sheets and questionnaires.Base on data analysis using the t-test with performed on a 95% confidence level indicates that the learning outcomes of students who were taught Geography to guided inquiry obtained t values of 3,058 And t count of 1,677 it
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN GUIDED TEACHING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI AKT 1 SMK SWASTA JAMBI MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN GUIDED TEACHING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI AKT 1 SMK SWASTA JAMBI MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

Skripsi yang berjudul “ Penerapan Model Pembelajaran Student Team Achievement Divisions dengan Strategi Pembelajaran Guided Teaching untuk meningkat kan aktivitas siswa kelas XI AKT 1 SMK Swasta Jambi Medan Tahun Pembelajaran 2013/2014” disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di jurusan Pendidikan Ekonomi, Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan.

19 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...