Natrium Hidroksida (NaOH)

Top PDF Natrium Hidroksida (NaOH):

Pengaruh Metode Pre-Treatment Dengan Natrium Hidroksida (NaOH) dan Asam Sulfat (H2SO4) Pada Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Sebagai Bahan Baku Pembuatan Gas Bio

Pengaruh Metode Pre-Treatment Dengan Natrium Hidroksida (NaOH) dan Asam Sulfat (H2SO4) Pada Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Sebagai Bahan Baku Pembuatan Gas Bio

Berdasarkan penelitian terdahulu, Pre-treatment eceng gondok dilakukan dengan cara penambahan bahan kimia Kalium Hidroksida (KOH) 50% dan pengeringan juga pencacahan [7]. Maka, dalam penelitian ini dilakukanlah pre- treatment eceng gondok dengan penambahan bahan kimia Natrium Hidroksida (NaOH) dengan buffer natrium karbonat (Na 2 C0 3 ) sebagai penetral pH dalam proses

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Prarancangan Pabrik Pentaeritritol dari Asetaldehid, Formaldehid dan Natrium Hidroksida Kapasitas 35.000 Ton Per Tahun.

PENDAHULUAN Prarancangan Pabrik Pentaeritritol dari Asetaldehid, Formaldehid dan Natrium Hidroksida Kapasitas 35.000 Ton Per Tahun.

Reaksi pembentukan pentaeritritol merupakan reaksi yang terjadi antara formaldehid, asetaldehid, dan natrium hidroksida, dimana asam formiat ditambahkan kedalam larutan untuk menetralkan larutan dari larutan hidroksida yang bersifat exess. Reaksi berjalan pada fase cair – cair dimana reaksi itu sendiri terjadi didalam reaktor tangki berpengaduk. Kondisi operasi didalam reaktor yaitu pada suhu 30 o C dan tekanan 2 atm. Adapun perbandingan molar antara asetaldehid, formaldehid, dan natrium hidroksida adalah 1 : 5 : 1,4. Reaksi yang terjadi merupakan reaksi eksotermis, untuk itu agar reaksi berjalan konstan pada 30 o C maka pada reaktor dipasang koil yang berfungsi sebagai pendingin external. Hasil keluaran reaktor adalah pentaeritritol, natrium formiat, formaldehid dan asetaldehid. Kemudian hasil ini dialirkan menuju netralizer untuk menetralisasi sisa NaOH, sedangkan penetralnya yaitu menggunakana asam formiat
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Jurnal Teknologi Kimia Unimal homepage jurnal: jtkunimal.ac.id PEMANFAATAN LIMBAH KALENG MINUMAN ALUMINIUM SEBAGAI PENGHASIL GAS HIDROGEN MENGGUNAKAN KATALIS NATRIUM HIDROKSIDA (NaOH)

Jurnal Teknologi Kimia Unimal homepage jurnal: jtkunimal.ac.id PEMANFAATAN LIMBAH KALENG MINUMAN ALUMINIUM SEBAGAI PENGHASIL GAS HIDROGEN MENGGUNAKAN KATALIS NATRIUM HIDROKSIDA (NaOH)

Analisa kimia kuantitatif digunakan untuk mendapatkan data mengenai produksi gas hidrogen yang dihasilkan dari reaksi antara limbah kaleng minuman aluminium dengan larutan natrium hidroksida (NaOH) dari konsentrasi (2N, 3N, 4N, 5N,dan 6N) dengan jumlah aluminium (0,5 gr, 1 gr, 1,5 gr dan 2 gr). Pengukuran dilakukan untuk mengetahui pengaruh berat kaleng minuman aluminium terhadap volume gas hidrogen yang dihasilkan. Berikut ini pengaruh berat aluminium terhadap volume gas hidrogen dengan variasi konsentrasi yang ditunjukkan pada Gambar 2.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN LIMBAH ALUMINIUM FOIL UNTUK PRODUKSI GAS HIDROGEN MENGGUNAKAN KATALIS NATRIUM HIDROKSIDA (NaOH)

PEMANFAATAN LIMBAH ALUMINIUM FOIL UNTUK PRODUKSI GAS HIDROGEN MENGGUNAKAN KATALIS NATRIUM HIDROKSIDA (NaOH)

Ketika reaksi antara aluminium dan air dibantu oleh NaOH, ion OH - pada larutan alkali akan menjadi promotor dalam reaksi tersebut yang dapat merusak lapisan oksida pelindung pada permukaan aluminium sehingga melepaskan hidrogen, dan NaOH bertindak sebagai katalis yang akan meningkatkan laju reaksi agar reaksi tersebut mencapai kesetimbangan (Kumar dan surendra, 2013). Pengaruh konsentrasi natrium hidroksida (NaOH) dan jumlah aluminium terhadap konversi aluminium dapat dilihat pada Gambar 2.

14 Baca lebih lajut

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA JURUSAN TEKNIK KIMIA PALEMBANG 2014 PEMBUATAN KITOSAN DARI LIMBAH CANGKANG BEKICOT DENGAN VARIASI KONSENTRASI NATRIUM HIDROKSIDA (NaOH) PADA TAHAP DEASETILASI

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA JURUSAN TEKNIK KIMIA PALEMBANG 2014 PEMBUATAN KITOSAN DARI LIMBAH CANGKANG BEKICOT DENGAN VARIASI KONSENTRASI NATRIUM HIDROKSIDA (NaOH) PADA TAHAP DEASETILASI

Puji dan syukur kepada Allah SWT, karena atas rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan Akhir yang berjudul “Pembuatan Kitosan dari Limbah Cangkang Bekicot Dengan Variasi Konsentrasi Natrium Hidroksida (NaOH) Pada Tahap Deasetilasi.”.

11 Baca lebih lajut

Pabrik Trinatrium Fosfat Dari Natrium Karbonat, Natrium Hidroksida Dan Asam Fosfat Dengan Proses Netralisasi Asam Fosfat - ITS Repository

Pabrik Trinatrium Fosfat Dari Natrium Karbonat, Natrium Hidroksida Dan Asam Fosfat Dengan Proses Netralisasi Asam Fosfat - ITS Repository

Natrium hidroksida (NaOH) berbentuk padat. NaOH tidak dihasilkan di alam, tetapi diproduksi dalam skala besar dimana dibuat dari bahan baku yang cukup mudah diperoleh dan banyak digunakan dalam proses kimia. Karena NaOH bersifat korosif maka disebut sebagai soda kaustik. Larutan natrium hidroksida adalah salah satu bahan kimia yang sudah ada dari zaman dahulu. Natrium hidroksida murni sangat higroskopis dan larut dalam air dengan pembebasan panas. Ketika menyimpan larutan natrium hidroksida , wadah yang digunakan harus dipanaskan karena titik leleh dari hidrat jauh lebih besar dari 0°C (Ullmann, 2003)
Baca lebih lanjut

254 Baca lebih lajut

Perbedaan Alginat yang Dicampur Pewarna Reaktif dengan Natrium Hidroksida pada Naptol terhadap Kejadian Dermatitis Kontak Iritan pada Karyawan di Batik Merak Manis.

Perbedaan Alginat yang Dicampur Pewarna Reaktif dengan Natrium Hidroksida pada Naptol terhadap Kejadian Dermatitis Kontak Iritan pada Karyawan di Batik Merak Manis.

Metode: Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2016 di Batik Merak Manis Surakarta. Pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh. Subjek penelitian ini adalah karyawan Batik Merak Manis. Pengumpulan data dilakukan dengan mengisi kuesioner berupa data diri, riwayat alergi, data dalam bekerja berupa lama bekerja, lama paparan dan bahan kimia yang digunakan dalam bekerja serta penggunaan alat pelindung diri, dan data kuesioner keluhan dermatitis kontak iritan. Variabel terikat adalah kejadian dermatitis kontak iritan, sedangkan variabel bebasnya adalah jenis zat kima (alginat yang dicampur dengan pewarna reaktif dan natrium hidroksida pada naptol). Data hasil penelitian ini dianalisis dengan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

LAPORAN TUGAS PRARANCANGANPABRIK SODIUM  Prarancangan Pabrik Sodium Silikat Dari Natrium Hidroksida Dan Pasir Silika Kapasitas Produksi 60.000 Ton/Tahun.

LAPORAN TUGAS PRARANCANGANPABRIK SODIUM Prarancangan Pabrik Sodium Silikat Dari Natrium Hidroksida Dan Pasir Silika Kapasitas Produksi 60.000 Ton/Tahun.

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, berkah, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini, dengan judul Prarancangan Pabrik Sodium Silikat dari Natrium Hidroksida dan Pasir Silika 60.000 Ton/Tahun. Tugas akhir ini disusun guna memenuhi persyaratan memperoleh gelar sarjana di Program Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

17 Baca lebih lajut

Pra Rancangan Pabrik Trinatrium Fosfat Natrium Krbonat, Natrium Hidroksida Dan Asam Fosfat Dengan Kapasitas Produksi 50.000 Ton / Tahun

Pra Rancangan Pabrik Trinatrium Fosfat Natrium Krbonat, Natrium Hidroksida Dan Asam Fosfat Dengan Kapasitas Produksi 50.000 Ton / Tahun

Trinatrium fosfat merupakan suatu senyawa yang banyak digunakan di dalam industri, terutama industri pembuatan deterjen (Pembersih). Alasan utama pemilihan judul “Prarancangan Pabrik Trinatrium Fosfat Dari Natrium Karbonat, Natrium Hidroksida Dan Asam Fosfat Dengan Kapasitas Produksi 50.000 Ton/Tahun” adalah karena selama ini Indonesia masih mengimpor trinatrium fosfat dari negara lain dalam jumlah yang cukup banyak. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, peluang untuk ekspor juga masih terbuka. Trinatrium fosfat terbentuk melalui proses kristalisasi pada suhu 55 °C dan tekanan 1 atm. Pabrik direncanakan akan dibangun di Kecamatan Sambeng, Gresik Jawa Timur dengan luas area pabrik 8750 m 2 . Adapun pemilihan lokasi di Kecamatan Sambeng karena dekat dengan sumber bahan baku, dekat dengan pelabuhan dan daerah Kawasan Industri Gresik (KIG). Badan hukum badan usaha pabrik pembuatan trinatrium fosfat ini adalah Perseroan Terbatas (PT) yang dikepalai oleh seorang direktur dengan jumlah total tenaga kerja 155 orang. Reaksi pembentukan trinatrium fosfat dari natrium karbonat, natrium hidroksida dan asam fosfat merupakan reaksi eksoterm dan untuk menjaga suhu reaksi digunakan air pendingin. Reaktor yang digunakan adalah Continuous Stired Tank Reactor (CSTR) dengan reaksi samping yang terjadi adalah gas karbondioksida (CO 2 ). Pemurnian trinatrium fosfat hasil reaksi dilakukan di dalam kristaliser dan
Baca lebih lanjut

311 Baca lebih lajut

BAB I  Prarancangan Pabrik Gliserol Dari Epiklorohidrin Dan Natrium Hidroksida Kapasitas 50.000 Ton/Tahun.

BAB I Prarancangan Pabrik Gliserol Dari Epiklorohidrin Dan Natrium Hidroksida Kapasitas 50.000 Ton/Tahun.

Kebutuhan gliserol sintetik sangat besar tetapi gliserol yang diproduksi hanya sebagai hasil samping pembuatan sabun. Alternatif pembuatan gliserol sintetik adalah dari bahan epiklorohidrin, natrium hidroksida, dan air. Gliserol sintetik merupakan kebutuhan terbesar di Indonesia, oleh karena itu untuk mencukupi kebutuhan tersebut, Indonesia mengimpor gliserol sintetik dari Amerika Serikat yang memproduksi sebanyak 30%.

13 Baca lebih lajut

Sintesis senyawa 2,2`-(1,4 fenilena bis (metanililidena)) disikloheksanadion dari 1.3-sikloheksanadion dan terephthalaldehid dengan katalis natrium hidroksida - USD Repository

Sintesis senyawa 2,2`-(1,4 fenilena bis (metanililidena)) disikloheksanadion dari 1.3-sikloheksanadion dan terephthalaldehid dengan katalis natrium hidroksida - USD Repository

Prinsip reaksi kondensasi aldol silang adalah suatu senyawa karbonil dengan sedikitnya satu hidrogen α mengalami reaksi kondensasi dengan senyawa karbonil lain yang tidak memiliki hidrogen α dalam suasana basa. Senyawa 1,3 sikloheksanadion memiliki hidrogen yang berposisi alfa terhadan dua gugus karbonil sehingga bersifat asam. Adanya katalis natrium hidroksida dapat menyebabkan terbentuknya ion enolat. Hal ini disebabkan karena ion OH - akan mengambil hidrogen alfa yang bersifat asam sehingga akan terbentuk ion enolat. Pembentukan ion enolat akan meningkatkan nukleofilisitas dari karbon alfa 1,3 sikloheksanadion dan dapat beresonansi membentuk karbanion yang kemudian menyerang atom karbon gugus karbonil senyawa terephtalaldehid yang bersifat elektrofil untuk membentuk senyawa aldol yang mudah terdehidrasi dan menghasilkan senyawa 2,2´-(1,4 fenilena bis (metanililidena)) disikloheksanadion.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

PRARANCANGAN PABRIK SODIUM SILIKAT DARI PASIR SILIKA DAN NATRIUM HIDROKSIDA  Prarancangan Pabrik Sodium Silikat Dari Pasir Silika Dan Natrium Hidroksida Kapasitas 65.000 Ton Per Tahun.

PRARANCANGAN PABRIK SODIUM SILIKAT DARI PASIR SILIKA DAN NATRIUM HIDROKSIDA Prarancangan Pabrik Sodium Silikat Dari Pasir Silika Dan Natrium Hidroksida Kapasitas 65.000 Ton Per Tahun.

Pabrik sodium silikat dengan bahan baku natrium hidroksida dan pasir silika , direncanakan akan didirikan di daerah industri Gresik dengan kapasitas 65.000 ton/tahun. Dalam prosesnya pembuatan sodium silikat dilakukan menggunakan reaktor alir tangki berpengaduk (RATB) dengan cara mereaksikan natrium hidroksida dan pasir silika. Pada reaktor ini reaksi berlangsung pada fase cair-cair, endotermis, dengan suhu operasi 220 o C dan tekanan 24 bar.

16 Baca lebih lajut

Pra Rancangan  Pabrik Trinatrium Fosfat Natrium Krbonat, Natrium Hidroksida Dan Asam Fosfat  Dengan Kapasitas Produksi 40.000 Ton / Tahun

Pra Rancangan Pabrik Trinatrium Fosfat Natrium Krbonat, Natrium Hidroksida Dan Asam Fosfat Dengan Kapasitas Produksi 40.000 Ton / Tahun

Trinatrium fosfat merupakan suatu senyawa yang banyak digunakan di dalam industri, terutama industri pembuatan deterjen (Pembersih). Alasan utama pemilihan judul “Prarancangan Pabrik Trinatrium Fosfat Dari Natrium Karbonat, Natrium Hidroksida Dan Asam Fosfat Dengan Kapasitas Produksi 40.000 Ton/Tahun” adalah karena selama ini Indonesia masih mengimpor trinatrium fosfat dari negara lain dalam jumlah yang cukup banyak. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, peluang untuk ekspor juga masih terbuka. Trinatrium fosfat terbentuk melalui proses kristalisasi pada suhu 55 °C dan tekanan 1 atm. Pabrik direncanakan akan dibangun di Kecamatan Sambeng, Gresik Jawa Timur dengan luas area pabrik 8750 m 2 . Adapun pemilihan lokasi di Kecamatan Sambeng karena dekat dengan sumber bahan baku, dekat dengan pelabuhan dan daerah Kawasan Industri Gresik (KIG). Badan hukum badan usaha pabrik pembuatan trinatrium fosfat ini adalah Perseroan Terbatas (PT) yang dikepalai oleh seorang direktur dengan jumlah total tenaga kerja 155 orang. Reaksi pembentukan trinatrium fosfat dari natrium karbonat, natrium hidroksida dan asam fosfat merupakan reaksi eksoterm dan untuk menjaga suhu reaksi digunakan air pendingin . Reaktor yang digunakan adalah Continuous Stired Tank Reactor (CSTR) dengan reaksi samping yang terjadi adalah gas karbondioksida (CO 2 ). Pemurnian trinatrium fosfat hasil reaksi
Baca lebih lanjut

320 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI PRARANCANGAN PABRIK SODIUM SILIKAT  Prarancangan Pabrik Sodium Silikat Dari Pasir Silika Dan Natrium Hidroksida Kapasitas 65.000 Ton Per Tahun.

NASKAH PUBLIKASI PRARANCANGAN PABRIK SODIUM SILIKAT Prarancangan Pabrik Sodium Silikat Dari Pasir Silika Dan Natrium Hidroksida Kapasitas 65.000 Ton Per Tahun.

Metode Coogee Chemicals process Proses ini dengan memanaskan pasir silikat sampai suhu 220 o C dan pada tekananan 24 bar. Setelah bahan pasir silikat sudah pada kondisi yang diinginkan dimasukkan natrium hidroksida cair konsentrasi 50% ke dalam reaktor agar bereaksi menjadi sodium silikat. Pada prarancangan pabrik akan digunakan metode ini.

12 Baca lebih lajut

PRARANCANGAN  PABRIK GLISEROL  DARI EPIKLOROHIDRIN DAN NATRIUM HIDROKSIDA  Prarancangan Pabrik Gliserol Dari Epiklorohidrin Dan Natrium Hidroksida Kapasitas 50.000 Ton/Tahun.

PRARANCANGAN PABRIK GLISEROL DARI EPIKLOROHIDRIN DAN NATRIUM HIDROKSIDA Prarancangan Pabrik Gliserol Dari Epiklorohidrin Dan Natrium Hidroksida Kapasitas 50.000 Ton/Tahun.

Pertumbuhan industri kimia di Indonesia saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Seiring dengan berkembangnya industri di Indonesia, maka kebutuhan gliserol yang merupakan bahan baku serta bahan penunjang mengalami peningkatan. Gliserol merupakan istilah untuk zat kimia secara murni, sedangkan gliserin merupakan hasil dari pemurnian secara komersial. Produksi gliserol di United States mencapai 55.000 ton/tahun pada tahun 1975 dan produksi pada tahun 1992 diperkirakan mencapai 85.000 ton/tahun. Alternatif pembuatan gliserol sintetik adalah dari bahan epiklorohidrin, natrium hidroksida, dan air. Kebutuhan gliserol yang meningkat dari tahun ke tahun membuka peluang untuk mendirikan pabrik dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PRARANCANGAN PABRIK SODIUM SILIKAT DARI NATRIUM HIDROKSIDA DAN PASIR SILIKA  Prarancangan Pabrik Sodium Silikat Dari Natrium Hidroksida Dan Pasir Silika Kapasitas Produksi 60.000 Ton/Tahun.

PRARANCANGAN PABRIK SODIUM SILIKAT DARI NATRIUM HIDROKSIDA DAN PASIR SILIKA Prarancangan Pabrik Sodium Silikat Dari Natrium Hidroksida Dan Pasir Silika Kapasitas Produksi 60.000 Ton/Tahun.

Pabrik sodium silikat dengan bahan baku natrium hidroksida dan pasir silika, kapasitas produksi 60.000 ton per tahun ini direncanakan beroperasi selama 330 hari per tahun. Pabrik ini akan didirikan di kawasan industri Gresik, Jawa Timur dengan luas tanah 12.168 m 2 dan jumlah karyawan 188 orang. Proses pembuatan sodium silikat dilakukan menggunakan reaktor alir tangki berpengaduk (RATB) dengan cara merekasikan natrium hidroksida dan pasir silika. Pada reaktor ini reaksi berlangsung pada fase cair-cair, endotermis, dengan suhu operasi 220 o C dan tekanan 24 bar. Kebutuhan bahan baku natrium hidroksida sebesar 3.316,43 kg per jam, sedangkan kebutuhan bahan baku pasir silika sebesar 6.276,16 kg per jam. Produk sodium silikat sebesar 8.850,50 kg per jam. Utilitas pendukung proses meliputi penyediaan air yang diperoleh dari sungai sebesar 62.189,20 kg per jam, penyediaan uap air jenuh sebesar 8.175,91 kg per jam yang dihasilkan dari proses pemanasan air di boiler, dengan bahan bakar solar sebesar 173,36 liter per jam, dan penyediaan listrik yang diperoleh dari PLN dan generator set sebesar 502,68 kW sebagai cadangan yang menggunakan bahan bakar sebesar 105,35 liter per jam. Pabrik sodium silikat memerlukan biaya produksi sebesar Rp256.437.791.787,00. Dari analisis ekonomi terhadap pabrik ini menunjukkan keuntungan sebelum pajak sebesar Rp65.156.021.370,00 per tahun, Setelah dipotong pajak 25% keuntungan mencapai Rp48.867.016.027,00 per tahun. Percent return on investment (ROI) sebelum pajak 27,8% dan setelah pajak 20,8%. Pay out time (POT) sebelum pajak selama 2,65 tahun dan setelah pajak 3,25 tahun. Break even point (BEP) sebesar 53,43% dan Shut down point (SDP) sebesar 28,26%. Discounted cash flow (DCF) terhitung sebesar 46,05%. Dari data analisis kelayakan di atas disimpulkan, bahwa pabrik ini menguntungkan dan layak untuk didirikan
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH PERLAKUAN NATRIUM HIDROKSIDA (NaOH) TERHADAP SIFAT MEKANIK KOMPOSIT SEKAM PADI.

PENGARUH PERLAKUAN NATRIUM HIDROKSIDA (NaOH) TERHADAP SIFAT MEKANIK KOMPOSIT SEKAM PADI.

Mendapatkan nilai optimum dari variasi persentase larutan natrium hidroksida dalam pembuatan komposit sekam padi 1.4 BATASAN MASALAH Pada Penulisan Tugas Akhir ini, Serat Alam yang di[r]

8 Baca lebih lajut

NATRIUM HIDROKSIDA NaOH SEBAGAI HIDROLIS

NATRIUM HIDROKSIDA NaOH SEBAGAI HIDROLIS

PEMBAHASAN 27 Hubungan MLSS terhadap waktu fermentasi pada berbagai variabel kadar NaOH Hubungan MLVSS terhadap waktu fermentasi pada berbagai variabel kadar NaOH Perbandingan eceng[r]

38 Baca lebih lajut

DIJESTI MONASIT MEMAKAI NATRIUM HIDROKSIDA - e-Repository BATAN

DIJESTI MONASIT MEMAKAI NATRIUM HIDROKSIDA - e-Repository BATAN

Pasir monasit 100 gram dan NaOH yang divariasi beratnya 40, 80, 120, 160 dan 200 gram dicampur dalam wadah keramik dan diaduk merata, kemudian dipanaskan pada suhu 600 o C menggunakan dapur pemanas atau furnace. Waktu yang diperlukan 5 jam. Hasil leburan campuran antara residu pasir dan endapan LTJ – Th hidroksida. Hasil leburan disaring dan dicuci dengan air panas sampai pH netral. Endapan yang dihasilkan dikeringkan dalam oven pada 110 o C. Setelah kering endapan ditimbang dan dianalisis dengan XRF. 2. Parameter suhu dijesti

6 Baca lebih lajut

OPTIMASI SINTESIS SENYAWA BENZILIDENSIKLOHEKSANON MELALUI VARIASI KONSENTRASI NATRIUM HIDROKSIDA.

OPTIMASI SINTESIS SENYAWA BENZILIDENSIKLOHEKSANON MELALUI VARIASI KONSENTRASI NATRIUM HIDROKSIDA.

Sedangkan pengaruh variasi mol NaOH terhadap hasil rendemen senyawa dibenzilidinsikloheksanon sebagai produk samping adalah semakin besar mol NaOH maka semakin besar rendemen yang dihasi[r]

10 Baca lebih lajut

Show all 1921 documents...