Model Pembelajaran ROPES

Top PDF Model Pembelajaran ROPES:

PENERAPAN KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN ROPES DENGAN SCRAMBLE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS EKONOMI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 BERASTAGI TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

PENERAPAN KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN ROPES DENGAN SCRAMBLE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS EKONOMI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 BERASTAGI TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Berastagi yang beralamat di Jalan Kolam Renang No.6 Berastagi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII.1 dengan jumlah 36 siswa. Adapun Objek penelitian ini adalah Penerapan model pembelajaran ROPES dengan Scramble. Penelitian ini berbentuk penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus, dimana setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Tehnik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar dan lembar observasi aktivitas belajar. Teknik analisis data terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROPES (REVIEW, OVERVIEW, PRESENTATION, EXERCISE, SUMMARY) BERBANTU AUDIOVISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KALOR DI KELAS X SEMESTER II SMA N 11 MEDAN T.P. 2013/2014.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROPES (REVIEW, OVERVIEW, PRESENTATION, EXERCISE, SUMMARY) BERBANTU AUDIOVISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KALOR DI KELAS X SEMESTER II SMA N 11 MEDAN T.P. 2013/2014.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran ROPES (Review, Overview, Presentation, Exercise, Summary) berbantu audio visual terhadap hasil belajar siswa pada materi kalor di kelas X semester II SMA N 11Medan T.P.2013/2014. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X Semester II di SMA N 11 Medan T.P. 2013/2014 yang terdiri dari 10 kelas. Sampel penelitian diambil dengan teknik cluster random sampling, yaitu kelas X-9 sebagai kelas eksperimen dan kelas X- 10 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda sebanyak 20 soal dengan 5 option yang telah dilakukan uji persyaratan tes dan lembar observasi aktivitas belajar siswa. Data dianalisis dengan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa akibat pengaruh model pembelajaran ROPES (Review, Overview, Presentation, Exercise, Summary) berbantu audio visual lebih baik daripada pembelajaran konvensional pada materi kalor di kelas X semester II SMA N 11 Medan T.P. 2013/2014.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROPES(REVIEW, OVERVIEW, PRESENTATION, EXERCISE, SUMMARY)DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN QUIZ TEAM UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITASDAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XII IPS 1 SMA NEGERI 18 MEDANT.P 2013/2014.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROPES(REVIEW, OVERVIEW, PRESENTATION, EXERCISE, SUMMARY)DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN QUIZ TEAM UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITASDAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XII IPS 1 SMA NEGERI 18 MEDANT.P 2013/2014.

Model pemebelajaran ROPES adalah suatu model pembelajaran yang terdiri dari beberapa tahap yaitu Review (peninjauan kembali materi sebelumnya), Overview (menjelaskan tujuan pembelajaran), Presentation (penyajian materi), Exercise (latihan), Summary (kesimpulan). Dengan model pembelajaran ROPES materi pelajaran dapat diselesaikan dan tujuan pembelajaran tercapai berdasarkan penggunaan alokasi waktu yang tepat. Strategi pembelajaran Quiz Team adalah strategi pembelajaran siswa aktif dengan membuat pertandingan akademis antar kelompok sehingga membuat siswa senantiasa berusaha belajar agar memperoleh nilai yang tinggi dalam pertandingan.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROPES (REVIEW OVERVIEW PRESENTATION EXCERCISE SUMMARY) TERHADAP HASIL BELAJAR PERAWATAN KULIT KEPALA DAN RAMBUT (CREAMBATH) SISWA KELAS X SMK NEGERI 8 MEDAN.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROPES (REVIEW OVERVIEW PRESENTATION EXCERCISE SUMMARY) TERHADAP HASIL BELAJAR PERAWATAN KULIT KEPALA DAN RAMBUT (CREAMBATH) SISWA KELAS X SMK NEGERI 8 MEDAN.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bidang study tersebut menyatakan bahwa 85,71 % siswa masih belum menguasaiteknik pengurutan dasar perawatan kulit kepala dan rambut (creambath) dan teknik variasi pengurutan kulit kepala dan rambut (creambath). Hal ini mungkin disebabkan karena kurangnya variasi dalam model pembelajaran yang menyebabkan kurangnya minat siswa dalam menerima dan mengikuti kegiatan belajar mengajar. Setelah mengamati keadaan kelas tata kecantikan SMK Negeri 8 Medan, memperlihatkan proses pembelajaran yang masih bersifat teacher centered, pengajar belum optimal kerena hanya menggunakan buku bacaan sebagai bahan acuan mengajar dan menggunakan model belajar konvensional sehingga siswa menjadi pasif dan partisipasi siswa di dalam proses pembelajaran kurang maksimal.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Peengaruh motor  terhadap aktivitas keuuangan

Peengaruh motor terhadap aktivitas keuuangan

Penggabungan model pembelajaran ROPES dengan media video kejadian fisika ini diharapkan dapat menjadi alternatif solusi untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, sebab setelah melihat dan menganalis video, siswa melakukan secara langsung. Pada proses praktikum siswa akan bekerja dalam kelompoknya untuk menyelesaikan tugas atau permasalahan pada materi pelajaran yang dibahas. Penggabungan model dan media ini diharapkan dapat memudahkan siswa dalam memahami suatu konsep fisika serta memperpanjang daya ingatnya terhadap materi tersebut dikarenakan siswa mempelajari dan membuktikan secara langsung. Penggunaan gabungan media audiovisual diharapkan dapat berperan secara efektif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa tidak hanya dapat menguasai materi tapi juga memahami kejadian yang sesungguhnya. Oleh karena itu dilakukan penelitian eksperimen dengan judul “Model Pembelajaran ROPES (Review, Overview, Presentation, Exercise, Summary) disertai Media audiovisual terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa dalam Pembelajaran Fisika di MAN 1 Jember”.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Penelitian Ropes Smks Tanjung Selamat

Penelitian Ropes Smks Tanjung Selamat

Berdasarkan hasil Penilaian Afektif siswa yang dilaksanakan selama empat kali pertemuan dengan menggunakan penerapan Model pembelajaran ROPES dapat dilihat pada Lampiran 17 halaman 59. Terlihat bahwa dari 29 siswa SMP PGRI Mawah terdapat 26 siswa (89,65%) yang mencapai ketuntasan. Hal ini berarti bahwa 89,65 % siswa SMP PGRI Mawah telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan yang belum mencapai KKM sebanyak 3 siswa (10,34%). Tiga siswa yang belum mencapai KKM pada aspek ini disebabkan karena ketiga siswa tersebut, kurang serius dalam menyelesaikan LKS pertemuan pertama dapat dilihat pada Lampiran 14 halaman 56 dan pertemuan kedua dapat dilihat pada Lampiran 15 halaman 57. Selain itu ketiga siswa tersebut perhatiannya kurang dalam mengikuti proses belajar mengajar dan kehadirannya yang kurang baik.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN ROPES (REVIEW, OVERVIEW, PRESENTATION, EXERCISE, SUMMARY) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN KOLOID.

PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN ROPES (REVIEW, OVERVIEW, PRESENTATION, EXERCISE, SUMMARY) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN KOLOID.

Model Pembelajaran ROPES dikemukakan oleh Hunts dalam Majid (2011), Penelitian menggunakan Model Pembelajaran ROPES pernah dilakukan oleh Benny Leonardo Simamora (2010 ) dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran ROPES Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Gerak Lurus Di Kelas VII Semester I SMP Parulian I Medan Tahun Pembelajaran 2009/2010. Peneliti memperoleh nilai rata-rata pretest pada kelas kontrol sebesar 39,8 dan pada kelas eksperimen sebesar 39, sedangkan nilai rata-rata posttest pada kelas kontrol sebesar 58,28 dan pada kelas eksperimen setelah diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran ROPES maka hasil belajar siswa meningkat dengan nilai rata-rata posttest sebesar 67.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PERBEDAAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ROPES (REVIEW, OVERVIEW, PRESENTATION, EXERCISE, SUMMARY) DENGAN STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) PADA MATERI KUBUS DAN BALOK SMP NEGERI 35 MEDAN TA. 2014/2015.

PERBEDAAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ROPES (REVIEW, OVERVIEW, PRESENTATION, EXERCISE, SUMMARY) DENGAN STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) PADA MATERI KUBUS DAN BALOK SMP NEGERI 35 MEDAN TA. 2014/2015.

Secara umum kedua tipe pembelajaran tersebut sama yaitu memaksimalkan belajar siswa untuk peningkatan prestasi akademik dan pemahaman baik secara individu maupun secara kelompok serta meningkatkan solidaritas dikalangan siswa. Akan tetapi dari segi pelaksanaan, keduanya adalah berbeda. ROPES lebih menekankan pembelajaran bermakna melalui proses presentasi (telling, showing, dan doing) siswa mempraktekkan langsung, menemukan konsep sehingga memahami bagaimana pemecahan masalah matematika sedangkan pada STAD tidak demikian karena tidak ada proses doing yang artinya siswa dituntut untuk mempraktekkan sendiri pembelajaran matematika. Karena kedua model tersebut sudah pernah diterapkan dalam jenis penelitian tindakan kelas, dan keduanya sama-sama meningkatkan prestasi belajar siswa, serta dari hasil wawancara guru mata pelajaran yang menyatakan bahwa model ROPES dan STAD belum pernah diterapkan di sekolah SMP Negeri 35 Medan. Siswa bingung pada materi yang sifatnya abstrak seperti pokok bahasan bangun ruang sehingga peneliti tertarik untuk meneliti kedua model pembelajaran tersebut pada materi kubus dan balok di SMP Negeri 35 Medan. Dan peneliti ingin membedakan model pembelajaran yang manakah yang lebih efektif dan efisien digunakan untuk mempelajari kubus dan balok pada materi bangun ruang, apakah model pembelajaran ROPES atau STAD?
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN REVIEW, OVERVIEW, PRESENTATION, EXERCISE, SUMMARY (ROPES) TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS X SMA SWASTA KARTIKA I-2 MEDAN TAHUN AJARAN 2013/2014.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN REVIEW, OVERVIEW, PRESENTATION, EXERCISE, SUMMARY (ROPES) TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS X SMA SWASTA KARTIKA I-2 MEDAN TAHUN AJARAN 2013/2014.

Untuk itu diperlukan kecakapan guru dalam pemilihan model pembelajaran yang dapat menjadikan seluruh siswa aktif dalam mengikuti kegiatan belajar. Salah satunya adalah menerapkan model pembelajaran Review, Overview, Presentation, Exercise, Summary (ROPES) dalam kegiatan belajar mengajar. Model ROPES dirancang agar siswa dapat mencari, menemukan, dan merancang pengetahuannya sendiri sesuai dengan pengalaman belajar yang dilakukan. Dengan model pembelajaran ROPES diharapkan dapat mempengaruhi hasil belajar ekonomi siswa sampai mencapai hasil yang optimal atau memenuhi standar penilaian.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENELITIAN ROPES Smks tanjung  selamat

PENELITIAN ROPES Smks tanjung selamat

Model pembelajaran ROPES dikemukakan oleh Hunst. ROPES merupakan singkatan dari Review Overview Presentation Exercise Summary. Menurut Hunts (dalam Rosyada, 2004:145) jika prosedur pembelajaran dikembangkan dengan model ini maka porses pembelajaran dalam lima menit pertama dimulai dengan Review. Dalam hal ini Review adalah peninjauan kembali pengalaman dari pengetahuan sebelumnya yang sudah mereka miliki. Dalam Review ini dosen mencoba mengukur kesiapan mahasiswa untuk mempelajari bahan-bahan ajar yang akan diajarkan. Dosen bisa menyampaikan beberapa pertanyaan pokok mengenai basis pengetahuan mahasiswa tersebut yang bisa mengukur kesiapan kelas untuk memasuki materi baru.
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

MODEL PEMBELAJARAN ASSURE

MODEL PEMBELAJARAN ASSURE

Model pembelajaran ASSURE sangat membantu dalam merancang program dengan menggunakan berbagai jenis media. Model ini menggunakan beberapa langkah, yaitu Analyze Learners, State Objectives, Select Methods, Media and Materials, Utilize Media and Materials, Require Learner Participation, dan Evaluate and Revise. Kesemua langkah itu berfokus untuk menekankan pengajaran kepada peserta didik dengan berbagai gaya belajar, dan konstruktivis belajar dimana peserta didik diwajibkan untuk berinteraksi dengan lingkungan mereka dan tidak secara pasif menerima informasi. Secara sederhana manfaat dari model ASSURE Sederhana, relatif mudah untuk diterapkan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Model Pembelajaran Problem Based Learning

Model Pembelajaran Problem Based Learning

Salah satu ide kunci yang berasal dari Vygotsky pada aspek sosial pembelajaran adalah konsepnya tentang zone of proximal development. Menurut Vygotsky, peserta didik memiliki dua tingkat perkembangan yang berbeda yaitu tingkat perkembangan aktual dan tingkat perkembangan potensial. Tingkat perkembangan aktual adalah menentukan fungsi intelektual individu saat ini dan kemampuannya untuk mempelajari sendiri hal-hal tertentu. Individu juga memiliki tingkat perkembangan potensial yang oleh Vygotsky didefinisikan sebagai tingkat yang dapat difungsikan atau dicapai oleh indifidu dengan bantuan orang lain, misalnya guru, orang tua, atau teman sebayanya yang lebih maju. Zona yang terletak diantara tingkat perkembangan potensial peserta didik disebutnya sebagai zone of proximal development
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

Jeopardy Game   Template

Jeopardy Game Template

PowerPoint Jeopardy Format PowerPoint untuk kelas dengan satu komputer yang memudahkan pembelajaran interaktif Permainan Jeopardy adalah permainan dimana pemain diberi jawaban dan.[r]

26 Baca lebih lajut

Pengembangan Model Pembelajaran dengan Kuis Jeopardy Jeopardy Game 1

Pengembangan Model Pembelajaran dengan Kuis Jeopardy Jeopardy Game 1

PowerPoint Jeopardy Format PowerPoint untuk kelas dengan satu komputer yang memudahkan pembelajaran interaktif Permainan Jeopardy adalah permainan dimana pemain diberi jawaban dan...[r]

26 Baca lebih lajut

Pengembangan Model Pembelajaran dengan Kuis Jeopardy Jeopardy Game 2

Pengembangan Model Pembelajaran dengan Kuis Jeopardy Jeopardy Game 2

PowerPoint Jeopardy Format PowerPoint untuk kelas dengan satu komputer yang memudahkan pembelajaran interaktif Permainan Jeopardy adalah permainan dimana pemain diberi jawaban dan...[r]

26 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODEL DAN PEMBELAJARAN PENDIDIK

PENGEMBANGAN MODEL DAN PEMBELAJARAN PENDIDIK

Model Pembelajaran ini sudah sangat lama digunakan, tetapi model ini masih sangat efektif digunakan untuk proses pembelajaran anak usia dini, walaupun model pembelajaran ini anak-anak tidak aktif dan hanya berpusat pada pendidik, tetapi dengan sering diterapkan di awal pertemuan, anak-anak akan mengingat dengan sendirinya, seperti mengajarkan doa. Di awal pertemuan anak- anak masih sangat semangat untuk belajar. Dengan demikian model pembelajaran masih sangat efektif untuk digunakan di PAUD. Tapi, seorang Pendidik harus banyak memberikan pengalaman dan motivasi agar anak efektif dalm proses pembelajaran.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING

MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING

inti kurikulum, tetapi juga menerapkan apa yang mereka ketahui untuk memecahkan masalah otentik dan menghasilkan hasil yang penting dalam proses pembelajaran. Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) adalah pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai media. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. Disisi lain ada yang menjelaskan pembelajaran berbasis proyek adalah pembelajaran sistematik yang mengikutsertakan siswa ke dalam pembelajaran pengetahuan dan keahlian yang kompleks, pertanyaan authentic dan perancangan produk dan tugas [University of Nottingham, 2003].
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - Model ASSURE

BAB I PENDAHULUAN - Model ASSURE

Pengembangan adalah proses mewujudkan blue-print alias desain tadi menjadi kenyataan. Artinya, jika dalam desain diperlukan suatu software berupa multimedia pembelajaran, maka multimedia tersebut harus dikembangkan. Atau diperlukan modul cetak, maka modul tersebut perlu dikembangkan. Begitu pula halnya dengan lingkungan belajar lain yang akan mendukung proses pembelajaran semuanya harus disiapkan dalam tahap ini. Satu langkah penting dalam tahap pengembangan adalah uji coba sebelum diimplementasikan. Tahap uji coba ini memang merupakan bagian dari salah satu langkah ADDIE, yaitu evaluasi. Lebih tepatnya evaluasi formatif, karena hasilnya digunakan untuk memperbaiki sistem pembelajaran yang sedang kita kembangkan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY DAN GALLERY WALK TERHADAP PENGUASAAN KONSEP OLEH SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM PERNAPASAN (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Natar Tahun Ajaran 2012/2013)

PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY DAN GALLERY WALK TERHADAP PENGUASAAN KONSEP OLEH SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM PERNAPASAN (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Natar Tahun Ajaran 2012/2013)

Model GW atau galeri belajar adalah model pembelajaran yang dapat memaksa siswa untuk membuat suatu daftar baik berupa gambar maupun skema sesuai hal-hal apa yang ditemukan atau diperoleh pada saat diskusi disetiap kelompok untuk dipajang di depan kelas. Setiap kelompok menilai hasil karya kelompok lain yang digalerikan, kemudian dipertanyakan pada saat diskusi kelompok dan ditanggapi. Penggalerian hasil kerja dilakukan pada saat siswa telah mengerjakan tugasnya. Setelah semua kelompok melaksanakan tugasnya, guru memberi kesimpulan dan klarifikasi sekiranya ada yang perlu diluruskan dari pemahaman siswa. Dengan demikian mereka dapat belajar dengan lebih menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan bias tercapai. Strategi belajar mengajar, menurut David (1976:3) ialah a plan, method, or series of activities designe to achieves a particular educational good (P3G). Menurut pengertian ini strategi belajar mengajar meliputi rencana, metode, atau seperangkat kegiatan yang direncanakan untuk mencapai tujuan mengajar tertentu. Untuk melaksanakan strategi tertentu diperlukan seperangkat metode pengajaran.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

MODEL MODEL PEMBELAJARAN

MODEL MODEL PEMBELAJARAN

Fokus yang pertama—proses, mendasarkan diri pada nilai sebagai dasar untuk mempersepsi apa yang terjadi apabila siswa diasumsikan belajar. Nilai tersebut didasari oleh asumsi, bahwa dalam belajar, sesungguhnya siswa berkembang secara alamiah. Oleh sebab itu, paradigma pembelajaran hendaknya mengembalikan siswa ke fitrahnya sebagai manusia dibandingkan hanya menganggap mereka belajar hanya dari apa yang dipresentasikan oleh guru. Implikasi nilai tersebut melahirkan komitmen untuk beralih dari konsep pendidikan berpusat pada kurikulum menuju pendidikan berpusat pada siswa. Dalam pendidikan berpusat pada siswa, tujuan belajar lebih berfokus pada upaya bagaimana membantu para siswa melakaukan revolusi kognitif. Model pembelajaran perubahan konseptual (Santyasa, 2004) merupakan alternatif strategi pencapaian tujuan pembelajaran tersebut. Pembelajaran yang fokus pada proses pembelajaran adalah suatu nilai utama pendekatan konstruktivstik.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...