Narkotika/Narkoba

Top PDF Narkotika/Narkoba:

ANALISIS PELAKSANAAN UJI NARKOBA MELALUI RAMBUT DALAM RANGKA PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Studi pada badan narkotika nasional)

ANALISIS PELAKSANAAN UJI NARKOBA MELALUI RAMBUT DALAM RANGKA PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Studi pada badan narkotika nasional)

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa pembuktian tindak pidana narkotika dalam tahap pemeriksaan uji narkoba melalui rambut yaitu dilakukan oleh penyidik dengan berdasarkan barang bukti yang ditemukan pada tersangka atau tempat kejadian perkara (TKP) dan berdasarkan pembuktian laboratorium forensik. Di dalam labaratorium pengujian dilakukan dua jenis metode pendeteksian. Pertama dikenal sebagai Tes Skrining, dan ini diterapkan untuk semua sampel yang masuk melalui laboratorium. Kedua, yang dikenal sebagai Tes Konfimasi, hanya diterapkan pada sampel yang menguji positif selama uji skrining. Periode deteksi tergantung dari beberapa faktor yaitu jenis narkoba, jumlah dan frekuensi penggunaan, laju metabolisme tubuh, berat badan, usia, kondisi kesehatan secara umum.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

Perkembangan penyalahgunaan narkotika sudah sangat memperihatinkan. Jika dulu, peredaran dan pecandu narkotika hanya berkisar di wilayahperkotaan saja, namun kini tidak ada satupun kecamatan, atau bahkan desa di Republik iniyangbebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap obat terlarang itu. Begitu halnya keadaan penyalahgunaan narkoba di Kelurahan Medan Petisah baik yang dilakukan perorangan maupun kelompok, menimbulkan berbagai akibat yang merugikan pribadi, masyarakat, keluarga dan negara. Diantaranya rusaknya hubungan kekerabatan dalam keluarga, merosotnya kemampuan belajar pada diri anak, terjadinya perubahan tingkah laku menjadi anti sosial, merosotnya kemampuan produktifitas kerja, terjadinya berbagai gangguan kesehatan, mempertinggi tingkat kecelakaan dijalan raya, serta mempertinggi terjadinya tindak kejahatan dan kekerasan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

(ABSTRAK) ”PERAN SATUAN NARKOBA DALAM PEMBERANTASAN DAN PENANGGULANGAN KEJAHATAN NARKOTIKA DI KABUPATEN KLATEN ( STUDI PADA POLRES KLATEN)”.

(ABSTRAK) ”PERAN SATUAN NARKOBA DALAM PEMBERANTASAN DAN PENANGGULANGAN KEJAHATAN NARKOTIKA DI KABUPATEN KLATEN ( STUDI PADA POLRES KLATEN)”.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Satuan Narkoba Polres Klaten dalam pemberantasan dan penanggulangan narkotika sangat besar karena tugas dan fungsinya sebagian besar terealisasi. Satuan Narkoba Polres Klaten sudah melaksanakan program kerja, antara lain memberikan: penyuluhan; talk show; Sosialisasi Undang-undang Narkotika dan Psikotropika; Hambatan yang dihadapi Satuan Narkoba Polres Klaten antara lain: Hambatan internal yaitu : 1). Terbatasnya anggaran menyebabkan belum optimal kinerja dari Satuan Narkoba Polres Klaten, 2). Sering bocornya informasi tentang pelaksanaan razia menyebabkan tersangka mengetahui dan melarikan dari tempat razia. Sedangkan hambatan eksternal yaitu sebagian masyarakat kurang peduli terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba karena mereka beranggapan yang memakai dan pengedar gelap Narkoba bukan keluarga mereka sendiri.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang selalu menyertai, membimbing dan memberkati saya setiap saat selama proses penulisan skripsi ini. Atas berkat Nya, saya dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan”. Penulisan skripsi ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU).

10 Baca lebih lajut

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

Penelitian ini berjudul, Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui Peranan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya penanggulangan kejahatan narkotika di Sumateran Utara serta untuk mengetahui Faktor Penghambat Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya penanggulangan Penyalahgunaan narkotika di Sumatera Utara. Teori yang relevan dalam penelitian ini adalah; Peran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik analisis data. Wawancara dilakukan terhadap 4 (empat) orang informan yaitu 2 orang informan kunci dari pejabat berwenang BNN Provinsi Sumatera Utara dan 2 informan biasa (mantan pengguna narkotika). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Badan Narkotika Nasional (BNN) sudah berjalan dengan baik hal ini terlihat dari program-program yang dilaksanakan oleh BNN dalam menekan angka kejahatan narkoba di kota Medan. Peran BNN juga sangat penting karena adanya program penyuluhan yang dilakukan oleh BNN kepada masyarakat luas agar setiap elemen masyarakat mengetahui tentang bahayanya narkoba serta dampak yang timbul jika terlibat dalam masalah narkoba. Namun kesadaran masyarakat akan bahaya narkobapun sangatlah dibutuhkan karena jika tidak dari diri sendiri setiap masyarakat maka penekanan kejahatan narkoba akan mengalami kendala.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

Di dalam penelitian ini, penulis merumuskan definisi konsepsional yaitu sebagai berikut: Secara umum bahwa peran BNN adalah lembaga yang dapat memberikan perubahan serta harapan agar bebas dari penyalahgunaan narkotika. Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2010, tentang Pembentukan Badan Narkotika yang ada di daerah Kabupaten/Kota salah satunya Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kota Medan yang ditujukan dalam rangka pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba d isetiap kecamatan di Kota Medan terutama di Kecamatan Medan Petisah.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

TINJAUAN ETIOLOGI KRIMINAL DALAM PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA YANG DILAKUKAN OLEH MAHASISWA DI KABUPATEN SLEMAN

TINJAUAN ETIOLOGI KRIMINAL DALAM PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA YANG DILAKUKAN OLEH MAHASISWA DI KABUPATEN SLEMAN

Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 24 orang mahasiswa dari 196 orang terlibat dalam tindak pidana narkotika di Sleman dalam kurun waktu 3 tahun yaitu 2013-2015. Tindak pidana narkotika yang dilakukan mahasiswa di Sleman disebabkan karena salah pergaulan sebanyak 8 orang, jauh dari pengawasan orang tua sebanyak 4 orang, faktor kebutuhan ekonomi sebanyak 6 orang, dan faktor broken home sebanyak 1 orang dan kebutuhan ekonomi sekaligus broken home sebanyak 5 orang. Faktor salah pergaulan dan jauh dari pengawasan orang tua disebabkan oleh pengawasan dan kontrol orang tua yang kurang karena jaraknya jauh sehingga tidak dapat mengawasi penuh. Faktor ekonomi membuat stres sehingga menyebabkan mahasiswa mencari cara instan untuk memenuhi kebutuhan salah satunya dengan menjual narkoba. Faktor broken home menyebabkan anak merasa diabaikan dan kurang perhatian sehingga menyebabkan anak mencari pelarian negatif seperti narkoba. Upaya Polres Sleman dalam penanggulangan tindak pidana narkotika yang dilakukan khusus terhadap mahasiswa tidak ada karena tindakan penanggulangan berlaku untuk semua kalangan termasuk mahasiswa. Penanggulangan meliputi upaya preventif dan represif. Upaya preventif yang dilakukan Polres Sleman yaitu bekerjasama dengan pihak kampus dan Dikti agar memberikan kebijakan khusus bagi mahasiswa terkait narkotika dan obat-obatan terlarang. Upaya represif yang dilakukan yaitu operasi-operasi di tempat-tenpat yang biasa digunakan mahasiswa untuk berkumpul seperti kafe dan asrama. Upaya juga dilakukan terhadap pengguna yaitu memberikan rehabilitasi selama masa tahanan.
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

Keyword : Persepsi, Siswa dan Narkoba Pendahuluan - PERSEPSI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS TERHADAP SOSIALISASI PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KOTA MEDAN

Keyword : Persepsi, Siswa dan Narkoba Pendahuluan - PERSEPSI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS TERHADAP SOSIALISASI PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KOTA MEDAN

Mengingat maraknya peredaran narkotika di Indonesia yang sepertinya hukum di Indonesia tidak membuat mereka (para pengedar atau bandar ) jera, selalu saja ada penyeledupan narkotika ke wilayah Indonesia. Ini menjadi tugas dan kewajiban kita sebagai orang tua untuk mengawasi dan lebih mewaspadai anak-anak kita di dalam pergaulan. Awasi tingkah laku dan pola hidup anak-anak. Orangtua harus peka terhadap perubahan sikap anak-anak yang memang kalau mereka terlibat penggunaan narkotika akan terlihat dengan sangat jelas. Kita patut dan wajib menjaga dan melindungi mereka dari serangan hal semacam itu. Begitu mereka terjerumus, adalah masalah besar di kemudian hari.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Konsultasi Narkoba Online dengan Menggunakan Metode Forward Chaining.

Konsultasi Narkoba Online dengan Menggunakan Metode Forward Chaining.

Narkotika adalah suatu obat yang sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian apabila dipakai secara terus-menerus. Sudah banyak masyarakat yang menyalahgunakan narkoba karena minimnya informasi mengenai narkotika sehingga tidak mengetahui efek samping dan cara pencegahan penggunaan narkotika. Saat ini masih sedikit website yang menyediakan sarana untuk melakukan konsultasi dan sarana untuk berbagi pengalaman untuk membantu pencegahan narkotika.

21 Baca lebih lajut

Penyalahgunaan Narkoba dalam Perspektif. docx

Penyalahgunaan Narkoba dalam Perspektif. docx

Selanjutnya pasal 114 menjelaskan bahwa: setiap orang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I, dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikitRp.1000.000.000 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp. 10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah).

9 Baca lebih lajut

PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANGGOTA POLRI YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Studi Kasus di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Padang).

PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANGGOTA POLRI YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Studi Kasus di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Padang).

Penyalahgunaan narkotika di Indonesia semakin meningkat dan sulit diberantas, Sebanyak empat juta penduduk Indonesia saat ini menderita kecanduan narkoba dan sedikitnya lima orang meninggal dunia setiap hari atau dalam setahun sebanyak 1.800 orang. 1 Kasus narkotika di wilayah Poltabes Padang mencapai 93 kasus sepanjang 2009 atau meningkat 30 persen dibandingkan 2008. 2 Tahun 2010 Pengadilan Negeri kelas IA Padang telah menerima 97 kasus dan tahun 2011 sebanyak 129 kasus mengenai narkotika dan psikotropika dan 15 kasus melibatkan anggota kepolisian yang terkait kasus narkotika tersebut dan sebagian dari kasus- kasus tersebut telah disidangkan dan diputus di Pengadilan Negeri kelas IA Padang tersebut.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Prilaku Sosial Pemusik Pengguna Narkoba di Lingkungan Masyarakat ( Studi pada Kelompok Musik Psychedelic Kota Medan)

Prilaku Sosial Pemusik Pengguna Narkoba di Lingkungan Masyarakat ( Studi pada Kelompok Musik Psychedelic Kota Medan)

Salah satu persoalan besar yang tengah dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah banyaknya jumlah peredaran maupun pemakai narkoba telah mengalami peningkatan jika dilihat langsung dari permasalahan yang ada sebenarnya dilapanganyaitu sebanyak 69% jumlah pengguna teratur dan 31% yang tergolong pecandu ( BNN,2008 ). Jumlah penderita penyalahgunaan narkotika, pecandu alkohol dan zat – zat adiktif lainnya naik sampai lebih dari 100% dari jumlah pengguna sebelumnya.

7 Baca lebih lajut

Nama Raihan Syeka Pramukastie Kelas VIII

Nama Raihan Syeka Pramukastie Kelas VIII

Salah satu hal yang sejak dulu menjadi permasalahan dalam masyarakat dan membutuhkan perhatian khusus adalah penyalahgunaan obat-obatan. Pada awalnya penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang terbatas pada dunia kedokteran namun belakangan terjadi penyimpangan fungsi dan penggunaannya tidak lagi terbatas pada dunia kedokteran (Budiarta 2000). Penggunaan berbagai macam jenis obat dan zat adiktif atau yang biasa disebut narkoba dewasa ini cukup meningkat terutama di kalangan generasi muda. Morfin dan obat-obat sejenis yang semula dipergunakan sebagai obat penawar rasa sakit, sejak lama sudah mulai disalahgunakan. Orang-orang sehat pun tidak sedikit yang mengkonsumsi obat-obatan ini. Maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang diakui banyak kalangan menjadi ancaman yang berbahaya bagi bangsa Indonesia.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

NARKOBA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN

NARKOBA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN

Para ulama bersepakat bahwa sanksi pidana akibat penyalahgunaan narkoba dikenakan berupa hukuman dera atau cambuk, baik sedikit maupun banyak. Tetapi para ulama berbeda pendapat mengenai berat ringan- nya sanksi hukum tersebut. Di dalam hukum Islam seseorang dapat dihukum dengan hukuman mati setelah beberapa kali me lakukan meminum khamr (sudah menjadi pecandu narkoba). Jika peminum/ pecandu narkoba dapat dihukum dengan hukuman mati, apalagi pengedarnya. Hal ini disebabkan pengedar merupakan posisi kedua dalam rangkaian peredaran narkoba, setelah produsen (pembuat narkoba) kemudian baru pemakai narkoba. Sehingga sangat laik pengedar apalagi produsen narkoba dijatuhi hukuman mati yang merupakan hukuman ta’zîr di dalam hukum Islam. Sedangkan sanksi hukuman yang diberikan bagi para pengedar narkotika menurut hukum positif di Indonesia yaitu dengan pidana minimal
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Upaya Polri Dalam Menangani Penyalahgunaan Narkoba Oleh Remaja.

PENDAHULUAN Upaya Polri Dalam Menangani Penyalahgunaan Narkoba Oleh Remaja.

Pada dasarnya peredaraan narkotika di Indonesia apabila ditinjau dari aspek yuridis adalah sah keberadaannya. Undang-undang Nakotika hanya melarang penggunaan narkotika tanpa izin undang-undang yang dimaksud. Penggunaan narkotika sering disalahgunakan bukan untuk kepentingan pengobatan dan ilmu pengetahuan. Akan tetapi jauh daripada itu, dijadikan ajang bisnis yang menjanjikan dan berkembang pesat, yang mana kegiatan ini merimbas pada rusaknya fisik maupun psikis mental pemakai narkotika khususnya generasi muda. Penyalahgunaan narkoba merupakan bentuk tidak pidana, pelanggaran hukum, maupun pelanggaran norma sosial. Dalam hal ini instansi kepolisian Republik Indonesia yang berwenang untuk mencegah dan menanggulangi penyalahgunaan narkoba adalah Unitreskrim Polsek Kartasura.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PROGRAM PEMB INAAN WIRAUSAHA INDONESIA

PROGRAM PEMB INAAN WIRAUSAHA INDONESIA

Maka dari itu , penulis menggagas sebuah program yang dapat menyelesaikan masalah- masalah narkotika di Indonesia sekaligus ekonomi. Para wirausahawan tidak perlu bergantung pada siapapun, ia adalah pencipta pekerjaan untuk dirinya sendiri bahkan orang lain. Selain itu, wirausahawan juga dapat membuka lapangan pekerjaan kepada orang lain. Apabila para mantan pecandu narkotika ini mendapat pembinaan intensif tentang wirausaha, ia akan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan dijadikan rolemodel seseorang yang telah lepas dari narkotika dan berguna untuk kehidupan masyarakat. Program pembinaan wirausaha bertujuan untuk membantu program rehabilitasi pada mantan pecandu NAPZA sekaligus memerankannya sebagai pelopor anti narkoba dan membangun perekonomian di Indonesia. Sehingga para pecandu narkotika pun dapat lebih semangat menjalankan rehabilitasinya karena adanya rolemodel yang telah sukses menebus dosanya dengan turut menghapuskan jejak narkotika dan kemiskinan di Indonesia
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Faktor-Faktor Penggunaan Narkoba Pada Penghuni Lembaga Pemasyarakatan Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Rantauprapat Tahun 2013

Faktor-Faktor Penggunaan Narkoba Pada Penghuni Lembaga Pemasyarakatan Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Rantauprapat Tahun 2013

Secara etimologis narkoba atau narkotika berasal dari bahasa Inggris narcose atau narcosis yang berarti menidurkan atau pembiusan. Narkotika berasal dari perkataan narcotic yang artinya sesuatu yang dapat menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan efek stupor (bengong), bahan-bahan pembius dan obat bius. Menurut istilah kedokteran, narkotika adalah obat yang dapat menghilangkan terutama rasa sakit dan nyeri yang berasal dari daerah viresal atau alat-alat rongga dada dan rongga perut, juga dapat menimbulkan efek stupor atau bengong dalam waktu yang lama dalam keadaan yang masih sadar serta menimbulkan adiksi atau kecanduan (Eleanora, 2011).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN REHABILITASI TERHADAP ANAK SEBAGAI PENGGUNA NARKOTIKA DALAM PANDANGAN HUKUM ISLAM (Studi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIa Bandar Lampung)

PELAKSANAAN REHABILITASI TERHADAP ANAK SEBAGAI PENGGUNA NARKOTIKA DALAM PANDANGAN HUKUM ISLAM (Studi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIa Bandar Lampung)

Ketika syariat Islam diterapkan, maka peluang penyalahgunaan akan tertutup. Landasan akidah Islam mewajibkan negara membina ketakwaan warganya. Ketakwaan yang terwujud itu akan mencegah seseorang terjerumus dalam kejahatan narkoba. Disamping itu, alasan ekonomi untuk terlibat kejahatan narkoba juga tidak akan muncul. Sebab pemenuhan kebutuhan pokok setiap individu rakyat (papan, pangan dan sandang) dan kebutuhan dasar masyarakat (pendidikan, layanan kesehatan dan keamanan) akan dijamin oleh negara. Setiap orang juga memiliki kemungkinan untuk memenuhi kebutuhan sekundernya sesuai kemampuan masing-masing.
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Analisis Yuridis Peraturan Bersama Antar Lembaga Negara Dalam Penanganan Pecandu Dan Korban Penyalahgunaan Narkotika Ke Dalam Lembaga Rehabilitasi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Analisis Yuridis Peraturan Bersama Antar Lembaga Negara Dalam Penanganan Pecandu Dan Korban Penyalahgunaan Narkotika Ke Dalam Lembaga Rehabilitasi

Sejenis nama yang identik dengan masakan Jepang, namun shabu-shabu ini bernama Metamfetamina, adalah sebuah serbuk berwarna putih kristal. Awalnya dibuat pada akhir abad 20 untuk mengobati gangguan bagi penderita hiperaktifitas, yaitu seseorang yang tidak bisa diam. Tetapi seiring berjalannya waktu, shabu-shabu malah disalahgunakan dengan pemakaian yang menyimpang. Di Indonesia sendiri banyak selebritis, olahragawan, dan musisi yang karirnya hancur akibat mengkonsumsi narkoba ini. Shabu-shabu sendiri sejatinya adalah berbentuk pil, namun karena banyak disalahgunakan menjadi serbuk yang pemakaiannya menggunakan kertas aluminium yang dibakar dan asapnya dihisap melalui hidung dengan memakai botol kaca yang dibuat khusus yang bernama bong. 32
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Bab 9 Bahan Kimia dalam Kehidupan

Bab 9 Bahan Kimia dalam Kehidupan

Apabila korban adalah siswa sekolah, maka pihak sekolah (kepala sekolah dan guru) harus bertindak bijaksana. Pihak sekolah hendaknya tidak serta merta mengeluarkan siswanya yang terlibat narkoba. Hendaknya diteliti dahulu penyebabnya, kenapa siswa terlibat narkoba dan segera memberikan informasi serta berkonsultasi dengan pihak keluarga, sehingga ditemukan jalan pemecahan yang bijaksana. Korban narkoba harus diperlakukan sebagai orang sakit yang harus mendapatkan pertolongan dan bukan penjahat yang harus mendapat hukuman berat. Dalam inpres No. 6 tahun 1971 pemerintah telah membentuk badan koordinasi pelaksana (Bakolak) dalam rangka menanggulangi masalah penyalahgunaan narkotika, yang mempunyai tiga pokok pengumpulan dan pengolahan data, penerangan dan penyuluhan, operasional, resosialisasi korban narkoba, dan pembinaan khusus korban narkoba. Unsur-unsur pemerintah yang tergabung dalam badan ini adalah Polri, Departemen Kesehatan, Departemen Sosial, Depdikbud, Departemen Kehakiman, Kejaksaan Agung, dan Departemen Keuangan.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Show all 2712 documents...

Related subjects