Model POGIL (Process Oriented Guided-Inquiry Learning)

Top PDF Model POGIL (Process Oriented Guided-Inquiry Learning):

Penerapan Model Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Dan Keterampilan Proses Sains Siswa SMA.

Penerapan Model Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Dan Keterampilan Proses Sains Siswa SMA.

Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran digunakan untuk mengukur sejauh mana tahapan pembelajaran dengan model POGIL yang telah direncanakan terlaksana dalam proses belajar mengajar. Instrumen keterlaksanaan model pembelajaran ini berbentuk rating scale yang memuat kolom ya dan tidak, dimana observer hanya memberikan tanda cek () pada kolom yang sesuai dengan aktivitas guru dan aktivitas siswa yang diobservasi mengenai keterlaksanaan pembelajaran fisika dengan model POGIL yang diterapkan. Pada lembar ini juga terdapat kolom catatan keterangan untuk mencatat kejadian-kejadian yang dilakukan guru dan siswa dalam setiap fase pembelajaran. Lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran oleh guru dan siswa selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran E.1.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

Brown   Model Pogil

Brown Model Pogil

Four semester examinations counted 75% of the final grade and a final examination counted 25%. All exami- nations were comprised of 50 multiple-choice questions, with each question having 4 or 5 answer choices, and the ‘‘all of the above’’ or ‘‘none of the above’’ choices were never used. Examination content was proportional to time spent during class, including lecture and team-based ex- ercises. Successful completion of the team-based POGIL in-class exercises had the potential to influence students’ final course grade in that the points earned from these were included with the regular examination scores. How- ever, the inclusion of these points was not considered in the statistical test comparing the examination averages because the actual number of points acquired in this man- ner differed among semesters. The comparison of test scores was performed using an unpaired two-tailed stu- dent’s t test with GraphPad Prism software. The fall 2007 examination score average was significantly different ( p , 0.05) from both the fall 2008 and fall 2009 examination score averages. The 2 active-learning groups (2008 and 2009) were also compared using the unpaired two-tailed student’s t test and no significant difference was found ( p , 0.05). These data are summarized in Table 2.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN POGIL BERBANTUAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN POGIL BERBANTUAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH

Pemilihan model Pembelajaran yang tepat dalam proses pembelajaran matematika akan berpengaruh terhadap minat serta kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan masalah matematika. Salah satu model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik adalah POGIL (Process Oriented Guided-Inquiry Learning). POGIL adalah model pembelajaran yang didesain dengan kelompok kecil yang berinteraksi dengan instruktor/guru sebagai fasilitator. Model pembelajaran ini membimbing peserta didik melalui kegiatan eksplorasi agar peserta didik membangun pemahaman sendiri (inkuiri terbimbing). Dalam pembelajaran di kelas, peserta didik difasilitasi untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan kemampuan mengaplikasikan pengetahuannya pada situasi/konteks yang berbeda. Keefektifan model POGIL telah dibuktikan dalam banyak penelitian pendidikan (Farrel dalam Sumardiyanto, 2011). Dari banyak penelitian didapat kesimpulan yang sama yaitu:
Baca lebih lanjut

251 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING BERBANTUAN LAB VIRTUAL TERHADAP KETERAMPILAN GENERIK SAINS FISIKA PESERTA DIDIK SMA KELAS X. - Repository UNRAM

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING BERBANTUAN LAB VIRTUAL TERHADAP KETERAMPILAN GENERIK SAINS FISIKA PESERTA DIDIK SMA KELAS X. - Repository UNRAM

Abstract - This study aims to determine the effect of Process Oriented Guided Inquiry Learning model of Virtual Lab to the physics generic science skills of high school students of class X. This research type is quasi experiment with pretest-postest control group design research design. The population of this research is all students of class X MIPA SMAN 1 Kuripan with sampling technique using purposive sampling. There are two samples taken are the sample as experimental class given treatment in the form of learning using learning model POGIL assisted Virtual Lab and control class treated using conventional learning model. Data collection of generic science skills is done by a multiple choice test technique. The research hypothesis was tested by using the t-test polled variance with 5% significance. It was concluded that the use of Process Oriented Guided Inquiry Learning model (POGIL) with Virtual Lab has an effect on students generic science skills with t table = 2,00 <t count =
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

T MTK 1404578 Abstract

T MTK 1404578 Abstract

Mathematically critical thinking skills and self-efficacy must be built by the students through active involvement in learning and interaction with teachers or other learners. POGIL is a learning model that is designed with small groups to interact with the teacher as a facilitator. POGIL guiding learners through exploration activities so that learners construct their own understanding (guided inquiry). The purpose of this study was to determine the effectiveness of the learning model POGIL against critical thinking skills and self-efficacy mathematical junior high school students. This study is a quasi-experiment. Samples are as many as two eighth grade class at one junior high school in North Sumatra. The research data obtained with test method. Final data analysis including normality test, homogeneity test, the proportion of test, and test the average difference. The results showed that: (1) the critical thinking ability of students to apply learning model POGIL better than students who received lessons conventional, (2) There are differences in the ability of critical thinking mathematical students using model POGIL from the category of initial ability mathematically (KAM) , (3) Self- efficacy of students using model POGIL better than students who received conventional learning.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

T KIM 1402037 Chapter3

T KIM 1402037 Chapter3

Lembar observasi digunakan untuk mengetahui keterlaksanaan proses pembelajaran POGIL. Lembar observasi yang bersisi aktivitas siswa diberikan kepada observer untuk memperoleh gambaran aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung. Observer pada penelitian ini adalah penulis sendiri dan beberapa orang guru. Lembar aktivitas ini hanya digunakan di kelas eksperimen (kelas menggunakan POGIL). Instrumen keterlaksanaan model pembelajaran POGIL berbentuk rating scale yang memuat kolom skor penilaian, dimana observer hanya memberikan tanda cheklist (√) pada kolom skor 0-3 berdasarkan rubrik penilaian yang sesuai dengan aktivitas siswa yang diobservasi mengenai keterlaksanaan pembelajaran kimia dengan model POGIL yang diterapkan. Pada lembar ini juga terdapat kolom catatan keterangan untuk mencatat kejadian- kejadian yang dilakukan siswa dalam setiap fase pembelajaran. Rubrik penilaian aktivitas siswa untuk keterlaksanaan tahapan pembelajaran POGIL disajikan dalam Tabel 3.2.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

S KIM 1200377 Chapter1

S KIM 1200377 Chapter1

POGIL merupakan suatu filosofi dan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pembelajarannya menggunakan pendekatan kontruktivisme dan learning cycle yang menekankan pada konten dan proses pembelajaran. Komponen konten yang dikembangkan dalam penelitian ini berupa pengetahuan kimia pada konsep tingkat kejenuhan larutan sedangkan komponen proses yaitu pemrosesan informasi, berpikir kritis dan analitis, penyelesain masalah ( problem solving ), komunikasi, kerjasama kelompok ( teamwork ), manajemen, dan penilaian (termasuk penilaian diri) (Hanson, 2006). Beberapa penelitian telah dilakukan dengan menggunakan POGIL menunjukkan peningkatan hasil belajar yang cukup tinggi (Nasution, 2014; Rosidah, 2013). Selain itu, keterampilan proses sains siswa setelah pembelajaran menggunakan POGIL menghasilkan ketercapaian yang cukup tinggi (Maikristina, Dasna, Sulistina, 2013).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

S KIM 1200377 Chapter3

S KIM 1200377 Chapter3

34 Cindy Claudia Christanti, 2016 IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN INTERTEKSTUAL D ENGAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING POGIL PAD A KONSEP TINGKAT KEJENUHAN LARUTAN Uni[r]

9 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PROCESS ORIENTED GUIDED INQUARY LEARNING (POGIL) TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA PADA MATERI LAJU REAKSI.

PENGARUH MODEL PROCESS ORIENTED GUIDED INQUARY LEARNING (POGIL) TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA PADA MATERI LAJU REAKSI.

Said Idrus (NIM. 8146142031). Influence Model inquary Process Oriented Guided Learning (POGIL) Against Science Process Skills (KPS) and Cognitive Ability Students to Content Reaction rate. Thesis. Terrain: Graduate School, State University of Medan (UNIMED). 2016.

19 Baca lebih lajut

STRATEGI PEMBELAJARAN INTERTEKSTUAL DENGAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) PADA KONSEP TINGKAT KEJENUHAN LARUTAN UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA.

STRATEGI PEMBELAJARAN INTERTEKSTUAL DENGAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) PADA KONSEP TINGKAT KEJENUHAN LARUTAN UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA.

5. Kegiatan pembelajaran dalam strategi pembelajaran intertekstual dengan POGIL pada konsep tingkat kejenuhan larutan untuk meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa menggunakan percobaan pembuatan larutan lewat jenuh dan data pengujian larutan lewat jenuh. Konsep larutan belum jenuh dan larutan jenuh dipelajari melalui data yang merepresentasikan kedua jenis larutan tersebut. Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan digunakan untuk membimbing siswa memahami konsep tingkat kejenuhan larutan. Secara umum kegiatan pembelajaran yang dikembangkan mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam menghubungkan kegiatan pembelajaran di kelas dengan konsep yang telah dipelajari dan level representasi kimia; membangun konsep secara mandiri melalui kegiatan menjawab pertanyaan, diskusi kelompok, dan berkontribusi aktif dalam melakukan kegiatan percobaan di kelas.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

S KIM 1200377 Table of content

S KIM 1200377 Table of content

viii Cindy Claudia Christanti, 2016 IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN INTERTEKSTUAL D ENGAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING POGIL PAD A KONSEP TINGKAT KEJENUHAN LARUTAN Un[r]

5 Baca lebih lajut

S KIM 1200377 Bibliography

S KIM 1200377 Bibliography

Reyes, P. B. (2003). Implementation of a proposed model of constructivist teaching- learning process – A step towards an outcome base education in chemistry laboratory instruction. Asia Pacific Journal of Multidisciplinary, 1(1), hlm. 174-187.

6 Baca lebih lajut

PERBEDAAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA YANG DI AJARKAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) PADA POKOK BAHASAN STRUKTUR ATOM.

PERBEDAAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA YANG DI AJARKAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) PADA POKOK BAHASAN STRUKTUR ATOM.

Pada dasarnya proses belajar mengajar merupakan proses komunikasi antara guru dengan siswa. Proses pembelajaran dapat dikatakan berhasil apabila siswa mencapai kompetensi yang diharapkan, karena hal itu merupakan cerminan dari kemampuan siswa dalam menguasai suatu materi. Hal ini tidak terlepas dari kemampuan guru dalam memilih dan menggunakan model dan media yang tepat dan efektif.

20 Baca lebih lajut

S FIS 1302256 Table of content

S FIS 1302256 Table of content

Adelia Alfama Zamista, 2015 Penerapan Model Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Dan Keterampilan Proses Sains Siswa SMA Unive[r]

7 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Dan Keterampilan Proses Sains Siswa SMA - repository UPI S FIS 1302256 Title

Penerapan Model Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Dan Keterampilan Proses Sains Siswa SMA - repository UPI S FIS 1302256 Title

Adelia Alfama Zamista, 2015 Penerapan Model Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Dan Keterampilan Proses Sains Siswa SMA Unive[r]

5 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING MELALUI PENDEKATAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X SMA SWASTA PANCA BUDI MEDAN PADA MATERI REAKSI REDOKS.

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING MELALUI PENDEKATAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X SMA SWASTA PANCA BUDI MEDAN PADA MATERI REAKSI REDOKS.

3 Dalam POGIL ini siswa bekerja dalam kelompok (belajar tim) yang bertujuan untuk penguasaan konsep sehingga mampu mengembangkan keterampilan, berpikir tingkat tinggi, komunikasi, kerja tim, manajemen dan penilaian serta tidak lagi mengandalkan hafalan, tetapi mengembangkan keterampilan untuk sukses dalam pembelajaran. POGIL membuat siswa lebih terarah dalam menentukan pemecahan masalah yang menghasilkan konsep yang baru bagi siswa. Melalui POGIL ini dibutuhkan aktivitas belajar siswa sehingga sebagian besar siswa terlibat aktif dan berpikir di kelas dalam menarik kesimpulan melalui analisis data, model, atau contoh dengan mendiskusikan ide-ide dengan merefleksikan pengalaman yang telah mereka pelajari (Sri Yani, dkk. 2012).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

2. Letak Geografis - PENGARUH TEKNIK POGIL (PROCEC–ORIENTED GUIDED–INQUIRY LEARNING)TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI MTS SABILUL HUDA GUNTUR DEMAK TAHUN PELAJARAN 2015/2016 - STAIN Kudus Repository

2. Letak Geografis - PENGARUH TEKNIK POGIL (PROCEC–ORIENTED GUIDED–INQUIRY LEARNING)TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI MTS SABILUL HUDA GUNTUR DEMAK TAHUN PELAJARAN 2015/2016 - STAIN Kudus Repository

Berdasarkan perhitungan tersebut diperoleh F hitung sebesar 30,877, sedangkan pada F tabel dengan db=m sebesar 1 lawan N-m-1 sebesar 73-1-1 = 71, diketahui harga F tabel 5% = 3,976 Jadi, 30,877 > 3,976 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi, dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan antara Teknik pogil (Proses -Oriented guidedInquiry Learning) terhadap kemandirian belajar pada mata pelajaran fiqih di MTs Sabilul Huda Guntur Demak Tahun Pelajaran 2015/2016.

22 Baca lebih lajut

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN ORIENTASI INKUIRI TERBIMBING (POGIL) DENGAN MENGGUNAKAN HANDOUT TERHADAPA HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS XI SMA MATERI STRUKTUR ATOM.

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN ORIENTASI INKUIRI TERBIMBING (POGIL) DENGAN MENGGUNAKAN HANDOUT TERHADAPA HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS XI SMA MATERI STRUKTUR ATOM.

2. Peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan Strategi Proses pembelajaran Inkuari Terbimbing (pogil ) dengan menggunakan Handout memberikan hasil yang tinggi yakni sebesar 81, 78% daripada peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan moredo konvensional dengan menggunakan Hanout yakni sebesar 52, 41% .

13 Baca lebih lajut

PERBEDAAN HASIL BELAJAR KIMIA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MENGGUNKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING PADA MATERI HIDROKARBON.

PERBEDAAN HASIL BELAJAR KIMIA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MENGGUNKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING PADA MATERI HIDROKARBON.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan model Problem Based Learning (PBL) dengan Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) pada pokok bahasan hidrokarbon.Penelitian ini merupakan penelitian eksprimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA N 1 Percut Sei Tuan yang tediri dari lima kelas. Pengambilan sampel dilakukandengan random sampeling atau probability sampling yaitu secara undian diambil 2 kelas dari 5 kelas yaitu kelas XI IPA 4 sebagai kelas eksprimen I dan kelas XI IPA 5 sebagai eksprimen II. Sampel penelitian kelas eksprimen I dan kelas eksprimen II masing-masing berjumlah 34 orang. Instrumen test yang digunakan adalah instrument test dan nontest. Instrumen test digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa berupa tes objektif dalam bentuk pilihan berganda berjumlah 20 soal dan instrument non test digunakan untuk mengetahui sikap siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Kelas eksprimen I diberikan perlakukan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dan kelas eksprimen II diberikan perlakuan dengan model Process Oriented Guided Inquiry Learning. Dikedua kelas diberikan perlakuan yang sama yaitu pada pertemuan awal dilakukan pretest dan pada pertemuan terakhir dilakukan posttest. Data hasil belajar siswa diuji normalitas dan homogenitasnya, hasil yang diperoleh kedua kelompok sampel homogen dan berdistribusi normal. Hasil uji t di peroleh t hitung = 2,844 dan t tabel = 2,002 untuk α
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

T KIM 1402037 Chapter1

T KIM 1402037 Chapter1

Selain ditinjau dari analisis konsep pembuatan koloid, dapat pula dianalisis berdasarkan tahapan-tahapan pembelajaran POGIL. Kegiatan pembelajaran POGIL melibatkan para siswa, mempromosikan restrukturisasi informasi dan pengetahuan, dan membantu siswa mengembangkan pemahaman dengan menggunakan siklus belajar di kegiatan inkuiri terbimbing. Menurut Atkins dan Karplus (Zamista, 2015) bahwa ada tiga tahapan inti dari POGIL yaitu eksplorasi, penemuan konsep dan aplikasi. Pada tahapan pertama, dimulai dengan guru memberikan suatu fenomena pembuatan koloid yang dapat membangun konflik kognitif sehingga siswa termotivasi untuk mengeksplor permasalahan yang ada pada fenomena tersebut dengan menyimpulkan, bertanya dan menguji hipotesis melalui percobaan-percobaan sederhana. Tahap selanjutnya, siswa melakukan analisis terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru seputar fenomena dan konsep pembuatan koloid. Pada tahap ini, siswa dapat memformulasikan konsep-konsep untuk menunjang pemahamannya dengan merujuk pada fenomena atau sumber informasi lain.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...