model sinektik berbasis pemertahanan bahasa Indonesia

Top PDF model sinektik berbasis pemertahanan bahasa Indonesia:

T B.IND 1402618 Table of Content

T B.IND 1402618 Table of Content

Stella Talitha, 2016 Pengaruh Model Sinektik Berbasis Pemertahanan Bahasa Indonesia Terhadap Pembelajaran Berpidato Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustaka[r]

3 Baca lebih lajut

T B.IND 1402618 Abstract

T B.IND 1402618 Abstract

Penelitian ini berawal dari permasalahan seringnya siswa menggunakan bahasa asing saat mata pelajaran Bahasa Indonesia berlangsung di Sekolah Bina Persada, Cimahi. Siswa-siswa ini pun mengalami kesulitan saat menjalani proses kegiatan belajar dalam bahasa Indonesia, apalagi dalam pembelajaran berpidato. Siswa kesulitan mengungkapkan ide-ide yang dimilikinya karena kurangnya penguasaan bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa Indonesia di Sekolah Bina Persada hanya diperkenankan ketika mata pelajaran Bahasa Indonesia berlangsung. Mata pelajaran Bahasa Indonesia hanya berlangsung selama 180 menit per minggu. Itu berarti, siswa di Sekolah Bina Persada hanya menggunakan bahasa Indonesia kurang lebih 180 menit per minggu di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) profil pembelajaran berpidato di kelas IX Sekolah Bina Persada; (2) kemampuan berpidato siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum diberikan perlakuan; (3) penerapan model sinektik berbasis pemertahanan bahasa Indonesia di kelas eksperimen; (4) kemampuan berpidato siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah diberikan perlakuan; dan (5) pengaruh penggunaan model sinektik berbasis pemertahanan bahasa Indonesia terhadap kemampuan berpidato. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi, pedoman wawancara, dan butir soal tes. Data yang diperoleh dari hasil tes dianalisis dan diolah menggunakan perangkat lunak SPSS. Data berdasarkan hasil observasi dan wawancara diolah dan dianalisis. Adapun pengolahan dan penganalisisan data merupakan upaya menata data secara sistematis. Berdasarkan uji ukuran efek (Effect Size Cohen’s) diper oleh nilai sebesar 1,5 atau setara dengan 92%. Hal ini menunjukkan penggunaan model sinektik berbasis pemertahanan bahasa Indonesia berpengaruh besar terhadap kemampuan berpidato.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

T B.IND 1402618 Chapter 1

T B.IND 1402618 Chapter 1

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat membantu siswa dalam kegiatan belajar di kelas. Penggunaan model sinektik berbasis pemertahanan bahasa Indonesia terhadap pembelajaran berpidato diharapkan mampu menambah kreativitas siswa dalam pembelajaran berpidato. Selain itu, dengan menggunakan model ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap bahasa yang positif dalam diri siswa, yaitu kesetiaan bahasa (language loyalty), kebanggaan bahasa (language pride), dan kesadaran adanya norma bahasa (awareness of the norm).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

T B.IND 1402618 Chapter 3

T B.IND 1402618 Chapter 3

2. Pada tahap kedua penelitian, peneliti memberikan perlakuan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen, peneliti memberikan perlakuan dengan menggunakan model sinektik berbasis pemertahanan bahasa Indonesia. Pada kelas kontrol, peneliti memberikan perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran berorientasi aktivitas siswa. Pemberian perlakuan ini dilakukan setelah siswa mendapatkan materi mengenai berpidato. Pemberian perlakuan ini dilakukan sebanyak tiga kali di kelas eksperimen dan di kelas kontrol.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

T B.IND 1402618 Title

T B.IND 1402618 Title

PENGARUH MODEL SINEKTIK BERBASIS PEMERTAHANAN BAHASA INDONESIA TERHADAP PEMBELAJARAN BERPIDATO Penelitian Eksperimen Semu terhadap Siswa Kelas IX Sekolah Bina Persada Cimahi Tahun [r]

3 Baca lebih lajut

T B.IND 1402618 Chapter 5

T B.IND 1402618 Chapter 5

2) Kemampuan siswa dalam berpidato di kelas eksperimen sesudah diberikan perlakuan dengan menggunakan model sinektik berbasis pemertahanan bahasa Indonesia memperoleh nilai rata-rata sebesar 7,2. Hal ini berarti kemampuan siswa masuk dalam kategori cukup berdasarkan tolak ukur kriteria penilaian.

4 Baca lebih lajut

Pemertahanan Bahasa Simalungun Di Kabupaten Simalungun

Pemertahanan Bahasa Simalungun Di Kabupaten Simalungun

Salah satu hal yang menarik untuk diamati adalah telaah terhadap pemertahanan bahasa dalam masyarakat multilingual. Pengkajian pemertahanan bahasa dan pergeseran bahasa biasanya mengarah kepada hubungan di antara perubahan atau kemantapan yang terjadi pada kebiasaan berbahasa dengan proses psikologis,sosial, dan budaya yang sedang berlangsung pada saat masyarakat bahasa yang berbeda berhubungan satu sama lain. Bahwa bahasa atau ragam bahasa kadang- kadang digunakan oleh penutur di dalam situasi interaksi antar kelompok tertentu banyak menarik perhatian orang. Namun, baru pada tahun 60-an ikhwal pemertahanan bahasa dan pergeseran bahasa diakui sebagai bidang penyelidikan yang sistematis di antara para pengamat perilaku bahasa (Fishman ,1964:73) .
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

THE INFLUENCE OF MEDIA-ASSISTED LEARNING MODEL SINEKTIK POSTER TO IMPROVING THE WRITING SKILLS OF STUDENTS IN THE SUBJECT OF INDONESIAN, PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SINEKTIK BERBANTUAN MEDIA POSTER TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS SISWA PADA MATA PE

THE INFLUENCE OF MEDIA-ASSISTED LEARNING MODEL SINEKTIK POSTER TO IMPROVING THE WRITING SKILLS OF STUDENTS IN THE SUBJECT OF INDONESIAN, PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SINEKTIK BERBANTUAN MEDIA POSTER TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS SISWA PADA MATA PE

ABSTRACT, The problems of this research is the influence of students writing skills in subjects Indonesian applying media-assisted learning model sinektik poster in the Junior high school Laboratory UPI Cibiru, while general purpose implementation of this study is to describe and analyze the influence of students writing skills in subjects Indonesian applying media-assisted learning model sinektik poster in the Junior High School Laboratory Cibiru UPI. The method used in this study is a quasi-experimental, using a quantitative approach, and the design of the study is Nonequivalen (Pre-Test and Post-Test) Control Group Design, while population studies class VII as many as 150 people with a sample of 30 people, using cluster sampling technique. Based on the research results obtained in the field, in general it can be concluded that: 1) The media-assisted learning model sinektik poster has effects on improvement of students writing skills in Indonesian Language subject in the Junior High School Laboratory Cibiru UPI. 2) prewritings aspects of students writing skills, writing aspects, and aspects that apply pascawritings learning model sinektik higher than those who did not use sinektik learning model in the Junior High School Laboratory Cibiru UPI.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pemertahanan Bahasa Banjar di Komunitas (1)

Pemertahanan Bahasa Banjar di Komunitas (1)

Orang Banjar sangat bangga dengan budayannya termasuk dengan bahasa yang mereka gunakan. Artinya, nilai prestise dari language choice seseorang yang menggunakan bahasa Banjar di tengah komunitas yang heterogen lebih tinggi tingkatannya dengan bahasa daerah lain (bila di komunitas itu lebih banyak orang Banjar). Situasi yang demikian menurut Dressler (1984) merupakan langkah awal dari penghilangan atau pemusnahan sebuah bahasa. Dia juga menambahkan bahwa pada saat sebuah bahasa daerah kehilangan prestisenya dan kurang digunakan dalam fungsi-fungsi sosial, maka ia menyebutkan keadaan ini sebagai sebuah “evaluasi sosiopsikologis negatif” (negative sociopsychological evaluation) dari sebuah bahasa. Pada kondisi inilah penutur asli sebuah bahasa daerah bisa “dengan rela” (voluntarily) mengubah bahasanya ke satu bahasa daerah lain yang lebih prestisius. Berdasarkan teori ini, ada asumsi dini yang dapat ditarik dalam tulisan ini dan perlu penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya, yakni bahasa Banjar itu lebih prestigious daripada bahasa Dayak Ngaju yang disebabkan oleh adanya “volunteer” penutur bahasa Banjar yang non- Banjar dengan setia shifting dari bahasa Dayak Ngaju.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Sinektik B. Indonesia

Sinektik B. Indonesia

Model mengajar sinektik yang pertama kali dirancang oleh William J.J. Gordon, bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas siswa. Model sinektik dapat digunakan dalam mengembangkan kreativitas siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Kreativitas merupakan suatu bentuk pemikiran yang kurang mendapat perhatian dalam pendidikan formal, di sekolah yang diutamakan dilatih adalah pengetahuan, ingatan, dan kemampuan berfikir logis aatau penalaran, yaitu kemampuan menemukan satu jawaban yang paling tepat terhadap masalah yang diberikan berdasarkan informasi yang tersedia. Di samping itu sistem pembelajaran yang dilakukan di Indonesia cenderung mrnggunakan sistem klasikal.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Pemertahanan Bahasa dan Sastra Daerah Go

Pemertahanan Bahasa dan Sastra Daerah Go

Wilayah bahasa yang bersifat aneka bahasa, apabila dipandang dari sudut linguistik murni merupakan firdaus bagi siapa saja yang mempunyai minat terhadap penelitian. Bahasa merupakan alat komunikasi, bahasa bukanlah sesuatu yang netral. Kekuasaan, jalinan budaya, dan harapan-harapan, serta kecemasan sebuah bangsa, sebuah masyarakat terpresentasi dalam geliat kata-kata yang tumbuh dan hidup dalam bahasa, dengan kata lain tanpa kehadiran bahasa, segala kegiatan kehidupan tidak dapat dikomunikasikan. Jadi betapa pentingnya bahasa bagi seorang insan yang hidup di atas bumi ini. Bahasa merupakan alat yang begitu ampuh dan menjadi sebuah kekuatan. Bahasa dapat mencerminkan karakter pemakainya atau penciptanya. Karakter yang merupakan cerminan dari jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, tempramen, dan watak. Karakter mengacu kepada serangkaian sikap ’attitude’, perilaku ’behavior’, motivasi ’motivation’, dan keterampilan ’skill’. Berdasarkan hal tersebut, pada makalah ini dibahas bahasa daerah Gorontalo sebagai jati diri suku Gorontalo; bahasa Gorontalo mencerminkan karakter suku Gorontalo dengan menggunakan pendekatan sosiolinguistik. Sosiolinguistik menjelaskan bagaimana menggunakan bahasa itu dalam aspek sosial tertentu, memberikan pedoman berkomunikasi dengan menunjukkan bahasa, ragam bahasa atau gaya bahasa apa yang digunakan jika berbicara dengan orang tertentu dan pada tempat tertentu. Hasil pembahasan bahasa Gorontalo sebagai jati diri suku Gorontalo khususnya pada bahasa motolobalango ’peminangan’ terdapat pendidikan karakter. Karakter yang terdapat dalam bahasa peminangan ini adalah karakter saling menghargai; karakter pandai bersyukur; karakter keindahan; karakter kebersihan; karakter keterampilan; karakter budi pekerti yang tinggi; karakter kesopanan; karakter kesantunan; dan karakter kebersamaan.
Baca lebih lanjut

200 Baca lebih lajut

International Proceeding UNDIP July  2, 2011   Aris Munandar

International Proceeding UNDIP July 2, 2011 Aris Munandar

Bahasa Indonesia memiliki daya pengaruh (baca: ancaman) cukup besar terhadap konsistensi pemakaian kode tutur bahasa Jawa. Naib/petugas KUA dalam akad nikah memiliki kecenderungan untuk beralih kode ke Bahasa Indonesia. Alih kode Bahasa Jawa ke Bahasa oleh naib/petugas KUA terjadi pada 4 dari 7 peristiwa tutur akad nikah, yaitu ketika melakukan pemeriksaan ulang data calon suami/istri/orang tua. Sementara pernyataan ijab qobul pada 6 dari 7 peristiwa tutur akad nikah menggunakan bahasa Indonesia secara sangat konsisten. Kesamaan pernyataan ijab dan pernyataan qobul dalam peristiwa akad nikah di beberapa wilayah di Yogyakarta tersebut menunjukkan telah adanya pembakuan kalimat dan kepatuhan penuturnya untuk mengikuti kebakuan tersebut. Dengan membandingkan tingkat keketatan pemakaian Bahasa Indonesia dalam ijab qobul (6:1) dan disimpulkan bahwa Bahasa Indonesia memiliki resistensi yang tinggi terhadap desakan bahasa Jawa, dan sebaliknya bahwa bahasa Jawa rentan terhadap desakan bahasa Indonesia.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

MEDIA TELEVISI, PEMERTAHANAN DAN PERENCANAAN BAHASA INDONESIA I KOMANG SULATRA

MEDIA TELEVISI, PEMERTAHANAN DAN PERENCANAAN BAHASA INDONESIA I KOMANG SULATRA

Language is a dynamic entity. As a dynamic entity, language echangeisone of the characteristics of a language. The change can be positive or conversely to the negative side. As a national language, Bahasa is intended to be developed into one of international languages, but in some cases the condition is far from the target. It happened because the speakers attitude toward the standard language remain unstable. This condition can be seen in the use of bahasa in mass media, especially the use of bahasa in Television program. The domination of non standard form has given bad effect to the standard language, such as the quality and the quantity of the standard language’s domain become lessen. Due to those problems, good coordination between the government, society, and mass media are required in developing Indonesian through language planning.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

EKSPERIMENTASI MODEL SINEKTIK TERHADAP K

EKSPERIMENTASI MODEL SINEKTIK TERHADAP K

Hasil observasi dan tes kemampuan pemecahan masalahyang dilakukan pada siswa di SMPN 12 Merangin diketahui bahwa lebih dari 50% siswa belum mampu untuk memahami masalah, dan memformulasikan konteks masalah ke dalam model matematika. Di satu sisi, memahami masalah dalam soal yang kontekstual merupakan hal yang mendasar sebelum menyelesaikan soal tersebut. Dengan kata lain, siswabelum mampu memahami dan memformulasikan masalah dalam kehidupan sehari-hari ke dalam model matematika. Permasalahan yang dialami oleh siswa disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya: guru kurang mengeksplorasikan kemampuan siswa, guru kurang membangun pengetahuan siswa, guru masih dominan menjelaskan konsep pelajaran tanpa siswa diberikan kesempatan untuk menemukan konsep itu sendiri. Guru belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun sendiri konsep pelajaran sesuai dengan topik yang dipelajari.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN GERAK DAN INTERAKSI SOSIAL SISWA AUTIS MELALUI PEMBELAJARAN SENI TARI BERBASIS MODEL SINEKTIK.

PENINGKATAN KEMAMPUAN GERAK DAN INTERAKSI SOSIAL SISWA AUTIS MELALUI PEMBELAJARAN SENI TARI BERBASIS MODEL SINEKTIK.

cara latihan atau training. Serta metode yang digunakan dalam pembelajaran tari adalah demonstrasi, guru mendemonstrasikan tarain dan siswa melihat, setelah siswa hafal gerakannya kemudian siswa meniru dan berlatih gerakan yang dicontohkan guru. Kelemahan model ini adalah faktor keterbatasan memory siswa atau lupa. Seandainya siswa lupa apa yang didengar atau apa yang dilihat, maka musik dan gerak tari tidak bisa ditampilkan. Di sisi lain, model ini lebih kepada pendekatan individual sehingga aspek sosial kurang kurang dapat dibangun. Untuk dapat membantu mengurangi kendala tersebut di atas, maka model pembelajaran yang cocok untuk anak berkebutuhan khusus adalah model yang membantu mengembangkan aspek intelektual dan sosial.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

Pengembangan Buku Ajar Bahasa Inggris berbasis Multikultur sebagai Upaya Pemertahanan Budaya  Lokal

Pengembangan Buku Ajar Bahasa Inggris berbasis Multikultur sebagai Upaya Pemertahanan Budaya Lokal

Metode dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development dari modelnya Gall, Gall, dan Borg (2003), yang secara prinsip terkait dengan rencana pengembangan buku ajar bahasa Inggris SMP. Langkah proseduralnya adalah: penelitian pendahuluan, perencanaan, pengembangan produk bentuk awal, pengkajian produk bentuk awal oleh ahli, uji coba lapangan dan validasi, melakukan revisi, dan desiminasi. Pada tahun pertama ini, langkah yang dilakukan mencakup penelitian pendahuluan yang bertujuan melakukan identifikasi kebutuhan dan penyusunan rancangan buku bahan ajar (course grid). Kegiatan dalam penelitian pendahuluan ini meliputi identifikasi buku ajar bahasa Inggris SMP yang banyak digunakan di wilayah DIY, identifikasi tanggapan dan tingkat pemahaman guru bahasa Inggris tentang insersi budaya asing dalam buku ajar bahasa Inggris SMP, dan analisis aspek multikultur dan pola insersi budaya asing dalam buku ajar yang ada.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

t psn 1007069 chapter1

t psn 1007069 chapter1

Melonjaknya jumlah anak autis membutuhkan berbagai aspek yang terkait dengannya harus terus dikembangkan, misalnya kebutuhan tenaga ahli yang berkompeten, sistem pendidikan, layanan yang bersifat teraputik, bantuan kekeluarga dengan anak autistik, hingga kebijakan yang memberikan kontribusi penting bagi dunia anak-anak autistik di Indonesia (Yuwono, 2009: xii). Dengan demikain dalam bidang pendidikan harus adanya suatu model pembelajaran yang dikembangkan untuk memberikan suatu kontribusi atau fasilitas kepada anak autis.

13 Baca lebih lajut

D B.IND 1006907 Bibliography

D B.IND 1006907 Bibliography

Lukman dan Gal (2000). “ Pemertahanan bahasa warga transmigran Jawa di Wonomulyo-Polmas serta hubungannya dengan kedwibahasaan dan faktor-faktor sosial. ” Dalam Kumpulan Makalah Pemertahanan bahasa ibu. http//www.id.shvoong.com/social-sciences/1798573

5 Baca lebih lajut

Pengembangan Model dan Pembelajaran Sinektik

Pengembangan Model dan Pembelajaran Sinektik

nyata dari desain model pembelajaran sangat ditentukan oleh kemampuan dan kecakapan guru ketika mewujudkannya di kelas. Guru bukan hanya berperan sebagai pelaksana kurikulum, akan tetapi juga berperan sebagai pengembang kurikulum bagi kelasnya masing-masing. Dalam kaitannya dengan implementasi model pembelajaran sinektik ini, sesungguhnya guru memiliki posisi sentral bagi kelangsungan dan keberhasilan implementasi pada setiap tahap pembelajaran sejak tahap pertama hingga tahap terakhir (lihat Bagan 4.6). Guru dituntut mampu melaksanakan tugas-tugas yang dipersyaratkan pada setiap tahap pembelajaran, yang berbeda menurut jenis dan kualitasnya. Dengan demikian, tanpa adanya kompetensi dan komitmen dari guru maka implementasi model pembelajaran sinektik dimungkinkan tidak akan berlangsung dengan baik dan berhasil secara optimal.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

D IPS 0808643 Bibliography

D IPS 0808643 Bibliography

Maslow, Abraham, H (1959). Creativity in Seft-actualiting people. Dalam H.H.Anderson (Ed.) Creativity in its Cultivation. New York: Harper & Brothers. [Online]. Tersedia: http://www.niu.edu/CEET/p20/scholarship/vol2/B11.pdf. Diakses 26 November 2012 Sakdiahwati. (2008). Penerapan Metode Sinektik dalam Kreativitas Menulis. [Online].

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...