Multiple criteria decision making (MCDM)

Top PDF Multiple criteria decision making (MCDM):

Penerapan Multiple Criteria Decision Making untuk Pemilihan Dosen Berprestasi

Penerapan Multiple Criteria Decision Making untuk Pemilihan Dosen Berprestasi

Merujuk pada klaterisasi dan undang-undang di atas telah merefleksi dan memotivasi Politeknik Negeri Pontianak (POLNEP) untuk meningkatan kualitas manajemen akademik dengan memberikan penghargaan yang diberikan kepada dosen yang memiliki prestasi di bidang tridarma perguruan tinggi. Pemberian penghargaan akan mendorong dosen untuk berprestasi secara produktif. Prestasi yang semakin produktif diharapkan dapat mendorong tercapainya tujuan pengembangan sistem pendidikan tinggi di POLNEP khususnya dan Pembangunan Nasional pada umumnya. Selain hal tersebut, untuk saat ini POLNEP termasuk peringkat 10 besar Perguruan Tinggi Politeknik di Indonesia tahun 2017 [2]. Sehingga hal tersebut memberikan motivasi POLNEP untuk selalu memperbaiki manajemen akademik agar lebih baik lagi yang salah satunya adalah pemilihan dosen berprestasi yang dilakukan setiap tahunnya. Dalam pemilihan dosen berprestasi tersebut sering muncul subyektifitas para pengambil keputusan, sehingga untuk menghindari hal tersebut peneliti menggunakan model Multiple Criteria Decision Making (MCDM) yaitu metode AHP dan TOPSIS untuk penunjang keputusan tersebut.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Penerapan Fuzzy Multiple Criteria Decision Making (MCDM) Dalam Seleksi Calon Karyawan Pada PT. Indomarco Prismatama

Penerapan Fuzzy Multiple Criteria Decision Making (MCDM) Dalam Seleksi Calon Karyawan Pada PT. Indomarco Prismatama

Dalam dunia kerja kemampuan akademik dan tingkat profesionalisme karyawan meruakan dua hal yang sangat dibutuhkan. Proses rekrutmen merupakan proses awal yang sangat menentukan. Dalam proses tersebut, tes seleksi yang efektif dan efisien adalah kuncinya. Penelitian ini menggunakan metode Fuzzy Multiple Criteria Decision Making (MCDM) dengan penyelesaian masalah menggunakan Simple Addictive Weighting Method (SAW). Pemanfaatan metode ini diharapkan akan menghasilkan sebuah aplikasi tes seleksi secara elektronik yang dapat membantu tim rekrutmen dalam melakukan proses seleksi di PT. Indomarco Prismatama. Database yang digunakan adalah database MySQL. Hasil penelitian yang dihasilkan berupa aplikasi tes seleksi calon karyawan untuk mempermudah proses pemilihan calon karyawan yang sesuai dengan kebutuhan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DENGAN FUZZY MULTIPLE CRITERIA DECISION MAKING UNTUK PEMILIHAN LOKASI PRIORITAS UNTUK PENGEMBANGAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN DI KAWASAN BLORA

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DENGAN FUZZY MULTIPLE CRITERIA DECISION MAKING UNTUK PEMILIHAN LOKASI PRIORITAS UNTUK PENGEMBANGAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN DI KAWASAN BLORA

c. Dari hasil pengujian diatas dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan Fuzzy Multiple Criteria Decision Making dapat ditetapkan penentuan lokasi pengembangan perumahan yang terdiri dari 3 alternatif integral lokasi. Integral lokasi merupakan hasil diagnosis lokasi optimal yang diperoleh, baik dengan derajat keoptimisan 0; 0,5 dan 1.

6 Baca lebih lajut

Critical Review Jurnal Kecenderungan Pem

Critical Review Jurnal Kecenderungan Pem

Multiple Criteria Decision Making (MCDM), mengacu pada suatu kenyataan tentang bagaimana membuat keputusan berdasarkan banyaknya pilihan, dan biasanya mengandung kriteria yang saling bertentangan. Menurut Vincke (1986), penyelesaian masalah dalam bidang MCDM, dibedakan atas tiga jenis yaitu : (a) pemilihan masalah, (b) masalah peringkat dan (c) penyortiran data.

9 Baca lebih lajut

Pemilihan Wilayah Alternatif Terbaik Dengan Menggunakan Metode Multi Criteria Decision Making

Pemilihan Wilayah Alternatif Terbaik Dengan Menggunakan Metode Multi Criteria Decision Making

Metode SAW sering juga dikenal dengan istilah metode penjumlahan terbobot.Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada.Metode SAW merupakan metode yang paling dikenal dan paling banyak digunakan orang dalam menghadapi situasi MCDM (Multiple Criteria Decision Making).

8 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA  PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU PLAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROMETHEE DI PT. MEGA ANDALAN YOGYAKARTA.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU PLAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROMETHEE DI PT. MEGA ANDALAN YOGYAKARTA.

Multi Criteria Decision Making (MCDM) adalah suatu metode pengambilan keputusan untuk menetapkan alternatif terbaik dari sejumlah alternatif berdasarkan beberapa kriteria tertentu. MCDM memiliki dua kategori yakni Multiple Objective Decision Making (MODM) dan Multiple Attribute Decision Making (MADM).

5 Baca lebih lajut

Penentuan Bobot Pada Multiple Attribute Decision Making (Madm) Dengan Menggunakan Perceptron

Penentuan Bobot Pada Multiple Attribute Decision Making (Madm) Dengan Menggunakan Perceptron

Multiple Attribute Decision Making (MADM) is a method by taking many criteria as a basis for decision making. In the MADM method, AHP is one of the well-known technique for dealing with multiple criteria. AHP is suitable for solutions the complexity of multi criteria problems are based on a hierarchical structure of criteria and sub-criteria alternatives, evaluating problem and ratings of alternatives, as well as selecting the best alternative. In the technique Analytic Hierarchy Process (AHP) search process attribute weights is done after forming the matrix of pairwise comparisons. Problems often occur when forming pairwise comparison matrix in AHP techniques it’s often cannot provide the value of the comparison consistent, especially for the problems with the number of criteria and many of alternatives. To avoid the problem of inconsistency in AHP technique will be minimalist to the pairwise comparison matrix. This study discusses how the search process attribute weights on the issue of Multiple Attribute Decision Making (MADM), especially in Analythic Hierarchy Process (AHP) technique using many layers perceptron (multilayer) in determining the selection of alternatives. Results of this study suggest that the use many layer perceptron (multilayer) may provide better results and save time since manufacture of pairwise comparison matrices eliminated in the process of selecting an alternative.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Sistem Mengukur Kinerja Dosen Dengan Fuzzy Multiple Attribute Decision Making (FMADM)

Sistem Mengukur Kinerja Dosen Dengan Fuzzy Multiple Attribute Decision Making (FMADM)

In measuring the performance of a lecturer at Atma STMIK Luhur Pangkalpinang done manually by a part of the system of internal quality pemjaminan (SPMI), it is not optimal, this assessment no recapitulation regularly. The current system for measuring the performance of lecturers STMIK Atma Luhur Pangkalpinang there are five criteria, namely discipline, quality of work, loyalty, research and initiatives. From the performance appraisal system aims to simplify the foundation in the evaluation of faculty performance, the assessment criteria of existing faculty performance. The faculty performance assessment criteria which will be calculated by the method of fuzzy multiple attribute decision making (FMADM). Application of fuzzy multiple attribute decision making selected because it is able to select the best alternative from a number of alternatives (specified criteria). This study will convert in each alternative (criteria) by finding the weight of each alternafit there, which will then be calculated with fuzzy multiple attribute decision making. So in getting results for a ranking that will determine the criteria of (alternative) is optimal. This study shows the results of faculty performance of the five categories. So it can impedes time lecturer in performance assessment.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Penentuan Bobot Pada Multiple Attribute Decision Making (Madm) Dengan Menggunakan Perceptron

Penentuan Bobot Pada Multiple Attribute Decision Making (Madm) Dengan Menggunakan Perceptron

Multiple Attribute Decision Making (MADM) is a method by taking many criteria as a basis for decision making. In the MADM method, AHP is one of the well-known technique for dealing with multiple criteria. AHP is suitable for solutions the complexity of multi criteria problems are based on a hierarchical structure of criteria and sub-criteria alternatives, evaluating problem and ratings of alternatives, as well as selecting the best alternative. In the technique Analytic Hierarchy Process (AHP) search process attribute weights is done after forming the matrix of pairwise comparisons. Problems often occur when forming pairwise comparison matrix in AHP techniques it’s often cannot provide the value of the comparison consistent, especially for the problems with the number of criteria and many of alternatives. To avoid the problem of inconsistency in AHP technique will be minimalist to the pairwise comparison matrix. This study discusses how the search process attribute weights on the issue of Multiple Attribute Decision Making (MADM), especially in Analythic Hierarchy Process (AHP) technique using many layers perceptron (multilayer) in determining the selection of alternatives. Results of this study suggest that the use many layer perceptron (multilayer) may provide better results and save time since manufacture of pairwise comparison matrices eliminated in the process of selecting an alternative.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

THE SELECTION DECISION BEACH AREA TOURISM POTENTIAL OF THE MOST DEVELOPED IN GUNUNG KUDUL REGENCY

THE SELECTION DECISION BEACH AREA TOURISM POTENTIAL OF THE MOST DEVELOPED IN GUNUNG KUDUL REGENCY

Among them is in helping decision makers in determining the nature Tourism Region coast most potential to be developed that have not been known to the public. Therefore, the authors try to do research with the title of Model-Based Decision Making with Multiple Criteria using the analytical network process (ANP), with case studies: selection developed by AMFITIL Coast Tourism Potential in support of the Government

6 Baca lebih lajut

Penentuan Tingkat Kinerja Karyawan dengan Menggunakan Metode Fuzzy Multi Criteria Decision Making

Penentuan Tingkat Kinerja Karyawan dengan Menggunakan Metode Fuzzy Multi Criteria Decision Making

Companies often provide incentives to employees for the performance of the employee to the company is expected to increase. Therefore the criteria specified how these employees are given incentives so that the employees will be grouped into Categories of high performance, medium, low, then used Fuzzy Multi Criteri Decision Making (FMCDM). FMCDM is a method of decision making that considers multiple alternatives and criteria in a situation that is fuzzy. The steps in the FMCDM including goal identification, collection of decision alternatives, the identification set of criteria, and the determination to build a hierarchical structure of categories of employees are based on certain considerations. Then next is to determine the evaluation of fuzzy sets with linguistic variables that represent the weight or importance of each criterion, aggregating the weights of criteria and the degree of suitability of any employee with alternative criteria. After the result of the aggregation of criteria weights obtained it will get any employees who enter into the category of high performance, medium and low.
Baca lebih lanjut

114 Baca lebih lajut

Sistem Penjurusan SMA dengan Fuzzy Multi Criteria Decision Making (FMCDM) Choosing a Major in Senior High School System with Fuzzy Multi Criteria Decision Making (FMCDM)

Sistem Penjurusan SMA dengan Fuzzy Multi Criteria Decision Making (FMCDM) Choosing a Major in Senior High School System with Fuzzy Multi Criteria Decision Making (FMCDM)

Process in the majority of high school majors, as well as in SMA Negeri 1 Dayeuh Kolot, is still done manually. Teachers must select one by one in determining the direction for each student based on academic grades in class X, psychological test results and questionnaire desires (interests) of students. The system in this final project is a Decision Support System (DSS) in high school majors are expected to assist in determining the direction of students in high school. The system uses Fuzzy Multi-Criteria Decision Making (FMCDM) method, in which this method is one method that can be applied in cases of decision making. This method of decision making some decisions based on multiple criteria alternatives are taken into consideration to get a decision. A series of tests was conducted to determine the accuracy of the system is built. From a series of test scenarios conducted showed a maximum of
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

A Fuzzy Topsis Multiple-Attribute Decision Making for Scholarship Selection

A Fuzzy Topsis Multiple-Attribute Decision Making for Scholarship Selection

As the education fees are becoming more expensive, more students apply for scholarships. Consequently, hundreds and even thousands of applications need to be handled by the sponsor. To solve the problems, some alternatives based on several attributes (criteria) need to be selected. In order to make a decision on such fuzzy problems, Fuzzy Multiple Attribute Decision Making (FMDAM) can be applied. In this study, Unified Modeling Language (UML) in FMADM with TOPSIS and Weighted Product (WP) methods is applied to select the candidates for academic and non-academic scholarships at Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Data used were a crisp and fuzzy data. The results show that TOPSIS and Weighted Product FMADM methods can be used to select the most suitable candidates to receive the scholarships since the preference values applied in this method can show applicants with the highest eligibility.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

MULTI CRITERIA DECISION MAKING Reko Syarif Hidayatullah

MULTI CRITERIA DECISION MAKING Reko Syarif Hidayatullah

Fuzzy Multiple Attribute Decision Making (FMADM) adalah suatu metode yang digunakan untuk mencari alternatif optimal dari sejumlah alternative dengan criteria tertentu. Inti dari FMADM adalah menentukan nilai bobot untuk setiap atribut,kemudian dilanjutkan dengan proses perankingan yang akan menyeleksi alternatif yang sudah diberikan. Pada dasarnya, ada 3 pendekatan untuk mencari nilai bobot atribut, yaitu pendekatan subyektif, pendekatan obyektif dan pendekatan integrasi antara subyektif & obyektif. Masing-masing pendekatan memiliki kelebihan dan kelemahan. Pada pendekatan subyektif, nilai bobot ditentukan berdasarkan subyektifitas dari para pengambil keputusan, sehingga beberapa faktor dalam proses perankingan alternatif bisa ditentukan secara bebas. Sedangkan pada pendekatan obyektif, nilai bobot dihitung secara matematis sehingga mengabaikan subyektifitas dari pengambil keputusan. (Kusumadewi, 2006). Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk nyelesaikan masalah FMADM antara lain :
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Bagian 6-Pengambilan Keputusan Manajerial

Bagian 6-Pengambilan Keputusan Manajerial

RATIONAL DECISION MAKING • Perfectly Defining the Problem • Identifying All Criteria • Accurately Weighting All Criteria • Knowing All Relevant Alternatives • Accurately Assessing ea[r]

22 Baca lebih lajut

Chapter 4 Modeling and Analysis

Chapter 4 Modeling and Analysis

© 2005 Prentice Hall, Decision Support Systems and Intelligent Systems, 7th Edition, Turban, Aronson, and Liang 4-21 Decision Tables • Multiple criteria decision analysis • Features[r]

36 Baca lebih lajut

Pendekatan Fuzzy Multi-Criteria Decision Making Dalam Penentuan Penugasan Delivery Berdasarkan Kriteria Rute

Pendekatan Fuzzy Multi-Criteria Decision Making Dalam Penentuan Penugasan Delivery Berdasarkan Kriteria Rute

Penentuan prioritas dalam penugasan delivery berdasarkan kriteria rute merupakan salah satu masalah Multi-Criteria Decision Making (MCDM), karena pengambil keputusan memiliki sekumpulan preferensinya tersendiri terhadap kriteria- kriteria yang terdapat pada rute yang tersedia. Pengambil keputusan akan memberikan penilaian subjektifitasnya berupa nilai prioritas dalam pemilihan rute untuk menetapkan outlet yang akan menjalankan proses delivery. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan Multi-Criteria Decision Making adalah Analytic Hierarchy Process. Analytic Hierarchy Process (AHP) digunakan karena kemampuannya menyelesaikan masalah yang memuat data yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. Secara tradisional oleh penemunya, AHP menggunakan skala bilangan crisp. Seringnya pengambil keputusan mengalami ketidakpastian dan lebih yakin memberikan penilaian dalam interval merupakan suatu faktor yang tidak dapat diakomodasi oleh AHP dengan bilangan crisp. Untuk mengatasi kelemahan itu, bilangan fuzzy digunakan, dengan demikian adanya ketidakpastian dan ketidakpresisian yang dialami pengambil keputusan dalam merepresentasikan penilaian untuk menetapkan alternatif rute terbaik dapat ditanggulangi.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Pendekatan Axiomatic Design dalam Fuzzy Multi Criteria Decision Making

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Pendekatan Axiomatic Design dalam Fuzzy Multi Criteria Decision Making

Sistem pendukung keputusan pertama kali diperkenalkan pada awal tahun 1970 oleh Michael S. Scott dengan istilah management decision system yang merupakan suatu sistem berbasis komputer yang membantu pengambilan keputusan dengan memanfaatkan data dan model-model untuk menyelesaikan masalah-masalah yang tidak terstruktur (Turban, 2005).

14 Baca lebih lajut

Implementasi Weighted Sum Model (WSM) dan Weighted Product Model (WPM) untuk Pemilihan Service Cloud Computing

Implementasi Weighted Sum Model (WSM) dan Weighted Product Model (WPM) untuk Pemilihan Service Cloud Computing

Dalam mengambil suatu keputusan tentunya decision maker memiliki dasar pertimbangan tersendiri terhadap alternatif - alternatif yang tersedia. Multi Criteria Decision Making adalah sebuah metode pengambilan keputusan yang dapat membantu memberikan solusi terbaik dari tiap alternatif yang tersedia berdasarkan kriteria tertentu. Dalam proses pemilihan Service Cloud Computing, metode ini dapat diimplementasikan dengan menggunakan algoritma Weighted Sum Model (WSM) ataupun Weighted Product Model (WPM). Pada penelitian ini tiap layanan yang ada; Software as a Service (SaaS), Platform as a Service (PaaS), dan Infrastructure as a Service (IaaS) adalah alternatif yang dapat dipilih dengan kriteria yang besarannya akan ditentukan oleh decision maker.
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

Aplikasi Multi Criteria Decision Making (Mcdm) Dengan Metode Analytic Hierarchy Process (Ahp) Untuk Menetapkan Prioritas Program Pembangunan Jalan

Aplikasi Multi Criteria Decision Making (Mcdm) Dengan Metode Analytic Hierarchy Process (Ahp) Untuk Menetapkan Prioritas Program Pembangunan Jalan

Ada beberapa program pembangunan jalan yang akan dilaksanakan oleh pemerintah Kotamadya Pematang Siantar pada tahun 2013, namun tidak semua pembangunan jalan dapat dilaksanakan secara serentak karena keterbatasan dana yang tersedia. Aplikasi yang dapat digunakan untuk menentukan prioritas program pembangunan jalan tersebut adalah Multi Criteria Decision Making (MCDM) karena pengambil keputusan dihadapkan pada beberapa kriteria yang akan diranking berdasarkan prioritas. Salah satu metode MCDM yang dapat digunakan dalam perankingan ini adalah Analytic Hierarchy Process (AHP). Kriteria-kriteria yang diangkat dalam penelitian ini adalah anggaran dana, banyak tenaga kerja, masa pengerjaan proyek dan manfaat proyek terhadap masyarakat, di mana data yang diteliti terdiri dari 11 proyek. Hasil analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa prioritas utama pembangunan jalan berdasarkan kriteria dana adalah Jalan Sumber Jaya II – Simpang Silalahi, berdasarkan kriteria tenaga kerja adalah Jalan Pdt. Justin Sihombing, berdasarkan kriteria masa pengerjaan proyek adalah Jalan Pdt. Wismarka Saragih, berdasarkan kriteria manfaat proyek adalah Jalan menuju Tozai Baru depan HKBP Jetun dan Jalan Pdt. Justin Sihombing. Berdasarkan hasil penggabungan kriteria, pembangunan jalan yang akan dilaksanakan terlebih dahulu adalah Jalan Pdt. Justin Sihombing.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Show all 6352 documents...