Modul Pembelajaran Fisika

Top PDF Modul Pembelajaran Fisika:

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS KERJA LABORATORIUM DENGAN PENDEKATAN SCIENCE PROCESS SKILLS (SPS) UNTUK MENINGKATKAN ACADEMIC PERFORMANCE RANAH KOGNITIF DAN AFEKTIF.

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS KERJA LABORATORIUM DENGAN PENDEKATAN SCIENCE PROCESS SKILLS (SPS) UNTUK MENINGKATKAN ACADEMIC PERFORMANCE RANAH KOGNITIF DAN AFEKTIF.

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghasilkan modul pembelajaran fisika berbasis kerja laboratorium dengan pendekatan science process skills yang dapat digunakan dalam pembelajaran; 2) Mengetahui peningkatan hasil belajar dan respon siswa setelah melaksanakan pembelajaran.

2 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI ELASTISITAS DAN HUKUM HOOKE

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI ELASTISITAS DAN HUKUM HOOKE

Berdasarkan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan di SMA Negeri 1 Natar, siswa sudah memiliki media pembelajaran mandiri berupa modul. Namun, modul yang dimiliki hanya memuat materi dan soal-soal latihan yang berbasis KTSP dan belum berbasis inkuiri terbimbing. Untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian pengembangan dengan tujuan, yaitu menghasilkan produk berupa modul pembelajaran fisika berbasis inkuiri terbimbing pada materi Elastisitas dan hukum Hooke dan mendeskripsikan kemenarikan, kemudahan, kemanfaatan, dan keefektifan menggunakan modul pembelajaran fisika berbasis inkuiri terbimbing pada materi Elastisitas dan hukum Hooke. Penelitian
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA S

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA S

Abstrak: Wilayah Indonesia secara geologis dilalui oleh dua jalur pegunungan muda dunia yaitu Pegunungan Mediterania di sebelah barat dan Pegunungan Sirkum Pasifik di sebelah timur menyebabkan Indonesia banyak memiliki gunung api yang aktif dan rawan terjadi bencana. Oleh sebab itu diperlukan edukasi mitigasi bencana alam sejak dini. Edukasi mitigasi bencana alam dapat dilakukan dengan menintegrasikannya dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul pembelajaran fisika yang terintegrasi penanggulangan bencana alam. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model 4D. Tahapan yang dilakukan adalah define, design, dan develop. Pada tahap define dilakukan analisis kurikulum, analisis konsep dan analisis mitigasi bencana alam. Pada tahap design dilakukan perancangan modul pembelajaran fisika. Tahap develop dilakukan pengembangan modul pembelajaran fisika SMA yang terintegrasi penanggulangan bencana alam tanah longsor. Hasil penelitian menghasilkan modul pembelajaran fisika yang dirancang untuk penanggulangan benaca alam tanah longsor.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA SMA/MA BERBASIS MASALAH PADA MATERI USAHA DAN ENERGI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS.

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA SMA/MA BERBASIS MASALAH PADA MATERI USAHA DAN ENERGI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS.

Hasil penelitian ini adalah (1) modul fisika berbasis masalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa memiliki ciri yaitu langkah pembelajaran pada modul disesuaikan dengan langkah pembelajaran berbasis masalah, mengintegrasikan keterampilan berpikir kritis pada setiap tahapnya dan memuat soal tes berpikir kritis (2) kualitas modul fisika berbasis masalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi usaha dan energi yang dikembangkan berkategori baik, (3) keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas XI.1 setelah menggunakan modul fisika berbasis masalah mengalami peningkatan rata-rata nilai sebesar 39%. (4) hasil belajar siswa pada kelas XI.1 setelah menggunakan modul fisika berbasis masalah mengalami peningkatan rata-rata nilai sebesar 50%.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika SMA/MA Berbasis Masalah Pada Materi Usaha dan Energi untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis ArtikeL

Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika SMA/MA Berbasis Masalah Pada Materi Usaha dan Energi untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis ArtikeL

keterampilan berpikir kritis siswa dikembangkan berdasarkan komponen pembelajaran berbasis masalah dengan format kriteria modul yang diadaptasi dari Wina Sanjaya dan merujuk pada standar yang telah ditetapkan BNSP tentang standar pengembangan modul dan buku teks pelajaran. Model pengembangan modul pembelajaran berbasis masalah pada materi usaha dan energi menggunakan model 4-D yang meliputi tahap define, design, develop dan disseminate . Modul pembelajaran berbasis masalah memiliki ciri yaitu langkah pembelajaran pada modul disesuaikan dengan langkah pembelajaran berbasis masalah, mengintegrasikan keterampilan berpikir kritis pada setiap tahapnya dan memuat soal tes berpikir kritis, (2) Modul pembelajaran fisika berbasis masalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di validasi oleh dosen, guru, dan peer review . Hasil validasi dosen pada kelayakan isi dan kelayakan penyajian menunjukkan kategori baik. Hasil validasi guru pada kelayakan bahasa menunjukkan kategori baik. Hasil validasi peer review pada kelayakan bahasa menunjukkan pada kategori baik. Berdasarkan hasil validasi dosen, guru dan peer review menunjukkan bahwa modul pembelajaran fisika berbasis masalah pada materi usaha dan energi layak digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, (3) Pembelajaran menggunakan modul pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa pada ujicoba luas yaitu 39%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikasi lebih rendah dari taraf signifikasi α = 0,05 (tingkat kepercayaan 95%) sehingga dapat disimpulkan bahwa modul fisika berbasis masalah efektif digunakan dalam proses pembelajaran untuk
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

PENGARUH PENGGUNAAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

2 kemampuannya, dan guru memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa, sedangkan para siswa hanya mendengarkan dan mengikuti perintah guru untuk mencatat atau mengerjakan latihan, sehingga waktu yang diperlukan dalam proses pembelajaran di kelas menjadi kurang maksimal. Media dalam kegiatan pembelajaran juga kurang variatif karena menggunakan Lembar Kerja Siswa dan modul yang hanya berisi materi dan latihan soal, sedangkan sarana dan prasarana penunjang kegiatan pembelajaran, seperti perpustakaan dan laboratorium yang dimiliki sekolah sudah tersedia.

52 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA/MA | Darmawan | Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 7964 16721 1 SM

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA/MA | Darmawan | Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 7964 16721 1 SM

Metode Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan ( research and development/ R&D ) yang merupakan hasil adaptasi model 4-D (four-D model) yang dikemukakan oleh Thiagarajan (1974: 5), yaitu Define, Design. Develop, Desiminate. Teknik Pengumpulan Data dalam penelitian ini menggunakan: (1) Angket untuk analisis kebutuhannya; (2) Lembar Validasi untuk mendapatkan penilaian serta saran terhadap desain produk awal pengembangan; (3) Tes untuk melihat peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa pada proses pembelajaran. Tes diberikan dua kali yaitu pretest dan posttest. Desain modul pembelajararan fisika berbasis saintifik meliputi bagian awal, inti dan akhir. Modul bagian awal yaitu cover, pendahuluan yang berisi deskripsi modul, prasyarat dan petunjuk penggunaan. Bagian inti yaitu kegiatan belajar yang berisikan tujuan pembelajaran, siswa diberikan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang harus dipecahkan melalui percobaan, motivasi sains, penghatar pembelajaran, materi untuk memperkuat kesimpulan dari percobaan, materi, contoh soal, tes keterampilan berpikir kritis, tugas, rangkuman, evaluasi. Bagian penutup yaitu glosarium, penutup, daftar pustaka, lampiran, kunci jawaban. Tahap validasi produk awal dalam penelitian pengembangan ini melibatkan 3 pakar yang berlatar belakang (doktor dan megister). 2 orang teman sejawat. 2 orang guru fisika. Hasil validasi diujicobakan secara terbatas pada 10 siswa kelas XI MIA MAN Selong dilanjutkan dengan ujicoba skala besar dengan jumlah responden sebanyak 34 siswa setelah melalui tahap revisi produk pembelajaran selanjutnya di sebarkan di 16 orang guru MGMP Fisika setingkat MA.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS INKUIRI BEBAS TERMODIFIKASI PADA MATERI LISTRIK DINAMIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MULTIPEL REPRESENTASI DAN KEMAMPUAN ANALISIS MAHASISWA

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS INKUIRI BEBAS TERMODIFIKASI PADA MATERI LISTRIK DINAMIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MULTIPEL REPRESENTASI DAN KEMAMPUAN ANALISIS MAHASISWA

Hal ini berarti modul pembelajaran fisika berbasis inkuiri bebas termodifikasi efektif meningkatkan hasil belajar mahasiswa baik ranah pengetahuan, sikap, maupun ketrampilan. Model pembelajaran inkuiri bebas termodifikasi yang dikemas dalam modul dapat membantu mahasiswa untuk belajar secara mandiri dalam menemukan konsep. Penemuan konsep dilakukan melalui suatu metode ilmiah sehingga dapat meningkatkan ketrampilan seperti ketrampilan melakukan percobaan untuk mengambil data, ketrampilan mengolah data yaitu merepresentasikan data dalam berbagai representasi (verbal, visual, matematis) sesuai dengan target pengembangan modul. Selain itu dalam melakukan metode ilmiah melalui model inkuiri bebas termodifikasi, mahasiswa mengembangkan sikap ilmiah, yang terdiri dari bertanggungjawab, disiplin, dan bekerjasama. Dengan proses metode ilmiah dan diiringi dengan sikap ilmiah, maka pemahaman konsep fisika akan terasa lebih bermakna, sehingga pengetahuan mahasiswa pada materi yang dipelajari akan lebih baik daripada kelas yang tidak menggunakan model inkuiri.
Baca lebih lanjut

253 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA B

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA B

Sosialisasi kurikulum 2013 terus dilakukan agar semua pihak yang terkait benar-benar memahami kurikulum 2013 secara benar dan menyeluruh sehingga tidak ada lagi kebingungan atau keengganan dalam menerapkan Kurikulum 2013 secara benar dan sungguh-sungguh. Di artikel studi kasus yang kami rujuk istilahnya adalah internalisasi kompetensi inti atau meningkatkan pemahaman terhadap tuntutan kompetensi inti. Mengapa difokuskan pada kompetensi inti? Hal ini dikarenakan kompetensi inti adalah penjabaran dari Standar Kompetensi Lulusan (Permendikbud No. 54/2013) serta menjadi rujukan dari kompetensi dasar, materi pokok, metodologi pembelajaran, dan penilaian hasil belajar
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika B

Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika B

Dalam pembelajaran berbasis riset, peserta didik dilatih menyelesaikan masalah dengan melihat fakta yang ditemuinya. Pembelajaran berbasis riset dapat dilaksanakan dengan berbagai macam metode pembelajaran, sehingga hasil belajar yang dimiliki oleh peserta didik berasal dari sebuah riset sederhana yang mereka lakukan melalui praktikum dan studi lapangan (Wardoyo, 2013; Griffith, 2008; Jyrhämä, 2008; Kynäslahti, 2006). Untuk mata pelajaran fisika, pembelajaran berbasis riset cenderung dilaksanakan dalam bentuk kegiatan praktikum. Dengan melakukan kegiatan praktikum diharapkan peserta didik memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap ilmiah. Diah (2010) menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis riset didasari filosofi konstruktivisme yang mencakup empat aspek yaitu: pembelajaran yang membangun pemahaman peserta didik, pembelajaran dengan mengembangkan prior knowledge , pembelajaran yang merupakan interaksi sosial, dan pembelajaran bermakna yang dicapai melalui pengalaman nyata. Pembelajaran berbasis riset merupakan pembelajaran yang menggunakan authentic learning (harus ada contoh nyata), problem-solving (menjawab kasus dan konstektual), cooperative learning (bersama), contextual ( hands on and minds on), dan inquiry discovery approach (menemukan) yang didasarkan pada filosofi konstruktivisme yaitu pengembangan diri peserta didik yang berkesinambungan dan berkelanjutan. Arifin (2010) menyatakan tahapan model pembelajaran berbasis riset adalah: exposure stage (tahap pengenalan), lecturing of core knowledge (tahap pemberian referensi), experience stage (tahap tindakan), intern report for feedback (tahap diskusi), presentation (tahap presentasi), dan final report (laporan akhir).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Sri Wahyuni pemula 221

Sri Wahyuni pemula 221

Respon mahasiswa terhadap modul pembelajaran fisika yang dikembangkan tergolong positif. Sebagian besar mahasiswa merasa senang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan modul pembelajaran fisika berbantuan animasi macromedia flash karena merupakan suatu hal yang baru dalam proses pembelajaran. Selain itu, modul pembelajaran fisika disusun dalam suatu paket yang dapat menarik minat mahasiswa dalam belajar, bantuan animasi macromedia flash selama kegiatan pembelajaran dapat membantu mahasiswa dalam memahami materi pembelajaran yang disajikan dalam modul pembelajaran fisika. Berdasarkan data respon mahasiswa pada uji pengembangan diperoleh gambaran bahwa pendapat mahasiswa terhadap modul pembelajaran fisika berbantuan animasi macromedia flash tergolong positif.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

pengembangan modul elektronik berbasis web sebagai media pembelajaran fisika

pengembangan modul elektronik berbasis web sebagai media pembelajaran fisika

Sumber belajar online dapat didesaian untuk menyajikan modul pembelajaran atau yang dalam hal ini disebut sebagai modul elektronik. Terlebih saat ini di Indonesia sedang menggejala penggunaan smartphone berplatform Android. Andreas Rompis (2012) menyatakan, perkembangan produk smartphone dengan sistem operasi android mengalami perkembangan luar biasa, sementara itu perkembangan pengguna Android di Indonesia mencapai 40% per tahun. Pelanggan telkomsel yang menggunakan gadget Android juga terus meningkat. Ririn Widaryani (2012), Head of Strategic Marketing Group Telkomsel, menyatakan bahwa saat ini pelanggan Telkomsel yang telah menggunakan ponsel pintar berjumlah 18 juta pelanggan dan 2 juta di antaranya adalah pengguna ponsel pintar Android. Di samping itu pada tahun 2012 jumlah pelanggan Telkomsel pengguna Android mencapai 2,5 juta perangkat, jumlah tersebut meningkat 15 kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang hanya 170 ribu perangkat (Gideon Edie Purnomo, 2012)
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA PADA MATERI SUHU DAN KALOR BERBASIS INKUIRI DI SMA SWASTA PRIMBANA MEDAN.

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA PADA MATERI SUHU DAN KALOR BERBASIS INKUIRI DI SMA SWASTA PRIMBANA MEDAN.

Penelitian dan pengembangan modul Fisika berbasis Inkuiri ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan aktivitas siswa, respon siswa, hasil Belajar siswa, serta untuk mengetahui kelayakan modul. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Swasta Primbana Medan kelas X Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 30 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, metode angket, tes, dan dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D). Produk yang dikembangkan adalah modul Fisika berbasis Inkuiri. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rerata persentase hasil evaluasi modul dari ahli 74.07%. Penggunaan modul Fisika berbasis inkuiri dapat meningkatkan respon siswa dengan rata-rata pada pertemuan I sebesar 50.07%, pertemuan II sebesar 61.21%, dan Pertemuan III sebesar 72.38%. Selain itu, penggunaan modul dapat meningkatkan aktivitas siswa dengan nilai rata-rata pada pertemuan I sebesar 50.83%, pada pertemuan II sebesar 70.93%, dan pada pertemuan III sebesar 94.89 % dengan kategori “baik” dan penggunaan modul dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata pada pertemuan I sebesar 5.63, pertemuan II sebesar 7.50, dan pada pertemuan III sebesar 8.83. Dengan demikian, modul Fisika berbasis inkuiri layak digunakan dalam pembelajaran Fisika untuk meningkatkan respon siswa, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Materi Guru Pembelajar GP Daring.ver.04

Materi Guru Pembelajar GP Daring.ver.04

dalam pembelajaran, jika ada dan dibutuhkan, jika tidak ada maka akan dikosongkan saja. (LK data disesuikan dengan kebutuhan pembelajaran, mungkin dikurangi dan/atau ditambah) )*** : Potensi aktivitas terdiri dari dua bagian, Online dan Offline, aktivitas online yang seoerti apakah yang akan di sampaikan, dan aktivitas Offline seperti apa yang diminta kepada

Baca lebih lajut

Kontekstual yang terintegrasi dengan website pada siswa kelas xi ia sma negeri 5 Madiun tahun ajaran 2012/2013 Jurnal

Kontekstual yang terintegrasi dengan website pada siswa kelas xi ia sma negeri 5 Madiun tahun ajaran 2012/2013 Jurnal

Suherman (2003: 3) menyatakan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual adalah pembelajaran yang mengambil (menstimulasikan, mencerita- kan berdialog, atau tanya jawab) kejadian pada dunia nyata kehidupan sehari-hari yang dialami siswa kemudian diangkat kedalam konsep yang dibahas. Johnson (2002:25) menjelaskan pengertian CTL adalah suatu proses pendidikan yang bertujuan membantu pembelajar melihat makna dalam bahan pelajaran yang mereka pelajari dengan cara menghubungkannya dengan konteks kehidupan sehari-hari, yaitu dengan konteks lingkungan pribadinya, sosialnya, budayanya. Untuk mencapai tujuan tersebut sistem CTL akan menuntun siswa melalui delapan komponen utama CTL, yakni: 1) Making meaningful connections, 2) Doing significant work, 3) Self-regulated Learning, 4) Collaborating, 5) Critical and creative thingking, 6) Nurturing the individual, 7) Reaching authentic assessmen.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

ABSTRAK HASIL PENELITIAN MISKONSEPSI

ABSTRAK HASIL PENELITIAN MISKONSEPSI

Berdasarkan hasil pengamatan proses belajar mengajar dan ujian mahasiswa semester sebelumnya dapat disimpulkan permasalahan utama dalam pembelajaran mata kuliah Fisika adalah: (1) dalam PBM sebagian besar mahasiswa bersifat pasif, (2) mahasiswa kurang termotivasi, kurang berani mengemukakan pendapatnya, (3) mahasiswa jarang mencari dan merujuk buku-buku yang berkaitan dengan materi perkuliahan, (4) kemandirian mahasiswa dalam usaha menguasai materi masih rendah, (5) hasil ujian semester menunjukkan nilai yang rendah, (6) Tingginya miskonsepsi. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah (1) untuk mereduksi miskonsepsi pada pembelajaran Fisika melalui penerapan modul dengan model pembelajaran berorientasi kontruktivistik (2) Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Fisika yang disertai oleh peningkatan prestasi belajar mahasiswa melalui pendekatan penerapan modul dengan model pembelajaran berorientasi kontruktivistik.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODUL PRAKTIKUM FISIKA DASAR I BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN SOFTWARE ADOBE FLASH CS6 - Raden Intan Repository

PENGEMBANGAN MODUL PRAKTIKUM FISIKA DASAR I BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN SOFTWARE ADOBE FLASH CS6 - Raden Intan Repository

buku cetak dalam melakukan proses pembelajaran yang membutuhkan waktu yang cukup banyak, sehingga mahasiswa kurang memaksimalkan waktu dalam memahami materi yang berdampak ke hasil penilaian praktikum. Fasilitas yang ada di jurusan pendidikan fisika berupa internet yang bisa di akses secara gratis dengan hotspot dapat di gunakan dosen dalam penyampaian materi yang lebih efektif dan efesien kepada mahasiswa. Pada tahap ini yang penting dilakukan adalah analisis kebutuhan evaluasi pembelajaran terhadap produk yang akan dikembangkan melalui wawancara tidak terstruktur terhadap Dosen Pendidikan Fisika UIN Raden Intan Lampung yaitu bapak Ardian yang tertera pada lampiran angket dosen, bahwa dalam pelaksanaan praktikum fisika dasar I masi menggunakan modul berbentuk cetak dan cukup memakan waktu saat mahasiswa harus memahami materi praktikum di akhir semester dikarenakan menunggu modul praktikum di bagikan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Modul Fisika | UNG REPOSITORY Fisika

Modul Fisika | UNG REPOSITORY Fisika

Perkembangan TIK telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001) dalam Surya (2006) setidaknya ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, 2 dari ruang kelas ke di ana dan kapan saja, 3 dari kertas ke online atau saluran, 4 fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, (5) dari waktu siklus ke waktu nyata. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Guru dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengembangan Modul Pembelajaran Dinamika Gerak Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Penurunan Miskonsepsi Siswa SMA BAB I

Pengembangan Modul Pembelajaran Dinamika Gerak Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Penurunan Miskonsepsi Siswa SMA BAB I

kegiatan diberikan motivasi awal, kemudian dilanjutkan kegiatan siswa mengidentifikasi masalah, kemudian merumuskan masalah, kemudian merumuskan hipotesa, kemudian mendesain percobaan kemudian melaksanakan percobaan, mengumpulkan data, menganalisis hasil percobaan, membuat generalisasi dan mengkomunikasikan hasil percobaan, .(3) kilas balik dan tes pengetahuan mengukur kemampuan siswa setelah mempelajari materi. Modul dibagiab ahkir berisi: (1) tes kemampuan awal untuk penurunan miskonsepsi materi dinamika gerak; (2) daftar pustaka yang berisikan tentang referensi isi modul; (3) dan glosarium yang memuat tentang hal-hal/kosa kata yang penting tentang dinamika gerak.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...