Modified Least Significant Bit (MLSB)

Top PDF Modified Least Significant Bit (MLSB):

Aplikasi Pengamanan Data Menggunakan Kombinasi Algoritma Blowfish Dan Modified Least Significant BIT (MLSB)

Aplikasi Pengamanan Data Menggunakan Kombinasi Algoritma Blowfish Dan Modified Least Significant BIT (MLSB)

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan tentang metode steganografi dan kriptografi dalam pengamanan informasi dan dapat memahami tentang penggunaan algoritma mlsb (modified least significant bit) dan algortima blowfish.

4 Baca lebih lajut

Implementasi Steganografi Modified Least Significant Bit (MLSB) Untuk Enkripsi Pesan Pada Citra Dengan Algoritma Triple Transposition Vigenere Cipher

Implementasi Steganografi Modified Least Significant Bit (MLSB) Untuk Enkripsi Pesan Pada Citra Dengan Algoritma Triple Transposition Vigenere Cipher

Adapun kelebihan dari metode Modified Least Significant Bit (MLSB) ini adalah pada penyisipan ke dalam citra digital menggunakan metode MLSB telah memenuhi kriteria steganografi yang baik, yakni memiliki imperceptibility (keberadaan citra embed di dalam citra stego tidak dapat dideteksi secara kasat mata), fidelity (mutu citra tidak berubah walaupun setelah mengalami proses penyisipan) dan memiliki recovery (citra embed dapat diekstrak kembali) (Lubis, H. 2012). Di samping itu metode Modified Least Significant Bit (MLSB) ini juga memiliki kelemahan yaitu keamanan pada stego image menggunakan metode MLSB masih bisa terdeteksi oleh aplikasi. Namun walau begitu, pesan tidak akan bisa langsung dibaca oleh pihak ketiga (Nurwanto dan Sudarmawan, 2015).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Analisis Kombinasi Algoritma Watermarking Modified Least Significant Bit Dengan Least Significant Bit +1

Analisis Kombinasi Algoritma Watermarking Modified Least Significant Bit Dengan Least Significant Bit +1

Untuk melindungi hak cipta seseorang pada media digital seperti citra digital dapat dilakukan dengan teknik watermarking, yaitu teknik menyisipkan tanda hak cipta kedalam media digital. Algoritma yang umum digunakan dalam melakukan penyisipan watermark adalah Least Significant Bit (LSB). Penyisipan watermark dengan algoritma LSB bukanlah tidak memiliki kekurangan. Algoritma LSB membutuhkan satu byte pixel citra untuk menyisipkan satu bit watermark. Semakin banyak byte pixel yang disisipkan maka semakin tinggi perbedaan citra yang ber- watermark dengan citra aslinya. Watermark yang disisipkan juga dapat dengan mudah diketahui dikarenakan diletakkan sudah pasti pada bit LSB dari pixel citra. Dari permasalahan tersebut, pada penelitian ini dilakukan analisa untuk mengkombinasikan algoritma Modified Least Significant Bit (MLSB) dengan algoritma Least Significant Bit +1 (LSB+1) dimana MLSB mempunyai keunggulan dalam memampatkan watermark yang akan disisipkan dari delapan bit per karakter menjadi lima bit per karakter watermark. Algoritma LSB +1 akan menutupi kekurangan MLSB yang mudah diketahui letak bit watermark-nya, dengan menyisipkan bit watermark pada pixel yang acak. Hasil analisa ini diujikan dengan menggunakan lima sampel citra yang berbeda ukuran dan dimensi, disisipkan dengan lima sampel watermark dalam bentuk teks yang berbeda panjang teks untuk mencari tiga parameter perbandingan yaitu nilai Mean Squared Error (MSE), ukuran hasil dan waktu proses. Dari pengujian ini didapatkan kesimpulan bahwa terhadap ketiga parameter tersebut algoritma kombinasi MLSB-LSB+1 lebih baik dari algoritma LSB+1 tetapi sedikit lebih buruk dari algoritma MLSB. Hal ini terjadi dikarenakan algoritma kombinasi MLSB-LSB+1 selain mewarisi kelebihan masing-masing algoritma, juga mewarisi kekurangan dari algoritma LSB+1 dimana akibat dari penyisipan dilakukan pada satu bit sebelum bit teakhir dari pixel citra, maka perubahan nilai pixelnya lebih besar satu dibandingkan dengan penyisipan pada bit terakhir.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

Implementasi Steganografi Modified Least Significant Bit (MLSB) Untuk Enkripsi Pesan Pada Citra Dengan Algoritma Triple Transposition Vigenere Cipher

Implementasi Steganografi Modified Least Significant Bit (MLSB) Untuk Enkripsi Pesan Pada Citra Dengan Algoritma Triple Transposition Vigenere Cipher

Steganography is a technique to hide secret messages in digital media so that others don’t realize there is a secret message in the media. For hidden secret messages to be more secure, use Cryptographic techniques to encrypt secret messages into characters who can’ t understand it ’ s meaning. Algorithm used in this research is Steganography Modified Least Significant Bit (MLSB) algorithm and Triple Transposition Vigenere Cipher algorithm. MLSB is a modified LSB method by converting data from an 8 bit number to 5 bit, then inserted into the cover image. Triple Transposition Vigenere Cipher Technique is also a modification of Vigenere Cipher technique by substitution and transposition process 3 times. Although the results obtained are the same as the length of the plaintext, the encrypted ciphertext with this method is somewhat difficult to solve because three encryption processes are performed which each plaintext has a different key. The quality of steganographic image with this method shows good enough quality, because the value of Means Square Error (MSE) generated is 3.9 which means only a few pixel error value caused by message insertion using MLSB method. The image file before and after the message inserted, didn’t show any significant difference and the extracted message didn’t change.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Analisis dan Perancangan Pengujian Nilai MSE (Mean Squared Error) pada Proses Penyisipan Label Citra dengan Menggunakan Metode Modified Least Significant Bit (MLSB)

Analisis dan Perancangan Pengujian Nilai MSE (Mean Squared Error) pada Proses Penyisipan Label Citra dengan Menggunakan Metode Modified Least Significant Bit (MLSB)

Kemajuan teknologi yang begitu pesat, memudahkan seseorang untuk menyampaikan pesan kepada orang lain. Dengan berbagai tehnik dan metode penyampaian pesan yang beragam, tidak menjamin keamanan pesan tersebut sampai ke tujuan apalagi jika pesan yang ingin disampaikan tersebut bersifat penting dan rahasia. Untuk menjaga keamanan pesan yang ingin disampaikan, maka digunakan salah satu tehnik steganografi menggunakan metode Modified Least Significant Bit (MLSB). Metode MLSB bekerja dengan mengganti 5 bit LSB citra penampung (Cover image) dengan 5 bit dari citra penyisip (embed image) yang telah dimodifikasi. Modifikasi embed dilakukan dengan mengkonversi byte-byte citra penyisip dengan nilai ASCII hexadecimal (American Standard Code for Information Interchange), kemudian data embed tersebut digabung dengan kode kontrol simbolnya (Control Symbols), dan yang pada akhirnya data embed di ubah ke dalam biner yang menghasilkan 5 bit setiap nilai pesan. Penggunaan suatu metode dalam penyembunyian pesan rahasia terkadang mau merusak citra penampungnya. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu parameter ketahanan untuk melihat bagus atau tidaknya motode penyisipan yang digunakan salah satunya ialah dengan melihat nilai Mean Squared Error (MSE) citra tersebut. Aplikasi ini dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0. Aplikasi yang dibangun memiliki fungsi untuk menyisipkan pesan (insertion), melakukan proses pengeluaran pesan (extraction) , dan menghitung nilai MSE citra.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ANALISIS KETAHANAN WATERMARKING CITRA DENGAN ALGORITMA MODIFIED LEAST SIGNIFICANT BIT (MLSB) SKRIPSI YUSUF DZAKI SARAAN 081401020

ANALISIS KETAHANAN WATERMARKING CITRA DENGAN ALGORITMA MODIFIED LEAST SIGNIFICANT BIT (MLSB) SKRIPSI YUSUF DZAKI SARAAN 081401020

Citra yang diambil dengan menggunakan kamera digital merupakan sebuah karya digital yang harus dilindungi. Dengan kemajuan teknologi memungkinkan penggandaan citra sangat mudah dilakukan dan dengan mudah dapat disebarluaskan. Dengan teknik watermarking, file citra hasil capture maupun karya digital lainnya dapat dilindungi. Teknik watermarking yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Modified Least Significant Bit (MLSB) yang merupakan pengembangan dari metode Least Significant Bit (LSB). Metode watermarking ini merupakan metode yang tidak terlalu sulit untuk dikembangkan. File yang dilindungi dengan metode ini tidak akan mengalami perubahan warna yang berarti, karena metode MLSB ini file penyisip citra akan disisipkan kedalam LSB ke-1 dan LSB ke-2 nilai blue secara bergantian dalam Citra Asli yang akan dilindungi. Dengan metode ini file citra yang dilindungi masih tahan terhadap beberapa serangan yang umum diberikan kepada citra, seperti menambah Noise dan juga Gaussian Blur karena citra penyisip hasil ekstraksi masih dapat dikenali. Untuk mengetahui tingkat kerusakan file citra penyisip dilakukan penghitungan Bit Error Ratio (BER) pada citra penyisip asli dan citra penyisip ekstraksi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Perbandingan Steganografi Data Teks Ke Dalam File Audio Menggunakan Algoritma Least Significant Bit (LSB) Dan Modified Least Significant Bit (MLSB)

Perbandingan Steganografi Data Teks Ke Dalam File Audio Menggunakan Algoritma Least Significant Bit (LSB) Dan Modified Least Significant Bit (MLSB)

Pada penelitian ini dilakukan perbandingan steganografi data teks ke dalam file audio menggunakan algoritma Least Significant Bit (LSB) dan Modified Least Significant Bit (MLSB). Algoritma Least Significant Bit (LSB) bekerja dengan mengganti bit terakhir setiap sampel audio dengan bit-bit pesan. Pesan yang disembunyikan dengan algoritma ini dapat dengan mudah diketahui, karena bit-bit pesan sudah pasti berada pada bit LSB dari audio tersebut. Algoritma Modified Least Significant Bit (MLSB) adalah merupakan modifikasi dari algoritma LSB. Algoritma ini bekerja dengan mengganti bit-bit pesan yang seharusnya 1 karakter memiliki nilai 8 bit kode ASCII (American Standard Code for Information Interchange) akan dimodifikasi menjadi 5 bit. Pegujian dilakukan dengan membadingkan nilai fidelity yaitu mutu audio yang tidak jauh berbeda dari audio asli dari hasil stegoaudio kedua algoritma. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mutu audio pada MLSB lebih baik daripada LSB.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Implementasi Steganografi Modified Least Significant Bit (MLSB) Untuk Enkripsi Pesan Pada Citra Dengan Algoritma Triple Transposition Vigenere Cipher

Implementasi Steganografi Modified Least Significant Bit (MLSB) Untuk Enkripsi Pesan Pada Citra Dengan Algoritma Triple Transposition Vigenere Cipher

Steganography is a technique to hide secret messages in digital media so that others don’t realize there is a secret message in the media. For hidden secret messages to be more secure, use Cryptographic techniques to encrypt secret messages into characters who can’ t understand it ’ s meaning. Algorithm used in this research is Steganography Modified Least Significant Bit (MLSB) algorithm and Triple Transposition Vigenere Cipher algorithm. MLSB is a modified LSB method by converting data from an 8 bit number to 5 bit, then inserted into the cover image. Triple Transposition Vigenere Cipher Technique is also a modification of Vigenere Cipher technique by substitution and transposition process 3 times. Although the results obtained are the same as the length of the plaintext, the encrypted ciphertext with this method is somewhat difficult to solve because three encryption processes are performed which each plaintext has a different key. The quality of steganographic image with this method shows good enough quality, because the value of Means Square Error (MSE) generated is 3.9 which means only a few pixel error value caused by message insertion using MLSB method. The image file before and after the message inserted, didn’t show any significant difference and the extracted message didn’t change.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Analisis dan Perancangan Pengujian Nilai MSE (Mean Squared Error) pada Proses Penyisipan Label Citra dengan Menggunakan Metode Modified Least Significant Bit (MLSB)

Analisis dan Perancangan Pengujian Nilai MSE (Mean Squared Error) pada Proses Penyisipan Label Citra dengan Menggunakan Metode Modified Least Significant Bit (MLSB)

Kemajuan teknologi yang begitu pesat, memudahkan seseorang untuk menyampaikan pesan kepada orang lain. Dengan berbagai tehnik dan metode penyampaian pesan yang beragam, tidak menjamin keamanan pesan tersebut sampai ke tujuan apalagi jika pesan yang ingin disampaikan tersebut bersifat penting dan rahasia. Untuk menjaga keamanan pesan yang ingin disampaikan, maka digunakan salah satu tehnik steganografi menggunakan metode Modified Least Significant Bit (MLSB). Metode MLSB bekerja dengan mengganti 5 bit LSB citra penampung (Cover image) dengan 5 bit dari citra penyisip (embed image) yang telah dimodifikasi. Modifikasi embed dilakukan dengan mengkonversi byte-byte citra penyisip dengan nilai ASCII hexadecimal (American Standard Code for Information Interchange), kemudian data embed tersebut digabung dengan kode kontrol simbolnya (Control Symbols), dan yang pada akhirnya data embed di ubah ke dalam biner yang menghasilkan 5 bit setiap nilai pesan. Penggunaan suatu metode dalam penyembunyian pesan rahasia terkadang mau merusak citra penampungnya. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu parameter ketahanan untuk melihat bagus atau tidaknya motode penyisipan yang digunakan salah satunya ialah dengan melihat nilai Mean Squared Error (MSE) citra tersebut. Aplikasi ini dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0. Aplikasi yang dibangun memiliki fungsi untuk menyisipkan pesan (insertion), melakukan proses pengeluaran pesan (extraction) , dan menghitung nilai MSE citra.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

MODIFIED LEAST SIGNIFICANT BIT DENGAN LEAST SIGNIFICANT BIT +1

MODIFIED LEAST SIGNIFICANT BIT DENGAN LEAST SIGNIFICANT BIT +1

Untuk melindungi hak cipta seseorang pada media digital seperti citra digital dapat dilakukan dengan teknik watermarking, yaitu teknik menyisipkan tanda hak cipta kedalam media digital. Algoritma yang umum digunakan dalam melakukan penyisipan watermark adalah Least Significant Bit (LSB). Penyisipan watermark dengan algoritma LSB bukanlah tidak memiliki kekurangan. Algoritma LSB membutuhkan satu byte pixel citra untuk menyisipkan satu bit watermark. Semakin banyak byte pixel yang disisipkan maka semakin tinggi perbedaan citra yang ber- watermark dengan citra aslinya. Watermark yang disisipkan juga dapat dengan mudah diketahui dikarenakan diletakkan sudah pasti pada bit LSB dari pixel citra. Dari permasalahan tersebut, pada penelitian ini dilakukan analisa untuk mengkombinasikan algoritma Modified Least Significant Bit (MLSB) dengan algoritma Least Significant Bit +1 (LSB+1) dimana MLSB mempunyai keunggulan dalam memampatkan watermark yang akan disisipkan dari delapan bit per karakter menjadi lima bit per karakter watermark. Algoritma LSB +1 akan menutupi kekurangan MLSB yang mudah diketahui letak bit watermark-nya, dengan menyisipkan bit watermark pada pixel yang acak. Hasil analisa ini diujikan dengan menggunakan lima sampel citra yang berbeda ukuran dan dimensi, disisipkan dengan lima sampel watermark dalam bentuk teks yang berbeda panjang teks untuk mencari tiga parameter perbandingan yaitu nilai Mean Squared Error (MSE), ukuran hasil dan waktu proses. Dari pengujian ini didapatkan kesimpulan bahwa terhadap ketiga parameter tersebut algoritma kombinasi MLSB-LSB+1 lebih baik dari algoritma LSB+1 tetapi sedikit lebih buruk dari algoritma MLSB. Hal ini terjadi dikarenakan algoritma kombinasi MLSB-LSB+1 selain mewarisi kelebihan masing-masing algoritma, juga mewarisi kekurangan dari algoritma LSB+1 dimana akibat dari penyisipan dilakukan pada satu bit sebelum bit teakhir dari pixel citra, maka perubahan nilai pixelnya lebih besar satu dibandingkan dengan penyisipan pada bit terakhir.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Analisis Ketahanan Watermarking Citra dengan Algoritma Modified Least Significant Bit (MLSB)

Analisis Ketahanan Watermarking Citra dengan Algoritma Modified Least Significant Bit (MLSB)

Citra yang diambil dengan menggunakan kamera digital merupakan sebuah karya digital yang harus dilindungi. Dengan kemajuan teknologi memungkinkan penggandaan citra sangat mudah dilakukan dan dengan mudah dapat disebarluaskan. Dengan teknik watermarking, file citra hasil capture maupun karya digital lainnya dapat dilindungi. Teknik watermarking yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Modified Least Significant Bit (MLSB) yang merupakan pengembangan dari metode Least Significant Bit (LSB). Metode watermarking ini merupakan metode yang tidak terlalu sulit untuk dikembangkan. File yang dilindungi dengan metode ini tidak akan mengalami perubahan warna yang berarti, karena metode MLSB ini file penyisip citra akan disisipkan kedalam LSB ke-1 dan LSB ke-2 nilai blue secara bergantian dalam Citra Asli yang akan dilindungi. Dengan metode ini file citra yang dilindungi masih tahan terhadap beberapa serangan yang umum diberikan kepada citra, seperti menambah Noise dan juga Gaussian Blur karena citra penyisip hasil ekstraksi masih dapat dikenali. Untuk mengetahui tingkat kerusakan file citra penyisip dilakukan penghitungan Bit Error Ratio (BER) pada citra penyisip asli dan citra penyisip ekstraksi.
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

Implementasi Steganografi Modified Least Significant Bit (MLSB) Untuk Enkripsi Pesan Pada Citra Dengan Algoritma Triple Transposition Vigenere Cipher Chapter III V

Implementasi Steganografi Modified Least Significant Bit (MLSB) Untuk Enkripsi Pesan Pada Citra Dengan Algoritma Triple Transposition Vigenere Cipher Chapter III V

Walaupun penyisipan menggunakan metode Modified Least significant bit mengganti 5 bit LSB cover-nya dengan 5 bit dari embed, yang menimbulkan perubahan nilai piksel dari citra aslinya, namun pada citra stego tidak menunjukkan perbedaan signifikan dari citra aslinya yang dapat dideteksi oleh mata manusia. Hal ini dapat dilihat dari nilai Means Square Error (MSE) yang tergolong bernilai rendah. Artinya citra stego hasil penyisipan tergolong sebagai citra yang baik.

Baca lebih lajut

Aplikasi Pengamanan Data Menggunakan Kombinasi Algoritma Blowfish Dan Modified Least Significant BIT (MLSB)

Aplikasi Pengamanan Data Menggunakan Kombinasi Algoritma Blowfish Dan Modified Least Significant BIT (MLSB)

Modified Least Significant Bit (MLSB) atau modifikasi dari Algoritma LSB digunakan untuk meng-encodedata ke dalam media. MLSB menggunakan manipulasi beberapa tingkat bit-bit dari data sebelum meng-encodedata tersebut (Zaher, 2011).Modifikasi data dengan algoritma MLSB dimana bit-bitdata yang seharusnya 1 byte memiliki nilai 8 bit ASCII code akan dimodifikasi menjadi 5 bit. Pada algoritma ini setiap byte data direpresentasikan dalam 5 bit yang kemudian akan disisipkan ke dalam media dengan teknik LSB (Zaher, 2011).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Implementasi Steganografi Modified Least Significant Bit (MLSB) Untuk Enkripsi Pesan Pada Citra Dengan Algoritma Triple Transposition Vigenere Cipher

Implementasi Steganografi Modified Least Significant Bit (MLSB) Untuk Enkripsi Pesan Pada Citra Dengan Algoritma Triple Transposition Vigenere Cipher

Pada tahap ini dilakukan implementasi dari kombinasi algoritma kriptografi Triple Transposition Vigenere Cipher dan steganografi Modified Least Significant Bit (MLSB) dalam memberikan keamanan pesan dengan format file citra berekstensi png.

6 Baca lebih lajut

BAB II DASAR TEORI 2.1. Watermarking - Analisis Kombinasi Algoritma Watermarking Modified Least Significant Bit Dengan Least Significant Bit +1

BAB II DASAR TEORI 2.1. Watermarking - Analisis Kombinasi Algoritma Watermarking Modified Least Significant Bit Dengan Least Significant Bit +1

menentukan kualitas bilangan acak yang dihasilkan. Bilangan acak yang baik (pada umumnya) apabila terjadinya perulangan atau munculnya bilangan acak yang sama, dapat terjadi setelah sekian banyak pembangkitan bilangan acak (semakin banyak akan semakin baik) serta tidak bisa diprediksi kapan terjadi perulangannya. Periode dari LCG umumnya adalah sebesar nilai m. Masalah pada LCG adalah lower order bit yang digenerasi mempunyai periode yang lebih pendek dari deretan secara keseluruhan jika m di-set menjadi pangkat 2. Tanpa desain yang benar, dengan m yang sangat besar, bisa jadi periode bilangan acak yang dihasilkan tidak akan maksimal, bahkan mungkin jauh lebih pendek daripada periode maksimalnya.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

BAB 2 LANDASAN TEORI - Analisis Ketahanan Watermarking Citra dengan Algoritma Modified Least Significant Bit (MLSB)

BAB 2 LANDASAN TEORI - Analisis Ketahanan Watermarking Citra dengan Algoritma Modified Least Significant Bit (MLSB)

Oleh karena itu, penyisipan logo sebagai label watermark bisa dikatakan lebih efektif dibandingkan teks, citra, ataupun suara karena selain tidak sensitif terhadap kesalahan bit, ukuran file juga tidak terlalu besar. Untuk label watermark yang berupa logo atau citra biner (tidak berwarna/hitam putih), maka terlebih dahulu logo tersebut harus dikonversikan menjadi deretan bilangan biner {0,1} untuk kemudian diubah menjadi deretan bilangan yang berisi − 1 dan 1. Selanjutnya, deretan bilangan ini nantinya akan dikali dengan bilangan real acak antara 0 dan 1. Bilangan-bilangan tersebut kemudian ditanamkan pada n koefisien DCT yang penting atau besar [5].
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Aplikasi Pengamanan Data Menggunakan Kombinasi Algoritma Blowfish Dan Modified Least Significant BIT (MLSB)

Aplikasi Pengamanan Data Menggunakan Kombinasi Algoritma Blowfish Dan Modified Least Significant BIT (MLSB)

Security and confidentiality of data is one important aspect of an information system, due to the higher computer crime which is a side effect of these technological advances. Recipients of information have to be sure that the information is coming from the right sender, and the sender believes that the receiver is the truth. For the security issues the necessary methods to maintain the security of information, methods to be used in this research is to combine the methods of cryptography with the blowfish algorithm and steganography methods with modified least significant bits algorithm (mlsb).
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Aplikasi Pengamanan Data Menggunakan Kombinasi Algoritma Blowfish Dan Modified Least Significant BIT (MLSB)

Aplikasi Pengamanan Data Menggunakan Kombinasi Algoritma Blowfish Dan Modified Least Significant BIT (MLSB)

Security and confidentiality of data is one important aspect of an information system, due to the higher computer crime which is a side effect of these technological advances. Recipients of information have to be sure that the information is coming from the right sender, and the sender believes that the receiver is the truth. For the security issues the necessary methods to maintain the security of information, methods to be used in this research is to combine the methods of cryptography with the blowfish algorithm and steganography methods with modified least significant bits algorithm (mlsb).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Aplikasi Pengamanan Data Menggunakan Kombinasi Algoritma Blowfish Dan Modified Least Significant BIT (MLSB)

Aplikasi Pengamanan Data Menggunakan Kombinasi Algoritma Blowfish Dan Modified Least Significant BIT (MLSB)

Security and confidentiality of data is one important aspect of an information system, due to the higher computer crime which is a side effect of these technological advances. Recipients of information have to be sure that the information is coming from the right sender, and the sender believes that the receiver is the truth. For the security issues the necessary methods to maintain the security of information, methods to be used in this research is to combine the methods of cryptography with the blowfish algorithm and steganography methods with modified least significant bits algorithm (mlsb).
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

Implementasi Modified LSB (Least Significant Bit) dan Algoritma DES (Data Encryption Standard) Pada Pengamanan Data Text

Implementasi Modified LSB (Least Significant Bit) dan Algoritma DES (Data Encryption Standard) Pada Pengamanan Data Text

The development of computer technology can make progress in the exchange of data or information. The exchange of data or information at this time is very fast, so everyone needs data or information. Data security becomes very important, so frequent misuse of data and the security of third-party interference. To resolve the issue of data security is needed, namely with cryptography and steganography techniques. In this study, the cryptographic algorithm used is the DES algorithm (Data Encryption Standard) and combined with Modified LSB (Least Significant Bit). In the DES algorithm with a key length required 64 bits to encrypt and decrypt a message, the message / plaintext first be converted into a binary form that is then encrypted with the DES algorithm. Following shaped cipher message bits will be inserted in the image format * .png. The image that has been inserted messages will be extracted so that the cipher bits will be obtained. To obtain the plaintext bit cipher will didekripsikan with the DES algorithm and the same 64-bit key with the encryption key.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 5078 documents...