Model Pembelajaran Kooperatif

Top PDF Model Pembelajaran Kooperatif:

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN KECERDASAN LINGUISTIK TERHADAP KEMAMPUAN APRESIASI CERPEN PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 16 MEDAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN KECERDASAN LINGUISTIK TERHADAP KEMAMPUAN APRESIASI CERPEN PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 16 MEDAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015.

Selain model pembelajaran kooperatif tipe think pair share, salah satu model pembelajaran yang dapat dikedepankan adalah pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI). Group investigation adalah kelompok kecil untuk menuntun dan mendorong siswa dalam keterlibatan belajar. Metode ini menuntut siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok (group process skills). Hasil akhir dari kelompok adalah sumbangan ide dari tiap anggota serta pembelajaran kelompok yang notabene lebih mengasah kemampuan intelektual siswa dibandingkan belajar secara individual. Eggen dan Kauchak seperti dikutip Maimunah, 2005:21) mengemukakan group investigation adalah strategi belajar kooperatif yang menempatkan siswa ke dalam kelompok untuk melakukan investigasi terhadap suatu topik.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA DIKLAT PROSES DASAR PERLAKUAN LOGAM DI SMK N 1 SEDAYU.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA DIKLAT PROSES DASAR PERLAKUAN LOGAM DI SMK N 1 SEDAYU.

Pembelajaran adalah suatu kegiatan agar proses pembelajaran seseorang atau sekelompok orang yang berkaitan dengan suatu usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk mencapai tujuan tersebut agar di dalam proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan menyenangkan, maka upaya yang dilakukan yakni dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang didukung oleh materi dan karakteristik siswa. Model pembelajaran kooperatif memberi kesempatan kepada siswa agar bisa bekerja sama dalam kelompok kecil untuk menyelesaikan tugas kelompok secara bersama-sama. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD juga dapat membuat siswa menjadi lebih aktif dalam belajar, baik aktif dalam mempelajari suatu materi dan aktif dalam berkomunikasi. Pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah untuk memotivasai siswa supaya saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam menguasai kemampuan yang diajarkan oleh guru.
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI BANGUN DATAR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS IV SDN 2 KUPANG TEBA BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2013/2014

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI BANGUN DATAR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS IV SDN 2 KUPANG TEBA BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika siswa kelas IV SDN 2 Kupang Teba Bandar Lampung tahun pelajaran 2013/2014 melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Objek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 2 Kupang Teba Bandar Lampung sebanyak 34 siswa. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi aktivitas siswa dan aktivitas guru mengajar. Untuk data hasil belajar siswa terhadap materi yang dipelajari, maka digunakan soal pre tes dan post tes (evaluasi). Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik prosentase dengan membandingkan standar ketuntasan belajar minimal yang ditetapkan yaitu
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE BERMAIN JAWABAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SDN KOTALAMA 1 MALANG

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE BERMAIN JAWABAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SDN KOTALAMA 1 MALANG

4 bermakna. Oleh karena itu dibutuhkan model pembelajaran yang baik untuk dapat diterapkan di kelas tersebut, salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang dirancang untuk membelajarkan kecakapan akademik ( academic skill ), sekaligus keterampilan sosial ( social skill ) termasuk interpersonal skill (Riyanto, 2010:267). Pembelajaran kooperatif yang ingin diterapkan oleh peneliti adalah pembelajaran kooperatif tipe Bermain Jawaban, yaitu suatu model pembelajaran yang saat ini banyak digunakan untuk mewujudkan kegiatan belajar mengajar yang berpusat pada siswa, terutama untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan guru dalam mengaktifkan siswa agar hasil belajar siswa dapat lebih baik dari sebelumnya. Model pembelajaran kooperatif Bermain Jawaban dapat melibatkan semua peserta didik dari awal hingga akhir, mereka ditantang untuk mencari jawaban yang benar dan sekaligus bergantung pada faktor keberuntungan. Permainan ini dapat digunakan untuk pre-test maupun post-test, dan juga guru mengajar dengan menggunakan jawaban-jawaban yang ditemukan oleh siswa.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Eksperimentasi Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT), dan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Students Teams Achievement Division (STAD) ditinjau dari Tingkat Aktivitas Metakognisi

Eksperimentasi Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT), dan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Students Teams Achievement Division (STAD) ditinjau dari Tingkat Aktivitas Metakognisi

Sri Wahartojo. S851408041. Eksperimentasi Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT), dan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Students Teams Achievement Division (STAD) ditinjau dari Tingkat Aktivitas Metakognisi Siswa Kelas X SMK Se-Kota Surakarta Tahun Pembelajaran 2015/2016. Pembimbing I: Prof. Dr. Budiyono, M. Sc. Pembimbing II: Dr. Budi Usodo, M. Pd. Tesis. Program Magister Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sebelas Maret. Surakarta. 2015.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Peningkatan Hasil Belajar Matematika dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Pada Kelas 5

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Peningkatan Hasil Belajar Matematika dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Pada Kelas 5

Berdasarkan hasil observasi, penerapan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) oleh guru secara keseluruhan belum berjalan sesuai dengan harapan, namun masih ada yang harus diperbaiki seperti siswa yang masih nampak malu-malu, penguasaan kelas masih kurang, ini dapat dilihat dari bimbingan pada setiap kelompok yang mengerjakan tugas kelompok masih kurang sehingga ada beberapa siswa yang asik bermain dan berbicara sendiri saat diskusi juga karena pembagian kelompok yang cukup besar. Saat pembagian kelompok belum ada ketua kelompok. Kemudian dalam menyampaikan tujuan pembelajaran gunakan bahasa yang mudah dipahami siswa, sehingga siswa dapat memahami apa yang dijadikan tujuan setelah mereka melakukan pembelajaran.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DEVISION BAGI SISWA KELAS IV DI SD NEGERI 2 SERDANG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DEVISION BAGI SISWA KELAS IV DI SD NEGERI 2 SERDANG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Siswa kelas IV sebagai subyek penelitian ini memiliki karakteristik yang heterogen. Heterogen baik dalam segi kemampuan intelegensi, motivasi belajar, latar belakang keluarga, maupun sifat dan wataknya. Dari segi watak ada beberapa siswa yang memiliki watak sulit diatur, sehingga kadang-kadang menyulitkan guru pada saat pembelajaran berlangsung. Namun secara umum memiliki kepribaduan yang cukup baik. Dilihat dari kemampuan matematika sangat kurang. Permasalahan tersebut mungkin dikarenakan semangat belajar yang kurang. Keadaan tersebut dapat dilihat keadaan sehari-hari, di mana siswa sering mengeluh pusing dan bosan bila diajak belajar matematika. Permasalahan inilah yang mendorong peneliti mengangkat mata pelajaran matematika kompetensi dasar tentang mengidentifikasi benda-benda dan bangun datar simetris dan kompetensi mdasar tengang menentukan hasil pencerminan suatu bangun datar sebagai obyek penelitian.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Efektifitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Belajar Bersama (Learning Together) dengan Media Pembelajaran Google Drive.

Efektifitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Belajar Bersama (Learning Together) dengan Media Pembelajaran Google Drive.

juga membiasakan siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok, diskusi dan dapat saling mengadakan koreksi antar teman dalam kelompok, sehingga dalam proses pembelajaran sebagai pendidik tidak hanya menuangkan atau menjejalkan sejumlah informasi ke dalam benak siswa, tetapi mengusahakan bagaimana agar konsep-konsep penting dan sangat berguna tertanam kuat dalam benak siswa (Peageta dan Nuhadi, 2003: 33-35). Dalam pembelajaran kooperartif siswa dapat saling berinteraksi dan saling memunculkan strategi-strategi pemecahan masalah yang efektif. Pembelajaran kooperatif berbeda dengan belajar kelompok biasa, karena dalam pembelajaran kooperatif siswa tidak hanya bertanggung jawab pada kelompoknya. Pembelajaran kooperatif memberi lingkungan belajar dimana siswa bekerja sama dalam kelomppok kecil yang kemampuannya berbeda (heterogen) dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY - TWO STRAY (TSTS) DAN TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DI KELAS X SMK TKJ NEGERI 1 STABAT T.A 2016/2017.

PERBEDAAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY - TWO STRAY (TSTS) DAN TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DI KELAS X SMK TKJ NEGERI 1 STABAT T.A 2016/2017.

Kondisi ini terjadi pula di SMK Negeri 1 Stabat. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bidang studi matematika SMK Negeri 1 Stabat pada tanggal 8 September 2016 bahwa hasil belajar matematika siswa rendah pada pokok bahasan Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV). Siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal SPLDV berbentuk soal cerita dan mengubahnya kedalam model matematika, seperti contoh, Jumlah uang Andre ditambah 3 kali uang Budi adalah Rp. 32.500,00 sedangkan 2 kali uang Andre ditambah 4 kali uang Budi adalah Rp. 50.000,00. Buatlah model matematikanya, kemudian tentukan besar uang Andre dan Budi masing-masing.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN MULTIMEDIA PADA SISTEM EKSKRESI MANUSIA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 4 TAKENGON TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN MULTIMEDIA PADA SISTEM EKSKRESI MANUSIA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 4 TAKENGON TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, minat serta perhatian peserta didik. Pengelompokkan berbagai jenis media apabila dilihat dari segi perkembangan teknologi oleh Seels dan Glosgow (1990), dibagi dalam kategori luas, yaitu pilihan media tradisional dan pilihan media tekhnologi mutakhir. Salah satu media mutakhir adalah media animasi, yaitu media yang mempunyai unsur suara dan gambar. Aspek penting lainnya penggunaan media adalah membantu memperjelas pesan pembelajaran. Informasi yang disampaikan secara lisan terkadang tidak dipahami sepenuhnya oleh siswa, terlebih apabila guru kurang cakap dalam menjelaskan materi. Disinilah peran media, sebagai alat bantu memperjelas pesan pembelajaran.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PREDICT DISCUSS EXPLAIN OBSERVE DISCUSS EXPLAIN (PDEODE) DENGAN ASSESSMENT FOR LEARNING (AFL) DAN PDEODE DENGAN PENILAIAN KONVENSIONAL PADA MATERI PELUANG DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA KELAS XII SMK SE-

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PREDICT DISCUSS EXPLAIN OBSERVE DISCUSS EXPLAIN (PDEODE) DENGAN ASSESSMENT FOR LEARNING (AFL) DAN PDEODE DENGAN PENILAIAN KONVENSIONAL PADA MATERI PELUANG DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA KELAS XII SMK SE-

Trianto (2010:5) menyatakan bahwa masalah utama dalam pembelajaran pada pendidikan formal dewasa ini adalah masih rendahnya daya serap peserta didik yang disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih memberikan dominasi guru dan tidak memberikan akses bagi siswa untuk berkembang secara mandiri melalui penemuan dalam proses berpikirnya. Selain itu, menurut Hudojo (2005:10) keberhasilan belajar matematika bergantung kepada proses belajarnya. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa salah satu faktor penyebab rendahnya prestasi belajar matematika adalah proses belajar yang kurang efektif. Oleh karena itu, salah satu alternatif untuk mengatasi masalah ini adalah menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran. Hal tersebut diharapkan agar materi pelajaran yang disampaikan lebih diterima oleh siswa, sehingga siswa dapat menyerap materi tersebut dengan baik.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian - IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PAI - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian - IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PAI - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Penggunaan media proyektor dalam implementasi model pembelajaran kooperatif tipe make a match ini nampaknya membuat proses pembelajaran pada mata pelajaran PAI mendapat sambutan positif dari peserta didik, terlihat dari antusiasme peserta didik dalam proses pembelajaran semakin bertambah. Dan hal itulah yang membuat kualitas pembelajaran PAI di sekolah tersebut semakin baik dengan prestasi tiap semester yang semakin bertambah. Berbeda dari sekolah sebelumnya ternyata kualitas pembelajaran PAI di kelas tersebut juga cukup berimbas pada aspek sikap dan prilaku peserta didik, dibuktikan dengan sikap sopan dan santunnya peserta didik kepada orang lain yang baik.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Peningkatan hasil belajar PKN siswa kelas IV MI Attaqwa Bekasi Utara melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions)

Peningkatan hasil belajar PKN siswa kelas IV MI Attaqwa Bekasi Utara melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions)

1. Rahadat, Antonius 2009 , S1 Program Studi S1 PGSD Universitas Negeri Malang (UM) “ Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran PKn topik sistem pemerintahan desa dan kecamatan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Arjosari I Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan oleh Antonius Rahadat ” Mata pelajaran PKn bertujuan untuk menjadikan siswa agar mampu berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi persoalan hidup maupun isu kewarganegaraan di negaranya. Namun dalam pembelajaran PKn di kelas IV SDN Arjosari I Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan masih berpusat pada guru, sehingga aktivitas siswa tidak terlihat dan hasil belajar masih kurang dari standar kelulusan minimal. Dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, maka belajar akan berpusat pada siswa (student centered) sehingga situasi belajar siswa akan terlihat, dan hasil belajarnya akan meningkat.
Baca lebih lanjut

152 Baca lebih lajut

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK DAN TALKING BREAD PADA POKOK BAHASAN GEOMETRI DAN PENGUKURAN DITINJAU DARI KECERDASAN MAJEMUK SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE-KABUPATEN KARANGANYAR | Pamungkas | 6657 14141 1 SM

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK DAN TALKING BREAD PADA POKOK BAHASAN GEOMETRI DAN PENGUKURAN DITINJAU DARI KECERDASAN MAJEMUK SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE-KABUPATEN KARANGANYAR | Pamungkas | 6657 14141 1 SM

Dilain pihak, Lee (dalam Alwi, 2014) meneliti dampak tertawa dan perasaan bahagia, orang yang bahagia mampu berpikir fleksibel dan inklusi, kreatif, serta representative sehingga guru harus bisa merencanakan pembelajaran yang menyenangkan di kelas. Salah satu model pembelajaran yang dapat dipilih adalah model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick. Model pembelajaran kooperatif tipe Taking Stick merupakan model yang bisa dijadikan alternatif bagi guru untuk menyajikan pembelajaran yang menyenangkan di kelas. Pembelajaran ini dilakukan dengan bantuan permainan tongkat yang digulirkan setelah siswa mempelajari materi pokoknya. Menurut Suprijono (2009:100), model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick mampu mendorong siswa untuk mengemukakan pendapat. Namun disisi lain, model pembelajaran ini mempunyai beberapa kelemahan. Kelemahan model pembelajaran Talking Stick adalah membuat siswa senam jantung (Suyatno, 2009:71). Terkait dengan rendahnya prestasi belajar matematika pada materi geometri dan pengukuran, model pembelajaran ini diharapkan menumbuhkan kenyamanan dan keaktifan siswa ketika kegiatan pembelajaran berlangsung. Ryan (2013) menjelaskan bahwa model pem- belajaran kooperatif tipe Talking Stick mempunyai kegunaan diantaranya membuat siswa lebih terfokus ketika mengikuti kegiatan pembelajaran. Ketika tongkat bergulir siswa harus terlibat dalam kegiatan pembelajaran.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Efektivitas Model Pembelajaran Jigsaw Berbantuan Media Video dan Gambar Ditinjau dari Hasil Belajar IPA

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Efektivitas Model Pembelajaran Jigsaw Berbantuan Media Video dan Gambar Ditinjau dari Hasil Belajar IPA

Pakpahan Lammindo dan Simarmata Usler (2014) Perbedaan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw berbantu Peta Konsep dengan Model Pembelajaran Konvensional pada Materi Pokok Bunyi di Kelas VII Semester II SMP Negeri 4 pangaribuan T.P. 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah quasi ekperimen dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Pangaribuan yang terdiri dari 4 kelas. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen adalah 37,97 dan nilai rata-rata pretes kelas kontrol adalah 35,94. Setelah diberi perlakuan yang berbeda diperoleh nilai rata-rata untuk kelas eksperimen adalah 71,41 dan kelas kontrol 63,91 dan hasil pengujian hipotesis diperoleh thitung = 2,99>ttabel = 1,99 pada taraf signifikan α = 0,05 maka hipotesis alternatif (Ha) diterimah. Oleh karena itu ada perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantu peta konsep dengan mode pembelajaran konvesional pada materi pokok bunyi di kelas VIII SMP Negeri 4 Pangaribuan T.P. 2012/2013. Perbedaan dalam penelitian ini dari beberapa penelitian di atas adalah lebih menekankan efektivitas penggunaan media sebagai alat bantu pembelajaran melalui model pembelajaran jigsaw. Selain itu, perbedaan yang lain adalah penelitian ini dilakukan di dua SD yang berbeda namun tetap satu gugus.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

proposal rosita

proposal rosita

Melalui model pembelajaran kooperatif teknik bercerita berpasangan (Paired Story Telling) siswa dapat menuliskan kembali yang terjadi baik sebelum maupun sesudah berdasarkan hasil bacaan yang telah didapat sebelumnya dan daftar kata kunci yang diterima dari hasil bacaan temannya. Kemudian siswa akan mengemukakan pendapatnya berdasarkan apa yang telah didiskusi baik antara siswa dengan siswa maupun antara siswa dan guru. Model pembelajaran kooperatif teknik bercerita berpasangan (Paired Story Telling) diharapkan dapat meningkatkan kreatifitas siswa di kelas selama proses pembelajaran berlangsung sehingga pemikiran siswa dapat dikembangkan dengan baik dan memperoleh hasil yang baik pula.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

 this  file 5248 4235 1 SM

this file 5248 4235 1 SM

Pembelajaran yang sesuai untuk mata pelajaran IPS adalah model pembelajaran kooperatif, pada model pembelajaran kooperatif banyak jenisnya dan jenis yang paling sederhana adalah “STAD (Student Teams Achievment Division) isi model pembelajaran ini yaitu lingkungan pengajaran yang beraturan antara lain pengajaran, belajar kelompok, tes/ ulangan, dan pengumuman hasil tes, model pembelajaran STAD bertujuan untuk memotivasi siswa untuk berani dan saling menolong dalam penguasaan materi yang diajarkan guru” (Susanto, 2014: 238-239), pada kenyataan di kelas 3 SDLB Eka Mandiri, guru kurang melibatkan siswa dalam pembelajaran aktif di kelas, guru lebih menekankan pembelajaran yang kaku dengan metode ceramah dan tanya jawab, karena hal tersebut maka banyak siswa yang kurang memahami pembelajaran yang disampaikan oleh guru, cara yang paling sederhana untuk menimbulkan minat belajar siswa adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang terdapat permainan di dalamnya, sehingga siswa aktif dan senang dalam mengikuti pembelajaran di kelas.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Modul Paket Pembinaan Penataran

Modul Paket Pembinaan Penataran

Salah satu model pembelajaran di antaranya adalah model pembelajaran kooperatif yaitu suatu model pembelajaran yang menggunakan kelompok-kelompok, dengan kekhasan dari model tersebut adalah setiap siswa dalam kelompok-kelompok yang mempunyai tingkat kemampuan, budaya, etnis, sosial yang berbeda-beda, mengutamakan kerja sama untuk menyelesaikan permasalahan serta menerapkan pengetahuan dan keterampilan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Adapun model pembelajaran kooperatif beserta contoh yang dikemukakan pada paket pembinaan penataran ini adalah tipe Jigsaw, NHT (Number Heads Together), TAI (Team Assisted Individualization), dan STAD (Student Teams Achievement Divisions).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI JIGSAW DAN TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION)  Eksperimentasi Pembelajaran Matematika Dengan Strategi Jigsaw Dan Tai (Team Assisted Individualization) Ditinjau Dari Kemampuan Prasyarat Siswa SMP Ne

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI JIGSAW DAN TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) Eksperimentasi Pembelajaran Matematika Dengan Strategi Jigsaw Dan Tai (Team Assisted Individualization) Ditinjau Dari Kemampuan Prasyarat Siswa SMP Ne

Menurut Amin Suyitno (2006:9), model pembelajaran kooperatif tipe TAI merupakan model pembelajaran yang membentuk kelompok kecil yang heterogen dengan latar belakang cara berpikir yang berbeda untuk saling membantu terhadap siswa yang lain yang membutuhkan bantuan. Dalam model ini, diterapkan bimbingan antar teman yaitu siswa yang pandai dapat bertanggung jawab terhadap siswa yang lemah. Di samping itu dapat meningkatkan partisipasi siswa yang lemah, serta dapat pula meningkatkan partisipasi siswa dalam kelompok kecil. Siswa yang pandai dapat mengembangkan kemampuan dan ketrampilannya, sedangkan siswa yang lemah dapat terbantu menyelesaikan masalah yang dihadapi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Berbasis Interactive Handout terhadap Hasil Belajar pada Siswa Kelas VIII di MTs Negeri Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung BAB I Rev

Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Berbasis Interactive Handout terhadap Hasil Belajar pada Siswa Kelas VIII di MTs Negeri Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung BAB I Rev

2. Joyce dan Weil berpendapat bahwa model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau yang lain 8 . Sedangkan Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah konsep belajar dimana guru menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. 9
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...