Nahwu dan Sharaf

Top PDF Nahwu dan Sharaf:

Pesantren Tradisional Sebagai Basis Pembelajaran Nahwu Dan Sharaf Dengan Menggunakan Kitab Kuning

Pesantren Tradisional Sebagai Basis Pembelajaran Nahwu Dan Sharaf Dengan Menggunakan Kitab Kuning

Dalam sistem tradisional, santri biasanya mulai mempelajari pengetahuan dasar tentang sharaf, yang berarti bahwa dia harus berusaha menghafal tabel-tabel pertama dari perubahan kata kerja dan kata benda. Karya yang paling sederhana dalam katagori ini adalah Bina’(Al- Bina’wa Al -Asas, karangan seorang Mulla Al- Danqari). Setelah menguasai teks ini, santri kemudia mempelajari Al-Izzi (Al- Tashrif Li Al-Ïzzi karangan Ïzzuddin Ibrahim Al-Zandali atau Al-Maqshud fi Al- Sharf, sebuah karya anonim yang sering dianggap sebagai karya Abu Hanifah). Setelah melampaui tingkat ini, santri akan beralih kekarya pertama tentang nahwu sebelum melanjutkan mempelajari karya sharaf yang lebih sulit (jika ia memang pernah sampai mencapai tingkat ini). Salah satu karya yang paling gampang dan paling populer mengenai ilmu nahwu adalah Áwamil (Al-Áwamil Al-Miá, karangan Äbd Al-Qahir ibn Ábd Al-Rahman Al-Jurjani, Wafat 471 H), yang berisi sebuah daftar situasi yang menentukan harakat huruf akhir dari kata benda dan huruf-huruf hidup yang mengikuti konsonan akhir dari kata kerja. Setelah itu, santri dapat beranjak kekitab Jurmiyah (Al-Muqaddimah Al-Ajurmiyah, karangan Setelah itu, santri dapat beranjak kekitab Jurmiyah (Al-Muqaddimah Al- Ajurmiyah, karangan Abu Äbdullah Muhammad b. Daud Al-Shahaji b. Ajjurum, wafat pada 723 H).
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

ANALISIS KESALAHAN MORFOSINTAKSIS PADA TULISAN SISWA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN NAHWU DAN SHARAF :Studi Deskriftif pada Siswa kelas XII MA Al-Hanif Cibeber Kabupaten Cianjur Tahun Ajaran 2014/2015.

ANALISIS KESALAHAN MORFOSINTAKSIS PADA TULISAN SISWA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN NAHWU DAN SHARAF :Studi Deskriftif pada Siswa kelas XII MA Al-Hanif Cibeber Kabupaten Cianjur Tahun Ajaran 2014/2015.

De ga i i saya e yataka bahwa skripsi de ga judul Analisis Kesalahan Morfosintaksis dalam Tulisan Siswa dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Nahwu dan Sharaf (Studi Deskriptif pada Siswa Kelas XII MA-Al-Hanif Cibeber Cianjur Tahun Ajaran 2014/2015) i i adalah sepe uh ya karya saya se diri. Tidak ada bagia di dalamnya yang merupakan plagiat dari karya orang lain dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung resiko/sanksi yang dijatuhkan kepada saya apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam karya saya ini, atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

Sekilas Kehidupan KHA Badawi

Sekilas Kehidupan KHA Badawi

Semenjak dari SD Kauman Yogyakarta ia bersahabat karib dengan Abdul Kahar Muzakir yang persahabatannya bersambung di Pondok Pesantren Termas Pacitan. Di Pondok Pesantren Termas ini ia dikenal gemar mendarus al-Qur’an. Selain itu, dalam berpakaian ia gemar berpakaian hem jambon (merah muda) dengan ikat kepala latar putih ukel. Di Termas ini pula, Ahmad Badawi dikenal sebagai ahli Nahwu dan Sharaf yang sudah didalaminya dari Pondok Pesantren Lerab. Ia juga dikenal pandai dalam hal seni tulis huruf Arab yang indah. Jejak-jejak ilmunya dapat diperoleh dalam buku-buku yang ditulisnya, baik dalam bahasa Jawa, Indonesia maupun Arab. Diantara buku-buku yang ditulisnya dalam bahasa Jawa tersebut adalah:Kitab Nukilan Syu’abul Iman, Kitab Nikah (ditulis dengan huruf Arab Pegon), Kitab Parail, Kitab Manasik Haji. Sedangkan buku-buku yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Arab adalah Buku Pengajian Rakyat, Miah Hadits (100 hadits) berbahasa Arab, Mudzakkirat fi Tasjri’il Islam, Quwaidul Chams, Karangan Menghadapi Orla dan Djadwal Waktu Shalat selama-lamanya.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

14_FPEB-SIL-14-14_SILABUS BAHASA ARAB EKONOMI DAN BISNIS.

14_FPEB-SIL-14-14_SILABUS BAHASA ARAB EKONOMI DAN BISNIS.

Untuk tujuan itu, maka Bahasa Arab Ekonomi Bisnis ini merupakan pembelajaran bahasa Arab praktis, yakni meliputi cara-cara praktis memahami teks bahasa Arab yang berkenaan dengan masalah perekonomian dan bisnis yang berbasis syariah. Fokus materinya mengarah pada penguasaan nahwu-sharaf (grammar) bahasa Arab dan aplikasinya dalam membaca dan memahami teks-teks bahasa Arab tersebut, meliputi cara menggunakan kamus bahasa Arab dengan basis ilmu sharaf/tashrif (morfologi) praktis, cara memahami makna struktural dengan basis ilmu nahwu (sintaksis) praktis yang didukung dengan makna leksikal (kamus).
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

akselerasi pemahaman materi sharaf melal 1a11fde2

akselerasi pemahaman materi sharaf melal 1a11fde2

Metode tamyiz disebut juga metode Mumtaz yang merupakan temuan seorang ustadz bernama Abaza. Metode ini lahir sebagai usaha dan kreatifitas untuk menyederhanakan materi dan mengembangkan metode pembelajaran, agar materi tersebut dirasakan mudah dan menyenangkan. 2 Kelahiran metode ini dilatarbelakangi oleh fakta dalam pembelajaran bahasa Arab, pengalaman, dan pengamatan, hasil renungan penulisanya. Penulis buku ini lalu memutuskan menyusun Mumtaz Pure Nahwu dan Akademis. 3 Metode ini diperuntukan untuk materi nahwu sharaf /materi qawaid (tata bahasa) dengan sasaran komunitas akademik. Bila dibandingkan dengan metode-metode lain, metode ini memiliki spesifikasi khusus dalam penyajian materi nahwu sharaf diantaranya adalah 1) bahasa pengantarnya sederhana (dekat dengan peserta), 2) pembelajaran dilakukan dengan cara bernyanyi (menyenangkan) sehingga tidak membosankan bagi peserta pembelajaran, 3) mengaktifkan seluruh peserta sehingga hasilnya lebih merata, 4) pengulangan materi untuk memastikan penguasaan materi sejak di dalam kelas, 5) pola latihan tidak membebani namun efektif, 6) sistem evaluasi yang terukur, 7) metode penyajian mudah diduplikasi 4 . Metode ini dikatakan mudah diduplikasi karena dilakukan dengan cara belajar sambil bernyanyi. Belajar sambil bernyanyi ini oleh Abaza MM diberi nama metode tamyiz .
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

KontroversiI Di Seputar Otentisitas Nahwu

KontroversiI Di Seputar Otentisitas Nahwu

Masa kedua dimulai dari masa al-Khalîl hingga masa awal al-Mâzinî (w. 249 H., Bashri) dan Ibn al-Sikkît (w. 244 H., Kufi). Sharaf belum terpisah dari nahwu. Pada masa ini terjadi kodifikasi atau penyusunan buku-buku nahwu. Di antaranya yang terbesar adalah al-Kitâb karya Sîbawaih. Masa ini ditandai juga oleh maraknya perdebatan (munâzharah) atau adu argumentasi nahwu aliran Bashrah dan Kûfah, utamanya antara Sîbawaih dan al-Kisâ‘î (w. 189). Sedangkan periode ketiga dimulai dari masa al-Mâzinî hingga al-Mubarrid atau al-Mubarrad (w. 285 H., Bashrî ) dan Tsa‘lab (w. 291 H., Kûfî). Pada masa ini sharaf telah berdiri sendiri sebagai ilmu, terpisah dari nahwu. Karya- karya nahwu berikut syarah atau ringkasannya bermunculan, puncaknya adalah al-Kâmil fi al-Lughah wa al-Adab karya al-Mubarrid. Perdebatan tentang nahwu juga masih marak. Adapun periode keempat terjadi pada masa munculnya aliran baru, Baghdâdiyyah. Disebut tarjîh karena pada masa ini ahli nahwu cenderung melakukan perbandingan antara dua alirannya sebelumnya dan kemudian memilih yang terkuat argumentasinya. Lihat Muhammad al-Thanthâwî, Nasy’at al -Nahwi …, h. 31-42 dan 162-166.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PERAN ILMU NAHWU SHOROF DALAM MENINGKATK

PERAN ILMU NAHWU SHOROF DALAM MENINGKATK

1. Proses belajar mengajar Qur’an Hadits di MTs Modern Dalaailul Khoirot Kudus dalam hal ini diartikan bagaimana dalam pengajaran bidang studi nahwu dan sharaf, guru memulai dengan mengajukan pertanyaan kepada murid, untuk mengetahui pengetahuan murid tentang pelajaran nahwu dan sharaf yang sudah diajarkan. Setelah itu guru memulai menyampaikan pelajaran nahwu dan sharaf yang baru, dengan cara menyuruh anak untuk membaca pelajaran baru tiga atau empat anak. kemudian guru mencoba menanyakan pelajaran itu. Setelah selesai menanyakan dan murid belum bisa menguasai barulah guru menulis beberapa kaidah yang dianggap sulit bagi murid dan guru menjelaskan serta memberikan beberapa contoh untuk kaidah tersebut. Dan setelah murid mampu memahami kaidah-kaidah tersebut, guru kembali menerangkan kaidah-kaidah tersebut dikaitkan dengan ayat-ayat Al Qur'an dan Hadits.
Baca lebih lanjut

131 Baca lebih lajut

Problematika Pembelajaran Nahwu Siswa Kelas 1 Tsanawiyah di Pondok Pesantren Al-Awwabin Al-mutakamil Depok

Problematika Pembelajaran Nahwu Siswa Kelas 1 Tsanawiyah di Pondok Pesantren Al-Awwabin Al-mutakamil Depok

6. Metode apa yang saja yang sering ustadzah gunakan dalam mengajarkan nahwu? Metodenya dengan metode monologis dan dialogis. Yang pertama ialah dengan mengartikan kaidah Nahwul Wadhih, siswa mencatatnya kemudian memberikan penjelasannya dengan amtsilat atau contoh-contoh yang terdapat di dalam kitab itu.

Baca lebih lajut

TAHLIL AL AKHTHO' AL NAHWIYAH FI KITABAH THULAB MA'HAD MIFTAHUL ULUM BESUKI SITUBONDO : DIRASAH TAHLIL AL AKHTHO'.

TAHLIL AL AKHTHO' AL NAHWIYAH FI KITABAH THULAB MA'HAD MIFTAHUL ULUM BESUKI SITUBONDO : DIRASAH TAHLIL AL AKHTHO'.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan siswa – siswi madrasah Aliyah Pondok Pesantren Miftahul Ulum Besuki Situbondo dimana setelah penulis melakukan pengamatan banyak ditemukan kesalahan-kesalahan di dalam penulisan berbahasa Arab terutama dalam kaidah Nahwu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan nahwu apa saja yang terdapat pada tulisan Bahasa Arab siswa – siswi Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Miftahul Ulum dan sebab kesalahan dan bagaimana memperbaiki kesalahan- kesalahan Nahwu tersebut.

74 Baca lebih lajut

KAJIAN HISTORIS PERKEMBANGAN ILMU NAHWU

KAJIAN HISTORIS PERKEMBANGAN ILMU NAHWU

Berdasarkan uraian tentang perkembangan nahwu mazhab Bas- rah serta penjelasan tokoh-tokoh nahwu mazhab Basrah dapat diketahui bahwa, Basrah adalah tempat berkembangnya ilmu nahwu yang pertama dan Mazhab Basrah adalah mazhab pertama dari lima mazhab nahwu lainnya. Dengan dipelopori oleh ulama- ulama nahwu mazhab Basrah yaitu, Abu Aswad ad-Du`ali, Abd Ar-Rahmân Bin Hurmuz, Yahya Bin Ya’mur Al-’Udwan Al-Lait- si, Abû Abdullah Maimun Al-Aqrân, Anbasah Al-Fîl, Nashr Bin ‘Âshîm al-Laitsi, Abdullah Bin Abû Ishâq, Abu ‘Amr Bin ‘Ulâ`, ‘Isa Bin ‘Umar At-Tsaqfi, Al-Akhfas al-Akbar, Al-Khalîl Bin Ahmad, Yunus Bin Habîb, Sibawaih, Yazidy, Al-Akhfasy al-Awsath, Qath- rab, Al-Jarmy, At-Tauzy, Al-Maziny, Abu Khâtim as-Sijistany, Ar- Riyasyy, Al-Mubarrid, ilmu nahwu kemudian dapat berkembang menjadi lima mazhab nahwu yaitu Kufah, Bagdad, Mesir, Anda- lus, dan termasuk juga mazhab Basrah dengan berbagai pendapat tentang ilmu nahwu yang masih dipakai sampai saat ini.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Perkembangan Ilmu Nahwu Kontemporer Ilmu Manajemen

Perkembangan Ilmu Nahwu Kontemporer Ilmu Manajemen

Dorongan utama dari penyusun nahwu ini adalah semata-mata untuk membentengi bahasa arab Arab dari kesalahan ungkapan (lahn) yang ada pada masa itu mulai menular sert a merusak “edisi” Arab fusha. Dengan dilemma yang ada, maka para ulama mersa khawatir atas keautentikan bahsa Arab yang akan berimplikasi pada pengkontaminasian cara membaca dan memahami al-Quran. Keprihatinan ini amatlah wajar sebab, sebelum bahasa arab jerjankit lahn, masyarakat Arab senddiri sudah mendapat masalah internal dalam keterbatasan : mereka terbagi kedalam klan (suku) yang bermacam-macam, tiap klan memiliki bahasa yang berbeda-beda antara suku satu dan yang lain. Upaya menyatukan bahasa menduduki urutan penting pertama sebelum memerangi virus lahn lain yang dating setelah agenda penaklukan (Arab : al-futuhat). Atas perintah Ali bin Abi Thalib, Abu al-Aswad al- duali (Dhalim ibn ‘Amru ibn Hambal ibn Jundl ibn Sulaiman ibn Hils al-Duali al-Kinnani) 1 SH-69 H/605-688 M. Berjuang untuk menyusun kaidah-kaidah dasar bahasa Arab yang akan menjadi rujukan dikala terjadi kesalahan ungkapan tersebut.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Al-Qiyas 'inda sibawah fi ushul an-nahwi

Al-Qiyas 'inda sibawah fi ushul an-nahwi

Ilmu nahwu adalah salah satu ilmu terpenting dalam bahasa arab. Sebagaimana ilmu fiqh yang mempunyai ushul dalam pengambilan hukum, begitu juga dengan ilmu nahwu. Ushul dalam ilmu nahwu adalah dalil atau sumber yang menjadi pondasi nahwu, dimana ia mempunyai beberapa dalil dalam pengambilan hukum nahwu, salah satunya adalah qiyas. Qiyas adalah menganalogikan sesuatu yang belum diketahui dengan sesuatu yang sudah diketahui karena adanya sebab dan pemberlakuan hukum atasnya.

Baca lebih lajut

SEJARAH NAHWU Memotret Kodifikasi Nahwu Sibawaih - Test Repository

SEJARAH NAHWU Memotret Kodifikasi Nahwu Sibawaih - Test Repository

Kajian secara khusus tentang pengaruh filsafat terhadap kodifikasi nahwu Sibawaih ini belumlah banyak. Perdebatan mengenai pengaruh filsafat terhadap nahwu pernah dilakukan oleh antara lain Zamzam A. Abdillah, Pro-Kontra Pengaruh Filsafat Terhadap Nahwu, dalam jurnal Adabiyyat, Fakultas Adab IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, vol 1, no. 2, Maret 2003. Dalam artikel ini ia cenderung mendukung pendapat bahwa filsafat sangat mempengaruhi kodifikasi nahwu. Muhbib Abdul Wahab, Kontroversi di Seputar Otentisitas Nahwu, dalam Jurnal Afaq Arabiyyah, FITK UIN Jakarta, Vol. 3, nomor 1, Juni 2008, yang menolak anggapan terpengaruhnya kodifikasi nahwu awal oleh filsafat Yunani. Ade Kosasih, Ilmu-Ilmu Bahasa Arab dan Perkembangannya Pada Masa Abasiyah I, Tesis IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 1997. Ia menyata kan bahwa ilmu nahwu badalah ilmu yang berkembang karena masuknya pengaruh filsafat. Komarudin Hidayat, Memahami Bahasa Agama, (Jakarta: Paramadina, 1996) secara sekilas mengatakan bahwa nahwu Bashrah sangat dipe- ngaurhi oleh filsafat.Ia tidak memberikan data yang akurat juga.Syauqi Dhaif, Madaris al- nahwiyah, (Kairo: Dar al- Ma’arif, 1968), ia juga me- nyinggung sedikit tentang pegaruh filsafat terhadap nahwu dengan tidak memberikan rincian buktinya. Soeparno, Dasar-Dasar Linguistik, (Yogyakarta: Mitra Gama WIdya, 1993), yang memberikan gambaran akan kesamaan istilah yang ada dalam nahwu dengan kajian Plato.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

fze Pengantar nahwu shorof

fze Pengantar nahwu shorof

I lmu t at a bahasa ar ab (nahwu dan shor of ) adalah modal ut ama bagi set iap or ang yang ingin menyelami agama I slam dan ilmu-ilmunya. Meskipun demikian banyak pelaj ar yang mengalami kesulit an dalam mempelaj ar inya. At au memer lukan wakt u yang lama unt uk memahaminya set elah t er lebih dahulu melewat i kesulit an- kesulit an. Hal ini mungkin disebabkan kar ena kur angnya buku-buku t ent ang bahasa ar ab yang disusun secar a mudah dan sist emat is.

Baca lebih lajut

A. Pengertian Ilmu nahwu adalah

A. Pengertian Ilmu nahwu adalah

Termasuk didalamnya adalah pembahasan shorof. Karena Ilmu Shorof bagian dari Ilmu Nahwu, yang ditekankan kepada pembahasan bentuk kata dan keadaannya ketika mufrodnya Jadi secara garis besar, pembahasan Nahwu mencakup pembahasan tentang bentuk kata dan keadannya ketika belum tersusun (mufrod) , semisal bentuk Isim Fa’il mengikuti wazan لعاف, Isim Tafdhil mengikuti wazan لعفأ, berikut keadaan-keadaannya semisal cara mentatsniyahkan, menjamakkan, mentashghirkan dll. Juga pembahasan keadaan kata ketika sudah tersusun (murokkab) semisal rofa’nya kalimah isim ketika menjadi fa’il, atau memu’annatskan kalimah fi’il jika sebelumnya menunjukkan Mu’annats dll.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...