model tarikan

Top PDF model tarikan:

MODEL TARIKAN PERGERAKAN KENDARAAN DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO - repository perpustakaan

MODEL TARIKAN PERGERAKAN KENDARAAN DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO - repository perpustakaan

Model Tarikan Pergerakan Kendaraan Di Universitas Muhammadiyah Purwokerto beserta perangkat yang ada (jika diperlukan). Dengan Hak Bebas Royalti Non eksklusif ini Universitas Muhammadiyah Purwokerto berhak menyimpan, mengalih media/ mengalih formatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan tugas akhir saya dengan tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis/ pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta.

18 Baca lebih lajut

ANALISIS MODEL TARIKAN PERGERAKAN PADA UNIVERSITAS (Studi Kasus Di Wilayah Surakarta).

ANALISIS MODEL TARIKAN PERGERAKAN PADA UNIVERSITAS (Studi Kasus Di Wilayah Surakarta).

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas talenta, karunia dan berkat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul ” Analisis Model Tarikan Pergerakan Pada Universitas (Studi Kasus di Wilayah Surakarta) ” guna memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik di Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta.

14 Baca lebih lajut

ANALISIS MODEL TARIKAN PERGERAKAN PADA UNIVERSITAS (STUDI KASUS DI WILAYAH SURAKARTA)

ANALISIS MODEL TARIKAN PERGERAKAN PADA UNIVERSITAS (STUDI KASUS DI WILAYAH SURAKARTA)

Universitas merupakan salah satu jenis pemanfaatan tata guna lahan yang akan menimbulkan tarikan pergerakan kendaraan. Tarikan pergerakan kendaraan yang terjadi pada universitas di Kota Surakarta akan menimbulkan dampak lalu-lintas terhadap sistem jaringan jalan yang ada disekitarnya. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu studi untuk memodelkan tarikan pergerakan yang terjadi di kawasan fasilitas pendidikan tersebut. Dari model tersebut diharapkan dapat diketahui besar tarikan kendaraan yang timbul oleh pembangunan universitas baru, sehingga bisa dijadikan dasar perencanaan untuk mengantisipasi besar tarikan pergerakan yang akan terjadi pada kawasan tersebut. Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model tarikan pergerakan kendaraan yang terjadi pada Universitas di wilayah Surakarta dan untuk mengetahui tingkat validitas antara variabel bebas dan variabel terikat dari model akhir yang memenuhi persyaratan uji statistik dan uji kriteria BLUE.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ANALISIS MODEL TARIKAN PERGERAKAN PADA PABRIK DI KELURAHAN PURWOSUMAN, SIDOHARJO, SRAGEN, JAWA TENGAH Trip Attraction Model Analysis for Factory At The Village Of Purwosuman, Sidoharjo, Sragen, Central Java.

ANALISIS MODEL TARIKAN PERGERAKAN PADA PABRIK DI KELURAHAN PURWOSUMAN, SIDOHARJO, SRAGEN, JAWA TENGAH Trip Attraction Model Analysis for Factory At The Village Of Purwosuman, Sidoharjo, Sragen, Central Java.

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat, hidayah dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul ”ANALISIS MODEL TARIKAN PERGERAKAN PADA PABRIK DI KELURAHAN PURWOSUMAN, SIDOHARJO, SRAGEN, JAWA TENGAH”.

17 Baca lebih lajut

MODEL TARIKAN PERGERAKAN GEDUNG POLIKLINIK RSUD DR. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI.

MODEL TARIKAN PERGERAKAN GEDUNG POLIKLINIK RSUD DR. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI.

Jumlah penduduk yang terus bertambah dan peningkatan aktivitas perekonomian masyarakat menuntut pembangunan yang terus menerus di Kota Bukittinggi. Hal ini menyebabkan perubahan pola tata guna lahan pada suatu kawasan dan akan menyebabkan perubahan pada sistem lalu lintas. Tugas akhir ini menjelaskan tentang model tarikan pergerakan pada RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Objek studi dari tugas akhir ini adalah Poliklinik RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Data jumlah pasien tanggal 26 April, 12, 13 dan 15 September 2014 masing-masing polikllinik merupakan data sekunder yang didapatkan dari RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi . Dan data hasil survei yang dijadikan sebagai data primer adalah jumlah pengunjung dan jumlah kendaraan yang digunakan pada masing- masing poliklinik RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Sedangkan model tarikan pergerakan diperoleh dengan cara analisis regresi. Model yang dihasilkan analisis regresi dipilih model yang paling optimum pada korelasi masing-masing variabel terikat terhadap variabel bebas. Model optimum yang didapatkan adalah hasil korelasi jumlah mobil dengan jumlah pasien, persamaannya yaitu MB = -63,280 – 0,012(JPS) 2 + 2,128(JPS) dengan nilai R 2 = 1,000. Dan korelasi jumlah sepeda motor dengan jumlah pasien, persamaannya yaitu SM = -48,580 + 16,586 ln(JPS) dengan nilai R 2 = 0,946.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

MODEL TARIKAN PERGERAKAN KENDARAAN SEPEDA MOTOR DI PASAR KROYA

MODEL TARIKAN PERGERAKAN KENDARAAN SEPEDA MOTOR DI PASAR KROYA

Alhamdulilah puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan Skripsi ini dengan judul Model Tarikan Pergerakan Kendaraan Sepeda Motor di Pasar Kroya. Sekripsi ini sebagai rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Teknik pada Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Penyelesaian skripsi ini tidak lepas dari bantuan semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu, oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada :
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

ANALISIS MODEL TARIKAN PERGERAKAN PADA RUMAH SAKIT (STUDI KASUS DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)

ANALISIS MODEL TARIKAN PERGERAKAN PADA RUMAH SAKIT (STUDI KASUS DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)

Rumah sakit merupakan salah satu jenis pemanfaatan tata guna lahan yang akan menimbulkan tarikan pergerakan kendaraan. Tarikan pergerakan kendaraan yang terjadi pada rumah sakit di Kota Yogyakarta akan menimbulkan dampak lalu-lintas terhadap sistem jaringan jalan yang ada disekitarnya. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu studi untuk memodelkan tarikan pergerakan yang terjadi di kawasan fasilitas kesehatan tersebut. Dari model tersebut diharapkan dapat diketahui besar tarikan kendaraan yang timbul oleh pembangunan rumah sakit baru, sehingga bisa dijadikan dasar perencanaan untuk mengantisipasi besar tarikan pergerakan yang akan terjadi pada kawasan tersebut. Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model tarikan pergerakan kendaraan yang terjadi pada rumah sakit di Daerah Istimewa Yogyakarta dan untuk mengetahui tingkat validitas antara variabel bebas dan variabel terikat dari model akhir yang memenuhi persyaratan uji statistik dan uji kriteria BLUE (Best Linear Unbiased Estimator).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Model Tarikan Perjalanan Pada Pasar Tradisional    Studi Kasus: Pasar Padang Bulan Medan

Model Tarikan Perjalanan Pada Pasar Tradisional Studi Kasus: Pasar Padang Bulan Medan

Untuk mendapatkan model yang paling sesuai (fit) menggambarkan pengaruh satu atau beberapa variabel independen terhadap variabel dependennya, dapat digunakan analisis regresi berganda (multiple regression analysis) dengan metode stepwise. Setelah diuji ternyata hanya satu variabel bebas yaitu jarak rumah ke pasar (X2) yang memenuhi syarat untuk dijadikan model. Maka pada tahap berikutnya variabel bebas diuji dalam satu model persamaan, identifkasi hasilnya sebagai berikut:

8 Baca lebih lajut

ANALISIS MODEL TARIKAN PERGERAKAN PADA PABRIK DI KELURAHAN PURWOSUMAN, SIDOHARJO, SRAGEN, JAWA TENGAH

ANALISIS MODEL TARIKAN PERGERAKAN PADA PABRIK DI KELURAHAN PURWOSUMAN, SIDOHARJO, SRAGEN, JAWA TENGAH

Tujuan uji ini adalah untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi, terjadi ketidaksamaan varians pada residual (error) dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut Homoskedastisitas. Dan jika varians berbeda, disebut dengan heteroskedastisitas. Sebuah model dapat dikatakan baik jika tidak terjadi heteroskedastisitas.

8 Baca lebih lajut

ANALISIS MODEL TARIKAN PERJALANAN PADA KAWASAN PENDIDIKAN DI CENGKLIK SURAKARTA (Trip Attraction Model Analysis for School Area in Cengklik Surakarta)

ANALISIS MODEL TARIKAN PERJALANAN PADA KAWASAN PENDIDIKAN DI CENGKLIK SURAKARTA (Trip Attraction Model Analysis for School Area in Cengklik Surakarta)

Ø Konstanta pada pemodelan JPS, JPM, tidak signifikan, ini menunjukkan bahwa tarikan perjalanan dengan sepeda selain dipengaruhi oleh variabel LB, PS, Biaya, juga dipengaruhi faktor yang lain, demikian juga dengan jumlah tarikan perjalanan dengan mobil selain dipengaruhi oleh variabel LL, PSM, Biaya, juga dipengaruhi faktor yang lain. Hal ini sesuai dengan Tabel 4.8 dimana alasan lain yang dipengaruhi pemilihan sarana transportasi selain biaya yang lebih murah, jarak dekat, dan waktu tempuh lebih cepat adalah sebesar 15.324%. pemodelan ini tidak layak digunakan karena adanya konstanta yang tidak signifikan.
Baca lebih lanjut

169 Baca lebih lajut

ANALISIS MODEL TARIKAN PERJALANAN PADA PABRIK HANIL INDONESIA BOYOLALI.

ANALISIS MODEL TARIKAN PERJALANAN PADA PABRIK HANIL INDONESIA BOYOLALI.

Wilayah Eks-Karisidenan Surakarta merupakan daerah industri yang cukup pesat perkembangannya, begitu juga dengan industri tekstil. Kota Boyolali merupakan kota kecil yang mengalami perkembangan yang cukup pesat di bidang industri tekstil. Pabrik Hanil Indonesia merupakan salah satu pabrik tekstil berskala internasional. Pabrik tersebut banyak melakukan transaksi produk ke berbagai daerah baik di dalam negeri maupun keluar negeri sehingga mendorong tarikan pergerakan orang dan barang di area tersebut. Tarikan pergerakan biasanya lebih besar terjadi pada jam-jam puncak, yaitu pada saat karyawan berangkat.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

MODEL MATEMATIS PENGUNJUNG STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR (STUDI KASUS DI KOTA SURAKARTA)

MODEL MATEMATIS PENGUNJUNG STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR (STUDI KASUS DI KOTA SURAKARTA)

Untuk mendapatkan model matematis tarikan pergerakan pada SPBU, perlu dilakukan suatu penelitian tentang tarikan pergerakan ke SPBU. Kemudian dicari jam puncak kendaraan yang masuk ke SPBU yang bersangkutan. Selanjutnya dibuat model matematis tarikan perjalanan (Trip of Attraction Model) pada kondisi sekarang. Setelah di- dapatkan bentuk model tarikan, model tersebut diuji dengan beberapa pengujian seperti uji linearitas, nonmulti- kolinearitas, dan lain-lain. Model yang terbaik yang direkomendasikan untuk digunakan sebagai bahan pertim- bangan dalam peramalan jumlah tarikan di masa mendatang.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ANALISIS PEMODELAN TARIKAN PERGERAKAN BANK DENGAN METODE ANALISIS REGRESI LINEAR BERGANDA (Studi Kasus di Wilayah Surakarta).

ANALISIS PEMODELAN TARIKAN PERGERAKAN BANK DENGAN METODE ANALISIS REGRESI LINEAR BERGANDA (Studi Kasus di Wilayah Surakarta).

Pertumbuhan ekonomi yang diikuti dengan adanya pembangunan bank di Kota Surakarta dalam kurun waktu terakhir, menyebabkan terjadinya permasalahan transportasi seperti kemacetan maupun bottleneck disekitar ruas jalan lokasi bank tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model tarikan perjalanan ke area bank di Kota Surakarta, sehingga model tersebut dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan transportasi yang ditimbulkan oleh adanya tarikan perjalanan ke area bank dengan cara manajemen maupun rekayasa lalu lintas. Selain manajemen dan rekayasa lalu lintas, model ini juga dapat digunakan untuk memprediksi permasalahan yang timbul di masa yang akan datang nantinya, seperti perubahan tata guna lahan yang menyebabkan meningkatnya jumlah tarikan pergerakan yang terjadi.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PEMODELAN TARIKAN PERJALANAN PADA RUMAH SAKIT DI KOTA PADANG.

PEMODELAN TARIKAN PERJALANAN PADA RUMAH SAKIT DI KOTA PADANG.

Rumah sakit merupakan salah satu tempat pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Perkembangan rumah sakit yang pesat yang ditandai dengan peningkatan sarana dan kualitas pelayanannya menimbulkan tarikan perjalanan (trip attractions) yang cukup tinggi. Penelitian ini memaparkan mengenai tarikan perjalanan rumah sakit di wilayah kota Padang, Sumatera Barat. Obyek penelitian adalah 4 buah rumah sakit yang berada di kota Padang. Data yang dianalisis adalah data primer yang dikumpulkan melalui survey berupa jumlah kendaraan yang datang ke suatu rumah sakit pada hari kerja. Sedangkan data yang menyangkut luas tanah, luas bangunan, jumlah pegawai dan jumlah tempat tidur merupakan data sekunder yang diperoleh dari pihak pengelola rumah sakit. Model tarikan perjalanan ditentukan berdasarkan analisis regresi dan uji statistik. Pada kondisi jam puncak, tarikan perjalanan mobil dipegaruhi oleh Jumlah Pegawai (JM= 0,195xJP 0,95 , R 2 = 0,994), tarikan perjalanan sepeda motor oleh Jumlah Tempat Tidur (JSM= 0,347xJTT 0,986 , R 2 = 0,979). Sedangkan untuk kondisi total perhari, tarikan perjalanan mobil dipegaruhi oleh Jumlah Pegawai (JM= 1,561xJP 0,921 , R 2 = 0,994), tarikan perjalanan sepeda motor oleh Jumlah Pegawai (JSM= 3,044xJP P
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

SENIOR HIGH SCHOOL SURABAYA (CASE OF SMAN 1, SMAN 2, SMAN 5 AND SMAN 9)

SENIOR HIGH SCHOOL SURABAYA (CASE OF SMAN 1, SMAN 2, SMAN 5 AND SMAN 9)

Dari Perhitungan Model Tarikan Perjalanan untuk masing-masing Moda Transportasi yang telah dilakukan, Variabel Bebas yang paling berpengaruh pada Tarikan Perjalanan adalah Variabel Luas Lantai (LL) karena untuk memperoleh data Luas Lantai lebih mudah didapat dibandingkan data yang lain. Dari hasil perhitungan Tarikan Perjalanan untuk masing-masing moda yang telah dilakukan, Variabel Bebas yang digunakan adalah Variabel Luas Lantai (LL) dan Jumlah Kelas (JKL) karena menghasilkan nilai R² yang paling bagus. Sedangkan Variabel Jumlah Murid, Guru dan Karyawan (JMGK), Jumlah Murid (JM), dan Jumlah Guru dan Karyawan (JGK) tidak dapat digunakan karena besarnya Tarikan Perjalanan untuk murid, guru dan karyawan yang terjadi pada Gedung Sekolah sama dengan Jumlah Murid, Guru dan Karyawan di Sekolah tersebut, sedangkan besarnya Tarikan Perjalanan untuk murid sama dengan Jumlah Murid di Sekolah tersebut, dan besarnya Tarikan Perjalanan Guru dan Karyawan sama dengan Jumlah Guru dan Karyawan di Sekolah tersebut.
Baca lebih lanjut

340 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN TARIKAN PERJALANAN DAN EFISIENSI PARKIR GEDUNG PERKANTORAN DI JAKARTA BARAT DAN JAKARTA PUSAT

PERBANDINGAN TARIKAN PERJALANAN DAN EFISIENSI PARKIR GEDUNG PERKANTORAN DI JAKARTA BARAT DAN JAKARTA PUSAT

Makalah ini akan memaparkan hasil studi pendahulan mengenai perbandingan nilai tingkat tarikan perjalanan dan efisiensi parkir gedung-gedung perkantoran di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Obyek studi adalah 12 gedung perkantoran di Jakarta Barat dan 17 gedung perkantoran di Jakarta Pusat. Sebagian besar data menyangkut luas tanah dan bangunan merupakan data sekunder y ang diperoleh dari pihak pengelola. Dari sisi demand, data yang dikumpulkan berupa jumlah kendaraan dan orang yang rata -rata datang ke suatu gedung pada hari kerja (sebagian besar merupakan data perkiraan, sebagian kecil hasil analisis dari basis data peng elola parkir dan sisanya merupakan observasi terbatas). Tingkat tarikan perjalanan ditentukan berdasarkan analisis regresi linier sederhana. Model tarikan perjalanan yang terbaik pada kedua wilayah umumnya ditentukan oleh peubah bebas Luas Lantai Bangunan Tersewa. Hal ini berlaku untuk tarikan baik untuk tarikan perjalanan orang maupun mobil di Jakarta Barat, sementara untuk kasus Jakarta Pusat hal ini hanya berlaku untuk tarikan perjalanan orang. Kapasitas Parkir Mobil merupakan peubah penjelas terbaik ba gi tarikan perjalanan mobil di Jakarta Pusat. Untuk model hubungan antara Jumlah Sepeda Motor versus Luas Lantai Bangunan jenis apapun, di kedua wilayah tidak terdapat hubungan yang kuat. Hal ini antara lain disebabkan karena terbatasnya sampel. Tingkat ta rikan perjalanan gedung perkantoran di Jakarta Pusat relatif lebih tinggi daripada tingkat tarikan perjalanan gedung perkantoran di Jakarta Barat. Umumnya, prasarana parkir gedung perkantoran di Jakarta Barat lebih efisien daripada prasarana parkir gedung perkantoran di Jakarta Pusat. Hal ini ditunjukan oleh kecenderungan penyediaan luas satu ruang parkir di tambah kontribusinya terhadap ruang sirkulasi parkir. Bagaimanapun luas ruang parkir dan sirkulasi yang terbatas cenderung mengurangi kenyamanan mengem udi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ANALISIS PEMODELAN TARIKAN PERGERAKAN BANK DENGAN METODE ANALISIS REGRESI LINEAR BERGANDA (Studi Kasus di Wilayah Surakarta)

ANALISIS PEMODELAN TARIKAN PERGERAKAN BANK DENGAN METODE ANALISIS REGRESI LINEAR BERGANDA (Studi Kasus di Wilayah Surakarta)

Pertumbuhan ekonomi yang diikuti dengan adanya pembangunan bank di Kota Surakarta dalam kurun waktu terakhir, menyebabkan terjadinya permasalahan transportasi seperti kemacetan maupun bottleneck disekitar ruas jalan lokasi bank tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model tarikan perjalanan ke area bank di Kota Surakarta, sehingga model tersebut dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan transportasi yang ditimbulkan oleh adanya tarikan perjalanan ke area bank dengan cara manajemen maupun rekayasa lalu lintas. Selain manajemen dan rekayasa lalu lintas, model ini juga dapat digunakan untuk memprediksi permasalahan yang timbul di masa yang akan datang nantinya.Data primer yang digunakan diambil dengan cara survei langsung di lokasi bank yang akan ditinjau, sedangkan data sekunder seperti luas lantai, luas dasar bangunan, jumlah karyawan, jumlah konter pelayanan dan jumlah ATM didapat dengan meminta informasi di bagian manajemen umum masing – masing bank. Survei dilakukan dengan cara menghitung jumlah kendaraan yang menuju ke bank tersebut. Analisis data dengan regresi linear berganda dengan metode enter dan stepwise menggunakan software SPSS 16. Dari hasil penelitian didapatkan model tarikan perjalanan sebagai berikut : Y = 16.19 + 8.774X5 ; R 2 = 0.931
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ANALISIS KEKUATAN PIPA BAWAH LAUT TERHADAP TARIKAN PUKAT

ANALISIS KEKUATAN PIPA BAWAH LAUT TERHADAP TARIKAN PUKAT

Interaksi antara peralatan trawl dan pipa merupakan salah satu kasus desain terparah untuk sistem pipa bawah laut, karena parahnya tumbukan, tarikan, dan kaitan tidak terdeskripsikan dengan baik oleh industri saat ini. Kerusakan pipa, peralatan trawl, dan kapal sangat tergantung pada jenis peralatan trawl dan kondisi pipa. Salah satu hal terpenting dalam permasalahan desain pipa untuk menahan peralatan trawl ialah membuat deskripsi yang realistis dari beban yang dikenai, waktu kejadian, dan ketahanan pipa (Bai dan Bai, 2014). Analisis yang harus dilakukan pada setiap interaksi peralatan trawl ditunjukan oleh Tabel 2.1. :
Baca lebih lanjut

139 Baca lebih lajut

MODEL DINAMIS BANGKITAN DAN TARIKAN PERGERAKAN BERDASARKAN PERKEMBANGAN GUNA LAHAN(STUDI KASUS KOTA SEMARANG) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

MODEL DINAMIS BANGKITAN DAN TARIKAN PERGERAKAN BERDASARKAN PERKEMBANGAN GUNA LAHAN(STUDI KASUS KOTA SEMARANG) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Bangkitan dan tarikan pergerakan penduduk kota pada saat ini kecenderungannya semakin meningkat. Salah satu faktor yang menyebabkan adanya kenaikan jumlah pergerakan tersebut adalah adanya peningkatan intensitas aktivitas pada suatu kota, pada hal ini ditunjukan melalui peningkatan perkembangan guna lahan yang terjadi seperti guna lahan permukiman, guna perdagangan dan jasa dan guna lahan lainnya. Adanya peningkatan jumlah pergerakan tersebut tentunya jika jumlahnya semakin besar kecenderungannya bisa menimbulkan permasalahan terutama yang terjadi pada kota-kota besar di indonesia saat ini karena adanya over supply pada kota tersebut sehingga terjadi tundaan, kemacetan dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...