Monascus purpureus

Top PDF Monascus purpureus:

DAFTAR PUSTAKA  Pengaruh Pemberian Air Seduhan Beras Yang Difermentasi Oleh Monascus Purpureus (Angkak) Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Serum Pada Tikus Putih.

DAFTAR PUSTAKA Pengaruh Pemberian Air Seduhan Beras Yang Difermentasi Oleh Monascus Purpureus (Angkak) Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Serum Pada Tikus Putih.

Ajdari, Z., Ebrahimpour, A., Manan, M. A., Hamid, M., Mohamad, R., and Ariff, A. B. 2011. Assessment of Monacolin in the Fermented Products Using Monascus purpureus FTC5391. J Biomed Biotechnol : 426168. Ardiansyah. Minum Angkak Menurunkan Lemak dan Tekanan Darah.

4 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN CAMPURAN DEDAK DAN AMPAS TAHU FERMENTASI DENGAN Monascus purpureus TERHADAP PERFORMA BURUNG PUYUH

PENGARUH PEMBERIAN CAMPURAN DEDAK DAN AMPAS TAHU FERMENTASI DENGAN Monascus purpureus TERHADAP PERFORMA BURUNG PUYUH

Berdasarkan hasil uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) terlihat perlakuan 12% campuran dedak dan ampas tahu fermentasi dengan Monascus purpureus nyata (P<0,05) lebih tinggi dari perlakuan 0% campuran dedak dan ampas tahu fermentasi dengan Monascus purpureus. Tingginya produksi telur pada perlakuan 12% campuran dedak dan ampas tahu fermentasi dengan Monascus purpureus ini disebabkan oleh konsumsi ransum yang berbeda nyata (P<0,05) pada perlakuan 12% campuran dedak dan ampas tahu fermentasi dengan Monascus purpureus. Konsumsi ransum yang tinggi berarti jumlah zat makanan yang terkandung di dalam ransum yang diperlukan dalam pembentukan telur juga banyak, sehingga dapat meningkatkan produksi telur. Menurut Rasyaf (1991), produksi telur dipengaruhi oleh konsumsi ransum terutama protein. Ditambahkan oleh Anggorodi (1995) bahwa faktor makanan yang mempengaruhi produksi telur adalah kandungan protein dari
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH KONSENTRASI INOKULUM Monascus purpureus TERHADAP PRODUKSI PIGMEN PADA SUBSTRAT TEPUNG BIJI NANGKA (Artocarpus heterophyllus).

PENGARUH KONSENTRASI INOKULUM Monascus purpureus TERHADAP PRODUKSI PIGMEN PADA SUBSTRAT TEPUNG BIJI NANGKA (Artocarpus heterophyllus).

The used of synthetic dyes have various negative effects on human health. Pigment which produced by Monascus purpureus mold can be used as an alternative natural coloring food. The research about the effect of inoculum concentration ’s M. purpureus to pigment production on the jackfruit seed flour has been done. The objective research to investigate the effect of inoculum concentration ’s M. purpureus to the production of red, yellow and orange pigment on the jackfruit seed flour. The concentrations that were used on the study include 0%, 5%, 10%, and 15% ( v/b ). The result of data analysed using One- Way ANOVA showed that the inoculum concentration has influence to the production of red pigment M. purpureus, as well as data analysis using the Kruskall-Wallis showed that inoculum concentration has influence on the production of yellow and orange pigments. Inoculum concentration of 15% is the optimum concentration for production of red, yellow and orange pigments respectively 0.10, 0.50 and 0.20 absorbance units per gram of sample. Based on the results of the research showed at the inoculum concentration ’s M. purpureus has influenced to the production of red, yellow and orange pigment.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIBAKTERI ANGKAK (Monascus purpureus) TERHADAP BAKTERI DALAM DAGING SAPI KURING KERING ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF ANGKAK (Monascus purpureus) ON BACTERIA IN DRIED CURED BEEF

AKTIVITAS ANTIBAKTERI ANGKAK (Monascus purpureus) TERHADAP BAKTERI DALAM DAGING SAPI KURING KERING ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF ANGKAK (Monascus purpureus) ON BACTERIA IN DRIED CURED BEEF

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan seluruh kegiatan dan penulisan skripsi yang berjudul : AKTIVITAS ANTIBAKTERI ANGKAK (Monascus purpureus) TERHADAP BAKTERI DALAM DAGING SAPI KURING KERING dengan baik. Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dari berbagai pihak baik dukungan, bimbingan, nasehat, arahan dan doa maka laporan ini tidak dapat diselesaikan dengan baik.

10 Baca lebih lajut

INTENSITAS WARNA YANG DIHASILKAN OLEH Monascus purpureus PADA VIRGIN COCONUT OIL DENGAN LAMA FERMENTASI YANG BERBEDA BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Intensitas warna yang dihasilkan oleh monascus purpureus pada virgin coconut oil dengan lama ferment

INTENSITAS WARNA YANG DIHASILKAN OLEH Monascus purpureus PADA VIRGIN COCONUT OIL DENGAN LAMA FERMENTASI YANG BERBEDA BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Intensitas warna yang dihasilkan oleh monascus purpureus pada virgin coconut oil dengan lama ferment

Salah satu bahan pewarna alami yang telah lama digunakan adalah pigmen angkak yang dihasilkan oleh kapang Monascus purpureus. Zat warna ini sudah lama digunakan di Asia sebagai bahan pewarna makanan dan minuman. Pigmen yang dihasilkan oleh Monascus purpureus ini memiliki cir-ciri yang baik sebagai pewarna makanan, karena warna yang dihasilkan menarik serta memiliki sifat ketahanan warna dan kelarutan dalam air saat digabungkan dengan senyawa-senyawa yang sesuai serta tidak bersifat toksik seperti pewarna sintetik jadi aman bagi kesehatan (Wijaya, 1998: 16).

10 Baca lebih lajut

PENGARUH AMPAS SAGU DAN AMPAS TAHU FERMENTASI DENGAN Monascus purpureus DALAM RANSUM TERHADAP KANDUNGAN KOLESTEROL, LEMAK DAN WARNA KUNING TELUR PUYUH.

PENGARUH AMPAS SAGU DAN AMPAS TAHU FERMENTASI DENGAN Monascus purpureus DALAM RANSUM TERHADAP KANDUNGAN KOLESTEROL, LEMAK DAN WARNA KUNING TELUR PUYUH.

ekor.MetodepenelitianiniadalahmetodeeksperimendenganRancanganAcakLengkap (RAL), 4 perlakuanyaitu A (0 % ASATF dalamransum), B (5 % ASATF dalamransum), C (10 % ASATF dalamransum), dan D (15 % ASATF dalamransum) dengan 5 ulangan.Peubah yang diamati adalah kolesterol kuning telur(mg/dl), lemak kuning telur (%) dan warna kuning telur puyuh petelur. Hasil analisis ragam menunjukkan penggunaan ASATF sampai level 15% dalam ransum memberikanpengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan kolesterol kuning telur (mg/dl), dan berbeda nyata (P<0,05) terhadap kandunganlemak kuning telur(%) sertaberbeda nyata (P < 0,05) terhadap warna kuning telur puyuh puyuh petelur.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan produk campuran Ampas Sagu dan Ampas Tahu Fermentasi (ASATF) dengan kapang Monascus purpureus sebanyak 15% dalam ransum puyuh petelur dapat menurunkankolesterol kuning telur (mg/dl)dan lemak kuning telur (%) serta meningkatkanwarna kuning telur puyuh puyuh petelur.Pada kondisi ini diperoleh kolesterol kuning telur 128,67mg/dl, lemak kuning telur7,22 % dan warna kuning telur puyuh 8.80.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PRODUKSI PIGMEN MERAH ANGKAK TINGGI LOVASTATIN MENGGUNAKAN KO-KULTUR Monascus purpureus DAN Saccharomyces cerevisiae Increased Production of Red Pigment Angkak High Lovastatin Using Co-cultures of Monascus purpureus and Saccharomyces cerevisia

PENINGKATAN PRODUKSI PIGMEN MERAH ANGKAK TINGGI LOVASTATIN MENGGUNAKAN KO-KULTUR Monascus purpureus DAN Saccharomyces cerevisiae Increased Production of Red Pigment Angkak High Lovastatin Using Co-cultures of Monascus purpureus and Saccharomyces cerevisia

Angkak merupakan beras yang difermentasi oleh kapang Monascus purpureus yang menghasilkan metabolit sekunder berupa pigmen merah dan lovastatin. Penambahan beras merah dan ko-kultur dengan Saccharomyces cerevisiae mampu meningkatkan produksi metabolit sekunder. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui waktu dan konsentrasi penambahan Saccharomyces cerevisiae yang tepat terhadap produksi pigmen merah alami tinggi lovastatin pada angkak. Penelitian ini menggunakan RAK 2 faktor. Faktor I adalah waktu penambahan Saccharomyces cerevisiae, sedangkan faktor II adalah konsentrasi penambahan Saccharomyces cerevisiae. Perlakuan terbaik didapat dari perlakuan penambahan Saccharomyces cerevisiae hari ke-12 konsentrasi 10 5 cfu/mL dengan intensitas pigmen merah (λ 500 nm) 4.69, kadar lovastatin 12.24 ppm, derajat kecerahan (L*) 39.47 dan kemerahan (a*) 15.47, kadar air 5.62%, stabilitas terhadap suhu 86.21% (180 0 C) dan stabilitas terhadap pH 3 adalah 79.12% (jam ke-12) sedang pada pH 7 adalah 97.64% (jam ke-12).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN AIR SEDUHAN BERAS YANG DIFERMENTASI OLEH Monascus Purpureus (ANGKAK) TERHADAP  Pengaruh Pemberian Air Seduhan Beras Yang Difermentasi Oleh Monascus Purpureus (Angkak) Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Serum Pada Tikus Putih.

PENGARUH PEMBERIAN AIR SEDUHAN BERAS YANG DIFERMENTASI OLEH Monascus Purpureus (ANGKAK) TERHADAP Pengaruh Pemberian Air Seduhan Beras Yang Difermentasi Oleh Monascus Purpureus (Angkak) Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Serum Pada Tikus Putih.

ADHIMAS WICAKSONO, J 500 090 054, 2012. Skripsi. Pengaruh pemberian air seduhan beras yang difermentasi oleh Monascus purpureus (angkak) terhadap penurunan kadar kolesterol serum pada tikus putih. Fakultas Kedokteran. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

14 Baca lebih lajut

FORMULASI SEDIAAN LIPSTIK MENGGUNAKAN EKSTRAK ANGKAK (Monascus purpureus) SEBAGAI PEWARNA

FORMULASI SEDIAAN LIPSTIK MENGGUNAKAN EKSTRAK ANGKAK (Monascus purpureus) SEBAGAI PEWARNA

Angkak was a rice-substrate fermented product, which produce red color from the activity of Monascus purpureus mold as secondary metabolite agent. Angkak or red yeast rice (ang-khak, ankak, anka, ang-quac, beni-koji, aga-koji) has been widely used in countries around Asia to color foods like fish, Chinese cheese, and in making red wine in oriental countries (East).

12 Baca lebih lajut

Potensi produksi pewarna alami dan monacolin sebagai anti kolesterol dari monascus purpureus menggunakan substrat limbah kelapa sawit

Potensi produksi pewarna alami dan monacolin sebagai anti kolesterol dari monascus purpureus menggunakan substrat limbah kelapa sawit

Monascus purpureus termasuk ke dalam kelompok Ascommycetes, khususnya keluarga Monascaceae. Genus Monascus dapat dibagi menjadi empat spesies: M. pilosus, M. purpureus, M. ruber, dan M. froridanus yang merupakan galur yang sering ditemui dari makanan tradisional timur (Sabater, 1999). M. purpureus dapat dengan mudah diidentifikasi dari askosporanya yang berbentuk sphere berukuran diameter 5 µm atau berbentuk oval. Miseliumnya berwarna putih pada fase awal. Namun, warnanya akan berubah menjadi merah muda dan kuning - oranye seriiring pertumbuhan. Pertumbuhan Monascus merupakan indikator utama sintesis pigmen dan metabolit lainnya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

EFEK SUPLEMENTASI ANGKAK (Monascus purpureus) DAN PROSES MIXING TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA ROTI KUKUS EFFECT OF RED YEAST RICE (Monascus purpureus) SUPPLEMENTATION AND MIXING PROCESS ON STEAMED BREAD PHYSICOCHEMICAL CHARACTERISTICS

EFEK SUPLEMENTASI ANGKAK (Monascus purpureus) DAN PROSES MIXING TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA ROTI KUKUS EFFECT OF RED YEAST RICE (Monascus purpureus) SUPPLEMENTATION AND MIXING PROCESS ON STEAMED BREAD PHYSICOCHEMICAL CHARACTERISTICS

Angkak (red koji or red fermented rice) is a fermentation product of rice by Monascus purpureus which contains antioxidant. Antioxidant can prevent cancer, cardiovascular diseases, and other degenerative diseases which are the cause of the high mortality rate in Indonesia according to the data released by WHO in 2002. Angkak flour can be supplemented into steamed buns to produce a product with functional values. In order to produce steamed buns with desirable physical qualities and antioxidant activity, appropriate mixing time, mixing speed, and angkak concentration are needed. This experiment aims to find the best processing parameter to make steamed bun supplemented with three concentration of angkak (per kilogram flour) (0%, 0,25%, and 0,5%). Mixing was done in two different stages, the initial slow speed (stage 1), and then followed with fast speed (stage 2; marked with *). There were four variations of mixing time in minutes, which are 2 and 2*; 2 and 3*; 3 and 2*; 3 and 3*. The analysis of antioxidant activity contained in steamed buns was conducted by DPPH method. Physical analyses were conducted by using texture analyzer to measure the texture of steamed buns, seed displacement to measure the volume, and L*a*b* method to measure color. The results show that the higher concentration of angkak supplementation will result on the higher antioxidant activity, volume expansion, and a* value, but also followed with the lower hardness, L* value and b* value. The longer the mixing time will result on the higher volume expansion.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Production of Steamed Bun With Angkak (Monascus purpureus) Supplementation - Unika Repository

Production of Steamed Bun With Angkak (Monascus purpureus) Supplementation - Unika Repository

Angkak (red koji or red fermented rice) is a fermentation product of rice by Monascus purpureus which contains antioxidant. Antioxidant can prevent cancer, cardiovascular diseases, and other degenerative diseases which are the cause of the high mortality rate in Indonesia according to data released by WHO in 2002. Angkak flour can be supplemented into steamed buns to produce a product with functional values. In order to produce steamed buns with desirable physical qualities and antioxidant activity, appropriate mixing time, mixing speed, and angkak concentration are needed. This experiment aims to find the best processing parameter to make steamed bun supplemented with three concentration of angkak (per kilogram flour) (0%, 0,25%, and 0,5%). Mixing was done in two different stages, the initial slow speed (stage 1), and then followed with fast speed (stage 2; marked with *). There were four variations of mixing time in minutes, which are 2 and 2*; 2 and 3*; 3 and 2*; 3 and 3*. The analysis of antioxidant activity contained in steamed buns was conducted by DPPH method. Physical analyses were conducted by using texture analyzer to measure textural properties of steamed buns, seed displacement to measure the volume, and L*a*b* method to measure color. The results show that the higher concentration of angkak supplemented will result on the higher antioxidant activity, volume expansion, and a* value, but also followed with the lower hardness and b* value. The longer the mixing time will result on the higher volume expansion.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Transformasi Monascus Purpureus Mutan Albino Menggunakan Gen Nitrat Reduktase Dari Aspergillus Nidulans.

Transformasi Monascus Purpureus Mutan Albino Menggunakan Gen Nitrat Reduktase Dari Aspergillus Nidulans.

A heterologous transformation for Monascus purpureus albino’s mutant was developed base on the nitrate reductase structural gene (niaD) from Aspergillus nidulans. An auxotroph of nitrate reductase from the albino’s mutant was obtained by mutation using ethyl methanesulphonate (2.5 % v/v) and chlorate (0.4 mM). This auxotroph was transformed to prototroph using niaD gene in pSTA14 plasmid, through protoplast treated by polyethyleneglycol. Transformation process yielded transformation frequencies about 2-16 transformants per µg DNA plasmid. Mytotic stability studies demonstrated that all transformants were stabile up to 5 generation. The presence of the niaD gene in transformants genome was analysed by PCR.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

POTENSI Monascus purpureus UNTUK MEMBUAT PAKAN KAYA KAROTENOID MONAKOLIN DAN APLIKASINYA UNTUK MEMPRODUKSI TELUR UNGGAS RENDAH KOLESTEROL.

POTENSI Monascus purpureus UNTUK MEMBUAT PAKAN KAYA KAROTENOID MONAKOLIN DAN APLIKASINYA UNTUK MEMPRODUKSI TELUR UNGGAS RENDAH KOLESTEROL.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kapang Monascus purpureus dapat meningkatkan kualitas bahan pakan limbah pertanian seperti ampas sagu, kulit umbi ubi kayu dan dedak. Kondisi optimum fermentasi dengan Monascus purpureus diperoleh komposisi substrat masing-masing ASAT, KUUKAT dan DAT dengan ketebalan masing-masing 1cm dan 2 cm, dosis inokulum 10% dan lama inkubasi 8 hari dapat meningkatkan kandungan monakolin dan protein kasar. Pada kondisi ini diperoleh kandungan monakolin yaitu 558,46 µg/g, protein kasar 20,23 %, serat kasar 16,48%,lemak 1,16%, kalsium 0,16%, phospor 0,04%. Disamping itu kandungan asam amino, kualitas protein dan energi metabolis juga meningkat setelah fermentasi. Peningkatan asam amino dan retensi nitrogen tertinggi terdapat pada perlakuan campuran dedak dengan ampas tahu fermentasi yaitu 65,34% , sedangkan energi metabolis tertinggi terdapat pada campuran ampas sagu dan ampas tahu fermentasi yaitu 2707,63 kkal/kg. Produk fermentasi dengan kapang Monascus purpureus yang terpilih ini perlu dilakukan evaluasi secara biologis terhadap ternak unggas (ayam, itik dan puyuh) petelur untuk mengetahui pengaruhnya terhadap produksi telur dan kualitas telur (rendah kolesterol) unggas.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN AIR SEDUHAN BERAS YANG DIFERMENTASI OLEH Monascus Purpureus (ANGKAK) TERHADAP  Pengaruh Pemberian Air Seduhan Beras Yang Difermentasi Oleh Monascus Purpureus (Angkak) Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Serum Pada Tikus Putih.

PENGARUH PEMBERIAN AIR SEDUHAN BERAS YANG DIFERMENTASI OLEH Monascus Purpureus (ANGKAK) TERHADAP Pengaruh Pemberian Air Seduhan Beras Yang Difermentasi Oleh Monascus Purpureus (Angkak) Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Serum Pada Tikus Putih.

Angkak yang merupakan beras hasil fermentasi dari kapang Monascus purpureus, warna merah yang dihasilhkan dari fermentasi merupakan pigmen dari Monascus purpureus. Pigmen merah yang dihasilkan dipengaruhi oleh kandungan vitamin B1, fosfat, dan kalium pada beras. Sedangkan methionin yang terkandung dalam beras, merupakan asam amino esensial bagi biosintesis dari lovastatin. Selain memilki kandungan nutrisi seperti beras, lovastatin yang memiliki kemampuan untuk menghambat sintesis kolesterol karena menghambat aktifitas HMGCoA reduktase enzim penentu biosintesis kolestrol. Sifat ini dimanfaatkan sebagai obat untuk program diet, pencegah aterosklerosis, jantung koroner dan stroke. Pemberian lovastatin secara rutin kepada penderita hiperkolesterolemia dapat menurunkan kolesterol darah hingga 30% (Kasim, 2006).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Agrobacterium Tumefaciens-Mediated Genetic Transformation Of Monascus Purpureus Albino Mutant.

Agrobacterium Tumefaciens-Mediated Genetic Transformation Of Monascus Purpureus Albino Mutant.

Monascus purpureus is a red fungus that produces various secondary metabolites, such as pigments, monacolin K, and citrinin. The pigments are traditionally used as food and cosmetic colorants, whereas monacolin K shows an antihypercholesterolemic activity. Citrinin shows an antimicrobial activity against Gram positive bacteria, but it has carcinogenic, teratogenic and nephrotoxic properties (Blanc et al., 1998; Lakrod et al., 2000). Many researches have been done to eliminate this toxic metabolite from Monascus products. Since citrinin precursor is similar to its pigments, their biosynthesis might be manipulated by the genetic engineering method. However, this method requires comprehensive information about genetic transformation in M. purpureus (Blanc et al., 1998a; Hajjaj et al., 1999). The optimal conditions found for efficient transformation of certain Monascus could not be applied to another Monascus strain (Campoy et al., 2003).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Produksi pigmen merah oleh monascus purpureus dalam medium limbah ubi kayu dengan jumlah starter dan lama fermentasi berbeda - Universitas Negeri Padang Repository

Produksi pigmen merah oleh monascus purpureus dalam medium limbah ubi kayu dengan jumlah starter dan lama fermentasi berbeda - Universitas Negeri Padang Repository

Pigmen merah yang merupakan metabolit skunder dari kapang juga dihasilkan oleh Monascus purpureus . Pigmen merah tersebut dikenal juga dengan pigmen angkak, karena dapat memproduksi angkak, yaitu makanan tradisional berupa beras yang sudah difermentasi oleh M.purpureus sehingga berwarna merah. Pewarna alami makanan lebih disukai karena lebih aman untuk kesehatan dibandingkan dengan pewarna sintetis yang beberapa diantaranya bersifat karsinogenik. Limbah kulit ubi kayu yang sebenarnya masih mengandung senyawa gizi terutama karbohidrat dapat dimanfaatkan untuk media fermentasi terutama sebagai substrat M. purpureus dalam menghasilkan pigmen merah.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PEMBERIAN CAMPURAN DEDAK DAN AMPAS TAHU FERMENTASI DENGAN Monascus purpureus TERHADAP PERFORMA DAN KUALITAS TELUR AYAM.

PEMBERIAN CAMPURAN DEDAK DAN AMPAS TAHU FERMENTASI DENGAN Monascus purpureus TERHADAP PERFORMA DAN KUALITAS TELUR AYAM.

1. Memberikan informasi pada masyarakat bahwa campuran dedak dan ampas tahu fermentasi dengan Monascus purpureus dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pakan alternatif yang mengurangi penggunaan jagung dan bungkil kedelai dalam ransum ayam petelur.

13 Baca lebih lajut

MUTU SEDIAAN LIPSTIK DARI KOMBINASI EKSTRAK BIJI ANGGUR (Vitis vinifera) DAN ANGKAK (Monascus purpureus).

MUTU SEDIAAN LIPSTIK DARI KOMBINASI EKSTRAK BIJI ANGGUR (Vitis vinifera) DAN ANGKAK (Monascus purpureus).

Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan variasi ekstrak dan tiga (3) kali ulangan pada uji sumuran. Kontrol positif (+) berupa kloramfenikol dan kontrol negatif (-) berupa etanol 95%. Rancangan Acak Kelompok digunakan karena penelitian ini tidak membandingkan zona hambat antarkedua bakteri yang diujikan, sehingga faktor bakteri uji dianggap heterogen. Uji sumuran dilakukan terhadap variasi konsentrasi ekstrak biji anggur (Vitis vinifera) (1; 1,5; 2%) sebagai agen preventif dan variasi konsentrasi ekstrak angkak (Monascus purpureus) (4%; 8%; 12%) sebagai agen pewarna (dengan pelarut etanol) dari bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa.Hasil optimal dari masing-masing ekstrak selanjutnya dikombinasikan dalam formulasi sediaan lipstik.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Angkak (Monascus Purpureus) Sebagai Pewarna

Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Angkak (Monascus Purpureus) Sebagai Pewarna

Angkak merupakan produk hasil fermentasi dengan substrat beras yang menghasilkan warna merah karena aktivitas kapang Monascus purpureus sebagai metabolit sekunder. Sejak dulu angkak telah banyak digunakan sebagai pewarna makanan. Disamping itu angkak dapat pula digunakan untuk mengawetkan daging karena mempunyai sifat anti bakteri, mengobati penyakit asma, gangguan saluran cerna, mabuk laut dan luka memar dalam seni pengobatan Cina, meningkatkan intensitas warna merah pada pengolahan daging, serta untuk menambah aroma (Hidayat dan Saati, 2006).

14 Baca lebih lajut

Show all 111 documents...