Motivasi Berprestasi

Top PDF Motivasi Berprestasi:

PENGARUH KOMPETENSI DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA GURU PENDIDIKAN JASMANI SMP NEGERI SE-KABUPATEN MAJALENGKA

PENGARUH KOMPETENSI DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA GURU PENDIDIKAN JASMANI SMP NEGERI SE-KABUPATEN MAJALENGKA

Untuk mengembangkan motivasi berprestasi yang baik, harus menjauhkan saran-saran atau sugesti yang negatif yang dilarang oleh agama atau yang bersifat asosial dan dursila, yang lebih penting lagi adalah membina pribadi agar dalam diri terbentuk adanya motif-motif yang mulia, luhur, dan dapat diterima masyarakat. Untuk itu, berbagai usaha dapat kita lakukan. Kita dapat mengatur dan menyediakan situasi-situasi baik dalam lingkungan keluarga maupun sekolah yang memungkinkan timbulnya persaingan atau kompetisi yang sehat, membangkitkan self-competition dengan jalan menimbulkan perasaan puas terhadap hasil-hasil dan prestasi yang telah dicapai, betapa pun kecil atau sedikitnya hasil yang dicapai itu. Membiasakan untuk mendiskusikan suatupendapat dan dapat pula memperkuat motivasi berprestasi yang baik pada diri.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DAN

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DAN

Peserta didik adalah orang yang mempunyai dasar-dasar potensi, yang perlu dikembangkan melalui pendidikan, baik secara psikis maupun fisik. Peserta didik pada dasarnya ingin berhasil dalam proses belajar atau mencapai prestasi yang diinginkan, namun untuk mencapai prestasi yang baik peserta didik menemuhi hambatan- hambatan yang menyebabkan kegagalan dalam mencapai prestasi. Oleh karena itu untuk mencapai prestasi belajar yang diinginkan maka perlu melihat beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar .Prestasi belajar dipengaruhi beberapa faktor (internal) dan faktor ( eksternal), faktor (internal ) tersebut diantaranya adalah faktor intelektif dan faktor nonintelektif, faktor intelektif yaitu kecerdasan peserta didik dan faktor non intelektif yaitu motivasi berprestasi dan kebiasaan belajar peserta didik. Sedangkan faktor (eksternal) meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, keadaan sosial ekonomi, dan sebagainya [1].
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Keefektifan Teknik Symbolic Modeling untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Peserta Didik SMP | Fauziah | Consilium: Jurnal Program Studi Bimbingan dan Konseling 11036 23170 1 SM

Keefektifan Teknik Symbolic Modeling untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Peserta Didik SMP | Fauziah | Consilium: Jurnal Program Studi Bimbingan dan Konseling 11036 23170 1 SM

Dunia pendidikan semakin disoroti keberadaanya karena semakin hari belum menunjukkan hasil nyata terkait peningkatan kualitas pendidikan. Terbukti dari perolehan prestasi di tingkat dunia, pendidikan Indonesia masih berada di posisi sedang yakni berada diperingkat 68 dari 127 diperoleh dari Educational of All Developmental Index (EDI) report 2013 posisi ini masih lebih rendah dari negara Malaysia (65) dan Brunei (34). Data tersebut menunjukkan bahwa pendidikan Indonesia masih menunjukkan prestasi yang belum maksimal. Keadaan ini diakibatkan beberapa hal diantaranya, seperti masih kurangnya fasilitas yang diterima oleh peserta didik, kualitas pendidik, serta peran aktif peserta didik itu sendiri. Salah satu penyebab dari rendahnya prestasi peserta didik adalah berasal dari dalam diri (intrinsic) peserta didik yaitu terkait dengan motivasi berprestasi. Hal ini sesuai dengan studi yang dilakukan Suciati (1990) menyimpulkan bahwa kontribusi motivasi sebesar 36 %, sedangkan McClelland menunjukkan bahwa motivasi berprestasi mempunyai kontribusi sampai 64 % terhadap prestasi peserta didik (Wahyudi, 2010:5).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH KONSEP DIRI DAN LOCUS OF CONTROL TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI

PENGARUH KONSEP DIRI DAN LOCUS OF CONTROL TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI

Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, motivasi berprestasi mahasiswa berada dalam kategori sedang dengan rata-rata persentase sebesar 70,737%. Motivasi berprestasi tentunya sangat dibutuhkan setiap individu dalam kehidupannya. Individu yang memiliki motivasi berprestasi akan teliti, cermat, peduli, memiliki usaha yang baik, tidak akan cepat menyerah dan tidak pasrah terhadap keadaan ketika memiliki tujuan-tujuan tertentu. Bimbingan dan pembinaan yang diberikan bertujuan agar individu memiliki motivasi berprestasi yang tinggi. Motivasi berprestasi yang tinggi dapat menjadikan seseorang menjadi sukses dan bahagia. Sukada, Sadia &Yudana (2013) melakukan penelitian mengenai pengaruh motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar diperoleh hasil bahwa motivasi berpengaruh pada pencapaian prestasi akademik. Begitu juga penelitian yang dilakukan oleh Donal (2015) bahwa motivasi berprestasi berkontribusi terhadap arah perencanaan karir. Dalam artian bahwa individu yang memiliki motivasi berprestasi tinggi cenderung memiliki arah perencanaan karir yang baik pula. Bahkan dalam situasi lanjut, motivasi berprestasi memberikan pengaruh kepada kinerja.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Perbedaan Motivasi Berprestasi Pada India Tamil dan Punjabi di Kota Medan Susi Mariani

Perbedaan Motivasi Berprestasi Pada India Tamil dan Punjabi di Kota Medan Susi Mariani

Motivasi berprestasi juga dipengaruhi oleh budaya. Weber (1930) mengatakan terdapatnya peran nilai etik terhadap perbedaan motivasi berprestasi pada India Tamil dan Punjabi di kota Medan. India Tamil yang beragama Hindu menganut sistem karma dan transmigrasi jiwa sedangkan India Punjabi yang beragama Sikh menganut adanya keterikatan terhadap nilai kerja keras yang besar yaitu ‘kirat’. Menurut Weber (1930) hal ini berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat India. Hal ini menyebabkan orang-orang Sikh (India Punjabi) lebih termotivasi untuk berprestasi dibandingkan dengan orang-orang Hindu (India Tamil). Pada umumnya komunitas Tamil hanya memiliki usaha yang lebih kecil seperti pedagang kaki lima, warung kecil, dan tukang parkir sedangkan komunitas Punjabi memiliki toko dalam mengembangkan usaha mereka.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN PT. DJITOE   Hubungan Antara Motivasi Berprestasi Dengan Kepuasan Kerja Pada Karyawan PT. Djitoe Indonesian Tobacco Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN PT. DJITOE Hubungan Antara Motivasi Berprestasi Dengan Kepuasan Kerja Pada Karyawan PT. Djitoe Indonesian Tobacco Surakarta.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) hubungan antara motivasi berprestasi dengan kepuasan kerja karyawan; 2) peranan antara motivasi berprestasi terhadap kepuasan kerja pada karyawan; 3) tingkat motivasi berprestasi pada karyawan; 4) tingkat kepuasan kerja pada karyawan..

16 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPRIBADIAN, STRES KERJA, KEMAMPUAN DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA GURU DALAM IMPLEMENTASI KTSP PADA SMK SWASTA DI KOTA MEDAN.

PENGARUH KEPRIBADIAN, STRES KERJA, KEMAMPUAN DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA GURU DALAM IMPLEMENTASI KTSP PADA SMK SWASTA DI KOTA MEDAN.

Diungkapkan oleh Robbins dan Judge (2009:214) bahwa, Mc Clelland membagi motivasi dalam tiga bentuk, yaitu: (1) motivasi berprestasi, adalah dorongan untuk mencapai keunggulan, untuk memenuhi sejulah standard an untuk memperjuangkan kesuksesan; (2) motivasi kekuasaan, adalah keinginan untuk membuat orang lain berperilaku yang tidak mereka inginkan; (3) motivasi berafiliasi adalah keinginan untuk membina suatu hhubungan antara personal yang ramah dan akrab. Menurut Luthans (2008:162) prestasi dapat didefinisikan sebagai tingkat dimana orang berharap menyelesikan sasaran yang menentang, berhasil dalam suatu persaingan dan menunjukkan keinginan untuk umpan balik yang jelas berkaita dengan kinerja.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN  KINERJA GURU   Hubungan antara Motivasi Berprestasi dengan Kinerja Guru.

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN KINERJA GURU Hubungan antara Motivasi Berprestasi dengan Kinerja Guru.

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi = 0,704 dengan sig.= 0,000; p < 0,01. Sehingga hipotesis yang diajukan diterima, dapat dikatakan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara motivasi berprestasi dengan kinerja guru.Tingkat motivasi berprestasi termasuk dalam kategori sangat tinggi dengan rerata empirik 96,39 dan rerata hipotetik 60. Tingkat kinerja guru termasuk ke dalam kategori baik dengan rerata empirik 81,24. Sumbangan efektif motivasi berprestasi dengan kinerja guru sebesar 49,6% dan 50,4% sisanya dipengaruhi variabel lainnya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI  DENGAN KINERJA KARYAWAN Hubungan Antara Motivasi Berprestasi dengan Kinerja Karyawan.

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN KINERJA KARYAWAN Hubungan Antara Motivasi Berprestasi dengan Kinerja Karyawan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) hubungan antara motivasi berprestasi dengan kinerja karyawan, 2) tingkat atau kondisi kinerja karyawan, 3) Tingkat atau kondisi motivasi berprestasi karyawan, 4) peran motivasi berprestasi terhadap kinerja karyawan. Hipotesis yang diajukan ada hubungan positif antara motivasi berprestasi dengan kinerja karyawan.

15 Baca lebih lajut

Gambaran Motivasi Berprestasi Mahasiswa Penerima Beasiswa Bidikmisi Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran.

Gambaran Motivasi Berprestasi Mahasiswa Penerima Beasiswa Bidikmisi Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran.

McClelland et al. (1953), menyatakan bahwa indikator dari motif berprestasi ini dapat dilihat dari tingkah laku berprestasi sebagai berikut: (1) Berusaha melakukan kegiatan yang melampaui standar keunggulan internal maupun eksternal; (2) Memperhatikan umpan balik perbuatannya; (3) Berusaha melakukan cara-cara lebih baik dan bersifat kreatif untuk menyelesaikan tugas- tugasnya; (4) Berusaha sekuat kemampuannya dalam mencapai cita-cita; (5) Cenderung memilih tugas dengan kesulitan moderat; dan (6) Mengadakan antisipasi berencana untuk keberhasilan pelaksanaan tugasnya. Motivasi berprestasi yang tinggi dapat dilihat juga dari prestasi yang dicapainya. Pencapaian seorang mahasiswa dapat dilihat dari angka indeks prestasi kumulatif (IPK) dan prestasi akademik serta non akademik lainnya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH KELINCAHAN, DAYA TAHAN, DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PRESTASI ATLET PBSI KOTA BINJAI TAHUN 2016.

PENGARUH KELINCAHAN, DAYA TAHAN, DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PRESTASI ATLET PBSI KOTA BINJAI TAHUN 2016.

Adapun faktor lain yang menjadi penghambat prestasi atlet PBSI kota Binjai adalah kurangnya motivasi berprestasi atlet tersebut, hal ini dapat dilihat dari daya juang, kemauan, dan semangat atlet tersebut. Motivasi berprestasi menjadi bagian terpenting pada setiap atlet dikarenakan motivasi berprestasi ini dapat merubah sesuatu hal yang tidak mungkin menjadi mungkin dalam setiap olahraga prestasi khususnya dalam hal ini pada olahraga bulutangkis. Motivasi berprestasi ini dapat dijadikan sebagai pemicu semangat, daya juang, dan rasa percaya diri seorang atlet meningkat. Hal ini dapat dilihat dari suatu contoh, dengan hanya termotivasi ingin menjadi juara pada suatu pertandingan seorang atlet bisa memberikan permainan yang terbaiknya,bahkan ia sendiri tidak menduga dapat seperti itu.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN KREATIVITAS PADA KARYAWAN  Hubungan Antara Motivasi Berprestasi Dengan Kreativitas Pada Karyawan.

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN KREATIVITAS PADA KARYAWAN Hubungan Antara Motivasi Berprestasi Dengan Kreativitas Pada Karyawan.

Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara motivasi berprestasi dengan kreativitas pada karyawan. Peranan motivasi berprestasi terhadap kreativitas (SE) sebesar 34,8%, sehingga masih terdapat 65,2% faktor lain selain motivasi berprestasi yang mempengaruhi kreativitas.

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI   DENGAN KOMITMEN ORGANISASI  HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN KOMITMEN ORGANISASI.

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN KOMITMEN ORGANISASI HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN KOMITMEN ORGANISASI.

Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh koefisien korelasi (r) = 0,362 dengan p < 0,01, yang berarti ada hubungan positif yang sangat signifikan antara antara motivasi berprestasi dengan komitmen organisasi. Semakin tinggi motivasi berprestasi maka semakin tinggi komitmen organisasi, sebaliknya semakin rendah motivasi berprestasi maka semakin rendah pula komitmen organisasi. Rerata empirik variabel komitmen organisasi sebesar 99,057 dengan rerata hipotetik sebesar 92,5, sehingga rerata empirik > rerata hipotetik yang berarti pada umumnya karyawan CV. Laksana Baru Motor mempunyai komitmen organisasi yang sedang, selanjutnya rerata empirik variabel motivasi berprestasi sebesar 100,717 dengan rerata hipotetik sebesar 92,5. Jadi rerata empirik > rerata hipotetik yang berarti pada umumnya subyek mempunyai motivasi berprestasi yang juga sedang. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara motivasi berprestasi dengan komitmen organisasi. Peranan motivasi berprestasi terhadap komitmen organisasi (SE) sebesar 13,1%, sehingga masih terdapat 86,9% faktor la in selain motivasi berprestasi yang mempengaruhi komitmen organisasi.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN  KINERJA GURU   Hubungan antara Motivasi Berprestasi dengan Kinerja Guru.

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN KINERJA GURU Hubungan antara Motivasi Berprestasi dengan Kinerja Guru.

Motivasi berprestasi pada guru dapat didefinisikan sebagai unsur yang membangkitkan, mengarahkan, dan mendorong seorang guru untuk melakukan tindakan dan mengatasi segala tantangan dan hambatan dalam upaya untuk mencapai tujuan pendidikan. Hilgard (dalam Hidayat, 2008) mengemukakan motivasi beprestasi adalah motif social untuk mengerjakan sesuatu yang berharga atau penting dengan baik dan sempurna untuk memenuhi standart keunggulan dari apa yang dilakukan seseorang.

16 Baca lebih lajut

pentingnya motivasi berprestasi dalam mencapai keberhasilan akademik siswa

pentingnya motivasi berprestasi dalam mencapai keberhasilan akademik siswa

Sejumlah penelitian juga menjelaskan mengenai pengaruh motivasi belajar dalam keberhasilan prestasi akademik seseorang. Motivasi berprestasi yang dimiliki siswa sangat erat pengaruhnya dengan prestasi akademik siswa sesuai dengan prinsip “Maju Berkelanjutan” atau belajar tuntas, dimana siswa akan merasa memiliki motivasi untuk terus belajar dan berprestasi. Apabila tugas belajar atau penguasaan bidang studi sebelumnya dilalui dengan sukses. Berkaitan dengan ini maka bidang studi harus didesain sedemikian rupa sehingga siswa mampu dan bergairah menguasai materi agar dapat berprestasi tinggi.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENINGKATAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 LIWA TAHUN PELAJARAN 2012/2013

PENINGKATAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 LIWA TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Metode penelitian merupakan cara ilmiah yang di gunakan untuk mengumpulkan data dengan tujuan tertentu. Penggunaan metode dimaksudkan agar kebenaran yang diungkap benar-benar dapat dipertanggungjawabkan dan memiliki bukti ilmiah yang akurat dan dapat dipercaya.Karena penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah motivasi berprestasi siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok.

36 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN KESIAPAN MEMASUKI DUNIA KERJA PADA REMAJA DI PANTI SOSIAL BINA REMAJA YOGYAKARTA.

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN KESIAPAN MEMASUKI DUNIA KERJA PADA REMAJA DI PANTI SOSIAL BINA REMAJA YOGYAKARTA.

kategori tinggi, dengan jumlah 21 orang (55,3%) dari 38 orang (100%). Hal ini menunjukan bahwa sebagian dari remaja PSBR Yogyakarta memiliki keinginan untuk berhasil dalam keterampilan yang sedang ditekuninya. Keberhasilan seseorang dalam setiap aktivitas dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor dari dalam diri individu maupun dari luar individu. Hal tersebut sesuai dengan yang diungkapkan oleh Martaniah (dalam Sugiyanto, 2011: 5-7) bahwa motivasi berprestasi dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor individu (intern) dan faktor lingkungan (ekstern). Faktor individu ini meliputi kemampuan, kebutuhan, minat, harapan/ keyakinan, sedangkan faktor lingkungan terdiri dari adanya norma standar yang harus dicapai, ada situasi kompetisi, dan terdapat jenis tugas serta situasi menantang.
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI PEMAIN BASKET DI UMS Hubungan Antara Regulasi Emosi Dengan Motivasi Berprestasi Pemain Basket Di UMS.

HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI PEMAIN BASKET DI UMS Hubungan Antara Regulasi Emosi Dengan Motivasi Berprestasi Pemain Basket Di UMS.

mengelola emosi yang atlet miliki dan diharapkan tidak terjadi reaksi emosional negatif yang tidak diinginkan. Untuk menciptakan motivasi berprestasi, perlunya mengetahui tentang bagaimana mengubah emosi negative menjadi sesuatu yang positif, bahwa kegagalan atau kesulitan yang datang merupakan kesempatan agar bisa berkembang, paradigma seperti ini dapat mengubah cara pandang para pemain bola basket dalam menilai kesulitan, kesedihan, dan kegagalan dari sudut pandang yang berbeda.

19 Baca lebih lajut

 PENGARUH PELATIHAN MOTIVASI BERPRESTASI   PENGARUH PELATIHAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI.

PENGARUH PELATIHAN MOTIVASI BERPRESTASI PENGARUH PELATIHAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh pelatihan motivasi berprestasi terhadap kepercayaan diri. Populasi dalam penelitian ini adalah para siswa dan siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Sine, Ngawi, Jawa Timur. Sedangkan sampel yaitu kelas sebelas IPS 2 untuk uji coba penelitian berjumlah 37 orang, dan kelas IPS 3 untuk kelompok eksperimen berjumlah 21 orang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive non random sampling dimana subyek penelitian diambil berdasarkan ciri ciri yang telah ditentukan yaitu siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sine, Ngawi, Jawa Timur yang duduk di kelas sebelas IPS 2 dan 3, belum pernah mengikuti pelatihan dan bersedia mengikuti eksperimen.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Motivasi Berprestasi terhadap Serious Cyberloafing di PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Regional I Medan

Pengaruh Motivasi Berprestasi terhadap Serious Cyberloafing di PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Regional I Medan

Berdasarkan persamaan garis regresi yang dihasilkan oleh kedua variabel, yakni Y = 40,19 – 0,57 X. Bilamana perilaku serious cyberloafing dilambangkan dengan (Y) dan motivasi berprestasi dilambangkan dengan (X), maka perilaku Y akan berkurang sebesar 0,57 ketika terjadi penambahan pada tiap satuan skor variabel X. Dengan kata lain, semakin tinggi motivasi berprestasi dalam diri individu, maka akan semakin jarang individu terlibat serious cyberloafing. Hasil penelitian juga menunjukkan besaran pengaruh motivasi berprestasi terhadap serious cyberloafing, yaitu sebesar 32% dari total 100%. Hal ini mengindikasikan bahwa 68% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak diteliti dalam penelitian ini, seperti faktor organisasi maupun faktor situasional.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...