mutu pelayanan kesehatan

Top PDF mutu pelayanan kesehatan:

PERBANDINGAN TINGKAT KEPUASAN KELUARGA PASIEN GAWAT DARURAT DAN GAWAT NON DARURAT TERHADAP MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI UGD RS. BAPTIS BATU ipi4210

PERBANDINGAN TINGKAT KEPUASAN KELUARGA PASIEN GAWAT DARURAT DAN GAWAT NON DARURAT TERHADAP MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI UGD RS. BAPTIS BATU ipi4210

Menurut Supriyanto (2003) bahwa kecepatan, respon dan kerjasama perawat dalam membantu menyelesaikan masalah pasien adalah sangat penting. Karena perawat merupakan salah satu petugas kesehatan yang paling dekat dengan pasien dalam hal pemberian pelayanan kesehatan. Selain ramah, sabar juga terampil dalam memberikan tindakan keperawatan, perawat di UGD RS Baptis Batu juga memperhatikan setiap keluhan yang disampaikan oleh pasien. Sehingga keluarga pasien yang datang memberikan penilaian sangat puas terhadap mutu pelayanan kesehatan yang diberikan oleh perawat.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Persepsi Mutu Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien di Puskesmas Simpang Limun Tahun 2017

Pengaruh Persepsi Mutu Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien di Puskesmas Simpang Limun Tahun 2017

Mutu pelayanan kesehatan merupakan kesempurnakan suatu produk dalam pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa. Pelayanan yang bermutu merupakan penyelenggaraan pelayanan yang diberikan sesuai dengan prosedur dan standar pada kode etik profesi yang telah ditetapkan, dengan menyesuaikan potensi dari sumber daya yang tersedia secara aman dan memuaskan yang dilakukan dengan wajar, efisien dan efektif dengan memperhatikan keterbatasan dan kemampuan pemerintah dan masyarakat konsumen (Azwar, 2007). Menurut Wijono (2011) pelayanan kesehatan berdasarkan profesi dapat dibagi menjadi berikut:
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Pengaruh Mutu Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Pelabuhan Medan (Prima Husada Cipta) Tahun 2017

Pengaruh Mutu Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Pelabuhan Medan (Prima Husada Cipta) Tahun 2017

Menurut Azwar (1996) Pada dasarnya mutu pelayanan kesehatan adalah untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan para pemakai jasa pelayanan kesehatan, yang apabila berhasil dipenuhi akan dapat menimbulkan rasa puas terhadap pelayanan kesehatan yang di selenggarakan. Mutu pelayanan kesehatan juga yang menunjukkan pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan dalam menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. Makin sempurna kepuasan tersebut, makin baik pula mutu pelayanan kesehatannya.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Perbup Clp 2016 88 SOTK DinKes

Perbup Clp 2016 88 SOTK DinKes

Seksi Jaminan Kesehatan dan Manajemen Mutu Pelayanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan, pengoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan meliputi pelayanan jaminan kesehatan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL), pembinaan masyarakat dalam rangka mendorong kemandirian dalam pembiayaan dan jaminan kesehatan, revitalisasi dan akreditasi pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL), peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui Alat Pantau Kinerja Klinis (APKK), pemantapan sistem rujukan melalui Alat Pantau Kinerja Rujukan (APKR), penyusunan Maklumat Pelayanan (MP), Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) terhadap pelayanan kesehatan, dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Manajemen Mutu Pelayanan kesehatan   Sudiro

Manajemen Mutu Pelayanan kesehatan Sudiro

Kurva yang terbentuk tampak pada gambar-1 kurva c. Selanjutnya diasumsikan variabel keuntungan untuk kesehatan dan resiko terhadap kesehatan sesuai dengan tingkat pelkes yang dikonsumsi, dapat dihargai dengan nilai uang. Dengan menggunakan asumsi ini bisa dibuat plot untuk kurva yang menunjukkan nilai uang yang digunakan pada keadaan keuntungan minus penjumlahan dari resiko dan biaya pada tiap tingkat penambahan pelkes (gambar-1 lengkung kurva e). Bila dibandingkan dengan kurva d, maka lengkung kurva e bergeser kekiri memanjang di bawah garis nol, dan puncak kurva lebih rendah. Dari sini dapat tampak terjadinya sebuah standard baru yang berefek untuk mutu manajemen teknis. Standard baru ini berpostulat dasar bahwa tidak dikehendaki timbulnya biaya sebagai konsekuensi perawatan.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PENDERITA TUBERCULOSIS PARU DI PUSKESMAS GATAK

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PENDERITA TUBERCULOSIS PARU DI PUSKESMAS GATAK

Zuliana (2009) menyatakan mutu pelayanan dilihat dari aspek faktor pelayanan tidak ada hubungan yang signifikan dalam penelitian tersebut menyatakan bahwa petugas kesehatan memberikan penyuluhan pada pasien ketika pertama kali datang berobat dan memberi penyuluhan jadwal menelan obat, mengambil obat dan makan-makanan bergizi. Sedangkan faktor lainnya yang mempengaruhi kepatuhan dalam minum obat TB Paru adalah adanya PMO pada pederita TB paru. Hal ini karena dari beberapa penderita TB Paru yang dilakukan observasi oleh peneliti didapatkan data bahwa penderita patuh berobat karena ada PMO dan sebagian penderita tidak patuh dalam minum obat TBC dikarenakan tidak adanya PMO dikeluarganya. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Suhandi (2005) yang menyatakan PMO berperan dalam kepatuhan berobat penderita TB, karena PMO akan mendorong kesembuhan penderita sehingga penderita akan mengkonsumsi obat dengan teratur. Menurut Depkes RI (2002), salah satu komponen pengobatan DOTS adalah pengobatan dengan panduan OAT jangka pendek dengan pengawasan langsung oleh PMO untuk menjamin penderita TB menyelesaikan pengobatan dengan minum obat teratur di depan PMO agar pengobatan tercapai sesuai target yang ditetapkan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Persepsi - Persepsi Mutu Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Di Puskesmas Medan Tuntungan Kecamatan Medan Tuntungan Tahun 2014.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Persepsi - Persepsi Mutu Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Di Puskesmas Medan Tuntungan Kecamatan Medan Tuntungan Tahun 2014.

Kerangka konsep yang dikembangkan dalam penelitian ini, mengacu pada latar belakang dan teori yang digunakan untuk mengukur kepuasan adalah Parasuraman et.al (1990). Kerangka konsep diatas menunjukkan bahwa dimensi mutu pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh indikator dimensi mutu pelayanan kesehatan yang juga mempengaruhi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diterima di Puskesmas. Puas atau tidak puas merupakan hak pasien untuk mengutarakannya. Kepuasan pasien juga dipengaruhi oleh karakteristik pasien dilihat dari umur pasien yang biasanya pasien yang lebih tua lebih peduli terhadap kesehatannya. Karakteristik inilah yang mempengaruhi tingkat pengetahuan pasien terhadap konsep sehat dan sakit kemudian mempengaruhi sikap pasien itu sendiri terdahap pelayanan yang sudah diterimanya. Melalui sikap tersebut maka mereka mampu dan mau mengungkapkan seperti apa pelayanan yang diterima dan seperti apa pula pelayanan yang sebenarnya mereka harapkan. Adanya komunikasi interpersonal antara petugas dengan pasien merupakan hal yang sangat penting pada saat memberikan pelayanan. Hal ini yang sangat mempengaruhi tingkat kepuasan pasien itu sendiri. Apakah mereka puas atau tidak terhadap pelayanan yang diberikan.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Mutu Pelayanan Kebidanan 1. Defenisi Mutu - Hubungan Mutu Pelayanan Kebidanan dengan Tingkat Kepuasan Ibu Nifas Rumah Sakit Ibu dan Anak Sri Ratu Medan Tahun 2014.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Mutu Pelayanan Kebidanan 1. Defenisi Mutu - Hubungan Mutu Pelayanan Kebidanan dengan Tingkat Kepuasan Ibu Nifas Rumah Sakit Ibu dan Anak Sri Ratu Medan Tahun 2014.

Kepuasan pasien merupakan keluaran layanan dan salah satu tujuan dari peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan kebidanan. Dibuktikan bahwa pasien yang mengalami kepuasan terhadap layanan yang diselanggarakan cenderung mematuhi nasihat, setia, atau taat terhadap rencana pengobatan yang telah disepakati. Sebaliknya yang tidak merasakan kepuasan atau kekecewaan sewaktu menggunakan layanan kesehatan cenderung tidak mematuhi rencana pengobatan, berganti dokter atau pindah ke fasilitas layanan lain (Pohan, 2006, hlm. 156).

14 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kepuasan Konsumen 1. Pengertian Kepuasan Konsumen - PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PADA PASIEN RAWAT INAP JAMKESMAS DI RSUD BANYUMAS - repository perpustakaan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kepuasan Konsumen 1. Pengertian Kepuasan Konsumen - PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PADA PASIEN RAWAT INAP JAMKESMAS DI RSUD BANYUMAS - repository perpustakaan

Mutu pelayanan kesehatan menurut Azwar (dalam Bustami,2011) adalah derajat dipenuhinya kebutuhan masyarakat atau perorangan terhadap asuhan kesehatan yang sesuai dengan standar profesi yang baik dengan pemanfaatan sumber daya secara wajar, efisien, efektif dalam keterbatasan kemampuan pemerintah dan masyarakat, serta diselenggarakan secara aman dan memuaskan pelanggan sesuai dengan norma dan etika yang baik.Kualitas meliputi setiap aspek dari suatu perusahaan dan sesungguhnya merupakan suatu pengalaman emosional bagi pelanggan. Kualitas sangat bersifat subjektif, tergantung pada persepsi, sistem nilai, latar belakang sosial, pendidikan, ekonomi, budaya, dan banyak faktor lain pada masyarakat atau pribadi yang terkait dengan jasa pelayanan perusahaan tersebut.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

MANAJEMEN MUTU PELAYANAN KESEHATAN | Machmud | Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas

MANAJEMEN MUTU PELAYANAN KESEHATAN | Machmud | Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas

Ada dilema dalam upaya untuk mewujudkan mutu dalam layanan kesehatan. Pada satu pihak mutu juga diartikan sejauh mana layanan kesehatan yang diberikan sesuai dengan standard operating procedure (SOP) atau prosedur tetap medis. Ketika SOP tersebut dilaksanakan seperti misalnya di beberapa rumah sakit pendidikan milik pemerintah, dianggap oleh pasien terlalu lama dan berbelit- belit. Dari pihak lainnya, menurut kacamata pasien, justru rumah sakit pendidikan milik pemerintah dianggap kurang bermutu dibanding rumah sakit swasta yang bisa lebih cepat karena prosedur yang diterapkan lebih fleksibel 1,2 .
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI Hubungan Antara Mutu Pelayanan Fisioterapi Dengan Kepuasan Pasien Low Back Pain (LBP) Di RSUD Dr. Moewardi.

NASKAH PUBLIKASI Hubungan Antara Mutu Pelayanan Fisioterapi Dengan Kepuasan Pasien Low Back Pain (LBP) Di RSUD Dr. Moewardi.

Mutu pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap jasa pemakai pelayanan kesehatan yang sesuai dengan tingkat kepuasan rata- rata penduduk serta penyelenggaraannya sesuai dengan standar dan kode etik profesi, yang dimaksud pelayanan kesehatan disini adalah sistem yang tercakup dalam pelayanan fisioterapi. Pelayanan fisioterapi juga meliputi derajat kesempurnaan pelayanan fisioterapi yang sesuai dengan standar profesi dan standar pelayanan dengan menggunakan potensi sumber daya yang tersedia di rumah sakit atau puskesmas secara wajar, efisien, dan efektif serta diberikan secara aman dan memuaskan secara norma, etika, hukum dan sosial budaya dengan memperhatikan keterbatasan dan kemampuan pemerintah, serta masyarakat (Aswar, 2000).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mutu Pelayanan Kesehatan - Mutu Pelayanan Kefarmasian di Klinik Telkom Medan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mutu Pelayanan Kesehatan - Mutu Pelayanan Kefarmasian di Klinik Telkom Medan

mengenai penilaian performance pemberi jasa pelayanan kesehatan terdapat dua elemen yang perlu diperhatikan yaitu teknis medis dan hubungan interpersonal. Hal ini meliputi penjelasan dan pemberian informasi kepada pasien tentang penyakitnya serta memutuskan bersama pasien tindakan yang akan dilakukan atas dirinya. Hubungan interpersonal ini berhubungan dengan pemberian informasi, empati, kejujuran, ketulusan hati, kepekaan, dan kepercayaan dengan memperhatikan privacy pasien (Hardjana, 2003).

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Mutu Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Tanjung Pura Tahun 2015

Pengaruh Mutu Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Tanjung Pura Tahun 2015

Menurut Pohan (2006) Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah suatu pelayanan kesehatan yang dibutuhkan, dalam hal ini akan ditentukan oleh profesi layanan kesehatan dan sekaligus diinginkan baik oleh pasien ataupun masyarakat serta terjangkau oleh daya beli masyarakat, sedangkan jaminan mutu pelayanan kesehatan adalah upaya yang sistematis dan berkesinambungan dalam memantau dan mengukur mutu serta melakukan peningkatan mutu yang di perlukan agar mutu pelayanan kesehatan senantisa sesuai dengan standart layanan kesehatan yang di sepakati.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Pengaruh Persepsi tentang  Kebutuhan Asuransi, Pelayanan Badan Penyelenggara dan Mutu Pelayanan Oleh Pelaksana Pelayanan Kesehatan terhadap Perpanjangan Kepesertaan Askes Husada Paripurna Tobamas  di Kabupaten Toba Samosir

Pengaruh Persepsi tentang Kebutuhan Asuransi, Pelayanan Badan Penyelenggara dan Mutu Pelayanan Oleh Pelaksana Pelayanan Kesehatan terhadap Perpanjangan Kepesertaan Askes Husada Paripurna Tobamas di Kabupaten Toba Samosir

Pentingnya reformasi pembiayaan kesehatan di Indonesia terkait dengan kondisi pembiayaan kesehatan saat ini lebih banyak dikeluarkan dari uang pribadi, dimana pengeluaran kesehatan yang harus dikeluarkan oleh seseorang mencapai sekitar 75-80% dari total biaya kesehatan dan kebanyakan pembiayaan kesehatan ini berasal dari uang pribadi yang dikeluarkan ketika mereka memanfaatkan pelayanan kesehatan. Secara keseluruhan, total pengeluaran untuk kesehatan di Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan sejumlah negara tetangga. Hal ini disebabkan oleh rendahnya pengeluaran pemerintah maupun pribadi untuk kesehatan. Lebih lanjut, cakupan asuransi amat terbatas, hanya mencakup pekerja di sektor formal dan keluarga mereka saja, atau hanya sekitar sepertiga penduduk dilindungi oleh asuransi kesehatan formal. Meski demikian mereka yang telah diasuransikan pun masih harus mengeluarkan sejumlah dana pribadi yang cukup tinggi untuk sebagian besar pelayanan kesehatan (Depkes RI, 2009).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

5 03 2012 strategi dan upaya peningkatan (1)

5 03 2012 strategi dan upaya peningkatan (1)

Proses perbaikan juga penting. Sering kali kinerja disalahkan karena masalah pelayanan dan ketidakpuasan pelanggan pada saat proses itu sendiri tidak dirancang dengan baik untuk mendukung pelayanan. Dengan melibatkan staf dalam proses pelayanan, maka dapat diidentifikasi masalah proses yang dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan, mendiagnosis penyebab, mengidentifikasi, dan menguji pemecahan atau perbaikan.

Baca lebih lajut

D2A004026 Dinik Retnowati

D2A004026 Dinik Retnowati

Puskesmas sebagai salah satu unit pelaksana teknis Dinas kabupaten/kota berperan di dalam menyelenggarakan pelayanan publik yang berkualitas kepada masyarakat dengan melakukan berbagai upaya untuk memenuhi segala harapan, keinginan, dan kebutuhan serta mampu memberikan kepuasan bagi masyarakat.

Baca lebih lajut

BAB I KONSEP DASAR MUTU PELAYANAN KESEHATAN

BAB I KONSEP DASAR MUTU PELAYANAN KESEHATAN

Selain konsep PDCA, dalam penilaian mutu pelayanan kesehatan/kebidanan juga digunakan tehnik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Observasi atau pengamatan langsung ini dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu: pengamatan langsung dengan daftar tilik, pengamatan langsung tanpa daftar tilik dan mistery shapper. Wawancara adalah salah satu cara pengumpulandata dengan melakukan tanya jawab pada seseorang atau sekelompok orang atau responden untuk meminta pendapat atau keterangan mengenai sesuatu hal yang dianggap perlu dan penting. Pemeriksaan dan penilaian dokumen atau catatan lain merupakan kegiatan yang disebut sebagai audit.
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

Gambaran Perilaku Kepuasan Peserta BPJS dalam Pemanfaatan Layanan Kesehatan Di Puskesmas Singkil Utara Kecamatan Singkil Utara Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2016

Gambaran Perilaku Kepuasan Peserta BPJS dalam Pemanfaatan Layanan Kesehatan Di Puskesmas Singkil Utara Kecamatan Singkil Utara Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2016

menggerakkan dan memantau penyelenggaraan pembangunan lintas sektor termasuk oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah kerjanya, sehingga berwawasan serta mendukung pembangunan kesehatan. Disamping itu Puskesmas aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap program pembangunan diwilayah kerjanya. Khusus untuk pembangunan kesehatan, upaya yang dilakukan Puskesmas adalah mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.Pusat pemberdayaan masyarakat berarti Puskesmas selalu berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat, keluarga dan masyarakat termasuk dunia usaha memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat, berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk sumber pembiayaannya, serta ikut menetapkan, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan. Pemberdayaan perorangan, keluarga dan masyarakat ini diselenggarakan dengan memperhatikan kondisi dan situasi, khususnya sosial budaya masyarakat setempat.Pusat pelayanan kesehatan strata pertama berarti Puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menjadi tanggungjawab Puskesmas meliputi :
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KAK ISO PUSKESMAS REVISI

KAK ISO PUSKESMAS REVISI

Salah satu upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik harus kita mulai dari aspek yang paling gradual/mendasar, yaitu reformasi pola pikir/paradigma penyelenggaraan pelayanan publik dari semula berorientasi pada “pemerintahan sebagai penyedia” menjadi pelayanan yang berorientasi pada “kebutuhan masyarakat sebagai pengguna”. Dalam pelayanan kepada masyarakat selain diperlukan penyederhanaan dalam mekanisme proses pelayana diperlukan kecepatan, ketepatan dan keakuratan .

Baca lebih lajut

Perda Mutu Pelayanan Kesehatan

Perda Mutu Pelayanan Kesehatan

Untuk menjamin Mutu Pelayanan Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, maka berbagai komponen yang dapat mempengaruhi terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan tersebut perlu untuk ditetapkan secara jelas, mencakup aspek manajemen dan teknis guna penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan secara bertanggung jawab, aman, bermutu, serta merata dan nondiskriminatif bagi masyarakat sesuai standar pelayanan kesehatan. Adapun komponen Mutu Pelayanan Kesehatan Dalam Peraturan Daerah ini ditetapkan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...