Model pembelajaran konvensional

Top PDF Model pembelajaran konvensional:

STUDI PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN GEOGRAFI BERBASIS MULTIMEDIA (VCD) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL UNTUK MATERI LINGKUNGAN HIDUP.

STUDI PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN GEOGRAFI BERBASIS MULTIMEDIA (VCD) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL UNTUK MATERI LINGKUNGAN HIDUP.

Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh siswa setelah melalui proses pembelajaran. Hasil belajar sendiri dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor yang dibahas dalam penelitian ini adalah faktor ekstern yakni media pembelajaran. Dalam penelitian ini model pembelajaran yang digunakan adalah Model Pembelajaran Konvensional dan Model Pembelajaran Geografi Berbasis Multimedia (VCD ). Model Pembelajaran Konvensional adalah metode yang paling sering digunakan guru dan penerapannya secara lisan, sedangkan Model Pembelajaran Geografi Berbasis Multimedia (VCD ) adalah salah satu model pembelajaran yang merangsang siswa untuk aktif dalam memecahkan permasalahan dunia nyata yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar. Permasalahan dalam penelitian ini apakah rata-rata hasil belajar siswa SMAN 1 Karangtengah, Kabupaten Demak kelas XI Program IPS semester 2 tahun ajaran 2009/2010 materi Lingkungan Hidup yang menggunakan model pembelajaran geografi berbasis Multimedia (VCD) akan lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan Model Pembelajaran Konvensional? apakah hasil belajar siswa yang diperoleh melalui penerapan Model Pembelajaran Geografi Berbasis Multimedia (VCD) pada materi Lingkungan Hidup dapat mencapai batas minimum ketuntasan belajar (minimal 6,2)?
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Perbandingan Model Pembelajaran PSI Dengan Model Pembelajaran Konvensional Terhadap Hasil Belajar Bermain BolaBasket.

Perbandingan Model Pembelajaran PSI Dengan Model Pembelajaran Konvensional Terhadap Hasil Belajar Bermain BolaBasket.

Dari topik permasalahan yang muncul selanjutnya penulis tertarik melakukan kajian dengan melaksanakan penelitian mengenai perbandingan dua model ialah model pembelajaran PSI dengan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar bermain bolabasket. Berdasarkan hasil penelitian dan penghitungan serta analisis data yang telah dilakukan selama proses penelitian dari awal hingga akhir penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PSI lebih efektif diterapkan di sekolah SMP BPK Penabur Cimahi dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Perbedaan kesiapan sekolah antara anak yang mengikuti model pembelajaran montessori dengan anak yang mengikuti model pembelajaran konvensional.

Perbedaan kesiapan sekolah antara anak yang mengikuti model pembelajaran montessori dengan anak yang mengikuti model pembelajaran konvensional.

Meskipun Lillard telah melakukan penelitian serupa di Amerika Serikat, di Indonesia sendiri penelitian mengenai kesiapan sekolah berkaitan dengan model pembelajaran masih belum ditemukan. Ada perbedaan kebijaksanaan pendidikan antara Negara maju seperti Amerika dan Negara berkembang seperti Indonesia. Di Indonesia pendidikannya masih berorientasi pada prestasi (achievement oriented) yang merupakan salah satu ciri kebijaksanaan pendidikan di Negara berkembang (Icksan, 1985). Hal tersebut menyebabkan munculnya tuntutan pencapaian akademik untuk anak usia prasekolah. Adanya tuntutan dari orangtua agar anaknya bisa baca dan hitung setelah lulus dari PAUD menyebabkan adanya perubahan orientasi pengajar PAUD menjadi lebih menitikberatkan pada upaya peningkatan kemampuan membaca dan menulis untuk anak didiknya (Setiawati, 2011) dalam pelaksanaan penyelenggaraan PAUD.
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR AKTIVITAS SENAM.

PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR AKTIVITAS SENAM.

Education is an integral part in the life of a person who is formally implemented in school. The implementation of education is related to the learning process that is based proxies centered on teachers and students. Thus, there tendency that many problems can emerge in school gymnastics learning activities. For comparison, this study describes the inquiry learning model student-centered with conventional learning model teacher-centered, aiming to solve the problems in learning exercises and activities determine the effect of inquiry learning model with the conventional learning model of learning outcomes of gymnastic activities. The method used is an experimental method with a quantitative approach. The study population was all students of class X of SMK Negeri 1 Bandung, amounting to 432 students, with a simple random sampling technique specified 66 students as the sample. The instrument used in this study is the measurement of cognitive instruments, psychomotor instruments and affective instruments. The results of the initial test average inquiry learning model is 20,403 and 23,970 for the final test. The average yield of initial tests of conventional learning models is16,923 and 19,948for the final test. From these data it can be seen that the inquiry learning model significant effect on learning outcomes gymnastic activity with t count 3.4884 > t table 2.000, conventional learning models
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMTING TERHADAP HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 SIDIKALANG TAHUN AJARAN 2016/2017.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMTING TERHADAP HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 SIDIKALANG TAHUN AJARAN 2016/2017.

Dari hasil analisis data di peroleh nilai mean hasil belajar akuntansi siswa kelas yang menggunakan Model Pembelajaran Probing Promting 78,8 dengan standar deviasi 9,77 dan nilai mean hasil belajar siswa kelas yang menggunakan Model Pembelajaran Konvensional 62,6 dengan standar deviasi 10,57. Kemudian diperoleh t hitung 5,3432 > t table. = 1,6788 yang berarti hasil belajar siswa kelas yang menggunakan model probing promting secara signifikan lebih besar dari hasil belajar siswa kelas yang menggunakan model konvensional. Hasil ini menunjukkan bahwa model pembelajaran probing promting berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar akuntansi siswa kelas X di SMK Negeri 1 Sidikalang Pada pokok bahasan pencatatan transaksi Tahun Ajaran 2016/2017.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SQUARE DENGAN METODE QUESTION STUDENT HAVE DAN THINK TALK WRITE PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE-KABUPATEN SLEMAN TP 2013 2014 | A

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SQUARE DENGAN METODE QUESTION STUDENT HAVE DAN THINK TALK WRITE PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE-KABUPATEN SLEMAN TP 2013 2014 | A

Model pembelajaran kooperatif tipe TTW pada dasarnya dibangun melalui berpikir, berbicara, dan menulis. Alur strategi TTW dimulai dari keterlibatan siswa dalam berpikir (berdialog dengan dirinya sendiri) setelah proses membaca, selanjutnya berbicara dan membagi ( sharing ) dengan temanya sebelum menulis, yaitu menuliskan hasil diskusi/ dialog pada lembar kerja yang disediakan. Aktivitas menulis berarti mengkonstruksi ide, karena setelah berdiskusi atau berdialog antar teman kemudian mengungkapkannya melalui tulisan. Menulis dalam matematika membantu merealisasikan salah satu tujuan pembelajaran, yaitu pemahaman siswa tentang materi yang ia pelajari. Sehingga model pembelajaran TTW dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Hal itu sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Budi Purwanto (2012) menyatakan bahwa prestasi belajar matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TTW lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan model pembelajaran konvensional.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

t ipa 0709219 chapter3

t ipa 0709219 chapter3

Desain penelitian eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Randomized Control Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok, dimana satu kelompok sebagai kelompok eksperimen, dan kelompok lainnya sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelompok yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis fenomena, sedangkan kelompok kontrol adalah kelompok yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional.

12 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA PELAJARAN EKONOMI SMA WISUDA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA PELAJARAN EKONOMI SMA WISUDA

Hasil Belajar Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Konvensional. Hasil belajar siswa pada penelitian ini dapat dilihat dari hasil post test yang ada pada lampiran. Setelah pelaksanaan model pembelajaran konvensional pada kelas X SMA Wisuda pontianak yang berjumlah 30 Orang Siswa dapat dilihat bahwa jumlah Siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM (Tuntas) sebesar 30% dan yang mendapatkan nilai di bawah KKM (tidak tuntas) sebesar 70 %. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah Siswa yang nilainya tuntas lebih sedikit dibandingkan jumlah Siswa yang nilainya tidak tuntas. Hasil belajar Siswa dengan menggunakan model konvemsional lebih kecil karena kurangnya inovasi model pembelajaran yang dilakukan pada saat proses belajar mengajar. Maka dari itu perlu di adakannya perubahan agar hasil belajar Siswa menjadi meningkat dengan menggunakan inovasi-inovasi dalam proses pembelajarannya agar Siswa lebih semangat dan lebih aktif lagi dalam proses pembelajaran sehinga akan berdampak positif pada hasil belajarnya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

d ips 029703 chapter5

d ips 029703 chapter5

Sebagai rangkuman temuan pada penelitian ini, bahwa model pembelajaran berbasis portofolio lebih efektif, lebih baik dan lebih produktif daripada metode pembelajaran konvensional. Di samping itu ada perbedaan yang signifikan hasil pembelajaran PKn antara mahasiswa yang memperoleh perkuliahan PKn dengan model pembelajaran portofolio dengan mahasiswa yang memperoleh perkuliahan PKn dengan metode pembelajaran konvensional. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam rangka meningkatkan hasil pembelajaran PKn, ternyata model pembelajaran berbasis portofolio lebih efektif dibandingkan model pembelajaran konvensional.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA BIOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA BIOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN.

Penelitian ini ditujukan mengetahui : (1) Pengaruh dari model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan menggunakan video pembelajaran, model pembelajaran konvensional dengan media video pembelajaran, dan model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan berpikir mahasiswa biologi Unimed pada materi pembuatan media kultur jaringan Murashige dan Skoog; dan (2) Pengaruh dari model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan menggunakan video pembelajaran, model pembelajaran konvensional dengan media video pembelajaran, dan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar mahasiswa biologi Unimed pada materi pembuatan media kultur jaringan Murashige dan Skoog. Metode penelitian adalah metode kuasi eksperimen dengan sampel sebanyak 3 kelompok yang ditentukan secara simple random sampling (sampel acak). Setiap kelompok sampel diwakili oleh mahasiswa dari tiga kelas yang berbeda. Kelas yang diambil untuk menjadi sampel adalah kelas pendidikan A, pendidikan B dan Pendidikan Ekstension stambuk 2008. Kelompok A dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menggunakan video pembelajaran, kelompok B dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dengan menggunakan video pembelajaran, dan kelompok C dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian menggunakan tes hasil belajar sebanyak 30 soal; tes kemampuan berpikir kritis sebanyak 20 soal dalam bentuk pilihan berganda yang telah diuji validitas, reliabilitas, daya beda, dan tingkat kesukarannya. Teknik analisis data menggunakan uji Analisis Varians (Anava) dengan bantuan program SPSS 17.0 (SPSS Inc.).
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENGANTAR ADMINISTRASI PERKANTORAN KELAS X SMK NEGERI 1 STABAT TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENGANTAR ADMINISTRASI PERKANTORAN KELAS X SMK NEGERI 1 STABAT TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa yang masih rendah. Pada kelas eksperimen pembelajaran dilakukan dengan menggunakan model Problem Based Learning sedangkan pada kelas kontrol pembelajaran dilakukan dengan model pembelajaran konvensional.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran pengantar administrasi perkantoran kelas X di SMK Negeri 1 Stabat tahun pembelajaran 2014/2015.

23 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK LISTRIK DINAMIS KELAS X SEMESTER II SMA NEGERI 11 MEDAN T.P 2014/2015.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK LISTRIK DINAMIS KELAS X SEMESTER II SMA NEGERI 11 MEDAN T.P 2014/2015.

Pendidikan fisika merupakan salah satu kajian bidang dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang mempelajari peristiwa dan gejala-gejala yang terjadi di alam semesta sehingga fisika dapat dikatakan sebagai pondasi teknologi yang cukup beralasan untuk diberikan kepada siswa sebagai bekal dalam menghadapi hidup di masa mendatang. Sebagai bagian dari IPA maka hakikat fisika dapat ditinjau dan dipahami melalui hakikat sains yaitu proses sains dan produk sains. Produk sains dapat berupa fakta, konsep, prinsip atau hukum dan teori. Sedangkan proses sains berupa langkah-langkah yang harus ditempuh oleh para ilmuwan (saintis) untuk melakukan penyelidikan dalam rangka memperoleh penjelasan tentang gejala-gejala alam. Pendidikan dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran, baik di sekolah maupun diluar sekolah. Di sekolah, lembaga pendidikan diharapkan mampu untuk mengembangkan keterampilan berfikir siswa. Untuk mendukung hal itu maka melalui pembelajaran, guru hendaknya mengkondisikan siswa untuk belajar berfikir bukan untuk mengajarkan berfikir.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INTRODUCTION (PBI) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS ARTIKEL SISWA KELAS XI SMA BINTANG TIMUR PEMATANGSIANTAR TAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INTRODUCTION (PBI) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS ARTIKEL SISWA KELAS XI SMA BINTANG TIMUR PEMATANGSIANTAR TAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011.

Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain Two Group Pos- Test Design, yang dilaksanakan pada dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas control. Kelas eksperimen menggunakan model problem based introduction dengan sampel 26 siswa dan kelas kontrol menggunakan model konvensional dengan sampel 26 siswa. Alat atau instrument penelitian ini adalah penugasan.

Baca lebih lajut

t ptk 0907778 bibliography

t ptk 0907778 bibliography

Hiro, S. (2008). Studi Perbandingan Hasil Belajar Siswa yang Diajar dengan Model Pembelajaran Langsung dengan Model Pembelajaran Konvensional pada Pokok Bahasan Sistem Pencernaan pada Manusia Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Bau-Bau. [Online]. http://www.unidayan.ac.id/print.php?id=20080506141706424&tipe=journ al [26 Maret 2011)

2 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN MODEL AUDITORY  REPETITION (AIR) TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD NEGERI PEKAUMAN OTA TEGAL

KEEFEKTIFAN MODEL AUDITORY REPETITION (AIR) TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD NEGERI PEKAUMAN OTA TEGAL

Model AIR menekankan pembelajaran melalui kegiatan mendengarkan, berpikir, dan pengulangan. Model AIR dipilih karena model tersebut sesuai apabila diterapkan dalam pembelajaran IPS materi proklamasi kemerdekaan Indonesia yang meliputi tentang peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi, tokoh yang berperan dalam proklamasi kemerdekaa, dan cara menghargai jasa dan peranan tokoh kemerdekaan. Materi proklamasi kemerdekaan Indonesia tersebut bersifat luas dan teoritis, sehingga memerlukan model pembelajaran yang dapat membuat siswa mengerti dan mengingat isi dari materi tersebut. Model pembelajaran AIR dapat membantu siswa mengerti dan mengingat materi yang disampaikan oleh guru. Tidak hanya menghafalkan saja namun siswa juga dapat mengaplikasikan materi yang diperolehnya dalam kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran AIR juga sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar yakni senang berkelompok. Selain kesesuaian dengan materi dan karakteristik siswa SD, model pembelajaran AIR dipilih karena guru kelas V di SD Negeri Pekauman 5 belum pernah melaksanakan model pembelajaran tersebut.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ATI (APTITUDE TREATMENT INTRACTION) TERHADAP KEMAMPUAN SISWA MENGIDENTIFIKASI UNSUR INTRINSIK PUISI “ GENERASI BIRU” KARYA TOHA NASRUDIN OLEH SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 TANJUNG MORAWA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010.

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ATI (APTITUDE TREATMENT INTRACTION) TERHADAP KEMAMPUAN SISWA MENGIDENTIFIKASI UNSUR INTRINSIK PUISI “ GENERASI BIRU” KARYA TOHA NASRUDIN OLEH SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 TANJUNG MORAWA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri I TG Morawa Tahun Pembelajaran 2009/2010 yang terdiri dari 3 (tiga) kelas yang berjumlah 120 orang. Dari populasi tersebut ditetapkan sampel sebanyak 2 kelas yaitu kelas X.1 (kelas Eksperimen) dan kelas X.2 (kelas Kontrol) yang masing- masing kelas berjumlah 40 orang. Untuk memperoleh data yang diperlukan digunakan tes kemampuan mengidentifikasi unsur intrinsik “Generasi Biru” karya Toha Nasrudin.

Baca lebih lajut

T POR 1202642 Chapter5

T POR 1202642 Chapter5

3. Peneliti menyarankan kepada institusi perguruan tinggi terutama sekolah pascasarja selalu terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan selalu memberikan keilmuan baru mengenai model-model pembelajaran yang baru. 4. Peneliti menyarankan bagi peneliti lain bagi yang berminat untuk menjawab

Baca lebih lajut

Contoh Soal Pretest Modul PKB Guru PJOK SD Tahun 2017 - Dokumen Guru Edukasi LK 02 PED KK J

Contoh Soal Pretest Modul PKB Guru PJOK SD Tahun 2017 - Dokumen Guru Edukasi LK 02 PED KK J

1. Apa perbedaan konsep evaluasi dengan konsep assessment ditinjau dari dua model pembelajaran, yaitu: model atau pendekatan konvensional yang memperhatikan pada hasil pembelajaran (product) dan model atau pendekatan tematik integrative yang lebih menekankan pada proses pembelajaran (process)?

Baca lebih lajut

S PJKR 0901359 Chapter5

S PJKR 0901359 Chapter5

3. Model pembelajaran kooperatif memberikan pengaruh yang lebih besar ketika dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional terhadap perilaku sosial dan hasil keterampilan lob bertahan dalam pembelajaran aktivitas permainan bulutangkis.

2 Baca lebih lajut

t ipa 1007225 chapter5

t ipa 1007225 chapter5

2. Self-efficacy siswa yang memperoleh pembelajaran MEAs termasuk kategori rendah. Hal ini terjadi mungkin disebabkan perasaan shock karena tidak terbiasa dengan tugas pembelajaran MEAs yang lebih rumit dan lebih berat dari pembelajaran konvensional. Namun, setelah pembelajaran MEAs berikutnya kondisi self-efficacy siswa menjadi stabil dan naik. Berdasarkan uraian tersebut, untuk memunculkan self-efficacy dibutuhkan waktu penelitian yang lebih lama dari waktu penelitian ini.

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...