model POGIL

Top PDF model POGIL:

PERBEDAAN HASIL BELAJAR MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION (GI) DENGAN MODEL POGIL BERBANTUAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) DI KELAS XI MAN I MEDAN.

PERBEDAAN HASIL BELAJAR MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION (GI) DENGAN MODEL POGIL BERBANTUAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) DI KELAS XI MAN I MEDAN.

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Perbedaan Hasil Belajar Model Pembelajaran Kooperatif Group Investigation (GI) dengan Model Pogil Berbantuan Lembar Kerja Siswa (LKS)” di kelas XI MAN I Medan. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan.

20 Baca lebih lajut

Semarang, Indonesia Email: kulliyah11gmail.com Abstrak - Tingkat Penguasaan Konsep dan Retensi Peserta Didik pada Materi Hidrolisis Melalui Model POGIL (Process Oriented Guided Inquiry Learning) Bermuatan Multiple Level Representation

Semarang, Indonesia Email: kulliyah11gmail.com Abstrak - Tingkat Penguasaan Konsep dan Retensi Peserta Didik pada Materi Hidrolisis Melalui Model POGIL (Process Oriented Guided Inquiry Learning) Bermuatan Multiple Level Representation

Adapun peran Multiple Level Representation dalam pembelajaran ini adalah untuk menjelaskan fenomena materi hidrolisis yang terdiri atas konsep konkrit dan abstrak. Biasanya kesulitan yang dialami peserta didik dalam mempelajari materi hidrolisis disebabkan oleh kurangnya kemampuan dalam menerjemahkan representasi mikroskopik. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya ketika pembelajaran berlansung guru belum bisa menjelaskan materi melalui ketiga level representasi melainkan hanya level makroskopik dan simboliknya saja. Sehingga peserta didik kesulitan untuk memahami konsep- konsep yang bersifat abstrak. Dengan demikian Multiple Level Representation sesuai jika diterapkan pada pembelajaran model POGIL. Misalnya untuk menggambarkan pergerakan molekul-molekul larutan garam yang terhidrolisis di dalam air yang tidak dapat diamati secara langsung oleh mata. Keberhasilan penerapan model POGIL yang dimuati dengan Multiple Level Representation dapat dibuktikann dengan adanya peningkatan penguasaan konsep peserta didik pada materi hidrolisis.

9 Baca lebih lajut

Brown   Model Pogil

Brown Model Pogil

Four semester examinations counted 75% of the final grade and a final examination counted 25%. All exami- nations were comprised of 50 multiple-choice questions, with each question having 4 or 5 answer choices, and the ‘‘all of the above’’ or ‘‘none of the above’’ choices were never used. Examination content was proportional to time spent during class, including lecture and team-based ex- ercises. Successful completion of the team-based POGIL in-class exercises had the potential to influence students’ final course grade in that the points earned from these were included with the regular examination scores. How- ever, the inclusion of these points was not considered in the statistical test comparing the examination averages because the actual number of points acquired in this man- ner differed among semesters. The comparison of test scores was performed using an unpaired two-tailed stu- dent’s t test with GraphPad Prism software. The fall 2007 examination score average was significantly different ( p , 0.05) from both the fall 2008 and fall 2009 examination score averages. The 2 active-learning groups (2008 and 2009) were also compared using the unpaired two-tailed student’s t test and no significant difference was found ( p , 0.05). These data are summarized in Table 2.

7 Baca lebih lajut

MENGGALI KREATIVITAS MELALUI MODEL POGIL

MENGGALI KREATIVITAS MELALUI MODEL POGIL

POGIL bagian dari model pengajaran latihan penelitian (inquiry training). Model pembelajaran ini menerapkan dengan mempertemukan siswa dengan masalah yang sedikit membingungkan, memunculkan pertanyaan, melakukan eksperimen, membangun dan menguji gagasan. Sebuah model pembelajaran berperan dalam membantu siswa memperoleh informasi, gagasan, skill, nilai, cara berpikir, dan tujuan mengekspresikan diri mereka sendiri. POGIL merupakan model pembelajaran karena meliputi beberapa rentetan kemampuan siswa yaitu: bagaimana cara siswa: mencapai konsep-konsep, menyusun hipotesis, menggunakan perangkat-perangkat ilmu pengetahuan untuk menguji konsep, menyusun kesimpulan dan presentasi ( learning from presentations).

11 Baca lebih lajut

MODEL MFI DAN POGIL DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR DAN KREATIVITAS SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR.

MODEL MFI DAN POGIL DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR DAN KREATIVITAS SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR.

Penelitian ini bertujuan mengetahui: pengaruh penggunaan model Modified Free Inquiry (MFI) dan Process- Oriented Guided-Inquiry Learning (POGIL), aktivitas belajar dan kreativitas siswa, dan interaksinya terhadap prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dilakukan di MAN Parakan Temanggung Tahun Pelajaran 2012/2013. Sampel diperoleh dengan teknik Cluster Random Sampling yang terdiri dari dua kelas, yaitu: XII IPA-1 diberi pembelajaran model MFI dan XII IPA-2 diberi pembelajaran model POGIL. Teknik analisis data menggunakan analisis non parametrik Kruskal Wallis. Dari hasil analisis data disimpulkan: 1) ada pengaruh penggunaan model MFI dan POGIL terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif, tetapi tidak memberikan pengaruh pada prestasi belajar psikomotorik, 2) tidak ada pengaruh aktivitas belajar tinggi rendah terhadap prestasi belajar kognitif maupun psikomotorik, namun ada pengaruh terhadap prestasi belajar afektif, 3) tidak ada pengaruh kreativitas tinggi rendah terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif, namun ada pengaruh untuk prestasi belajar psikomotorik, 4) ada interaksi antara model pembelajaran POGIL dan MFI dengan aktivitas belajar terhadap prestasi belajar kognitif maupun afektif, namun tidak ada interaksi terhadap prestasi belajar psikomotorik, 5) ada interaksi antara model pembelajaran POGIL dan MFI dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, psikomotorik, 6) ada interaksi antara aktivitas belajar dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar afektif dan psikomotorik, tetapi tidak ada interaksi terhadap prestasi belajar kognitif, dan 7) ada interaksi antara model pembelajaran POGIL dan MFI, aktivitas belajar dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, maupun psikomotorik.

11 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN STRATEGI POGIL DENGAN PEER-ASSESSMENT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATERI GARIS LURUS | Yuwono | PROCEEDING 762 1350 1 SM

PENGGUNAAN STRATEGI POGIL DENGAN PEER-ASSESSMENT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATERI GARIS LURUS | Yuwono | PROCEEDING 762 1350 1 SM

Salah satu strategi pembelajaran yang mendukung kondisi belajar seperti itu adalah Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL). Menurut Hanson (2006), dalam POGIL siswa bekerja dalam tim belajar di kelas yang kegiatannya dirancang khusus untuk mempromosikan penguasaan konten disiplin dan pengembangan keterampilan dalam proses belajar, berpikir, pemecahan masalah, komunikasi, kerja tim, manajemen, dan penilaian. POGIL melibatkan para siswa dalam belajar dan membantu siswa mengembangkan keterampilan yang mereka butuhkan untuk menjadi sukses di kursus, kuliah, dan karir. Dalam lingkungan ini, siswa mengambil tanggung jawab yang lebih besar untuk pendidikan mereka; mereka belajar untuk mengandalkan kemampuan berpikir daripada menghafal; mereka meningkatkan keterampilan kinerja sambil belajar isi pelajaran; dan mengembangkan hubungan positif dengan siswa lain. Hasil penelitian Trevathan et. al. (2014) menyatakan bahwa pada pembelajaran POGIL siswa menikmati keterlibatan dalam belajar, bisa memahami konten belajar dengan baik, dapat menghargai pendapat siswa lain, dan POGIL menciptakan suasana lingkungan komunitas belajar yang nyaman bagi siswa. Hasil penelitian Ningsih et. al. (2012) menunjukkan bahwa POGIL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pokok bahasan kalor. Hasil penelitian Rosidah (2013) menunjukkan bahwa penerapan model POGIL berbantuan LKPD efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika materi peluang pada peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 2 Purworejo.

13 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN POGIL BERBANTUAN KIT PERCOBAAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN PROSES SISWA.

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN POGIL BERBANTUAN KIT PERCOBAAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN PROSES SISWA.

Fisika merupakan cabang ilmu sains yang berkaitan dengan cara mencari tahu tentang fenomena alam secara sistematis, sehingga fisika bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan, oleh karenanya fisika memerlukan model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam belajar. Penilitian ini menerapkan model pembelajaran POGIL berbantuan kit percobaan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan keterampilan proses siswa. Penelitian dilaksanakan dengan metode eksperimen. Pengambilan sampling menggunakan teknik sampling jenuh yaitu seluruh populasi dijadikan sebagai sampel karena jumlah populasi yang sedikit. Dari analisis data hasil belajar siswa dan keterampilan proses siswa didapat bahwa keduanya mengalami peningkatan. Hasil belajar kelas eksperimen lebih baik dibanding kelas kontrol. Hal ini dapat dilihat dari = 2,49. Nilai ini lebih besar dari = 1,99 dengan dk = 66 dan taraf signifikasi sebesar 5% yang berarti Ha diterima. Peningkatan keterampilan proses siswa dapat dilihat dari besar peningkatan nilai rata-rata melalui uji Gain didapatkan bahwa nilai gain untuk kelas eksperimen sebesar 0,66 dan kelas kontrol sebesar 0,56. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah hasil belajar dan keterampilan proses siswa dapat ditingkatkan dengan pembelajaran model POGIL berbantuan kit percobaan pada pokok bahasan pemantulan cahaya.

1 Baca lebih lajut

T MTK 1404578 Abstract

T MTK 1404578 Abstract

Mathematically critical thinking skills and self-efficacy must be built by the students through active involvement in learning and interaction with teachers or other learners. POGIL is a learning model that is designed with small groups to interact with the teacher as a facilitator. POGIL guiding learners through exploration activities so that learners construct their own understanding (guided inquiry). The purpose of this study was to determine the effectiveness of the learning model POGIL against critical thinking skills and self-efficacy mathematical junior high school students. This study is a quasi-experiment. Samples are as many as two eighth grade class at one junior high school in North Sumatra. The research data obtained with test method. Final data analysis including normality test, homogeneity test, the proportion of test, and test the average difference. The results showed that: (1) the critical thinking ability of students to apply learning model POGIL better than students who received lessons conventional, (2) There are differences in the ability of critical thinking mathematical students using model POGIL from the category of initial ability mathematically (KAM) , (3) Self- efficacy of students using model POGIL better than students who received conventional learning.

2 Baca lebih lajut

T MTK 1404578 Bibliography

T MTK 1404578 Bibliography

Ozgen, K. (2013). Self efficacy beliefs in mathematical literacy and connectiona between mathematics and real world : the case of high school students. Journal of International Education Research. 4(9). Rahayu, D.P & Pamelasari, S.D (2015). Pengaruh model pembelajaran process

7 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN POGIL BERBANTUAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN POGIL BERBANTUAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH

Dalam pembelajaran matematika di SMA Negeri 2 Purworejo digunakan model ekspositori dengan metode ceramah. Hal tersebut membuat peserta didik sangat bergantung pada penjelasan guru. Menurut hasil wawancara dengan Bapak AJP. Budi Raharjo, salah satu guru matematika di SMA Negeri 2 Purworejo, peserta didik kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal yang mengacu pada aspek pemecahan masalah. Peserta didik dalam pembelajaran cenderung menghafal konsep dan kurang mampu menggunakan konsep tersebut jika menemui masalah dalam kehidupan nyata yang berhubungan dengan konsep yang dimiliki. Berdasarkan hasil wawancara dengan peserta didik, sebagian besar merasa kesulitan dalam menguasai Materi Pokok Peluang kelas XI terutama soal yang berkaitan dengan kehidupan nyata.

251 Baca lebih lajut

Pengaruh model process oriented guided inquiry learning (pogil) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa

Pengaruh model process oriented guided inquiry learning (pogil) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa

Seiring dengan perkembangan zaman disertai dengan perkembangan IPTEK maka perlu kiranya ada perubahan yang lebih baik dalam dunia pendidikan terutama dari segi keberlangsungan proses pembelajaran, diantaranya yaitu mengenai penggunaan metode atau model pembelajaran. Meskipun banyak model pembelajan yang dapat digunakan oleh guru ketika penyampaian materi di dalam kelas, namun untuk memilih model pembelajaran tidak bisa sembarangan, banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Pemilihan model pembelajaran yang salah dapat menghambat pencapaian tujuan pembelajaran. Maka dari itu dalam menentukan metode atau model pembelajaran para guru harus berpedoman pada tujuan pembelajaran. Dalam hal ini tujuan pembelajaran yang akan dicapai adalah dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematik para siswa. Salah satu alternatif untuk pencapaian tujuan tersebut adalah dengan model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL).

302 Baca lebih lajut

PENGARUH TEKNIK POGIL (PROCEC–ORIENTED GUIDED–INQUIRY LEARNING)TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI MTS SABILUL HUDA GUNTUR DEMAK TAHUN PELAJARAN 2015/2016 - STAIN Kudus Repository

PENGARUH TEKNIK POGIL (PROCEC–ORIENTED GUIDED–INQUIRY LEARNING)TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI MTS SABILUL HUDA GUNTUR DEMAK TAHUN PELAJARAN 2015/2016 - STAIN Kudus Repository

Pada umumnya metode ini menekankan pada komponen proses dan komponen isi dari pembelajaran, peserta didik di sini belajar berkelompok dalam aktivitas yang di rancang untuk meningkatkan penguasaan isi dari mata pelajaran fiqih. Dalam teknik pembelajaran pogil tersebut sebagai besar peserta didik terlibat aktif dan berfikir di dalam kelas dan menuntut peserta didik untuk mengembangkan kreatifitasnya dalam mata pelajaran fiqih misalnya pada mata pelajaran haji, siswa harus membuat kreatifitas tentang tata cara haji.misalnya pada kelas VIII. Pada materi haji tersebut maka guru mengajak peserta didik menjelaskan, mempraktikan, dan membuat sebuah kreativitas tentang bab haji tersebut misalnya, jumlah setiap kelas 30 peserta didik, dari 30 peserta didik tersebut di bagi 5 kelompok setiap kelompok terdiri dari 6 peserta didik. Guru memberikan tugas yang berbeda setiap kelompok mengenai bab haji. Kelompok tersebut membuat kreativitas misalnya gambar tentang bab haji untuk di presentasikan di depan kelas secara bergiliran sesuai dengan masing- masing kelompok.

26 Baca lebih lajut

EFEK PROCESS-ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH DAN PEMAHAMAN KONSEP AWAL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS FISIKA SISWA SMA NEGERI 1 KUALA LANGKAT TP. 2015/2016.

EFEK PROCESS-ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH DAN PEMAHAMAN KONSEP AWAL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS FISIKA SISWA SMA NEGERI 1 KUALA LANGKAT TP. 2015/2016.

Media merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran. Melalui media proses pembelajaran bisa lebih menarik dan menyenangkan (joyfull learning), misalnya siswa yang memiliki ketertarikan terhadap warna maka dapat diberikan media dengan warna yang menarik. Begitu juga halnya dengan siswa yang senang berkreasi selalu ingin menciptakan bentuk atau objek yang diinginkannya, siswa tersebut dapat diberikan media yang sesuai, seperti plastisin, media balok bangun ruang, atau diberikan media gambar lengkap dengan catnya (Susilana, 2009:25). Menurut Teguh (2006:2), “macromedia flash merupakan aplikasi interaktif dengan berbagai kelebihan. Beberapa faktor yang mendukung kepopuleran Flash sebagai sebuah aplikasi untuk keperluan desain dan animasi antara lain adalah memiliki format grafis berbasis vektor, kapasitas file hasil yang kecil, memiliki kemampuan tinggi dalam mengatur interaktivitas program, memiliki kelengkapan fasilitas dalam melakukan desain, dan sebagainya”. Dari penjelasan tersebut peneliti pun tertarik untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan POGIL menggunakan macromedia flash untuk membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

30 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN SUPLEMEN PEMBELAJARAN BERBASIS POGIL PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH TINGKAT SMP

PENGEMBANGAN SUPLEMEN PEMBELAJARAN BERBASIS POGIL PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH TINGKAT SMP

Sebanyak 3 siswa dari masing-masing kelas mendapat nilai kurang dari 75. Setelah dikonfirmasi, seorang siswa mengatakan sedang kurang sehat ketika dilakukan evaluasi. Grissom (2005) menyatakan bahwa kesehatan fisik mempengaruhi kemampuan siswa dalam belajar. Siswa yang kurang sehat tidak dapat berpikir dengan baik, sehingga nilai yang didapatnya rendah. Lima orang siswa mengakui tidak menyukai pembelajaran metode POGIL (Lampiran 28). Hasil penelitian Shahrori (2012) menyatakan bahwa rasa senang siswa terhadap pembelajaran berkorelasi positif dengan hasil belajarnya. Seorang siswa menyatakan tidak menyukai pembelajaran POGIL karena belum begitu bisa melakukan evaluasi diri pada akhir pembelajaran dan empat orang siswa menyatakan tidak menyukai pembelajaran metode diskusi kelompok. Siswa tidak menyukai diskusi kelompok dengan alasan tidak menyukai salah salah satu anggota kelompok (2 siswa), lebih memahami materi dengan metode ceramah (1 siswa), dan menganggap anggota kelompok kurang berkontribusi (1 siswa).

122 Baca lebih lajut

PENGARUH PRAKTIKUM LAJU REAKSI BERBASIS

PENGARUH PRAKTIKUM LAJU REAKSI BERBASIS

Dari hasil pengolahan data ditemukan bahwa rata-rata n-gain keterampilan proses sains secara keseluruhan untuk kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Perbedaan rata-rata n-gain keterampilan proses sains secara keseluruhan antar kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan hasil yang berbeda signifikan secara statistik (p = 0,003). Dengan nilai Cohen’s Effect Size (d) sebesar 1,170 dapat ditarik kesimpulan bahwa rata- rata n-gain keterampilan proses sains secara keseluruhan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki perbedaan relatif yang sangat besar. Selain pada keseluruhan proses sains, ditemukan pula bahwa siswa yang belajar melalui aktifitas laboratorium POGIL secara signifikan memiliki peningkatan keterampilan proses sains yang lebih baik dalam merumuskan hipotesis (p = 0,043), memprediksi (p = 0,037), mengajukan pertanyaan (p = 0,046), menginterpretasikan (p = 0,001) dan mengkomunikasikan (p = 0,007). Perbedaan relatif antara rata-rata n-gain kelas eksperimen dan kelas kontrol pada keterampilan- keterampilan terebut termasuk dalam kategori sedang (0,5 < d < 0,8).

16 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PROCESS ORIENTED GUIDED INQUARY LEARNING (POGIL) TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA PADA MATERI LAJU REAKSI.

PENGARUH MODEL PROCESS ORIENTED GUIDED INQUARY LEARNING (POGIL) TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA PADA MATERI LAJU REAKSI.

Nurhidayat, Anita., (2011), Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran kooperatifTipe Group Investigation terhadap aktivitas dan Penguasaan Konsep pada Pokok Bahasan Archaebacteria dan Eubacteria Siswa Kelas X SMA N 3 Bantul. Yogyakarta : Fakultas Saintek UIN Kalijaga Yogyakarta.

19 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN HIDROLISIS GARAM MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI TERBIMBING DAN PROCESS-ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) DITINJAU DARI KEMAMPUAN ANALISIS DAN RASA INGIN TAHU | Fajri | Inkuiri 7746 16259 1 SM

PEMBELAJARAN HIDROLISIS GARAM MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI TERBIMBING DAN PROCESS-ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) DITINJAU DARI KEMAMPUAN ANALISIS DAN RASA INGIN TAHU | Fajri | Inkuiri 7746 16259 1 SM

Setelah siswa menyusun hipotesis, guru memfasilitasi siswa untuk pengujian hipotesis tersebut dengan praktikum hidrolisis garam. Untuk siswa dengan model POGIL guru mengkondisikan agar siswa dapat berperan aktif dalam praktikum hidrolisis garam dengan cara guru meminta masing-masing siswa mencoba praktikum satu persatu dan menafsirkan serta memaparkan hasil praktikumnya sendiri yang kemudian dikonfirmasikan kepada anggota kelompok yang lain. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat memahami dan menemukan konsep hidrolisis garam secara mandiri sehingga akan lebih melekat pada memori mereka. Selain itu, jika ada siswa yang belum paham konsep hidrolisis garam dengan langsung akan mendengar pemaparan dari temannya sendiri sehingga lebih bermanfaat sedang guru memantau, merevisi pernyataan yang kurang dan menekankan hal yang dianggap penting. Setelah itu siswa mengorganisasikan atau mengelompokkan data hasil praktikum dengan bimbingan guru. Dari pemahaman yang telah diperoleh pada tahap sebelumnya, pada tahap ini siswa dengan mudah dapat mengelompokkan dan menganalisa data percobaan.

9 Baca lebih lajut

T KIM 1402037 Bibliography

T KIM 1402037 Bibliography

Mahayana, I. M. H., Margunayasa, I. G., & Wibawa, I. M. C. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran POGIL dan Minat Belajar terhadap Pemahaman Konsep IPA Siswa Kelas IV. e-Journal PGSD Universitas Pendidikan Ganesha , 4(1). hlm. 1-11.

6 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN KIMIA MENGGUNAKAN MODEL PROCESS-ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) DAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DITINJAU DARI KEMAMPUAN MEMORI DAN KREATIVITAS PADA MATERI HIDROKARBON KELAS X SMA | Tyasning | Paedagogia 7520 15905 2 PB

PEMBELAJARAN KIMIA MENGGUNAKAN MODEL PROCESS-ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) DAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DITINJAU DARI KEMAMPUAN MEMORI DAN KREATIVITAS PADA MATERI HIDROKARBON KELAS X SMA | Tyasning | Paedagogia 7520 15905 2 PB

kreativitas siswa. Munandar (1977) menye- butkan bahwa kreativitas berbanding terbalik dengan sikap siswa, siswa dengan reativitas tinggi akan memiliki nilai sikap yang rendah sedangkan siswa dengan kreativitas rendah akan memiliki nilai sikap yang tinggi. Namun dalam penelitian ini hal tersebut ternyata tidak memberikan hasil yang sama ketika variabel kreativitas tersebut dihubungkan dengan model pembelajaran POGIL dan PBL. Model pembelajaran PBL merupakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan nilai sikap siswa pada pembelajaran kimia karena meningkatkan minat dan motivasi siswa terhadap pelajaran (Tosun dan Senocak, 2013). Karena adanya peningkatan minat dan motivasi siswa maka siswa yang meng- gunakan model pembelajaran PBL akan memiliki nilai sikap yang baik. Selain itu menurut Eberlein, et al. (2008) model pembelajaran POGIL merupakan model pembelajaran yang menggunakan bimbingan guru di dalam pelaksanaannya sehingga sikap siswa akan dapat lebih dikendalikan. Pendapat lain yang dikemukakan oleh Hanson (2006) bahwa tahapan eksplorasi dalam POGIL membuat siswa merasa materi tersebut penting untuk dipelajari, sehingga membuat siswa lebih tertarik untuk memahami materi yang dipelajarinya. Hal-hal tersebut mengakibatkan siswa yang menggunakan model pembelajaran POGIL dan PBL memiliki nilai sikap yang tidak berbeda secara signifikan.

12 Baca lebih lajut

PERBEDAAN HASIL BELAJAR KIMIA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MENGGUNKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING PADA MATERI HIDROKARBON.

PERBEDAAN HASIL BELAJAR KIMIA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MENGGUNKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING PADA MATERI HIDROKARBON.

Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillahhirabbal A’lamin Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah Subhana Wa Ta’ala, atas segala berkat dan rahmat-Nya, maka skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. Skripsi berjudul “ Perbedaan Hasil Belajar Kimia Yang Dibelajarkan Dengan Menggunkan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Process Oriented Guided Inquiry Learning Pada Materi Hidrokarbon”, disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam UNIMED.

20 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...