Model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray

Top PDF Model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray:

Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi kubus dan balok di kelas viii mts Islamiyah Medan tahun ajaran 20162017  Repository UIN Sumatera Utara

Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi kubus dan balok di kelas viii mts Islamiyah Medan tahun ajaran 20162017 Repository UIN Sumatera Utara

Model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dapat membuat siswa lebih terlibat dalam proses pembelajaran. Mereka bisa menggali informasi dan memperoleh variasi langkah penyelesaian yang mungkin berbeda dari siswa lain. Hal ini terjadi karena siswa secara aktif berdiskusi dengan anggota kelompoknya mengenai permasalahan yang mereka peroleh. Mereka saling mengungkapkan ide atau gagasan dari setiap anggota kelompok. Tidak hanya dengan anggota kelompoknya, mereka pun bisa menyampaikan informasi yang mereka peroleh kepada kelompok tamu yang datang dan memperoleh penyelesaian lain ketika bertandang kepada kelompok lain sebagai tamu. Hal ini mengandung pengertian bahwa, guru hanya betugas membimbing dan mengarahkan, tidak sepenuhnya mendominasi penyampaian materi di kelas.
Baca lebih lanjut

163 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PANTUN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY | M. Ismail S. | Jurnal Didaktika Dwija Indria (SOLO) 6399 15726 1 PB

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PANTUN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY | M. Ismail S. | Jurnal Didaktika Dwija Indria (SOLO) 6399 15726 1 PB

Abstrak: Latar belakang penelitian ini berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti pada kelas IV SDN Pajang II No. 171 Laweyan, Surakarta Tahun Pelajaran 2014/2015, yakni rendahnya keterampilan menulis pantun siswa dan belum diterapkannya model pembelajaran inovatif oleh guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menulis pantun siswa dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatif tipe Two Stay Two Stray pada siswa kelas IV SDN Pajang II No. 171 Laweyan, Surakarta Tahun Pelajaran 2014/2015. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak dua siklus. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif (Miles & Huberman) yang terdiri dari empat komponen, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi, wawancara, dan tes. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Two Stay Two Stray dapat meningkatkan keterampilan menulis pantun siswa kelas IV SDN Pajang II No. 171 Laweyan, Surakarta Tahun Pelajaran 2014/2015.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR MENGANALISIS RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH DI KELAS X JURUSAN TITL SMK NEGERI 2 DOLOKSANGGUL T.A. 2016/2017.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR MENGANALISIS RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH DI KELAS X JURUSAN TITL SMK NEGERI 2 DOLOKSANGGUL T.A. 2016/2017.

pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif sehingga siswa belajar dengan suasana yang menyenangkan, dalam hal ini model yang dapat digunakan adalah model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan aktivitas siswa selama proses belajar mengajar berlangsung. Salah satunya yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TS-TS). Model ini dikembangkan pertama kali oleh Spencer Kagan pada tahun 1992.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray (TSTS) pada pokok bahasan usaha dan energi kelas VIII Semester 1 di MTsN 1 Model Palangka Raya Tahun Ajaran 20142015  Digital Library IAIN Palangka Raya

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray (TSTS) pada pokok bahasan usaha dan energi kelas VIII Semester 1 di MTsN 1 Model Palangka Raya Tahun Ajaran 20142015 Digital Library IAIN Palangka Raya

Model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) digunakan dalam pembelajaran fisika karena model pembelajaran tersebut dipandang mampu membuat siswanya lebih aktif, siswa diberi kesempatan untuk bertukar informasi dan membagikan hasil pemikirannya dengan siswa yang lain supaya lebih memahami materi atau masalah yang diberikan oleh guru, serta siswa diajarkan untuk menghargai pendapat siswa lain.

11 Baca lebih lajut

PEMAHAMAN KONSEP ENERGI PANAS DAN PERPINDAHANNYA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY.

PEMAHAMAN KONSEP ENERGI PANAS DAN PERPINDAHANNYA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY.

Prosedur penelitian pada penelitian ini dilakukan penelitian secara bertahap.Pe- laksanaan penelitian ini dilakukan 4 kali pertemuan yang terdiri dari 2 siklus, tiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan dan se- tiap pertemuan 2 x 35 menit.Masing-ma- sing siklus terdiri dari perencanaan, pelak- sanaan, observasi dan refleksi pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan menggu- nakan model pembelajaran Kooperatif tipe Two Stay Two Stray. Pada penelitian di- awali dengan membuat perencanaan pem- belajaran yang digunakan dalam pembela- jaran dan menyiapkan media pembelajar- an yang sesuai dengan materi. Pada tahap pelaksanaan pembelajaran diawali dengan doa bersama danabsensi, melakukan aper- sepsi, informasi bahanyang akan dipelaja- ri dalam proses pembelajaran. Pada ke- giatan inti dibagi menjadi beberapa tahap- an yaitu eksplorasi, elaborasi dan konfir- masi. Pada kegiatan akhir guru dan siswa membuat simpulan dari hasil pembelajar- an yang telah dilakukan,Guru mengada- kan evaluasi. Tindak lanjut.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Peningkatan kemampuan koneksi dan komunikasi matematik melalui model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray

Peningkatan kemampuan koneksi dan komunikasi matematik melalui model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray

Kedua kelas ternyata mengalami peningkatan kemampuan dalam menyelesaikan soal-soal yang diberikan, baik pada kemampuan koneksi komunikasi matematik. Namun peningkatan yang terjadi pada kelas eksperimen lebih besar daripada kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan kemampuan koneksi dan komunikasi matematik yang diberikan. Berdasarkan data yang telah uraikan, hal ini menunjukkan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray membawa perubahan yang positif terhadap hasil pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran dengan model kooperatif tipe Two Stay Two Stray, mahasiswa berperan lebih aktif dalam proses pembelajaran. Setiap anggota kelompok berperan aktif dalam kelompoknya dalam membahas materi dan latihan soal. Mereka memiliki tanggung jawab terhadap kelompoknya masing-masing karena apa yang mereka bahas harus mereka presentasikan kepada perwakilan masing-masing kelompok yang bertamu. Sedangkan anggota kelompok yang bertamu, mereka berperan aktif untuk bertamu kepada kelompok lain untuk membahas materi atau latihan yang dibahas oleh kelompok yang mereka datangi. Kemudian mereka juga harus bisa mempresentasikan apa yang mereka peroleh dari kelompok-kelompok yang lain tentang materi yang berbeda kepada tiap anggota kelompoknya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA ANTARA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY-TWO STRAY DAN INSIDE-OUTSIDE CIRCLE PADA SISWA KELAS VII MATERI ARITMETIKA SOSIAL MTsN NGANTRU TAHUN PELAJARAN 2016  2017 - Institutional Repository of

PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA ANTARA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY-TWO STRAY DAN INSIDE-OUTSIDE CIRCLE PADA SISWA KELAS VII MATERI ARITMETIKA SOSIAL MTsN NGANTRU TAHUN PELAJARAN 2016 2017 - Institutional Repository of

bahwa Untuk hasil belajar peserta didik ada peningkatan rata-rata hasil belajar peserta didik dari siklus I ke siklus II, yaitu sebesar 2,91. Hal ini menunjukkan bahwa pada siklus I ketuntasan belajar peserta didik belum tercapai yaitu sebesar 61,90%sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 80,95% dengan peningkatan ketuntasan 18.81% , dan hanya ada 4 peserta didik yang belum tuntas belajar. Dengan demikian pada siklus II telah mencapai target awal bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TS-TS dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V MIN Mergayu Bandung Tulungagung. 66 Penelitian yang dilakukan oleh Siti Khuzaimah memiliki persamaan dengan peneliti yaitu persamaannya terletak pada salah satu variabel bebasnya yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay-Two Stray (TS-TS), serta terdapat persamaan pada variabel terikat dari penelitian ini yaitu hasil belajar. Sedangkan perbedaannya adalah materi pembelajaran yang dipilih, pada penelitian ini materi yang digunakan adalah pada pembelajaran matematika, sedangkan pada penelitian Suci Risna Tykha pada materi IPA. Selain itu perbedaan juga terletak pada tempat dan objek penelitian.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN AKUNTANSI SMK MUHAMMADYAH 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016.

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN AKUNTANSI SMK MUHAMMADYAH 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016.

berlangsung dan kurang tertarik dengan materi yang diajarkan sehingga menyebabkan banyak siswa yang malah pasif. Hal tersebut yang menyebabkan rendahnya aktivitas dan prestasi belajar akuntansi oleh karena itu diperlukan perbaikan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar akuntansi dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray. Model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray merupakan model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi dengan kelompok lain melalui peran siswa sebagai Stay dan Stray (Miftahul Huda ,2011:140-141). Siswa yang berperan sebagai Stray bertugas mencari informasi yang relevan untuk memecahkan suatu masalah dengan bertamu ke kelompok lain. Siswa yang berperan sebagai Stay bertugas membagikan hasil diskusi kelompoknya kepada Stray kelompok yang berkunjung. Melalui pembelajaran Two Stay Two Stray, siswa dikondisikan agar aktif yaitu dengan memecahkan masalah, mengungkapkan pendapat dan memahami suatu materi secara berkelompok dan saling membantu antar anggota kelompoknya maupun bekerja sama dengan anggota kelompok yang lain, membuat kesimpulan (diskusi) dan mempresentasikan hasil kerja kelompok kepada kelompok “tamu” juga didepan kelas.
Baca lebih lanjut

274 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY-TWO STRAY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN HIDROKARBON DI KELAS X SMA NEGERI 1 GALANG.

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY-TWO STRAY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN HIDROKARBON DI KELAS X SMA NEGERI 1 GALANG.

1. Model pembelajaran kooperatif tipe Two StayTwo Stray adalah model pembelajaran yang digunakan peneliti pada pokok bahasan Hidrokarbon dengan membentuk kelompok belajar siswa yang terdiri dari anggota tamu dan tuan rumah. Jumlah kelompok disesuaikan dengan jumlah materi yang akan dibahas siswa. Tiap kelompok mendapatkan materi yang berbeda. yang saling berbagi informasi hasil diskusi materi yang telah dibahas oleh kelompok awal kepada kelompok lain. Pada waktu yang ditentukan sebagian anggota kelompok akan bertamu ke kelompok lain untuk menyampaikan uaraian materi dan mendapatkan materi dari kelompok lain. Diskusi berlangsung setelah materi disampaikan kepada semua kelompok lain dan akhirnya kembali ke kelompok awal. Pembelajaran yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kimia siswa.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray (TSTS) pada pokok bahasan usaha dan energi kelas VIII Semester 1 di MTsN 1 Model Palangka Raya Tahun Ajaran 20142015  Digital Library IAIN Palangka Raya BAB V EP

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray (TSTS) pada pokok bahasan usaha dan energi kelas VIII Semester 1 di MTsN 1 Model Palangka Raya Tahun Ajaran 20142015 Digital Library IAIN Palangka Raya BAB V EP

Berdasarkan grafik 5.4 d iatas menunjukkan bahwa THB pada soal tes akhir pertemuan sebanyak 30 siswa tuntas dan 8 siswa tidak tuntas. Siswa-siswa yang tuntas hasil belajarnya disebabkan antara lain siswa yang aktif dan antusias pada setiap pembelajaranny serta aktif dalam bertanya, berdiskusi dan mampu bekerjasama dengan baik terutama dalam mengerjakan LKS. Terlihat dari tiap pertemuan siswa telah cukup terampil dan mampu mergerjakan LKS, terampil dalam bertukar informasi dan aktif dalam bertamu maupun jadi tuan rumah sehingga mereka bisa mandiri memahami materi dan menciptakan pengetahuan sendiri. Keantusiasan siswa terhadap pembelajaran Two Stay Two Stay membuat suasana pembelajaran sangat menyenangkan sehingga berimbas pada hasil belajar siswa yang baik.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PenGARUH MOdel PeMBelAJARAn kOOPeRATIF TIPe TWO STAY TWO STRAY (TSTS) TeRHAdAP HASIl BelAJAR IPA

PenGARUH MOdel PeMBelAJARAn kOOPeRATIF TIPe TWO STAY TWO STRAY (TSTS) TeRHAdAP HASIl BelAJAR IPA

Abstract : The purpose of research Influence of Cooperative Learning Model Type Two Stay Two Stray (TSTS) of the IPA Learning Result Highlights Natural Resources Grade IV SD N Kotagede 3 in academic year 2015/2016. This research was experimental. Population and sample in this study were all students of class IV consists of two classes totaling 58 students. Collecting data using documentation technique and test technique. Data analysis techniques using by using t-test after test requirements, test distribution normality and homogeneity of variance. The resultthere of research indicate is a significant difference of learning result IPA subject of natural resources students fourth grade SD N Kotagede 3 in academic year 2015/2016 between the taught using cooperative models with the two stay two stray (TSTS) laearning taught using conventional models. This means it can be concluded there is the influence of the use of models laearning two stay two stray (TSTS) cooperative to learn science result of students.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Peningkatan Hasil Belajar Matematika dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Pada Kelas 5

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Peningkatan Hasil Belajar Matematika dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Pada Kelas 5

Seperti halnya yang dilakukan di pertemuan 1, pelaksanaan pembelajaran dimulai dengan berdoa. Dilanjutkan dengan presensi kelas yang dilakukan oleh guru. Siswa yang mengikuti pembelajaran berjumlah 29 siswa seperti perte,muan sebelumnya. Pada pertemuan ini guru bertanya kepada siswa apa saja yang dilakuakan ketika libur di tanggal 1 Juni 2017 dalam rangka memperingati hari lahirnya pancasila. Kemudian mengkaitkan antara semboyan pada garuda pancasila yang berbunyi “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti walau berbeda -beda tetap satu. Dengan semboyan tersebut kemudian guru memberi motivasi tentang menjaga kerukunan antara sesama dan saling tolong menolong untuk mencapai tujuan bersama. Guru kemudian memberikan apresepsi dengan menampilkan alat peraga kubus dan bertanya jawab entang sifat-sifat dari kubus.. Selanjutnya guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan di capai pada pertemuan ini tentang contoh benda berbentuk bangun ruang disekitar kita dan menggambar bangun ruang.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) DAN JIGSAW DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR SISWA ( Eksperimentasi pada kelas VII semester II SMP Muhammadiyah 1 Surakarta).

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) DAN JIGSAW DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR SISWA ( Eksperimentasi pada kelas VII semester II SMP Muhammadiyah 1 Surakarta).

Upaya mengatasi kesulitan belajar matematika dan meningkatkan mutu pendidikan sekolah diantaranya adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang baru. Model pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar dengan berbagai variasi sehingga siswa terhindar dari rasa bosan dan tercipta suasana yang nyaman dan menyenangkan.

8 Baca lebih lajut

PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TWO STAY TWO STRAY DAN JIGSAW PADA KELAS VIII MTsN KUNIR BLITAR - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TWO STAY TWO STRAY DAN JIGSAW PADA KELAS VIII MTsN KUNIR BLITAR - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Karena diberikannya berbagai macam model pembelajaran seperti model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dan tipe Jigsaw, diharapkan siswa meningkatkan belajarnya, rasa percaya diri siswa dalam belajar, lebih bersemangat dan lebih kreatif dalam proses pembelajaran matematika.

3 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFTIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS)UNTUK MENINGKATKANKEMAMPUANOPERASI HITUNG PECAHAN | kuswadi, siti kamsiyati | Jurnal Didaktika Dwija Indria (SOLO) 6516 19136 1 PB

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFTIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS)UNTUK MENINGKATKANKEMAMPUANOPERASI HITUNG PECAHAN | kuswadi, siti kamsiyati | Jurnal Didaktika Dwija Indria (SOLO) 6516 19136 1 PB

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan operasi hitung pada pembelajaran matematika khususnya pada materi pecahan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray pada siswa kelas IV SD Negeri Tegalrejo 98 Laweyan Surakarta tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV SD Negeri Tegalrejo 98 Laweyan Surakarta tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 29 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dokumen, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang terdiri dari tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji validitas penelitian ini menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi teknik pengumpulan data. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dapat meningkatkan kemampuan operasi hitung pecahan serta aktivitas siswa selama proses pembelajaran matematika khusunya materi pecahan pada siswa kelas IV SD Negeri Tegalrejo 98 Laweyan Surakarta tahun ajaran 2014/2015.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

MODEL KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY

MODEL KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY

Pengamatan terhadap proses pembelajaran yang berlangsung dilakukan oleh guru dan kolabolator. Instrumen berupa lembar observasi yang telah disediakan seperti pada siklus pertama. Aspek partisipasi siswa yang diamati selama proses pembelajaran berlangsung sama dengan pada siklus pertama yaitu dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray . Dari hasil pengamatan, diperoleh hasil rata-rata observasi guru dalam pembelajaran selama siklus II sebesar 92,30%, sedangkan observasi rancangan pembelajaran sebesar 94,11%. Hal ini membuktikan bahwa sudah terdapat peningkatan yang signifikan terhadap rancangan dan pelaksanaan pembelajaran guru di kelas. Hasil belajar siswa meningkat menjadi 76,41% yang pada siklus sebelumnya hanya 53,58%.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori - Ragil Sugiarti BAB II

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori - Ragil Sugiarti BAB II

Penelitian yang dilakukan oleh Mahyuni, Meter, dan Suara dengan judul penelitian Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) Terhadap Prestasi Belajar IPA. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Negeri 8 Padangsambian, Kecamatan Denpasar Barat tahun ajaran 2013/2014. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil t hitung lebih dari t tabel yaitu sebesar 6,336 > 2,000 dengan perolehan nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih dari pada kelas kontrol yaitu sebesar 78,50 > 70,58. Dengan demikian penggunaan model pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri 8 Padangsambian, Kecamatan Denpasar Barat tahun ajaran 2013/2014.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERTIF TIPE TWO STAY-TWO STRAY TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA DAN KEMAMPUAN BERBICARA: Studi Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas VIII SMP Kristen YPKPM Ambon Tahun Ajaran 2012-2013.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERTIF TIPE TWO STAY-TWO STRAY TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA DAN KEMAMPUAN BERBICARA: Studi Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas VIII SMP Kristen YPKPM Ambon Tahun Ajaran 2012-2013.

Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay-Two Stray dalam pemahaman tentang materi membaca novel dan tanggapan siswa terhadap materi tersebut dalam kemampuan berbicara siswa diperoleh kemampuan dalam membaca bacaan kemudian menjawab pertanyaan diperoleh nilai rata-rata untuk kelas ekperimen 88,33 dan kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata 84,10 dalam kategorisasi baik sekali, sedangkan keterampilan berbicara digunakan perbandingan hasil uji t antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol dan pembuktian hipotesis. Berdasarkan hasil statistik pada kelas ekperimen, diperoleh keterangan bahwa t hitung sebesar 10,69 dan untuk kelas kontrol diperoleh t hitung sebesar 6,23. Berdasarkan hal tersebut berarti hipotesis benar atau diterima.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

s pgsd kelas 1105208 chapter2

s pgsd kelas 1105208 chapter2

Model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TS-TS) dikembangkan oleh Spencer Kagan (1990). Metode ini bisa digunakan pada semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan usia peserta didik. Metode TS- TS merupakan system pembelajaran kelompok dengan tujuan siswa dapat saling bekerjasama, bertanggung jawab, saling membantu memecahkan masalah, dan saling mendorong satu sama lain untuk berprestasi. (Huda, 2013, hlm. 207 ).

10 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARANKOOPERATIFTIPE TSTS TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SD.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARANKOOPERATIFTIPE TSTS TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SD.

9. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka. Model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran Kooperatif tipe Two Stay Two Stray. Model ini dapat menciptakan suatu situasi dimana setiap anggota kelompok dimungkinkan meraih tujuan belajar, baik secara individu maupun secara berkelompok. Model ini memungkinkan siswa terlibat aktif ketika proses pembelajaran dan dapat memberikan dampak yang positif terhadap kualitas interaksi diantara siswa. Siswa memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk mengemukakan pendapatnya, baik itu dalam bertanya, menjawab pertanyaan ataupun mengomentari pendapat temannya yang lain selama proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan salah satu tujuan matapelajaran matematika di SD yang terdapat dalam BNSP(2006, hlm.110) bahwa siswa harus mampu memecahkan masalah. Namun kenyataan yang terjadi dilapangan menunjukan bahwa siswa sulit menghadapi soal pemecahan masalah. Hal ini terjadi dikarenakan kurangnya inovasi pembelajaran dan penggunaan metode konvensional yang menyebabkan siswa tidak dapat berfikir kreatif dan mandiri, sehingga menghambat perkembangan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...