Model Penerimaan Teknologi

Top PDF Model Penerimaan Teknologi:

PENGARUH MODEL PENERIMAAN TEKNOLOGI TERH

PENGARUH MODEL PENERIMAAN TEKNOLOGI TERH

Pengalaman membuktikan Model Penerimaan Teknologi adalah salah satu model yang memiliki tingkat kebenaran yang tinggi (high validity). MPT dikembangkan oleh Davis untuk menjelaskan perilaku pemakaian komputer (Davis, 1989; Davis dkk., 1989), yang diperoleh dari teory reasoned action (TRA). Dimana TRA meramalkan penerimaan pemakai berdasarkan pada pengaruh dua faktor: yaitu yaitu Manfaat Dirasakan (perceived usefulness) dan Mudah Penggunaannya (perceived easy of use). Menurut TRA, sikap ke arah suatu perilaku ditentukan oleh kepercayaan tingkah laku dimana konsekwensi dari perilaku (yang didasarkan pada informasi yang tersedia atau memperkenalkan kepada individu) dan cenderung melakukan evaluasi terhadap semua konsekwensi pada setiap individu. Kepercayaan digambarkan sebagai kemungkinan yang diperkirakan individu akan muncul dalam menumbuhkan perilaku akibat dari konsekwensi yang telah ditentukan. (Davis, F.D., 1989) 2.2 Konsep E-government
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Technology Readiness dan Model Penerimaan Teknologi Informasi Mahasiswa

Technology Readiness dan Model Penerimaan Teknologi Informasi Mahasiswa

Rangkaian tulisan dalam artikel ini disajikan dengan mendasarkan tujuan penelitian yang telah dilakukan yaitu menganalisis pengaruh technology readiness terhadap model penerimaan teknologi informasi (internet) mahasiswa . Manfaat yang diharapkan dengan dilakukannya penelitian ini adalah diperoleh temuan empiris yang dapat berkontribusi bagi pengembangan pengetahuan, terutama untuk ilmu perilaku dan manajemen sistem informasi. Selain itu melalui forum seminar ini diharapkan pengetahuan yang diperoleh melalui hasil penelitian yang telah dilakukan dapat lebih tersebar luas dan bermanfaat bagi kalangan akademik lainnya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Analisis Biaya-Manfaat dan Aplikasi Model Penerimaan Teknologi Pada Keputusan Outsourcing TI.

Analisis Biaya-Manfaat dan Aplikasi Model Penerimaan Teknologi Pada Keputusan Outsourcing TI.

Model penerimaan teknologi atau technology acceptance model (TAM) merupakan model yang dapat menjelaskan secara akurat penerimaan sistim informasi oleh pemakainya. TAM sendiri diadopsi dari teori tindakan yang dipertimbangkan (theory of reasoned action) yang dikemukakan oleh Ajzen dan Fishbein pada tahun 1980, dan diperkenalkan pertama kali oleh Davis pada tahun 1989 (Lee et al., 2004). TAM menghipotesiskan bahwa sikap pengguna terhadap teknologi ditentukan oleh persepsi mereka mengenai kegunaan yang dirasakan atau perceived of usefulness (PU) dan kemudahan yang dirasakan dalam penggunaan atau perceived ease of use (PEOU) pada teknologi dan sikap ini akan mempengaruhi niat mereka untuk menggunakan teknologi tersebut (Intention to use). TAM juga menyatakan bahwa perceived ease of use (PEOU) mempengaruhi perceived of usefulness (PU), karena sesuatu yang lebih mudah digunakan dipersepsikan akan lebih berguna. Niat untuk menggunakan teknologi dipengaruhi oleh banyak variabel eksternal. Persepsi mengenai kegunaan dan kemudahan teknologi memediasi pengaruh variabel eksternal tersebut pada sikap dan niat untuk menggunakan teknologi.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

STUDI MODEL PENERIMAAN TEKNOLOGI (TAM) PADA INSTANT MESSENGER LINE OLEH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI FISIP UNILA

STUDI MODEL PENERIMAAN TEKNOLOGI (TAM) PADA INSTANT MESSENGER LINE OLEH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI FISIP UNILA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model penerimaan teknologi instant messenger LINE dengan menguji teori Technology Acceptance Model (TAM), di mana persepsi kebermanfaatan (perceived usefulness) atau persepsi kemudahan (perceived ease of use) sebagai faktor penentu minat penggunaan teknologi LINE. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif di mana penelitian tersebut menyoroti hubungan atau pengaruh antar variabel penelitian. Variable bebas dalam penelitian ini adalah persepsi kebermanfaatan dan persepsi kemudahan. Variable terikat dalam penelitian ini adalah minat penggunaan LINE. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNILA angkatan 2011 & 2012 yang menggunakan LINE. Populasi dari penelitian ini sebanyak 59 orang dengan sampel sebanyak 59 orang yang berasal dari pengambilan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer berupa kuesioner dan data skunder berupa data tambahan dari berbagai sumber, baik itu buku,majalah, internet, dll. Teknik pengolahan data dengan teknik editing, koding, tabulasi, interpretasi. Teknik analisis yang digunakan berupa teknik analisis deskriptif, dengan menggunakan perhitungan statistik regresi linear. Berdasarkan hasil penelitian hipotesis 1 diperoleh persamaan regresi Y atas X adalah konstanta sebesar 17,015 menyatakan bahwa jika tidak ada persepsi kebermanfaatan penggunaan LINE/PU, maka responden tetap memiliki minat menggunakan LINE sebesar 17,015. Koefisien regresi (bx) sebesar 0,149 menyatakan bahwa jika responden mengalami penambahan persepsi kebermanfaatan penggunaan LINE/ PU, maka minat menggunakan LINE akan mengalami penambahan skor sebanyak 17,164. Dari hasil regresi menunjukkan bahwa persepsi kebermanfaatan penggunaan LINE (perceived usefulness) berpengaruh terhadap minat menggunakan LINE, diketahui nilai T hitung (5,139) >
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Confirmatory Factor Analysis (CFA) Model Penerimaan Teknologi Berbasis Keamanan Informasi

Confirmatory Factor Analysis (CFA) Model Penerimaan Teknologi Berbasis Keamanan Informasi

Penilaian model fit terdiri atas 19 penilaian, yaitu meliputi Chi-square atau p-value, GFI (Goodness of Fit Index), RMR (Root Mean Square Residual), RMSEA (Root Mean Square Error of Approximation) ECVI (Expected Cross- Validation Index), TLI/NNFI (Non-Normed Fit Index), NFI (Normed Fit Index), PNFI (Parsimony Normed Fit Index), AGFI (Adjusted Goodness of Fit Index), RFI (Relative Fit Index), CFI (Comparative Fit Index), AIC (Akaike’s Information Criterion), CAIC (Consistent Akaike’s Information Criterion), CN (Critical N), IFI(Incremental Fit Index), PGFI (Parsimony Goodness of Fit Index), NCP (Non-centrality Parameter), CMIN/Df dan SRMR (Standardized RMR). Penilaian suatu model tidak dapat diacu hanya kepada satu bentuk pengujian model saja, tetapi harus di uji kepada bentuk pengujian model lainnya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Analisis Biaya-Manfaat dan Aplikasi Model Penerimaan Teknologi Pada Keputusan Outsourcing TI.

Analisis Biaya-Manfaat dan Aplikasi Model Penerimaan Teknologi Pada Keputusan Outsourcing TI.

Teirlynck (1998) menyatakan pengembangan strategi outsourcing bisa dibagi ke dalam empat tahap. Pertama, tahap persiapan. Pada tahap ini perusahaan harus menentukan keahlian inti dan bukan inti yang dimilikinya, menilai kinerja saat ini, mengevaluasi peluang outsourcing untuk yang bukan keahlian inti, menguraikan implikasi outsourcing bagi organisasi, dan memilih model hubungan untuk membangun hubungan dengan penyedia (provider) outsourcing. Kedua, melakukan seleksi. Tahap ini merupakan penentuan kriteria penilaian bagi provider, menyaring provider, dan mengevaluasi proposal dari provider. Ketiga adalah tahap negosiasi, meliputi audit terhadap calon yang terdaftar, pemilihan prioritas calon, penentuan ruang lingkup dan struktur kontrak, dan transfer rincian perencanaan pada provider. Sedangkan tahap keempat merupakan tahap implementasi, meliputi re-engineering perantara, penyesuaian internal organisasi, dan penetapan sistem pengukuran provider. Xue et al. (2005) menyatakan bahwa kesuksesan outsourcing teknologi informasi terutama yang dilakukan diluar perusahaan (offshore), berhubungan erat dengan kinerja virtual team. Oleh karena perusahaan yang melakukan outsourcing dan provider outsourcing bekerja sama dalam jarak yang jauh, diperlukan kolaborasi dari seluruh anggota virtual team yang terdistribusi secara geografis.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

MENJELASKAN PENERIMAAN PENGGUNA MOBILE BANKING SEBUAH PERSPEKTIF DARI PERLUASAN MODEL PENERIMAAN TEKNOLOGI MENGGUNAKAN VARIABEL PERSEPSI NILAI MOBILITAS DAN PERSEPI KENIKMATAN

MENJELASKAN PENERIMAAN PENGGUNA MOBILE BANKING SEBUAH PERSPEKTIF DARI PERLUASAN MODEL PENERIMAAN TEKNOLOGI MENGGUNAKAN VARIABEL PERSEPSI NILAI MOBILITAS DAN PERSEPI KENIKMATAN

Although TAM is a model applicable to a variety of technologies (Adams et al., 1992; Chin and Todd, 1995; Doll et al., 1998), it has been criticized for not providing adequate information on individuals’ opinions of novel systems (Mathieson, 1991; Moon and Kim, 2001; Perea y Monsuwe et al., 2004; in Huang et al., 2006). Davis (1989) observed that external variables enhance the ability of TAM to predict acceptance of future technology. In other words, the constructs of TAM need to be extended by incorporating additional factors. Choosing additional factors depends on the target technology, main users and context (Moon and Kim in Huang et al., 2006). Wang et al. (2003) in Huang et al. (2006) noted that variables relating to individual differences play a vital role in the implementation of technology. Additionally, empirical research based on TAM has discovered strong relationships between individual differences and information technology acceptance (Agarwal and Prasad in Venkatesh, 2000).
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

ANALISIS SISTEM INFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN VARIABEL MODEL PENERIMAAN TEKNOLOGI DAN TINGKAT KEPERCAYAAN - Bina Darma e-Journal

ANALISIS SISTEM INFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN VARIABEL MODEL PENERIMAAN TEKNOLOGI DAN TINGKAT KEPERCAYAAN - Bina Darma e-Journal

Mengingat gencarnya upaya pemerintah dalam memberdayakan situs web pemerintahan maka perlu diteliti sejauh mana masyarakat menerima, menggunakan dan memanfaatkan situs web pemerintah sesuai dengan yang telah direncanakan. Terdapat beberapa model yang digunakan untuk mengukur tingkat penerimaan system yaitu diantaranya Teknologi Acceptance Model (TAM).

12 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - Penerapan model penerimaan teknologi informasi pada e-learning (studi kasus di Fakultas Ekonomi UNS)

BAB I PENDAHULUAN - Penerapan model penerimaan teknologi informasi pada e-learning (studi kasus di Fakultas Ekonomi UNS)

menggunakan suatu sistem tertentu akan meningkatkan kinerjanya" (Davis 1989, dalam Agarwal dan Karahanna, 2000). Manfaat yang dirasakan diharapkan mempunyai pengaruh yang signifikan pada sistem pemanfaatan karena kepercayaan pengguna pada keberadaan hubungan kinerja yang digunakan. Davis, 1989 dalam Agarwal dan Karahanna (2000) berpendapat bahwa dasar-dasar teoritis dari manfaat yang dirasakan sebagai prediktor perilaku penggunaan yang berasal dari berbagai bidang penelitian, termasuk teori efektivitas diri, paradigma keuntungan dan biaya, dan adopsi penelitian inovasi. Kemudahan penggunaan yang dirasakan ditawarkan untuk mempengaruhi niat perilaku dalam penggunaan melalui dua jalur kausal: efek langsung sebagaimana efek tidak langsung melalui manfaat yang dirasakan. Hubungan yang kedua didukung oleh gagasan bahwa sejauh beban kognitif yang lebih rendah dipaksakan oleh teknologi membebaskan sumber perhatian untuk berfokus pada hal-hal lain yang berfungsi sebagai akhir instrumental para pengguna (Davis et al. 1989, dalam Agarwal dan Karahanna, 2000). D. HIPOTESIS
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

MODEL PENERIMAAN TEKNOLOGI INFORMASI OLEH DOSEN PADA PERGURUAN TINGGI DI SURABAYA.

MODEL PENERIMAAN TEKNOLOGI INFORMASI OLEH DOSEN PADA PERGURUAN TINGGI DI SURABAYA.

Berdasarkan fenomena diatas maka peneliti sangat tertarik untuk melakukan penelitian dengan melihat perilaku dosen dalam penerimaan teknologi informasi (Acceptance) dalam menunjang proses belajar mengajar dengan didasarkan pada dua keyakinan yaitu Perceived Usefulness (PU ) yaitu tingkatan pada seseorang berfikir bahwa menggunakan suatu sistem akan meningkatkan kinerjanya dan Perceived Ease of Use (PEOU), yaitu tingkatan seseorang mempercayai bahwa menggunakan teknologi hanya memerlukan sedikit usaha. Namun secanggih apapun teknologi informasi tersebut akan kembali lagi pada sumber daya manusia atau perilaku manusia itu sendiri yang tentunya dalam hal ini adalah seorang dosen. Dengan demikian maka dapat dirumuskan permasalahan apakah PEOU (Perceived Ease of Use) dan PU( Perceived Usefulness) berpengaruh terhadap Acceptance.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Investigasi Empiris Penerimaan Teknologi e-Transportasi di Indonesia Menerapkan Technology Acceptance Model (TAM)

Investigasi Empiris Penerimaan Teknologi e-Transportasi di Indonesia Menerapkan Technology Acceptance Model (TAM)

Penerapan e-transportasi telah menjadi bagian dari budaya perkembangan digitalisasi, adanya peningkatan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) di seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia membentuk pertumbuhan ekonomi dibidang transportasi semakin berkembang pesat. Maraknya resistensi terhadap penerapan e-transportasi menjadi fenomena yang sangatlah penting untuk dapat diteliti faktor-faktor yang dapat mempengaruhi niat pelanggan untuk menggunakan e-transportasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan model penerimaan teknologi (Technology Acceptance Model) yang kemudian disingkat TAM untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi niat pelanggan dalam menggunakan sistem e-transport. Kuesioner sampling acak digunakan untuk mengumpulkan data 400 pelanggan di Indonesia. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode Warp Parsial Least Squares (WarpPLS) dengan teknik analisis statistik Path Analysis berdasarkan Structural Equation Modelling (SEM). Studi ini menemukan efek positif yang signifikan antara perceived usefulness dan attitude toward behavior terhadap behavioral intention. Sedangkan faktor paling berpengaruh terhadap niat pelanggan untuk menggunakan e-transportasi adalah sikap pelanggan, dengan demikian resistensi terhadap e-transportasi akan selalu ada namun sebagian telah memiliki sikap menerima e-transportasi sebagai budaya baru dalam menentukan mode transportasi umum. Kata Kunci: Analisis Jalur, e-Transportasi, Niat Perilaku, TAM, SEM.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH KUALITAS LAYANAN DAN PENERIMAAN NASABAH PENGGUNA LAYANAN PERBANKAN BERBASIS ELECTRONIC BANKING TERHADAP LOYALITAS NASABAH DI PT. BNI (PERSERO) Tbk CABANG BANYUWANGI

ANALISIS PENGARUH KUALITAS LAYANAN DAN PENERIMAAN NASABAH PENGGUNA LAYANAN PERBANKAN BERBASIS ELECTRONIC BANKING TERHADAP LOYALITAS NASABAH DI PT. BNI (PERSERO) Tbk CABANG BANYUWANGI

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan yang meliputi responsiveness, assurance, empathy, reliability, tangibles dan tingkat penerimaan nasabah penggunan layanan perbankan berbasis electronic banking terhadap loyalitas nasabah di PT BNI (Persero) Tbk cabang Banyuwangi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah model persamaan struktural (Structural Equation Model / SEM) yang merupakan kumpulan dari teknik-teknik statistikal yang memungkinkan pengujian sebuah rangkaian hubungan yang relatif rumit secara simultan. Berdasarkan analisis SEM bahwa dimensi kualitas layanan yang terdiri dari responsiveness, assurance, empathy, reliability, tangibles dan model penerimaan teknologi (Technology Acceptance Model) yang terdiri dari dua persepsi yaitu persepsi manfaat dan persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah pengguna layanan electronic banking.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

E-LEARNING SEBAGAI SISTEM SOSIO-TEKNIS: STRATEGI PENGEMBANGAN E-LEARNING DI PENDIDIKAN VOKASI UNTUK MENINGKATKAN PENERIMAAN PENGGUNA.

E-LEARNING SEBAGAI SISTEM SOSIO-TEKNIS: STRATEGI PENGEMBANGAN E-LEARNING DI PENDIDIKAN VOKASI UNTUK MENINGKATKAN PENERIMAAN PENGGUNA.

Dalam teori penerimaan teknologi, terdapat banyak model yang sudah dikembangkan mencakup model dasar hingga model pengembangannya. Salah satu model yang paling banyak digunakan adalah Technology Acceptance Model (TAM) (Davis, 1989). Teori TAM digunakan sampai saat ini. TAM menunjukkan bahwa variabel-variabel model penerimaan teknologi dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori: keyakinan (individu dan faktor sosial), intensi, dan perilaku nyata. Keyakinan individu diwujudkan dalam konstruk inti, keyakinan yang terkait dengan faktor sosial ada yang diwujudkan dalam konstruk inti maupun eksternal (perluasan). Kesiapan psikologis pengguna akhir (Guru) diwujudkan dalam konstruk intensi. Keberhasilan adopsi e- learning di sekolah diwujudkan dalam konstruk penggunaan nyata.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH KUALITAS LAYANAN DAN PENERIMAAN NASABAH PENGGUNA LAYANAN PERBANKAN BERBASIS ELECTRONIC BANKING TERHADAP LOYALITAS NASABAH DI PT. BNI (PERSERO) Tbk CABANG BANYUWANGI

ANALISIS PENGARUH KUALITAS LAYANAN DAN PENERIMAAN NASABAH PENGGUNA LAYANAN PERBANKAN BERBASIS ELECTRONIC BANKING TERHADAP LOYALITAS NASABAH DI PT. BNI (PERSERO) Tbk CABANG BANYUWANGI

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan yang meliputi responsiveness, assurance, empathy, reliability, tangibles dan tingkat penerimaan nasabah penggunan layanan perbankan berbasis electronic banking terhadap loyalitas nasabah di PT BNI (Persero) Tbk cabang Banyuwangi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah model persamaan struktural (Structural Equation Model / SEM) yang merupakan kumpulan dari teknik-teknik statistikal yang memungkinkan pengujian sebuah rangkaian hubungan yang relatif rumit secara simultan. Berdasarkan analisis SEM bahwa dimensi kualitas layanan yang terdiri dari responsiveness, assurance, empathy, reliability, tangibles dan model penerimaan teknologi (Technology Acceptance Model) yang terdiri dari dua persepsi yaitu persepsi manfaat dan persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah pengguna layanan electronic banking.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Paper SNPV 2017 Priyanto

Paper SNPV 2017 Priyanto

Dalam teori penerimaan teknologi, terdapat banyak model yang sudah dikembangkan mencakup model dasar hingga model pengembangannya. Salah satu model yang paling banyak digunakan adalah Technology Acceptance Model (TAM) (Davis, 1989). Teori TAM digunakan sampai saat ini. TAM menunjukkan bahwa variabel-variabel model penerimaan teknologi dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori: keyakinan (individu dan faktor sosial), intensi, dan perilaku nyata. Keyakinan individu diwujudkan dalam konstruk inti, keyakinan yang terkait dengan faktor sosial ada yang diwujudkan dalam konstruk inti maupun eksternal (perluasan). Kesiapan psikologis pengguna akhir (Guru) diwujudkan dalam konstruk intensi. Keberhasilan adopsi e- learning di sekolah diwujudkan dalam konstruk penggunaan nyata.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALYSIS OF ACCEPTANCE AND INTENTION TO USE TECHNOLOGY AMONG MICRO SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES: USING UTAUT MODEL.

ANALYSIS OF ACCEPTANCE AND INTENTION TO USE TECHNOLOGY AMONG MICRO SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES: USING UTAUT MODEL.

The computer technology can be used by micro, small and medium entrepreneurs, such as inventory controlling, financial reporting, and other business analyzing. This technology will give more benefits if it were connected to internet technology. However, the using of computer technology is still considered to be very rare among micro, small, and medium enterprises. This research aims to analyze further understanding of issues surrounding acceptance and use of computer technology among micro, small and medium enterprises (MSMEs). The Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) model was conducted in this research. Questionnaires were collected from 50 MSME owners in Bandar Lampung, Province of Lampung, who do not use computer technology in their business activities. Data was examined using Structural Equation Modeling (SEM) technique and utilized Partial Least Square (PLS) tool. The empirical test results showed that intention to use technology was significant influenced by effort expectancy and social influence. But, performance expectancy was not significant influencing of intention to use technology. The result also showed that behavior intention was significant influenced by intention to use and facilitating condition.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Prosiding Inovasi Teknologi Ramah Lingkungan 2013

Prosiding Inovasi Teknologi Ramah Lingkungan 2013

Penerapan inovasi teknologi PTKJS memberikan solusi pengelolaan OPT secara terpadu dengan melakukan penerapan berbagai teknik pengendalian. Teknik pengendalian yang cukup efektif untuk pengendalian hama lalat buah dan pengerek buah yaitu dengan cara mengubur buah-buah yang gugur. Teknik pengendalian ini lebih menitikberatkan pada usaha mengurangi populasi hama dilapangan dengan cara memutus siklus hidup hama pada fase larva dan pupunya, sehingga tidak mampu berkembang menjadi setangga dewasa. Dengan teknik pengendalian yang telah dilakukan tersebut terjadi penurunan tingkat seranga hinggadibawah 10 %.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGUKURAN TINGKAT PENERIMAAN TEKNOLOGI PADA LAYANAN INFORMASI PEMERINTAH BERBASIS WEB MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL

PENGUKURAN TINGKAT PENERIMAAN TEKNOLOGI PADA LAYANAN INFORMASI PEMERINTAH BERBASIS WEB MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL

Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah Technology Acceptance Model (TAM) dengan variabel Perceived Ease Of Use (PEOU) atau Faktor Kemudahan, Perceived Usefulness (PU) atau Kemanfaatan, Behavioral Intention To Use (BITU) atau Kecenderungan Perilaku, Actual Usage (AU) atau Penggunaan Kondisi Nyata sebagai variabel yang diteliti. Sampel penelitian adalah user pengguna website yang berdomisili di Kota Tasikmalaya berdasarkan usia produktif sebagai objek studi kasus dengan menggunakan teknik penarikan sampel probability sampling. Teknik penentuan jumlah sampel menggunakan rumus slovin dengan ketidaktelitian 7%, target nilai R square yang diharapkan dapat memenuhi ekspektasi kualitas layanan website Kota Tasikmalaya besar dari 50%, metode analisis verifikatif statistik pada penelitian dilakukan dengan menggunakan model analisis Structural Equation Modeling (SEM). Aplikasi yang digunakan untuk penelitian ini adalah LISREL (Linear Structural Relationship) merupakan program SEM dengan kemampuan mengestimasi berbagai masalah SEM yang seringkali tidak mungkin dilakukan program lain [2].
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis Penerimaan Teknologi Informasi Balai Desa Di Kabupaten Kudus dengan Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM)

Analisis Penerimaan Teknologi Informasi Balai Desa Di Kabupaten Kudus dengan Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM)

Analisis proses adopsi teknologi informasi banyak menggunakan Technology Acceptance Model (TAM), yang terdiri 4 variabel yaitu persepsi pengguna terhadap kemudahan, persepsi pengguna terhadap kegunaan), sikap pengguna terhadap penggunaan, minat berperilaku dan aktualitas penggunaan komputer. Teknik analisis yang digunakan adalah Structural Equation Modelling dengan responden pegawai Balai desa di kabupaten Kudus. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Persepsi pengguna terhadap kemudahan berpengaruh positif signifikan terhadap persepsi pengguna terhadap kemanfaatan, (2) Persepsi pengguna terhadap kemudahan tidak berpengaruh positif signifikan terhadap sikap penerimaan, (3) Persepsi pengguna terhadap kemanfaatan berpengaruh positif signifikan terhadap sikap penerimaan, (4) Persepsi pengguna terhadap kemanfaatan berpengaruh positif signifikan terhadap minat berperilaku, (5) Sikap terhadap penerimaan berpengaruh positif signifikan terhadap minat berperilaku, (6) Minat berperilaku berpengaruh positif signifikan terhadap aktualitas penggunaan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...