Muhammad Jusuf Kalla

Top PDF Muhammad Jusuf Kalla:

Strategi Partai Kebangkitan Bangsa (Pkb) dalam Pemenangan Pasangan Joko Widodo-muhammad Jusuf Kalla pada Pemilihan Presiden di Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2014

Strategi Partai Kebangkitan Bangsa (Pkb) dalam Pemenangan Pasangan Joko Widodo-muhammad Jusuf Kalla pada Pemilihan Presiden di Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2014

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merupakan salah satu partai pendukung pemenangan pasangan Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla pada pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden pada 9 Juli 2014. Dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) pasangan Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla didukung 5 (lima) Partai Politik di Kabupaten Indragiri Hilir yaitu; Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P), Nasional Demokrasi (NASDEM), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hati Nurani Rakyat (HANURA), dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Strategi Marketing Isu oleh Partai Demokrasi Indonesia  Perjuangan(pdi-p) dalam Pemenangan Joko Widodo- Muhammad Jusuf Kalla pada Pemilihan Presiden di Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2014

Strategi Marketing Isu oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan(pdi-p) dalam Pemenangan Joko Widodo- Muhammad Jusuf Kalla pada Pemilihan Presiden di Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2014

Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa, di Kabupaten Tapanuli utara ada 5 (lima) partai yang tergabung dalam proses pemenangan pasangan Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014 yaitu Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrasi (Nasdem), Partai Hati Nurani (Hanura), dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) sedangkan pada pasangan Prabowo Subianto dan Muhammad Hatta Rajasa, ada 4 (empat) partai yang tergabung atau berkoalisi dalam proses Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden di Kabupaten Sumatera Utara yaitu, Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Golongan Karya (Golkar), Partai Persatuan Bangsa (PPP), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Muhammad Jusuf Kalla: Investor Yang Progresif

Muhammad Jusuf Kalla: Investor Yang Progresif

Sifat terbuka pada ide baru, disiplin ketat, logis, memanfaatkan waktu seefisien mungkin, menilai tinggi ketangkasan dan kecepatan, kemauan untuk membaur dengan siapa saja, serta mau bekerjasama untuk mencapai keuntungan yang lebih besar menggerakkan Jusuf Kalla baik sebagai pebisnis maupun sebagai politikus. Selama menjabat sebagai wakil presiden, sifat-sifat itu tampil jelas. Menurutnya, ia ikut menggagas, merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi terus-menerus proyek-proyek yang dicanangkan pemerintah, di antaranya program bantuan langsung tunai, konversi minyak tanah ke gas elpiji, proyek listrik 10.000 MW, dan pembangunan sejumlah infrastruktur, seperti bandar udara, jalan tol, dan pelabuhan. Ia mengakui, kadang kala pekerjaan yang dialakukannya melebihi peranannya sebagai wapres.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

ANALISIS DAMPAK SISTEM MULTIPARTAI DALAM IMPLEMENTASI SISTEM PEMERINTAHAN PRESIDENSIL DI ERA JOKOWI DAN JUSUF KALLA

ANALISIS DAMPAK SISTEM MULTIPARTAI DALAM IMPLEMENTASI SISTEM PEMERINTAHAN PRESIDENSIL DI ERA JOKOWI DAN JUSUF KALLA

Abstract: During the administration of President Joko Widodo, and Vice President Jusuf Kalla (2014-2019), Indonesia implemented a presidential system together with a multiparty system, or could be said to be an extreme multiparty due to the large number of parties at that time. This then caused the Jokowi-JK pair to be highly dependent on coalition party, as well as causing various other problems. Infact, many political observers consider that this era the “presidential sense of parliamentary” era. Implementation of presidential system together with multiparty at that time didn’t run smoothly. Extra balance, strict government, and authority is needed in developing presidential governance patterns together with multiparty systems.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  JUSUF KALLA DI MATA SURAT KABAR HARIAN (Analisis Framing Pencitraan Jusuf Kalla di Masa Pencalonan Presiden Pemilu 2009 dalam Ulasan Editorial Surat Kabar Harian MEDIA INDONESIA Periode April-Juli 2009).

PENDAHULUAN JUSUF KALLA DI MATA SURAT KABAR HARIAN (Analisis Framing Pencitraan Jusuf Kalla di Masa Pencalonan Presiden Pemilu 2009 dalam Ulasan Editorial Surat Kabar Harian MEDIA INDONESIA Periode April-Juli 2009).

Media Indonesia, sebagai salah satu surat kabar harian (SKH) nasional di Indonesia yang beredar dominan di Jakarta dan tersebar di beberapa daerah Indonesia yang memiliki oplah (terbitan) dalam jumlah 250.000 eksemplar serta mempunyai segmentasi kuat terhadap pembacanya. 9 Media Indonesia adalah surat kabar umum terbesar kedua di Indonesia setelah harian Kompas. Media Indonesia tergabung ke dalam Media Group. Media Group sendiri adalah kelompok usaha media yang didirikan oleh Surya Paloh yang memiliki Yayasan Kusuma, SKH Media Indonesia, SKH Lampung Post, dan stasiun televisi Metro TV. Surya Dharma Paloh adalah Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar saat itu. 10 Keterkaitan SKH Media Indonesia dengan Jusuf Kalla berangkat dari hubungannya dengan Surya Paloh. Selain sama-sama pada satu basis partai dan menjabat pada kedudukan tertinggi partai Golkar, Surya Paloh adalah salah satu orang yang mendukung Jusuf Kalla maju sebagai Capres 2009. 11 Media Indonesia (MI) yang terbit pertama kali 19 Januari 1970 memiliki kekuatan motto ‘pembawa suara rakyat’ 12 yang idealnya dapat memaparkan segala berita atau informasi baik tingkat nasional maupun daerah menggunakan sudut pandang dari rakyat atau khalayak pembacanya. Editorial Media Indonesia terletak pada
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

Analisis Dampak Sistem Multipartai dalam Implementasi Sistem Pemerintahan Presidensil di Era Jokowi & Jusuf Kalla

Analisis Dampak Sistem Multipartai dalam Implementasi Sistem Pemerintahan Presidensil di Era Jokowi & Jusuf Kalla

Abstract: During the administration of President Joko Widodo, and Vice President Jusuf Kalla (2014-2019), Indonesia implemented a presidential system together with a multiparty system, or could be said to be an extreme multiparty due to the large number of parties at that time. This then caused the Jokowi-JK pair to be highly dependent on coalition party, as well as causing various other problems. Infact, many political observers consider that this era the “presidential sense of parliamentary” era. Implementation of presidential system together with multiparty at that time didn’t run smoothly. Extra balance, strict government, and authority is needed in developing presidential governance patterns together with multiparty systems.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

MITOS DAN HIPERREALITAS KOMUNIKASI POLITIK (Studi Iklan Pemilu Jusuf Kalla-Wiranto Versi Humble dan Mampu)

MITOS DAN HIPERREALITAS KOMUNIKASI POLITIK (Studi Iklan Pemilu Jusuf Kalla-Wiranto Versi Humble dan Mampu)

Golkar. Adapun Wiranto adalah ketua umum partai Hanura. Keduanya adalah politisi Indonesia yang sudah tidak asing lagi dimata publik. Jusuf Kalla saat itu masih menjabat wakil presiden, atau sebagai pendamping SBY. Namun keduanya pecah kongsi. Banyak politisi maupun pengamat melihat sebab pecahnya kongsi tersebut karena peran JK yang amat dominan, sedangkan SBY tidak menyukai adanya matahari kembar. Adapun Wiranto adalah pensiunan jendral angkatan darat, mantan panglima TNI dan juga mantan Menkopolhukam. Dulu Wiranto juga merupakan kader Golkar. Bahkan dalam pemilu tahun 2004 Wiranto memenangi konfensi partai Golkar sehingga maju menjadi calon presiden.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Analisis Framing Pemberitaan Tiga Tahun Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla di Majalah Gatra

Analisis Framing Pemberitaan Tiga Tahun Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla di Majalah Gatra

Oktober menjadi bulan yang selalu dikaitkan dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Tepat pada tanggal 21 Oktober 2017 Presiden Jokowi-Jk genap tiga tahun menjalankan roda pemerintahan. Selama tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK ada banyak tanggapan bernada sinis yang menilai pemerintah Indonesia tidak mampu menjalankan mandatnya untuk memajukan negara. Meskipun tidak mutlak sebagai tolak ukur bagus tidaknya kinerja pemerintah, namun hasil survey yang dilakukan oleh Center For Strategic and International Studies (CSIS) mengungkap tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-JK pada tahun 2017 mencapai 68,3 persen. Program infrastruktur yang mulai menampakkan hasil mendominasi dan menjadi indikator kepuasan tersebut. (news.liputan6.com).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

CITRA JOKO WIDODO DAN JUSUF KALLA DALAM IKLAN POLITIK TELEVISI (Studi Analisis Semiotik Citra Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam Iklan Politik Televisi Masa Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Periode Mei - Juli 2014).

CITRA JOKO WIDODO DAN JUSUF KALLA DALAM IKLAN POLITIK TELEVISI (Studi Analisis Semiotik Citra Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam Iklan Politik Televisi Masa Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Periode Mei - Juli 2014).

INDRATI TYAS UTAMI. 2015. CITRA JOKO WIDODO DAN JUSUF KALLA DALAM IKLAN POLITIK TELEVISI. (Studi Analisis Semiotik Citra Joko Widodo dan usuf Kalla dalam Iklan Politik Televisi Masa Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Periode Mei-Juli 2014). Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Sebelas Maret Surakarta.

13 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. visi misi, dan program aksi Jokowi Jusuf Kalla 2014, halaman 9

BAB I PENDAHULUAN. visi misi, dan program aksi Jokowi Jusuf Kalla 2014, halaman 9

Pariwisata menjadi fokus sentral pembangunan ekonomi di Indonesia di bawah pemerintahan presiden Joko Widodo. Pemerintah Indonesia telah menentukan pedoman pencapaian pembangunan Indonesia yang dituangkan dalam “Nawacita”. Nawacita adalah 9 program kerja dalam kabinet pemerintahan yang mencakup visi dan misi Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam memimpin Indonesia. Khusus untuk pedoman dibidang pariwisata terdapat dalam nawacita butir enam yang berbunyi “Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional salah satunya meningkatkan daya saing sektor pariwisata yang belum tergarap dengan baik tetapi memiliki peluang besar untuk meningkatkan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional”. Sebagai mana dikutip dari KPU, hal ini konsisten dengan visi dan misi kampanye presiden Jokowi dan Jusuf Kalla 1 .
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Strategi PDI Perjuangan dalam Memenangkan Pasangan Jokowi-Jusuf Kalla pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014

Strategi PDI Perjuangan dalam Memenangkan Pasangan Jokowi-Jusuf Kalla pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014

Upaya yang dilakukan PDI Perjuangan dalam pendekatan pada masyarakat begitu efektif dan efisien. PDI Perjuangan kota manado juga melibatkan tim relawan Jokowi banyak turun ke lapangan dan melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Hasil survei dapat menunjukan berbagai variabel mengenai prilaku pemilih, misalnya persepsi pemilih terhadap figur, terhadap harapan masa mendatang bagi daerahnya dan lain sebagainya. Informasi semacam ini dapat dipakai dan di adopsi kedalam visi misi „‡”‹•—– ’”‘‰”ƒ• ›ƒ•‰ ƒ•ƒ• †‹ ó Œ—ƒŽó •‡’ƒ†ƒ ’ƒ”ƒ ’‡•‹Ž‹Š †‹•ƒ•ƒ •ƒ•’ƒ•›‡ä ‡Š‹•‰‰ƒ terjadi kesingkronan antara apa yang di inginkan oleh para pemilih terhadap pasangan nomor urut 2 Jokowi-Jusuf Kalla.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Jokowi-Jusuf Kalla dalam Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Jokowi-Jusuf Kalla dalam Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat.

Pada tabel 1 ditemukan bahwa pemberitaan antara kubu Prabowo- Hatta dan Jokowi-Jusuf Kalla di SKH Kedaulatan Rakyat dari 1 Juni-8 Juli 2014 memiliki perspektif pro Prabowo-Hatta, netral, dan pro Jokowi-JK. Pada tabel 4 dapat dilihat bahwa dari 42 teks berita kecenderungan pemberitaan SKH Kedaulatan Rakyat lebih banyak mengarah kepada netral sebesar 47,6% (20 teks berita), kemudian pro Jokowi-JK sebesar 28,6% (12 teks berita), dan yang terkecil kepada pro Prabowo-Hatta sebesar 23,8% (10 teks berita).

28 Baca lebih lajut

Strategi PDI Perjuangan Dalam Memenangkan Pasangan Jokowi- Jusuf Kalla Pada Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden 2014

Strategi PDI Perjuangan Dalam Memenangkan Pasangan Jokowi- Jusuf Kalla Pada Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden 2014

Upaya yang dilakukan PDI Perjuangan dalam pendekatan pada masyarakat begitu efektif dan efisien. PDI Perjuangan kota manado juga melibatkan tim relawan Jokowi banyak turun ke lapangan dan melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Hasil survei dapat menunjukan berbagai variabel mengenai prilaku pemilih, misalnya persepsi pemilih terhadap figur, terhadap harapan masa mendatang bagi daerahnya dan lain sebagainya. Informasi semacam ini dapat dipakai dan di adopsi kedalam visi misi berikut program yang akan di” jual” kepada para pemilih dimasa kampanye. Sehingga terjadi kesingkronan antara apa yang di inginkan oleh para pemilih terhadap pasangan nomor urut 2 Jokowi-Jusuf Kalla.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Prof. Dr.dr. H. Muhammad Isman Jusuf, Sp.S NBM

Prof. Dr.dr. H. Muhammad Isman Jusuf, Sp.S NBM

Putri Ayulyan Keperawatan Lulus Bersyarat.. Suhartini R, Jaapar Keperawatan Lulus Bersyarat[r]

8 Baca lebih lajut

JUSU(Anali JUSUF KALLA DI MATA SURAT KABAR HARIAN (Analisis Framing Pencitraan Jusuf Kalla di Masa Pencalonan Presiden Pemilu 2009 dalam Ulasan Editorial Surat Kabar Harian MEDIA INDONESIA Periode April-Juli 2009).

JUSU(Anali JUSUF KALLA DI MATA SURAT KABAR HARIAN (Analisis Framing Pencitraan Jusuf Kalla di Masa Pencalonan Presiden Pemilu 2009 dalam Ulasan Editorial Surat Kabar Harian MEDIA INDONESIA Periode April-Juli 2009).

Kidung syukur peneliti persembahkan kepada Bapa di Surga, Yesus Kristus dan Bunda Maria yang telah paling setia menemani langkah, memberikan kekuatan dan mendengarkan suara hati peneliti hingga mampu menyelesaikan tugas akhir ini yang berjudul JUSUF KALLA DI MATA SURAT KABAR HARIAN (Analisis Framing Pencitraan Jusuf Kalla di Masa Pencalonan Presiden Pemilu 2009 dalam Ulasan Editorial Surat Kabar Harian MEDIA INDONESIA Periode April-Juli 2009), guna meraih gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENUTUP  JUSUF KALLA DI MATA SURAT KABAR HARIAN (Analisis Framing Pencitraan Jusuf Kalla di Masa Pencalonan Presiden Pemilu 2009 dalam Ulasan Editorial Surat Kabar Harian MEDIA INDONESIA Periode April-Juli 2009).

PENUTUP JUSUF KALLA DI MATA SURAT KABAR HARIAN (Analisis Framing Pencitraan Jusuf Kalla di Masa Pencalonan Presiden Pemilu 2009 dalam Ulasan Editorial Surat Kabar Harian MEDIA INDONESIA Periode April-Juli 2009).

ini, tidak bisa pimpin ini. Kembali kita, mengkukuhkan atau mengkristalkan kembali belenggu-belenggu itu, dominasi Jawalah, dominasi inilah. Jadi, Jawa-luar Jawa itu harusnya menjadi agenda yang lama-lama hilang dari dinamika kehidupan berbangsa kita ini. Kalau masih seperti itu, kasihan dong kami orang Flores, kapan jadi presiden? Kan kira-kira begitu. Jadi, belenggu-belenggu yang pengerdilan seperti ini tidak boleh. Seperti yang tadi saya bilang awal, bagus majunya JK tapi e ada orang Makasar, anak muda, doktor lulusan Amerika yang katanya terbuka open minded, e mau menegakkan lagi belenggu ini. Ya itu tadi namanya pengerdilan. Jelas, salah yang dilakukan Andi Malarangeng. Sangat mengejutkan. Tapi apa sekarang? Resikonya? Akhirnya pernyataan tersebut malah menjadi tembok permusuhan keluarga antara Andi Malarangeng dan JK di makasar. Karena dianggap menghina, menghina Kalla ini tidak bagus. Nah, ini jadi permusuhan. Terbukti dampak sosiologis masyarakat kita.
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

Analisis Kebijakan Ekonomi Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla Dalam Prespektif Walfare State

Analisis Kebijakan Ekonomi Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla Dalam Prespektif Walfare State

Sejak SMA itu pula Jusuf Kalla aktif belajar berorganisasi dengan masuk anggota Pelajar Islam Indonesia (PII). Pada masa menjadi mahasiswa Jusuf Kalla bergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) cabang Sulawesi Selatan. Ia menjadi ketua di kedua organisasi tersebut dan terlibat dalm aksi-aksi demonstrasi menentang kebijakan Orde lama serta Partai Komunis Indonesia (PKI). berkat aktivitasnya tersebut, ia banyak berhubungan dengan dua panglima daerah militer (Pangdam) Wirabuana yaitu Jendral Muhammad Yusuf dan Jenderal Solihin GP, dua orang yang sangat berpengatruh selain dua orang tua pada diri Jusuf Kalla. Berkat dua organisasi tersebut Jusuf Kalla juga terlibat dalam pembentukan Sekretariat Bersama Golongan Karya (sekber Golkar) Sulawesi Selatan. Setelah Orde lama tumbang, Jusuf Kalla menjadi anggota DPRD dari sekber Golkar. 34
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Analisis Kebijakan Ekonomi Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla Dalam Prespektif Walfare State

Analisis Kebijakan Ekonomi Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla Dalam Prespektif Walfare State

Jakarta: UFUK PRESS, 2012 Media Indonesia, 800 Pendukung Surya Paloh berangkat dari bali, senin 6 Oktober 2009 Nyoman Sumaryadi, Efektivitas Implementasi Kebijakan Otonomi Daerah, Jaka[r]

4 Baca lebih lajut

Analisis Kebijakan Ekonomi Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla Dalam Prespektif Walfare State

Analisis Kebijakan Ekonomi Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla Dalam Prespektif Walfare State

Penelitian ini mencoba menguraikan dan menganalisis fakta-fakta tentang Analisis Kebijakan Ekonomi Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla Dalam Perspektif Walfare State. Dimana pelayanan sosial pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla harus diberikan secara merata kepada seluruh penduduk, baik kaya maupun miskin. artinya untuk mengatasi kemiskinan dalam sistem negara kesejahteraan tidak hanya berupaya memberi bantuan pada orang miskin. Melainkan memberikan perlindungan sosial bagi semua orang agar terhindar dari kemiskinan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori Walfre State dan teori Kebijakan Publik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknis analisis data deskriftif kualitatif dengan menempatkan wawancara sebagai data primer dan buku-buku serta jurnal sebagai data sekunder. Dalam penelitian ini data-data mengenai profil Joko Widodo, profil Jusuf Kalla, Pencalonan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Hasil dari analisis dalam penelitian ini menemukan 4 hal utama. Kebijaka Program Kartu Sakti dalam Konsep Negara Kesejahteraan Oleh Jokowi-JK, Kebijakan Penguatan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKN), Kabijakan Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Melalui Sektor Domestik, dan Kebijakan Kemiskinan Nelayan Dalam Jargon Poros Maritim. Dalam kesimpulan penelitian ini disimpulkan bahwa kebijakan walfare state daalam pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla harus bermuara pada kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

MARKETING POLITIK JOKO WIDODO – JUSUF KALLA (Studi Deskriptif Strategi pemenangan tim sukses Jokowi – Jusuf Kalla pada Pemilihan Presiden 2014 di Jawa Timur )

MARKETING POLITIK JOKO WIDODO – JUSUF KALLA (Studi Deskriptif Strategi pemenangan tim sukses Jokowi – Jusuf Kalla pada Pemilihan Presiden 2014 di Jawa Timur )

Kemenangan dalam konstetasi Pemilu merupakan harga mati untuk partai politik, karena politik tak lepas dari kekuasaan, maka partai politik akan sekuat tenaga untuk memperjuangkan calon yang diusung. Penelitan ini membahas strategi marketing politik dalam pemilihan presiden 2014 antara Joko Widodo – Jusuf Kalla dengan Prabowo Subianto – Hatta Rajasa di jawa timur, yang notabene pasangan Prabowo – Hatta digadang – gadang menjadi pemenang Pemilihan presiden karena koalisi partai yang mendukung pasangan tersebut didukung tujuh partai politik peserta pemilu yakni Gerindra, Golkar, PAN, PPP, Demokrat, PKS, dan PBB yang tergabung dalam koalisi Indonesia Bangkit ( KIB ), sementara psangan Joko Widodo – Jusuf Kalla mendapat dukungan dari 5 Partai Politik yakni PDIP, PKB, Nasdem, Hanura, dan PKPI yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat ( KIH ). Studi ini menggunakan teori dari Philip Kotler menegenai Marketing Mix yang meliputi product, price, place, promotion. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan indepth interview dengan beberapa narasumber yaitu ketua dan Badan Pemenangan Pemilu ( BAPILU ) PDIP Jawa Timur, serta Ketua Tim Pemenangan Joko Widodo – Jusuf Kalla Pusat dan Jawa Timur. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa partai politik sebagai mesin untuk memobilisasi massa tidak terlalu signifikan dalam mencari suara dalam pemilu dalam pemilihan presiden 2014 ini, melainkan menjual sosok yang dicalonkan dan latar belakang serta track record calon tersebut, sehingga bisa disebut bahwa masyarakat Indonesia khususnya Jawa Timur sudah menuju pemilih yang rasional.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 4522 documents...