modul fisika berbasis inkuiri terbimbing

Top PDF modul fisika berbasis inkuiri terbimbing:

PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA/MA KELAS X PADA MATERI LISTRIK DINAMIS - UNS Institutional Repository

PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA/MA KELAS X PADA MATERI LISTRIK DINAMIS - UNS Institutional Repository

Pembelajaran Fisika yang di terapkan di SMA 4 Madiun belum mengunakan bahan ajar berbasis inkuiri terbimbing yang mengarahkan siswa belajar mandiri dan rendahnya kemampuan berpikir kritis. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk: 1) Mendesain rancangan modul pembelajaran fisika berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi listrik dinamis, 2) Menghasilkan modul pembelajaran fisika berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi listrik dinamis yang layak digunakan, 3) mengimplementasiksan modul fisika berbasis inkuiri terbimbing dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA/MA KELAS X PADA MATERI LISTRIK DINAMIS.

PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA/MA KELAS X PADA MATERI LISTRIK DINAMIS.

Hasil penelitian sebagai berikut: (1) modul fisika berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa memiliki ciri yaitu langkah pembelajaran pada modul disesuaikan dengan langkah pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing, mengintegrasi kemampuan berpikir kritis pada setiap tahapnya. (2) modul dikategorikan layak karena telah melalui uji kelayakan (materi, media, bahasa, guru, dan teman sejawat) dan didukung oleh perhitungan cut off sebesar 91,96 > 90,82 yang menyatakan bahwa modul dikategorikan layak. (3) penggunaan modul fisika berbasis inkuiri terbimbing dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, didukung dari hasil perhitungan N-gain menunjukkan nilai 0,55 dan dalam kategori sedang.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA POKOK BAHASAN LISTRIK DINAMIS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMA/MA.

PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA POKOK BAHASAN LISTRIK DINAMIS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMA/MA.

3. Hasil Pengembangan Produk Awal ................................ 4. Hasil Uji Coba Produk Awal ........................................... 5. Revisi I ........................................................................... 6. Hasil Uji Coba Lapangan Terbatas ................................ 7. Revisi II .......................................................................... 8. Hasil Uji Lapangan Operasional ...................................... 9. Hasil Revisi Produk Akhir ............................................... 10. Hasil Diseminasi dan Implementasi Produk ..................... B. Pembahasan ........................................................................... 1. Tahap Penelitian dan Pengumpulan Informasi ................. 2. Tahap Perencanaan .......................................................... 3. Tahap Pengembangan Produk Awal ................................ 4. Tahap Uji Coba Produk Awal .......................................... 5. Tahap Revisi Produk I ..................................................... 6. Tahap Uji Coba Lapangan Terbatas ................................ 7. Tahap Revisi Produk II .................................................... 8. Tahap Uji Lapangan Operasional ................................ 9. Tahap Revisi Produk Akhir ............................................. 10. Tahap Diseminasi dan Implementasi Produk ................... C. Kelayakan Modul Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing ............ 1. Hasil Uji Coba Produk Awal ............................................. 2. Hasil Uji Coba Lapangan Terbatas ................................ 3. Hasil Uji Lapangan Operasional ........................................ 4. Hasil Diseminasi dan Implementasi Produk ....................... D. Efektivitas Modul Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing ........... E. Efektivitas Capaian Keterampilan Berpikir Kritis Siswa
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI FLUIDA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA - UNS Institutional Repository

PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI FLUIDA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA - UNS Institutional Repository

tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar fisika antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Nilai signifikasi diperoleh 0,001 < 0,050 artinya, terdapat perbedaan hasil kemampuan berpikir kritis fisika yang signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Uji keefektifan menunjukkan bahwa modul fisika berbasis inkuiri terbimbing efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, dibandingkan dengan bahan ajar yang umum digunakan sekolah berupa LKS dari penerbit.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI DINAMIKA ROTASI DAN KESETIMBANGAN BENDA TEGAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BEPIKIR LOGIS SISWA - UNS Institutional Repository

PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI DINAMIKA ROTASI DAN KESETIMBANGAN BENDA TEGAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BEPIKIR LOGIS SISWA - UNS Institutional Repository

Metode penelitian ini adalah R&D yang Borg dan Gall dalam Sugiyono (2010). Data penelitian diperoleh dari ahli, reviewer, peer reviewer, dan siswa SMA dengan teknik pengambilan data berupa wawancara dan angket. Teknik analisis data kualitatif menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman dan tabulasi data mengacu pada kriteria penilaian Azwar. Analisis data menggunakan nilai cut off digunakan untuk menilai kelayakan modul Fisika. Data kemampuan berpikir logis siswa dihitung menggunakan nilai N-Gain ternormalisasi. Sedangkan hasil belajar siswa, rata-rata nilai yang diperoleh dibandingkan dengan KKM.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODUL FISIKA SMA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI LISTRIK DINAMIS

PENGEMBANGAN MODUL FISIKA SMA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI LISTRIK DINAMIS

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan: (1) pengembangan modul pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing didesain dengan tahapan pembelajaran: merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, dan merumuskan kesimpulan untuk meningkatkan kemampuan berfikir kreatif siswa, (2) modul memenuhi kriteria layak dari hasil validasi materi, media, praktisi pendidikan dan teman sejawat. Nilai rata-rata lebih besar dari nilai minimum kelayakan dengan katagori sangat baik, (3) implementasi modul fisika berbasis inkuiri terbimbing efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa berdasarkan pengujian lapangan di SMA PIRI 1 Yogyakarta. Kemampuan berfikir kreatif siswa mengalami peningkatan yang signifikan dalam kategori sedang.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN MODUL FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR

PENGARUH PENGGUNAAN MODUL FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR

Abstrak: Pengaruh penggunaan modul pembelajaran fisika berbasis inkuiri terbimbing terhadap minat dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh penggunaan modul pembelajaran fisika berbasis inkuiri terbimbing terhadap minat, dan (2) pengaruh penggunaan modul pembelajaran fisika berbasis inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar pada materi suhu dan kalor. Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian eksperimen dengan desain One Group Pre test- Post test Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan minat siswa dan hasil belajar kognitif siswa sebelum dan setelah pembelajaran menggunakan modul pembelajaran fisika berbasis inkuiri terbimbing. Peningkatan minat belajar ditunjukkan dengan nilai N-gain sebesar 0,71 (kategori tinggi) dan peningkatan hasil belajar ditunjukkan dengan nilai N-gain sebesar 0,74 (kategori tinggi).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODUL INKUIRI TERBIMBING BERBASIS POTENSI LOKAL PADA MATERI TUMBUHAN LUMUT (BRYOPHYTA ) DAN TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) | Novana | Inkuiri 4634 10238 1 SM

PENGEMBANGAN MODUL INKUIRI TERBIMBING BERBASIS POTENSI LOKAL PADA MATERI TUMBUHAN LUMUT (BRYOPHYTA ) DAN TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) | Novana | Inkuiri 4634 10238 1 SM

Pelaksanaan pembelajaran menggunakan modul inkuiri terbimbing berbasis potensi lokal pada materi Bryophyta dan Pteridophyta mencapai ketuntasan klasikal sebesar 80.5%. Ketuntasan klasikal pada kelas modul lebih besar dibandingkan dengan pada kelas kontrol. Pembelajaran menggunakan modul inkuiri terbimbing berbasis potensi lokal pada materi Bryophyta dan Pteridophyta dalam proses pembelajarannya terdapat keterampilan proses sains seperti observasi (pengamatan), klasifikasi, komunikasi, hipotesis, analisis dan inferensi. Keterampilan proses sains tersebut sebagai jembatan dalam membangun konsep siswa. Siswa dapat mengembangkan pemahamannya terhadap konsep-konsep materi Bryophyta dan Pteridophyta, sehingga antara perolehan pengetahuan dan prosesnya dapat terintegrasi dengan baik dan memungkinkan siswa untuk menangkap makna secara fleksibel (Saptono, 2003). Ketuntasan klasikal pada kelas modul dibandingkan kelas agregasi menunjukkan perbedaan yaitu ketuntasannya lebih besar pada kelas agregasi, hal ini dikarenakan faktor internal siswa yang berbeda- beda sehingga dapat mempengaruhi tingkat ketercapaian KKM yang telah ditentukan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODUL INTERAKTIF BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA POKOK BAHASAN FLUIDA DI SMKN 6 SURAKARTA | Setyo Putri | Inkuiri 4650 10270 1 SM

PENGEMBANGAN MODUL INTERAKTIF BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA POKOK BAHASAN FLUIDA DI SMKN 6 SURAKARTA | Setyo Putri | Inkuiri 4650 10270 1 SM

untuk memberikan respon terhadap modul yang telah diberikan. Tabel 2 menunjukkan bahwa rata-rata respon 10 siswa terhadap modul interaktif berbasis inkuiri terbimbing yang dikembangkan adalah sangat baik. Dari angket yang telah diberikan ternyata persoalan yang disajikan dalam modul interaktif berbasis inkuiri terbimbing yang dikembangkan dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa. Hal ini dapat diketahui rata-rata respon siswa pada aspek ke-6 dari angket adalah 4 (sangat baik). Siswa juga tertarik pada keseluruhan modul interaktif berbasis inkuiri terbimbing yang dikembangkan serta penyampaian materinya. Hal ini dapat diketahui rata-rata respon siswa pada aspek ke-7 dan ke-8 dari angket adalah 4 (sangat baik). Siswa merasa mudah memahami materi dan senang belajar menggunakan modul interaktif berbasis inkuiri terbimbing yang dikembangkan, karena modul ini disertai dengan video yang dihubungkan dengan materi yang dipelajari dan dapat diputar berulang- ulang sehingga semakin menambah pemahaman siswa. Hal ini dapat diketahui dari rata-rata respon siswa pada aspek ke-9 dan ke-10 dari angket adalah 4 (sangat baik). Hal ini sesuai dengan pendapat dari Rusyan (1989: 81) yang menyatakan bahwa: “Prestasi belajar yang dicapai seorang individu merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi, baik dari dalam diri (faktor internal) maupun dari luar individu (faktor eksternal)”. Prastowo (2012: 328) mengemukakan bahwa: “bahan ajar interaktif dimanfaatkan karena menarik dan memudahkan penggunanya dalam mempelajari materi”. Modul interaktif berbasis inkuiri yang dikembangkan dapat memotivasi siswa untuk belajar sehingga memperoleh prestasi belajar yang baik. Sedangkan menurut Nasution (2000) suasana yang menyenangkan dapat menumbuhkan kegairahan belajar.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING DENGAN MENGGUNAKAN LKS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI SIKAP ILMIAH SISWA MADRASAH ALIYAH QAMARUL HUDA BAGU LOMBOK TENGAH

PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING DENGAN MENGGUNAKAN LKS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI SIKAP ILMIAH SISWA MADRASAH ALIYAH QAMARUL HUDA BAGU LOMBOK TENGAH

Mengacu pada pengalaman dan temuan selama penelitian, dapat direkomendasikan beberapa saran yaitu : (1) Diharapkan kepada guru mata pelajaran fisika khususnya untuk menerapkan pembelajaran fisika berbasis inkuiri terbimbing dengan menggunakan LKS dalam proses belajar mengajar karena dapat melatih dan meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi yaitu keterampilan berpikir kritis; (2) Guru diharapkan dapat menggunakan pembelajaran fisika berbasis inkuiri terbimbing dengan menggunakan LKS yang dikombinasikan dengan model pembelajaran lain agar dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis lebih optimal terutama untuk materi fisika yang bersifat abstrak; (3) Dengan adanya pembelajaran fisika berbasis inkuiri terbimbing dengan menggunakan LKS diharapkan dapat menjadi salah satu cara agar pembelajaran tidak lagi berpusat kepada guru melainkan berpusat kepada siswa, karena didalam pembelajaran ini siswa dituntut untuk menemukan sendiri konsep fisika dengan pertanyan-pertanyaan pengarah yang terdapat dalam LKS, sehinga guru hanya berperan sebagai fasilitator.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATERI FLUIDA STATIS DENGAN STRATEGI INKUIRI TERBIMBING

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATERI FLUIDA STATIS DENGAN STRATEGI INKUIRI TERBIMBING

dimana guru membimbing siswa agar siswa dapat aktif dalam proses pembelajaran di kelas. Dwi Purwanti (2013: 7) menjelaskan, pengertian inkuiri terbimbing adalah salah satu model pembelajaran yang berpusat pada siswa dimana dalam proses pembelajarannya siswa dituntut aktif dalam melakukan pembelajaran, namun pada prosesnya guru tidak melepas begitu saja aktivitas siswa dalam pembelajaran melainkan memberikan bimbingan. Beberapa tahapan pembelajaran inkuiri terbimbing menurut Trianto (2010), yaitu: (1) menyajikan pertanyaan atau masalah; (2) membuat hipotesis; (3) me- rancang percobaan; (4) melakukan percobaan untuk mengumpulkan informasi; (5) meng- umpulkan dan menganalisis data; dan (6) membuat kesimpulan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS | Sodikun | Inkuiri 9669 20541 1 SM

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS | Sodikun | Inkuiri 9669 20541 1 SM

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui karakteristik modul berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan KPS.Selain memiliki karakteristik seperti modul pada umumnya, modul siswa yang dikembangkan memiliki karakteristik yang berbeda dengan modul yang ada, modul ini bisa digunakan untuk pembelajaran kelompok yang dilengkapi dengan sintak- sintak inkuiri terbimbing.Modul guru dilengkapi dengan rubrik penilaian kognitif, psikomotor dan afektif yang disertai pedoman penskoran (2) mengetahui kelayakan modul berbasis inkuiri termbibing untuk meningkatkan KPS ,kelayakan modul siswa dan guru diukur dengan hasil validasi ahli materi, media, bahasa dan perangkat pembelajaran (3) mengetahui efektivitas modul berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan KPS. Efektivitas modul siswa dapat dilihat dari kenaikan nilai KPS setelah pembelajaran dengan mengguakan modul. Prosedur pengembangan yang dilakukan merujuk pada model pengembangan 4- D yang dikembangkan oleh Thiagarajan yang meliputi 4 tahap, yaitu defin, design, develop, dan dessiminate. Instrumen yang digunakan meliputi: lembar observasi, lembar penilaian, angket dan tes pilihan ganda. Analisis data yang digunakan selama penelitian dan pengembangan adalah analisis deskriptif, uji independen sample t-tes Hasil penelitian ini adalah (1) karakteristik modul berbasis inkuiri terbimbing ini adalah modul ini tidak hanya digunakan untuk pembelajaran mandiri tetapi dapat juga untuk pembelajaran kelompok, modul ini dapat melatihkan kemampuan KPS peserta didik. (2) berdasarkan hasil validasi ahli terhadap modul berbasis inkuiri terbimbing ini adalah sangat layak digunakan dalam pembelajaran biologi khususnya pada materi sistem pencernaan makanan. (3) kemampuan KPS siswa mengalami kenaikan sebelum dan sesudah pembelajaran dengan modul inkuiri terbimbing. Nilai rerata kemampuan KPS sebelum pembelajaran menggunakan modul sebesar 70,69 sedangkan nilai rerata kemampuan KPS sesudah pembelajaran dengan modul sebesar 84,66. Keterlasanaan sintak oleh guru terjadi peningkatan pada setiap pertemuan, pada pertemuan pertama dengan rerata 71,88, pertemuan kedua 75, dan pertemuan ke tiga 81,25
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengembangan modul kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi identifikasi gugus fungsi kelas x smk kimia industri cover lengkap

Pengembangan modul kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi identifikasi gugus fungsi kelas x smk kimia industri cover lengkap

Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada Alla h Subhanahu wa ta’ala yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga tesis yang berjudul ” PENGEMBANGAN MODUL KIMIA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI IDENTIFIKASI GUGUS FUNGSI KELAS X SMK KIMIA INDUSTRI ” diselesaikan sebagai persyaratan mendapatkan Gelar Magister Pendidikan di UNS Surakarta.

Baca lebih lajut

S KIM 1104657 Chapter1

S KIM 1104657 Chapter1

Model pembelajaran inkuiri merupakan model pembelajaran yang dapat menuntun peserta didik aktif dalam kegiatan pembelajaran, dimana peserta didik dituntut untuk dapat menemukan sendiri suatu konsep atau prinsip dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja merumuskan prosedur, menganalisis hasil, dan mengambil kesimpulan secara mandiri sehingga dapat memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Suyanti (2010 hlm. 44) bahwa pembelajaran inkuiri menekankan kepada proses mencari dan menemukan sendiri konsep dan prinsip yang dipelajari. Keikutsertaan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran dapat mengembangkan keterampilan dan kemampuan berpikir peserta didik secara optimal. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Marno dan Idris (2008, hlm. 150) bahwa mengaktifkan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran merupakan salah satu cara menghidupkan dan melatih memori peserta didik agar bekerja dan berkembang secara optimal.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengembangan modul kimia berbasis inkuiri terbimbing pada pokok bahasan termokimia untuk SMA/MA kelas XI.

Pengembangan modul kimia berbasis inkuiri terbimbing pada pokok bahasan termokimia untuk SMA/MA kelas XI.

Is Imanah , 2015. “ Pengembangan Modul Kimia Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Pokok Bahasan Termokimia untuk SMA/MA K elas XI” . TESIS. Pembimbing I: Prof. Sulistyo Saputro, M.Si., Ph.D., Pembimbing II: Prof. Dr. H. Ashadi. Program Studi Magister Pendidikan Sains, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengembangan Modul IPA Berbasis Model Inkuiri Terbimbing Materi Energi Kelas IV Sekolah Dasar

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengembangan Modul IPA Berbasis Model Inkuiri Terbimbing Materi Energi Kelas IV Sekolah Dasar

Dari pengertian beberapa tokoh diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa Modul adalah sebuah panduan bahan ajar cetak untuk peserta didik yang berisi materi pelajaran, contoh soal, dan langkah- langkah penyelesaian, serta untuk mengefisiensikan waktu dalam kegiatan belajar mengajar. Kemudian dengan modul peserta didik juga dapat mengukur sendiri tingkat penguasaan mereka terhadap materi yang sedang dibahas, kemudian pembelajaran dengan modul memungkinkan peserta didik yang memiliki kecepatan tinggi dalam belajar akan lebih cepat menyelesaikan satu atau lebih kompetensi dasar dibandingkan dengan peserta didik lainnya. Oleh karena itu, modul harus menggambarkan kompetensi dasar yang akan dicapai oleh peserta didik, serta disajikan dengan bahasa yang baik, menarik, dan dilengkapi dengan ilustrasi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

INKUIRI TERBIMBING BERBASIS

INKUIRI TERBIMBING BERBASIS

82% dan sisanya 18% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti. Hal ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan Sinaga (2014) yang menyatakan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing berhasil mengembangkan karakter yaitu kerja keras, peduli lingkungan dan rasa ingin tahu. Karakter tersebut dapat mempengaruhi hasil investigasi pemecahan masalah yang dilakukan oleh siswa selama proses pembelajaran dengan inkuiri terbimbing.

Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI HIMPUNAN KELAS VII DI SMP N 21 BANDAR LAMPUNG - Raden Intan Repository

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI HIMPUNAN KELAS VII DI SMP N 21 BANDAR LAMPUNG - Raden Intan Repository

Setelah dilakukan analisis kebutuhan langkah selanjutnya adalah desain produk. Ada beberapa hal yang dilakukan dalam tahap desain produk pengembangan modul pembelajaran matematika berbasis inkuiri terbimbing pada materi himpunan. Langkah-langkah penyusunan desain produk ini, diantaranya adalah menyesuaikan standar kompetensi dan kompetensi dasar serta silabus berdasarkan kurikulum K13. Modul matematika berbasis inkuiri terbimbing pada materi himpunan menggunakan ukuran kertas B5; skala space 1,5; font 11 pt; dan jenis hurufComic Sans MS, Times New Roman. Adapun desain produk pengembangan modul terdiri dari Cover depan dan cover belakang, kata pengantar, halaman tim pengembang modul, kata pengantar, petunjuk penggunaan modul, penjelasan inkuiri terbimbing, dan daftar isi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengembangan Modul Pembelajaran Dinamika Gerak Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Penurunan Miskonsepsi Siswa SMA BAB I

Pengembangan Modul Pembelajaran Dinamika Gerak Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Penurunan Miskonsepsi Siswa SMA BAB I

Modul berbasis inkuiri terbimbing merupakan suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk menganalisis, memecahkan permasalahan berdasarakan fakta-fakta yang ditemukan dan didesain untuk mendapatkan pemahaman konseptual (Rusche & Jason,2011). Modul inkuiri terbimbing menggunakan sintaks inkuiri terbimbing: 1) pengenalan area investigasi kepada siswa : observasi; 2) Menemukan dan mencari permasalahan: merumuskan permasalahan; 3) Mengidentifikasi permaslahan yang diteliti: mendesain percobaan, mendesain hipotesis dan melakukan percobaan; 4) Menentukan strategi untuk menyelesaikan permasalahan berdasarkan fakta yang ditemukan: mengumpulkan data, menganalisis data, membuat kesimpulan dan mengkomunikasi hasil percobaan (Joyce& Weil, 2000; Martin,et al, 2005; Gengarelly & Abrams, 2008).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN MODUL BERBASIS INKUIRI TERBIMBING DENGAN BERBASIS MASALAH

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN MODUL BERBASIS INKUIRI TERBIMBING DENGAN BERBASIS MASALAH

Hal ini dikarenakan, pengerjaan latihan pada modul berbasis masalah diberikan petunjuk yang sangat rinci sehingga memudahkan siswa untuk memperoleh jawaban yang benar, sedangkan pengerjaan latihan pada modul inkuiri terbimbing kurang di- berikan petunjuk secara rinci, sehingga menuntut siswa untuk lebih aktif bekerjasama dalam kelompok. Berdasarkan perbedaan tersebut, siswa yang menggunakan modul inkuiri ter- bimbing akan lebih unggul dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pembuatan hasil karena menuntut kerjasama yang tinggi. Sementara siswa yang menggunakan modul ber- basis masalah lebih unggul pada tahap pelaporan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...