Motivasi Berprestasi

Top PDF Motivasi Berprestasi:

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DAN

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DAN

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar fisika, (2) Untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar fisika (3) Untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar fisika peserta didik SMP Negeri 7 Prafi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparatif sehingga data dianalisa untuk mendeskripsikan hubungan antara motivasi berprestasi dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar fisika peserta didik. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan regresi linier sederhana dan analisis regresi ganda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) “Ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar”. Hal ini ditunjukan dengan hasil penelitian diperoleh r > r e yaitu 0,595 > 0,396, dan besarnya sumbangan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar peserta didik sebesar 33,1%. (2) “Ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar”. hal ini ditunjukan dengan hasil penelitian diperoleh r > r e yaitu 0,423 > 0,396 dan besarnya sumbangan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar peserta didik sebesar 16,2%. (3) “Ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar”. hal ini ditunjukan dengan hasil penelitian diperoleh r > r e untuk uji regresi berganda didapat koefisien korelasi sebesar 0,609 lebih besar dari r e yaitu 0,396 dan besarnya sumbangan motivasi berprestasi dan kebiasaan belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar peserta didik sebesar 37,1% Artinya, ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dan kebiasaan belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar fisika peserta didik.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

KINERJA KEPALA SEKOLAH DITINJAU DARI HASIL DIKLAT CAKEP DAN MOTIVASI BERPRESTASI DI SDN KABUPATEN LANDAK

KINERJA KEPALA SEKOLAH DITINJAU DARI HASIL DIKLAT CAKEP DAN MOTIVASI BERPRESTASI DI SDN KABUPATEN LANDAK

Kinerja kepala sekolah pada penelitian ini didukung oleh hasil Diklat Cakep serta motivasi untuk berprsetasi yang cukup besar dari kepala sekolah tersebut. Hal ini menunjukkan baiknya kinerja kepala sekolah sangat erat kaitannya dengan aspek hasil Diklat Cakep dan motivasi berprestasi. Diklat merupakan bentuk pengembangan SDM yang amat strategis, sebab dalam program Diklat selalu berkaitan dengan masalah nilai, norma, dan perilaku individu dan kelompok. Program-prpgram yang terdapat dalam Diklat selalu direncanakan untuk tujuan-tujuan seperti pengembangan pribadi, pengembangan profesional, pemecahan masalah, tindakan yang remidial, meningkatkan mobilitas, dan keamanan anggota organisasi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI

HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI

Berjalannya sebuah organisasi sangatlah ditentukan oleh sumber daya manusia yang ada di dalamnya, kemampuan dan keterampilan sangatlah penting namun tidaklah cukup dengan mengandalkan hal tersebut karena faktor hubungan antara atasan dan bawahan serta motivasi berprestasi juga sangat penting dalam tercapainya sebuah kerja sama dalam mencapai tujuan. Dengan motivasi berprestasi dan hubungan kerjasama yang baik maka hasil kerja menjadi optimal. Salah satu faktor yang berpengaruh pada motivasi berprestasi adalah gaya kepemimpinan dalam hal ini penulis menitik beratkan pada gaya kepemimpinan Transformasional yang dapat meningkatkan motivasi berprestasi para bawahan atau anggotanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan transformasional dengan motivasi berprestasi khususnya pada anggota polsek Mojoanyar.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI PEMAIN BASKET DI UMS Hubungan Antara Regulasi Emosi Dengan Motivasi Berprestasi Pemain Basket Di UMS.

HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI PEMAIN BASKET DI UMS Hubungan Antara Regulasi Emosi Dengan Motivasi Berprestasi Pemain Basket Di UMS.

Kesimpulan hipotesis ada hubungan positif yang sangat signifikan antara regulasi emosi dengan motivasi berprestasi. Semakin tinggi regulasi emosi semakin tinggi motivasi berprestasi sebaliknya semakin rendah regulasi emosi maka motivasi berprestasi rendah. Hal ini ditunjukkan dengan nilai = 0,620 dengan sig. = 0,000 (p<0,01). (2) Tingkat regulasi emosi pada subjek tergolong sedang. Hal ini ditunjukkan oleh rerata empirik sebesar 79,05 sedangkan rerata hipotetik sebesar 63. (3) Motivasi berprestasi pada subjek tergolong tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh rerata empirik sebesar 81,08 sedangkan rerata hipotetik sebesar 52,5. (4) Sumbangan efektif (SE) variabel regulasi emosi dengan motivasi berprestasi sebesar 38,4%. Hal ini berarti masih terdapat 61,6% variabel lain yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi diluar variabel regulasi emosi.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

 PENGARUH PELATIHAN MOTIVASI BERPRESTASI   PENGARUH PELATIHAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI.

PENGARUH PELATIHAN MOTIVASI BERPRESTASI PENGARUH PELATIHAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI.

Sebagian orang tidak menyadari bahwa rendahnya percaya diri dapat menimbulkan hambatan besar dalam menjalankan kegiatan sehari hari. Sikap seseorang yang menunjukan dirinya tidak percaya diri antara lain didalam berbuat sesuatu yang penting dan penuh tantangan selalu dihinggapi keragu raguan, mudah cemas, tidak yakin, cenderung menghindar, tidak punya inisiatif, mudah patah semangat, tidak berani tampil didepan orang banyak, dan gejala kejiwaan lain yang menghambat seseorang untuk melakukan sesuatu akan tetapi kjetika seseorang dalam menghadapi masalah berusaha untuk mengatasinya bukan menghindarinya maka seseorang akan lebih mampu untuk menghadapi masalah secara nyata, jujur, dan tidak menjauhinya merupakan salah satu motivasi dalam meningkatkan kepercayaan diri. Salah satu upaya untuk meningkatkan kepercayaan diri seseorang diberikan pelatihan motivasi berpreastasi dimana pelatihan motivasi berprestasi salah satu usaha untuk mengajarkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap tentang motivasi berprestasi yang nantinya akan membawa perubahan energi didalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif atau perasaan dan reaksi untuk mengatasi rintangan, melatih kekuatan dan untuk mencapai sukses.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Keefektifan Teknik Symbolic Modeling untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Peserta Didik SMP | Fauziah | Consilium: Jurnal Program Studi Bimbingan dan Konseling 11036 23170 1 SM

Keefektifan Teknik Symbolic Modeling untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Peserta Didik SMP | Fauziah | Consilium: Jurnal Program Studi Bimbingan dan Konseling 11036 23170 1 SM

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bimbingan kelompok dengan teknik symbolic modeling efektif untuk meningkatkan motivasi berprestasi. Berdasarkan hasil tersebut dapat dijelaskan peningkatan ini dikarenakan dalam pelaksanaannya peneliti menyajikan tayangan baik film, video, maupun cerita biografi. Dengan penggunaan media ini peneliti menampilkan sosok model yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi. Teknik Symbolic modeling lebih menekankan pada belajar meniru dan mengamati segala tingkah laku yang dilakukan model. Alur cerita yang dimainkan oleh model menampilkan bentuk tingkah laku-tingkah laku secara simbolis yang dapat menunjang kesuksesanya. Selanjutnya, peserta didik dapat mengaplikasikannya dengan membentuk tingkah laku seperti model atau merubah tingkah laku lama yang negatif menjadi tingkah laku positif. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan Cruse (2009: 6) bahwa “ one of the greatest strengths of film and video is the ability to communicate with viewers on an emotional, as well as a cognitive, level. Because of this ability to reach viewers’ emotions, video can have a strong positive effect on both motivation and affective learning”.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH KECEMASAN MENGHADAPI TES MATEMATIKA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DITINJAU DARI MOTIVASI  Pengaruh Kecemasan Menghadapi Tes Matematika Terhadap Prestasi Belajar Siswa Ditinjau Dari Motivasi Berprestasi (Pada Siswa Kelas Viii Smp N 1 Rembang Tah

PENGARUH KECEMASAN MENGHADAPI TES MATEMATIKA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DITINJAU DARI MOTIVASI Pengaruh Kecemasan Menghadapi Tes Matematika Terhadap Prestasi Belajar Siswa Ditinjau Dari Motivasi Berprestasi (Pada Siswa Kelas Viii Smp N 1 Rembang Tah

Selain faktor psikis siswa, motivasi berprestasi juga ikut andil dalam mempengaruhi prestasi belajar. Dalam belajar matematika siswa dituntut untuk ulet, tekun dan tidak mudah menyerah. Oleh karena itu, agar siswa dapat berhasil dalam belajar matematika mereka harus mempuyai motivasi berprestasi yang tinggi. Setiap siswa mempunyai motivasi berprestasi yang berbeda-beda ada yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi dan ada juga siswa yang mempunyai motivasi berprestasi rendah. Hanya dengan motivasi yang kuat siswa akan mampu menunjukan minat, kreatifitasnya dan partisipasinya dalam mengikuti kegiatan belajar yang sedang dilaksanakan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA MAHASISWA.

PENDAHULUAN HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA MAHASISWA.

Permasalahan tentang prestasi belajar yang kurang dimiliki oleh mahasiswa karena kurangnya motivasi dalam berprestasi sehinngga pencapaian terhadap prestasi belajar yang kurang merupakan masalah yang menarik. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu hubungan antara motivasi berprestasi dengan prestasi belajar .

Baca lebih lajut

PENGARUH KONSEP DIRI DAN LOCUS OF CONTROL TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI

PENGARUH KONSEP DIRI DAN LOCUS OF CONTROL TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI

Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, motivasi berprestasi mahasiswa berada dalam kategori sedang dengan rata-rata persentase sebesar 70,737%. Motivasi berprestasi tentunya sangat dibutuhkan setiap individu dalam kehidupannya. Individu yang memiliki motivasi berprestasi akan teliti, cermat, peduli, memiliki usaha yang baik, tidak akan cepat menyerah dan tidak pasrah terhadap keadaan ketika memiliki tujuan-tujuan tertentu. Bimbingan dan pembinaan yang diberikan bertujuan agar individu memiliki motivasi berprestasi yang tinggi. Motivasi berprestasi yang tinggi dapat menjadikan seseorang menjadi sukses dan bahagia. Sukada, Sadia &Yudana (2013) melakukan penelitian mengenai pengaruh motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar diperoleh hasil bahwa motivasi berpengaruh pada pencapaian prestasi akademik. Begitu juga penelitian yang dilakukan oleh Donal (2015) bahwa motivasi berprestasi berkontribusi terhadap arah perencanaan karir. Dalam artian bahwa individu yang memiliki motivasi berprestasi tinggi cenderung memiliki arah perencanaan karir yang baik pula. Bahkan dalam situasi lanjut, motivasi berprestasi memberikan pengaruh kepada kinerja.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENINGKATAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 LIWA TAHUN PELAJARAN 2012/2013

PENINGKATAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 LIWA TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Berdasarkan pengolahan data dari hasil skala,dilakukan perhitungan realibilitas dan diketahui hasilnya adalah 0,732. Dari hasil perolehan perhitungan reliabilitas tersebut, setelah dikonfirmasikan dengan kriteria reliabilitas menurut Guliford (Nazir 2003:182) di atas, maka skala motivasi berprestasi ini memiliki reliabilitas 0,732 berada pada angka 0,70 – 0,90 yang berarti memiliki reliabilitas tinggi, Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa skala motivasi brprestasi ini layak untuk digunakan.

36 Baca lebih lajut

pentingnya motivasi berprestasi dalam mencapai keberhasilan akademik siswa

pentingnya motivasi berprestasi dalam mencapai keberhasilan akademik siswa

Sejumlah penelitian juga menjelaskan mengenai pengaruh motivasi belajar dalam keberhasilan prestasi akademik seseorang. Motivasi berprestasi yang dimiliki siswa sangat erat pengaruhnya dengan prestasi akademik siswa sesuai dengan prinsip “Maju Berkelanjutan” atau belajar tuntas, dimana siswa akan merasa memiliki motivasi untuk terus belajar dan berprestasi. Apabila tugas belajar atau penguasaan bidang studi sebelumnya dilalui dengan sukses. Berkaitan dengan ini maka bidang studi harus didesain sedemikian rupa sehingga siswa mampu dan bergairah menguasai materi agar dapat berprestasi tinggi.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPETENSI DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA GURU PENDIDIKAN JASMANI SMP NEGERI SE-KABUPATEN MAJALENGKA

PENGARUH KOMPETENSI DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA GURU PENDIDIKAN JASMANI SMP NEGERI SE-KABUPATEN MAJALENGKA

Berdasarkan hasil temuan, jelas bahwa motivasi berprestasi merupakan sesuatu yang mendorong guru penjas untuk berbuat sebaik mungkin dalam melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Wursanto dalam Supriadi (2012:131), mengemukakan bahwa: pada dasarnya motivasi berprestasi itu timbul dari dua faktor, yaitu: faktor instrinsik adalah dari dalam diri manusia yang berupa kepribadian, pendidikan, pengalaman, dan cita-cita, kemudian dari faktor ekstrinstik adalah faktor dari luar diri manusia, seperti gaya kepemimpinan, life style dan sebagainya. Sehingga bila motivasi berprestasi menurun itu merupakan cermin dari kurang baiknya kedua faktor tersebut yang akan berdampak pada kinerja guru penjas.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA BURNOUT DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI

HUBUNGAN ANTARA BURNOUT DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara burnout dengan motivasi berprestasi akademis pada mahasiswa yang bekerja. Burnout adalah sindrom psikologis yang diakibatkan tekanan dan lingkungan pekerjaan yang tak mendukung serta idealisme yang tak sesuai dengan kenyataan yang berlangsung dari waktu ke waktu yang menyebabkan kelelahan emosional, depersonalisasi dan penurunan pencapaian prestasi pribadi. Motivasi berprestasi adalah proses internal manusia yang mengarahkan dan menggerakan perilaku pada pencapaian tujuan serta kemampuan untuk menghadapi dan mengatasi segala rintangan serta mencapai keberhasilan dalam tugas-tugas yang lebih sulit dalam bidang akademis. Motivasi berprestasi memiliki lima karakteristik yaitu resiko pemilihan tugas, membutuhkan umpan balik, ketekunan, tanggung jawab dan inovatif. Penelitian ini bersifat korelasional yang dilakukan terhadap 98 mahasiswa yang bekerja dari lima lembaga perguruan tinggi di Jakarta dan di Depok, dengan karakteristik antara lain berusia minimal 20 tahun, belum menikah, mengambil Strata Satu dari berbagai jurusan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN  KINERJA GURU   Hubungan antara Motivasi Berprestasi dengan Kinerja Guru.

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN KINERJA GURU Hubungan antara Motivasi Berprestasi dengan Kinerja Guru.

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi = 0,704 dengan sig.= 0,000; p < 0,01. Sehingga hipotesis yang diajukan diterima, dapat dikatakan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara motivasi berprestasi dengan kinerja guru.Tingkat motivasi berprestasi termasuk dalam kategori sangat tinggi dengan rerata empirik 96,39 dan rerata hipotetik 60. Tingkat kinerja guru termasuk ke dalam kategori baik dengan rerata empirik 81,24. Sumbangan efektif motivasi berprestasi dengan kinerja guru sebesar 49,6% dan 50,4% sisanya dipengaruhi variabel lainnya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Gambaran Motivasi Berprestasi Mahasiswa Penerima Beasiswa Bidikmisi Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran.

Gambaran Motivasi Berprestasi Mahasiswa Penerima Beasiswa Bidikmisi Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 61,77% responden termasuk pada motivasi berprestasi tinggi. Simpulannya, mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran memiliki motif yang mendorong dan mengarahkan tingkah laku untuk mencapai kesuksesan. Ciri paling kuat yang terdapat mahasiswa Bidikmisi Fakultas Psikologi Unpad adalah mengadakan antisipasi berencana untuk keberhasilan pelaksanaan tugasnya.

8 Baca lebih lajut

Mahasiswa dan Motivasi Berprestasi.

Mahasiswa dan Motivasi Berprestasi.

Teori ini sebenarnya tetap melihat pada motivasi individu. Mereka yang berjiwa quitter cenderung akan mati di tengah jalan ketika pesaingnya terus berlari tanpa henti. Sementara mereka yang berjiwa camper merasa cukup puas berada atau telah mencapai sebuah target tertentu, meskipun tujuan yang hendak dicapai masih panjang. Mereka yang berjiwa climber akan terus pantang mundur menghadapi hambatan yang ada di hadapannya. Ia anggap itu sebagai sebuah tantangan dan peluang untuk meraih hal yang lebih tinggi yang belum diraih orang lain.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN  Hubungan Antara Motivasi Berprestasi Dengan Adversity Quotient Pada Remaja.

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN Hubungan Antara Motivasi Berprestasi Dengan Adversity Quotient Pada Remaja.

Adversity quotient merupakan kecerdasan yang dimiliki seseorang untuk mengatasi kesulitan dan sanggup untuk bertahan hidup, dalam hal ini tidak mudah menyerah dalam menghadapi setiap kesulitan hidup. Adversity quotient berarti bisa juga disebut dengan ketahanan atau daya tahan seseorang ketika menghadapi masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi dengan adversity quotient, 2) untuk mengetahui tingkat adversity quotient pada remaja SMA 2 Sukoharjo, 3) untuk mengetahui tingkat motivasi berprestasi pada remaja SMA 2 Sukoharjo. Hipotesis dalam penelitian ini adalah : ada hubungan positif antara motivasi berprestasi dengan adversity quotient pada remaja.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH KELINCAHAN, DAYA TAHAN, DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PRESTASI ATLET PBSI KOTA BINJAI TAHUN 2016.

PENGARUH KELINCAHAN, DAYA TAHAN, DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PRESTASI ATLET PBSI KOTA BINJAI TAHUN 2016.

Adapun faktor lain yang menjadi penghambat prestasi atlet PBSI kota Binjai adalah kurangnya motivasi berprestasi atlet tersebut, hal ini dapat dilihat dari daya juang, kemauan, dan semangat atlet tersebut. Motivasi berprestasi menjadi bagian terpenting pada setiap atlet dikarenakan motivasi berprestasi ini dapat merubah sesuatu hal yang tidak mungkin menjadi mungkin dalam setiap olahraga prestasi khususnya dalam hal ini pada olahraga bulutangkis. Motivasi berprestasi ini dapat dijadikan sebagai pemicu semangat, daya juang, dan rasa percaya diri seorang atlet meningkat. Hal ini dapat dilihat dari suatu contoh, dengan hanya termotivasi ingin menjadi juara pada suatu pertandingan seorang atlet bisa memberikan permainan yang terbaiknya,bahkan ia sendiri tidak menduga dapat seperti itu.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Motivasi Berprestasi dengan Stres Kerja

Motivasi Berprestasi dengan Stres Kerja

Berdasarkan hasil wawancara di atas, menunjukkan adanya fenomena stres kerja seperti yang disampaikan oleh Braham (dalam Rivai & Mulyadi, 2009) dan adanya fenomena turunnya motivasi berprestasi McClelland (dalam Robbins & Judge, 2008). Menurut Braham (dalam Rivai & Mulyadi, 2009) stres kerja dapat dilihat melalui beberapa aspek, yaitu aspek fisik, emosional, intelektual, dan interper- sonal. Aspek fisik terdiri atas terdiri atas tidur tidak teratur, sakit kepala, adanya gangguan pencernaan, kulit gatal-gatal, punggung terasa sakit, urat-urat pada bahu terasa tegang, keringat berlebih, tekanan darah tinggi, dan mudah lelah. Aspek emosional seperti mudah marah, mudah tersinggung, gelisah, sedih, dan gugup. Aspek intelektual meliputi kacaunya pikiran, mudah lupa, sulit berkonsentrasi, melamun berlebihan, dan hanya memikir- kan pekerjaan. Aspek interpersonal meliputi tak acuh pada rekan kerja, keper- cayaan pada orang lain menurun, mudah
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN KESIAPAN MEMASUKI DUNIA KERJA PADA REMAJA DI PANTI SOSIAL BINA REMAJA YOGYAKARTA.

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN KESIAPAN MEMASUKI DUNIA KERJA PADA REMAJA DI PANTI SOSIAL BINA REMAJA YOGYAKARTA.

kategori tinggi, dengan jumlah 21 orang (55,3%) dari 38 orang (100%). Hal ini menunjukan bahwa sebagian dari remaja PSBR Yogyakarta memiliki keinginan untuk berhasil dalam keterampilan yang sedang ditekuninya. Keberhasilan seseorang dalam setiap aktivitas dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor dari dalam diri individu maupun dari luar individu. Hal tersebut sesuai dengan yang diungkapkan oleh Martaniah (dalam Sugiyanto, 2011: 5-7) bahwa motivasi berprestasi dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor individu (intern) dan faktor lingkungan (ekstern). Faktor individu ini meliputi kemampuan, kebutuhan, minat, harapan/ keyakinan, sedangkan faktor lingkungan terdiri dari adanya norma standar yang harus dicapai, ada situasi kompetisi, dan terdapat jenis tugas serta situasi menantang.
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...