Morfologi Spermatozoa

Top PDF Morfologi Spermatozoa:

Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica) terhadap Morfologi Spermatozoa Mencit (Mus musculus) Galur DDY | - | EJIP BIOL 2692 8106 1 PB

Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica) terhadap Morfologi Spermatozoa Mencit (Mus musculus) Galur DDY | - | EJIP BIOL 2692 8106 1 PB

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh pemberian ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) terhadap morfologi spermatozoa mencit (Mus musculus) Galur DDY. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan menggunakan rancangan percobaan dengan pola rancangan acak lengkap (RAL). Analisis data menggunakan analisis varian (ANAVA) serta uji lanjut BNT (0,5). Perlakuan yang digunakan adalah mencit (Mus musculus) Galur DDY diberikan ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) dengan 5 konsentrasi yang berbeda yaitu 1%, 2%, 4%, 8%, 16% dan kontrol (tanpa perlakuan) dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menyatakan bahwa ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) berpengaruh terhadap morfologi spermatozoa mencit (Mus musculus) Galur DDY pada konsentrasi 8%.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

MORFOLOGI SPERMATOZOA ITIK LOKAL (Anas platyrhyncos) PASCA PRESERVASI DALAM MEDIUM BERBEDA DIKOMBINASI KRIOPROTEKTAN KUNING TELUR Morphology of Local Duck (Anas platyrhyncos) Spermatozoa Post Preservation In Different Medium Combined in Egg Yolk Cryoprote

MORFOLOGI SPERMATOZOA ITIK LOKAL (Anas platyrhyncos) PASCA PRESERVASI DALAM MEDIUM BERBEDA DIKOMBINASI KRIOPROTEKTAN KUNING TELUR Morphology of Local Duck (Anas platyrhyncos) Spermatozoa Post Preservation In Different Medium Combined in Egg Yolk Cryoprote

Ada beberapa jenis medium yang sering digunakan dalam penyimpanan spermatozoa yaitu Tyrode Lactat, Hepes- buffered, Susu skim, Lactose Monohydrate, Tris–Citrate, dan Test (Varisli et al., 2009), Beltsville Thawing Solution (BTS) (Sumardani et al., 2008). Rifka (1997) melaporkan bahwa PBS (Fosfat Buffer Saline) mengandung natrium piruvat yang merupakan sumber energi bagi spermatozoa dan mempunyai ion anorganik yang lebih banyak dibanding medium lain. Salah satu medium yang sering digunakan adalah Tris karena memiliki toksisitas rendah dan sistem penyangga yang baik dengan mempertahankan pH, tekanan osmotik dan keseimbangan elektrolit (Affandy et al., 1999). Medium tris memiliki kelebihan dari medium lainnya karena konsistensinya encer dan transparan, sehingga mampu melindungi spermatozoa dari kerusakan akibat pembekuan, tidak membatasi gerakan sel spermatozoa dan memudahkan dalam melakukan penilaian (Salisbury dan Vandemark, 1985). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui morfologi spermatozoa itik lokal (Anas platyrhynchos) selama penyimpanan dalam berbagai medium penyimpanan kombinasi krioprotektan kuning telur (EY) berbagai konsentrasi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Perbandingan Hasil Pemeriksaan Morfologi Spermatozoa Manusia Menggunakan Metode Pewarnaan Papanicolaou, Diff-Quik dan Safranin-Kristal Violet di RSUD dr. Soetomo Surabaya Repository - UNAIR REPOSITORY

Perbandingan Hasil Pemeriksaan Morfologi Spermatozoa Manusia Menggunakan Metode Pewarnaan Papanicolaou, Diff-Quik dan Safranin-Kristal Violet di RSUD dr. Soetomo Surabaya Repository - UNAIR REPOSITORY

Semen analisis rutin adalah metode pemeriksaan pada infertilitas pria yang memiliki parameter penting salah satunya adalah morfologi karena dapat menunjukkan potensi kesuburan selain dapat menunjukkan struktur spermatozoa. Dalam fungsinya untuk menunjukkan kesuksesan fertilisasi, kriteria Kruger pada tahun 1986 mengatakan bahwa morfologi berpengaruh sejak proses maturasi spermatozoa hingga fertilisasi. Untuk menilai morfologi tesebut ada beberapa macam metode pewarnaan antara lain Papanicoloau, Diff-Quik dan Safranin-Kristal Violet dimana masing-masing pewarnaan memiliki kekurangan dan kelebihan. Papanicolaou didalam prosedurnya terdiri dari 20 langkah pewarnaan dan 3 bahan pewarna utama yang menentukan baik buruknya interpretasi pada morfologi spermatozoa. Sedangkan Diff-Quik hanya memiliki 5 langkah sederhana dan 3 larutan utama yang menentukan interpretasi morfologi spermatozoa. Safranin Kristal Violet memiliki 2 larutan utama serta 3 langkah sederhana dalam menentukan nterpretasi morfologi spermatozoa dimana belum ada penelitian yang membedakan ketiga metode pewarnaan ini.
Baca lebih lanjut

152 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA JUMLAH LEUKOSIT DENGAN MORFOLOGI SPERMATOZOA PADA PASIEN INFERTILITAS DI RUMAH SAKIT DOKTER KARIADI - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

HUBUNGAN ANTARA JUMLAH LEUKOSIT DENGAN MORFOLOGI SPERMATOZOA PADA PASIEN INFERTILITAS DI RUMAH SAKIT DOKTER KARIADI - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Metoda: Penelitian ini merupakan jenis penelitian adalah penelitian observasiona l retrospektif. Sampel penelitian adalah data primer dari pasien infertilitas yang memeriksakan analisa spermatozoa pada Laboratorium Sentral Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang sebesar 80 sampel dengan kriteria inklusi meliputi pria dengan diagnosa sementara infertilitas, memeriksakan sperma dengan metode sperma analisa manual, dan ditemukan leukosit dalam sperma analisa. Hubungan antara jumlah leukosit dan morfologi spermatozoa dianalisis menggunakan Spearman test dengan tingkat kepercayaan 95%
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

Gambaran Morfologi Spermatozoa pada Perokok Sedang di Lingkungan PE Group yang Datang ke Bagian Biologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Gambaran Morfologi Spermatozoa pada Perokok Sedang di Lingkungan PE Group yang Datang ke Bagian Biologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Tingginya angka pria perokok di seluruh dunia dan fakta bahwa asap rokok mengandung lebih dari 4000 bahan berbahaya yang dapat mengganggu sistem reproduksi. Gangguan yang terjadi dapat berupa penurunan kualitas spermatozoa yang dapat dilihat melalui analisis sperma. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran morfologi spermatozoa pada Perokok sedang di Lingkungan PE Group. Ini merupakan penelitian deskriptif dari September 2012 hingga 2013, menggunakan metode total sampling sebanyak 33 pria perokok yang mendatangi Laboratorium Biologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang. Parameter kelainan morfologi spermatozoa (teratozoospermia) diukur menurut kriteria WHO yaitu apabila jumlah sperma dengan bentuk normal yang dicacah ≥ 30%. Semua sampel menunjukkan hasil yang normal. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah perokok sedang yang diteliti memiliki gambaran morfologi spermatozoa yang normal, dengan abnormalitas kepala sebagai abnormalitas terbanyak dan bentuk kelainan kepala besar sebagai bentuk kelainan yang paling banyak ditemukan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Morfologi Spermatozoa Manusia setelah Simpan Beku dengan Medium TES-Tris Yolk Citrat (TES-TYC) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Morfologi Spermatozoa Manusia setelah Simpan Beku dengan Medium TES-Tris Yolk Citrat (TES-TYC) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

yang mengalami pembengkakan tersebut sebelum berbentuk coiling, dihitung sebagai morfologi spermatozoa normal. Hal tersebut di atas merupakan kemungkinan lain yang menyebabkan morfologi spermatozoa setelah simpan beku tidak berbeda bermakna dengan morfologi spermatozoa sebelum simpan beku (p>0,05). Menurut Underwood (1995), kerusakan akibat trauma mekanik yang parah adalah robeknya membran sel sehingga menyebabkan sitoplasma keluar. Pada penelitian ini tidak dilakukan pengamatan ultra struktur membran sel, namun mengacu pernyataan tersebut di atas kemungkinan kerusakan membran sel spermatozoa cukup parah, sehingga menyebabkan sitoplasma sel keluar. Pada saat pengamatan morfologi spermatozoa, terlihat bagian kepala spermatozoa yang sitoplasmanya keluar akan mengalami pengkerutan. Jika pengkerutan hebat maka kepala
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Efek Rokok Terhadap Morfologi Spermatozoa Pada Perokok Dewasa Berdasarkan Indeks Brinkman.

Efek Rokok Terhadap Morfologi Spermatozoa Pada Perokok Dewasa Berdasarkan Indeks Brinkman.

Rokok mengandung 4800 jenis bahan kimia berbahaya contohnya Tar, Nikotin dan Gas Karbon Monoksida yang menyebabkan peningkatan radikal bebas di dalam tubuh. Radikal bebas sebenarnya secara fisiologis terdapat di tubuh, namun jumlah yang terlalu tinggi dapat menginduksi reaksi inflamasi pada traktus genitalia laki-laki dengan dilepaskannya mediator-mediator inflamasi yang mengaktivasi leukosit. Leukosit yang terinvasi ini menghasilkan ROS dalam kadar yang tinggi pada semen, yang menimbulkan terjadinya stres oksidatif (Colagar et al, 2007). Stres oksidatif akan menganggu proses spermatogenesis sehingga dapat menyebabkan morfologi spermatozoa yang abnormal (Saleh et al,2003). Morfologi spermatozoa yang abnormal meliputi kelainan kepala seperti terlalu besar, terlalu kecil, meruncing dan bercabang, kelainan leher yang asimetris, dan kelainan ekor seperti pendek dan bergelung.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Ekstrak Etanol 90% Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam) Terhadap Konsentrasi Spermatozoa, Morfologi Spermatozoa, Dan Diameter Tubulus Seminiferus Pada Tikus Jantan Galur Sprague-Dawley

Uji Aktivitas Ekstrak Etanol 90% Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam) Terhadap Konsentrasi Spermatozoa, Morfologi Spermatozoa, Dan Diameter Tubulus Seminiferus Pada Tikus Jantan Galur Sprague-Dawley

Tanaman kelor (Moringa oleifera Lam) dikenal sebagai miracle tree karena hampir tiap bagian tanaman ini dapat digunakan untuk berbagai pengobatan. Daun Moringa oleifera mengandung beberapa golongan metabolit sekunder utama seperti alkaloid, flavonoid, tanin, dan isotiosianat yang berpotensi sebagai agen antifertilitas. Penelitian ini dilakukan untuk menguji potensi efek antifertilitas ekstrak etanol 90% daun kelor (Moringa oleifera Lam) pada tikus jantan. Penelitian ini bersifat rancang acak lengkap. Dua puluh ekor tikus jantan galur Sprague dawley dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol (Na CMC 0,5%), kelompok perlakuan I (200mg/kgBB), II (400 mg/kgBB), dan III (600 mg/kgBB). Ekstrak diberikan secara oral setiap hari selama 15 hari. Pada hari ke-16 tikus dikorbankan dan dilakukan pembedahan. Parameter antifertilitas yang dievaluasi pada penelitian ini terdiri dari konsentrasi spermatozoa, morfologi spermatozoa, dan diameter tubulus seminiferus. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan menggunakan uji one way ANOVA, Kruskal Wallis, dan LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 90% daun Moringa oleifera pada dosis 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, dan 600 mg/kgBB dapat menurunkan konsentrasi spermatozoa, meningkatkan abnormalitas morfologi spermatozoa, dan menurunkan diameter tubulus seminiferus secara bermakna terhadap kontrol (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, ekstrak etanol 90% daun Moringa oleifera memiliki efek antifertilitas yang selanjutnya dapat dikembangkan.
Baca lebih lanjut

116 Baca lebih lajut

PENGARUH MONOSODIUM GLUTAMATE (MSG) TERHADAP JUMLAH DAN MORFOLOGI SPERMATOZOA TIKUS JANTAN DEWASA (Rattus norvegicus)

PENGARUH MONOSODIUM GLUTAMATE (MSG) TERHADAP JUMLAH DAN MORFOLOGI SPERMATOZOA TIKUS JANTAN DEWASA (Rattus norvegicus)

mempengaruhi membran plasma spermatozoa yang mengandung fosfolipid dan asam lemak tak jenuh dalam jumlah besar, dimana asam lemak tak jenuh rentan terhadap ROS terutama radikal hidroksil yang merupakan turunan paling reaktif, ini dikarenakan radikal hidroksil akan menimbulkan reaksi rantai yang disebut peroksidasi lipid sehingga berakibat terputusnya rantai asam lemak menjadi senyawa yang bersifat toksik terhadap sel spermatozoa. Proses peroksidasi dimulai dengan terbentuknya carbon centered radical pada lapisan fosfolipid dan selanjutnya bereaksi dengan oksigen membentuk radikal bebas baru yaitu radikal bebas peroksil. Radikal peroksil cukup reaktif untuk menyerang asam lemak di sekitarnya sehingga dapat terbentuk lipid hidroperoksida dan carbon centered radical yang baru dan disebut radikal hidroksil. Penimbunan hidroperoksida lipid pada membran akan menyebabkan gangguan pada fungsi sel. (13) . Hal inilah sebagai agen utama perubahan morfologi spermatozoa dari normal menjadi abnormal (6) .
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH SUPLEMENTASI SARI KURMA PER ORAL DAN LAMA THAWING TERHADAP MOTILITAS PROGRESIF DAN MORFOLOGI SPERMATOZOA BEKU KAMBING KACANG KEMASAN AMPUL PENGARUH SUPLEMENTASI SARI KURMA PER ORAL DAN LAMA THAWING TERHADAP MOTILITAS PROGRESIF DAN MORFOLOGI SPERM

PENGARUH SUPLEMENTASI SARI KURMA PER ORAL DAN LAMA THAWING TERHADAP MOTILITAS PROGRESIF DAN MORFOLOGI SPERMATOZOA BEKU KAMBING KACANG KEMASAN AMPUL PENGARUH SUPLEMENTASI SARI KURMA PER ORAL DAN LAMA THAWING TERHADAP MOTILITAS PROGRESIF DAN MORFOLOGI SPERM

Persentase spermatozoa kambing kacang didapat rata-rata 63.00±2.26%. Hasil ini lebih rendah dibandingkan dengan hasil penelitian Pamungkas et al, (2008), yang menyatakan rataan motilitas individu kambing kacang sebesar 88,57%. Menurut Kartasudjana (2001) motilitas individu spermatozoa sebesar > 60% hasil ini termasuk dalam kisaran normal. Akan tetapi lebih tinggi dibandingkan dengan Suwarso (1999) yang mendapatkan motilitas sekitar 78%. Motilitas individu spermatozoa dipengaruhi oleh umur maturasi, penyimpan energy (ATP), agen aktif, bifisik dan fisiologik, cairan suspensi dan adanya rangsangan atau hambatan (Hafez, 1993).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

SUPLEMENTASI SARI KURMA (Phoenix Dactylifera) PADA PEJANTAN KAMBING KACANG DAN PENGARUHNYA TERHADAP MORFOLOGI DAN MORFOMETRIS SPERMATOZOA - Repository UNRAM

SUPLEMENTASI SARI KURMA (Phoenix Dactylifera) PADA PEJANTAN KAMBING KACANG DAN PENGARUHNYA TERHADAP MORFOLOGI DAN MORFOMETRIS SPERMATOZOA - Repository UNRAM

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian sari kurma (Phoenix Dactylifera) terhadap morfologi dan morfometri spermatozoa kambing kacang. Materi yang digunakan adalah semen kambing kacang umur 2 tahun. Morfologi Spermatozoa dievaluasi menggunakan mikroskop cahaya pembesaran 400, sedangkan morfometri diukur dengan mikroskop phase kontras (Carlzeis-Jerman) dengan perangkat lunak Axio Cam ERc 5S dengan perbesaran 10 X 40. Hasil penelitian menunjukkan, persentase morfologi spermatozoa normal secara signifikan meningkat setelah diberikan sari korma. Demikian juga morfometri spermatozoa. Morfologi spermatozoa sebelum diberikan sari korma dan setelah diberikan sari korma berturut-turut 9,3 ± 2,5 dan 6,1 ± 0,7 Morfometri spermatozoa kambing Kacang sebelum dan setelah diberikan sari kurma berturu-turut untuk panjang kepala, lebar kepala, panjang ekor dan lebar ekor adalah 7,64 ± 0.07 vs 8,51 ± 0,23; 3,91± 0,18 vs 4,70 ± 0,07; 42,57 ± 1,48 vs 47,89 ± 0,69 dan0,86 ± 0,05 vs 1,01 ± 0,09. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa suplementasi sari kurma akan meningkatkan kualitas spermatozoa kambing.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

TAP.COM -   1709 LARUTAN PENGENCER ALTERNATIF NACL 0,9 % DALAM ...

TAP.COM - 1709 LARUTAN PENGENCER ALTERNATIF NACL 0,9 % DALAM ...

diencerkan disebut larutan penyangga atau larutan dapar (Day & Underwood, 2002). Walaupun buffer fosfat mudah didapatkan, namun harganya cukup mahal, maka perlu larutan alternatif yang bisa digunakan sebagai larutan pengencer dalam pengecatan Giemsa yang lebih murah dan mudah didapatkan seperti NaCl dengan konsentrasi 0,9 %. Larutan NaCl 0,9% memiliki sifat isotonis pada cairan sel dan mampu mempertahankan perubahan pH sperma pada suhu kamar (Rahardianto, 2012); (Ansel & Prince, 2004). Larutan NaCl 0,9% memiliki sifat yang mirip dengan buffer dan berdasarkan hasil uji pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti, larutan NaCl 0,9% tidak mempengaruhi kondisi fisik spermatozoa seperti kegunaan buffer fosfat sebagai larutan pengencer cat Giemsa. Namun perlu diuji apakah larutan NaCl 0,9% memiliki kualitas yang sama dengan larutan buffer fosfat sebagai pengencer cat Giemsa dalam analisis morfologi spermatozoa, sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai uji NaCl 0,9% sebagai larutan pengencer alternatif dalam pengecatan Giemsa pada pemeriksaan morfologi spermatozoa.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Kualitas Spermatozoa Sapi Limousin Se Penyimpanan Pada efrigerator dalam Pengencer Two-Step tm Extender dengan Suplementasi Kuning Telur Bebek

Kualitas Spermatozoa Sapi Limousin Se Penyimpanan Pada efrigerator dalam Pengencer Two-Step tm Extender dengan Suplementasi Kuning Telur Bebek

Tujuan dari Penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan kuning telur bebek dalam pengencer two-step Tm extender terhadap motilitas, viabilitas dan morfologi spermatozoa sapi limousin. Penelitian menggunakan eksperimen laboratorium menggunakan pola rangcangan acak lengkap (RAL) dengan 5 kali ulangan dari 5 ejakulasi dari sapi yang sama. Spermatozoa disimpan selama sepuluh hari. Motilitas spermatozoa diamati dengan mikroskop cahaya (200x) pada suhu 37 0 C. Viabiltas spermatozoa diamati dengan pewarnaan eosin menggunakan mikroskop cahaya (400x), morfologi spermatozoa diamati dengan pewarnaan Metilen blue menggunakan mikroskop cahaya (400x). Hasil penelitian menunjukkan suplementasi kuning telur bebek pada pengencer two-step Tm extender berpengaruh terhadap motilitas dan viabilitas, morfologi spermatozoa sapi limousin selama penyimpanan pada suhu 4-5° C. Konsentrasi kuning telur terbaik adalah 15% dalam mempertahankan motilitas (41,00%±2,24) viabilitas (74,44±4,77%) dan morfologi (69,91±1,98%) spermatozoa sapi Limousin setelah penyimpanan empat Hari pada suhu 4-5 0 c.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

DEBU BATU BARA DAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT PADA PEKERJA PERTAMBANGAN BATU BARA

DEBU BATU BARA DAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT PADA PEKERJA PERTAMBANGAN BATU BARA

Infertilitas adalah penyakit sistem reproduksi sebagai kegagalan mencapai kehamilan klinis setelah 12 bulan atau lebih dari hubungan seksual tanpa kondom biasa. Infertilitas terjadi lebih dari 20% pada populasi di indonesia, dan dari kasus tersebut terdapat 40% pada wanita, 40% pada pria dan 20% pada keduanya dan ini yang menyebabkan pasangan suami istri tidak mendapat keturunan. Oleh karena itu, dengan tingginya tingkat kemungkinan terjadinya infertilitas pada pria, perlu dicari obat antifertilitas yang aman dan dapat memperbaiki kualitas sperma. Salah satu alternatif adalah dengan menggunakan suplemen jus buah naga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian suplemen jus buah naga putih terhadap motilitas, jumlah, dan morfologi spermatozoa tikus jantan yang diinduksi siproteron asetat. Penelitian ini menggunakan 24 tikus yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok pertama digunakan sebagai kelompok kontrol, kelompok kedua diberikan jus buah naga putih sebanyak 1 ml selama 24 hari, kelompok ketiga diberikan induksi siproteron asetrat dengan dosis 2 mg selama 7 hari, kelompok keempat diberikan induksi siproteron asetat 2 mg selama 7 hari terlebih dahulu baru kemudian diberi suplemen jus buah naga putih sebanyak 1 ml selama 24 hari. Pengukuran motilitas, jumlah, dan morfologi spermatozoa dilakukan di hari ke-32. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jus buah naga putih dapat meningkatkan motilitas sebesar 46,9%, jumlah 16,2%, dan morfologi 5%. Simpulan, jus buah naga putih dapat meningkatkan motilitas, jumlah, dan morfologi spermatozoa.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Ekstrak Etil Asetat Lumut Hati Mastigophora diclados (Bird. Ex Web.) Nees Terhadap Kualitas Sperma dan Densitas Sel Spermatogenik pada Tikus (Rattus norvegicus) Jantan Galur Sprague Dawley Secara in Vivo

Uji Aktivitas Ekstrak Etil Asetat Lumut Hati Mastigophora diclados (Bird. Ex Web.) Nees Terhadap Kualitas Sperma dan Densitas Sel Spermatogenik pada Tikus (Rattus norvegicus) Jantan Galur Sprague Dawley Secara in Vivo

Di Indonesia sebanyak 30% dari kasus fertilitas disebabkan oleh pria. Beberapa antioksidan terbukti efektif dalam pengobatan infertilitas pada pria. Lumut hati Mastigophora diclados (Bird. Ex Web.) Nees dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan. Dilakukan sebuah penelitian untuk mengetahui pengaruh ekstrak etil asetat lumut hati Mastigophora diclados (Bird. Ex Web.) Nees yang memiliki aktivitas antioksidan terhadap kualitas sperma dan densitas sel spermatogenik. Hewan uji yang digunakan 20 ekor tikus jantan galur sprague dawley berumur 7-8 minggu yang dibagi menjadi empat kelompok yaitu kolompok kontrol, kelompok dosis 1 mg/kgBB, 10 mg/kgBB, 100 mg/kgBB. Perlakuan diberikan selama 48 hari. Kualitas sperma dinilai dari konsentrasi dan morfologi spermatozoa, sedangkan densitas sel spermatogenik dinilai dari diameter tubulus seminiferus serta tebal sel germinal. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis one way ANOVA dan Kruskal Wallis yang dilanjutkan dengan uji Multiple Comparisons. Ada peningkatan konsentrasi spermatozoa secara bermakna (p < 0,05) pada kelompok dosis 10 mg/kgBB dan 100 mg/kgBB. Hasil pengamatan morfologi sperma didapat ada penurunan persentase sperma yang abnormal secara bermakna pada dosis 1 mg/kgBB, 10 mg/kgBB, dan 100 mg/kgBB. Tidak ada parameter densitas sel spermatogenik yang menunjukkan peningkatan yang signifikan pada semua kelompok bila dibandingkan dengan kontrol (P ≥ 0,05).
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Antifertilitas Ekstrak Etanol 96% Daun Sambiloto (Andrographis paniculata Nees.) Pada Tikus Jantan Galur Sprague-Dawley Secara In Vivo

Uji Aktivitas Antifertilitas Ekstrak Etanol 96% Daun Sambiloto (Andrographis paniculata Nees.) Pada Tikus Jantan Galur Sprague-Dawley Secara In Vivo

Sambiloto mempunyai kandungan senyawa aktif utama yaitu andrografolid yang dapat berpotensi sebagai agen antifertilitas. Penelitian ini bersifat eksperimental. Dua puluh ekor tikus jantan galur Sprague-Dawley dibagi menjadi 4 kelompok: kontrol Tween 80 2%, dosis 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB. Pemberian ekstrak etanol 96% daun sambiloto dilakukan secara oral selama 48 hari. Parameter yang diamati adalah konsentrasi spermatozoa, morfologi spermatozoa, jumlah spermatosit pakiten dan konsentrasi testosteron. Hasil yang diperoleh kemudian dianalisa dengan menggunakan analisa One Way ANOVA yang menunjukkan bahwa pada kelompok perlakuan dosis terjadi peningkatan konsentrasi spermatozoa secara tidak bermakna (p ≥ 0,05) terhadap kontrol. Persentase morfologi spermatozoa yang abnormal mengalami peningkatan secara bermakna (p≤0,05) pada semua kelompok perlakuan dosis dibandingkan dengan kontrol. Jumlah spermatosit pakiten pada tahap VII-VIII mengalami penurunan secara bermakna (p≤0,05) antara kontrol dengan kelompok dosis. Hasil analisa data konsentrasi testosteron dengan Paired-Sample T-Test menunjukkan penurunan pada kelompok dosis 200 mg/kgBB dan peningkatan pada kelompok 100 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB, namun yang mengalami perbedaan bermakna (p≤0,05) antara hari ke -0 dan hari ke-49 hanya pada kelompok dosis 100 mg/kgBB. Peningkatan dan penurunan konsentrasi testosteron yang terjadi masih dalam rentang normal konsentrasi testosteron tikus, kecuali pada kelompok dosis 100 mg/kg yang melebihi rentang normal. Berdasarkan hasil penelitian tersebut ekstrak etanol 96% daun sambiloto berpotensi sebagai agen antifertilitas yang dapat dikembangkan.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Ekstrak Biji Annona muricata L. Terhadap Morfologi Normal Spermatozoa Mus musculus yang Dipapar Asap Rokok.

Pengaruh Pemberian Ekstrak Biji Annona muricata L. Terhadap Morfologi Normal Spermatozoa Mus musculus yang Dipapar Asap Rokok.

antioksidan intraseluler (Mostafa, 2010; Aitken dan Roman, 2008; Turner dan Lysiak, 2008). Hasil akhirnya adalah terjadi kerusakan pada morfologi spermatozoa lewat mekanisme gangguan pada spermatogenesis, spermiogenesis, dan kerusakan pada spermatozoa itu sendiri (Dada et al ., 2001; More et al ., 2014)

4 Baca lebih lajut

Karakteristik Semen Segar, Morfologi, dan Pengujian Keutuhan Membran Plasma Spermatozoa Kelinci Lop dan Rex

Karakteristik Semen Segar, Morfologi, dan Pengujian Keutuhan Membran Plasma Spermatozoa Kelinci Lop dan Rex

Penelitian dilakukan untuk mempelajari kualitas semen dari kelinci Lop dan Rex. Sampel semen dikoleksi menggunakan vagina buatan, semen lalu dievaluasi secara makroskopis dan mikroskopis. Evaluasi yang dilakukan meliputi pemeriksaan volume semen, pH, konsistensi, warna semen, gerakan massa, motilitas, skor individu, konsentrasi, dan viabilitas. Morfologi spermatozoa diwarnai menggunakan pewarnaan Williams dan keutuhan membran plasma spermatozoa diuji dengan Hypo-Osmotic Swelling test (HOS test). Larutan hipoosmotik yang digunakan merupakan campuran Fruktosa dan Natrium sitrat bertekanan osmotik 50, 100, dan 150 mOsm/kg. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA, sedangkan data HOS test dianalisis menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan pola tiga faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan massa, motilitas, dan skor individu spermatozoa kelinci Rex berbeda (P<0.05) dengan kelinci Lop, tetapi tidak berbeda (P>0.05) untuk parameter lainnya. Pada pengujian membran plasma utuh (MPU), spermatozoa kelinci Rex berespon (coil) 15 menit lebih cepat dibandingkan kelinci Lop. Hal ini kemungkinan berhubungan dengan komposisi struktur membran plasma dan plasma semen.
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

PEMBERIAN EKSTRAK DAUN CINCAU HIJAU (Cyclea barbata L. Miers) DALAM MENCEGAH PENURUNAN PERSENTASE MORFOLOGI NORMAL SPERMATOZOA - Studi Eksperimental terhadap Tikus Putih Jantan Galur Wistar yang Dipapar Asap Obat Nyamuk Bakar - Unissula Repository

PEMBERIAN EKSTRAK DAUN CINCAU HIJAU (Cyclea barbata L. Miers) DALAM MENCEGAH PENURUNAN PERSENTASE MORFOLOGI NORMAL SPERMATOZOA - Studi Eksperimental terhadap Tikus Putih Jantan Galur Wistar yang Dipapar Asap Obat Nyamuk Bakar - Unissula Repository

Sinaga, E.S., 2012, Pengaruh Isoflavon Kedelai Terhadap Jumlah Kecepatan dan Morfologi Spermatozoa Tikus Putih Jantan Rattus Norvegicus, Dalam :http://pasca.unand.ac.id/id/wp-content/u[r]

5 Baca lebih lajut

Show all 2885 documents...