motivasi wajib pajak

Top PDF motivasi wajib pajak:

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI WAJIB PAJAK TERHADATINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK DENGAN KESADARAN WAJIB PAJAK SEBAGAI VARIABLE INTERVENING | Sitorus | MEDIA AKUNTANSI PERPAJAKAN 764 2371 1 SM

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI WAJIB PAJAK TERHADATINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK DENGAN KESADARAN WAJIB PAJAK SEBAGAI VARIABLE INTERVENING | Sitorus | MEDIA AKUNTANSI PERPAJAKAN 764 2371 1 SM

Sesuai dengan penelitian Raisya Ibtida ( 2010 ), dengan judul Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak dan Pelayanan Fiskus terhadap Kinerja Penerimaan Pajak dengan Kepatuhan Wajib Pajak sebagai Variabel Intervening (studi pada wajib pajak di Jakarta Selatan). mendapatkan kesimpulan semua variabel independen memiliki hubungan signifikan terhadap variabel intervening dan kepatuhan memiliki hubungan signifikan terhadap kinerja penerimaan pajak sebagai variabel dependen. Tingkat kesadaran wajib pajak masih sangat rendah untuk menjalankan reformasi perpajakan, guna membiayai kelangsungan pembangunan nasional. maka ditetapkan hipotesis ketiga dalam penelitian ini, yaitu: H3: Lingkungan Kerja Dan Motivasi Wajib Pajak Terhadap Kesadaran Wajib Pajak.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Tingkat Pengetahuan Wajib Pajak Tentang Perpajakan dan Penerapan Sanksi Pajak Terhadap Tingkat Motivasi Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Membayar Pajak (Survei pada WPOP Di Kpp Pratama Majalaya)

Pengaruh Tingkat Pengetahuan Wajib Pajak Tentang Perpajakan dan Penerapan Sanksi Pajak Terhadap Tingkat Motivasi Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Membayar Pajak (Survei pada WPOP Di Kpp Pratama Majalaya)

Sanksi perpajakan sebagaimana yang diatur dalam UU.No.9 tahun 1994 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menegaskan hukum pajak sehingga ditaati oleh masyarakat (Ridwan, 2005:57). Penerapan sanksi perpajakan baik administrasi (denda, bunga, dan kenaikan) dan pidana (kurungan atau penjara) mendorong motivasi wajib pajak, namun penerapan sanksi harus konsisten dan berlaku terhadap semua wajib pajak, penerapan perlakuan pajak yang adil terhadap wajib pajak mendorong motivasi wajib pajak karena hal tersebut menciptakan persaingan yang sehat dalam dunia usaha, sebaliknya perlakuan pajak yang diskriminasi justru menyebabkan rendahnya motivasi pajak (John Hutagaol:2007).
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

PENGARUH KESADARAN WAJIB PAJAK, PENGETAHUAN PERPAJAKAN, KUALITAS PELAYANAN PAJAK DAN SANKSI PAJAK TERHADAP MOTIVASI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM MEMBAYAR PAJAK (Studi Kasus pada Kantor KPP Ilir Timur Palembang)

PENGARUH KESADARAN WAJIB PAJAK, PENGETAHUAN PERPAJAKAN, KUALITAS PELAYANAN PAJAK DAN SANKSI PAJAK TERHADAP MOTIVASI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM MEMBAYAR PAJAK (Studi Kasus pada Kantor KPP Ilir Timur Palembang)

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kesadaran wajib pajak, pengetahuan perpajakan, kualitas pelayanan pajak dan sanksi perpajakan terhadap motivasi wajib pajak orang pribadi dalam membayar pajak. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 orang responden yang merupakan wajib pajak terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ilir Timur Palembang. Hasil dalam penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner yang diproses dan dianalisis dengan menggunakan analisis regresi berganda. Metode yang digunakan dalam penentuan sampel dalam penelitian ini adalah Kuantitatif. Uji kualitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil data penelitian ini menunjukkan bahwa variabel yang lain seperti kesadaran wajib pajak dan kualitas pelayanan pajak secara individual berpengaruh terhadap motivasi wajib pajak orang pribadi dalam membayar pajak Sedangkan pengetahuan perpajakan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi wajib pajak orang pribadi dalam membayar pajak sanksi pajak juga tidak berpengaruh terhadap motivasi wajib pajak orang pribadi dalam membayar pajak
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Analisis pengaruh pengetahuan tentang pajak,kualitas pelayanan pajak,ketegasan sanksi perpajakan dan tingkat pendidikan terhadap motivasi wajib pajak dalam membayar pajak

Analisis pengaruh pengetahuan tentang pajak,kualitas pelayanan pajak,ketegasan sanksi perpajakan dan tingkat pendidikan terhadap motivasi wajib pajak dalam membayar pajak

Setiap jenis pelanggaran pajak mulai dari yang tingkatannya paling kecil sampai yang paling berat sudah tersedia ancaman sanksinya. Hal ini semakin tercermin pasca amandemen Undang-undang Ketentuan Umum dan tata Cara Perpajakan (UU Nomor 28 Tahun 2007) yang berhasil menggulirkan ketentuan-ketentuan baru menyangkut sanksi seputar pelanggaran kewajiban wajib pajak dan fiskus. Peraturan itu dibuat untuk meminimalisir tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan baik oleh wajib pajak maupun fiskus. Untuk mendukung peraturan tersebut diperlukan penegakkan hukum secara adil oleh aparat pajak terhadap wajib pajak yang lalai dalam membayar pajak sehingga diharapkan mampu mendorong motivasi wajib pajak dalam membayar pajak. Oleh karena itu, ketegasan sanksi perpajakan sangat diperlukan agar kesadaran masyarakat dalam membayar pajak dapat meningkat.
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

Pengaruh Postur Motivasi Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi

Pengaruh Postur Motivasi Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi

Penelitian yang dilakukan oleh Braithwaite, Murphy, and Reinhart (2007) menggunakan indi- kator postur motivasi (motivational posture) untuk mengetahui motivasi wajib pajak dalam meme- nuhi kepatuhan pajak. Postur motivasi adalah gabungan dari kepercayaan, sikap, preferensi, minat, dan perasaan yangsecara simultan akan mengkomunikasikan sejauh manasikap suatu individu terhadap kebijakan pemerintah. Postur motivasi menjelaskan sikap wajib pajak yang harus dikelola ketika fiskus membutuhkan per- ubahan atau menginginkan penjelasan atas suatu perilaku pajak atau jarak sosial yang diambil oleh wajib pajak ketika berhadapan dengan fiskus. Perilaku pajak yang terkait dengan kepatuhan atau ketidakpatuhan antara lain adalah tidak menyampaikan surat pemberitahuan tahunan, tidak melaporkan pendapatan dalam surat pem- beritahuan tahunan, keterlibatan dalam shadow economy, atau tidak melaporkan biaya sesungguh- nya. Cara pandang atau evaluasi wajib pajak terhadap fiskus tampak dalam lima postur moti- vasi yang diidentifikasikan dalam penelitian ter- sebut adalah 1) commitment, 2) capitulation, 3) resistance, 4) disengagement dan 5) game playing. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa commit- ment adalah tingkatan ketika wajib pajak secara sadar berkeinginan atas kehendaknya sendiri untuk merasa terlibat dengan misi otoritas pajak sebagai regulator. Capitulation menggambarkan individu yang menerima berbagai aturan yang diterapkan kepadanya oleh otoritas pajak tanpa harus merasa terlibat dengan otoritas pajak. Resistance adalah suatu perlawanan terbuka ter- hadap otoritas pajak. Disengagement menunjuk- kan keterpisahan psikologis wajib pajak dari otoritas pajak dan game playing mewakili perilaku dan praktek untuk menghindar dari ketentuan dengan cara “memainkan aturan” .
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Istanto, Fery. “ Analisis Pengaruh Pengetahuan Tentang Pajak, Kualitas Pelayanan Pajak, Ketegasan Sanksi Perpajakan dan Tingkat Pendidikan Terhadap Motivasi Wajib Pajak Dalam Membayar Pajak ”. Skripsi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Tahun 2010.

2 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.1 Penelitian Terdahulu - PENGARUH MODERNISASI SISTEM PERPAJAKAN, KESADARAN PAJAK DAN SANKSI PAJAK TERHADAP KEMAUAN MEMBAYAR PAJAK (KPP PRATAMA GRESIK UTARA) - UMG REPOSITORY

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.1 Penelitian Terdahulu - PENGARUH MODERNISASI SISTEM PERPAJAKAN, KESADARAN PAJAK DAN SANKSI PAJAK TERHADAP KEMAUAN MEMBAYAR PAJAK (KPP PRATAMA GRESIK UTARA) - UMG REPOSITORY

2 Penelitian yang di lakukan oleh (Sari et al., 2017) tentang “Analisis faktor- faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Wajib Pajak Orang pribadi Dalam Membayar pajak di KPP Pratama Kota Semarang”. Masalah yang terjadi dalam penelitiannya adalah apakah motivasi wajib pajak orang pribadi dalam membayar pajak terdapat pengaruh kesadaran pajak, pengetahuan dan pemahaman pajak, persepsi yang baik atas efektifitas sistem perpajakan, tingkat kepercayaan terhadap sistem pemerintah dan hukum, kualiatas pelayanan kantor pajak, sanksi administrasi pajak serta penyitaan dan lelang tunggakan pajak. Penelitian sampel menggunakan metode convinience sampling. Teknik analisis hipotesis yang digunakan yaitu analisis regresi berganda.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMAHAMAN WAJIB PAJAK, KESADARAN WAJIB PAJAK, DAN PELAYANAN FISKUS TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK BUMI DAN BANGUNAN

PENGARUH PEMAHAMAN WAJIB PAJAK, KESADARAN WAJIB PAJAK, DAN PELAYANAN FISKUS TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK BUMI DAN BANGUNAN

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan iuran yang dikenakan terhadap orang atau badan yang secara nyata mempunyai hak, memiliki, menguasai dan memperoleh manfaat dari bumi dan bangunan (Rahman, 2011). Pemerintah Kota setiap tahunnya mempunyai target dalam penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebagai sumber pendapatan daerah, tetapi tidak selalu target tersebut terealisasi dengan sempurna. Terkadang juga realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) jauh dibawah target yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota.Realisasi Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan di Kota Yogyakarta dapat dilhat pada tabel 1.1.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

SISTEM PERHITUNGAN DAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KANTOR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI SEMARANG - Unika Repository

SISTEM PERHITUNGAN DAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KANTOR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI SEMARANG - Unika Repository

Puji dan Syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkatnya begitu besar kepada penulis sehingga penulis dapat menyusun kertas karya ini tepat pada waktunya. Kertas karya dengan judul “ SISTEM PERHITUNGAN DAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KANTOR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI SEMARANG.” Dalam hal ini penulis menyadari dengan sepenuhnya bahwa tugas ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini perkenankan penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :

16 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak ( Survei Pada Kantor Pajak Pratama Surakarta ).

PENDAHULUAN Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak ( Survei Pada Kantor Pajak Pratama Surakarta ).

Pendapatan Negara merupakan sumber utama belanja negara disamping komponen pembiayaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara yang meliputi penerimaan bukan pajak dan penerimaan perpajakan. Menurut Undang-Undang (UU) no. 20 tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak, (PNBP) adalah seluruh penerimaan Pemerintah Pusat yang tidak berasal dari penerimaan perpajakan, sedangkan Penerimaan Pajak merupakan penerimaan yang paling aman dan handal, karena bersifat kenyal atau fleksibel, lebih mudah untuk dipengaruhi dibandingkan penerimaan bukan pajak. Penerimaan pajak sebagai salah satu instrumen dalam mengatur perekonomian negara, dapat dipengaruhi melalui kebijakan negara yang bersangkutan (Budiarti, 2005 : 57). Menurut Undang-undang Nomor 28 tahun 2007 tentang Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP), pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang- Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH KESADARAN WAJIB PAJAK, LINGKUNGAN WAJIB PAJAK, SIKAP RELIGIUSITAS WAJIB PAJAK, DAN KEMANFAATAN NPWP TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (STUDI EMPIRIS PADA WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI YANG TERDAFTAR DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA KLATEN)

PENGARUH KESADARAN WAJIB PAJAK, LINGKUNGAN WAJIB PAJAK, SIKAP RELIGIUSITAS WAJIB PAJAK, DAN KEMANFAATAN NPWP TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (STUDI EMPIRIS PADA WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI YANG TERDAFTAR DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA KLATEN)

Setiap manusia memiliki suatu kewajiban, termasuk Wajib Pajak Orang Pribadi dimana Wajib Pajak Orang Pribadi tersebut dituntut untuk memenuhi kewajiban perpajakannya baik transaksi pembayaran pajak maupun pelaporan pajak. Hal tersebut semakin nyata dengan dikeluarkannya Pasal 1 Angka 1 Undang-undang No 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan yang menyatakan bahwa pajak digunakan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, dimana peningkatan dari sektor pajak menjadi salah satu sumber penerimaan negara yang masih sangat dimungkinkan dan memiliki peluang yang sangat luas. Pemerintah telah merubah sistem pemungutan pajak dari official assesment system menjadi self assesment system dengan tujuan supaya Wajib Pajak baik Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Wajib Pajak Badan memiliki kesadaran yang tinggi dalam menentukan jumlah pajak terutang yang harus dibayarkan kepada otoritas perpajakan.
Baca lebih lanjut

135 Baca lebih lajut

PENGARUH PERSEPSI WAJIB PAJAK MENGENAI PETUGAS PAJAK, KEPERCAYAAN WAJIB PAJAK DAN KEPUASAN WAJIB PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Studi Kasus pada KPP Pratama Surabaya Simokerto)

PENGARUH PERSEPSI WAJIB PAJAK MENGENAI PETUGAS PAJAK, KEPERCAYAAN WAJIB PAJAK DAN KEPUASAN WAJIB PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Studi Kasus pada KPP Pratama Surabaya Simokerto)

Belum lekang dari ingatan kita aksi Gayus Halomoan Tambunan dalam kasus mafia pajak, hukum, dan pemalsuan paspor. Bahkan aksi Gayus ini turut melibatkan sejumlah oknum dari berbagai institusi, mulai dari Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan, bahkan institusi tempat Gayus bernaung, yakni Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak. Kini muncul kasus serupa yang melibatkan mantan pegawai Ditjen Pajak bernama Dhana Widiatmika (DW), yang baru-baru ini di jadikan tersangka atas kasus penggelapan pajak melebihi Gayus Tambunan yakni memiliki rekening di sejumlah bank totalnya 60 milliar.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

KEMAUAN MEMBAYAR PAJAK WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DILIHAT DARI SISI WETON WAJIB PAJAK  Kemauan Membayar Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi Dilihat Dari Sisi Weton Wajib Pajak.

KEMAUAN MEMBAYAR PAJAK WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DILIHAT DARI SISI WETON WAJIB PAJAK Kemauan Membayar Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi Dilihat Dari Sisi Weton Wajib Pajak.

Pajak merupakan salah satu sumber pemasukan negara yang sangat besar. Dimana hampir semua kegiatan pemerintah dibiayai oleh pajak. Dominasi pajak sebagai sumber penerimaan merupakan hal yang sangat wajar, terlebih ketika sumber daya alam khususnya minyak bumi tidak bisa diandalkan lagi. Penerimaan dari sumber daya alam memiliki umur yang relatif terbatas, suatu saat akan habis dan tidak dapat diperbaharui. Hal ini berbeda dengan pajak, penerimaan ini mempunyai umur yang tidak terbatas, terutama dengan bertambahnya jumlah penduduk (Rantung dan Adi, 2009).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH PERSEPSI WAJIB PAJAK MENGENAI PETUGAS PAJAK, KEPERCAYAAN WAJIB PAJAK DAN KEPUASAN WAJIB PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Studi Kasus pada KPP Pratama Surabaya Simokerto).

PENGARUH PERSEPSI WAJIB PAJAK MENGENAI PETUGAS PAJAK, KEPERCAYAAN WAJIB PAJAK DAN KEPUASAN WAJIB PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Studi Kasus pada KPP Pratama Surabaya Simokerto).

Kepuasan wajib pajak dari hasil analisis yang dilakukan terlihat bahwa kepuasan wajib pajak mempunyai pengaruh yang signifikan mengenai kepatuhan wajib pajak pada KPP Pratama Surabaya Simokerto. Dengan demikian kenaikan atau penurunan persepsi wajib pajak mengenai petugas pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak pada KPP Pratama Surabaya Simokerto. Menurut Suratno dan Purnomo (2004: 76), banyaknya wajib pajak yang kurang patuh diduga karena semakin tidak terpenuhinya kepuasan pelanggan (wajib pajak) oleh karena itu wajib pajak mulai meninggalkan instansi ini yaitu dengan cara melaksanakan hanya sebagian kewajiban dan atau tidak melaksanakan kewajiban perpajakan mereka sama sekali, pada akhirnya berakibat pada penurunan kepatuhan dalam penyampaian kewajiban perpajakan oleh wajib pajak. Hendaknya pemerintah juga semakin memperhatikan kepuasan wajib pajak. Besarnya pengaruh kepuasan wajib pajak sangat berpengruh terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajaknya. Kesimpulan mengenai kepuasan wajib pajak dalam penelitian ini tidak mendukung penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa wajib pajak yang kurang patuh diduga karena tidak terpenuhinya kepuasan pelanggan (wajib pajak).
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMAHAMAN PERATURAN WAJIB PAJAK  DAN KESADARAN HUKUM WAJIB PAJAK TERHADAP   PENGARUH PEMAHAMAN PERATURAN WAJIB PAJAK DAN KESADARAN HUKUM WAJIB PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) SEKTOR PEDESAAN DI KE

PENGARUH PEMAHAMAN PERATURAN WAJIB PAJAK DAN KESADARAN HUKUM WAJIB PAJAK TERHADAP PENGARUH PEMAHAMAN PERATURAN WAJIB PAJAK DAN KESADARAN HUKUM WAJIB PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) SEKTOR PEDESAAN DI KE

Segala puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah- Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul “PENGARUH PEMAHAMAN PERATURAN WAJIB PAJAK DAN KESADARAN HUKUM WAJIB PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) SEKTOR PEDESAAN DI KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN KLATEN”.

15 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGETAHUAN WAJIB PAJAK, KESADARAN WAJIB PAJAK, DAN PROGRAM SAMSAT CORNER TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR

PENGARUH PENGETAHUAN WAJIB PAJAK, KESADARAN WAJIB PAJAK, DAN PROGRAM SAMSAT CORNER TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR

Salah satu program inovasi yang dilaksanakan oleh Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah adalah SAMSAT Corner yang lokasinya berada di Galeria Mall. SAMSAT Corner terbilang cukup unik karena letak keberadaan SAMSAT Corner berada ditempat keramaian seperti pusat perbelanjaan, mall, dan supermarket. Ini merupakan salah satu upaya Dinas Pendapatan Daerah untuk mempermudah masyarakat dalam hal pengesahan STNK, Pembayaran PKB, dan SWDKLLJ yang berada ditempat-tempat ramai seperti dipusat perbelanjaan dan supermarket. Sistem yang dikembangkan oleh SAMSAT, seperti SAMSAT Corner dan SAMSAT drive-thru berguna untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat (Wardani dan Rumiyatun, 2017; Fitriani dkk., 2014). Selain itu dengan adanya persyaratan pendaftaran diharapkan masyarakat khususnya Wajib Pajak lebih memahami tentang bagaimana program SAMSAT Corner itu sendiri. Berdasarkan hal tersebut, maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemeriksaan Pajak Dan Pengetahuan Wajib Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Survey Pada Wajib Pajak Badan Di KPP Pratama Bandung Cicadas)

Pengaruh Pemeriksaan Pajak Dan Pengetahuan Wajib Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Survey Pada Wajib Pajak Badan Di KPP Pratama Bandung Cicadas)

Dalam pelaksanaan pengenaan sanksi ini Direktorat Jenderal Pajak telah menetapkan besarnya tarif sanksi yang dapat diberikan kepada Wajib Pajak dan penetapan besarnya tarif sanksi ini tentunya telah dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Ketentuan besarnya tarif sanksi administrasi diatur dalam Undang-Undang Perpajakan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang oleh aparat pajak, sehingga mereka tidak menetapkan sanksi sewenang-wenang dan yang pada akhirnya justru memberatkan bahkan mungkin merugikan Wajib Pajak. Sanksi perpajakan yang diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2007 Perubahan Ketiga atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dijelaskan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

Pengaruh Kualitas Pelayanan Pajak dan Pengetahuan Perpajakan terhadap Perilaku Kepatuhan Wajib Pajak dengan Niat Wajib Pajak sebagai Pemoderasi (Studi pada Wajib Pajak Badan Terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Madya Denpasar).

Pengaruh Kualitas Pelayanan Pajak dan Pengetahuan Perpajakan terhadap Perilaku Kepatuhan Wajib Pajak dengan Niat Wajib Pajak sebagai Pemoderasi (Studi pada Wajib Pajak Badan Terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Madya Denpasar).

Mayer et al (1995) mendefinisikan kepercayaan (trust) adalah kemauan seseorang untuk peka terhadap tindakan orang lain berdasarkan pada harapan bahwa orang lain akan melakukan tindakan tertentu pada orang yang mempercayainya, tanpa tergantung pada kemampuannya untuk mengawasi dan mengendalikannya. Luarn dan Lin (2003) juga menyatakan bahwa trust adalah sejumlah keyakinan spesifik terhadap integritas, kejujuran pihak yang dipercaya dan kemampuan menepati janji. Woro dan Supramono (2013) kepercayaan (trust) atas sistem perpajakan akan menimbulkan kesadaran atau niat atas pajak. Kesadaran atau niat atas pajak ini akan mendorong kepatuhan Wajib Pajak untuk melakukan kewajiban perpajakan. Mayer et al (1995) faktor yang membentuk kepercayaan seseorang terhadap yang lain ada tiga yaitu kemampuan (ability), niat baik (benevolence), dan integritas (integrity) (Mayer et al,1995). Ketiga faktor tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

Pengaruh Perencanaan Pajak dan Pelaksanaan Self Assessment System terhadap Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Badan di Kantor Pelayanan Pajak Cimahi

Pengaruh Perencanaan Pajak dan Pelaksanaan Self Assessment System terhadap Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Badan di Kantor Pelayanan Pajak Cimahi

Perencanaan pajak dilakukan dengan memanfaatkan pengecualian- pengecualian dan celah-celah perpajakan (loopholes) yang diperbolehkan oleh UU No.17 Tahun 2000 Tentang Pajak sehingga perencanaan pajak tersebut tidak dianggap sebagai pelanggaran yang akan merugikan Wajib Pajak dan tidak mengarah pada penggelapan pajak (Mochamad Tjiptarjo,2010). Bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami berbagai permasalahan di berbagai sektor khususnya sektor ekonomi atau biasa disebut dengan krisis ekonomi (Mochamad Tjiptarjo,2010). Di dalam kondisi ekonomi saat ini, banyak perusahaan mengalami gulung tikar atau memutuskan untuk menutup usahanya (Mochamad Tjiptarjo,2010). Hal ini disebabkan oleh beberapa factor (Mochamad Tjiptarjo,2010). Diantaranya meningkatnya tingkat inflasi dan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing (dollar) yang mengalami penurunan (Mochamad Tjiptarjo,2010). Sebagai akibatnya perusahaan harus mengeluarkan biaya usaha yang besar untuk membiayai kegiatan usahanya, tetapi dengan pengeluaran yang besar tersebut, perusahaan tidak mendapatkan penghasilan yang sebanding dengan biaya yang dikeluarkannya (Mochamad Tjiptarjo,2010). Hal ini akan lebih terasa pada perusahaan yang mempunyai pinjaman atau hutang berupa dollar dalam jumlah yang besar, perusahaan yang tergantung pada barang impor atau perusahaan yang masih tergantung pada pihak asing (Mochamad Tjiptarjo,2010).
Baca lebih lanjut

160 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...